Anda di halaman 1dari 17

Bagian III

PETUNJUK PELAKSANAAN AUDIT PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN PPK

A. Tujuan Audit

Secara umum tujuan atas audit proses pelaksanaan kegiatan PPK adalah untuk memberikan
penilaian dan rekomendasi terhadap kualitas pelaksanaan dari setiap tahapan kegiatan PPK serta
pelaksanaan prinsip-prinsip PPK.

B. Ruang Lingkup Audit

Audit meliputi pemeriksaan dan penilaian terhadap hal-hal yang dianggap perlu yang berkaitan
dengan pelaksanaan setiap tahapan kegiatan dan implementasi dari prinsip-prinsip PPK, yang
mencakup :
1. Penilaian mengenai ketaatan terhadap prinsip dan prosedur PPK yang tercantum dalam
Petunjuk Teknis Operasional PPK III.
2. Penilaian terhadap pencapaian tujuan dan kualitas pelaksanaan dari setiap tahapan kegiatan.
3. Penilaian terhadap manfaat dan efektifitas pekerjaan/kegiatan sarana prasarana, kesehatan
masyarakat, pendidikan masyarakat, SPP serta peningkatan kapasitas masyarakat.
4. Penilaian terhadap administrasi kegiatan.
5. Penilaian terhadap proses/upaya penanganan pengaduan dan masalah yang timbul saat
pelaksanaan kegiatan.
6. Penilaian terhadap kinerja konsultan yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan.

B. 1. Penilaian/Audit terhadap Proses Perencanaan

B. 1. 1 Tujuan Penilaian

1) Untuk meyakinkan bahwa proses perencanaan telah dilakukan dengan baik dan matang,
memenuhi prinsip keberpihakan pada orang miskin, transparansi, partisipasi dan
kompetisi sehat.
2) Untuk meyakinkan bahwa setiap tahapan perencanaan kegiatan telah dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan dalam Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PPK-III serta penegasan-
penegasan teknis yang ada.

B. 1. 2 Parameter

1) Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi


(1) Kegiatan MAD sosialisasi dihadiri oleh 6 orang wakil dari setiap desa dengan unsur-
unsur sesuai ketentuan serta anggota masyarakat lainnya yang berminat untuk hadir,
pihak-pihak terkait seperti: Tim Koordinasi Kabupaten, Camat, Instansi tingkat
kecamatan terkait, PjOK/PjAK, UPK dan FK.
(2) Kegiatan pertemuan antar desa di kecamatan telah dilaksanakan dengan fokus untuk
mensosialisasikan tujuan, prinsip, kebijakan, pendanaan, organisasi, proses dan
prosedur PPK serta jenis kegiatan pendidikan, kesehatan, SPP, sarana prasarana,
menginformasikan rencana program/proyek dari kabupaten yang akan dilaksanakan di
kecamatan, menginformasikan pelaku-pelaku PPK di tingkat desa dan kecamatan,
memilih Ketua dan Sekretaris Forum, menyepakati aturan dan sanksi-sanksi serta
jadwal kegiatan MD I, pelatihan FD dan MAD II serta Rencana Penggunaan DOK.
(3) Metode, materi, media serta alat bantu yang digunakan ditulis di kertas lebar dengan
huruf besar sehingga memudahkan peserta pertemuan untuk memahaminya.
(4) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(5) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).

2) Musyawarah Desa (Musdes) Sosialisasi


(1) Kegiatan Musdes sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa dan aparat desa, anggota
BPD, tokoh masyarakat di desa serta sebanyak mungkin anggota masyarakat desa
lainnya termasuk anggota masyarakat yang paling miskin dan perempuan.
(2) Kegiatan musyawarah desa sosialisasi telah dilaksanakan dengan fokus untuk
mensosialisasikan informasi PPK yang meliputi tujuan, prinsip, kebijakan, pendanaan,
organisasi, proses dan prosedur PPK serta keputusan-keputusan yang dihasilkan
dalam MAD Sosialisasi dan kesanggupan desa untuk mematuhinya, memilih Ketua,
Sekretaris dan Bendahara TPK, menetapkan FD dan kader tehnik, memilih Tim
Monitoring Desa dan Tim Monitoring Masyarakat, menyepakati jadwal MD II
(perencanaan) serta menyepakati pembuatan dan lokasi pemasangan papan informasi
PPK.
(3) Metode, materi, media serta alat bantu yang digunakan ditulis di kertas lebar dengan
huruf besar sehingga memudahkan peserta pertemuan untuk memahaminya.
(4) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(5) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).

3) Pelatihan Pelaku Tingkat Desa


(1) Kegiatan pelatihan diikuti oleh peserta yang terdiri dari kader desa (FD), kader teknik
dan TPK yang telah terpilih dalam musyawarah desa sosialisasi.
(2) Kegiatan pelatihan pelaku tingkat desa yang dilaksanakan telah berjalan dengan
efektif sehingga peserta memahami tentang latar belakang, tujuan, prinsip, kebijakan
dan tahapan atau mekanisme PPK, memahami peran dan tugasnya, terampil dalam
melakukan tehnik-tehnik fasilitasi pertemuan masyarakat termasuk peerencanaan desa
secara partisipatif, terampil memberikan pendampingan dan pembimbingan kepada
masyarakat, menguasai administrasi dan pelaporan yang diperlukan serta memapu
menyusun rencana kerja untuk melakukan peran dan tugasnya.
(3) Metode, materi, media serta alat bantu yang digunakan sudah tepat serta sesuai
dengan hasil yang diharapkan dari pelatihan pelaku tingkat desa.
(4) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan pelatihan tercapai).

4) Pertemuan Penggalian Gagasan


(1) Pertemuan dihadiri oleh warga masyarakat (laki-laki, perempuan, atau campuran)
yang tergabung dalam: (a). Ikatan kemasyarakatan yang berlatar belakang wilayah
seperti; RT/RW/RK/Dusun/Kampung atau yang lainnya; (b). Kelompok–kelompok
informal di masyarakat seperti; kelompok arisan, kelompok usaha bersama,
kelompok keagamaan; (c). Pengelompokan masyarakat lainnya sesuai kondisi
setempat.
(2) Pertemuan penggalian gagasan terlebih dahulu diawali dengan penentuan klasifikasi
kesejahteraan (mengelompokkan penduduk desa dalam kategori tingkatan ekonomi
menurut kriteria/istilah setempat) serta pembuatan peta sosial, juga dengan pemberian
informasi tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai upaya penyadaran
masyarakat.
(3) Pertemuan penggalian gagasan telah dilaksanakan sesuai tujuan yaitu
memperkenalkan PPK kepada kelompok laki-laki, perempuan atau campuran,
menggali gagasan kegiatan untuk diusulkan dalam MKP dan MD Perencanaan serta
menentukan utusan kelompok/dusun ke MKP dan MD perencanaan.
(4) Peta sosial yang dibuat telah digunakan sebagai alat bantu dalam menggali gagasan
masyarakat dalam menentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat memenuhi
kebutuhan dan berguna bagi mayoritas keluarga miskin.
(5) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(6) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan pertemuan tercapai).

5) Musyawarah Desa Khusus Perempuan


(1) Kegiatan Musdes Khusus Perempuan dihadiri oleh kaum perempuan dengan tingkat
partisipasi baik secara kuantitas maupun kualitas cukup tinggi.
(2) Kegiatan musyawarah desa khusus perempuan telah dilaksanakan dengan hasilnya
adalah gagasan-gagasan, kegiatan dan visi ke depan dari kelompok perempuan di desa
dalam mengatasi penyebab kemiskinan, ditetapkannya usulan kegiatan SPP jika ada
gagasan tentang kegiatan tersebut, ditetapkan usulan lain di luar SPP yang merupakan
aspirasi perempuan serta terpilihnya calon-calon wakil perempuan yang akan hadir
dalam MAD perencanaan.
(3) Metode yang digunakan dalam MKP adalah analisis penyebab kemiskinan yang
bertujuan untuk mengajak perempuan mencari permasalahan penyebab kemiskinan
yang seringkali dirasakan dalam kehidupan sehari-hari kemudian mencari akar
masalahnya serta gagasan kegiatan apa saja yang dapat mengatasi masalah tersebut
dari sudut pandang perempuan.
(4) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).

6) Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan


(1) Kegiatan Musyawarah dihadiri oleh : Kepala Desa dan aparat desa, anggota Badan
Perwakilan Desa, tokoh masyarakat di desa, sebanyak mungkin anggota masyarakat
desa lainnya yang berminat untuk hadir. Fasilitator meliputi kader desa dan/ atau FK.
(2) Kegiatan musyawarah desa perencanaan telah dilaksanakan dengan hasil sesuai yang
diharapkan dalam PTO yaitu tersusunnya peta sosial desa dan prioritas kegiatan dari
hasil penggalian gagasan, ditetapkannya satu usulan kegiatan sarana prasarana dasar
atau kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat (kesehatan dan pendidikan),
disyahkannya usulan kegiatan hasil MKP yang terdiri dari usulan kegiatan sarana
prasarana dasar atau kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat (kesehatan dan
pendidikan) serta usulan kegiatan SPP jika ada, ditetapkannya usulan-usulan kegiatan
yang akan diajukan pendanaannya melalui sumber dana lain, terpilihnya TPU,
terpilihnya minimal satu orang untuk calon Pengurus UPK serta calon pengamat serta
wakil-wakil desa yang akan hadir dalam MAD prioritas usulan yang terdiri dari
kepala desa, ketua TPK, 4 orang wakil masyarakat (minimal 3 perempuan dari 6).
(3) Metode yang digunakan untuk menyusun skala prioritas adalah menggunakan alat
prioritas gagasan yang hasilnya berupa table penilaian gagasan.
(4) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(5) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).
7) Penulisan Usulan Desa
(1) Kegiatan penulisan usulan dilakukan oleh Tim Penulis Usulan yang telah dipilih
dalam musdes perencanaan.
(2) Tersajinya dokumen proposal usulan kegiatan desa yang telah disetujui dalam musya-
warah desa perencanaan dan musyawarah desa khusus perempuan, termasuk data dan
isian formulir pendukungnya.

8) Verifikasi
(1) Kegiatan verifikasi telah dilakukan dengan dibuktikan adanya laporan hasil verifikasi
yang memuat hasil penilaian dan rekomendasinya.
(2) Kegiatan verifikasi usulan dilakukan oleh Tim Verifikasi yang dibentuk di tingkat
kecamatan dengan beranggotakan 5 – 10 orang yang memiliki keahlian sesuai usulan
kegiatan.
(3) Hasil verifikasi sesuai dengan kriteria penilaian usulan yaitu lebih bermanfaat bagi
masyarakat, mendesak untuk dilaksanakan, , bisa dikerjakan oleh masyarakat, tingkat
keberhasilan dan keberlanjutan cukup tinggi serta didukung oleh sumber daya yang
ada di masyarakat.
(4) Indikator yang diverifikasi dalam kegiatan verifikasi untuk setiap jenis usulan
kegiatan telah sesuai dengan indikator yang ditentukan dalam PTO.
 Untuk memverifikasi usulan kegiatan pendidikan sudah memperhatikan
:pendataan calon penerima sudah dilakukan oleh FD, Kadus dan Komite Sekolah,
mengadakan dialog dengan pihak sekolah, memastikan bahwa bantuan pendidikan
diusulkan bersifat multiyears.
 Untuk verifikasi usulan kegiatan kesehatan sudah memperhatikan : kesesuaian
antar bentuk kegiatan dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat,
kelayakan paket rangkaian kegiatan yang dikembangkan, kesesuaian bahan dan
alat yang akan digunakan, kesesuaian jumlah biaya dengan sasaran, kesesuaian
bentuk pengorganisasian dan pengelolaan kegiatan.
 Untuk verifikasi usulan kegiatan SPP sudah memperhatikan :pengalaman kegiatan
simpan pinjam, persyaratan kelompok, kondisi simpan pinjam (permodalan,
kualitas pinjaman, administrasi dan pengelolaan, pendapatan, likuiditas, penilaian
khusus rencana kegiatan, penilaian calon pemanfaat apakah sesuai dengan peta
sosial golongan masyarakat miskin.
 Untuk verifikasi usulan kegiatan sarana prasarana sudah memperhatikan : hasil
survey dan pengukuran, jumlah manfaat dan golongan pemanfaat.

9) Musyawarah Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan


(1) Kegiatan MAD dihadiri oleh Camat dan staf terkait, instansi dinas terkait tingkat
kecamatan, Tim Pengamat, 6 orang wakil per desa: Kepala Desa, Ketua Tim
Pelaksana, 4 orang wakil masyarakat (3 diantaranya perempuan), calon pengurus
UPK, dan anggota masyarakat lainnya yang berminat untuk hadir.
(2) Kegiatan MAD Prioritas Usulan telah menghasilkan susunan/daftar prioritas usulan
sesuai skala prioritas kelayakan dan kebutuhan masyarakat, daftar pengurus UPK
terpilih (Ketua, Sekretaris dan Bendahara), ada sanksi-sanksi yang akan diterapkan
dalam pelaksanaan PPK di kecamatan tersebut serta adanya jadwal musyawarah desa
III.
(3) Penyusunan prioritas usulan kegiatan telah didasarkan atas kriteria usulan kegiatan
sebagaimana yang digunakan oleh tim verifikasi dalam menilai usulan kegiatan.
(4) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(5) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).

10) Pembuatan Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Desain RAB


(1) Pembuatan desain RAB dilakukan oleh Tim Penulis Usulan bersama Kader Tehnis
dengan dibimbing oleh FK dan FT.
(2) Sebelum dibuat desain RAB terlebih dahulu sudah dilakukan survey dan pengukuran
lokasi, survey harga material yang dibuktikan dengan adanya daftar harga material
minimal dari 3 toko serta survey untuk material yang bisa diadakan/dipenuhi oleh
masyarakat setempat (material lokal). Daftar harga hasil survey dijadikan dasar dalam
penentuan harga di RAB serta penentuan proses pengadaan barang (perlu dilelang
atau tidak).
(3) Desain RAB yang sudah dibuat telah diperiksa dan disertifikasi oleh FT dan KM
Tehnik.
(4) Untuk beberapa jenis prasarana misalnya sumur bor terlebih dahulu telah dilakukan
pengujian/survey keberadaan air di lokasi yang direncanakan serta pengujian terhadap
debit dan kualitas air yang dihasilkan.
(5) Usulan kegiatan prasarana termasuk rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana
pengadaan bahan yang diajukan telah memenuhi beberapa criteria tehnik dan aspek
lingkungan yang mencakup komponen RAB menyertakan dan swadaya dan dilampiri
surat pernyataan kesanggupan memberikan swadaya senilai yang tercantum dalam
RAB, kegiatan sesuai dengan standar lingkungan dan kelayakan teknis serta
meminimalkan ganti rugi lahan serta menghindari penggusuran penduduk, bila ada
biaya ganti rugi harus mengikuti standar setempat namun tidak boleh dialokasikan
dari dana PPK, ada rencana pemeliharaan yang mencakup tugas tim pemelihara,
persiapan pelatihan dan identifiksi sumber dana yang akan digunakan.
(6) Waktu penyusunan efisien sesuai dengan kebutuhan.
(7) Telah ada sosialisasi desain RAB dalam forum musyawarah desa yang difasilitasi oleh
TPU yang dibuktikan dengan notulen dan berita acara pertemuan.

11) Musyawarah Antar Desa (MAD) Penetapan Usulan


(1) Kegiatan penetapan usulan yang akan didanai melalui PPK telah diambil dalam suatu
Musyawarah antar desa penetapan usulan yang dihadiri oleh Camat dan staf terkait,
Ketua dan sekretaris MAD, instansi dinas terkait, Tim Pengamat, 6 orang wakil desa,
pengurus UPK, seluruh FD dan Pendamping Lokal serta anggota masyarakat lainnya
yang berminat untuk hadir .
(2) Keputusan pendanaan mengacu pada peringkat usulan yang telah dibuat pada saat
musyawarah antar desa prioritas usulan.
(3) Selain ada daftar usulan-usulan yang terdanai juga ada kesepakatan sanksi-sanksi
yang akan diberlakukan selama pelaksanaan musyawarah yang dibuktikan dalam
notulen dan berita acara, tata cara perguliran, susunan rencana kerja dan tindak lanjut
berupa usulan yang tidak terdanai dalam PPK akan diusulkan dalam Rakorbang
Kabupaten.
(4) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(5) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).

12) Musyawarah Desa (Musdes) Informasi Hasil MAD


(1) Hasil penetapan alokasi dana PPK yang diputuskan dalam Musyawarah Antar Desa
Penetapan Usulan telah disebarluaskan baik di desa yang mendapatkan dana maupun
yang tidak.
(2) Bagi desa-desa yang usulannya terdanai, musdes ini telah menghasilkan susunan
lengkap TPK, kesepakatan jadwal pelaksanaan tiap kegiatan, kesepakatan sanksi,
kesepakatan realisasi swadaya, besar insentif pekerja dan cara pembayaran,
tersosialisasi dan difahaminya mekanisme pengadaan bahan dan alat serta ada tim
khusus pemantau pelaksanaan.
(3) Kualitas forum baik, hampir semua peserta berpartisipasi, tidak ada peserta yang
mendominasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sesuai dengan
masalah yang dibahas.
(4) Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan musyawarah
yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).

13) Pengesahan Alokasi Bantuan oleh Camat dan Pengesahan Dokumen SPPB
(1) Surat Penetapan Camat (SPC) atas keputusan musyawarah antar desa kedua telah di-
buat telah dibuat oleh Camat atas nama Bupati.
(2) Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) telah dibuat oleh Ketua TPK, PjOK dan
Ketua UPK, dan diketahui Kepala Desa dan Camat atas nama Bupati serta dilampiri
dengan Proposal usulan kegiatan, RAB detail per kegiatan, jadwal pelaksanaan, Ceklis
Masalah Dampak Lingkungan, Komitmen sumbangan dari masyarakat, foto 0 % dari
kegiatan yang akan dibangun/ dikerjakan
B.1. 3 Langkah Kerja
Langkah kerja merupakan hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan penilaian
terhadap kegiatan perencanaan sesuai dengan parameter yang telah ditentukan di atas. Penilaian
dilakukan secara kuantitatif (angka) dengan range score antara 0 – 50 = tidak memadai, 51 – 60
= kurang memadai, 61 – 75 cukup memadai, 76 – 90 = memadai dan 91 – 100 = sangat memadai.
Kesimpulan akhir dari hasil penilaian terhadap suatu kegiatan merupakan nilai rata-rata dari
keseluruhan parameter yang dinilai yang disampaikan secara kuantitatif dan disertai dengan
penilaian secara kualitatif.

No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
1. Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi
1) Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan Musyawarah Antar Desa
(MAD) Sosialisasi.
Periksa siapa saja dan berapa orang yang hadir dalam acara tersebut.
2) Periksa notulen dan berita acara hasil musyawarah, apakah materi
kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi telah sesuai
dengan tujuan dan hasil yang harus dicapai dalam MAD Sosialisasi.
3) Minta kepada FK beberapa media yang digunakan dalam MAD
Sosialisasi serta tanyakan metode yang digunakan.
4) Periksa notulen musyawarah, berapa jumlah pertanyaan, bagaimana isi
pertanyaan dan siapa saja yang bertanya.
5) Periksa berita acara dan notulen, jam berapa dimulainya acara dan jam
berapa selesainya.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap proses MAD Sosialisasi.
2. Musyawarah Desa (MD) Sosialisasi
1) Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan Musyawarah Desa (MD)
Sosialisasi.
Periksa siapa saja dan berapa orang yang hadir dalam acara tersebut.
2) Periksa notulen dan berita acara hasil musyawarah, apakah materi
kegiatan Musyawarah Desa (MD) Sosialisasi telah sesuai dengan
tujuan dan hasil yang harus dicapai dalam MD Sosialisasi.
3) Minta kepada FK/FD beberapa media yang digunakan dalam MD
Sosialisasi serta tanyakan metode yang digunakan.
4) Periksa notulen musyawarah, berapa jumlah pertanyaan, bagaimana isi
pertanyaan dan siapa saja yang bertanya.
5) Periksa berita acara dan notulen, jam berapa dimulainya acara dan jam
berapa selesainya.
No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
Kesimpulan hasil penilaian terhadap proses MD Sosialisasi.
3. Pelatihan Pelaku Tingkat Desa
1) Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan Pelatihan Pelaku Tingkat Desa.
Periksa siapa saja dan berapa orang yang hadir dalam acara tersebut.
2) Minta kepada FK beberapa modul yang digunakan dalam pelatihan.
Lakukan wawancara dengan FD/Kader Tehnik dan/ TPK mengenai
beberapa materi yang dilatihkan serta sejauh mana pemahaman mereka
terhadapnya.
3) Minta kepada FK beberapa media yang digunakan dalam pelatihan
serta tanyakan metode yang digunakan.
4) Periksa laporan pelaksanaan pelatihan tersebut, apakah waktunya
sesuai atau tidak.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap pelatihan pelaku tingkat
desa.
4. Pertemuan Penggalian Gagasan
1) Dapatkan daftar hadir kegiatan Pertemuan Penggalian Gagasan.
Periksa siapa saja dan berapa yang hadir. Apakah sesuai yang
ditentukan dalam parameter.
2) Periksa apakah sebelum penggalian gagasan dimulai terlebih dahulu
dilakukan klasifikasi kesejahteraan yaitu pengelompokkan penduduk
desa dalam kategori tingkatan ekonomi menurut kriteria dan istilah
setempat. Mintakan kepada FK peta sosial sebagai bukti.
3) Periksa berita acara hasil pertemuan, apakah ada daftar gagasan, ada
calon wakil ke MD perencanaan dan MKP.
4) Bandingkan daftar gagasan dengan peta sosial, apakah peta sosial
digunakan dalam penggalian gagasan sehingga gagasan yang
dihasilkan benar-benar menjadi kebutuhan dan bermanfaat bagi lebih
banyak keluarga miskin.
5) Periksa notulen pertemuan, berapa jumlah pertanyaan/tanggapan,
bagaimana isi pertanyaan/tanggapan/ dan siapa saja yang bertanya.
6) Periksa berita acara hasil pertemuan dan notulen, jam berapa
dimulainya acara dan jam berapa selesainya.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap proses Pertemuan
Penggalian Gagasan.
5. Musyawarah Desa Khusus Perempuan
1) Dapatkan daftar hadir kegiatan Musyawarah Desa Khusus Perempuan.
Periksa apakah kegiatan tersebut dihadiri oleh kaum perempuan dan
berapa yang hadir. Bandingkan dengan jumlah penduduk perempuan di
desa tersebut.
2) Periksa berita acara hasil musyawarah, apakah MKP telah
No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
dilaksanakan dengan hasil sesuai ketentuan/parameter yang dinilai.
3) Tanyakan kepada FK, metode apa yang digunakan dalam MKP.
Periksa notulensi musyawarah, apakah ada analisis penyebab
kemiskinan, akar masalah dan gagasan untuk mengatasinya.
Waktu pelaksanaan efisien sesuai dengan kebutuhan untuk
mewujudkan musyawarah yang efektif (tujuan musyawarah tercapai).
4) Periksa notulensi dan berita acara, jam berapa dimulainya musyawarah
dan sampai jam berapa.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap Musyawarah Desa Khusus
Perempuan
6. Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan
1) Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan Musyawarah Desa (MD)
perencanaan.
Periksa siapa saja dan berapa orang yang hadir dalam acara tersebut.
2) Periksa notulen dan berita acara hasil musyawarah, apakah materi
kegiatan musyawarah telah sesuai dengan tujuan dan hasil yang
diharapkan dalam MD Perencanaan. Apakah ada daftar prioritas
gagasan.
3) Minta kepada FK beberapa media yang digunakan dalam MD
Perencanaan serta tanyakan metode yang digunakan. Apakah ada tabel
penilaian gagasan.
4) Periksa notulen musyawarah, periksa proses diskusi, berapa jumlah
pertanyaan, bagaimana isi pertanyaan dan siapa saja yang bertanya.
5) Periksa berita acara dan notulen, jam berapa dimulainya acara dan jam
berapa selesainya.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap proses MAD Sosialisasi.
7. Penulisan Usulan Desa
1) Periksa apakah gagasan-gagasan kegiatan masyarakat yang sudah
disetujui sebagai usulan desa yang akan diajukan pada musyawarah
telah dituangkan secara tertulis (ada daftar usulan serta RAB global)
2) Periksa apakah penulisan usulan dilakukan oleh Tim Penulis Usulan
yang telah dipilih dalam forum musyawarah desa perencanaan
Kesimpulan hasil penilaian terhadap proses Penulisan Usulan
8. V e r i f i k a s i
1) Periksa apakah usulan kegiatan dari masing-masing desa yang akan di
danai PPK telah diverifikasi (diperiksa dan dinilai kelayakannya) yang
dibuktikan dengan adanya lembar hasil verifikasi.
2) Periksa daftar anggota tim verifikasi serta latar belakang keahliannya.
Apakah kegiatan verifikasi dilakukan oleh Tim Verifikasi (TV) yang
dibentuk di tingkat kecamatan dengan beranggotakan 5 - 10 orang
No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
yang memiliki keahlian sesuai usulan kegiatan
3) Periksa apakah kegiatan verifikasi berdasarkan pada kriteria :
(1) Lebih bermanfaat bagi masyarakat miskin
(2) Mendesak untuk dilaksanakan
(3) Bisa dikerjakan oleh masyarakat
(4) Tingkat keberhasilan dan keberlanjutan cukup tinggi
(5) Didukung oleh sumber daya yang ada di masyarakat
(6) Untuk kelompok SPP merupakan kelompok yang layak
mendapatkan pinjaman sesuai kriteria (memenuhi syarat
administrasi, kondisi keuangan dan pinjaman, dst)
4) Lakukan klarifikasi ke lapangan terhadap kegiatan-kegiatan baik yang
baru diusulkan maupun yang sudah dalam pelaksanaan, apakah
indikator-indikator yang diverifikasinya sudah sesuai ketentuan.
Kesimpulam hasil penilaian terhadap proses verifikasi
9. Musyawarah Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan
1) Dapatkan daftar hadir MAD Prioritas Usulan. Periksa, apakah kegiatan
MAD dihadiri oleh Camat dan staf terkait, instansi dinas terkait tingkat
kecamatan, Tim Pengamat, 6 orang wakil per desa: Kepala Desa,
Ketua Tim Pelaksana, 4 orang wakil masyarakat (3 diantaranya
perempuan), calon pengurus UPK, dan anggota masyarakat lainnya
yang berminat untuk hadir.
2) Periksa berita acara hasil MAD prioritas Usulan, apakah dalam MAD
Prioritas Usulan telah dihasilkan :
(1) Kesepakatan cara memeriksa dan menilai usulan kegiatan yang di-
ajukan desa.
(2) Urutan atau peringkat usulan kegiatan sesuai skala prioritas ke-
layakan dan kebutuhan masyarakat.
(3) Pengurus UPK (Ketua, Sekretaris, Bendahara).
(4) Kesepakatan sanksi-sanksi yang akan diterapkan selama pelaksana
an PPK di tingkat kecamatan tersebut
(5) Jadwal musyawarah desa ketiga dari masing-masing desa.
3) Dapatkan daftar prioritas usulan kegiatan. Periksa apakah penyusunan
prioritas usulan kegiatan tersebut didasarkan atas kriteria usulan kegiat
an sebagaimana yang digunakan oleh tim verifikasi .
4) Periksa notulen musyawarah, periksa proses diskusi, berapa jumlah
pertanyaan, bagaimana isi pertanyaan dan siapa saja yang bertanya.
5) Periksa berita acara dan notulen, jam berapa dimulainya acara dan jam
No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
berapa selesainya.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap MAD Prioritas Usulan
10. Pembuatan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan dan RAB Desain
1) Lakukan wawancara dengan Kader Tehnis dan TPK, apakah
pembuatan desain RAB dilakukan oleh Tim Penulis Usulan bersama
Kader Tehnis dengan dibimbing oleh FK dan FT.
2) Sebelum dibuat desain RAB apakah sudah dilakukan survey dan
pengukuran lokasi, survey harga material yang dibuktikan dengan
adanya daftar harga material minimal dari 3 toko serta survey untuk
material yang bisa diadakan/dipenuhi oleh masyarakat setempat
(material lokal). Bandingkan harga dalam RAB dengan daftar harga
hasil survey. Apakah hasil survey dijadikan dasar dalam penentuan
harga? Apakah sudah teridentifikasi adanya material lokal yang bisa
diadakan oleh masyarakat sehingga dapat diantisipasi cara
pengadaannya?
3) Periksa apakah desain RAB yang sudah dibuat telah diperiksa dan
disertifikasi oleh FT dan KM Tehnik yang dibuktikan dengan adanya
tanda tangan FKT atau KMT.
4) Untuk beberapa jenis prasarana misalnya sumur bor, apakah terlebih
dahulu telah dilakukan pengujian/survey keberadaan air di lokasi yang
direncanakan serta pengujian terhadap debit dan kualitas air yang
dihasilkan.
5) Apakah semua RAB dari usulan kegiatan yang akan diajukan sudah
memenuhi kriteria, misalnya untuk SPP kelayakan kelompok,
administrasi, perhitungan kebutuhan dana sudah dibuat? Untuk
kegiatan prasarana termasuk rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana
pengadaan bahan yang diajukan telah memenuhi beberapa kriteria
tehnik dan aspek lingkungan yang mencakup komponen RAB
menyertakan dan swadaya dan dilampiri surat pernyataan kesanggupan
memberikan swadaya senilai yang tercantum dalam RAB, kegiatan
sesuai dengan standar lingkungan dan kelayakan teknis serta
meminimalkan ganti rugi lahan serta menghindari penggusuran
penduduk, bila ada biaya ganti rugi harus mengikuti standar setempat
namun tidak boleh dialokasikan dari dana PPK, ada rencana
pemeliharaan yang mencakup tugas tim pemelihara, persiapan
pelatihan dan identifiksi sumber dana yang akan digunakan.
6) Berapa lama waktu pembuatan desain RAB hingga siap MAD
No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
Penetapan Usulan/Pendanaan, apakah sudah efisien sesuai dengan
kebutuhan. Apakah dibuat jadwal pelaksanaan kegiatan (periksa jadwal
pelaksanaan kegiatan), apakah cukup realistis dan dapat dikerjakan.
7) Telah ada sosialisasi desain RAB dalam forum musyawarah desa yang
difasilitasi oleh TPU yang dibuktikan dengan notulen dan berita acara
pertemuan.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap pembuatan jadwal
pelaksanaan kegiatan dan desain RAB.
11. Musyawarah Antar Desa (MAD) Penetapan Usulan
1) Periksa daftar hadir, apakah kegiatan penetapan usulan yang akan
didanai melalui PPK telah diambil dalam suatu Musyawarah antar desa
penetapan usulan yang dihadiri oleh Camat dan staf terkait, Ketua dan
sekretaris MAD, instansi dinas terkait, Tim Pengamat, 6 orang wakil
desa, pengurus UPK, seluruh FD dan Pendamping Lokal serta anggota
masyarakat lainnya yang berminat untuk hadir .
2) Periksa apakah keputusan pendanaan telah mengacu pada peringkat
usulan yang telah dibuat pada saat musyawarah antar desa prioritas
usulan
3) Periksa notulen dan berita acara, apakah selain ada daftar usulan-
usulan yang terdanai juga ada kesepakatan sanksi-sanksi yang akan
diberlakukan selama pelaksanaan, tata cara perguliran, susunan
rencana kerja dan tindak lanjut berupa usulan yang tidak terdanai
dalam PPK akan diusulkan dalam Rakorbang Kabupaten.
4) Periksa notulen musyawarah, periksa proses diskusi, berapa jumlah
pertanyaan, bagaimana isi pertanyaan dan siapa saja yang bertanya.
5) Periksa berita acara dan notulen, jam berapa dimulainya acara dan jam
berapa selesainya.
Kesimpulan hasil penilaian terhadap MAD Penetapan Usulan
(pendanaan).
12. Musyawarah Desa (Musdes) Informasi Hasil MAD
1) Periksa apakah hasil penetapan alokasi dana PPK yang diputuskan
dalam musyawarah antar desa penetapan usulan telah disebarluaskan
baik di desa yang mendapatkan dana maupun yang tidak. Lakukan
wawancara dengan beberapa anggota masyarakat.
2) Khusus bagi desa-desa yang mendapatkan dana PPK, periksa apakah
dalam musyawarah desa tersebut telah menghasilkan:
(1) Susunan lengkap Tim Pengelola Kegiatan (TPK), yaitu ketua-
ketua bidang sesuai dengan jenis kegiatan yang didanai
No. T K C M S
para URAIAN KEGIATAN M M M M
meter
(2) Kesepakatan jadwal pelaksanaan tiap kegiatan yang akan dilak-
sanakan.
(3) Kesepakatan sanksi-sanksi yang akan diberlakukan selama pelak-
sanaan PPK di desa tersebut.
(4) Kesepakatan realisasi sumbangan atau kontribusi masyarakat.
(5) Kesepakatan besar insentif bagi pekerja dan tata cara pembayaran
nya.
(6) Pemahaman mekanisme pengadaan bahan dan alat.
(7) Tim Khusus yang akan memantau pelaksanaan PPK
Periksa notulen musyawarah, periksa proses diskusi, berapa jumlah
pertanyaan, bagaimana isi pertanyaan dan siapa saja yang bertanya.
Kesimpulan hasil peniaian terhadap MD Informasi hasil MAD
13. Pengesahan Alokasi Bantuan oleh Camat &Pengesahan SPPB
1) Periksa apakah hasil dari keputusan musyawarah antar desa kedua telah
disahkan oleh Camat (atas nama Bupati) menjadi Surat Penetapan
Camat (SPC) yang berisi tentang daftar alokasi bantuan PPK di
Kecamatan yang bersangkutan
2) Periksa apakah Ketua TPK, PjOK dan Ketua UPK telah membuat
Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB), dan diketahui Kepala
Desa dan Camat atas nama Bupati segera setelah ada Surat Penetapan
Camat serta sudah dilengkapi dengan Proposal usulan kegiatan
(1) RAB detail per kegiatan
(2) Jadwal pelaksanaan;
(3) Ceklis Masalah Dampak Lingkungan;
(4) Komitmen sumbangan dari masyarakat;
(5) Foto 0 % dari kegiatan yang akan dibangun/ dikerjakan
Kesimpulan Hasil Penilaian terhadap Pengesahan Alokasi
Bantuan oleh Camat dan Pengesahan dokumen SPPB.

Kesimpulan hasil penilaian terhadap proses perencanaan di suatu kecamatan merupakan nilai
rata-rata dari seluruh tahapan kegiatan perencanaan (MAD Sosialisasi sampai dengan Penetapan
Camat), dengan rumusan :

Total nilai rata-rata setiap tahapan kegiatan perencanaan 1 - 13


13
Hasil penilaian ini, selain secara kuantitatif dengan menggunakan angka sehingga suatu
perencanaan di kecamatan tertentu mendapat penilaian sangat memadai, memadai, cukup
memadai, kurang memadai atau tidak memadai, juga dapat dibuat penilaian kualitatif
berdasarkan penilaian dari pemeriksa/auditor yang kemudian dibuat beberapa catatan atau
rekomendasi.