0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan18 halaman

Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data

Dokumen tersebut membahas tentang statistika deskriptif untuk data tunggal, meliputi cara penyajian data dalam tabel frekuensi, ukuran pemusatan seperti rata-rata, median, dan modus, ukuran letak seperti kuartil dan desil, serta ukuran penyebaran data. Beberapa contoh soal juga diberikan beserta penyelesaiannya.

Diunggah oleh

mahardini yustika
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan18 halaman

Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data

Dokumen tersebut membahas tentang statistika deskriptif untuk data tunggal, meliputi cara penyajian data dalam tabel frekuensi, ukuran pemusatan seperti rata-rata, median, dan modus, ukuran letak seperti kuartil dan desil, serta ukuran penyebaran data. Beberapa contoh soal juga diberikan beserta penyelesaiannya.

Diunggah oleh

mahardini yustika
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STATISTIK

KD:
3.12Mendeskripsikan dan menggunakan berbagai ukuran pemusatan, letak dan penyebaran data sesuai dengan karakteristik
datamelaluiaturan dan rumus sertamenafsirkandan mengomunikasikannya.
4.9 Menyajikan dan mengolah data statistik deskriptif kedalam tabel distribusi dan histogram untuk memperjelas dan
menyelesaikan masalahyangberkaitan dengan kehidupan nyata.

A. CARA PENYAJIAN DATA TUNGGAL DALAM BENTUK TABEL


Diketahui data nilai ulangan matemattika di suatu kelas adalah sebagai berikut:
3, 4, 3, 6, 5, 7, 3, 5, 5, 4, 5, 6, 3, 5, 5, 6, 5
Data tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini:
Nilai Frekuensi
3 4
4 2
5 7
6 3
7 1
Jum 17

B. UKURAN PEMUSATAN (DATA TUNGGAL)


Ukuran Pemusatan (ukuran tendensi sentral) memberi gambaran bagaimana suatu data itu cenderung
memusat ke ukuran atau nilai tertentu. Beberapa ukuran pemusatan yang akan dibahas antara lain adalah rata-
rata(mean), median, modus, dan kuartil. Berikut akan dibahas ukuran tendensi sentral untuk data tunggal.
1. Mean (Rata-rata).
Nilai rata-rata hitung dari data tunggal X1 , X2 , X3 , ... , Xn , dihitung dengan rumus:
X  X  X  ... + X n
Rata  rata = 1 2 3 atau X r =  fX
n f
Xr = rata-rata hitung
X1 = data pertama
Xn = data ke-n
n = banyaknya data
Contoh:
Tentukan rata-rata hitung dari sekelompok data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11.
Jawab:
Banyaknya data = n = 7
X r = 4  6  7  8 +10 +10 +11  56  8
7 7

2. Modus dan Median.


Modus adalah ukuran yang paling sering muncul. Median adalah nilai tengah dari suatu data yang telah
diurutkan menurut besarnya. Nilai tengah atau median dari sekelompok data dapat ditentukan yaitu
dengan cara mencari data ke 1 n  1 dari data yang telah diurutkan menurut besarnya.
2
Contoh-1:
Tentukan modus dan median dari sekelompok data berikut:
2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 5, 6, 6, 6, 6, 6, 6.
Jawab:
Banyaknya data : 19
Modus-nya : 6
Median-nya adalah data ke 1 19  1 = 10 Jadi Mediannya adalah data ke-10 yaitu 5.
2
Contoh-2:
Tentukan modus dan median dari sekelompok data berikut:
2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 6, 6, 6, 6, 6, 6, 7, 7, 7.
Jawab:
Banyaknya data : 20
Modus-nya : 6
Median-nya adalah data ke 12 20  1 = 10,5 Jadi Mediannya adalah antara data ke-10 dan data ke-11
(56)
yaitu 2
 5,5 .
Contoh-3:
Tentukan modus dan median dari sekelompok data berikut:
3, 4, 3, 6, 5, 7, 3, 5, 5, 4, 5, 6, 3, 5, 5, 6, 5
Nilai Frek. Data ke-
3 4 1,2,3,4
4 2 5,6
5 7 7,8,9,10,11,12,13
6 3 14,15,16
7 1 17
Jum 17

Tabel frekuensi di atas jika dijabarkan adalah:


3,3,3,3,4,4,5,5,5,5,5,5,5,6,6,6,7

C. UKURAN LETAK (DATA TUNGGAL)


1. Kuartil.
Suatu data yang telah disusun menurut besarnya dibagi menjadi empat bagian yang sama banyaknya,
maka bilangan pembagiannya disebut Kuartil (Quartil). Ada tiga kuartil yaitu kuartil pertama(Q1), kuartil
ke-dua (Q2), dan kuartil ke-tiga(Q3).
Keterangan:

¼ bagian ¼ bagian ¼ bagian ¼ bagian


X1 Q1 Q2 Q3 Xn
X1 = data terkecil (statistik minimum)
Q1 = kuartil pertama
Q2 = kuartil ke-dua
Q3 = kuartil ke-tiga
Xn = data terbesar (statistik maksimum)

Letak kuartil ditentukan oleh rumus perkiraan:


Q1 = data ke: 1 ( n  1)
4
2
Q2 = data ke: ( n  1)
4
Q3 = data ke: 3 ( n  1)
4

Contoh-1:
Tentukan kuartil-kuartil dari sekelompok data berikut: 1, 3, 6, 9, 14, 18, 21.
Jawab:
Cara I (pembagian langsung)
1, 3, 6, 9, 14, 18, 21.
Q1 Q2 Q3

Cara II (menggunakan rumus perkiraan)


Q1 = data ke: 1 (n  1) = data ke: 1 (7  1) = data ke: 2, yaitu 3.
4 4
Q2 = data ke: 2 ( n  1) = data ke: 2 (7  1) = data ke: 4, yaitu 9.
4 4
Q3 = data ke: 3 ( n  1) = data ke: 3 (7  1) = data ke: 6, yaitu 18.
4 4

Contoh-2:
Tentukan kuartil-kuartil dari sekelompok data berikut:
Nilai Frek. Data ke-
3 2 1–2
4 3 3–5
5 10 6 – 15
6 5 16 – 20
7 2 11 – 22
8 3 23 – 25
Jum 25

Matematika by Drs. ASIS Hal - 2


2. Desil.
Suatu data yang telah disusun menurut besarnya dibagi menjadi sepuluh bagian yang sama banyaknya,
maka bilangan pembagiannya disebut Desil. Ada sembilan desil yaitu desil pertama(D1), desil ke-dua
(D2), desil ke-tiga(D3) ... , desil ke-sembilan (D9).

1 bag 1 bag 1 bag 1 bag 1 bag 1 bag 1 bag 1 bag 1 bag 1 bag
10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
X1 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 Xn
Keterangan:
X1 = data terkecil (statistik minimum)
D1 = desil pertama
D2 = desil ke-dua
D3 = desil ke-tiga
.......
D3 = desil ke-sembilan
Xn = data terbesar (statistik maksimum)

Letak desil ditentukan oleh rumus perkiraan:


D i  data ke : 10i ( n  1)
Keterangan:
Di : data ke-i
i : 1, 2, 3, ..., 9.

3. Persentil.
Suatu data yang telah disusun menurut besarnya dibagi menjadi seratus bagian yang sama banyaknya,
maka bilangan pembagiannya disebut Persentil.
Letak desil ditentukan oleh rumus perkiraan:
i ( n  1)
Pi  data ke : 100
Keterangan:
Pi : data ke-i
i : 1, 2, 3, ..., 99.

Latihan 1
01. Tentukan rata-rata (mean), modus dan kuartil dari data:
a. 4, 5, 11, 7, 8, 7, 9, 10. d. 10, 8, 7, 6, 6, 9, 8, 7, 6, 10, 6.
b. 3, 5, 7, 10, 13, 2, 1. e. 10, 11, 14, 18, 20, 21, 11, 13, 11.
c. 8, 9, 13, 13, 17, 18, 20. f. 9, 8, 7, 15, 20, 30, 8, 7, 9, 15, 20, 7.
02. Tentukan nilai rata-rata (mean) dan median dari sekumpulan nilai seperti berikut:
a. b.
Nilai Frek. f.x Nilai Frek. f.x
3 4 7 5
4 2 8 4
5 7 9 9
6 3 10 2
7 1 Jum 20
Jum 17

03. Tentukan kuartil dari sekumpulan nilai seperti berikut:


a. b. Nilai Frek.
Nilai Frek.
3 2 3 2
4 4 4 3
5 3 5 10
6 14 6 5
7 20 7 2
8 9 8 3
Jum 52 Jum 25

04. Diketahui nilai ulangan dari 10 siswa adalah: 2 siswa mendapat nilai 5; 4 siswa mendapat nilai 7; 3 siswa
mendapat nilai 4 1 , dan 1 siswa mendapat nilai 6. Berapa nilai rata-rata dari 10 siswa tersebut.
2
05. Nilai rata-rata Matematika dari 34 siswa adalah 49. Jika Nilai Si Agus yang baru ikut susulan digabungkan
dengan kelompok itu maka nilai rata-ratanya menjadi 50. Berapa nilai ulangan yang diperoleh Si Agus.
06. Nilai rata-rata hasil ulangan Matematika sebanyak 42 siswa adalah 6. Jika nilai dua orang siswa yang nyontek
tidak disertakan dalam perhitungan, maka rata-rata menjadi 6,25. Berapa nilai ulangan kedua siswa tersebut.

Matematika by Drs. ASIS Hal - 3


D. UKURAN PENYEBARAN (DATA TUNGGAL)
Data dari suatu pengukuran selain memiliki kecenderungan memusat, juga memiliki kecenderungan mencapai
nilai yang berbeda. Hal ini disebut kecenderungan memencar.
1. Jangkauan
Jangkauan (Range) dari sekumpulan data adalah selisih data terbesar dan terkecil.
Rumus: R  x n  x 1

2. Jangkauan Antar Kuartil (Hamparan)


Rumus H  Q 3  Q1 

3. Simpangan Kuartil (Jangkauan Semi Inter Kuartil)


Rumus Q d  1 Q 3  Q1 
2

4. Langkah.
Rumus L  1 1 Q3  Q1 
2

5. Pencilan (Outlier)
Nilai yang letaknya satu langkah di bawah Q1 dinamakan pagar dalam (PD = Q1 – L). Adapun nilai
yang letaknya satu langkah di atas Q3 dinamakan pagar luar (PL = Q3 + L). Semua data yang nilainya
kurang dari pagar dalam atau lebih dari pagar luar disebut pencilan. Pencilan adalah datum yang
memiliki karakteristik berbeda dari datum lainnya. Dapat dikatakan bahwa pencilan merupakan
datum yang tidak konsisten dalam kumpulan data.

6. Simpangan Rata-rata (Deviasi rata-rata) data tunggal


Dari contoh-contoh sebelumnya tampak bahwa penyebaran dari sekumpulan bilangan itu kecil bila
bilangan-bilangan itu ada di sekitar rata-rata hitungnya, sedangkan penyebaran itu besar bila bilangan-
bilangan itu (atau beberapa) terletak jauh dari rata-rata hitungnya. Besarnya kenyataannya demikian kita
dapat mendefinisikan penyebaran itu terhadap simpangan bilangan-bilangan itu dari rata-rata hitungnya.
Misalkan bilangan itu: x1, x2, x3, ... , xn dan rata-rata hitungnya adalah xr . Maka simpangan rata-ratanya
(Deviasi Rata-ratanya)adalah:
n
 |x i  x r |
| x 1  x r |  | x 2  x r |  | x 3  x r | .... | x n  x r | i 1
SR  
n n
Jadi rumus Simpangan Rata-rata (Deviasi Rata-rata) data tunggal adalah:

n S
 xi xr SR 
n
SR  i 1
n SR = Simpangan Rata-rata
SR = Simpangan Rata-rata S = Selisih antara data dan rata-rata
xi = data tunggal n = banyaknya data
xr = rata-rata hitung
S = Selisih antara data dan rata-rata
n = banyaknya data

7. Simpangan Baku (Deviasi Standar) data tunggal


Rata-rata simpangan diperoleh setelah kita menghindarkan tanda negatif, yaitu diambil hanya harga
mutlaknya. Cara lain untuk menghindarkan tanda negatif ini ialah dengan cara mengkuadratkan.
Simpangan setiap bilangan dari rata-rata hitungnya dikuadratkan, kemudian dihitung rata-rata, dan
akhirnya dicari akarnya. Pendapatan terakhir disebut simpangan baku (Deviasi Standar).
Rumus Simpangan Baku (Deviasi Standar) data tunggal:
n 2
 x i  x r 
2 SB   S
n
i 1
SB 
n

Matematika by Drs. ASIS Hal - 4


Contoh:
Hitunglah deviasi rata-rata dari data: 2, 3, 4, 5, 6.
Jawab:
xr = 2  3  4  5  6  20  4
5 5
Nilai S S2
2 2 4 Jadi Simpangan Rata-ratanya (Deviasi Rata-ratanya) adalah:
S
3 1 1 SR  , SR  6  1,20
n 5
4 0 0
5 1 1
Jadi Simpangan Bakunya (Deviasi Standarnya) adalah:
6 2 4
SB   S2 , SB  10  2
S=6  S2 = 10 n 5

Latihan 3
01. Tentukan simpangan rata-rata dan simpangan baku data berikut:
a. 2, 4, 7, 6, 8, 8, 3, 2
b. 1, 2, 3, 4, 5, 4, 3, 2, 3
c. 7, 7, 8, 8, 8, 9, 9, 10, 11, 12, 13, 6
d. 12,14,15,15,17,17,13,12, 9, 11, 15, 18

02. Tentukan simpangan rata-rata dan simpangan baku data berikut:


a. b.
Skor Frekuensi Skor Frekuensi
2 2 1 2
4 3 2 4
6 5 3 5
8 3 4 6
10 2 5 5
Jumlah 6 2
7 2
8 1
Jumlah

E. CARA PENYAJIAN DATA KELOMPOK DALAM BENTUK TABEL


Dalam membuat tabel distribusi frekuensi untuk data terkelompok ada beberapa hal yang perlu dijelaskan.
1) Interval kelas
Interval merupakan bagian-bagian (selang) dari data-data yang telah dikelompokkan. Pada contoh-3
terdapat lima interval kelas diantaranya 160 – 164, 165 – 169 dan tiga interval yang lain. Coba sebutkan
interval yang lain.
2) Batas bawah dan batas atas
Perhatikan interval-interval pada contoh-3. Interval-interval tersebut dibatasi oleh dua bilangan yang
merupakan batas dari interval. Bilangan di sebelah kiri setiap interval disebut batas bawah dan bilangan di
sebelah kanan interval disebut batas atas. Pada interval 160 – 164 misalnya, 160 disebut batas bawah dan
164 disebut batas atas. Jelaskan batas atas dan batas bawah dengan kata-kata kalian sendiri.
3) Tepi bawah dan tepi atas
Dalam menganalisis data, kita menggunakan tingkat ketelitian. Misalnya kita menggunakan data bilangan
bulat, maka tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0,5. Kurangkan bilangan 0,5 ini pada ujung bawah
dari setiap interval. Berapakah nilai-nilai yang kalian peroleh? Nilai-nilai tersebut merupakan tepi bawah
dari setiap interval. Dengan cara yang sama, tentukan tepi atas tiap-tiap interval. Jika data yang
digunakan adalah desimal persepuluh, maka tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0,05. Begitu
seterusnya.
4) Titik tengah
Titik tengah merupakan nilai tengah masing-masing interval. Perhatikan interval 160 – 164 pada contoh-
3 Berapa titik tengahnya? Berapa nilai titik tengah interval-interval yang lain? Dengan kata-kata kalian
sendiri, jelaskan definisi titik tengah.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TABEL


Contoh-4:
Perhatikan data tentang hasil tes matematika dari 80 siswa di SMA Mitreka Eka Praya berikut.
70 73 93 40 56 78 89 67 60 85 35 55 42 76 88 78 75 65 45 47
87 45 43 85 90 88 70 68 79 54 76 77 45 49 76 80 95 84 37 58
77 88 65 44 54 76 89 65 87 80 56 87 89 67 90 76 45 76 56 87
88 67 45 65 78 85 89 72 74 76 56 67 89 76 34 35 87 87 56 88

Matematika by Drs. ASIS Hal - 5


1) Menentukan nilai rentang (Jangkauan)
Pada table di atas, berapa data yang terkecil? Berapa data terbesar? Selisih kedua data tersebut merupakan
nilai rentang atau jangkauan. Jangkauan data terbesar dikurangi data terkecil. Jadi Jangkauan: 95 – 34 =
61.

2) Menentukan banyaknya kelas


Untuk menentukan banyaknya kelas, digunakan aturan Sturges sebagai berikut.
K  1  3,3. log n
K : banyaknya kelas
n : banyaknya data
Dari daftar diperoleh banyaknya data adalah 80, maka:
K  1  3,3. log 80
K  1  3,3.(1,90309)
K  7,280197
K  7 atau 8
Jelaskan mengapa nilai K harus bilangan bulat?

3) Menentukan panjang kelas


Misalkan kita mempunyai sebuah tali yang jika direntangkan panjangnya 61 m. Tali tersebut kita potong-
potong menjadi 7 interval yang panjangnya sama. Berapa panjang masing-masing interval tali? Dari
uraian ini, kita dapat merumuskan:
Jangkauan
panjang kelas 
banyaknya kelas
Dari data diperoleh:
p  61
7
 8,714
Karena datanya bilangan bulat, maka p= 9. Bagaimana jika datanya dalam bilangan desimal
persepuluhan, perseratusan, dan seterusnya? Bagaimana aturan pembulatannya?

4) Menentukan ujung bawah interval pertama


Batas bawah interval pertama dapat diambil dari data yang terkecil atau bilangan yang lebih kecil lagi.
Jadi, sekumpulan data dapat dibuat lebih dari satu tabel distribusi frekuensi. Perhatikan bahwa semua data
harus termuat dalam interval-interval kelas yang dibuat.
Diketahui data terkecil 34 dan data terbesar 95, banyaknya kelas ada 7, panjang kelas 9, maka rentang
adalah 63. Jika pada interval pertama menggunakan batas bawah 34, maka batas atas pada interval
terakhir adalah 34 + (7x9) – 1 = 96.
Jika pada interval pertama menggunakan batas bawah 33, maka batas atas pada interval terakhir adalah
95.

5) Menyusun tabel distribusi


Interval Frekuensi Interval Frekuensi
34 – 42 33 – 41
43 – 51 42 – 50
52 – 60 51 – 59
61 – 69 60 – 68
70 – 78 69 – 77
79 – 87 78 – 86
88 – 96 87 – 95

Matematika by Drs. ASIS Hal - 6


F. UKURAN PEMUSATAN (DATA KELOMPOK)
1. Rata-rata hitung Data Berkelompok.
Untuk menentukan nilai rata-rata hitung dari data kelompok, ada 3 metode yang biasa digunakan yaitu
metode biasa, metode simpangan rata-rata, dan metode Coding.
a. Metode Biasa
Jika telah terbentuk distribusi frekuensi biasa, dengan fi adalah frekuensi pada interval kelas ke-i, xi
adalah titik tengah interval kelas ke-i, maka rata-rata hitung (Xr) ditentukan oleh rumus:
Rat = 
f.x
dengan fx = n
n 
Contoh 1:
Data tinggi badan 50 siswa SMA-TUREN, pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter, yaitu
berbentuk tabel sebagai berikut:
Tinggi (cm) Frekuensi (f) Titik tengah (x) f.x
140 - 144 2 142 284
145 - 149 4 147 588
150 - 154 10 152 1520
155 - 159 14 157 2198
160 - 164 12 162 1944
165 - 169 5 167 835
170 - 174 3 172 516
 f 50
= f.x = 7885

Rat = 
f.x 7885
= = 157,70
n 50

b. Metode Simpangan Rata-rata


Untuk nilai rata-rata sementara dapat dibuat dengan memilih titik tengah yang mempunyai frekuensi
terbanyak. Untuk menentukan nilai rata-rata sementara dapat digunakan rumus:
Rat = Rs +  f.d
n
Rs = Rata-rata sementara (titik tengah kelas yang mempunyai frekuensi tertinggi)
d = selisih antara titik tengah masing-masing kelas dengan rata-rata sementara (x – Rs)
x = titik tengah interval kelas
f = frekuensi kelas
n = banyaknya data

Contoh 2:
Data tinggi badan 50 siswa SMA-TUREN, pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter, yaitu
berbentuk tabel sebagai berikut:
Tinggi (cm) Frekuensi (f) Titik tengah (x) d = x - Rs f.d
140 – 144 2 142 - 15 - 30
145 – 149 4 147 - 10 - 40
150 – 154 10 152 -5 - 50
155 – 159 14 157 0 0
160 – 164 12 162 5 60
165 – 169 5 167 10 50
170 – 174 3 172 15 45
 f 50
= f.d = 35

Rat = Rs +  f.d Rat = 157 + 35 Rat = 157 + 0,70  157,70


n 50

c. Metode Coding Rata-rata Sementara


Metode coding merupakan metode terakhir yang sering digunakan dalam menghitung rata-rata hitung
dari data berkelompok. Metode ini dering digunakan apabila kita menjumpai bilangan-bilangan dalam
data yang berupa bilangan-bilangan besar. Untuk menentukan nilai rata-rata sementara dapat
digunakan langkah-langkah:
1. Menentukan rataan sementaranya.
2. Menentukan simpangan (u) dari rataan sementara.
3. Menghitung simpangan rataan.
4. Menghitung rataan sesungguhnya, dengan rumus berikut:
Rat = Rs + p.   f.u 
 n 
Rs = Rata-rata sementara (titik tengah kelas yang mempunyai frekuensi tertinggi)
p = panjang kelas
f = frekuensi
n = banyaknya data

Matematika by Drs. ASIS Hal - 7


u = x -pRs

Contoh-3:
Data tinggi badan 50 siswa SMA-TUREN, pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter, yaitu
berbentuk tabel sebagai berikut:
Titik u= x - Rs
Tinggi (cm) Frekuensi (f) p f.u
Tengah (x)
140 – 144 2 142 -3 -6
145 - 149 4 147 -2 -8
150 - 154 10 152 -1 - 10
155 - 159 14 157 0 0
160 - 164 12 162 1 12
165 - 169 5 167 2 10
170 - 174 3 172 3 9
n = 50 f.u = 7

n
Rat = Rs + p.  f.u = 157 + 5 . 7 = 157 + 35  157 + 0,70  157,70
50 50

Contoh-4:
Data berat badan 50 siswa SMA-TUREN, pengukuran dicatat dalam satuan kg, yaitu berbentuk tabel
sebagai berikut:
Nilai f u f.u Nilai f u f.u
61 – 65 2 -3 -6 61 – 65 2 -2 -4
66 – 70 5 -2 -10 66 – 70 5 -1 -5
71 – 75 10 -1 -10 71 – 75 10 0 0
76 – 80 20 0 0 76 – 80 20 1 20
81 – 85 6 1 6 81 – 85 6 2 12
86 – 90 5 2 10 86 – 90 5 3 15
91 – 95 2 3 6 91 – 95 2 4 8
Jumlah 50 -4 Jumlah 50 46

(-4)
Rat = Rs + p.  f.u  = 78 + 5 . = 78 - 0,4  77,6
 n  50

Rat = Rs + p.  f.u  = 73 + 5 . 46 = 73  4,6  77,6


 n  50

2. Modus dari Data Berkelompok


Modus dari data berkelompok tidak dapat ditentukan dengan mudah, hanya dapat diperkirakan saja dari
kelas interval frekuensi paling tinggi.

Perhatikan ilustrasi diatas, terlihat bahwa ∆ ABG sebangun dengan ∆ DCG, dan panjang AB  d1
; CD  d 2 ; EG  x ; FG  k  x . Secara geometri dari kesebangunan di atas berlaku perbandingan
berikut ini;

Matematika by Drs. ASIS Hal - 8


Pendekatan modus dirumuskan sebagai berikut:
 d1 
Mo = Tb + p.  
 d1  d2 
Mo = Modus data berkelompok
Tb = Tepi bawah kelas modus
p = panjang interval kelas
d1 = selisih frekuensi Modus dengan frekuensi sebelumnya
d2 = selisih frekuensi Modus dengan frekuensi sesudahnya

Contoh:
Data tinggi badan 50 siswa SMA-TUREN, pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter, yaitu berbentuk
tabel sebagai berikut:
Dari tabel di atas diperoleh: Tinggi (cm) Frekuensi (f)
Kelas modus adalah (155 - 159) karena mempunyai frekuensi 140 - 144 2
tertinggi, yaitu 14. 145 - 149 4
Tb = 155 - 0,5 = 154,5 150 - 154 10
p = 144,5 - 139,5 = 5 155 - 159 14
d1 = 4 160 - 164 12
d2 = 2 165 - 169 5
170 - 174 3
 d1 
Mo = Tb + p.    f = n =50
 d1  d2 
Mo = 154,5 + 5. 4 4  2 
Mo = 154,5+ 20
6
Mo = ..........

3. Kuartil Data Berkelompok


Jika sekelompok data telah tersusun dalam distribusi frekuensi, maka kuartil bawah, kuartil tengah
(median), dan kuartil atas ditentukan oleh rumus:
 1 n F   2 n F   3 n F 
Q 1 = Tb + p. 4  
Q 2 = Tb + p. 4  Q 3 = Tb + p. 4 
 f   f   f 
     
Keterangan:
Q1 = kuartil bawah, Q2 = kuartil tengah(median) Q3 = kuartil atas
Tb = tepi bawah kelas kuartil
p = panjang interval kelas
n = jumlah data
F = jumlah frekuensi sebelum kelas kuartil
f = frekuensi kelas kuartil

Contoh:
Tentukan kuartil bawah (Q1 ), kuartil tengah(median) (Q2 ), dan kuartil atas(Q3 ) pada tabel berikut ini:
Tinggi (cm) f (frekuensi)
140 - 144 2
145 - 149 4
150 - 154 10
155 - 159 14
160 - 164 12
165 - 169 5
170 - 174 3
Jumlah 50

Matematika by Drs. ASIS Hal - 9


Jawab:
Q1 = data ke: 1 (n  1) = data ke: 1 (50  1) = data ke: 12,25 (terletak pada: 150 - 154)
4 4
Q2 = data ke: 2 ( n  1) = data ke: 2 (50  1) = data ke: 25,50 (terletak pada: 155 - 159)
4 4
Q3 = data ke: 3 ( n  1) = data ke: 3 (50  1) = data ke: 37,75 (terletak pada: 160 - 164)
4 4
Kuartil bawah:
Tb = 149,5
p=5
n = 50
F=6
f = 10
 1 n F   1 50 6 
 
Q 1 = Tb + p. 4
Q 1 = 149,5 + 5. 4  = 149,5 + 3,25 = 152,75
 f   10 
   

Kuartil tengah (median):


Tb = 154,5
p=5
n = 50
F = 16
f = 14
 2 n F   2 50 16 
Q 2 = Tb + p. 4 
 Q 2 = 154,5 + 5. 4  = 154,5 + 3,21 = 157,71
 f   14 
   
Kuartil atas:
Tb = 159,5
p=5
n = 50
F = 30
f = 12
 3 n F   3 50  30 
 
Q 3 = Tb + p. 4
Q 3 = 159,5 + 5. 4  = 159,5 + 3,12 = 162,62
 f   12 
   

Latihan 2
01. Tabel berikut adalah data meter listrik yang digunakan praktek dalam suatu bengkel sekolah. Hitunglah rata-
Meter Frekuensi rata data tersebut.
41 – 45 2
46 – 50 3
51 – 55 4
56 – 60 1
Jumlah

02. Tabel berikut adalah data diameter pipa besi (dalam cm) dalam suatu bengkel sekolah. Hitunglah rata-rata
Diameter Frekuensi data tersebut.
4–5 1
6–9 2
10 – 12 3
13 – 15 2
16 – 18 1
Jumlah

03. Tabel berikut adalah data berat badan siswa SMA Turen yang ikut kegiatan ekstrakurikuler beladiri.
Diameter Frekuensi Hitunglah rata-rata data tersebut.
50 – 59 16
60 – 69 17
70 – 79 25
80 – 89 22
90 – 99 20
Jumlah

Matematika by Drs. ASIS Hal - 10


04. Tabel berikut adalah data jumlah liter bahan bakar yang digunakan praktek di bengkel SMA Turen. Hitunglah
modus data tersebut.
Liter Frekuensi
31 – 33 12
34 – 36 14
37 – 39 17
40 – 42 20
43 – 45 16
46 – 48 11
Jumlah

05. Tabel berikut adalah data banyak produksi madu (per liter) tiap peternak di desa Kedok Kidul Turen.
Hitunglah modus data tersebut.
Liter Frekuensi
3–5 5
6–8 7
9 – 11 8
12 – 14 12
15 – 17 10
18 – 20 7
Jumlah

06. Tabel berikut adalah data tinggi (dalam cm) permukaan air sungai di desa Talangsuko Turen. Hitunglah
modus data tersebut.
Liter Frekuensi
3–5 5
6–8 7
9 – 11 8
12 – 14 12
15 – 17 10
18 – 20 7
Jumlah

07. Tabel berikut adalah data kecepatan kendaraan bermotor (dalam km/jam) di suatu kota. Hitunglah kuartil
bawah (Q1), median (Q2), dan kuartil atas (Q3) data tersebut.
Kecepatan Frekuensi
50 – 54 5
55 – 59 6
60 – 64 7
65 – 69 9
70 – 74 10
75 – 79 8
80 – 84 6
85 – 89 5
90 – 94 4
Jumlah

08. Diketahui tabel nilai dari 30 siswa sebagai berikut:


Nilai frekuensi Tentukan:
1–5 4 a. rata-rata, kuartil bawah, tengah, dan atas.
6 – 10 15 b. modus tabel tersebut terletak pada kelas mana?
11 – 15 7 .
16 – 20 3
21 – 25 1
Jumlah 30

Matematika by Drs. ASIS Hal - 11


G. UKURAN PENYEBARAN (DATA KELOMPOK)
Data dari suatu pengukuran selain memiliki kecenderungan memusat, juga memiliki kecenderungan mencapai
nilai yang berbeda. Hal ini disebut kecenderungan memencar.
1. Simpangan Rata-rata (Deviasi rata-rata) data kelompok
Kita sudah mengetahui bahwa rumus rata-rata hitung data kelompok dapat diturunkan dari rumus untuk
data tunggal. Sama halnya dengan rumus deviasi rata-rata data kelompok dapat diturunkan dari data
tunggal.
Jadi rumus Simpangan Rata-rata (Deviasi Rata-rata) data kelompok adalah:

k  (S.f )
 x i  x r .f i SR 
n
SR  i 1 S = Selisih antara titik tengah dan rata-rata
n
xi = data tunggal n = banyaknya data
xr = rata-rata hitung f = frekuensi
n = banyaknya data
k = banyaknya kelas
fi = frekuensi kelas ke I

2. Simpangan Baku (Deviasi Standar) data kelompok


Rumus devisi standar data kelompok diperoleh dari rumus deviasi standar data tunggal dengan anggapan
bilangan-bilangan pada setiap interval kelas itu berkumpul pada titik tengah kelasnya masing-masing.
Rumus Simpangan Baku (Deviasi Standar) data kelompok:
n
 x i  x r 2 .f i
i 1  (S2 .f )
SR  SB 
n n

Contoh:
Hitunglah simpangan rata-rata (deviasi rata-rata) simpangan Baku (deviasi standar) dari:
Tinggi frekuensi
145 - 149 3
150 - 154 5
155 - 159 17
160 - 164 23
165 - 169 2
Jumlah 50

Jawab:
Tinggi f x S S.f S2 S2 . f
145 - 149 3 147 11,6 34,8
150 - 154 5 152 6,6 33,0
155 - 159 17 157 1,6 27,2
160 - 164 23 162 3,4 78,2
165 - 169 2 167 8,4 16,8
Jumlah 50 190,0
Rata-ratanya = xr =158,6

(S.f ) 190
Simpangan Rata-rata = SR  =  38
,
n 50

(S 2 .f ) ................  .......  ........


Simpangan Baku = SB  =
n 50

Latihan 3
01. Tentukan simpangan rata-rata dan simpangan baku data tersebut.
a. b. c.
Nilai frekuensi Nilai Frekuensi
Diameter (cm) Frekuensi 45 - 49 8
41 – 45 2 4–5 1
46 – 50 3 50 - 54 10
7–9 2 55 - 59 16
51 – 55 4 10 – 12 3
56 – 60 1 60 - 64 24
13 – 14 3 65 - 69 20
Jumlah 16 – 18 1 70 - 74 12
Jumlah Jumlah 90

Matematika by Drs. ASIS Hal - 12


Latihan Khusus 1
01. Tabel berat badan 50 siswa adalah sebagai berikut.
Berat Badan Banyaknya Siswa
Simpangan kuartilnya sama dengan ... ( kg ) (f)
A. 6,00 kg 50 - 52 5
B. 5,13 kg 53 - 55 17
56 - 57 14
C. 3,50 kg
58 - 61 10
D. 3,00 kg 62 - 64 4
E. 2,57 kg

02. Tabel berikut menunjukkan 100 buah pipa yang diukur


Diameter x f
diameternya. Jika rata-rata sementara adalah 167, maka diameter 150 - 154 152 3
rata-rata dari semua pipa itu adalah ... 155 - 159 157 7
A. 166,25 160 - 164 162 22
165 - 169 167 40
B. 166,50 170 - 174 172 18
C. 166,75 175 - 179 177 8
D. 167,00 180 - 184 182 2
E. 167,25 100

03. Diketahui simpangan kuartil dari sekelompok data tunggal adalah


12,5 dan salah satu kuartilnya 42. Maka kuartil lainnya adalah ...
A. -29,5 atau 20,5 B. -19 atau 31 C. 17 atau 67 D. 29,5 atau 79,5 E. 54,5 atau 104,5

04. Simpangan baku dari data: 5, 3, 7, 6, 4, 3, 10, 2 adalah ...


A. 3 B. 2 3 C. 3 2 D. 6 E.  1 6
6
05. Dari histogram di bawah ini, modusnya adalah ..
Frekuensi
A. 162,5
B. 162,9 43
C. 163,3
D. 163,7 27
E. 164,1 19

7
4

149,5 154,9 159,5 164,5 169,5 Tinggi


06. Diketahui tiga buah bilangan, yang terbesar 75 dan yang
terkecil 39. Rata-rata hitung ketiga bilangan tersebut tidak mungkin sama dengan ...
A. 60 B. 59 C. 53 D. 52 E. 49

07. Jika dari data 4, 6, 6, 7, 8, dan 8, diambil rata-rata sementaranya 6, maka rata-rata simpangannya adalah ...
A.  1 B.  1 C. 1 D. 1 E. 1 1
2 3 3 2 6
08. Diketahui nilai rata-rata PPKn kelas IPA-3 adalah 8,5 dan nilai rata-rata kelas BHS-1 adalah 6,5.
Perbandingan jumlah siswa kelas IPA-3 : BHS-1 = 5 : 4. Nilai rata-rata gabungan kelas IPA-3 dan BHS-1
adalah ...
A. 7,6 B. 7,7 C. 7,8 D. 7,9 E. 8,0

09. Hasil tes penerimaan calon pegawai suatu instansi dapat dilihat pada daftar
berikut: Yang dinyatakan lulus dan dapat diterima adalah mereka yang Nilai f
50 - 54 30
memperoleh nilai 70 ke atas. Persentase yang dapat diterima dari semua calon 55 - 59 65
tersebut adalah ... 60 - 64 85
A. 10 % D. 55 % 65 - 69 120
70 - 74 60
B. 25% E. 76,25 % 75 - 79 25
C. 33,3 % 80 - 84 10
85 - 89 5
10. Ditentukan data A = 5, 8, 10, 12, 15 dan data B = 2, x, 6, 7. Jika nilai rata-rata Nilai Frekuensi
data A dua kali rata-rata data B, maka x sama dengan ... 15 - 24 1
25 - 34 3
A. 4 B. 5 C. 6 D. 7 E.
35 - 44
10 11
45 - 54 21
11. Kuartil bawah distribusi berikut ini bila dibulatkan adalah ... 55 - 64 43
A. 49 65 - 74 32
75 - 84 9
B. 50
C. 51
D. 52
E. 53

12. Jika sekelompok data yang rata-ratanya 11 ditambah data baru yang besarnya 29 hingga rata-ratanya menjadi

Matematika by Drs. ASIS Hal - 13


13, maka banyaknya data semula adalah ...
A. 4 B. 5 C. 6 D. 7 E. 8

13. Diketahui data sebagai berikut. Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai
Nilai Frekuensi
ujiannya lebih dari nilai rata-rata dikurangi satu. Banyaknya siswa yang lulus 3 3
adalah ... 4 5
A. 20 siswa D. 40 siswa 5 12
B. 23 siswa E. 52 siswa 6 17
7 14
C. 38 siswa 8 6
9 3
Tinggi f
14. Dari data berikut ini, rata-rata hitung dan mediannya 165 - 159 3
adalah ... 160 - 164 7
A. 165,25 dan 167,03 165 - 169 19
170 - 174 9
B. 165,50 dan 167,05 175 - 179 2
C. 165,75 dan 167,13
D. 167 dan 167,13
E. 167 dan 172

15. Banyaknya siswa yang mendapatkan nilai 40 atau kurang adalah ...
A. 16 orang Nilai Frekuensi
1 - 10 7
B. 18 orang 11 - 20 9
C. 41 orang 21 - 30 41
D. 59 orang 31 - 40 2
41 - 50 21
E. 62 orang

Latihan Khusus 2
01. Tinggi siswa suatu kelas ditunjukkan pada tabel seperti berikut. Rata-ratanya adalah ....
A. 169 cm
Tinggi (cm) Frekuensi (f)
B. 168 cm
150 – 154 3
C. 166,76 cm
155 – 159 7
D. 166,7 cm
160 – 164 22
165 – 169 40
E. 166 cm
170 – 174 18
175 – 179 8
180 – 184 2

02. Nilai matematika di suatu kelas ditunjukkan pada tabel berikut. Nilai rata-ratanya adalah ....
Nilai f A. 73,25
61 – 65 2
B. 73,2
66 – 70 5
C. 73,4
71 – 75 10
76 – 80 20
D. 73
81 – 85 6 E. 72
86 – 90 5
91 – 95 2

03. Persentase paku yang tidak baik dari hasil pengujian terdapat data sebagai berikut:
2%, 5%, 8%, 5%, 4%, 3%, 3%, 5%, 2%, 7%, 7%, 8%, 9%, 9%.
Nilai rata-rata(%) paku yang tidak baik dari bermacam-macam paku tersebut adalah ....
A. 5,0 B. 5,5 C, 6,5 D. 7,5 E. 8

04. Nilai rata-rata diameter () baut 12,5 mm, sedangkan nilai rata-rata diameter () mur 12 mm. Perbandingan
jumlah baut dan mur adalah 2 : 1. Maka nilai rata-rata baut dan mur adalah ....
A. 11,33 mm B. 12 mm C. 12,2 mm D. 12,33 mm E. 12,5 mm

05. Dari banyaknya siswa SMA pada masing-masing jurusan ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut:
Jika data tersebut ditunjukkan dengan diagram lingkaran, jurusan
No. Jurusan Jumlah
1 Bangunan 40
bangunan digambarkan dengan juring bersudut ....
2 Mekanik Umum 50 A. 45o
3 Mekanik Otomoti 60 B. 50o
4 IPS Instalasi 45 C. 55o
5 Elektronika 55 D. 57,6o
E. 62,5o

Matematika by Drs. ASIS Hal - 14


06. Data hasil ulangan pada mata pelajaran matematika dan fisika adalah sebagai berikut:
Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Matematika 0 1 5 3 12 10 8 7 4
Fisika 0 0 4 2 10 13 10 5 6
Nilai rata-rata matematika dan fisika adalah ....
A. 6,15 dan 7 B. 6,25 dan 7,14 C. 5,55 dan 5,55 D. 6,20 dan 7,30 E. 6 dan 7

07. Rata-rata tinggi siswa pada tabel berikut adalah ....


A. 160 cm
Tinggi Jumlah B. 150 cm
145 6 C. 155 cm
150 15
D. 155,5 cm
155 10
E. 165 cm
160 13
165 4
170 2
175 0

Latihan Khusus 3
01. Tinggi rata-rata dari 15 anak adalah 162 cm, setelah ditambah 5 anak tinggi rata-rata menjadi 166 cm. Tinggi
rata-rata 5 anak tersebut adalah ....
A. 168 cm B. 172 cm C. 178 cm D. 179 cm E. 182 cm

02. Simpangan baku (SD) dari data: 2, 11, 1, 10, 3, 9 adalah ....
A. 5 6 B. 5 3 C. 5 6 D. 5 3 E. 6
3 3 6 3

03. Tinggi badan 40 orang anggota PMR suatu SMA disajikan pada
tabel berikut ini: Tinggi Frekuensi
150 – 154 3
Maka rata-rata dari data ini adalah ....
155 – 159 4
A. 145,87
160 – 164 16
B. 153,87 165 – 169 10
C. 163,88 170 – 174 6
D. 173,84 175 – 179 1
E. 183,179

04. Untuk menentukan rata-rata kekuatan nyala lampu listrik, dicoba menyalakan 30 buah lampu listrik dan
diperoleh data sebagai berikut:
Kekuatan nyala lampu listrik (hari) 45 46 47 48 49 50 51 52 53
Banyaknya lampu 1 4 3 3 2 7 5 2 3
Median dari data di atas adalah ....
A. 47 hari B. 48 hari C. 50 hari D. 51 hari E. 52 hari

05. Daftar sumbangan warga di suatu daerah dalam rangka Jumlah sumbangan Banyaknya warga
peringatan HUT RI ditunjukkan pada tabel di samping. (Rp.)
Rata-rata sumbangan warga adalah .... 2.500 4
5.000 3
A. Rp. 7.500,00 7.500 4
B. Rp. 8.000,00 10.000 2
C. Rp. 8.500,00 15.000 7
D. Rp. 9.000,00
E. Rp. 9.500,00

06. Simpangan baku dari sekelompok data tunggal: 3, 6, 4, 7, 5 adalah ....


A. 1 B. 1 2 C. 1 3 D. 2 E. 3
2 2 2
07. Diagram batang di samping ini menggambarkan
kondisi lulusan dari suatu SMA dari tahun 1992 250
sampai dengan tahun 1996. Banyak lulusan 225 Bekerja
yang tidak menganggur selama tahun 1992 200 Melanjutkan
175 Nganggur
sampai dengan tahun 1995 adalah .... 150
A. 175 orang 125
B. 875 orang 100
C. 1.050 orang 75
50
D. 1.225 orang 25
E. 1.300 orang 0 1992 1993 1994 1995 1996

Matematika by Drs. ASIS Hal - 15


08. Perhatikan tabel berikut. Jika rata-rata data
Nilai Frekuensi
sama dengan 7, maka x adalah ....
5 6
A. 18
6 8
B. 16 7 10
C. 12 8 x
D. 10 9 4
E. 7

09. Hasil pengukuran panjang potongan besi


Nilai Frekuensi
Disajikan pada tabel di samping.
101 –105 2
Modus dari data tersebut adalah
106 – 110 8
A. 116,00 cm D. 117,75 cm 111 – 115 22
B. 116,50 cm E. 118,00 cm 116 – 120 40
C. 117,00 cm 121 – 125 18
126 – 130 7
131 – 135 3

10. Hasil tes pelajaran Matematika 15 orang siswa adalah sebagai berikut:
30, 45, 50, 55, 50, 60, 60, 65, 85, 70, 75, 55, 60, 35, 30.
Jangkauan semi interkuartil (Qd) data di atas adalah ....
A. 65 B. 45 C. 35 D. 20 E. 10

11. Keadaan siswa suatu sekolah adalah seperti grafik


f
berikut. Jumlah siswa perempuan sekolah tersebut
adalah .... 150 150
Perempuan
A. 155 orang 125 125
B. 175 orang 100 100
C. 200 orang 75 75 Laki-laki
D. 220 orang 50 50 50
E. 250 orang
I II III Klas

12. Nilai ulangan mata pelajaran matematika 15 siswa adalah: 5, 6, 7, 9, 7, 4, 7, 6, 8, 8, 9, 7, 4, 6, 5. Median dari
data tersebut adalah ....
A. 5 B. 6,5 C. 7 D. 7,5 E. 8

13. Perhatikan nilai ulangan pada tabel berikut ini:


Nilai 4 5 6 7 8 9
Frekuensi 3 6 8 8 3 2
Rata-rat hitung nilai ulangan tersebut adalah ....
A. 6,00 B. 6,27 C. 6,59 D. 7,27 E. 7,37

14. Nilai ulangan pelajaran matematika pada suatu kelas adalah sebagai
Nilai Frekuensi
tabel berikut. Modus data tersebut adalah .... 40 – 49 2
A. 73,5 50 – 59 4
B. 74,0 60 – 69 5
C. 74,5 70 – 79 7
D. 75,0 80 – 89 4
E. 75,9 90 - 99 3

15. Dari hasil pengukuran tinggi badan siswa pada sebuah kelas diperoleh tinggi badan rata-rata siswa
laki-laki 160 cm dan siswa wanita 150 cm. Jika jumlah siswa laki-laki 25 orang dan siswa wanita 15
orang, maka tinggi badan rata-rata gabungan siswa satu kelas adalah ....
A. 156,50 cm B. 156,25 cm C. 156,00 cm D. 155,00 cm E. 153,75 cm

Matematika by Drs. ASIS Hal - 16


16. Diagram berikut menunjukkan frekuensi produksi. Maka rata-
rata produksinya adalah .... 5 5
A. 50,00 ton 4

frekuensi
B. 38,33 ton 3 3
C. 37,50 ton 2 2 2
D. 35,83 ton 1
E. 35,00 ton
20 30 40 50
Produksi barang (dalam ton)

17. Tinggi badan 34 siswa suatu kelas tercatat seperti pada tabel berikut:
Tinggi (cm) Frekuensi
Setelah data diurutkan, tinggi badan yang membagi data di atas menjadi
145 – 149 3
2 kelompok sama banyak adalah .... 150 – 154 5
A. 158,25 cm 155 – 159 12
B. 157,63 cm 160 – 164 7
C. 155,74 cm 165 – 169 5
D. 155,68 cm 170 - 174 2
E. 155,25 cm Jumlah 34

18. Hasil pendataan usia, dari 12 anak Balita (dalam tahun) diketahui sebagai berikut:
4, 3, 4, 4, 2, 1, 1, 2, 1, 3, 3, 4. Kuartil atas (Q3) dari data tersebut adalah ....
A. 4 B. 3 1 C. 2 D. 1 1 E. 1
2 2

19. Diagram di samping menunjukkan cara yang ditempuh oleh


180 siswa SMA untuk berangkat ke sekolah. Jumlah siswa jalan
20% naik
yang tidak naik mobil ke sekolah adalah ...
sepeda motor
A. 18 siswa 40%
B. 36 siswa naik
C. 45 siswa sepeda
D. 72 siswa 25%
mobil becak
E. 171 siswa 5% 10%

20. Berat paket yang diterima oleh suatu perusahaan selama Berat (kg) Frekuensi
satu minggu tercatat seperti pada tabel di samping. 5 6
Rata-rata berat paket dalam minggu tersebut adalah ... 6 8
A. 6,15 kg D. 6,59 kg 7 12
B. 6,23 kg E. 6,28 kg 8 4
C. 6,47 kg

21. Berat badan 30 orang siswa suatu kelas disajikan pada Berat (kg) Frekuensi
tabel di samping. Modus data tersebut adalah ... 41 – 45 1
A. 52,5 kg D. 55 kg 46 – 50 6
B. 53,5 kg E. 56 kg 51 – 55 12
C. 54 kg 56 – 60 8
61 – 65 3
22. Nilai hasil ulangan mata pelajaran Matematika dari 12 siswa adalah sebagai berikut: 6, 8, 5, 7, 6, 8, 5, 9, 6, 6,
8, 7. Median dari data tersebut adalah ...
A. 8,5 B. 8 C. 7 D. 6,5 E. 6

Matematika by Drs. ASIS Hal - 17


KEPUSTAKAAN

Andi Hakim Nasoetion dkk., Matematika 2 untuk SMU, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994

Guntur Sumilih, Matematika SMA kelas 3 Program IIB. Surabaya: Kendangsari, 1992.

Noormandiri B.K & Endar Sucipto, Matematika SMU untuk kelas 2, Jakarta: Erlangga, 2000

Nugroho Soedyarto & Maryanto, Matematika untuk kelas 11 SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam.

Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Pangarso Yuliatmoko & Dewi Retno sari S, Matematika untuk kelas 11 SMA/MA Program Bahasa. Jakarta: Pusat

Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Tim MGMP Matematika Kab. Malang, Matematika SMU kelas 2, Malang.

Tim MGMP Matematika Kab. Malang, Matematika SMU kelas 3, Malang.

Tim MGMP Matematika Kodya -Kab. Malang, Matematika STM,Malang:OZI, 1996.

Tim Matematika, Matematika 2 untuk SMU. Surabaya: PGM, 1996

Tim Matematika, Matematika 3 untuk SMU. Surabaya: PGM, 1996

Tim Matematika, Matematika untuk kelas 3 SMA. Klaten: Intan Pariwara, 1990.

Wahyudin Djumanta & R Sudradjat, Matematika untuk kelas 11 SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam.

Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Wiyoto & Wagirin, Matematika Teknik 3, Bandung: Angkasa, 1996.

---------, Matematika 7, 8, 9, 10, 11, 12, 12a Untuk SMA. Jakarta: PT.Intermasa, 1978.

---------, Panduan Materi Matematika SMA (Teknik Industri), Jakarta: Depdiknas, 2003.

Matematika by Drs. ASIS Hal - 18

Anda mungkin juga menyukai