Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PEMBANDING

“KEMACETAN LALU LINTAS DI DAERAH PERKOTAAN”

Dosen Pengampu : Drs. Mbina Pinem, M.Si

Disusun Oleh :

Kelompok 4

Elfia Nurjana Ndruru


Novita Afriani Pandiangan
Irvi Sari Chairuna Pulungan

D GEOGRAFI 2017

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan kasih
karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik dengan
judul “Kemacatan Lalu Lintas di Daerah Perkotaan”pada mata kuliah Geografi Transport
dan Permukiman.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk pemenuhan tugas pada mata kuliah yang
bersangkutan. Dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan dalam penyusunan materi maupun struktur penulisan. Oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan
makalah ini.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat umum
terutama di kalangan mahasiswa.

Medan, 22 Oktober 2020

Kelompok 4
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang
disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak
terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik
atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk,
misalnya Jakarta.

Indonesia sebagai salah satu negara sedang berkembang, dibandingkan dengan Negara maju,
Negara yang sedang berkembang mengalami permasalahan-permasalahan yang lebih
kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga
kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Kemacetan atau
kongesti adalah salah satu diantaranya.

Kesalahan terhadap pemilihan alat transportasi di wilayah perkotaan dapat mengakibatkan


terjadinya permasalahan bagi masyarakat sekitar, kesalahan ini menimbulkan kemacetan
terutama di kota kota besar. Perkembangan teknologi di bidang alat transportasi dapat
berpengaruh terhadap perkembangan teknologi prasarana transportasi, kebanyakan Negara
maju menganggap pembangunan transportasi salah satu bagian yang integral dari
pembangunan perekonomian. Keberhasilan dalam sector transportasi dapat di lihat dari
kemampuan nya dalam mendorong serta menunjang peningkatan ekonomi nasional, regional
dan lokal, stabilitas politik termasuk mewujudkan nilai-nilai sosial dan budaya yang
diindikasikan melalui berbagai indikator transportasi antara lain: kapasitas, kualitas
pelayanan, aksesibilitas keterjangkauan, dan beban publik.

B. PERUMUSAN MASALAH

Masalah kemacetan lalu lintas akan sangat sulit untuk di hilangkan, paling tidak hanya
mengurangi kepadatannya. Hal ini disebabkan karena kemacetan lalu lintas oleh banyak
faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, mulai dari letak geografis suatu daerah
salah satunya. Untuk mengatasi nya setidak nya dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.
Perlu kita ketahui terlebih dahulu hal hal apa saja yang menjadi faktor penyebab timbul nya
kemacetan terhadap lalu lintas, apa dampak negatif yang timbul akibatnya, dan bagai mana
upaya kita bersama agar dapat mengurangi kepadatan atau kemacetan lalu lintas tersebut.

C. TUJUAN DAN MANFAAT

Makalah ini bertujuan untuk mempelajari masalah kemacetan lebih lanjut, mengetahu sebab
sebab apa saja yang membuat kemacetan di Indonesia tidak kunjung membaik, dan juga
dapat mengetahui dampak apa saja yang di timbulkan bagi kehidupan maskayarat sekitar, dan
mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kemacetan tersebut. Di bawah ini
beberapa point manfaat dan tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :

1. Untuk mengetaui secara umum tentang dunia transportasi secara keseluruhan.

2. Untuk menambah wawasan kita mengenai perkembangan transportasi di Indonesiaa


saat ini.

3. Sebagai tugas pada mata kuliah “Geografi Transportasi dan Permukiman”.


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KEMACETAN

Kemacetan adalah situasi atau keadaan di mana tersendatnya atau bakan


terhentinya lalu lintas yang di sebabkan oleh banyak faktor, salah satunya
banyaknya kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, kemacetan banyak terjadi di
kota kota besar di Indonesia, terutama tidak mempunyai transportasi umum yang
baik atau memadai ataupin juga tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat,
misalnya Jakarta.

Permasalahan kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari hari di Jakarta,


Bandung, Surabaya, Jogjakarta, Denpasar dan kota kota besar lain nya di Indonesia.
Dinas perhubungan DKI Jakarta memcatat, pertumbuhan jumlah kendaraan
bermotor rata ratanya mencapai 11% per tahunnya, sedangkan pertambahan jalan
tak sampai 1% per tahun nya

B. PENYEBAB KEMACETAN LALU LINTAS

Ada beberapa faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas,
antara lainya adalah :

1. Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan

2. Terjadi kecelakaan dan mengganggu kelancaran lalu lintas, karena masyarakat


yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat
kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas.

3. Adanya perbaikan jalan.

4. Adanya bagian jalan yang rusak atau longsor, ataupun banjir.

5. Ketidak tahuan masyarakat akan aturan lalu lintas.

6. Parkir kendaraan yang tidak tertata baik atau tidak pada tempatnya.
7. Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada
akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan
melewati area tersebut.

8. pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi
rendahnya arus lalu lintas.

9. Ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20% dari total
luas kota. Saat ini lahan jalan Jakarta hanya 6,2% saja dari total lahan.

10. Moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar. Menurut
Andrinof, angkutan umum utama di Jakarta harusnya berupa bus dan kereta
yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

11. Yaitu minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan


penyeberangan orang. Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai
saat arus lalu lintas sedang tinggi. Ini tentu menghambat laju kendaraan.

12. Yaitu karena banyaknya titik bottleneck, seperti di pintu-pintu masuk jalan tol.

13. Yaitu karena kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta.

14. Yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan
seperti mall dan ruko

C. DAMPAK KEMACETAN LALU LINTAS

Dampak kemacetan lalu lintas dapat benyebabkan banyak kerugian bagi pengguna
jalan, baik itu pemborosan BBM, jarak tempuh menjadi lebih lama, timbulnya
polusi udara yang berlebih, menyebabkan stress dan emosi sehingga pengguna
jalan terhambat aktifitas nya. Kerugian pun tidak hanya di rasakan oleh masyarakat,
pemerintah pun mendapat kerugian yang cukup besar. Contoh saja di Jakarta,
kemacetan yang terjadi di Jakarta terus meningkat setiap tahun nya, dan di tahun
2017 saja menurut perhitungan Bappenas kerugian khusus di DKI Jakarta saja
mencapai Rp 67,5 triliun. Sementara kerugian yang dialami di wilayah Bodetabek
mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Dapat disimpulkan kemacetan lalu lintas dapat menimbulkan dampak-dampak


negatif, antara lain :
1. Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.

2. Pemborosan energy, dan meningkatkan polusi udara.

3. kerugian yang di alami pemerintah bias mencapai triliunan

4. Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak
yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang
lebih tinggi

5. Meningkatkan stress pengguna jalan

6. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam


kebakaran dalam menjalankan tugasnya.

D. SOLUSI PERMASALAHAN KEMACETAN

Upaya mengatasi kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas kendaraan yang perlu
ditempuh berbagai upaya, yaitu :

1. Mengelola angkutan umum/ massal di perkotaan yang berkapasitas mencukupi


dan aman nyaman di kelola secara professional

2. Membangun ketersediaan prasarana perkotaan yang berkapasitas yang mampu


melayani lalu lintas secara lancar.

3. Menerapkan strategi kebijakan transportasi perkotaan yang komprehensif,


akomodatif dan berwawasan masa depan.

Ada beberapa langkah yanvg bias kita lakukan untuk mengatasi permasalahan
kemacetan lalu lintas yang harus di rumuskan dalan suatu rencana yang
komprehensif yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

1. Peningkatan kapasitas jalan.

Salah satu langkah langkah yang penting dalam hal memecahkan masalah
kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti :

a. Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas jika hal itu memungkinkan.
b. Mengalihkan lalu lintas menjadi jalan satu arah dengan cara system buka
tutup.

c. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu,


biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.

d. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas,


persimpangan tidak sebidang atau flyover.

e. Mengembangkan inteligent transport sistem.

2. kepada angkutan umum

Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan mengoptimalkan


kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain :

a. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum.

b. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di
Jakarta dikenal sebagai Busway.

c. Mengembangkan tgransportasi kereta api kota, yang dikenal sebagai Metro


di Perancis, Subway di Amerika, MRT di Singapura.

d. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di


Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui
keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum

3. Pembatasan kendaraan pribadi

Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus
dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:

a. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu


seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic
Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura,
London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang
dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang
akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir
dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya.
b. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya
pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea
masuk yang tinggi.

c. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu,


seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau
contoh lain pembatasan sepeda motormasuk jalan tol, pembatasan mobil
pribadi masuk jalur busway.

Ada juga solusi dari dengan melibatkan peran pemerintah dan masyarakat, yaitu :

1. Peran Pemerintah

Urbanisasi dan angka kelahiran yang sangat tinggi menimbulkan pertumbuhan


penduduk menjadi sangat tidak terkendali. Berarti pemerintah harus mencari cara
untuk membatasi laju urbanisasi dan menekan angka kelahiran dengan cara
menjalankan program keluarga berencana.

Jika pemerintah berhasil mengatasi permasalahan laju urbanisasi dan angka kelahiran,
maka jumlah pengguna jalan munurun dan terkendali. Untuk mencegah parahnya
keadaan lalu lintas yang sangat macet, pemerintah perlu berusaha mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi dan memaksimalkan kendaraan umum. Selain
memperluas ruas jalan, pemerintgah juga harus menetapkan batas kecepatan
kendaraan untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berdampak
kemacetan. Pemerintah juga seharusnya memperbaiki jalan yang rusak, memperlebar
jalan, menambah dan memperbaiki jembatan penyeberangan yang rusak. Selain itu
pemerintah juga harus menambah dan memperbaiki rambu-rambu lalu lintas yang
sudah tidak layak.

Transportasi Busway juga harus dibuat lebih efektif dengan menambahkan sejumlah
armada, sehingga penumpang tidak menunggu lama dan waktu tempuh menjadi lebih
cepat. Selain itu pemerintah diharuskan mengoptimalkan kereta api yang telah ada,
meningkatkan pelayanan dan kenyamanannya baik di stasiun maupun di dalam kereta
api itu sendiri, sehingga banyak penggua jalan yang mau berpindah dari kendaraan
pribadi ke kereta api.
Peraturan harus lebih ditegakkan sehingga penduduk menjadi lebih disiplin. jika ada
kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas segera ditilang sesuai dengan aturan
yang berlaku. Misalkan angkutan umum yang tidak berhenti di halte, kendaraan
menerobos lampu merah, motor yang berada di jalur kanan akan dikenakan sangsi
atau denda agar mereka yang melanggar jera dan tidak mengulangi kesalahan nya.
Selain semua itu, pemerintah juga harus mengajak para pengguna kendaraan pribadi
agar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

2. Peran Masyarakat

Masyarakat sebagai pengguna jalan juga harus bisa membantu pemerintah dalam
upaya menangani kemacetan lalu lintas salah satunya beralih ke angkutan umum yang
sudah di kelola dengan baik oleh pemerintah. Pejalan kaki harus mau membiasakan
diri berjalan di trotoar dan menyeberang di jembatan penyeberangan. Dan jika ingin
menggunakan angkutan umum, maka kita harus menunggu menghentikan angkutan
umum di halte dan begitu juga ketika turun berhentilah di halte agar tidak ada
angkutan umum yang berhenti mendadak sembarangan.

Para supir pun seharusnya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mematuhi rambu-
rambu lalu lintas. Supir angkutan umum tidak berhenti di sembarang tempat. Pada
saat berhenti kendaraan dipinggirkan agar tidak mengganggu kendaraan lain dan
jangan menjadikan perempatan atau pertigaan sebagai terminal. Pedagang kaki lima
sebaiknya tidak berdagang di trotoar karena trotoar merupakan haknya pejalan kaki,
begitu juga pejalan kaki untuk tidak membeli barang-barang di troatoar.

Sebaiknya jika menggunakan kendaraan pribadi, gunakan lah kendaraan yang kecil
dan bagi para pengendaram motor gunakanlah selalu jalur kiri dan dengan kecepatan
yang tidak tinggi.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari tahun ketahun masalah kemacetan lalu lintas tidak kunjung mnedapatkan solusi dan di
perkirakan akan terus bertambah karena pertambahan kendaraan bermotor 11% tiap tahun
nya, sedangkan pertambahan jalan hanya 1% pertahun nya. Dari perbandingan tersebut kita
bias membayangkan masalah kemacetan ini sangat sulit diatasi.

Untuk mengurangi masalah kemacetan ini yang semakin bertambah bakan untuk
mengatasi terjadinya kemacetan total, maka semua masyarakat dan pemerintah ikut adil
untuk memikirkan jalan keluar dari permasalahan kemacetan ini mulai dari sekarang.
Pemerintah harus bias mengendalikan laju urbanisasi dan angka kelahiran dengan serius, juga
lebih menegakan aturan aturan lalu lintas agar pengguna jalan lebih tertib dan jera ketika
melanggar. Pemerintah pun harus meningkatkan keamanan dan kenyamana dari angkutan
umum, seperti busway, angkot, kereta api dan lain nya mulai dari sekarang.

Masyarakat pun harus membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan, dengan


selalu tertib berlalu lintas, tidak melanggar dan sadar dan mematuhi semua aturan aturan lalu
lintas. Bila masyarakat patuh dengan semua aturan aturan di jalan mungkin kemacetan yang
parah akan sedikit demi sedikit berikurang. Kedisiplinan berkendara juga patut di perbaiki
dan juga masyarakat harus memilih menggunkan angkutan umum dari pada menggunkan
kendaraan pribadi agar volume kendaraan di jalan tidak menumpuk yang membuat
kemacetan lebih parah. Dan sangat merugikan masyarakat karena kemacetan dapat
menyebabkan pemborosan BBM, pemborosan waktu serta dapat menimbulkan polusi udara.

B. Saran

1. Pemerintah sebaiknya meningkatkan pelayanan dan kenyamanan angkutan umum,


agar masyarakat tertarik untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

2. Melakukan pembatasan usia kendaraan karena jika kendaraan tersebut sudah terlalu
tua, maka kendaraan tersebut menjadi tidak fungsional lagi

3. Penegakan hukum yang tegas terhadap pengguna jalan, pejalan kaki dan pedagang
kaki lima yang melanggar aturan.
4. Aturan yang tegas dan ketat terhadap arus urbanisasi dengan cara yang lebih optimal,
dan hukuman dipertegas apabila ada yang melanggar

5. Pemerintah juga sebaiknya memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam lingkup


sekolah dasar dan sekolah menengah.
DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, R & Adisasmita, S.A. 2011. Manajemen Transportasi Darat : Mengatasi


Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar (Jakarta). Jakarta:Graha Ilmu.

Morlok, Edward K. 1978. Introduction to Transportation Engineering and

Planning. Mc Graw-Hill.Inc. Pennsylvania.

Adisasmita, Rahardjo. 2015.Analisis Kebutuhan Transportasi. Yogyakarta: Graha Ilmu

Satmiko, Haryo. 2014. Manajemen Krisis Transportasi. Bandung: Nuansa Cendikia

Adisasmita, Rahardjo dan Sakti Adji Adisasmita. 2011. Manajemen Transportasi Darat.
Yogyakarta: Graha Ilmu