5.
TIPOLOGI DESA
Menurut Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, No. 22
tahun 2016 tentang ; Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2017.
Pengelompokan tipologi desa, dapat dibedakan sbb:
a. Berdasarkan kekerabatan:
Desa geneologis, adalah desa yang dicirikan oleh tali persaudaraan antarwarga desa
yang masih kuat.
Desa Teritorial, adalah desa yang menjadi permukaman warga dengan beragam asal
keturunan
Desa campuran, adalah desa campuran geneologis dan teritorial
b. Berdasarkan hamparan lokasinya;
Desa pesisir / desa pantai
Desa dataran renda / desa lembah
Desa dataran tinggi
Desa perbukitan / pegunungan
c. Berdasarkan pola permukimannya
Desa pemukiman menyebar
Desa pemukiman melingkar
Desa pemukiman mengumpul
Desa pemukiman memanjang
d. Berdasarkan pola mata pencaharian atau kegiatan utama masyarakatnya.
Desa pertanian, mata pencaharian utama penduduknya adalah bertani / berkebun.
Desa nelayan, mata pencaharian utama penduduknya adalah perikanan atau
pertambakan.
Desa industri, mata pencaharian utama penduduknya adalah sektor industri, tentu
bentuk industri kerajinan atau industri rumah tangga
Desa perdagangan dan jasa-jasa lainnya.
6. STRUKTUR KERUANGAN DESA
Berkaitan dengan penggunaan lahan di desa tersebut. Hal ini menunjukkan hubungan yang
kompleks antar manusia dengan lingkungannya. Struktur desa yang satu dengan yang lainnya berbeda,
tetapi dapat dikelompokkan sbb:
a. Bentuk desa memanjang di pesisir,
Deretan rumah searah dengan garis pantai, hingga bertemu dengan desa lain
Selain memanjang di pesisir, maka R. Bintarto, menambahkan pola desa memanjang juga dapat
ditemukan di sepanjang : jalan raya atau rel kereta api, dan aliran sungai
b. Bentuk desa yang terpusat.
Umumnya terdapat di daerah pegunungan, dimana rumah rumah penduduk membentuk
sebuah kelompok, dan cendrung padat.
c. Bentuk desa yang linear.
Bentuk seperti ini biasanya ditemukan di dataran rendah. Bentuk permukiman berderet sejajar
dengan jaringan jalan raya. Pemekaran mendorong mendorong untuk membangun jalan baru
yang mengelilingi desa sebagai akses untuk menuju permukiman baru.
d. Bentuk desa yang mengelilingi fasilitas tertentu.
Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas untuk kebutuhan sehari hari penduduk seperti mata air,
waduk . dapat mengembang ke segala arah. Pemukiman seperti ini biasanya terdapat di dataran
rendah.
e. Poa persebaran desa Radial.
Radial atau melingkar, biasanya adalah pola pemukiman penduduk desa yang terdapat di sekitar
kaki gunung merapi ataupun pada lairan pola sungai yang radial. Dimana rumah rumah
penduduk terletak di kiri-kanan sungai.
f. Pola persebaran desa tersebar
Pola pemukiman penduduk yang tidak teratur, karena tersebar diaman kondisi tanahnya tidak
subur seperti daerah pegunungan kapu ataupu gurun, serta topografi yang kasar.
7. PERKEMBANGAN DESA.
Perkembangan desa merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional, dimana
terjadi perubahan yang diinginkan yaitu menuju arah yang lebih baik. Pembanguna desa
merupakan pengembangan potensi desa berupa sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi desa
yang dapat dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Potensi desa dapat berupa ;
a. Potensi fisik, seperti : tanah, air, iklim, lingkungan geografis, ternak dan manusia.
b. Potensi nonfisik, berupa :
Semangat kegotongroyongan desa
Lembaga desa, seperti LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa ), PKK, dan
karang taruna
Lembaga pendidikan , seperti sekolah, penyuluhan, dan kelompencapir
Lembaga kesehatan seperti; puskesmas, posyandu, BKIA
Lembaga ekonomi seperti; KUD, lumbung desa
Aparatur dan pamong desa, yang mendukung kelancaran dan ketertipan
pemerintahan desa.
Berdasarkan tingkat perkembangan kemajuan desa, maka desa terbagi atas tipe:
a. Desa sangat tertinggal, disebut des pratama,
b. Desa tertinggal, atau disebut desa pramadya
c. Desa berkembang, atau disebut desa madya
d. Desa maju atau disebut desa prasembada
e. Desa mandiri, atau yang idsebut desa sembada
Berdasarkan tingkat pembangunannya, desa dikelompokka atas :
a. Desa swadaya, merupakan desa tradisional;
Biasanya lokasinya di daerah perbukitan atau pegunungan yang terpencil
Penduduknya terikat dengan adat-istiadat
Hubungan antar individu sangat erat, dan berdasarkan garis keluarga
Mata pencaharian tidak bervariasi dan hanya untuk mencukupi kebutuhan primer
Masyarakat jarang berhubungan bahkan tidak berhubungan dengan masyarakat
luar. Sehingga kemajuannya sangat lambat
Disebut juga desa terbelakang
b. Desa swakarya;
Sedikit lebih maju dari desa swadaya, atau peralihan dari desa swadaya ke desa
swasembada.
Tidak begitu terikat atau lebih longgar dengan kebiasaan adat istiadat.
Pengaruh luar mulai masuk sehingga mulai berinteraksi dengan masyarakat luar
Mata pencaharian sudah mulai beragam, dan tidak hanya untuk kebutuhan pokok
Prasarana desa semakin bertambah dan mulai meningkat.
Disebut juga desa sedang berkembang atau desa transisi.
C desa swasembada;
Desa yang sudah berkembang maju
Masyarakat sudah m,ampu memberdayakan dan mengembangkan potensi SDA ,
dan potensi lainnya sesuai kegiatan pembangunan
Mata pencaharian penduduk sudah beraneka ragam, sehingga tingkat
perekonomian desa sudah lebih maju
Fasilitas desa dan saran prasaran desa cukup memadai
Kehidupan masyarakatnya Tidak terikat kuat pada tradisi.
Umumnya berlokasi di sekitar atau dekat ke kota.
Terimakasih, sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya.