Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah swt. serta asisten laboratorium yang
sudah membimbing saya sehingga akhirnya saya dapat menyelesaikan laporan
tentang Pembuatan Media PDA yang digunakan sebagai salah satu syarat yang
harus penuhi untuk menunjang mata kuliah Mikrobiologi umum tepat pada
waktunya.
Saya harap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca karena didalamnya
terdapat pengetahuan mengenai Pembuatan Media PDA. Saya sebagai penulis
menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat pada laporan ini. Dikarenakan
kurangnya pengetahuan serta sumber buku yang didapatkan. Untuk itu, saya
harapkan kritik yang membangun untuk lebih meningkatkan kualitas laporan ini.

Serang, April 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
DAFTAR TABEL................................................................................................iii
BAB I PENDHULUAN
1.1. Latar Belakang......................................................................................1
1.2. Tujuan...................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Media Pertumbuhan............................................................3
2.2. Macam-Macam Media Pertumbuhan....................................................6
2.3. Media Pertumbuhan PDA ....................................................................8
BAB III METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat................................................................................9
3.2. Alat dan Bahan......................................................................................9
3.3. Cara kerja..............................................................................................9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASA
4.1. Hasil......................................................................................................10
4.2. Pembahasan...........................................................................................10
BAB V PENUTUP
5.1. Simpulan...............................................................................................14
5.2. Saran......................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................15
LAMPIRAN.........................................................................................................16

ii
DAFTAR TABEL

4.1 Tabel Hasil Pembuatan Media PDA................................................................10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.
Latar Belakang
Mikroorganisme (jasad renik) merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran
sangat kecil. Mikroorganisme mempengaruhi kehidupan manusia baik secara
langsung maupun tidak langsung yang bisa berperan sebagai kawan maupun
lawan bagi kehidupan manusia. Mikroorganisme juga merupakan makhluk hidup,
untuk memeliharanya dibutuhkan medium yang harus mengandung semua zat
yang diperlukan untuk pertumbuhannya, antara lain senyawa-senyawa organik
(protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin). Mikroorganisme dapat
berkembang biak secara alami atau dengan campur tangan manusia.
Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia di antaranya
melalui pertumbuhan menggunakan media. Pada pembuatan media ini, haruslah
dimengerti jenis-jenis nutrien yang diperlukan oleh bakteri dan juga
keadaan lingkungan fisik yang dapat menyediakan kondisi optimum bagi
pertumbuhannya. Pembiakan mikroba secara buatan memerlukan media
pertumbuhan untuk menjadi tempat tumbuh dan penyedia nutrien bagi mikroba.
Media pertumbuhan terdiri dari garam organik, sumber energi (karbon), vitamin
dan zat pengatur tumbuh (ZPT).  Pembuatan media ini dapat pula ditambahkan
komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya (Anisah,
2015).
Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan salah satu media yang banyak
digunakan untuk membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa
bakteri/fungi, bakteri, maupun sel makhluk hidup. Potato Dextrose Agar
merupakan paduan yang sesuai untuk menumbuhkan biakan.Karena ekstrak
potato (kentang) merupakan sumber karbohidrat, dextrose (gugusan gula, baik itu
monosakarida atau polisakarida) sebagai tambahan nutrisi bagi biakan ,sedangkan
agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi biakan yang baik, karena
mengandung cukup air. Oleh karena itulah, praktikum tentang pembuatan media
PDA ini dilakukan.

1
1.2. Tuj
uan
Adapun tujuan dilakukannya praktikum pembuatan media PDA ini yaitu agar
mahasiswa dapat membuat media pertumbuhan Potato Dextrose Agar (PDA).

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Media Pertumbuhaan


Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri atas
campuran nutrisi (nutrient) yang digunakan oleh suatu mikroorganisme untuk
tumbuh dan berkembangbiak pada media tersebut. Mikroorganisme
memanfaatkan nutrisi pada media berupa molekul-molekul kecil yang
dirakit untuk menyusun komponen sel-nya. Dengan media pertumbuhan juga bisa
digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme, identifikasi dan membuat kultur
murni. Komposisi media pertumbuhan dapat dimanipulasi untuk tujuan isolasi dan
identifikasi mikroorganisme tertentu sesuai dengan tujuan masing-masing
pembuatan suatu media. Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-
zat hara (nutrient) yang berguna untuk membiakkan mikroba. Dengan
mempergunakan bermacam-macam media dapat dilakukan isolasi, perbanyakan,
pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan jumlah mikroba (Suriawira, 2005).
Peran utama nutrien adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel dan
sebagai akseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan
energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber
energi, sumber karbon, sumber akseptor elektron, sumber mineral, faktor
pertumbuhan dan nitrogen. Selai itu, secara umum nutrien dalam media
pembenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis
biologik organisme baru (Hadioetomo, 1990).
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri
daricampuran zat-zat makanan atau nutrisi yang diperlukan oleh microorganisme
untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi di dalam
media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel
(Lay, W B. 1992).
Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan
mikroorganisme harus sesuai susunannya dengan kebutuhan jenis-jenis

3
mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik
pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di
tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya
memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium
ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk, 1993).
Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat
hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara
dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sistesis sel, keperluan
energi dalam metabolisme, dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan berisi air,
sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, phospat, oksigen,
hidrogen, serta unsur-unsur sekelumit (Trace element ). Dalam bahan dasar,
medium dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino,
vitamin, dan nukleotida (Waluyo, 2005).
Menurut Kusnadi (2003), bahan-bahan media pertumbuhan mikroba meliputi:
A.  Bahan dasar
1.    Air (H2O) sebagai pelarut
2.  rumput laut) yang berfungsi untuk pemadat media. Agar sulit didegradasi oleh
mikroorganisme pada umumnya dan mencair pada suhu 45oC.
3.    Gelatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. Gelatin adalah polimer
asam   amino yang diproduksi dari kolagen. Kekurangannnya adalah lebih
banyak jenis mikroba yang mampu menguraikannya dibanding agar.
4.    Silika gel, yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Fungsinya juga
sebagai   pemadat media. Silika gel khusus digunakan untuk memadatkan
media bagi mikroorganisme autotrof obligat.
B.  Nutrisi atau zat makanan
Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel
yaitu berupa unsur makro seperti Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O),
Nitrogen (N), Phospor (P), dan unsur mikro seperti Fe, Mg dan unsur
pelikan/trace element (Rezky, 2017).
Sumber karbon dan energi yang dapat diperoleh berupa senyawa organik atau
anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. Jasad heterotrof memerlukan sumber
karbon organik antara lain dari karbohidrat, lemak, protein, dan asam organik.

4
Sumber nitrogen mencakup asam amino, protein atau senyawa bernitrogen lain.
Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea
(Dwidjoseputro, 2005).
C.  Bahan tambahan
Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke medium dengan
tujuan tertentu, misalnya phenol red (indikator asam basa) ditambahkan untuk
indikator perubahan pH akibat produksi asam organik hasil metabolisme.
Antibiotik ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan mikroba non-
target/kontaminan.
Menurut Dwidjoseputro (2005), bahan yang sering digunakan dalam
pembuatan media, antara lain:
1.   Agar
Agar dapat diperoleh dalam bentuk batangan, granula atau bubuk dan
terbuat  dari beberapa jenis rumput laut. Kegunaannya adalah sebagai pemadat
(gelling) yang pertama kali digunakan oleh Fraw & Walther Hesse untuk
membuat media. Jika dicampur dengan air dingin, agar tidak akan larut. Untuk
melarutkannya harus diaduk dan dipanasi, pencairan dan pemadatan berkali-
kali atau sterilisasi yang terlalu lama dapat menurunkan kekuatan agar,
terutama pada pH yang asam.
2.    Peptone
Peptone adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati seperti   otot, liver,
darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin, dan kedelai. Komposisinya tergantung
pada bahan asalnya dan bagaimana cara memperolehnya.
3.    Meat extract
Meat extract mengandung basa organik terbuat dari otak, limpa, plasenta, dan
daging sapi.
4.    Yeast extract
Yeast extract terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alkohol. Yeast
extract mengandung asam amino yang lengkap & vitamin B kompleks.
5.    Karbohidrat
Karbohidrat ditambahkan untuk memperkaya pembentukan asam amino dan
gas dari karbohidrat. Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan dalam

5
amilum, glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, manitol, dan lain-lain.
Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0,5-1%.

2.2. Macam-Macam Media Pertumbuhan


 Menurut Pelczar (1996), klasifikasi medium berdasarkan fungsinya
digolongkan menjadi 7 golongan, yaitu:
1.  Medium umum, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan yang
bertujuan menstimulasi pertumbuhan mikroba secara umum. Contoh: Nutrien
Agar (NA) untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri, Potato Dextose Agar
(PDA) untuk menstimulasi pertumbuhan fungi.
2.   Medium khusus, merupakan medium untuk menentukan tipe pertumbuhan
mikroba dan kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia
tertentu. Contoh: medium tetes tebu untuk Saccharomyces cerevisiae.
3.  Media diperkaya (enrichment media), merupakan media yang ditambahkan
bahan-bahan tertentu untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang
diinginkan. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang
jumlahnya sedikit dalam suatu campuran berbagai mikroba. Contoh:
Chocolatemedia dan Yeast-Extract-poptasium Nitrat Agar.
4.  Media selektif, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu yang
akan menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan yang ada
dalam suatu spesimen. Inhibitor yang digunakan berupa antibiotik, garam dan
bahan-bahan kimia lainnya.
5.  Media differensial, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan kimia
atau reagensia tertentu yang menyebabkan mikroba yang tumbuh
memperlihatkan perubahan-perubahan spesifik sehingga dapat dibedakan
dengan jenis lainnya.
6.  Medium penguji (Assay medium), merupakan medium dengan susunan ertentu
yang digunakan untuk pengujian senyawa-senyawa tertentu dengan bantuan
bakteri. Contoh: medium untuk menguji vitamin-vitamin, antibiotik, dan lain-
lain.

6
7.  Medium perhitungan jumlah mikroba yaitu medium spesifik yang digunakan
untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan. Contoh: medium untuk
menghitung jumlah bakteri E. Coli air sumur.
 Menurut Rezky (2017), media pertumbuhan bardasarkan bentuknya dibedakan
menjadi 3 yaitu:
1. Medium padat yaitu media yang mengandung agar 15% sehingga setelah
dingin media menjadi padat.
2. Medium setengah padat yaitu media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga
menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair. Media semi solid dibuat
dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media
tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Misalnya
bakteri yang tumbuh pada media NfB (Nitrogen free Bromthymol Blue)
semisolid akan membentuk cincin hijau kebiruan dibawah permukaan media,
jika media ini cair maka cincin ini dapat dengan mudah hancur. Semisolid juga
bertujuan untuk mencegah/menekan difusi oksigen, misalnya pada media
Nitrate Broth, kondisi anaerob atau sedikit oksigen meningkatkan metabolisme
nitrat tetapi bakteri ini juga diharuskan tumbuh merata diseluruh media.
3.  Medium cair yaitu media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah NB
(Nutrient Broth), LB (Lactose Broth).
 Menurut Rezky(2017), medium berdasarkan komposisinya dibedakan menjadi:
1. Medium sintesis yaitu media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan
takarannya secara pasti, misalnya Glucose Agar, Mac Conkey Agar.
2. Medium semi sintesis yaitu media yang sebagian komposisinya
diketahui  secara pasti, misalnya PDA (Potato Dextrose Agar) yang
mengandung agar, dekstrosa dan ekstrak kentang. Untuk bahan ekstrak
kentang, kita tidak dapat mengetahui secara detail tentang komposisi senyawa
penyusunnya.
3. Medium non sintesis yaitu media yang dibuat dengan komposisi yang tidak
dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan
dasarnya, misalnya Tomato Juice Agar, Brain Heart Infusion Agar, Pancreatic
Extract.

7
2.3. Media Pertumbuhan PDA
PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan media yang umum digunakan dalam
kultivasi bakteri. Dalam pembuatan PDA disetiap prosesnya harus selalu steril,
baik alat-alat yang digunakan untuk proses pembuatan haruslah steril. Tujuannya
yaitu agar PDA yang dibuat tidak ditumbuhi mikroorganisme yang tidak
diinginkan. Media biakan adalah media steril untuk menumbuhkan
mikroorganisme. Dalam pembuatan PDA, peranan agar-agar sebagai media
tempat tumbuh dari jamur. Sedangkan kentang yang mengandung karbohidrat
berperan untuk memberikan energi bagi mikroorganisme Waluyo (2005).
Potato dextrose agar merupakan salah satu media yang baik digunakan untuk
membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungsi, bakteri,
maupun sel mahluk hidup. Media PDA merupakan jenis media biakan dan
memiliki bentuk/ konsistensi padat (solid). Potato dextrose agar merupakan
paduan yang sesuai untuk menumbuhkan biakan. Media potato dextrose agar
berfungsi sebagai media kapang (jamur) dan khamir. Selain itu PDA digunakan
untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan.
PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20%
ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan
khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. (Pelczar, 1996 ).
Menurut Waloyo (2005), fungsi dari Komposisi Media PDA (Potato Dextrose
Agar) adalah:
 Potato extract: Potato extract atau ekstrak kentang merupakan sumber
karbohidrat atau makanan bagi biakan pada media PDA (Potato Dextrose
Agar). 
 Dextrose: Dextrose atau gugusan gula baik itu monosakarida maupun
polisakarida merupakan penambah nutrisi bagi biakan pada media PDA
(Potato Dextrose Agar). 
 Agar: Agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi biakan yang baik,
karena mengandung cukup air.

8
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Pada praktikum Media Pertumbuhan, dilaksanakan pada hari Senin, 09 April
2018 pada jam 13.00 – 14.40 WIB. Bertempat di Laboratorium Bioteknologi
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu hot plate & stirrer, batang
pengaduk, gelas beaker, alumunium foil, wrapping plastik dan cawan petri.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu PDA dan aquades.

3.3. Cara kerja


Adapun cara kerja dari praktikum media pertumbuhan ini adalah:
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Dijelaskan cara pembuatan media pertumbuhan PDA oleh asisten laboratorium
3. Hasil dimasukkan kedalam tabel hasil

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
4.1 Tabel Hasil Pembuatan Media PDA
No Gambar Keterangan
1.  Komposisi:
Potatoes infusion from : 200.00
Dextrose : 20.00
Agar : 15.00

 Fungsi:
 Dalam mikrobiologi media PDA
(Potato Dextrose Agar) digunakan
untuk menumbuhkan atau
mengidentifikasi yeast dan kapang.
Dapat juga digunakan untuk
enumerasi yeast dan kapang dalam
suatu sampel atau produk makanan

4.2. Pembahasan
Pada praktikum kaali ini mengenai media pertumbuhan. Dalam hal ini, media
pertumbuhan mikroba yang biasanya digunakan untuk membiakan bakteri. Dalam
membiakan bakteri, diperlukan media, yang merupakan campuran dari beberapa
zat-zat makanan untuk pertumbuhan mikroba dan juga berfungsi sebagai nutrisii
bagi mikroba tersebut, selain itu, media juga berfungsi untuk membiakkan,
mengasingkan, mengirimkan dan menyimpan mikroorganisme dalam waktu yang
lama dilaboratorium.
Menurut Lay (1992), media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan
yang terdiri daricampuran zat-zat makanan atau nutrisi yang diperlukan
oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan

10
nutrisi di dalam media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk
menyusun komponen sel. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan
mengembangbiakkan mikroorganisme harus sesuai susunannya dengan kebutuhan
jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat
hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam
anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan
mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu
berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya
Menurut Izhar (2016), didalam media pertumbuhan, tentu terdapat bahan dasar
dari media tersebut yang akan menunjang perkembangbiakkan bakteri atau
mikroorganisme lainnya. Adapun bahan dasar dari media pertumbuhan yaitu agar,
air, gelatin, dan silikat gel. Masing-masing dari bahan dasar ini memiliki fungsi
yang berbeda-beda antara lain agar berfungsi untuk memadatkan media, air untuk
pelarut, gelatin dan silikat gel memiliki fungsi yang sama seperti agar yaitu untuk
pemadatan media. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media yaitu
agar, pepton, meat ekstrak, yeast ekstrak, dan karbohidrat.
Dalam praktikum kali ini, membahas tentang bagaimana cara pembuatan media
Potato Dextrose Agar (PDA). PDA merupakan media yang umum digunakan
dalam kultivasi bakteri. Dalam pembuatan PDA disetiap prosesnya harus selalu
steril, baik alat-alat yang digunakan untuk proses pembuatan haruslah steril.
Tujuannya yaitu agar PDA yang dibuat tidak ditumbuhi mikroorganisme yang
tidak diinginkan. Media biakan adalah media steril untuk menumbuhkan
mikroorganisme. Dalam pembuatan PDA, peranan agar-agar sebagai media
tempat tumbuh dari jamur. Sedangkan kentang yang mengandung karbohidrat
berperan untuk memberikan energi bagi mikroorganisme. PDA terdiri dari
potatoes extrak, dextrose dan agar yang memiliki fungsi masing-masing. Potato
extract atau ekstrak kentang merupakan sumber karbohidrat atau makanan bagi
biakan pada media PDA (Potato Dextrose Agar).  Dextrose atau gugusan gula
baik itu monosakarida maupun polisakarida merupakan penambah nutrisi bagi
biakan pada media PDA (Potato Dextrose Agar).  Dan yang terakhir yaitu agar
merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi biakan yang baik, karena
mengandung cukup air. Media pertumbuahan merupakan media yang sangatlah

11
penting. Oleh karena itu, dalam pembuatan media pertumbuhan harus dilakukan
dengan hati-hati dan juga harus steril agar tidak ada mikroorganisme asing yang
berkembangbiak dimedia tersebut. PDA sendiri merupakan media untuk
membiakan kapang, yeast dan khamir. PDA tergolong kedalam media
pertumbuhan semi sintesis karena bahan komposisinya yang terdiri dari campurn
bahan kimia dan juga bahan organik.
Pembuatan media pertumbuhan PDA dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
cara manual dan cara yang instan. Cara yang manual dapat kita lakukan yang
pertama yaitu menimbahng bahan-bahan yang akan digunakan yaitu kentang 3
gram, peptone 5 gram, dan aquades 1000 ml serta tak lupa agar 15 gram. Sebelum
ditimbang, sebaiknya kentang dikupas dan dipotong-potong terlebih dahulu,
selanjutnya rebus kentang dalam sebagian akuades tadi selama 1-3 jam sampai
lunak, kemudian diambil ekstraknya dengan menyaring dan memerasnya
menggunakan kertas saring lalu ditampung di Beaker glass baru. Agar dilarutkan
dengan Hot Plate Stirrer dalam 50 ml akuades lalu setelah larut dapat
ditambahkan dekstrosa dan dihomogenkan lagi. Setelah semua larut, ekstrak
kentang dan agar-dekstrosa dicampur dan dihomogenkan. Atur pH media menjadi
5-6 dengan meneteskan HCl/NaOH. Media dituang ke dalam Erlenmeyer atau ke
tabung reaks kemudian siap untuk disterilisasi dengan autoklaf.
Dalam praktikum kali ini, pembuatan media PDA dilakukan dengan cara yang
kedua yaitu cara instan karena tidak adanya bahan yang menunjang serta jika
menggunakan cara manual, maka waktu yang dibutuhkan sangatlah lama. Adapun
cara pembuatan media pertumbuhan PDA dengan cara instan adalah pertama
siapkan alat dan bahan, kemudian timbang bubuk PDA instan dengan
menggunakan timbangan elektrik sampai bobotnya 4 gram. Kemudian masukkan
100 ml aquades kedalam erlenmeyer dan disusul dengan dimasukkan PDA 4
gram kedalam erlenmeyer. Panaskan larutan PDA dengan menggunakan Hot
plate stirrer kurang lebih 10-15 menit,. pemanasan diperlukan supaya agar yang
terkandung pada media dapat mengembang dan pada akhirnya nanti dapat
memadat, pemanasan tidak boleh sampai mendidih agar nutrisi-nutrisi media tidak
pecah dan rusak. Pemanasan yang sempurna di tandai dengan terlarunya semua
serbuk dan tidak ada sisa kristal. Setelah 10-15 menit, atau sampai larutan menjadi

12
bening kemudian matikan hot plate dan stirrer dan masukkan larutan tersebut
kedalam cawan petri dengan cepat karena larutan akan mengeras jika terlalu lama
didiamkan didalam erlenmeyer setelah itu tutup dengan penutup dan larutaan siap
untuk disterilisasi. Menurut Kawuri (2007), Media PDA memiliki karakteristik
khusus dibandingkan media lainnya dari segi bahan penyusunnya, dimana dalam
pembuatan media PDA ini diberikan bahan tambahan bahan berupa antibiotik
sebagai bahan antibakteri, sehingga jamur yang hendak ditumbuhkan dapat
tumbuh dengan baik di dalam mdia tanpa adanya gangguan dari bakteri.
Berdasarkan jenis wadah tempat dibentuknya media PDA termasuk media plate,
dimana media ini memiliki kosistensi padat, dan secara visual memiliki warna
kuning tipis. Media PDA bersifat selektif untuk menumbuhkan jamur sepeti ragi.
Media ini memiliki pH sedikit asam dimana media PDA ini stabil digunakan pada
pH 5,6 ± 0,2 pada suhu ruang 250C.
Menurut Kusnadi (2003), hal-hal yang perlu diperhatikan saat pembuatan
media pertumbuhan PDA yaitu Penimbangan bubuk media harus sesuai dengan
volume yang akan dibuat., pelarutan media jangan sampai mendidih karena dapat
merusak komposisi media, khususnya kandungan gula (laktosa), merubah pH
media, dan membuat media susah memadat., proses sterilisasi harus tepat suhu,
waktu dan tekanan pada autoklaf agar media yang dibuat terhindar dari kerusakan
dan kontaminasi yang tidak diinginkan, proses pengerjaan harus cepat dan tepat,
khususnya saat media akan dituang ke cawan petri, agar media tidak memadat
sebelum dipindahkan kecawan petri, penuangan media ke cawan petri harus pada
kondisi steril yaitu melalui proses fiksasi. Sebelum diinkubasi atau disimpan
dpastikan media sudah memadat terlebih dahulu, karena proses inkubasi maupun
penyimpanan media akan dilakukan dalam posisi cawan petri terbalik, setiap
tahapan pembuatan media PDA ini perlu diperhatikan benar sterilitas saat bekerja,
agar kemungkinan terjadinya kontaminasi bakteri pada media dapat dihindari.
Sehinga jamur yang akan dikultur pada media ini nantinya dapat tumbuh
sempurna tanpa gangguan mikroorganisme lain seperti bakteri.

13
BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan
Dari praktikum yang sudah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
media pertumbuhan adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-
zat makanan atau nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk
pertumbuhannya. Bahan dasar media pertumbuhan terdiri dari air, agar, gelatin
dan silikat gel. Pembuatan media PDA bertujuan untuk tempat pembiakan kapang,
jamur dan yeast. Komposisi PDA terdiri dari ekstrak kentang, dexrtose dan agar.
Berdasarkan bahan pembuatnya, PDA termasuk kedalam media pertumbuhan
semi sintesis karena terdiri dari bahan kimia dan bahan alamiah. Dalam
pembuatan media PDA, suhu harus diperhatikan agar zat-zat yang penting tidak
menghilang, pemanasan diperlukan supaya agar yang terkandung pada media
dapat mengembang dan pada akhirnya nanti dapat memadat, pemanasan tidak
boleh sampai mendidih agar nutrisi-nutrisi media tidak pecah dan rusak.
Pemanasan yang sempurna di tandai dengan terlarunya semua serbuk dan tidak
ada sisa kristal.  Selain itu, proses sterilisasi sangatlah penting agar tidak ada
bakteri yang berkembang biak dalam media PDA tersebut.

5.2. Saran
Saran saya untuk praktikum kali ini yaitu pembuatan media sangatlah penting
dalam pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, kapang dan lain
sebagainya. Oleh karena itu, praktikan harus berhati-hati dalam pembuatan media
pertumbuhan agar media tersebut ditumbuhi oleh mikroba yang diinginkan bukan
mikroba yang tidak diinginkan. Selain itu, seharusnya alat-alat keselamatan
seperti sarung tangan harus diperbanyak agar pada saat memindahkan bahan atau
larutan yang berbahaya dan panas tidak mengenai tangan praktikan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Anisah, 2015. Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Menggunakan


Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Jurnal Biologi. Vol. 3. No. 1
Rezky, 2017. Media Pertumbuhan Bakteri, http://freebussines.blogspot.com,
diakses pada 28 Maret 2018 pukul 20.30 WIB)
Dwidjoseputro, D.2005. Dasar – Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Erlangga
Hadioetomo, Ratna, 1990, Mikrobiologi Dalam Praktek. Jakarta : PT Gramedia.
Izhar, Achmad. 2016. Pengaruh Media Tanam Dan Bahan Vertikultur Terhadap
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy(Brassica juncea L.). Jurnal
Produksi Tanaman. Vol. 4, No. 7
Kawuri, R., Y. Ramona dan I. B. G. Darmayasa. 2007. Penuntun Praktikum
Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga
Kusnadi, Peristiwati dkk,  2003, Mikrobiologi. Bandung: Universitas Pendidikan
Lay,B. W. dan Hastowo. 1992. Mikrobiologi. Jakarta. Rajawali Press. \
Pelczar, 1996, Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta. Universitas Indonesia
Suriawira. 2005. Pengantar Mikrobiologi Umum . Bandung. Angkasa.
Volk dan Wheeler, 1993, Mikrobiologi Dasar . Jakarta: Erlangga.
Waluyo, L. 2005. Mikrobiologi Umum. Malang: UMM Press.

15
LAMPIRAN

Cawan petri Batang pengaduk Gelas beaker

Erlenmeyer Alumunium foil Stirrer

PDA Timbangan elektrik

16