Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah swt. serta saya ucapkan terima
kasih kepada asisten laboratorium yang sudah membimbing saya sehingga
akhirnya saya dapat menyelesaikan laporan praktikum tentang Karbohidrat yang
digunakan sebagai salah satu syarat yang harus penuhi untuk menunjang mata
kuliah Biokimia Tanaman tepat pada waktunya.
Saya harap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca karena didalamnya
terdapat pengetahuan mengenai Karbohidrat. Saya sebagai penulis menyadari
masih banyak kekurangan yang terdapat pada laporan ini. Dikarenakan kurangnya
pengetahuan serta sumber buku yang didapatkan. Untuk itu, saya harapkan kritik
yang membangun untuk lebih meningkatkan kualitas laporan ini.

Serang, April 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
DAFTAR TABEL................................................................................................iii
BAB. I .PENDUHULUAN
1.1. Latar Belakang......................................................................................1
1.2. Tujuan...................................................................................................1
BAB. II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Karbohidrat.........................................................................2
2.2. Fungsi Karbohidrat...............................................................................3
2.3. Pembagian Karbohidrat.........................................................................4
BAB. III. METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat................................................................................8
3.2. Alat dan Bahan......................................................................................8
3.3. Cara kerja..............................................................................................8
3.3.1. Uji Molisch.................................................................................8
3.3.2. Uji Barfoed..................................................................................8
BAB. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil......................................................................................................10
4.2. Pembahasan...........................................................................................12
BAB. V. PENUTUP
5.1. Simpulan...............................................................................................16
5.2. Saran......................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................iv
LAMPIRAN.........................................................................................................v

2
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Uji Pereaksi Molisch......................................................................10


Tabel 2. Hasil Uji Pereaksi Barfoed......................................................................11

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.....................................................................................................................
Latar Belakang
Umumnya makanan mengandung tiga unsur yaitu karbohidrat, lemak dan
protein. Dari ketiga unsur tersebut yang merupakan sumber energi utama bagi
tubuh ialah karbohidrat. Karbohidrat ialah senyawa organik dengan fungsi utama
sebagai sumber energi bagi kebutuhan sel-sel dan jaringan tubuh. Peran utama
karbohidrat di dalam tubuh ialah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh, yang
kemudian diubah menjadi energi.
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang
tersusun dari atom karbon serta sejumlah besar gugus hidroksil. Bentuk molekul
karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana sehingga
secara sederhana karbohidrat dapat dikatakan sebagai bentuk polimer gula.
Terdapat tiga golongan utama dari karbohidrat yaitu monosakarida, oligosakarida,
dan polisakarida. Monosakarida atau gula sederhana, terdiri dari hanya satu unit
aldehid (yang disebut polihidroksialdehid atau aldosa) atau keton (disebut
polihidroksiketon atau ketosa). Oligosakarida terdiri atas serangkaian rantai
pendek dari unit monosakarida yang digabungkan secara bersama-sama oleh
ikatan kovalen. Polisakarida terdiri dari rantai panjang yang mempunyai ratusan
atau ribuan unit monosakarida. Karena karbohidrat sangatlah penting dalam
kehidupan ini baik untuk manusia, hewan ataupun makhluk hidup lainnya, maka
dari itu praktikum ini dilakukan.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum kali ini yaitu untuk mengidentifikasi
karbohidrat dan juga jenis-jenisnya melalui beberapa reagent uji.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Karbohidrat


Kata karbohidrat berasal dari kata karbon (C) dan air (H2O). Secara sederhana
karbohidrat didefinisikan sebagai polimer sakar (polimer gula). Karbohidrat
adalah senyawa karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil (-OH).
Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksialdehid
atau aldosa) atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa).
Berdasarkan pengertian di atas berarti diketahui bahwa karbohidrat terdiri atas
atom C, H dan O. Adapun rumus umum dari karbohidrat adalah
(C.H2O)n atau CnH2nOn. Karbohidrat merupakan molekul yang banyak terdapat di
alam. Pembentukan karbohidrat melalui proses fotosintesis dan merupakan
sumber energi hayati dari hasil konversi energi matahari ke dalam bentuk energi
kimia (Champbell, 2000).
Karbohidrat selain sebagai sumber utama energi organisme hidup, juga
merupakan sumber karbon untuk sintesis biomolekul dan sebagai bentuk energi
polimerik. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup,
terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan
(misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun
(misalnya selulosa pada tumbuh-tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada
proses fotosintesis, tumbuh-tumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi
karbohidrat. Karbohidrat yang dibangun oleh polihdroksi dan gugus aldehid
disebut dengan aldosa, sedangkan yang disusun oleh polihidroksi dan gugus keton
dikenal dengan ketosa. Karbohidrat merupakan sumber kalori bagi organisme
heterotrof. Setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Karbohidrat dikonsumsi sekitar
70-80% dari total kalori. Daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada
negara maju hanya sekitar 40-60%. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia
(beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang
tersebar luas di alam (Dwidjosoeputro, 1992).

2
Dalam tubuh manusia karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan
sebagian lemak.  Tetapi sebagian  besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan
yang dimakan sehari-hari, terutama bahan makanan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan.  Pada tanaman karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O dengan
bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang
berklorofil. karbohidrat secara umum didefinisikan senyawa organik yang
mengandung atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Dan pada umumnya unsure
hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Sebagian besar
karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari,
terutama sumber makan yang berasal daritumbuh-tumbuhan Dalam
menentukan ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam suatu zat dilakukan
dengan menggunakan uji molisch. Uji molisch merupakan uji kimia yang
digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat. Semua jenis karbohidrat
mulai dari monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida
menunjukkan reaksi positif dengan uji ini. Senyawa-senyawa seperti asam nukleat
dan glikoprotein juga positif dengan uji molisch karena mengandung karbohidrat.
Penemu uji ini adalah seorang ahli tanaman Australia bernama Hans Molisch
(Kimball, 1999).
Sedangkan untuk menentukan antara monosakarida dan disakarida digunakan
dengan menggunakan uji barfoed. Uji barfoed atau tes barfoed digunakan untuk
membedakan antara monosakarida dan disakarida. Monosakarida akan teroksidasi
oleh ion  Cu2+ membentuk gugus karboksilat dan endapan tembaga (I) oksida yang
berwarna merah bata serta mengendap. Reaksi positif ditunjukkan dengan
munculnya endapan berwarna merah. Reaksi ini terjadi dalam suasana asam
(sekitar pH 4,6), oleh karena itu digunakan asam asetat dalam pembuatan reagen
barfoed. Hasil negatif ditandai dengan tidak munculnya endapan merah dan
larutan tetap berwarna biru. Disakarida pereduksi dapat juga bereaksi dengan
reagen barfoed (menghasilkan endapan merah pula) namun dalam waktu
pemanasan yang lebih lama. Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam uji ini sangat
penting untuk membuahkan hasil yang valid. NaCl dan beberapa zat lainnya dapat
menjadi penghambat dalam reaksi yang terjadi (Kimball, 1999).

3
2.2. Fungsi karbohidrat
Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik
bahan makanan, seperti rasa, warna dan tekstur.
Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah (Poedjiadi 2006),:
1. Fungsi utamanya sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4
kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah
langsung menjadi enersi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi disimpan dalam
bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem
syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan enersi yang berasal dari
karbohidrat saja.
2.  Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.
3.  Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat
yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi tubuh dan jika tidak
cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di
dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai
penghasil enersi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya
sebagai zat pembangun. Apabila keadaan ini berlangsung terus menerus, maka
keadaan kekurangan enersi dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi.
4.  Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah
terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
5.  Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.
6.  Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa
rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan
merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.
7.  Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna,
mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, memperlancar
defekasi.

2.3. Pembagian Karbohidrat


1. Monosakarida (gula sederhana/saccharum)

4
Monosakarida adalah karbohidrat paling sederhana. Jika dihidrolisis, senyawa-
senyawa monosakarida sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi senyawa gula
menjadi senyawa gula yang lebih sederhana.Contoh: glikosa dan fruktosa
(Kusbandari, 2015)
2. Disakarida
Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang terikat satu sama lain dengan
ikatan glikosidik. Ikatan glikosidik biasanya terjadi antara atom C no. 1 dengan
atom C no. 4 dengan melepaskan 1 mol air. Ikatan glikosidik terdapat pada gugus
fungsi dalam karbohidrat, yaitu gugus aldehid pada glukosa dan gugus keton pada
fruktosa. Disakarida dapat terbentuk dari hasil antara proses hidrolisis
oligosakarida dan poli sakarida. Disakarida biasanya larut dalam air (hidrofilik).
Beberapa contoh disakarida yakni (Lonte, 2013):
1. Sukrosa.
Sukrosa terdapat dalam batang tebu, bit, sorgum, nanas dan wortel.
Hidrolisis dengan enzim sukrase menghasilkan glukosa dan fruktosa
2. Laktosa.
Laktosa (gula susu) terdapat dalam air susu hewan mamalia. Pada proses
hidrolisis menggunakan asam atau enzim lactase, dihasilkan glukosa dan
galaktosa
3. Maltosa.
Maltose termasuk gula pereduksi yang dapat diperoleh dari amilum,
glikogen, dan biji gandum yang sedang berkecambah. Hidrolisis maltose
menghasilkan dua molekul glukosa (gukosa + glukosa = maltose).
3. Oligosakarida.
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai moleku 2-10 monosakarida,
yaitu trisakarida yang terdiri dari 3 molekul monoskarida dan tetrasakarida yang
terbentuk dari empat molekul monosakarida. Salah satu trisakarida penting adalah
rafinosa tang terdiri atas tiga molekul monoakarida yamg berikatan yaitu
galaktosa-glukosa-fruktosa. Ikatan tersebut terbentuk antara atom karbon nomor 1
pada galaktosa dengan atom karbon 6 pada glukosa (Kimball, 1999).
4. Polisakarida.

5
Polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida, sehingga molekul
polisakarida mempunyai berat molekul hingga beberapa ratus ribu. Polisakarida
yang dihasilkan antara monosakarida sejenis (satu macam monosakarida) disebut
homo polisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut
heteropolisakarida. Polisakarida pada umumnya berupa senyawa putih dan tidak
berasa manis. Beberapa polisakarida dapat larut dalam air (Kimball, 1999).
1. Pati (amilum atau zat tepung)
Pati merupakan cadangan makanan pada biji, akar, batang, dan umbi. Zat
pati terdiri atas rantai-rantai tidak bercabang (amilosa) dan rantai-rantai
yang bercabang (amilopektin). Pati merupakan homopolimer glukosa
dengan ikatan alfa-glikosidik. Berbagai macam pati tidak sama sifatnya,
tergantung dari panjang rantai C-nya, serta apakah lurus atau bercabang
rantai molekulnya. Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan
air panas. Fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi tidak terlarut disebut
amilopektin (Dwidjoseputro, 1992).
2. Glikogen.
Glikogen juga sering disebut gula otot, karena jenis gula ini banyak
ditemukan dalam otot dan hati vertebrata, yang berfungsi sebagai cadangan
makanan. Glikogen menunjukkan sifat kimia yang sama dengan zat tepung.
Zat ini dapat larut oidal dalam air dingin, tetapi tidak membentuk gel-gel
seperti pada kanji. Larutan koloidal glikogen tidak menunjukkan daya
reduksi yang kuat terhadap larutan fehling. Hidrolisis dengan asam-asam
encer menghasilkan glukosa, sedangkan hidrolisis dengan amilosa terutama
menghasilkan maltose (Dwidjoseputro, 1992).
3. Selulosa.
Selulosa merupakan serat-serat panjang yang bersama-sama
hemiselulosa, pektin, dan protein membentuk struktur jaringan yang
memperkuat dinding sel tanaman. Atau dapat dikatakan selulosa merupakan
penyusun utama dinding sel tumbuhan.. Selulosa dapat diubah oleh asam
sulfat menjadi hasil yang dapat larut, jika larutan ini diencerkan dengan air
dan direbus, terjadi hidrolisis dan terbentuk glukosa sebagai hasil akhir.
Selulosa tudak dapat larut dalam air, tetapi dapat larut dalam

6
pelarut Schweitzer (larutan kuprioksida-amonia). Tidak seperti amilum,
selulosa tidak dapat dicerna ileh perut manusia atau mamalia lainnya, tetapi
dapat dicerna oleh sapi dan dan hewan ruminansia lain dengan prtolongan
bakteri (Dwidjoseputro, 1992).
4. Pektin.
Pektin secara umum terdapat dalam dinding sel primer tanaman,
khususnya di sela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa pektin
berfungsi sebagai perekat antara dinding sel satu dengan yang lain. Pada
umumnya senyawa pektin dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok
senyawa yaitu asam pektat, asam pektinat (pektin), dan protopektin
(Dwidjoseputro, 1992).

7
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Pada praktikum Karbohidrat dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada
hari Jum’at, 23 Maret 2018 pada jam 07.30 – 09.10 WIB.

3.2. Alat dan Bahan


Pada praktikum Karbohidrat, alat yang digunakan yaitu pipet tetes, tabung
reaksi , hot plate dan stirrer, gelas beaker, stopwatch, senter, rak tabung reaksi
dan label.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu susu cair UHT, santan, larutan gula,
pereaksi molisch, pereaksi molisch, pereaksi barfoed, air, H2SO4 dan
fosfomolibdat.

3.3. Cara Kerja


Adapun cara kerja pada praktikum kali ini yaitu:
3.3.1. Uji molisch
1. Alat dan bahan disiapkan
2. Sebanyak 2,5 ml larutan yang akan diperiksa (Santan, susu, larutan
gula) dimasukkan kedalam tabung reaksi.
3. Kemudian 2 tetes pereaksi molisch ditambahkan kedalam masing-
masing tabung reaksi
4. 3 ml H2SO4 ditambahkan kedalam masing-masing tabung reaksi secara
perlahan melalui dinding tabun reaksi
5. Perubahan warna diamati, jika reaksi positif maka warna larutan akan
berubah menjadi ungu kemerah-merahan dan jika reaksi negative maka
warna larutan akan berubah menjadi hijau

8
3.3.2. Uji Barfoed
1. Alat dan bahan disiapkan
2. Sebanyak 1 ml larutan yang akan diperiksa (Santan, susu, larutan gula)
dimasukkan kedalam tabung reaksi.
3. Kemudian 2 tetes pereaksi barfoed ditambahkan kedalam masing-
masing tabung reaksi
4. Masing-masing tabung reaksi dipanaskan kedalam air mendidih selama
3 menit kemudian didinginkan
5. Setelah itu, 1 ml fosfomolibdat ditambahkan kedalam masing-masing
tabung reaksi. Larutan dikocok dan diamati perubahan warnanya.
Reaksi positif akan membuat larutan berubah warna menjadi biru

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Tabel 1. Hasil Uji Pereaksi Molisch
No Larutan Gambar +/- Keterangan
1. Santan + Terdapat
kandungan
karbohidrat

Ungu muda
2. Susu + Terdapat
kandungan
karbohidrat

Ungu pekat
3. Larutan gula + Terdapat
kandungan
karbohidrat

10
Ungu muda

Tabel 2. Hasil Uji Pereaksi Barfoed


No Larutan Gambar +/- Keterangan
1. Santan + Monosakarida dan
disakarida dapat
dibedakan

Biru pekat
2. Susu + Monosakarida dan
disakarida dapat
dibedakan

Biru muda
3. Larutan gula + Monosakarida dan
disakarida dapat
dibedakan

Biru terang

4.2. Pembahasan

11
Pada praktikum kali ini membahas tentang karbohidrat, dengan menggunakan
reagent uji molisch dan uji barfoed untuk melihat ada dan tidaknya karbohidrat
dalam suatu larutan dan untuk membedakan antara monosakarida dan disakarida
pada larutan santan, susu UHT dan larutan gula. Menurut Kimball (1999),
karbohidrat secara umum didefinisikan senyawa organik yang mengandung
atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Dan pada umumnya unsur hidrogen dan
oksigen dalam komposisi menghasilkan H 2O. Sebagian besar karbohidrat
diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama
sumber makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat selain sebagai
sumber utama energi organisme hidup, juga merupakan sumber karbon untuk
sintesis biomolekul dan sebagai bentuk energi polimerik.
Menurut Dwidjosoeputro (1992), karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam
tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa),
cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan
materi pembangun. Pada proses fotosintesis, tumbuh-tumbuhan
hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat. Karbohidrat merupakan
sumber kalori bagi organisme heterotrof. Menurut Kusbandi (2015), karbohidrat
dibagi kedalam beberapa macam, diantaranya monosakarida, oligosakarida dan
polisakarida. Monosakarida yaitu karbohidrat yang paling sederhana, yaitu rantai
karbonnya sudah tidak bisa dipecah lagi. Adapun yang termasuk kedalam
karbohidrat tipe monosakarida yaitu glukosa, galaktosa, fruktosa, dan lain-lain.
Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang terikat satu sama lain dengan
ikatan glikosidik. Sebenarnya disakarida merupakan salah satu macam dari
oligoskarida yaitu gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang jumlahnya
antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul monosakarida. Sehingga
oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida dan lainnya.  Adapun yang
termasuk kedalam disakarida yaitu sukrosa yang merupakan gabungan dari
glukosa dan fruktosa, laktosa merupakan gabungan dari galaktosa dan glukosa
serta maltosa yang merupakan gabungan dari glukosa dan glukosa. Macam
karbohidrat yang terakhir yaitu polisakarida, merupakan polimer yang tersusun
dari ratusan hingga ribuan satuan monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan
glikosidik.

12
Pada praktikum ini, digunakan 2 reagent uji. Untuk menguji kandungan
karbohidrat digunakan uji molisch yaitu uji kimia yang digunakan untuk
menunjukkan adanya karbohidrat. Semua jenis karbohidrat mulai dari
monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida menunjukkan reaksi
positif dengan uji ini. Senyawa-senyawa seperti asam nukleat dan glikoprotein
juga positif dengan uji molisch karena mengandung karbohidrat. Sedangkan uji
yang kedua ditujukan untuk membedakan antara disakarida dan monosakarida
dengan menggunakan uji barfoed. Hal pertama yang dilakukan pada praktikum
kali ini yaitu dijelaskan terlebih dahulu tentang karbohidrat serta uji molisch dan
barfoed oleh asisten laboratorium kepada praktikan agar praktikan tidak merasa
kesulitan dan tidak melakukan kesalahan pada saat praktikum dilakukan.
Uji yang pertama kali dilakukan yaitu uji molisch pada bahan seperti santan,
susu dan larutan gula dengan dibantu alat-alat seperti pipet tetes, rak tabung
reaksi, tabung reaksi. Langkah pertama yang dilakukan yaitu dimasukkan larutan
yang akan diuji yaitu santan, susu dan larutan gula kedalam tabung reaksi masing
masing 2,5 ml atau kurang lebih 50 tetes dengan menggunakan pipet tetes. Pada
saat menuangkan larutan yang berbahaya ataupun tidak berbahaya dianjurkan agar
dilakukan dengan benar yaitu dengan memiringkan tabung reaksi agar tetesan
larutan tidak langsung menyentuh dasar tabung rekasi melainkan melewati
dinding tabung terlebih dahulu. Kemudian, 2 tetes pereaksi molisch dimasukkan
kedalam masing-masing tabung reaksi, lalu sebanyak 3 ml H2SO4 ditambahkan
kedalam masing-masing tabung teaksi secara perlahan melalui dinding tabung.
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Poedjiadi (2006),
Apabila asam pekat ditambahkan pada larutan sampel secara hati-hati melalui
dinding tabung reaksi, akan terbentukdua lapisan zat cair. Pada batas kedua
larutan cair ini akan terbentuk cincin ungu karena kondensasi furfural dengan α-
naftol. Jika langsung ke larutan maka akan merusak langsung karbohidrat dan
yang terbentuk adalah warna ungu pada larutan. Selain itu, pemberian
melaluidinding akan memberikan bentuk cincin yang sempurna. Setelah
datambahkan dengan larutan H2SO4, kemudian amati perubahan yang terjadi pada
larutan, jika reaksi positif maka arutan akan berubah menjadi warna ungu
kemerah-merahan, dan jika reaksi negatif, maka larutan akan berubah warna

13
menjadi hijau. Pada praktikum uji molisch ini perubahan warna santan hingga
menjadi berwarna ungu muda yaitu pada 40 s pada susu terjadi perubahan sampai
menjadi warna ungu pekat pada menit ke 4,16 dan pada larutan gula pada menit
ke 3,09 detik.
Dari pengujian uji molisch yang telah dilakukan, didapatkan hasil pada larutan
santan terjadi perubahan warna yaitu menjadi ungu muda sehingga bisa dipastikan
bahwa didalam santan terdapat kandungan karbohidratnya dan hasil reaksi positif.
Selanjutnya pada larutan susu, terjadi perubahan warna juga yaitu menjadi ungu
pekat dan pada larutan gula terjadi perubahan warna menjadi ungu meda. Dari
hasil diatas, maka dapat dipastikan bahwa pada semua bahan yang digunakan
pada praktikum kali ini mengandung karbohidrat. Dan dari perubahan warna yang
terjadi, maka susu memiliki kandungan karbohidrat yang lebih banyak daripada
santan dan larutan gulu karena perubahn warnanya yaitu ungu tua sedangkan
larutan gula dn santan warnanya hanya ungu muda.
Setelah uji untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat dalam bahan yang
digunakan yaitu uji molisch dilakukan dan menunjukkan bahwa semua bahan
mengandung karbohidrat, selanjutnya dilakukan uji untuk menentukan bisa atau
tidaknya monosakarida dan disakarida dibedakan dengan cara uji barfoed.
Pertama-tama, sebanyak 1 ml larutan yaitu santan, susu dan larutan gula
dimasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi kemudian dimasukkan 1 ml
pereaksi barfoed ke tabung masing-masing. Kemudian setelah itu, tabung-tabung
tersebut dimasukkan kedalam gelas beaker yang didalammya terdapat air yang
sedang dipanaskan dengan menggunakan hot plate dan stirrer selama 3 menit,
setelah itu keluarkan tabung reaksi dan masukkan 1 ml fosfomolibdat pada tabung
kemudian dikocok tabung reaksi hingga terjadi perubahan warna pada larutan.
Jika reaksi yang dilakukan positif, maka larutan akan berubah warna menjadi biru.
Pada uji barfoed ini, didapatkan hasil pada santan, terjadi perubahan warna
menjadi biru pekat, pada susu berubah menjadi biru muda dan pada larutan gula
berubah warna menjadi biru terang. Namun pada uji ini, tidak terdapat endapan
merah ada dasar tabung reaksinya sehingga bukan termasuk golongan disakrida.
Hal ini sesuai dengan penjelasn Nikku (2010), karena pada percobaan uji
barfoed, karbohidrat direduksi pada suasana asam. Dalam asam, polisakarida atau

14
disakarida akan terhidrolisis parsial menjadi sebagian kecil monomernya. Hal
inilah yang menjadi dasar untuk membedakan antara monosakarida,
oligosakarida/disakarida, dan polisakarida. Monomer gula dalam hal ini bereaksi
dengan fosfomolibdat membentuk senyawa berwarna biru. Reaksi ini positif
untuk monosakarida. Dibanding dengan monosakarida, polisakarida yang
terhidrolisis oleh asam mempunyai kadar monosakarida yang lebih kecil, sehingga
intensitas warna biru yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan larutan
monosakarida. Disakarida juga akan memberikan hasil positif pada larutan
memberikan warna biru dan bagian bawah terdapat endapan kemerahan bila
dididihkan cukup lama hingga terjadi hidrolisis.

15
BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan
Dari praktikum yang diakukan, dapat ditari kesimpulan bahwa karbohidrat
adalah adalah suatu senyawa yang terdiri dari molekul-molekul karbon (C),
hydrogen (H) dan oksigen (O) atau karbon dan hidrat (H 2O) sehingga dinamakan
karbo-hidrat. Karbohidrat banyak ditemukan pada tumbuhan karena merupakan
salah satu hasil dari proses fotosintesis. Karbohidrat memiliki banyak fungsi,
diantaranya yaitu sebagai sumber energy, sebagai sumber serat dan lain-lain.
Karbohidrat menurut rantai penyusunya dibagi menjadi 3 yaitu monosakarida,
oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida yaitu karbohidrat yang paling
sederhana contohnya glukosa, galaktosa. Oligosakarida yaitu karbohidrat yang
terdiri dari 2 sampai 8 monosakarida, dan dibedakan menjadi disakarida,
contohnya yaitu maltosa, laktosa dan sukrosa. polisakarida, merupakan
polimer yang tersusun dari ratusan hingga ribuan satuan monosakarida yang
dihubungkan dengan ikatan glikosidik. Uji molisch adalah uji untuk menentukan
ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam suatu bahan. Uji ini merupakan uji
kualitatif yang menunjukan adanya cincin ungu jika ada karbohidrat dalam bahan
pangan. Pada praktikum ini, semua bahan didalamnya terdapat kandungan
karbohidrat karena menunjukkan perubahan warna menjadi ungu kemerah-
merahan. Uji barfoed yaitu uji untuk menentukan dan membedakan antara
monosakarida dan disakarida

5.2. Saran
Saran saya dalam praktikum karbohidrat ini adalah uji karbohidrat
merupakan suatu uji yang sangat dasar dan penting yang harus dikuasai oleh
seorang praktikan karena tidak dapat dipungkiri bahwa karbohidrat adalah salah
satu hal penting. Oleh karena itu, praktikan disarankan harus serius dalam
melakukan praktikum tentang Karbohidrat ini.

16
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A. 2000. Biologi Edisi Lima . Jakarta. Erlangga.


Dwidjoseputro, D.1992, Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama.
Kimball, J. W. 1999. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.
Kusbandari, Aprilia. 2015. Analisis Kualitatif Kandungan Sakarida Dalam
Tepung dan Pati Umbi Ganyong (Canna Edulis Ker.). Jurnal Pharmaҫiana,
Vol. 5, No. 1
Londe. 2013. Perbandingan Kadar Glukosa Sebelum dan Sesudah Aktivitas
Fisik Intensitas Berat. Jurnal Biologi. Vol. 3. No. 1.
Nikku. 2010. Uji Identifikasi Karbohidrat. (http://nikku92.wordpress.com /2010 /
11/19/uji-identifikasi-karbohidrat/). Diakses pada tanggal 25 Maret 2018
Poedjiadi, Anna, 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta. Universitas Indonesia
PRESS
Purwo, Arbianto. 1993. Konsep-konsep Dasar Biokimia. Bandung: Kimia Farma-
Institut Teknik Bandung.

iv
LAMPIRAN

Lampiran 1. Susu, santan dan larutan gula

Lampiran 2. Pereaksi molisch, barfoed dan fosfomolibdat

Lampiran 3. Memanaskan air dengan menggunakan hot plate & stirrer

v
Lampiran 4. Proses memasukkan larutan pada tabung reaksi

Lampiran 5. Proses pemanasan larutan pada uji barfoed

Lampiran 6. Larutan susu yang sudah diberi pereaksi molisch pada uji molisch

vi
Lampiran 7. Larutan gula yang sudah diberi pereaksi molisch pada uji molisch

Lampiran 8. Larutan santan yang sudah diberi pereaksi molisch pada uji molisch

Lampiran 9. Larutan susu yang sudah diberi pereaksi barfoed pada uji barfoed

vii
Lampiran 10. Larutan gulayang sudah diberi pereaksi barfoed pada uji barfoed

Lampiran 11. Larutan santan yang sudah diberi pereaksi barfoed pada uji barfoed

viii