Anda di halaman 1dari 42

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

World Health Organization (WHO) dan United Nations Childrens

Fund (UNICEF) merekomendasikan agar ibu menyusui bayinya saat

satu jam pertama setelah melahirkan dan melanjutkan hingga usia 6

bulan pertama kehidupan bayi. Pengenalan makanan pelengkap dengan

nutrisi yang memadai dan aman diberikan saat bayi memasuki usia 6

bulan dengan terus menyusui sampai 2 tahun atau lebih. Pemberian

ASI memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Beberapa manfaat

ASI bagi bayi yaitu sebagai perlindungan terhadap infeksi

gastrointestinal, menurunkan risiko kematian bayi akibat diare dan

infeksi, sumber energi dan nutrisi bagi anak usia 6 sampai 23 bulan,

serta mengurangi angka kematian di kalangan anak-anak yang

kekurangan gizi. Sedangkan manfaat pemberian ASI bagi ibu yaitu

mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara, membantu

kelancaran produksi ASI, sebagai metode alami pencegahan

kehamilan dalam enam bulan pertama setelah kelahiran, dan

membantu mengurangi berat badan lebih dengan cepat setelah kehamilan

(WHO, 2016).

Bagi bayi merupakan makanan yang paling sempurna, dimana kandungan

Gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang

1
optimal. ASI juga mengandung zat untuk pertumbuhan dan

perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (mencegah dari berbagi

penyakit) dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara ibu dan

bayiPada kenyataannya, pengetahuan masyarakat tentang ASI Ekslusif

masih sangat kurang, misalnya ibu sering memberikan makanan padat

kepada bayi yang berumur beberapa hari atau beberapa minggu seperti

memberikan nasi yang dihaluskan atau pisang (Irwan,2011).

Penyebab umum kegagalan pemberian ASI ekslusif adalah gencarnya

promosi iklan susu formula melalui media misalnya televisi menjadi

penyebabnyamenurunya jumlah bayi untuk mendapatkan ASI ekslusif.

Banyak ibu-ibu yang tidak percaya diri dengan manfaat kandungan ASI

akibat pengaruh iklan yang mengidiealkan kandungan zat gizi terdapat

dalam susu formula (Wiji,2013).

Pedomaninternasional seperti world health organization(WHO) dan

united nations emergency childrens find (UNICEF) yang menganjurkan

ASI ekslusif selama 6 bulan pertama di dasarkan pada bukti ilmiah

tentang manfaat pemberian ASI yang berguna bagi daya tahan tubuh bayi.

Oleh sebab itu penyuluhan kesehatan tentang ASI ekslusif di targetkan

kesemua masyarakat,baik masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan

(Muryunani,2012).

Pemerintah indonesia khususnya departemen kesehatan telah mengadopsi

pemberian ASI Ekslusif 6 bulan sesuai rekomendasi dariWorld Health

Organization (WHO) danUnited Nations Emergency childrens

2
find(UNICEF), sebagai salah satu program perbaikan gizi bayi dan balita

sasaran program yang ingin di capai dalam indonesia sehat 2015 adalah

sekurang kurangnya 80% ibu menyusui memberikan ASI Ekslusif

(Damanik,2015).

Keberhasilan pembangunan kesehatan merupakan salah satu domain

dalamHuman Development Indexberperan penting dalam meningkatkan

kwalitas sumber daya manusia suatu negara. Empat dari seluruh

komitmen yang dicetuskan oleh negara-negara perserikatan bangsa-bangsa

(PBB) dalam Milenium Developmen Goals (MDGS) Terkait erat dengan

masalah Kesehatan ibu dan anak. Program kesehatan ibu dan anak

menjadi sangat penting karna ibu dan anak menjadi sangat penting karena

ibu dan anak merupakan unsur penting pembangunan, hal ini mengandung

pengertian bahwa dari seorang ibu akan dilahirkan seorang penurus

bangsa (Prasetyawati,2012).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010

menunjukan pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan

presentasi bayi menyusu Eksklusif sampai 6 bulan hanya 15,3% dari

56,5%. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong

peningkatan pemberian ASI masih sangat rendah (Muryunani,2012).

Berdasarkan data Survey Kesehatan dan Demografi Indonesia

(SKDI) tahun 2016, juga menyatakan kalau jumlah pemberian ASI

Ekslusif sangat menurun. Presentase pola menyusui umur 0 39,8%

menyusui Ekslusif 5,1%, menyusui predominan 55,1%. Presentase

3
menyusui Ekslusif semakin menurun dengan meningkatnya kelompok

umur bayi. Pada bayi yang berumur 5 bulan menyusui Ekslusif

hanya 15,3%, menyusui predominan 1,5% dan menyusi parsial 83,2%

Presentase cakupan pemberian ASI ekslusif di Provinsi Sulawesi

tengah dari tahun 2016sampai tahun 2017, cakupan terendah bayi yang

memperoleh ASI ekslusif yaitu kabupaten banggai laut sebesar (42,54%)

Tahun 2016sedangkan tahun 2017 terdapat 3 kabupaten dengan

presentase terendah masing-masing Kabupaten Banggai (46,7%),

Kabupaten Donggala(47,15%), Kabupaten Parigi Moutong (50,2%)

(Dinkes sulawesi tengah,2017).

Berdasarkan hasil wawancara padatanggal 6 mei 2018, kepada 5

orang ibu dengan primigravida baru pertama melahirkan dan observasi

kepada anaknya di dusun Wana Keluruhan TIpo Kecamatan Ulujadi Kota

Palu, bahwa minat ibu dalam pemberian ASI Ekslusif sangat kurang,

dikarenakan ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan kurangmengkonsumsi

makanan yang bergizi dikarenakan faktor ekonomi, jadi kebiasaan ibu

mengkonsumsi Makanan seperti ubi, pisang, dan ibu memberikan

makanan dan minuman kepada bayi setelah lahir seperti pisang,

larutan gula dan air mineral dengan alasan bayi akan kelaparan dan

kehausan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang

pentingnya pemberian ASI Ekslusif.

Berdasarkan latar belakang di atas, penelti tertarik untuk melakukan

penelitian tentang Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap

4
ibu tentang pemberian ASI Ekslusif di Dusun Wana Kelurahan Tipo

Kecamatan UlujadiKota Palu.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah ‘’Apakah ada

pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang

pemberian ASI Ekslusif di Dusun Wana, Kelurahan Tipo Kecamatan

ulujadi Kota Palu.?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Diketahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap

ibu tentang pemberian ASI Ekslusif di dusun Wana, Kelurahan Tipo

Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

2. Tujuan Khusus

a) Diketahuinya pengetahuan Ibu sebelum dan sesudah diberikan

penyuluhan dalam pemberian ASI Ekslusif dusun Wana, Kelurahan

Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

b) Diketahuinya sikap ibu sebelum dan sesudah di berikan

penyuluhandalam pemberian ASI Ekslusif dusun Wana,

Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

c) Diketahuinya pengaruh penyuluhan dalam pemberian ASI

Ekslusif dusun Wana, Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi Kota

Palu.

D. Manfaat Penelitian

5
1. Bagi Dusun Wana

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk

dapat meningkatkan pengetahuan ibu primigravida yang

memiliki bayi 0-6 bulan dan sikap ibu dalam pemberian ASI

Ekslusif.

2. Bagi sekolah tinggi ilmu kesehatan indonesia jaya palu.

Sebagai bahan masukan untuk menambah wawasan informasi

dan panduan peneliti lebih lanjut mengenai pengaruh

penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap ibu primigravida

yang memiliki bayi 0-6 bulan tentang pemberian ASI Ekslusif.

3. Bagi peneliti selanjutnya.

Mendapat pengalaman untuk mengetahui pengaruh penyuluhan

terhadap pengetahuan dan sikap ibu primigravida yang

memiliki bayi 0-6 bulan tentang pemberian ASI Ekslusif.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Tentang ASI Ekslusif

1. Pengertian ASI Ekslusif

6
ASI Ekslusif menyusui bayi secara murni, yang di maksud

secara murni adalah bayi yang di beri ASI selama 0-6 bulan

tanpa tambahan cairan apapun., seperti susu formula, jeruk,

madu, air teh, air putih dan tanpa pemberian makanan tambahan

lain seperti pisang, bubur, biskuit, atau nasi (wiji,2015).

ASI Ekslusif adalah bayi yang di berikan ASI saja selama

6 Bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula,

jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa pemberian makanan

tambahan lain seperti pisang, bubur, biskuit, atau nasi. Setelah 6

bulan baru boleh di berikan makanan pendamping ASI (MP-

ASI). ASI dapat diberikan sampai anak usia 2 tahun atau lebih

(Kristiyanasari,2015).

ASI Ekslusif adalah pemberian makanan ASI sejak Bayi

dilahirkan sampai bayi berumur 6 Bulan. Selama itu bayi di

harapkan dapat mendapatkan tambahan cairan lain seperti susu

formula, jeruk, madu, air teh, air putih. Pada pemberian ASI

Ekslusif bayi juga dapat di berikan makanan tambahan seperti

pisang, biskuit, bubur dan nasi, dan sebagainya. ASI Ekslusif di

harapkan dapat diberikan sampai 6 bulan. Pemberian ASI secara

benar akan dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai usia 6

bulan, tanpa makanan pendamping (Maryunani, 2014).

2. Pemberian ASI Ekslusif

7
Pemberian ASI Ekslusif pada bayi di anjurkan tanpa jadwal

(ondemand) kapanpun bayi merasa lapar setidaknya bayi tersebut

segera menyusui (sulistiowati, 2012).

Menurut suryoprayogo (2011) untuk mencapai pemberian ASI

Ekslusif WHO DAN UNICEF merekomendasikan metode 3

langkah yaitu :

a. Menyusui segera setelah melahirkan.

b. Tidak memberikan makanan apapun pada bayi.

c. Menyusui sesering dan sebanyak yang diinginkan bayi.

3. Manfaat pemberian ASI Ekslusif

(Kristianasari, 2011)Menjelaskan bahwa Memberikan ASI Ekslusif

pada bayi sangatlah penting dilakukan oleh seorang ibu minimal

sampai bayi berusia 2 tahun. Adapun manfaat pemberian ASI

adalah :

a. Bagi Bayi

1) Dapat memulai kehidupan dengan baik

Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai berat badan yang

baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik

dan mengurangi obesitas.

2) Mengandung antibodi.

Mekanisme pembentukan antibodi pada bayi adalah sebagai

berikut: apabila ibu mendapatkan infeksi maka tubuh ibu

akan mendapatkan antibodi dan akan disalurkan dengan

8
bantuan jaringan limposit. Antibodi payudara disebut dengan

mamae assosiaced immacomptent lhmhoid tissue (MALT).

Dalam tinja bayi yang mendapat ASI terdapat antibodi bakteri

E.coli dalam konsentrasi yang tinggi sehingga jumlah bakteri

E.coli juga pernah dibuktikan adanya antibodi terhadap

sanmonella thypi, shigela dan antibodi terdapat virus polio dan

campak.

3) ASI mengandung dalam komposisi yang tepat.

Berbagai bahan makanan yang baik untuk bayi yaitu terdiri

dari proposi yang seimbang yang cukup kuantitias semua zat

gizi yang di butuhkan kehidupan 6 bulan pertama.

4) Memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi adanya ikatan

anatara ibu dan bayi.

Hubungan fisik ibu dan bayi, baik untuk perkembangan bayi

kontak kulit ibu ke kulit bayi yang menggakibatkan

perkembangan psikomotor maupun sosial yang lebih baik.

5) Terhindar dari alergi.

Pada bayi baru lahir sistem igE belum sempurna. Pemberian

susu formula akan merangsang aktivitas sistem ini dan dapat

menimbulkan alergi. ASI tidak menimbukan efek ini

pemberian protein asing yang di tunda sampai umur 6 bulan

kemungkinan akan mengurangi alergi.

6) ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi

9
Lemak pada asi lemak yang tak jenuh yang mengandung

omega 3 untuk pematangan sel-sel otak sehinga jaringan otak

pada bayi yang mendapat ASI Ekslusif akan tumbuh optimal

dan terbebas dari rancangan kejang sehingga menjadikan anak

lebih cerdas dan terhindardari kerusakan sel-sel saraf menyusui

juga membantu perkembangan otak.

b. Bagi ibu

1) Aspek kontrasepsi

Hisapan mulut bayi pada puting susu ibu merangsang ujung

saraf sensorik sehingga post anterior hipofise mengeluarkan

prolaktin. Prolaktin masuk keindung telur, menekan produksi

estrogen akibatnya tidak ada ovulasi.

Menjarangkan kehamilan, pemberian ASI memberikan 98%

metode kontrasepsi yang efisien selama 6 bulan pertama

sesudah kelahiran bila diberikan hanya ASI Ekslusif jika

belum terjadi kembali menstruasi.

2) Aspek kesehatan ibu

Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya

oksitosin oleh kelenjar hopofisis. Oksitosin membantu involusi

uterus dan mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan.

Penundaan haid dan berkurangnya pendarahan mengurangi

prevelensi anememia defesiensi besi. Kejadian karsinoma

mammae pada ibu yang menyusui lebih rendah di bandingkan

10
yang tidak menyusui. Mencegah kanker yang di peroleh ibu

yang menyusui anaknya seara ekslusif. Penelitiaan

membuktikan ibu yang memberikan ASI secara Ekslusif sangat

berisiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium 25%

Lebih kecil di bandingkan tidak menyusui seacara Ekslusif.

3) Aspek penurunan berat badan

Ibu yang menyusui ekslusif lebih mudah kembali berat

badannya semula seperti sebelum melahirkan. Pada saat hamil

berat badan bertambah besar, selain ada janin terjadi

penimbunan lemak dalam tubuh , cadangan lemak ini memang

disediakan untuk proses ASI. Dengan menyusui tubuh akan

menghasilkan ASI lebih banyak lagi sehingga timbunan lemak

yang berfungsi sebagai tenaga cadangan tenaga akan terpakai.

Dan jika timbunan lemak menyusut maka berat badan ibu

cepat kembali seperti semula seperti pada waktu belum hamil.

4) Aspek psikologi

Keuntungan menyusui bukan hanya bermanfaat bagi

bayi tetapi juga untuk ibu. Ibu akan merasakan bangga dan

diperlukan rasa yang dibutuhkan oleh setiap manusia.

c. Bagi keluarga

1) Aspek Ekonomi

ASI tidak perlu di beli sehingga dana yang seharusnya di

gunakan untuk membeli susu formula dapat di gunakan untuk

11
keperluan lain. Selain itu penghematan juga di sebabkan

karena bayi yang dapat ASI jarang sakit sehingga mengurangi

biaya rumah sakit.

2) Aspek psikologi

Kebahagiaan keluarga bertambah, karena kelahiran lebih

jarang sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat

mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga.

3) Aspek kemudahan

Menyusui sangat praktis, karena diberikan dimana saja, dan

kapan saja. Keluarga tidak perlu repot menyediakan air masak,

botol, dan dot yang harus perlu di bersihkan dan minta

bantuan kepada orang lain.

d. Bagi negara

1) Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi

Adanya faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI

menjalin status gizi serta kesakitan anak menurun beberapa

penelitian epidemologi menyatakan bahwa ASI melindungi

bayi dari penyakit infeksi misalnya, diare, otitismedia, dan

saluranan pernapasan akut bagian bawah.

2) Menghemat devisa negara

ASI di anggap sebagai kekayaan nasional. Jika semua ibu

menyusui, diperkirakan dapat menghemat devisa sebesar 8,6

12
miliar yang seharusnya di pakai untuk pembelian susu

formula.

3) Mengurangi subsidi untuk rumah sakit

Subsidi untuk rumah sakit berkurang, karena rawat gabung

akan memperpendek rawat ibu dan bayi, mengurangi

komplikasi persalinan dan infeksi nosokomial serta mengurangi

biaya yang diperlukan untuk perawatan anak sakit. Anak yang

mendapat ASI lebih jarang masuk dirumah sakit di

bandingkan anak yang mendapatkan susu formula.

4) Peningkatan kwualitas generasi menurun.

Anak yang mendapat ASI tumbuh kembang secara optimal

sehingga genari penurus bangsa akan terjamin.

4. Komposis ASI

(Wiji,2013) komposisi ASI tidak dapat disamakan dengan

komposisi susu formula ataupun makanan padat lainnya.

Karna pada susu formula ataupun makanan padat tidak

memiliki komposisi yang lengkap seperti yang terdapat

pada ASI.

Adapun komposisi ASI adalah sebagai berikut :

a. Karbohidrat

Laktosa (gula susu) merupakan bentuk utama karbohidrat

dalam ASI dimana keberadaanya secara proposional lebih

13
besar jumlahnya dari pada susu sapi. Laktosa membantu

bayi menyerap kalsium dan mudah bermetabolisme menjadi

gula biasa (galaktoda dan glukosa) yang diperlukan bagi

pertumbuhan otak yang cepat yang terjadi pada masa bayi.

b. Protein

Protein utama dalam ASI adalah air didih, mudah dicerna,

air didih menjadi kerak lembut dari mana bahan-bahan gizi

siap dicerna dalam aliran darah air.

c. Lemak

Lemak mengandung separuh kalori ASI. Salah satu dari

lemak tersehubut adalah kolestrol diperlukan bagi

perkembangan normal sistem bayi. Yang meliputi otak.

Kolestrol meningkatkan pertumbuhan lapisan khusus pada

saraf selama berkembang dan menjadi sempurna. Asam

lemak yang cukup kaya dalam keperbedaan ASI. Juga

memberikan kontribusi bagi pertumbuhan otak dan saraf

yang sehat. Asam lemak poli tak jenuh seperti

decosahexaconic acid (DHA). Pada ASI membantu

perkembangan penglihatan.

d. Vitamin

1) Vitamin A

ASI mengandung vitamin A dan betakarotenyang cukup

tinggi. Selain berfungsi untuk kesehatan mata, vitamin A

14
juga berfungsi mendukung pembedahan sel, kekebalan tubuh

dan pertumbuhan. Inilah alasan bahwa bayi yang mendapat

ASI mempunyai tumbuh kembang dan daya tahan tubuh

yang baik.

2) Vitamin D

ASI hanya sedikit mengandung vitamin D sehinga dengan

pemberian ASI Ekslusif ditambah dengan membiarkan bayi,

terpapar sinar matahari pagi, hal ini mencegah bayi dari

penyakit tulang karna kekurangan vitamin D.

3) Vitamin E

Salah satu keuntungan ASI adalah mengandung vitamin E

yang cukup tinggi, terutama pada kolestrum dan ASI

transisi awal. Fungsi baiknya vitamin E adalah untuk

ketahanan dinding sel darah merah.

4) Vitamin K

Vitamin K jumlahnya sangat sedikit sehinga perlunya

tambahan vitamin K yang biasanya dalam bentuk suntikan.

Vitamin K berfungsi sebagai faktor pembukuan darah.

5) Vitamin yang larut dalam air

Hampir semua vitamin yang larut dalam air terdapat dalam

ASI. Diantaranya vitamin B, vitamin C, dan asam folat.

Kadar vitamin B1 dan vitamin B2 cukup tinggi dalam ASI,

tetapi vitamin B6 dan B12 serta asam folat rendah

15
terutama pada ibu yang kurang gizi sehingga ibu yang

menyusui perlu tambahan vitamin ini.

e. Mineral

Mineral dalam ASI memiliki kualitas yang lebih baik dan

mudah diserap dibanding mineral yang terdapat dalam

susu sapi. Mineral yang cukup tinggi terdapat dalam ASI

dibandingkan susu sapi dan susu formula adalah selenium

yang berfungsi mempercepat pertumbuhan anak.

f. Air

Air merupakan bahan pokok terbesar dari ASI (sekitar 87

persen) air membantu bayi memelihara suhu tubuh mereka.

Bukan pada iklan yang sangat panas, ASI mengandung bayi

yang dibutuhkan bayi.

g. Kartinin

Kartinin dalam ASI sangat tinggi. Kartinin berfungsi

membantu proses pembentukan energi yang diperlukan

untuk mempertahankan metabolisme tubuh.

Jika dilihat dari komposisi yang ada pada ASI tersebut,

maka tidaklah heran jika ASI dikatakan makanan yang

terbaik. Karena dari semua komposisi mencakup semua

kebutuhan yang ada pada Bayi yang membutuhkan.

5. Cara agar berhasil memberikan ASI Ekslusif

16
(Maryunani,2013) berikut ini adalah panduan yang dapat di

berikan oleh petugas kesehatan agar ibu berhasil

memberikan ASI Ekslusif :

a. Libatkan suami dalam menyukseskan pemberian ASI,

suami dapat melindungi istri dan bayi jika ada pihak yang

kontra terhadap pemberian ASI

b. Hindari rasa tidak percaya diri, khawatir, gelisah, dan

perasaan tidak nyaman lainnya karena mengakibatkan

menurunnya produksi hormon oksitosin yang penting untuk

produksi ASI.

c. Jaga keseimbangan kedua payudara, sesuai dengan kedua

payudara secara bergantian. Setiap kali memulai, gunakan

payudara yang terakir disusukan.

d. Belajarlah cara memerah ASI dengan tangan, atau

memulai mencari breast pump (pompa ASI) yang sesuai.

e. Menetapkan teknik memerah ASI dengan tangan, atau

menggunakan pompa ASI.

f. Produksi ASI ditentukan oleh aktivitas hormon prolaktin

dikelenjar otak, sehingga yang penting makan bervariasi

untuk memastikan kecukupan zat-zat gizi khususnya zat

mikro. Perbanyak pula mengkonsumsi sayuran yang

mengandung glagtogogue (laktogagum) zat yang dapat

17
meningkatkan dan kelancaran produksi ASI seperti daun

katuk.

g. Sering-seringlah makan skin to skin contac (kontak kulit)

dengan si kecil.

h. Istirahatlah yang cukup, usahakan untuk rileks dan

fokuskan diri untuk memantapkan kegiatan menyusui.

i. Perah ASI di sela-sela menyusui.

6. SOP dari Puskesmas Tipo cara Pemberian ASI Ekslusif 0-6

bulan.

1.Pengertian

ASI yang di berikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6


bulan, tanpa menabah dan mengganti dengan makanan atau
minuman Lain.

2. Tujuan

1. Diperolehnya perubahan prilaku gizi masyarakat untuk selalu


memberikan ASI Ekslusif kepada bayinya sampai berumur 6
bulan.

2. untuk mengetahui presetase jumlah bayi 0-6 bulan mendapat


ASI Ekslusif di suatu wilayah.

3.Di perolehnya Angka ASI Ekslusif secara nasional menjadi


80%.

3.Kebijakan

SK Kepala puskesmas 06/C2/SK/PKM-TIPO/2/2017 Tentang ASI


Ekslusif.

4. Referensi

18
1. Buku pedoman Kerja Puskesmas

2. Pedoman pelayanan Gizi di Puskesmas, kementrian kesehatan


RI, Dirjen Bina Gizi Dan KIA.

3 .Rencana Aksi Akselerasi pemberian ASI Ekslusif 2014-2-2017,


kementrian Kesehatan RI, Ditjen Bina Gizi dan KIA Tahun 2012.

4. Peraturan Pemerintah RI, NO 33 Tahun 2012 tentang


pemberian ASI Eksdlusif, kemenkes RI 2012.

5.Alat dan bahan

1. Buku Registrer

2. Bolpoin

6.Prosedur/ Langkah-Langkah

Kegiatan ini oleh Nutrionis/TPG Puskesmas dan kader terlatih.

a. Persiapan

Data semua bayi 0-6 bulan pada register pencatatan ASI Ekslusif
di tiap posyandu.

b.Pelaksanaan Saat Posyandu

1. Siapkan KMS Balita dan hitung umur bayi dalam bulan penuh
yang akan di recal.

2. Tanyakan Ibu Bayi Sehari sebelumnya sudah diberikan


makanan/ minuman lain.

3. Catat jawaban ibu kedalam KMS balita dalam kolom


pemberian ASI Ekslusif 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 bulan dengan memberikan
tanda-tanda notasi symbol, berikut :

√ : Bayi masih diberi ASI

X : Bayi Sudah diberikan Makanan/ Minuman selain ASI.

A : Bayi tidak datang Penimbangan.

19
4. Pindahkan catatan informasi ASI ke KMS sesuai kode atau
symbol yang telah diisi kedalam register pencatatan ASI
Ekslusif.

7. Unit-Unit Terkait

1.Kader, Kadus.

2. PKK.

3.Gizi.

4. Program Promkes.

5.Bidan Pustu.

8. Dokumen Terkait

Laporan Hasil Kegiatan.


B. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan

1. Pengertian tentang pengetahuan

(Notoatmodjo,2014) pengetahuan adalah hasil tahu

seseorang terhadap objek memulai indra yang dimilikinya

(mata, hidung, telingga, dan sebagainya). Dengan sendirinya

pada waktu pengindraan sehingga menghasilkan pengetahuan

tersebut sangat dipengaruhi oleh insensitas perhatian dan

persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seorang

diperoleh melalui indra pendengaran (telinga), dan indra

pengihatan (mata). Pengetahuan seseorang terhadap objek

mempunyai insensitas atau tingkat yang berbeda-beda seara

garis besarnya dibagi dalam 6 tingkat pengetahuan, yaitu;

a. Tahu (know)

20
Tahu di artikan sebagai recall (memanggil) memanggil

memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu.

Untuk mengetahui atau mengukur bahwa orang tahu sesuatu

dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan.

b. Memahami (comperhension)

Memahami suatu objek bukan sekedar tahu pada objek

tersebut, tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang

tersebut harus dapat menginterprestasikan seara benar tentang

objek yang diketahui orang tersebut.

c. Aplikasi (application)

Aplikasi di artikan apabila orang memahami objek yang

dimaksud dapat menggunakan atau mengaplikasiakan prinsip

yang diketahui tersebut pada situasi yang lain.

d. Analisis (Analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan seseorang untuk

menjabarkan atau memisahkan, kemudian mencari hubungan

antara komponen-komponen yang terdapat dalam suatu

masalah atau objek yang diketahui. Indikasi bahwa seseorang

itu sudah samapai pada tingkat analisis adalah apabila orang

tersebut telah dapat membedakan, atau memisahkan

mengelompokan, membuat diagram (bagan) terhadap

pengetahuan atas objek tersebut.

e. Sintesis (Syentesis)

21
Sintensis menunjuk suatu kemampuan seseorang untuk

merangkum atau meletakan dalam satu hubungan yang logis

dari komponen-komponen pengetahuan yang dimiliki. Dengan

kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun

formulasi-formulasi yang telah ada.

f. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi itu berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk

melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau

objek tertentu. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria

yang di tentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria

yang ada.

(Mubarak dkk,2009) menggukapkan bahwa sebelum orang

menggodopsi prilaku baru, di dalam diri orang tersebut terjadi

proses berurutan, yakni;

1). Kesadaraan (Awernes), dimana orang tersebut menyadari

dalam arti mengetahui terlebihi dahulu terhadap stimulus.

2). Merasa tertarik (Interest), terhadap stimulasi dan objek

tersebut.

3). Evaluasi (Evaluation) menimbang-nimbang terhadap baik

dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya, hal ini sikap

responden sudah lebih baik.

22
4). Mencoba (Trial) dimana subjek dimulai mencoba

melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang di kehendaki oleh

stimulus.

5). Adopsi (Adoption) dimana subjek telah berprilaku baru

sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sifat stimulus.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang

(Notoatmodjo, 2010).

a. Pengalaman

Pengalaman dapat diperoleh dari pengalaman sendiri

maupun orang lain. Pengalaman yang sudah diperoleh dapat

memperluas pengetahuan seseorang.

b. Tingkat pendidikan

Pendidikan dapat membawa wawasan ataupun pengetahuan

seseorang. Secara umum, seseorang yang berpendidikan

lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan lebih luas

dibandingkan dengan seorang yang tingkat pendidikannya

rendah.

c. Keyakinan

Biasanya keyakinan di peroleh seara turun temurun dan

tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Keyakinan ini

bisa mempengaruhi pengetahuan seseorang baik keyakinan

itu sifat positif maupun negatif.

d. Fasilitas

23
Fasilitas-fasilitas sebagai sumber informasi yang dapat

mempengaruhi pengetahuan seseorang, misalnya radio,

televisi, majalah, koran, dan buku.

e. Penghasilan

Penghasilan tidak berpengaruh terhadap seseorang. Namun

bila seseorang berpenghasilan cukup besar, maka dia akan

mampu untuk menyediakan atau membeli fasilitas-fasilitas

sumber informas.

f. Sosial budaya

Kebudayaan setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat

mempengaruhi pengetahuan, persepsi, dan sikap seseorang

terhadap sesuatu.

3. Pengukuran pengetahuan

Mengukur pengetahuan dapat dilakaukan dengan cara

wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi

yang ingin di ukur dari subjek penelitian dan responden.

Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita

ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tingkatan.

Mengukur pengetahuan seseorang tentang apapun yang hanya

dapat di ukur dengan membandingkan. Pengetahuan orang

tersebut dalam kelompoknya dalam berarti luas. Akirnya

dapat ditarik suatu pengertian bahwa yang dimaksud

pengetahuan ialah apa yang telah diketahui dan mampu di

24
ingat semua orang setelah mengalami, menyaksikan,

mengamati atau yang di ajarkan sejak ia lahir samapi dewasa

khusunya setelah ia melalui pendidikan formal dan non

formal (Notoatmodjo,2008).

C. Tinjauan Umum Tentang Sikap

1. Pengertian Sikap

Sikap adalah juga respons tertutup seseorang terhadap stimulus

atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat

dan emosi yang bersangkutan (senang -tidak senang, setuju-

tidak setuju, baik-tidak baik dan sebagainya). Campbell (1950)

mendefinisikan sangat sederhana yakni: ‘’An individual’s

attitude is syindrome of response consistency with regard to

object’’. Jadi jelas disini dikatakan bahwa sikap ibu itu suatu

sindrom atau kumpulan gejala dalam merospons stimulus atau

objek. Sehingga sikap itu melibatkan pikiran, perasaan,

perhatian dan gejala kejiwaan yang lain. (Notoatmodjo,2014)

Newcomb, salah satu ahli psikologi sosial menyatakan bahwa

sikap adalah merupakan kesepian atau kesedihan untuk

bertindak. Dan bukan pelaksanaan motif tertentu. Dalam kata

lain fungsi sikap belum merupakan tindakan (reaksi terbuka)

atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi prilaku

(tindakan), atau reaksi tertutup (Notoatmodjo,2014).

Ada 3 komponen pokok yakni :

25
a. Kepercayaan atau keyakinan, ide, dan konsep terhadap

objek, artinya kepercayaan, keyakinan, dan pendapat atau

pemikiran seseorang terhadap objek.

b. Kehidupan emosional evaluasi terhadap objek, artinya

bagaimana penilaian (terkandung di dalamnya faktor emosi)

orang tersebut terhadap objek.

c. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave), artinya

adalah sikap merupakan komponen yang mendahului

tindakan atau prilaku terbuka. Sikap adalah merupakan

ancangan-ancangan untuk bertindak atau berprilaku terbuka

(tindakan).

Ketiga komponen di atas tersebut secara bersama-sama

membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam

membentuk sikap yang utuh ini pengetahuan, pikiran,

keyakinan, dan emosi memegang peranan penting.

Seperti hal nya pengetahuan, sikap juga mempunyai

tingkat-tingkatnya berdasarkan intensitasnya, sebagai

berikut:

a. Menerima (receiving)

Menerima di artikan bahwa orang atau subjek mau

menerima stimulus yang di berikan (otak).

b. Menanggapi (responding)

26
Menanggapi disini di artikan memberi jawaban atau

tanggapan terhadap pertanyaan atau objek yang dipilih.

c. Menghargai (valuing)

Menghargai di artikan subjek atau seseorang memberikan

nilai yang positif terhadap objek atau stimulus dalam arti

membahasnya dengan orang lain, bahkan mengajar atau

memenuhi atau menganjurkan orang lain merespon.

d. Bertanggung jawab (responsible)

Sikap yang paling tinggi tingkatannya adalah bertangung

jawab terhadap apa yang telah diyakininya. Seseorang telah

mengambil sikap tertentu berdasarkan keyakinannya, dia

harus berani mengambil resiko bila orang lain

mencomohkan atau adanya resiko lain.

2. Pengukuran sikap

Salah satu aspek yang sangat penting guna memahami sikap

dan prilaku manusia adalah masalah pengukapkan (assessment)

atau pengukuran (measurement) sikap. Ada beberapa metode

pengukuran sikap antara lain dengan observasi prilaku,

pertanyaan langsung, pengungkapan langsung dan skala sikap.

Pengungkapkan sikap dalam bentuk self report yang di

anggap paling baik. Hal ini di gunakan dalam menggunakan

daftar pernyataan-pernyataan yang harus di jawab oleh

individu yang disebut skala sikap.

27
Skala sikapattitude scale berupa kumpulan pertanyaan-

pertanyaan mengenai suatu objek sikap. Respon subjek pada

setiap pertanyaan itu kemudian dapat disimpulkan mengenai

arah dan intensitas seseorang. Salah satu sifat skala sikap isi

pernyataan berupa pertanyaan dapat berubah pernyataan

langsung yang jelas tuhuan dan ukurnya responden.

Pernyataan tidak langsung ini biasanya sama dan mempunyai

sifat proyektif. Respon individu terhadap stimulus (pernyataan-

pernyataan) sikap yang berupa jawaban setuju atau tidak

setuju itulah yang menjadi indikator sikap seseorang. Respon

tampak di amati langsung dari jawaban yang di berikan

seseorang merupakan bukti yang satu-satunya kita peroleh dan

itulah yang menjadi dasar untuk menyimpulkan sikap

seseorang (Azwar,2010).

D. Tinjauan Umum Tentang Penyuluhan

1. Pengertian penyuluhan kesehatan

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang

dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan

keyakinan, sehingga tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi

juga mau dan bisa melakukan sesuatu anjuran yang ada

hubungannya dengan kesehatan (kurniawan,2014).

28
Pemberian informasi melalui penyuluhan kesehatan

sebagai bagian sebagai promosi kesehatan dan meningkatkan

pengetahuan tentang kesehatan, pengetahuan kesehatan akan

meningkatan sikap kesehatan dan selanjutnya akan berakibat

terhadap perubahan praktik hidup sehat (Mubarak dkk,2017).

2. Tujuan penyuluhan kesehatan

Tujuan penyuluhan kesehatan adalah tercapainya

perubahan prilaku terhadap masyarakat dalam membina dan

memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat, sera

berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan

optimal, terbentuknya prilaku sehat pada individu, keluarga,

kelompok, dan masyarakat yang sesuai konsep hidup sehat bai

fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka

kesakitan, menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah,

untuk merubah prilaku perseorangan dan masyarakat dalam

bidang kesehatan (Kurniawan, 2014).

3. Metode penyuluhan

Metode yang dapat di pergunakan dalam memberikan

penyuluhan kesehatan adalah (Kurniawan,2014) dalam

Notoatmodjo,2005 :

a. Metode ceramah

29
Adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu

ide pengertian atau pesan secara lisan, kepada sekolompok

sasaran, sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan.

b. Metode diskusi kelompok

Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah disiapkan

tentang suatu topik pembicaraan di antara 5-20 peserta

(sasaran) dengan seseoran pemimpin diskusi yang ditunjuk.

c. Metode curah pendapat

Adalah suatu bentuk pemeahan masalah dimana setiap

anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan

maslah yang terpikirkan oleh masing-masing dan evaluasi

atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian.

d. Metode panel

Adalah pembicaraan yang telah di rencanakan di depan

pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, dibutuhkan 3

orang atau lebih penulis dengan seorang pemimpin.

e. Metode bermain peran

Adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan

manusia dan tanpa diadakan latihan, dilakuakn oleh 2 orang

atau lebih untuk dipakai sabagai bahan pemikiran

kelompok.

30
f. Metode demonstrasi

Adalah suatu cara untuk menunjukan pengertian, ide dan

prosedur tentang suatu hal yang telah di persiapkan dengan

teliti untuk memperlihatkan cara melaksanakan suatu

tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode

ini di gunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar

jumlahnya.

g. Metode simposium

Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 samapi

5 orang dengan topik yang berlebihan tetapi saling

berhubungan erat.

h. Metode seminar

Adalah suatu cara dimana sekelompok orang berkumpul

untuk membahas suatu masalah di bawah bimbingannya

seorang ahli yang menguasai.

E. Landasan Teori

ASI Ekslusif adalah menyusui bayi secara murni, yang di maksud

secara murni adalah bayi yang di berikan ASI saja selama 6 bulan

tanpa tambahan cairan apapun seperti, susu fomula, madu, teh, dan

air putih, dan tanpa pemberian makanan tambahan lainnya seperti,

bubur, biskuit, pisang, nasi(wiji,2013).

Memberikan ASI pada bayi sangatlah penting dilakukan oleh seorang

ibu minimal bayi berusia 2 tahun. Adapun manfaat pemberian ASI

31
adalah bagi Bayi, dapat melalui kehidupan yang baik, mengandung

antibodi, ASI mengandung komposisi yang tepat, mengurangi

kejadian karies dentis, memberikan rasa nyaman dan aman bagi bayi,

dan adanya ikatan antara ibu dan bayi, terhindar dari alergi

membantu perkembangan rahang dan membantu pertumbuhan gigi

karena pergerakan menghisap mulut bayi pada payudara ASI

meningkatkan kecerdasan bagi bayi. bagi ibu, aspek kontrasepsi,

aspek kesehatan ibu, aspek penurunan berat badan, aspek psikologi.

Bagi keluarga, aspek ekonomi, aspek psikologi, aspek kemudahan.

bagi negara, menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi,

menghemat devisa negara mengurangi subsidi untuk rumah sakit

peningkatan kualitas generasi penurus (Kristiyanasari,2012).

Pemberian informasi melalui penyuluhan kesehatan sebagai

bagian dari promosi kesehatan akan meningkatkan pengetahuan

tentang kesehatan. Pengetahuan kesehatan akan meningkat sikap

terhadap kesehatan, dan selanjutnya akan berakibat terhadap

perubahan praktik hidup sehat (Mubarak dkk, 2008)

F. Kerangka Pikir

Kerangka pikir penelitian ini menggambarkan bahwa yang

akan diteliti adalah pengaruh penyuluhan dengan menggunakan

metode cemarah dan leafleat terhadap pengetahuan dan sikap ibu

dalam pemberian ASI Ekslusif. Tingkat pengetahuan dan sikap ibu

32
sebelum penyuluhan diukur dengan (pretest) untuk melihat

sebagaimana jauh pengaruh penyuluhan di ukur dengan (posttest)

untuk lebih jelasnya, kerangka pikir tersebut dibuat dalam skema

sebagaimana gambar dibawah ini:

Dependen Independen Dependen

Pre Intervensi Post

Pengetahuan dan Penyuluhan Pengetahuan


sikap ibu sebelum ceramah dan dan sikap
penyuluhan leafleat ibu setelah
penyuluhan

Gambar 2.1 kerangka pikir

G. Hipotesis

1. Ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu dalam

pemberian ASI Ekslusif di Dusun Wana Kelurahan Tipo

Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

2. Ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu tentang

pemberian ASI Ekslusif di Dusun Wana Kelurahan Tipo

Keamatan Ulujadi Kota Palu.

33
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperiment (eksperiment semu).

Rancangan penelitian ini adalah one group pre and post test design

yaitu penelitian mengunakan satu kelompok subyek, pengukuran

dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan (Notoatmodjo,2014). Yang

bertujuan untuk melihat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap

pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI Ekslusif di dusun

Wana Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Bentuk rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Pretest Perlakuan Postest

01 X 02

Gambar 3.1 Rancangan penelitian

Bentuk rancangan one group pretest and posttest

Keterangan :

1 : pengukuran pertama pretest

X :Perlakuan atau eksperiment

2 : pengukuran kedua posttest

34
B. Waktu dan lokasi penelitian

Penelitian ini akan di rencanakan di Dusun Wana Kelurahan Tipo

Kecamatan Ulujadi Kota Palu, selama 1 hari yaitu minggu ke tiga

di bulan juli 2018.

C. Variabel dan definisi operasional

1. Variabel

Variabel penelitian adalah sesuatu yang di gunakan sebagai ciri,

sifat atau ukuran yang dimiliki atau di dapatkan oleh satuan

penelitian tentang suatu konsep penelitian tertentu yang di

tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian di tarik

kesimpulan (Notoadmojo,2013).

Dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis variabel yaitu :

1) Variabel independen (bebas)

Adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

atau timbulnya variabel dependen (variabel terikat). Dalam

penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Penyuluhan

tentang pemberian ASI Ekslusif.

2) Variabel dependen (terikat)

Adalah variabel yang di pengaruhi atau menjadi akibat ,

karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi

variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang

pemberian ASI Ekslusif di Dusun Wana Kelurahan Tipo

Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

35
2. Definisi Operasional

Adapun definisi operasional yang terdapat dalam penelitian ini

adalah :

a. Variabel bebas

Penyuluhan dalam pemberian ASI Ekslusif

Pelaksanaan promosi kesehatan untuk menambah pengetahuan

ibu pramigravida pada usia 0-6 bulan atau sekelompok melalui

teknik praktik belajar dengan tujuan menambah, mengubah

mempengaruhi prilaku manusia untuk dapat lebih mandiri

untuk mencapai tujuan hidup sehat.

b. Variabel terikat

1) Pengetahuan ibu dalam pemberian ASI Ekslusif

Definisi : segala sesuatu yang diketahui, dipahami dan

di aplikasikan oleh ibu dengan

primigravidadalam pemberian ASI Ekslusif

usia 0-6 bulan.

Cara ukur : Pengisian kuesioner

Alat ukur : kuesioner

Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1 = baik, bila skor jawaban responden≥5 .

0 = kurangbaik, bila skor jawaban

responden <5

2) Sikap ibu dalam pemberian ASI Ekslusif

36
Defenisi :Kemampuan ibu dalam menanggapi hal-hal

yang berkaitan dengan pemberian ASI

Ekslusif.

Cara ukur : Pengisian kuesioner

Alat ukur : kuesioner

Skala ukur : Ordinal

Hasilukur : 1 = baik, bila skor jawaban responden≥ 19

0 = kurang baik, bila skor jawaban

responden <19

D. Alat dan bahan

Pada penelitian ini alat yang digunakan adalah kuesioner, leaflet, dan

Poster penilaian pada pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum dan

sesudah pemberian tindakan / perlakuan yakni penyuluhan.

E. Jenis pengumpulan data

1. Jenis data

a. Data primer

Data primer adalah data yang secara langsung di ambil dari

objek/subjek penelitian oleh peneliti perorangan maupun

organisasi (Riwidikdo,2010). Data primer dalam penelitian ini

berasal dari responden , dengan cara peneliti membagikan

lembaran kuesioner tentang pengetahuan dan sikap ibu tentang

pemberian ASI Ekslusif kepada Responden dengan metode

wawancara dan pengambilan data di bantu oleh pihak lain.

37
b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang di dapatkan tidak secara

langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang

sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain (Riwidikdo,2010).

Data sekunder yaitu data yang diperoleh peneliti dari subjek

penelitiannya biasanya berwujud data dokumentasi atau data

laporan yang telah tersedia.

2. Cara pengumpulan data

Dalam proses pengumpulan data menggunakan kuesioner

yang di ambil dari (Nursalam, 2008. Metode Penelitian Ilmu

keperawatan, Edisi 3.Salemba Medika). Pada penilaian ini

adalah peneliti membagikan kuesioner yang telah disiapkan

lebih dulu sebagai pengukur awal atau (pretest) kepada

responden yang di ambil pada ibu yang memiliki bayi 0-6

bulan di Dusun Wana. Setelah di lakukan pengukuran awal

(pretest) peneliti memberikan intervensi atau perlakuan dengan

melakukan kegiatan penyuluhan yang terkait dalam pemberian

ASI Ekslusif dengan menggunakan metode penyuluhan yaitu

(ceramah dan leafleat) dengan waktu ± 20 menit setelah

kegiatan penyuluhan selesai, kemudian dilakukan pengukuran

akhir (posttest) dengan membagikan kuesioner yang telah di

siapkan.

38
kuesioner pengetahuan menggunakan skala guttman

dengan jumlah pertanyaan terdiri dari 10 pertanyaan, adapun

cara penilaiannya jika benar 1 poin jika salah 0 poin.

Kuesioner sikap menggunakan skala litkerterdiri dari 10

pertanyaan, 7 pertanyaan positif 3 pertanyaan negatif. Adapun

cara peniliannya untuk pengukuran positif SS = 4, S = 3, TS

= 2, STS = 1 dan untuk pertanyaan Negatif cara penilaiannya

SS = 1, S = 2, TS = 3, STS = 4.

F. Pengolahan Data

Langkah yang di lakukan setelah data terkumpul yaitu pengolahan

data. Notoatmodjo (2010) prosos pengolaan data terdiri dari :

1. Editing Data (Penyuntingan data), yaitu pengecekan isian pada

instrumen apakah data yang terkumpul sudah jelas, lengkap,

dan relevan.

2. Coding data (pengkodean data), yaitu mengubah data berupa

huruf menjadi angka sehingga memudahkan dalam proses

entry data.

3. Tabulating, yaitu proses menempatkan data dalam bentuk tabel

dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai

kebutuhan analis.

4. Entry, yaitu proses pemasukan data kedalam program

computer untuk selanjutnya dapat di analisa.

39
5. Cleaning (pembersih data), yaitu memeriksa kembali data bila

terjadi kesalahan.

6. Describing, yaitu menggambarkan data sesuai dengan variabel

peneliti.

G. Analisa Data

1. Analisa Univariat

Dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi dari masing-

masing variabel. Variabel independen dan variabel dependen.

Rumus Distribusi frekuensi

F
P= x 100
n

Keterangan : P : Persentase

F : Frekuensi tiap kategori

n : jumlah sampel

2. Analisa bivariat

Data diolah, disajikan dalam bentuk table distribusi kemudian

di uji dengan uji WilcoxonDimana subjek diukur sebanyak dua kali

yaitu sebelum dan setelah dilakukan intervensi penyuluhan. Hal ini

dimaksudkan untuk melihat adanya pengaruh atau perubahan, jika

hasil nilai perhitungan dengan tingkat kemaknaan 5% dan derajat

kepercayaan 95% maka dapat dijelaskan jika P-value< 0,05 berarti

menolak hipotesis (H0) dan menyimpulkan secara statistik “ada

pengaruh yang bermakna atau signifikan antara tingkat pengetahuan

dan sikap ibu dalam pemberian ASI Ekslusif sebelum dan setelah

40
dilakukan penyuluhan menggunakan metode ceramah dan media

leaflet.

H. Penyajian data

Setelah data terkumpul dan diolah selanjutnya data akan disajikan

dalam bentuk tabel disertai penjelasan.

I. Populasi dan sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek yang di teliti. Populasi dalam

penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan

yang tinggal di Dusun Wana Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi

Kota Palu yang berjumlah sebanyak 21 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian yang di ambil dari keseluruhan populasi

objek yang diteliti dan di anggap mewakili seluruh populasi yang

diteliti. Teknik penggambilan sampel dengan cara Total Sampling.

Pada penelitian ini berjumlah 21 responden kriteria sampel , yaitu

a. Kriteria inklusi

1. Ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan yang tinggal di Dusun

Wana Kelurahan tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

2. Ibu pasca melahirkan 0-6 bulan.

b. Kriteria Ekslusi

1. Ibu yang mempunyai bayi usia 7-24 bulan

41
2. Ibu dalam keadaan hamil.

42