0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan14 halaman

MODUL 5 - Individu

Laporan praktikum ini membahas percobaan konduksi dan konveksi panas pada zat padat dan cair. Percobaan konduksi menunjukkan bahwa panas dapat ditransfer melalui logam, sedangkan percobaan konveksi menguji aliran panas melalui udara dan air.

Diunggah oleh

Agung Hidayat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan14 halaman

MODUL 5 - Individu

Laporan praktikum ini membahas percobaan konduksi dan konveksi panas pada zat padat dan cair. Percobaan konduksi menunjukkan bahwa panas dapat ditransfer melalui logam, sedangkan percobaan konveksi menguji aliran panas melalui udara dan air.

Diunggah oleh

Agung Hidayat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM IPA di SD

MODUL 5 : KALOR PERUBAHAN WUJUD ZAT DAN


PERPINDAHANNYA PADA SUATU ZAT PRAKTIKUM
2 Perpindahan Dan Pertukaran Panas Pada Suatu Zat

Laporan ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum IPA
Di SD
Nama Tutor : Akhmad Zahrowi, M.Pd.

Disusun oleh:

NAMA : AGUNG SRI HIDAYAT


NIM : 857946109

PROGRAM STUDI PGSD-BI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVESITAS TERBUKA
2021-1
MODUL 5
PRAKTIKUM 2
PERPINDAHAN DAN PERTUKARAN PADA SUATU ZAT
1. KONDUKSI

A. Tujuan
1. Membuktikan bahwa kalor/panas dapat berpindah melalui cara konduksi.
2. Mengetahui beberapa bahan sebagai konduktor panas yang baik.
B. Dasar Teori
Mengutip KBBI, kalor adalah tenaga panas yang dapat diterima
dan diteruskan oleh satu benda ke benda lain secara hantaran (konduksi),
penyinaran (radiasi), atau aliran (konveksi)
Konduksi adalah perpindahan kalor dalam suatu zat padat yang tidak
diikuti dengan perpindahan partikelnya. Peristiwa konduksi ini terjadi pada
batang besi yang dipanaskan di atas bara api, saat salah satu ujung besi
dipanaskan maka panas tersebut akan merambat ke ujung lainnya. Namun,
saat terjadi perpindahan panas tersebut, partikel dari batang besi tidak ikut
mengalami perpindahan.
Berdasarkan daya hantar kalor, benda dibedakan menjadi dua jenis yaitu
konduktor dan isolator.
1. Konduktor adalah benda/ bahan yang dapat mengantarkan kalor dengan
baik. Konduktor dapat dimanfaatkan pada alat masak dari logam, raksa
pada thermometer, tabung tembaga pada radioator mobil. Contoh
konduktor adalah besi, tembaga, aluminium, silicon, dan perak.
2. Isolator adalah benda yang tidak dapat menghantarkan panas. Isolator
dapat dimanfaatkan untuk pakaian dengan berbahan wol saat musim
dingin, peralatan rumah tangga, dan digunakan oleh orang eskimo
dalam membuat iglo. Contoh dari isolator adalah kayu, kaca, kertas,
plastik.
C. Alat dan Bahan
1. Tripot : 1 buah.
2. Bunsen/lampu spiritus : 1 buah.
3. Cakram konduksi : 1 buah.
4. Lilin warna/malam : secukupnya.
D. Tahapan Kegiatan
1. Ambil empat bagian Jilin /malam dan letakkan masing-masing di ujuag
logam pada cakram konduksi.
2. Letakkan cakram konduksi di atas tripot.
3. Panasi cakram konduksi tepat di antara sambungan keempat logam.
4. Perhatikan susunan alat dan bahan pada Gambar 5.9.
E. Hasil Pengamatan
Tabel 5.3
Pengamatan terhadap lilin
No Jenis Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair
bahan pertama kedua ketiga keempat

1 Besi √

2 Tembaga √

3 Kuningan √

4 Aluminium √

F. Pembahasan
Peristiwa perpindahan panas melalui zat perantara (konduktor) bisa di
amati Dari hasil percobaan. Ada 4 jenis yang di gunakan dalam percobaan,
tembaga lebih cepat menghantarkan panas, sehingga lilin cepat meleleh.
Disusul kemudian kuningan, aluminium dan terakhir besi. Lilin mudah
meleleh karena terkena panas yang dihantarkan oleh logam – logam tersebut.
G. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
1. Sebutkan diantara empat bahan konduktor tersebut yang paling baik
menghantar panas? Beri alasan dengan singkat dan jelas
2. Mana yang paling baik sebagai konduktor antara tembaga dan kayu? Beri
alasan dengan singkat dan jelas
3. Mengapa logam-logam tersebut di atas dapat menghantar panas? Beri
penjelasan yang singkat, padat, dan jelas

Jawaban
1. Dari keempat bahan logam (konduktor) yang paling baik menghantarkan
panas adalah tembaga, sebab tembaga yang paling cepat melelehkan lilin
tersebut, dan sifat tembaga yang mudah terurai bila dipanaskan.
2. Antara tembaga dan kayu yang paling baik sebagai konduktor adalah
tembaga, sebab tembaga lebih cepat terurai bila dipanaskan sehingga
lebih cepat pula menghantarkan panas, sedangkan kayu sangat lambat
terurainya dan lebih bersifat isolator daripada konduktor.
3. Logam-logam dalam percobaan ini dapat menghantarkan panas karena
sifatnya yang mudah terurai bila terkena panas dan menyerap panas yang
mengenainya, sehingga logam lebih mudah menghantarkan kalor/panas.
H. Daftar Pustaka
Rumanta, Maman.dkk(2019). Praktikum IPA di SD. Modul 5.
Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.
http://athaanakcerdas.blogspot.com/2012/03/laporan-praktikum-ipa-
modul-5.html
PRAKTIKUM 2
PERPINDAHAN DAN PERTUKARAN PADA SUATU ZAT
2. Konveksi

A. Tujuan
1. Menguji bahwa udara dapat mengalirkan panas.
2. Menguji peristiwa aliran panas dalam zat cair.
B. Dasar Teori
Udara adalah campuran gas yang terdapat di permukaan bumi dan
mengelilingi bumi. Udara tersusun dari campuran dari banyak gas, antara
lain nitrogen 78%, oksigen 20%, argon 0,93% dan karbon dioksida 0,30%
kemudian sisanya adalah dalam bentuk gas-gas lain.
Zat cair ini digambarkan sebagai zalir atau fluida. Zalir sendiri
merupakan zat dengan partikel-partikel yang bergerak bebas dengan saling
melewati. Sehingga zalir ini akan menyesuaikan bentuknya sesuai dengan
wadahnya. Zat cair memiliki susunan partikel atau molekul yang rapat
sehingga sulit untuk dimampatkan. Meski demikian, partikel atau molekul
tersebut mempunyai energi yang cukup untuk mengetasi sebagian dari daya
tarik menarik dengan molekul yang berada di dekatnya sehingga dapat
bergeser dan saling melewati. Zat cair memiliki volume yang tetap, hanya
saja bentuknya dapat berubah-ubah sesuai dengan wadah atau tempat yang
ia tempati. Hal ini dapat kita contohkan dengan air yang apabila kita
masukan ke dalam gelas, maka bentuknya pun akan mengikuti bentuk dari
gelas tersebut. Dan apabila kita masukan ke dalam ember, maka bentuknya
akan berubah lagi mengikuti bentuk dari ember tersebut. Namun perlu
diingat bahwa volume yang dimiliki zat cair selalu tetap. Hal tersebut
dikarenakan molekul atau partikel penyusunnya jaraknya agak berjauhan
antara satu sama lain. Sehingga, partikel dalam zat cair lebih bebas bergerak
sebab ikatan antara partikelnya tidak begitu kuat.
Konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat perantara dan
disertai dengan perpindahan partikel zat. Peristiwa konveksi dapat terjadi
pada zat cair atau gas, dimana terjadi karena adanya perbedaan massa jenis
akibat pemanasan.
Contoh dari konveksi adalah saat air dipanaskan di atas kompor, air yang
berada pada bagian bawah akan mengalami penurunan massa jenis akibat
adanya panas sedangkan bagian atas memiliki massa jenis yang lebih tinggi.
Hal tersebut menyebabkan air dengan massa jenis yang lebih tinggi akan
bergerak ke bawah dan air dengan massa jenis yang rendah akan bergerak ke
atas.
C. Alat dan bahan
1. Kotak konveksi : 1 buah.
2. Lilin : 2 buah.
3. Kertas karton :2 lembar.
D. Tahapan Kegiatan
1. Siapkan sebuah kotak karton persegi panjang dengan ukuran panjang 20
cm, lebar 6 cm, tinggi 15 cm.
2. Buatlah cerobong dari karton dengan diameter 3 cm 2 buah.
3. Usahakan salah satu sisi kotak dibuat dari kaca atau plastik tebal.
4. Perhatikan bentuk kotak konduksi di bawah ini.
5. Buatlah asap dari kertas atau kayu yang dibakar kemudian dimatikan
sehingga ke luar asap.
6. Dekatkan asap tersebut pada lubang tabung 1.
7. Perhatikan gambar di bawah ini
E. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1. Saat lilin belum dinyalakan yang terjadi adalah asap masuk ke kotak
konveksi tetapi tidak mengalir ke cerobomg 2, bahkan mengalir balik
keluar lewat cerobong 1.
2. Saat lilin dinyalakan maka asap keluar mengalir melalui cerobong 2. Hal
ini terjadi karena nyala lilin menyebabkan suhu di dalam kotak konveksi
panas sehingga tekanan udara meningkat yang mendorong asap mengalir
melalui cerobong 2.
F. Kesimpulan
Konveksi adalah perpindahan panas tanpa melalui zat perantara namun
hanya karena perbedaan massa jenis antara zat yang panas dan zat yang
dingin yang diikuti perpindahan molekul/partikel zat tersebut.
G. Jawaban Pertanyaan
1. Pada cerobong pabrik dan cerobong tungku, terjadi peristiwa konveksi
karena proses pembakaran yang terjadi didalam ruangan menyebabkan
udara bertekanan tinggi sehingga mendorong asap keluar melalui
cerobong. Hal ini prosesnya sama seperti percobaan yang yang telah
dilakukan yakni ketika asap dimasukkan melalui cerobong 1, kemudian
suhu dalam kotak konveksi menjadi panas karena nyala lilin sehingga
udaranya bertekanan tinggi, maka akan mendorong /mengalirkan asap
keluar melalui cerobong 2.
2. Fungsi lilin dalam kotak konveksi adalah sebagai sumber kalor/panas
yang berguna untuk meningkatkan suhu udara sehingga udara nenjadi
bertekanan tinggi yang mampu mendorong keluar udara yang
bertekanan rendah.
H. Daftar Pustaka
Rumanta, Maman.dkk(2019). Praktikum IPA di SD. Modul 5. Tangerang
Selatan : Universitas Terbuka.
PRAKTIKUM 2
PERPINDAHAN DAN PERTUKARAN PADA SUATU ZAT

3. Konveksi dalam air

A. Tujuan
Membuktikan bahwa konveksi dapat terjadi di dalam zat cair (air).
B. Dasar Teori
Konveksi adalah proses dimana panas dipindahkan oleh gerak massa
molekul- molekul dari suatu tempat ke tempat lain. Konveksi melibatkan
gerak molekul- molekul pada jarak yang besar. Konveksi merupakan
mekanisme utama perpindahan panas dalam fluida di sekitar kita. Konveksi
dapat terjadi secara alami atau paksa. Dalam konveksi alami gaya apung
suatu fluida yang dipanaskan mengarahkan gerakannya. Bilamana fluida
(gas atau cair) dipanaskan, bagian itu mengembang dan mempunyai massa
jenis lebih rendah dibandingkan sekelilingnya sehingga bergerak naik.
Dalam konveksi paksa, pompa atau peniup mengarahkan fluida yang
dipanaskan ke tujuannya. Laju Q/t dimana benda memindahkan fluida ke
sekitarnya kira-kira sebanding dengan luas penampang A benda yang
bersentuhan dengan fluida dan perbedaan temperature ΔT antara keduanya.
dengan h adalah koefisien konveksi yang tergantung pada bentuk dan arah
benda.
Zat cair ini digambarkan sebagai zalir atau fluida. Zalir sendiri
merupakan zat dengan partikel-partikel yang bergerak bebas dengan saling
melewati. Sehingga zalir ini akan menyesuaikan bentuknya sesuai dengan
wadahnya. Zat cair memiliki susunan partikel atau molekul yang rapat
sehingga sulit untuk dimampatkan. Meski demikian, partikel atau molekul
tersebut mempunyai energi yang cukup untuk mengetasi sebagian dari daya
tarik menarik dengan molekul yang berada di dekatnya sehingga dapat
bergeser dan saling melewati. Zat cair memiliki volume yang tetap, hanya
saja bentuknya dapat berubah-ubah sesuai dengan wadah atau tempat yang
ia tempati. Hal ini dapat kita contohkan dengan air yang apabila kita
masukan ke dalam gelas, maka bentuknya pun akan mengikuti bentuk dari
gelas tersebut. Dan apabila kita masukan ke dalam ember, maka bentuknya
akan berubah lagi mengikuti bentuk dari ember tersebut. Namun perlu
diingat bahwa volume yang dimiliki zat cair selalu tetap. Hal tersebut
dikarenakan molekul atau partikel penyusunnya jaraknya agak berjauhan
antara satu sama lain. Sehingga, partikel dalam zat cair lebih bebas bergerak
sebab ikatan antara partikelnya tidak begitu kuat.
Peristiwa konveksi dapat ditunjukkan juga pada kegiatan arus
konveksi dalam air. Pemanasan air dalam bejana yang telah dicampur
dengan serbuk gergaji akan menunjukkan bagaimana pergerakan konveksi
dalam air terjadi.
C. Alat dan Bahan
1. Bejana kaca : 1 buah.
2. Serbuk gergaji : secukupnya.
3. Tripot : 1 buah.
4. Busen/lampu spiritus : 1 buah.
5. Kasa : 1 buah.

D. Tahapan Kegiatan
1. Isilah bejana dengan air sampai hampir penuh.
2. Campurkan sedikit serbuk gergaji ke dalam bejana air dan aduklah
sampai merata.
3. Panaskan bejana dan selanjutnya amati serbuk gergaji yang ada dalam
air.
E. Hasil Pangamatan dan Pembahasan
Bejana kaca diisi air sampai hamper penuh, kemudian dicampur
dangan sedikit serbuk gergaji, diaduk sampai merata. Bejana dipanaskan
dan diamati pergerakan serbuk gergajinya:
1. Saat bejana belum panas, serbuk gergaji ada yang didasar dan ada pula
yang berada dipermukaan air.
2. Saat bejana mulai memanas hingga air di dalamnya mendidih, serbuk-
serbuk gergaji tersebut bergerak berputar-putar mengitari aliran air, yang
semula berada di atas berputar kebawah, begitupun sebaliknya secara
acak.
F. Kesimpulan
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada air yang
mendidih terjadi peristiwa konveksi yaitu perpindahan panas karena
perbedaan massa jenis antara bagian zat yang panas bagian zat yang dingin.
Hal ini diperlihatkan oleh serbuk gergaji dari bawah keatas begitupun
sebaliknya mengikuti aliran air secara acak.
G. Jawaban Pertanyaan
1. Tak lama setelah bejana dipanasi dan air menjadi panas maka serbuk-
serbuk gergaji didalamnya akan bergerak naik turun mengikuti aliran air
yaitu dari bawah ke atas berputar terus.
2. Serbuk gergaji bergerak karena pengaruh perubahan suhu dan massa
jenis.Dapat digunakan hubungan antara volume, massa,
massa jenis dan suhu, yaitu:
Φ
- =ℎ
Keterangan :
h = Koefisien konveksi t
= Perbedaan suhu
Φ = Massa
H. Daftar Pustaka
Rumanta, Maman.dkk(2019). Praktikum IPA di SD. Modul 5. Tangerang
Selatan : Universitas Terbuka
PRAKTIKUM 2
PERPINDAHAN DAN PERTUKARAN PADA SUATU ZAT

4. Radiasi

A. Tujuan
Membuktikan bahwa pancaran radiasi terjadi tanpa memerlukan
perantara dengan melakukan percobaan termoskop.
B. DASAR TEORI
Perpindahan kalor tanpa zat perantara merupakan radiasi. Radiasi adalah
perpindahan panas tanpa zat perantara. Radiasi biasanya disertai cahaya.
Contoh radiasi:
Panas matahari sampai ke bumi walau melalui ruang hampa.
Tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api.
Menetaskan telur unggas dengan lampu.
Pakaian menjadi kering ketika dijemur di bawah terik matahari.
Thermoscope adalah perangkat yang menunjukkan perubahan dalam
suhu
C. Alat dan Bahan

1.Bola lampu pijar yang sudah mati : 2 buah.


2.Papan triplek ukuran (15 x 30) cm : 1 buah.
3.Skala dari penggaris 30 cm atau kertas skala : 1 buah.
4.Cat warna hitam dan cat putih : secukupnya.
5.Selang plastik kecil diameter ± 1/2 cm : 20-25 cm.
6.Zat pewarna merah/biru : secukupnya.
7.Statis/dudukan : 1 buah.

D. Tahapan Kerja
1. Catlah dua buah bola lampu dengan warna hitam dan putih. Namun
terlebih dulu lubangi bagian bawah lampu untuk memasukkan sekat
plastik.
2. Masukkan cairan berwarna ke dalam selang plastik sedemikian rupa.
3. Susunlah pada papan triplek untuk membuat sebuah termoskop.
E. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
Dibuat rangkaian seperti gambar. Kedua lampu berwarna hitam dan
putih dihubungkan dengan selang yang berisi cairan berwarna lalu
dilekatkan pada papan triplek. Setelah ltu rangkaian dipanaskan dibawah
terik matahari agar terkena pancaran/radiasi sinar matahari.
Selang dipanaskan beberapa saat ternyata cairan dalam selang
bergerak kearah lampu berwarna putih. Hal ini terjadi karena lampu
berwarna hitam menyerap panas lebih banyak dari pada lampu berwarna
putih sehingga tekanan udaranya meningkat dan mendorong cairan dalam
selang bergerak kearah lampu berwarna putih.
F. Kesimpulan
Radiasi adalah perpindahan panas dari sinar matahari ke bumi
dengan melewati gelombang hampa sehingga dapat menghantarkan
kalor/panas
G. Jawaban Pertanyaan
1. Pergeseran cairan merah saat termoskop berada pada terik matahari
adalah kearah lampu putih. Hal ini terjadi karena pada lampu hitam suhu
dan tekanan udaranya lebih tinggi dari pada lampu putih.
2. Bola lampu hitam berfungsi sebagai penyerap panas untuk menambah
atau meningkatkan tekanan udara, sedangkan bola lampu putih
memantulkan panas sehingga udara didalamnya tidak mengalami
pemuaian. Hal ini dibuat sedemikian rupa agar dapat membuktikan
bahwa radiasi menghantarkan panas atau kalor.
I. Daftar Pustaka
Rumanta, Maman.dkk(2019). Praktikum IPA di SD. Modul 5. Tangerang Selatan
Universitas Terbuka.
Lampiran

Foto Praktikum Konduksi

Praktikum Konveksi

Foto Praktikum Radiasi

Anda mungkin juga menyukai