PROGRAM KERJA KEPALA
URUSAN HUMAS
SMPN 16 LHOKSEUMAWE
DISUSUN :
TIM PENGEMBANG SEKOLAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KOTA LHOKSEUMAWE
PROVINSI ACEH
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Penyusunan Program Kerja Kepala Urusan
Humas Tahun Pelajaran 2020/2021.
Selanjutnya kita ucapkan syukur Alhamdulillah bahwa tahun pelajaran 2017/2020
telah berakhir dengan sukses, tidak lain karena partisipasi, kerjasama, bantuan, dan do’a restu
dari semua pihak yang menangani urusan hubungan masyarakat. Begitu pula sampai saat ini
dengan bekal, petunjuk, saran, dan pengarahan kepala seolah SMPN 16 Lhokseumawe, kami
dapat menyelesaikan program wakil kepala sekolah urusan hubungan masyarakat.
Program Kerja ini disusun berdasarkan berbagai acuan, pemikiran dan pengalaman,
serta masukan dari berbagai pihak dengan tujuan agar program kerja ini dapat dijadikan
sebagai pedoman yang harus dikerjakan oleh Kaur Humas selama Tahun Pelajaran
2020/2021. Program kerja ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja, sesuai dengan Visi dan
Misi SMPN 16 Lhokseumawe.
Penyusun menyadari bahwa program kerja ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu kami harapkan
untuk perbaikan program kerja pada masa yang akan datang
Lhokseumawe, Juli 2020
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih optimal, efektif, efisien,
dan berhasil, memerlukan keterkaitan berbagai elemen yang ada. Undang-undang nomor 14
tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah mengamanatkan bahwa setiap guru dalam
melaksanakan tugasnya harus mempunyai program/rencana atau rencana pembelajaran serta
mengevaluasi hasil kegiatan proses belajar mengajar sehingga dapat dicapai hasil yang
maksimal sesuai yang diharapkan oleh masyarakat, pemerintah, sekolah serta guru itu sendiri.
Oleh karenanya setiap tenaga kependidikan khususnya guru dalam melaksanakan tugasnya
harus selalu membuat perencanaan terlebih dahulu.
SMPN 16 Lhokseumawe merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai
pendidikan formal yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Fungsi Kepala Sekolah diantaranya
sebagai pimpinan administratif dan supervisor memiliki banyak tugas yang tidak mungkin
seluruhnya dapat ditangani sendiri, maka dalam melaksanakan tugasnya didelegasikan
kepada guru yang ditugasi sebagai Wakil Kepala Sekolah. SMPN 16 Lhokseumawe memiliki
satu Wakil Kepala Sekolah, serta 4 kaur yaitu Kaur Kurikulum, Kaur Kesiswaan, Kaur
Sarpras, dan Kaur Humas. Tiap-tiap wakil memiliki tugas masing-masing sebagai pembantu
dari tugas Kepala Sekolah. Tugas Kaur Humas antara lain sebagai berikut.
1. Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua.
2. Memelihara hubungan baik dengan komite sekolah.
3. Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga
pemerintah, swasta dan organisasi nasional.
4. Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam
tehnik komunikasi (majalah, surat kabar dan mendatangkan sumber).
5. Memastikan proses yang diperlukan untuk sistem Kaur Humas ditetapkan dan dipelihara.
6. Melaporkan kepada Kepala Sekolah tentang kinerja Kaur Humas dan kebutuhan untuk
perbaikan.
7. Mengkoordinasikan seluruh program kegiatan Kaur Humas, sehingga tercipta kinerja
yang baik.
8. Mengontrol kedisiplinan, efektifitas, dan pelaksanaan serta pemeliharaan sistem dan
pendokumentasian.
9. Melaksanakan tugas-tugas lain dari Kepala Sekolah.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, sebagai Kaur Humas yang membantu
Kepala Sekolah untuk mengelola, mengendalikan, dan mengatur sistem di SMPN 16
Lhokseumawe, maka dibuatlah Program Kerja Kaur Humas SMPN 16 Lhokseumawe Tahun
Pelajaran 2020/2021.
B. Dasar Hukum Program Kerja Wakasek Humas
1. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3. Undang-Undang RI No. 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah
4. Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Kalender Pendidikan SMPN 16 Lhokseumawe Tahun Pelajaran 2020/ 2019
7. Surat keputusan Kepala SMPN 16 Lhokseumawe No: 421/05/43 tentang pembagian
tugas guru dalam proses kegiatan belajar mengaja, wali kelas dan guru Pembina
Tahun Pelajaran 2020/2021.
C. Visi dan Misi Sekolah
1. Visi Sekolah
“Membentuk generasi Ber- MATA HATI (Takwa, Taat, Tanggap, Tangguh, Tangkas,
dan Berhati Nurani)”
2. Misi Sekolah
Misi SMPN 16 Lhokseumawe adalah:
a. Meningkatkan standar kompetensi lulusan untuk membentuk generasi muda yang
memiliki sifat dan akhlah yang mulia, pengetahuan dan keterampilan yang memadai
untuk bekal kehidupan dan pendidikan pada jenjang selanjutnya dengan didasari
keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
b. Meningkatkan prestasi akadamik dan non akademik peserta didik dan sekolah untuk
meningkatkan daya saing di tingkat kota Lhokseumawe.
c. Mengimplementasikan kurikulim 2013 secara optimal dalam rangka pemunuhan
standar isi .
d. Meujudkan sekolah yang terakreditasi nasional dengan nilai B.
e. Melaksanakan proses pembelajaran denganpendekatan sain Tifik yang
mengedepankan pembelajaran inovatif, kreatif, variatif,dan berbasis Tik, dalam
upaya pemenuhan standar proses.
f. Meningkatkan pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan
memadai.
g. Mengoptimalkan pengelolaan standar pembiayaan pendidikan dengan
mengedepankan prinsip transparansi, Akuntabel, dan parsitipatif untuk memberi
kemudahan akses kepada masyarakat.
h. Meningkatkan komitmen dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang
beretos kerja, tangguh, profesionl menuju pencapaian Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan yang berkualitas.
i. Menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) secara utuh dan
berkesinambungan sesuai dengan tuntutan Standar Pengelolaan Pendidikan.
j. Menyelenggarakan penilaian pendidikan autentik,berkualitas, dan dapat
dipertanggungjawabkan menuju pemenuhan standar penilaian pendidikan.
k. Meujudkan budaya literasi, budaya bersih, budaya takwa, dan budaya sopan keoada
semua kmponen sekolah.
l. Meujudkan lingkungan sekolah yang aman,nyaman,rindang, asri dan bersih sesuai
dengan wawasan wiyata mandala dalam mendukung pencapaian prestasi sekolah.
D. Maksud dan Tujuan Program Kerja Kaur Humas
1. Maksud
Maksud disusunnya program kerja Kepala urusan Hubungan Masyarakat adalah
mampu untuk menjembatani keterlibatan seluruh anggota masyarakat, dan sekolah, baik dari
lembaga pemerintah maupun swasta untuk ikut peduli dalam mengoptimalkan kemampuan
dan kerjasama sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Selain itu, adanya program
kerja ini dapat membantu kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan sekolah
sesuai dengan Visi Misi Sekolah.
2. Tujuan
Adapun tujuan dari program kerja Wakil Kepala Sekolah urusan hubungan
masyarakat adalah sebagai berikut.
1. Meningkatkan kerja sama antar warga sekolah.
2. Meningkatkan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat sekitar sehingga masyarakat
merasa memiliki dan tanggungjawab keberadaan sekolah.
3. Meningkatkan kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat, komite sekolah sehingga
bersama-sama berperan aktif dengan maju mundurnya sekolah.
4. Menjalin kerjasama dengan alumni
5. Menjaga keharmonisan hubungan dengan masyarakat sekitar sehingga keamanan sekolah
dapat terpelihara dengan baik.
6. Meningkatkan dan menumbuhkembangkan jiwa persaudaraan, kebangsaan dan persatuan .
E. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dari program ini adalah terjalinnya hubungan baik antar
anggota masyarakat sekolah, masyarakat umum, lingkungan, industri pasangan , pemerintah ,
instansi swasta , tokoh-tokoh masyarakat, alumni dan media massa sehingga terciptanya
hubungan yang harmonis dan terjalin rapi serta saling pengertian pada tahun pelajaran 2020 /
2021.
F. Tugas Pokok Humas
Seperti yang telah disinggung pada bagian latar belakang, Kaur Bidang Hubungan
Masyarakat mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai
berikut.
1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau
pihak-pihak lain yang membutuhkannya.
2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan
informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya.
3. Membantu Kepala Sekolah mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan
informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat
tertentu.
4. Membantu Kepala Sekolah dalam mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan yang
berhubungan dengan pelaksanaaan kepada masyarakat sebagai akibat dari komunikasi
timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan untuk
penyempurnaaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.
5. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah
pendidikan.
6. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
7. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.
8. Menunjukkan pergantian keadaan melalui pendapat umum.
9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Humas secara berkala.
BAB II
PROGRAM KERJA KAUR HUMAS
A. Struktur Organisasi Sekolah
Kepala Sekolah : Asnani, S. Pd,.M.Pd
Wakasek : Ayadi, S.Pd.I
a. Kaur Kurikulum : Reni Yunita, S.Pd
b. Kesiswaan : Miki Surasmi, S.Pd
c. Sarana Prasarana : Zubir, S.Ag
d. Humas : Ratna Dewi, SE
Kepala TU : Ratna Dewi, SE
Wali Kelas
1. VII : Miki Surasmi, S.Pd
2. VIII : Reni Yunita, S.Pd
3. IX : Maisarah, S.Pd
Guru : Seluruh Guru SMPN 16 Lhokseumawe
Siswa : Seluruh Siswa dan siswi SMPN 16 Lhokseumawe
Masyarakat : Masyarakat
B. Jenis Kegiatan
1. Kegiatan Eksternal
Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan masyarakat di
luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yakni:
a. Indirect act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui perantara
media tertentu seperti misalnya: penyebaran informasi lewat radio, Internet/Website
Sekolah. penyebaran informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha
independen dalam penerbitan majalah atau buletin sekolah.
b. Direct act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka,
misalnya: rapat bersama dengan komite sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat,
melayani kunjungan tamu dan sebagainya.
2. Kegiatan Internal
Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga SMP Negeri 16
Lhokseumawe yang bersangkutan yaitu para Guru, Staf karyawan, dan peserta didik.
Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni sebagai berikut.
a. Indirect act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat edaran;
penggunaan papan pengumuman di sekolah, penyelenggaraan majalah dinding,
pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui mass media, dan kegiatan pentas seni.
b. Direct act adalah kegiatan internal yang dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah;
karyawisata/rekreasi bersama; dan penjelasan pada berbagai kesempatan.
C. Bentuk Operasional Humas
1. Bidang Sarana Akademik
Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian, karya
ilmiah (lokal, nasional, internasional), jumlah dan tingkat kesarjanaan pendidiknya, sarana
dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan perpustakaan atau Pusat Sumber Belajar,
Sumber Belajar yang mutakhir serta teknologi instruksional yang mendukung Proses Belajar
Mengajar, termasuk ukuran prestasi dan prestise-nya.
2. Bidang Sarana Pendidikan
Gedung atau bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum, kantor dan
sebagainya beserta perabot atau mebeuler yang memadai akan memiliki daya tarik tersendiri
bagi popularitas sekolah.
3. Bidang Sosial
Partisipasi SMPN 16 Lhokseumawe dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja
bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya akan
menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar
sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap
pembangunan masyarakat.
4. Kegiatan Kerya Wisata
Sebagai sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, seperti membawa spanduk
serta atribut sekolah sampai keluar daerah menyababkan nama SMPN 16 Lhokseumawe
dapat dikenal lebih luas sampai luar kota. Bahkan tertib sopan santun para siswanya di
perjalanan akan mendapat kesan tersendiri dari masyarakat yang disinggahi dan dilaluinya.
5. Kegiatan Olah Raga dan Kesenian
Juga dapat merupakan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, misalnya dalam
porseni dan lomba antar sekolah akan membawa keunggulan sekolah dan membawa nama
harum SMPN 16 Lhokseumawe.
6. Menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak
mengganggu kelancaran Proses Belajar Mengajar, demikian sebaliknya fasilitas yang ada di
masyarakat sekitarnya dapat digunakan untuk kepentingan SMPN 16 Lhokseumawe.
7. Mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler
sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, masih banyak lagi kegiatan
operasional hubungan sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi
serta kemampuan pihak-pihak terkait.
D. Program Khusus Wakasek Humas
1. Melakukan relasi sosial dengan komite sekolah dan masyarakat desa Alue Lim dan
sekitarnya dalam bentuk kerjasama dua arah berkaitan dengan pendidikan
2. Terjalinnya hubungan baik dengan komite sekolah dan masyarakat Alue Lim dan
sekitarnya, terutama yang terdapat siswa-siswi SMPN 16 Lhokseumawe
3. Melakukan relasi sosial dengan pemerintah desa sampai kabupaten dan instansi terkait
terutama untuk penggalian dana dan proyek kegiatan sekolah
4. Terjalinnya hubungan baik dengan Pemerintah Kecamatan Blang Mangat , dan Pemda
Kota Lhokseumawe
5. Melakukan relasi sosial dengan pihak sekolah terutama SD dan MI terutama dalam upaya
penerimaan siswa baru
6. Terjalinnya hubungan baik dengan SD/MI, SMP/SMA sederajat teruatama di wilayah
Kecamatan Blang Mangat, dan Pemda Kota Lhokseumawe pada umumnya
7. Melakukan relasi sosial dengan pihak media masa terutama untuk membangun citra
positif dan pemberian informasi yang aktif dan proporsional
8. Melakukan upaya pemasaran produk sekolah dalam bentuk mencarikan lowongan kerja di
berbagai instansi yang sesuai
9. Pemasangan berbagai informasi dan dokumentasi kegiatan sekolah melalui papan
pengumuman, radio, televisi dan internet
10. Bekerjasama menjalin hubungan baik dengan guru, karyawan beserta keluarga dan
komite sekolah
11. Bekerja sama dengan OSIS, membuat majalah dinding yang lebih menarik secara berkala
E. Faktor Pendukung
Kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat di SMPN 16 Lhokseumawe bisa berjalan
baik apabila di dukung oleh beberapa faktor yakni:
1. Adanya program dan perencanaan yang sistematis.
2. Tersedia basis dokumentasi yang lengkap.
3. Tersedia tenaga ahli, terampil dan alat sarana serta dana yang memadai.
4. Kondisi organisasi sekolah yang memungkinkan untuk meningkatkan kegiatan hubungan
sekolah dengan masyarakat.
F. Rencana Kerja
Waktu Sumb
N Program dan Jenis
Hasil yang diharapkan Pelaksan Pelaksana er
o. Kegiatan
aan Dana
1 2 3 4 5
1. PERSIAPAN
1 Konsultasi penyusunan Memperoleh masukan yang Juli 2020 Urusan APBS
program berguna dalam menyusun Humas
program
2 Inventarisasi permasalahan Diketahuinya jenis Juli 2020 Urusan APBS
permasalahan yang perlu Humas
diperhatikan dalam
penyusunan program
3 Penyusunan program kerja Terlaksananya kegiatan Juli 2020 Urusan APBS
urusan humas Humas secara tertib dan Humas
lancar sesuai rencana
4 Penyusunan anggaran Pembiayaan setiap program Juli 2020 Urusan APBS
pembiayaan keseluruhan kegiatan didasarkan atas Humas
kegiatan urusan anggaran
2. PELAKSANAAN
1 Promosi Mei 2020 Humas APBS
Melakukan sosialisasi Pengenalan SMPN 16
ekstarakurikuler. Lhokseumawe pada
Mempresentasikan Visi- masyarakat khususnya
Misi SMPN 16 dilembaga SD/MI di Desa
Lhokseumawe ke SD/MI Berkunjung ke sekolah dan
di wilayah Sekitar SMPN desa desa terdekat dengan
16 Lhokseumawe sekolah
2 Sosialisasi Juli 2020 Humas dan APBS
Mensosialisasikan kepada Terjalinnya sinergitas antara Komite
wali murid siswa kelas VII pihak sekolah dan pihak wali
( peserta didik Baru) murid tentang kegiatan di
Waktu Sumb
N Program dan Jenis
Hasil yang diharapkan Pelaksan Pelaksana er
o. Kegiatan
aan Dana
tentang visi misi serta sekolah dan bagaimana
kegiatan kegiatan di pengusulan BSM dan atau
sekolah Kartu Indonesia Pintar
Memepresentasikan
tentang Sistem dan Proses
Pengusulan Kartu
Indonesia Pintar
3 Berpartisifasi dalam Menumbuhkan rasa cinta Agustus Humas APBS
Kegiatan Perayaan HUT tanah air pada jiwa siswa 2020 Dan
RI ke 72 dengan siswi SMPN 16 Seluruh
mengikuti kegiatan Lhokseumawe serta ikut Keluarga
kegiatan seperti : Upacara, memeriahkan perayaan HUT Besar
Lomba-lomba baik di RI SMPN 16
tingkat kabupaten dan Lhokseum
tingkat Desa awe
4 Pertemuan Orang Terselenggaranya Septem Urusan APBS
Tua/Wali Murid pertemuan KepalaSekolah & ber 2020 Humas
(Kepala Sekolah &Komite Komite Sekolah sesuai Mei
Sekolah) rencana dan berjalan dengan 2021
Membantu lancar Juli
merencanakan 2021
pertemuan KepalaSekolah
& Komite Sekolah
Membantu
mengkoordinasikan
penyelenggaraan
pertemuan KepalaSekolah
& Komite Sekolah
Pertemuan dengan tujuan
membahas tentang
evaluasi siswa , kegiatan
ujian dan lainnya
5 Komunikasi dengan Terjalinnya kerjasama Juli 2020- Urusan APBS
Masyarakat sekitar terkait dengan masyarakat dan Juni 2021 Humas
kegiatan-kegiatan sosial menumbuh kembangkan
dan kemasyarakatan sikap sosial kemasyarakatan
kepada siswa siswi SMPN 16
Lhokseumawe
6 Memfasilitasi Rapat Terjalinnya kebersamaan , Juli 2020- Urusan APBS
Internal Sekolah serta tersebarnya informasi- Juni 2021 Humas
informasi penting di sekolah
4. LAPORAN
Waktu Sumb
N Program dan Jenis
Hasil yang diharapkan Pelaksan Pelaksana er
o. Kegiatan
aan Dana
1 Laporan insidental Mengkomunikasikan secara Juli 2020 Urusan APBS
periodik kepada pimpinan – Juni Humas
2021
2 Laporan akhir Mengkoordinasikan secara Juni 2019 Urusan APBS
keseluruhan kegiatan yang Humas
telah selesai dilaksanakan
kepada pimpinan
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Dengan tersusunnya Program kerja Kaur Humas Tahun Pelajaran 2020/2021
diharapkan bisa dijadikan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas serta mampu
mengkoordinasi seluruh kegiatan yang berada di lingkungan SMPN 16
Lhokseumawe.
2. Program Kerja yang telah tersusun didasarkan pada banyak pertimbangan dengan
tujuan mampu mengakomodir seluruh aspirasi dari semua pihak sehingga pada
akhirnya mampu meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 16 Lhokseumawe.
B. SARAN
1. Seluruh proses yang diperlukan untuk sistem Manajemen Mutu Kaur
Humas ditetapkan, dipelihara dan diterapkan.
2. Penerapan dan pengembangan Kaur Humas secara berkelanjutan.
Demikian program yang dapat kami susun dengan segala kemampuan kami yang ada.
Jika ada kekurangan, kami mohon kritik dan saran agar program untuk tahun yang akan
datang dapat lebih baik lagi.
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT dimohonkan petunjuk dan ridho-Nya agar
rencana yang telah ditetapkan dapat terwujud sebagaimana mestinya. Amin.