0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan14 halaman

Transaksi Keuangan Usaha Percetakan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut berisi soal-soal latihan mengenai penghitungan biaya produksi, biaya penjualan, dan laporan keuangan untuk beberapa perusahaan manufaktur. 2) Soal-soal tersebut mencakup transaksi pembelian bahan baku, biaya overhead, penjualan, dan perhitungan harga pokok produksi dan penjualan. 3) Metode-metode yang digunakan antara lain met

Diunggah oleh

Chintania Epd
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan14 halaman

Transaksi Keuangan Usaha Percetakan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut berisi soal-soal latihan mengenai penghitungan biaya produksi, biaya penjualan, dan laporan keuangan untuk beberapa perusahaan manufaktur. 2) Soal-soal tersebut mencakup transaksi pembelian bahan baku, biaya overhead, penjualan, dan perhitungan harga pokok produksi dan penjualan. 3) Metode-metode yang digunakan antara lain met

Diunggah oleh

Chintania Epd
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Soal – soal Latihan

1. Tn A membuka usaha percetakan dengan investasi Awal $ 250.000.


Selama bulan April 2009 melakukan transaksi sebagai berikut:
a. Dibeli bahan dengan kredit $ 80.000 termasuk bahan tidak langsung $
25.000.
b. Dibayar biaya sewa tanggal 3 April untuk 1 tahun $ 12.000.
c. Dibeli peralatan tanggal 5 April $ 5.000 dibayar tunai $ 1.000.
d. Dibeli perlengkapan $ 2.500 kredit.
e. Dibayar hutang $ 1.500.
f. Bahan langsung yang diproses untuk job # 501 $ 15.000, job # 502 $
20.000 dan job # 503 $ 10.000, bahan tidak langsung $ 5.000.
g. Gaji dan upah terutang setelah dipotong pajak FICA 5% dan pajak
penghasilan 10% berjumlah 72.250.
h. Gaji dan upah terutang dibayarkan.
i. Dari jumlah gaji dan upah itu upah langsung 55%, upah tak langsung
20%, gaji penjualan 15% dan administrasi 10%. Upah langsung
dibebankan 40% untuk job # 501, 35% untuk job # 502 dan 25% untuk
job # 503.
j. Dibayar hutang $ 25.000.
k. Tambahan pajak majikan 10% terdiri dari pajak FICA 5%, pajak
pengangguran negara bagian 3% dan pengangguran negara federal 2%.
l. Dibayar biaya listrik pabrik $ 500.
m. Dibayar biaya telepon pabrik $ 250.
n. Dibayar biaya lain-lain pabrik $ 450.
o. Tarif Biaya Overhead Pabrik diperhitungkan sebesar 85% dari upah
langsung yang dibebankan kepada ketiga job.
p. Job # 501 dan job # 502 telah diselesaikan dan ditransfer ke gudang
barang jadi.
q. Job # 501 dan job # 502 diserahkan kepada pembeli dengan laba 25%
dari harga jual. Dari jumlah penjualan dibayar tunai 60%.
r. Hasil penagihan tunai atas piutang selama bulan April $ 45.000.

Data Penyesuaian 30 April 2009


a. Perlengkapan yang tersisa $ 1.150
b. Sewa dicatat sebagai Aktiva.
c. Penyusutan peralatan 24% per tahun.
d. Gaji yang belum dibayar: Pekerja langsung $ 15.000, tidak langsung $
8.500.
e. Persediaan bahan baku dengan metode Manufacturing Summary.

Instruksi:
a) Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi di atas.
b) Buatlah kartu biaya untuk ketiga job tersebut.

84
2. PT Andela Manufactur dalam periode produksi bulan Januari 2009
melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut (dalam ribuan rupiah) :

1. Dibeli bahan baku dengan kredit 2.000.000


2. Bahan yang dipakai dalam proses berjumlah 1.840.000, dalam jumlah
tersebut terdapat bahan penolong 240.000.
3. Dibayar biaya sewa tanggal 3 April untuk 1 tahun 1.200.000.
4. Dibeli peralatan tanggal 5 April 500.000 dibayar tunai 100.000.
5. Dibeli perlengkapan $ 250.000 kredit.
6. Dibayar hutang 150.000.
7. Jumlah upah diperkirakan 3.200.000, dalam jumlah tersebut termasuk
pajak FICA 7,5% dan pajak penghasilan federal 11,5%.
8. Upah yang terutang dibayarkan.
9. Dibayar biaya listrik pabrik 500.000
10. Dibayar biaya telepon pabrik 250.000
11. Dibayar biaya lain-lain pabrik 450.000
12. Pembagian upah (3.200.000) adalah sebagai berikut :
- Tenaga kerja langsung 65%
- Tanaga kerja tidak langsung 15%
- Gaji bagian pemasaran 13%
- Gaji bagian administrasi 7%
13. Pemerintah mengenakan pajak tambahan penghasilan majikan sebesar
10% yang terdiri dari :
- Pajak FICA 7,5%
- Pajak asuransi pengangguran federal 0,8%
- Pajak asuransi pengangguran negara bagian 1,7%
14. Biaya overhead pabrik yang dikeluarkan bulan Januari terdiri dari :
- Penyusutan 170.000.
- Asuransi yang dibayar di muka 240.000.
15. Biaya overhead pabrik umum berjumlah 526.800. Dari jumlah tersebut
dibayar tunai 70%, sisanya dikreditkan ke Hutang usaha.
16. Diterima dari pelanggan untuk pembayaran hutangnya 4.100.000.
17. Dibayar kewajiban perusahaan sebagai berikut :
- Hutang usaha sebesar 4.540.000.
- Estimasi pajak penghasilan 714.000.
18. Biaya overhead pabrik yang telah dikumpulkan ditransfer ke barang
dalam proses.
19. Dibayar hutang $ 25.000.
20. Produk yang diselesaikan dan ditransfer ke gudang barang jadi
berjumlah 6.400.000
21. Penjualan selama bulan Januari 2000 berjumlah 7.680.000. Dari jumlah
tersebut dibayar tunai 40%, sisanya piutang usaha. Harga pokok
penjualan 75% dari penjualan.
22. Diperhitungkan untuk pajak penghasilan 520.000.

85
3. PT Medical Industries bergerak dibidang produksi obat flu berbentuk tablet.
1 (satu) kg bahan baku diproses menghasilkan 650 butir obat flu. Obat flu
tersebut dikemas dalam botol yang berisi 250 butir obat flu.

Biaya tenaga kerja langsung Rp 2.000 / botol,


Biaya overhead pabrik Rp 1.250 / botol.
Obat flu tersebut dijual dengan harga Rp 312.500 / kotak (1 kotak berisi 25
botol). Biaya penjualan Rp 12.500 / kotak. Laba normal 15% dari harga jual.
Persediaan bahan baku pada bulan Januari 2000 berjumlah 100 kg dengan
harga pokok Rp 23.000 / kg.

Nilai ganti bahan baku pada saat itu di pasar (current replacement
cost/CRC) diketahui sebagai berikut:

a. Rp 23.250 / kg,
b. Rp 18.000 / kg,
c. Rp 22.000 / kg,
d. Rp 17.500 / kg
e. Rp 19.500 / kg.

Instruksi:
a) Hitunglah ceiling dan floor bahan baku per kg.
b) Buatlah tabel nilai bahan baku dengan metode Comwil.

4. PT Andela memperlihatkan data-data berikut untuk bulan Januari 2009.

Persediaan adalah : 1 Januari 31 Januari


Bahan baku ………………….… 35.000 50.000
Barang dalam proses ………… 80.000 40.000
Barang jadi ………………..…... 45.000 25.000

Upah langsung $ 162.000. Upah tak langsung $ 85.000. Pembelian $


365.000. Potongan pembelian 5.000. Biaya angkut masuk $ 8.000. Biaya
pabrik tak langsung $ 48.000. Penyusutan alat-alat pabrik $ 20.000.
Persediaan barang jadi 1 Januari 300 unit. Penjualan 3.800 unit @ $ 250
per unit.

Instruksi : Susunlahlah:
(1) Laporan harga pokok produksi,
(2) Laporan harga pokok penjualan dan
(3) Laporan laba rugi.

5. PT Yuninco memproduksi produk A, B, C dan D sekaligus dengan biaya


produksi sebagai berikut: Material $ 50.000, Direct Labor $ 40.000, Factory
Overhead atas dasar tarif 75% Direct Labor. Kuantitas yang dihasilkan
adalah: Produk A = 20.000 @ $ 0,25 per unit, produk B = 15.000 @ $ 3 per
unit, produk C = 10.000 @ $ 3,50 per unit dan produk D = 15.000 @ $ 5 per
unit. Pada akhir periode jumlah produk yang tidak terjual adalah sebagai
berikut:
Produk A = 2.000 unit, produk B = 3.000 unit, produk C = 2.000 unit dan
produk D = 1.000 unit.
86
Instruksi:
a) Hitunglah alokasi joint cost (biaya produksi) masing masing-masing
produk dengan metode Nilai Jual (market value).
b) Hitunglah laba kotor masing-masing produk.

6. PT Andela memperlihatkan data-data berikut untuk bulan Januari 2009.

Persediaan adalah : 1 Januari 31 Januari


Bahan baku ………………….… 34.200 49.300
Barang dalam proses ………… 81.500 42.350
Barang jadi ………………..…... 48.600 ?

Upah langsung $ 162.500. Upah tak langsung $ 83.400. Pembelian $


364.000. Potongan pembelian 5.200. Biaya angkut masuk $ 8.600. Biaya
pabrik tak langsung $ 47.900. Penyusutan alat-alat pabrik $ 21.350.
Persediaan barang jadi 1 Januari 300 unit, 31 Januari 420 unit. Penjualan
3.800 unit @ $ 220 per unit.

Instruksi :
Hitunglah
(1) harga pokok produksi,
(2) harga pokok persediaan barang jadi per 31 januari 2009
(3) harga pokok penjualan dan
(4) jumlah laba kotor.

7. PT. Andela mempunyai dua departemen produksi, yaitu dept. A dan dept.
B serta tiga departemen pembantu, yaitu dept. X, dept. Y dan dept. Z.

Biaya overhead pabrik langsung departemen adalah sebagai berikut:

Departemen A = $ 60.000,
Departemen B = $ 50.000,
Departemen X = $ 30.000,
Departemen Y = $ 20.000,
Departemen Z = $ 10.000.

Biaya overhead pabrik tidak langsung berjumlah $ 100.000, dialokasikan


pada tiap-tiap departemen berdasarkan jumlah tenaga kerja, yaitu:

Departemen A = 875 orang,


Departemen B = 750 orang,
Departemen X = 400 orang,
Departemen Y = 325 orang,
Departemen Z = 150 orang.

Alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu pada departemen


produksi adalah sebagai berikut:

87
Keterangan Dept. Dept. Dept. Dept. Dept.
A B X Y Z

Alokasi Dept. X 50 % 35 % - 10 % 5%
Alokasi Dept. Y 40 % 45 % 15 % - -
Alokasi Dept. Z 45 % 40 % 10 % 5% -

Instruksi:
a) Hitunglah Biaya Overhead Pabrik langsung dan tak langsung per
departemen.
b) Hitunglah Biaya Overhead Pabrik dept. X, Y dan Z setelah alokasi
dengan
1) Metode Kontinyu.
2) Metode Alokasi Aljabar.

c) Hitunglah Biaya Overhead Pabrik dept A dan dept. B setelah alokasi dari
dept. pembantu.

8. Standar biaya produksi untuk 150 unit produk XY adalah sebagai berikut:

Materials 450 gram, $ 10 / kg.


Direct labor 3,75 jam, $ 6 / jam.
Factory Overhead fixed $ 2 / jam, variable $ 3 / jam.
Kapasitas normal (normal capacity) 1.200 jam.

Dalam tahun 2000 diproduksi sebanyak 50.000 unit produk XY dengan


menghabiskan bahan baku sebanyak 149,85 kg, $ 12 / kg. Biaya tenaga
kerja langsung 1.255 jam, $ 5 / jam. Biaya Overhead Pabrik sesungguhnya
(actual Factory Overhead) $ 6.200.

Instruksi:
a) Hitunglah MPV, MQV, LRV, LTV, L.Eff.V (model tiga selisih).
b) Hitunglah CV, VV, SPV, ICV, dan Eff.V.

9. Anggaran biaya overhead pabrik PT Ayu Utama untuk tahun 2009 atas
dasar kapasitas normal 50.000 jam mesin adalah :

Biaya overhead pabrik variabel $ 15.000


Biaya overhead pabrik tetap $ 10.000.

Dalam tahun 2009, PT Ayu Utama menerima pesanan sebanyak 25.000


unit produk X dengan menghabiskan waktu pengerjaan sebanyak 55.000
jam mesin. Biaya overhead pabrik variabel yang sesungguhnya dikeluarkan
untuk memproduksi 25.000 unit produk X tersebut adalah $ 18.000.

Instruksi:
a) Hitunglah Applied FOH dan jurnal (Full costing dan Variable costing).
b) Hitunglah Factory Overhead Variance dan jurnal (Full costing dan
Variable costing).
c) Hitunglah Spending Variance dan Idle Capacity Variance.
88
10. Data produksi PT Aselindo pada bulan Januari 2009 untuk Departemen B
dan C diketahui sebagai berikut:

Departemen B:
Diterima dari departemen A sebanyak 35.000 unit, @ $ 2,5 per unit. Barang
dalam proses 1 Januari sebanyak 4.000 unit (TP L = 80%, F = 75%) dengan
biaya dari departemen sebelumnya $ 8.000, tenaga kerja $ 4.500, overhead
pabrik $ 2.500. Biaya tenaga kerja yang ditambahkan selama bulan Januari
$ 15.500 dan overhead pabrik $ 7.500. Barang selesai dan ditransfer ke
departemen C sebanyak 32.000 unit, 5.000 unit masih dalam proses (TP L
= 70%, F = 65%) dan 2.000 unit hilang dalam proses.

Departemen C:
Barang dalam proses 1 Januari sebanyak 5.000 unit (TP L = 75%, F = 60%)
dengan biaya dari departemen sebelumnya $ 10.000, tenaga kerja $ 4.000,
overhead pabrik $ 3.000. Diterima dari departemen B sebanyak 32.000 unit.
Biaya tenaga kerja yang ditambahkan selama bulan Januari $ 14.000 dan
overhead pabrik $ 6.000. Barang selesai dan ditransfer ke gudang
sebanyak 30.000 unit, 4.000 unit masih dalam proses (TP L = 65%, F =
55%) dan 3.000 unit hilang dalam proses.

Instruksi :
(1) Buatlah laporan biaya produksi dept B dan jurnal dengan FIFO Method.
(2) Buatlah lap biaya produksi dept C dan jurnal dengan Average Method.

11. PT Aselindo berproduksi melalui tiga departemen produksi, yaitu


departemen A, departemen B dan departemen C. Barang yang selesai
diproses dari departemen A ditransfer ke departemen B, barang yang
selesai dalam departemen B ditransfer ke departemen C, dan barang yang
selesai di departemen C ditransfer ke gudang barang jadi. Data produksi
untuk bulan Januari 2001 untuk departemen B dan departemen C
diperlihatkan sebagai berikut:

Keterangan Dept. B Dept. C


Data unit :
Unit Work in Process awal 2.000 unit 5.000 unit
Tingkat Penyelesaian (M = 100%, C = 60%) (DL = 80%, F = 60%)
Unit selesai dan ditransfer 20.000 unit 17.000 unit
Unit diterima dari dept sebelimnya 23.000 unit @ $ 4,5 20.000 unit
Unit hilang dalam proses 1.000 unit 2.000 unit
Unit Work in Process akhir 4.000 unit 6.000 unit
Tingkat Penyelesaian (M = 100%, C = 75%) (DL = 85%, F = 75%)

Data biaya :
Biaya Work in Process awal M=$ 5.000, DL=$ 3.000, DL=$ 2.500, F=$ 1.500
F=$ 2.000
Biaya awal dari Dep sebelumnya $ 8.000 $ 6.000
Biaya produksi tambahan M=$50.000, DL=$40.000, DL = $ 20.000,
F=$25.000 F = $ 15.000

Instruksi :
(1) Buatlah laporan biaya produksi dept B dan jurnal dengan FIFO Method.
(2) Buatlah lap biaya produksi dept C dan jurnal dengan Average Method.
89
12. PT Yuninco memproduksi produk A, B, C dan D sekaligus dengan biaya
produksi sebagai berikut: Material $ 50.000, Direct Labor $ 40.000, Factory
Overhead atas dasar tarif 75% Direct Labor. Biaya tambahan (sparable
cost) adalah : A $ 2.000, B $ 10.000, C $ 10.000, D $ 28.000. Kuantitas
yang dihasilkan adalah: Produk A = 20.000 unit @ $ 0,50 per unit, produk B
= 15.000 unit @ $ 5 per unit, produk C = 10.000 unit @ $ 4,50 per unit dan
produk D = 15.000 unit @ $ 8 per unit. Pada akhir periode jumlah produk
yang tidak terjual adalah sebagai berikut: Produk A = 2.000 unit, produk B =
3.000 unit, produk C = 2.000 unit dan produk D = 1.000 unit.

Instruksi:
a) Hitunglah alokasi joint cost masing masing-masing produk dengan
metode Nilai Pasar (Nilai Hipotesis).
b) Hitunglah harga pokok produksi dan laba kotor masing-masing produk.

13. PT Medical Industries bergerak dibidang produksi obat batuk sirup. 1 kg


bahan baku diproses menghasilkan 650 gr obat batuk sirup. Obat batuk
tersebut dikemas dalam botol yang berisi 250 gr. Biaya tenaga kerja
langsung Rp 500 / botol, biaya overhead pabrik Rp 350 / botol. Obat batuk
tersebut dijual dengan harga Rp 125.000 / kotak (1 kotak berisi 25 botol).
Biaya penjualan Rp 3.750 per kotak. Laba normal 15% dari harga jual.
Persediaan bahan baku pada bulan Januari 2000 berjumlah 100 kg dengan
harga pokok Rp 10.500 / kg. Nilai ganti bahan baku pada saat itu di pasar
(current replacement cost/CRC) diketahui sebagai berikut:

a. Rp 10.550 / kg d. Rp 8.750 / kg
b. Rp 10.250 / kg e. Rp 8.400 / kg
c. Rp 9.500 / kg

Instruksi:
1) Hitunglah ceiling dan floor bahan baku per kg.
2) Buatlah tabel nilai bahan baku dengan metode Comwil.

14. PT Andela memperlihatkan data-data berikut untuk bulan Januari 2009.

Persediaan adalah : 1 Januari 31 Januari


Bahan baku ………………………… 5.000 8.000
Barang dalam proses …….………… 10.000 15.000
Barang jadi ………….………….…... 15.000 20.000

Upah langsung 30% dari total biaya produksi. Pembelian $ 65.000.


Biaya overhead pabrik $ 50.000. Biaya pemasaran $ 16.000, biaya umum
dan administrasi $ 25.000, penjualan $ 200.000 dan pajak penghasilan
15%.

Instruksi :
Buatlah (1) laporan harga pokok produksi, (2) harga pokok penjualan dan
(3) laporan laba rugi per 31 Januari 2009.

90
15. PT Andela Manufactur dalam periode produksi bulan Januari 2009
melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut :
a. Dibeli bahan baku $ 300.000 dan bahan penolong $ 50.000 dengan
kredit.
b. Bahan yang dipakai dalam proses berjumlah $ 200.000, termasuk bahan
penolong $ 25.000.
c. Upah terutang setelah dikurangi dengan pajak FICA 5% dan pajak
penghasilan federal 7% berjumlah $ 200.000.
d. Upah yang terutang dibayarkan.
e. Pembagian upah adalah sbb: Tenaga kerja lsg 65%, tenaga kerja tidak
langsung 20%, gaji bagian adm 10% dan gaji bagian pemasaran 5%.
f. Pemerintah mengenakan pajak tambahan penghasilan majikan sebesar
15% yang terdiri dari : Pajak FICA 5%, pajak asuransi pengangguran
federal 6% dan pajak asuransi pengangguran negara bagian 4%
g. Biaya overhead pabrik umum berjumlah $ 75.000. Dari jumlah tersebut
dibayar tunai 40%, sisanya dikreditkan ke Hutang usaha.
h. Dibayar kewajiban perusahaan sebagai berikut : Hutang usaha sebesar
$ 350.000 dan estimasi pajak penghasilan $ 55.000.
i. Biaya overhead pabrik yang telah dikumpulkan ditransfer ke barang
dalam proses.
j. Semua produk diselesaikan dan ditransfer ke gudang barang jadi.
k. Penjualan selama bulan Januari 2000 berjumlah 800.000. Dari jumlah
tersebut dibayar tunai 60%, sisanya piutang usaha. Laba 25% dari
harga pokok penjualan.

Instruksi :
Dari transaksi-transaksi di atas buatlah jurnal yang diperlukan oleh PT
Andela Manufactur.

16. Job Order Costing.


CV Andela Furniture memproduksi berbagai jrnis meubel yang terbuat
dari kayu “Kalimantan”. Karena overhead pabrik berhubungan erat dengan
bahan baku yang dipakai, maka tarif BOP didasarkan pada jumlah bahan
baku yang dipakai. Untuk tahun 2001 tarif BOP ditetapkan sebesar 40%
dari jumlah bahan baku yang dipakai.
Pada Minggu ke tiga bulan Mei 2001, perusahaan, antara lain
memproduksi dua (2) jenis furniture, masing-masing diberi kode perintah
kerja: Job # 20035 dan Job 20038. Job # 20035 memproduksi 500 unit kursi
yang terbuat dari kayu "“yatoh". Kursi-kursi ini dibuat dengan harga yang
memperhitungkan laba kotor 40% dari harga jualnya.
Job # 20038 membuat 1 set meja makan dengan 6 kursi sebagai
pesanan dari Mr. Otoyaki Gusikurata. Harga yang disepakati adalah Rp
18.760.000. pesanan ini dibuat dari jenis kayu “Ulin”. Biaya produksi yang
berhubungan dengan kedua job di atas adalah sebagai berikut:

Job # 20035 Job # 20038


Bahan baku 3,85 m 3 0,75 m3
Upah langsung 125 jam 65 jam
Bahan lainnya Rp 2.902.000 Rp 4.875.000

91
Diminta:
Jika diketahui bahwa kayo nyatoh dan ulin per meter kubik masing-masing
berharga Rp 2.450.000 dan Rp 6.750.000, dan tarif upah rata-rata adalah
Rp 12.500 per jam, berapakah harga jual per unit “kursi nyatoh” ? Dan jika
449 unit kursi nyatoh dan pesanan Mr. Gusikurata telah dikirim, berapakah
laba kotor dari kedua jenis produk tersebut ?

17. Perhitungan Harga Pokok dan Joint Cost.


Amir Tomakuni memiliki toko “Kopi Nayho”. Kopi yang dibuatnya
merupakan kopi Lampung pilihan yang ia beli dari para petani untuk
kemudian diproses sampai mejadi “Kopi Nyaho”.
Selama bulan Mei 2001, Amir membeli 20 ton biji kopi Lampung
dengan harga Rp 8.742 per kilogramnya. Dengan mengeluarkan biaya
sebesar Rp 594.000 kopi tersebut disortir/dipilah ke dalam 3 (tiga)
kelompok kopi, masing masing “Super”, “Ekspor”, dan “Lokal”.

Hasil yang diperoleh adalah 4.570 kg Super, 6.852 kg Ekspor, dan


8.378 kg Lokal. Setelah dipisah, maka masing-masing jenis diproses lebih
lanjut dengan biaya sebagai berikut:

Jenis Kopi Biaya Upah dan BOP


Super Rp 5.712.500
Ekspor Rp 5.652.900
Lokal Rp 5.236.250
Total Rp 16.601.650

Diminta:
Jika diketahui harga jual kopi Super Rp 22.750/kg, Ekspor Rp 15.560/kg,
dan Lokal Rp 12.150/kg, hitunglah:

a) Harga pokok per kg masing-masing jenis kopi, jika dipakai metode rata-
rata.
b) Harga pokok per kg masing-masing jenis kopi, jika dipakai metode
harga pasar relatif pada titik pisah.
c) Berdasarkan jawaban nomor 2 di atas, berapakah persentase (%) laba
kotor per kg masing-masing jenis kopi.

18. Harga Pokok Standar.


PT Safety Gembok memproduksi sejenis kunci pengaman mobil.
Perusahaan telah menerapkan Sistem Harga Pokok Standar sejak
beberapa tahun yang lalu. Untuk tahun 2001, harga pokok standar per unit
kunci pengaman adalah sebagai berikut:
Bahan baku : Besi 1.250 gram 18.750
Kuningan 400 gram 800
Upah langsung : 150 menit 31.250
Biaya Operhead Pabrik: Rp 22.500/JKL*) 56.250
Total 107.250

92
*) Tarif Biaya Overhead Pabrik didasarkan pada kapasitas yang dapat
dicapai, yaitu 60.000 JKL/tahun. Budget Biaya Overhead Pabrik tetap pada
kapasitas tersebut adalah Rp 540.000.000 dan budget Biaya Overhead
Pabrik variabel Rp 810.000.000.

Dalam bulan Mei 2001, perusahaan berhasil memproduksi sebanyak


2.150 unit kunci pengaman dengan biaya produksi sesungguhnya sbb:
- Bahan baku: Besi 2.170 kg seharga Rp 40.650.000. Kuningan 838 kg
dengan total harga Rp 16.760.000.
- Upah langsung selama 5.120 jam dengan total upah Rp 64.000.000.
- Total BOP selama bulan Mei 2001 berjumlah Rp 121.250.000.

Diminta:
Hitunglah: 1) Selisih bahan baku: MPV, MQV, MMV, dan MYV.
2) Selisih upah: LRV, dan LTV.
3) Selisih Biaya Overhead Pabrik: Overall, SPV, ICV, dan EffV.

19. Process Costing.


Berdasarkan data dan informasi di bawah ini, hitunglah unit ekuivalen
(equivalent unit) bahan baku, upah langsung, overhead pabrik, dan bahan
pengawet untuk bulan Mei 2001. Bahan pengawet ditambahkan pada saat
proses produksi mencapai tingkat penyelesaian 50%.

Brg Dalam Proses: 1 Mei 2001 (100% BB, 50% BK) : 18.000 unit.
Tambahan/dimasukkan dlm proses produksi bulan Mei 2001: 100.000 unit.

Selesai dan ditransfer ke departemen berikutnya: 90.000 unit.


Dalam proses 31 Mei 2001: (100% BB, 40% Biaya Konversi): 10.000 unit.
Dalam proses 31 Mei 2001 (100% BB, 60% Biaya Konversi): 17.500 unit.
Hilang dalam proses produksi: 500 unit.

20. Harga Pokok Proces.


PT Mulia kertas memproduksi kertas koran untuk kebutuhan dalam
negeri. Proses produksi dilaksanakan melalui 4 (empat) departemen
produksi. Pada departemen “Finishing”, yang merupakan departemen ke-4
(terakhir), setiap 1 (satu) unit yang diterima dari departemen sebelumnya
diolah menjadi 3 (tiga) unit barang jadi.
Data produksi dan biaya untuk bulan Februari 2001 adalah sebagai
berikut:
Data Produksi:
Persediaan 31/1/2001 : (40% Biaya Konversi) 12.500 unit
Diterima dari departemen 3 (Mixing) 57.500 unit
Selesai dan ditransfer ke gudang barang jadi 170.000 unit
Persediaan 28/2/2001 : (60% Biaya Konversi) 15.000 unit

Data Biaya:
Persediaan awal BDB (barang dalam proses):
Biaya dari departemen Mixing Rp 78.125.000
Upah Pekerja Lngsung 10.312.500
Biaya Overhead Pabrik 42.187.500 Rp 130.625.000

93
Tambahan Biaya dalam bulan Februari 2001:
Biaya dari departemen Mixing Rp 1.083.675.000
Upah Pekerja Langsung 239.392.500
Biaya Overhead Pabrik 969.162.500
Bahan Pembungkus (utk barang jadi) 38.250.000 2.330.480.000
Diminta:
Dengan metode rata-rata, hitunglah:
a) Harga pokok per unit barang jadi (buat Cost of Production Report).
b) Jika barang jadi dijual dengan memperhitungkan laba kotor
sebesar 60% dari harga jualnya, berapakah harga jual per unit ?

21. Penggolongan Biaya dan Flexible Budget Biaya Overhead Pabrik


Berikut adalah Biaya Overhead Pabrik untuk beberapa kapasitas (unit)
yang dicapai dalam bulan-bulan yang lalu.

Bulan Kapasitas Total BOP


September 2000 21.870 unit Rp 270.528.360
Oktober 2000 23.625 unit 292.193.835
Nopember 2000 20.190 unit 249.788.760
Desember 2000 24.860 unit 307.439.910
Januari 2001 22.245 unit 275.157.735
Februari 2001 20.710 unit 256.208.160

Diminta:
Dengan menggunakan metode titik tertinggi dan titik terendah (high and
low points method), berapakah total Biaya Overhead Pabrik, jika dalam
bulan Maret 2001 direncanakan kapasitas sebesar 23.870 unit

22. Harga Pokok Standar.


PT Getuk Kwartet memproduksi “getuk” kualitas ekspor yang dijual ke
Malaysia, Brunai, Singapura, dan beberapa negara Eropa Barat.
Perusahaan telah menerapkan Harga Pokok Standar sejak tahun lalu.

Harga pokok standar per bungkus “Getuk Rasa Istimewa” (Getuk RI),
sebagai berikut:
Bahan baku : - Singkong 750 gram Rp 225
- Gula 75 gram Rp 225
- Keju 50 gram Rp 425
Total 875 gram Rp 875

Upah Pekerja Langsung: 45 menit dengan tarif upah Rp 500/jam 375


Biaya Overhead Pabrik : Rp 2.000 per JKL*) 1.500
Total Harga Pokok Standar per bungkus Getuk RI Rp 2.750
*) Tarip Biaya Overhead Pabrik didasarkan pada kapasitas normal
72.000 JKL per tahun. Flexible budget untuk kapasitas normal
tersebut adalah:

BOP Tetap Rp 52.200.000


BOP Variabel 91.800.000
Total Rp 144.000.000
Tarif Biaya Overhead Pabrik : 144.000 : 72.000 = 2.000/JKL
94
Dalam bulan Februari 2001 dihasilkan getuk sebanyak 8.120 bungkus,
dengan biaya sebagai berikut:
Bahan baku : - Singkong 6.120 kilogram dengan harga Rp 1.836.000
- Gula 590 kilogram dengan harga Rp 1.770.000
- Keju 395 kilogram dengan harga Rp 3.357.500
Total 7.105 kilogram Rp 6.963.500

Upah pekerja langsung selama 6.000 jam berjumlah Rp 3.090.000


Biaya Overhead Pabrik yang sesungguhnya berjumlah Rp 12.255.000
Diminta:
Hitunglah selisih-selisih berikut:
a) Selisih harga bahan baku (material price variance)
b) Selisih pemakaian bahan baku (material quantitiy variance)
c) Selisih komposisi bahan baku (material mixed variance)
d) Selisih hasil pemakaian bahan baku (material yield variance)
e) Selisih tarif upah langsung (labor rate variance)
f) Selisih waktu tenaga kerja langsung (labor time variance)
g) Selisih Biaya Overhead Pabrik (FOH-Overall variance)
h) Selish anggaran (spending variance)
i) Selisih kapasitas (idle capacity variance)
j) Selisih efisiensi (efficiency variance)

23. Tiap bulan PT Agra membutuhkan bahan baku yang dibeli dengan harga
Rp 500 per unit, sebanyak 12.000 unit. Tiap kali pemesanan yang akan
diterima 5 hari kemudian dibutuhkan biaya Rp 50.000. Untuk penyimpanan
dan penanganan bahan baku ini diperhitungkan biaya 20% dari harga
belinya. Perusahaan bekerja 300 hari dalam setahun dan manajemen
perusahaan menetapkan jumlah persediaan minimum untuk pemakaian 10
hari kerja (UNC-Agustus 2000).

Diminta:
Berdasarkan keterangan di atas, hitunglah jumlah tiap kali pesan yang
dianggap paling ekonomis; buktikan bahwa biaya bahan baku ini
(pengadaan dan penyimpanannya) paling rendah; serta pada jumlah
persediaan berapakah (unit) akan dilaksanakan pemesanan kembali ?

24. PT Agri menjual barang jadi yang dihasilkannya dengan harga Rp 12.750
per unitnya. Untuk menghasilkan barang jadi ini diperlukan sebanyak 2,5
(dua setengah) unit bahan baku ditambah biaya upah langsung dan Biaya
Overhead Pabrik sebesar Rp 3.250 per unit barang jadi yang dihasilkan.
Biaya penjualan dan laba normal yang diperhitungkan perusahaan masing-
masing sebesar 10% dan 20% dari harga jualnya.
Jika diketahui bahwa pada tanggal 30 April 2001 terdapat 1.275 unit
bahan baku dengan harga perolehan (FIFO) Rp 2.887.875, sedangkan
harga pengganti (replacement cost) per unit bahan baku tersebut adalah Rp
2.250, berapakah nilai persediaan akhir bahan baku tersebut dengan
metode “Comwil” (UNC-Agustus 200).

25. Tarif Biaya Overhead Pabrik departemen produksi B adalah Rp 5.000/JKL,


tarif ini ditetapkan berdasarkan kapasitas normal sebesar 30.000 JKL per
95
tahunnya. Pada kapasitas normal ini, budget Biaya Overhead Pabrik
tetapnya adalah Rp 52.500.000 per tahunnya.
Dalam bulan April 2001 departemen produksi B telah bekerja selama
2.645 JKL dengan total Biaya Overhead Pabrik sesungguhnya Rp
10.115.000. Total biaya masing-masing departemen produksi dan
departemen pembantu serta servis yang diberikan oleh departemen
pembantu untuk bulan April 2001 adalah sebagai berikut:

Servis Dari:
Departemen Total Biaya Dept. X Dept. Y

Produksi A 12.250.000 40% 55%


Produksi B 10.115.000 50% 30%
Pembantu X 3.250.000 - 15%
Pembantu Y 5.180.000 10% -
Total 30.795.000 100% 100%

Hitunglah:
Under (over) applied Factory Overhead, Spending Variance, dan Idle
Capacity Variance untuk departemen B.

26. PT Agros menerapkan sistem hp standar untuk perhitungan harga pokok


produksinya. Kartu harga pokok standar per unit barang jadi sbb:

Bahan baku - X: ¼ unit @ Rp 2.000 = Rp 500


- Y: ½ unit @ Rp 4.000 = Rp 2.000
- Z: ¾ unit @ Rp 6.000 = Rp 4.500 Rp 7.000
Upah langsung: 45 menit @ Rp 2.000/jam = Rp 1.500
Biaya Overhead Pabrik: Rp 5.000/JKL*) Rp 3.750
Harga Pokok Standar per unit barang jadi Rp 12.250
*) Atas dasar kapasitas normal 60.000 JKL per tahun.
Budget atas dasar kapasitas normal: BOP Tetap Rp 74.040.000
BOP Variabel Rp 225.960.000
Total Biaya Overhead Pabrik Rp 300.000.000

Dalam bulan April 2001 dihasilkan sebanyak 6.750 unit barang jadi
yang dikerjakan selama 5.060 jan kerja langsung yang dibayar dengan
upah Rp 10.246.500, total Biaya Overhead Pabrik yang sesungguhnya
sebesar Rp 25.312.750. Bahan baku yang dibeli dan dipakai untuk
bulan tersebut adalah sebagai berikut:
Bahan Baku Unit Jumlah (Rp)
X 1.685,0 Rp 3.386.850
Y 3.350,0 13.383.250
Z 5.067,5 30.415.135
Total 10.102,5 Rp 47.185.235

Diminta:
a) Hitunglah selisih-selisih MPV, MQV, MMP, MYV untuk bahan baku; LRV,
dan LTV untuk tenaga kerja langsung; dan Overall, Spending, Idle
Capacity, dan Efficiency Variance untuk Biaya Overhead Pabrik.
b) Ayat jurnal dengan metode “Partial Plan”.
96
27. Dua puluh lima persen (25%) dari total Biaya Overhead Pabrik berjumlah
Rp 150.000. jumlah tersebut merupakan 40% dari total biaya konversi.

Hitunglah: Berapa total biaya bahan baku, upah tenaga kerja langsung,
dan total Biaya Overhead Pabrik, jika diketahui bahwa total biaya utama
(prime cost) nya adalah 70% dari total biaya produksi (UNC-Agustus 2000).

28. Berdasarkan pengalaman selama ini, 2% dari jumlah yang diproses akan
menjadi “spoiled goods”. Dalam bulan Juli 2001 diproses sejumlah 80.000
unit dan ternyata sebanyak 1.575 unit merupakan produk cacat (spoilage),
jika perhitungan harga pokok per unit (estimasi) adalah sebagai berikut:

Bahan baku Rp 6.400


Upah langsung 2.900
Biaya Overhead Pabrik 8.700 (300% upah langsung)
Total Rp 18.000
Instruksi:
Berapakah harga pokok per unit barang jadi yang sempurna ?

29. Berapakah “equivalent unit” untuk bahan baku, upah langsung, dan
overhead pabrik untuk produksi bulan Juli 2001, PT Sarsarella,
Departemen “Adonan” berikut ini:

Dalam proses awal (100% bahan baku, 40% biaya konversi) 20.000 unit
Dimasukkan dalam proses bulan Juli 2001 80.000 unit
Dalam proses awal bulan (100% BB, 60% biaya konversi) 15.000 unit
Selesai dan ditransfer ke Departemen “Pencetakan”, Juli 2001 82.500 unit
Hilang dalan proses 2.500 unit

30. Jika diterapkan metode harga pasar pada titik pisah (market price at the
split-off point) untuk alokasi biaya bersama (joint costs) berikut ini:

Biaya bahan baku Rp 30.000.000


Upah tenaga kerja langsung 12.750.000
Biaya Overhead Pabrik 52.250.000
Total biaya produksi Rp 95.000.000

Hasil produksi dan harga jual per unit masing-masing produk adalah
sebagai berikut:

Harga jual
Produk Unit per unit
A 18.000 Rp 8.500
B 12.000 5.000
C 10.000 4.250

Instruksi:
Berapakah harga pokok per unit produk A, B, dan C ?

97

Anda mungkin juga menyukai