Transaksi Keuangan Usaha Percetakan
Transaksi Keuangan Usaha Percetakan
Instruksi:
a) Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi di atas.
b) Buatlah kartu biaya untuk ketiga job tersebut.
84
2. PT Andela Manufactur dalam periode produksi bulan Januari 2009
melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut (dalam ribuan rupiah) :
85
3. PT Medical Industries bergerak dibidang produksi obat flu berbentuk tablet.
1 (satu) kg bahan baku diproses menghasilkan 650 butir obat flu. Obat flu
tersebut dikemas dalam botol yang berisi 250 butir obat flu.
Nilai ganti bahan baku pada saat itu di pasar (current replacement
cost/CRC) diketahui sebagai berikut:
a. Rp 23.250 / kg,
b. Rp 18.000 / kg,
c. Rp 22.000 / kg,
d. Rp 17.500 / kg
e. Rp 19.500 / kg.
Instruksi:
a) Hitunglah ceiling dan floor bahan baku per kg.
b) Buatlah tabel nilai bahan baku dengan metode Comwil.
Instruksi : Susunlahlah:
(1) Laporan harga pokok produksi,
(2) Laporan harga pokok penjualan dan
(3) Laporan laba rugi.
Instruksi :
Hitunglah
(1) harga pokok produksi,
(2) harga pokok persediaan barang jadi per 31 januari 2009
(3) harga pokok penjualan dan
(4) jumlah laba kotor.
7. PT. Andela mempunyai dua departemen produksi, yaitu dept. A dan dept.
B serta tiga departemen pembantu, yaitu dept. X, dept. Y dan dept. Z.
Departemen A = $ 60.000,
Departemen B = $ 50.000,
Departemen X = $ 30.000,
Departemen Y = $ 20.000,
Departemen Z = $ 10.000.
87
Keterangan Dept. Dept. Dept. Dept. Dept.
A B X Y Z
Alokasi Dept. X 50 % 35 % - 10 % 5%
Alokasi Dept. Y 40 % 45 % 15 % - -
Alokasi Dept. Z 45 % 40 % 10 % 5% -
Instruksi:
a) Hitunglah Biaya Overhead Pabrik langsung dan tak langsung per
departemen.
b) Hitunglah Biaya Overhead Pabrik dept. X, Y dan Z setelah alokasi
dengan
1) Metode Kontinyu.
2) Metode Alokasi Aljabar.
c) Hitunglah Biaya Overhead Pabrik dept A dan dept. B setelah alokasi dari
dept. pembantu.
8. Standar biaya produksi untuk 150 unit produk XY adalah sebagai berikut:
Instruksi:
a) Hitunglah MPV, MQV, LRV, LTV, L.Eff.V (model tiga selisih).
b) Hitunglah CV, VV, SPV, ICV, dan Eff.V.
9. Anggaran biaya overhead pabrik PT Ayu Utama untuk tahun 2009 atas
dasar kapasitas normal 50.000 jam mesin adalah :
Instruksi:
a) Hitunglah Applied FOH dan jurnal (Full costing dan Variable costing).
b) Hitunglah Factory Overhead Variance dan jurnal (Full costing dan
Variable costing).
c) Hitunglah Spending Variance dan Idle Capacity Variance.
88
10. Data produksi PT Aselindo pada bulan Januari 2009 untuk Departemen B
dan C diketahui sebagai berikut:
Departemen B:
Diterima dari departemen A sebanyak 35.000 unit, @ $ 2,5 per unit. Barang
dalam proses 1 Januari sebanyak 4.000 unit (TP L = 80%, F = 75%) dengan
biaya dari departemen sebelumnya $ 8.000, tenaga kerja $ 4.500, overhead
pabrik $ 2.500. Biaya tenaga kerja yang ditambahkan selama bulan Januari
$ 15.500 dan overhead pabrik $ 7.500. Barang selesai dan ditransfer ke
departemen C sebanyak 32.000 unit, 5.000 unit masih dalam proses (TP L
= 70%, F = 65%) dan 2.000 unit hilang dalam proses.
Departemen C:
Barang dalam proses 1 Januari sebanyak 5.000 unit (TP L = 75%, F = 60%)
dengan biaya dari departemen sebelumnya $ 10.000, tenaga kerja $ 4.000,
overhead pabrik $ 3.000. Diterima dari departemen B sebanyak 32.000 unit.
Biaya tenaga kerja yang ditambahkan selama bulan Januari $ 14.000 dan
overhead pabrik $ 6.000. Barang selesai dan ditransfer ke gudang
sebanyak 30.000 unit, 4.000 unit masih dalam proses (TP L = 65%, F =
55%) dan 3.000 unit hilang dalam proses.
Instruksi :
(1) Buatlah laporan biaya produksi dept B dan jurnal dengan FIFO Method.
(2) Buatlah lap biaya produksi dept C dan jurnal dengan Average Method.
Data biaya :
Biaya Work in Process awal M=$ 5.000, DL=$ 3.000, DL=$ 2.500, F=$ 1.500
F=$ 2.000
Biaya awal dari Dep sebelumnya $ 8.000 $ 6.000
Biaya produksi tambahan M=$50.000, DL=$40.000, DL = $ 20.000,
F=$25.000 F = $ 15.000
Instruksi :
(1) Buatlah laporan biaya produksi dept B dan jurnal dengan FIFO Method.
(2) Buatlah lap biaya produksi dept C dan jurnal dengan Average Method.
89
12. PT Yuninco memproduksi produk A, B, C dan D sekaligus dengan biaya
produksi sebagai berikut: Material $ 50.000, Direct Labor $ 40.000, Factory
Overhead atas dasar tarif 75% Direct Labor. Biaya tambahan (sparable
cost) adalah : A $ 2.000, B $ 10.000, C $ 10.000, D $ 28.000. Kuantitas
yang dihasilkan adalah: Produk A = 20.000 unit @ $ 0,50 per unit, produk B
= 15.000 unit @ $ 5 per unit, produk C = 10.000 unit @ $ 4,50 per unit dan
produk D = 15.000 unit @ $ 8 per unit. Pada akhir periode jumlah produk
yang tidak terjual adalah sebagai berikut: Produk A = 2.000 unit, produk B =
3.000 unit, produk C = 2.000 unit dan produk D = 1.000 unit.
Instruksi:
a) Hitunglah alokasi joint cost masing masing-masing produk dengan
metode Nilai Pasar (Nilai Hipotesis).
b) Hitunglah harga pokok produksi dan laba kotor masing-masing produk.
a. Rp 10.550 / kg d. Rp 8.750 / kg
b. Rp 10.250 / kg e. Rp 8.400 / kg
c. Rp 9.500 / kg
Instruksi:
1) Hitunglah ceiling dan floor bahan baku per kg.
2) Buatlah tabel nilai bahan baku dengan metode Comwil.
Instruksi :
Buatlah (1) laporan harga pokok produksi, (2) harga pokok penjualan dan
(3) laporan laba rugi per 31 Januari 2009.
90
15. PT Andela Manufactur dalam periode produksi bulan Januari 2009
melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut :
a. Dibeli bahan baku $ 300.000 dan bahan penolong $ 50.000 dengan
kredit.
b. Bahan yang dipakai dalam proses berjumlah $ 200.000, termasuk bahan
penolong $ 25.000.
c. Upah terutang setelah dikurangi dengan pajak FICA 5% dan pajak
penghasilan federal 7% berjumlah $ 200.000.
d. Upah yang terutang dibayarkan.
e. Pembagian upah adalah sbb: Tenaga kerja lsg 65%, tenaga kerja tidak
langsung 20%, gaji bagian adm 10% dan gaji bagian pemasaran 5%.
f. Pemerintah mengenakan pajak tambahan penghasilan majikan sebesar
15% yang terdiri dari : Pajak FICA 5%, pajak asuransi pengangguran
federal 6% dan pajak asuransi pengangguran negara bagian 4%
g. Biaya overhead pabrik umum berjumlah $ 75.000. Dari jumlah tersebut
dibayar tunai 40%, sisanya dikreditkan ke Hutang usaha.
h. Dibayar kewajiban perusahaan sebagai berikut : Hutang usaha sebesar
$ 350.000 dan estimasi pajak penghasilan $ 55.000.
i. Biaya overhead pabrik yang telah dikumpulkan ditransfer ke barang
dalam proses.
j. Semua produk diselesaikan dan ditransfer ke gudang barang jadi.
k. Penjualan selama bulan Januari 2000 berjumlah 800.000. Dari jumlah
tersebut dibayar tunai 60%, sisanya piutang usaha. Laba 25% dari
harga pokok penjualan.
Instruksi :
Dari transaksi-transaksi di atas buatlah jurnal yang diperlukan oleh PT
Andela Manufactur.
91
Diminta:
Jika diketahui bahwa kayo nyatoh dan ulin per meter kubik masing-masing
berharga Rp 2.450.000 dan Rp 6.750.000, dan tarif upah rata-rata adalah
Rp 12.500 per jam, berapakah harga jual per unit “kursi nyatoh” ? Dan jika
449 unit kursi nyatoh dan pesanan Mr. Gusikurata telah dikirim, berapakah
laba kotor dari kedua jenis produk tersebut ?
Diminta:
Jika diketahui harga jual kopi Super Rp 22.750/kg, Ekspor Rp 15.560/kg,
dan Lokal Rp 12.150/kg, hitunglah:
a) Harga pokok per kg masing-masing jenis kopi, jika dipakai metode rata-
rata.
b) Harga pokok per kg masing-masing jenis kopi, jika dipakai metode
harga pasar relatif pada titik pisah.
c) Berdasarkan jawaban nomor 2 di atas, berapakah persentase (%) laba
kotor per kg masing-masing jenis kopi.
92
*) Tarif Biaya Overhead Pabrik didasarkan pada kapasitas yang dapat
dicapai, yaitu 60.000 JKL/tahun. Budget Biaya Overhead Pabrik tetap pada
kapasitas tersebut adalah Rp 540.000.000 dan budget Biaya Overhead
Pabrik variabel Rp 810.000.000.
Diminta:
Hitunglah: 1) Selisih bahan baku: MPV, MQV, MMV, dan MYV.
2) Selisih upah: LRV, dan LTV.
3) Selisih Biaya Overhead Pabrik: Overall, SPV, ICV, dan EffV.
Brg Dalam Proses: 1 Mei 2001 (100% BB, 50% BK) : 18.000 unit.
Tambahan/dimasukkan dlm proses produksi bulan Mei 2001: 100.000 unit.
Data Biaya:
Persediaan awal BDB (barang dalam proses):
Biaya dari departemen Mixing Rp 78.125.000
Upah Pekerja Lngsung 10.312.500
Biaya Overhead Pabrik 42.187.500 Rp 130.625.000
93
Tambahan Biaya dalam bulan Februari 2001:
Biaya dari departemen Mixing Rp 1.083.675.000
Upah Pekerja Langsung 239.392.500
Biaya Overhead Pabrik 969.162.500
Bahan Pembungkus (utk barang jadi) 38.250.000 2.330.480.000
Diminta:
Dengan metode rata-rata, hitunglah:
a) Harga pokok per unit barang jadi (buat Cost of Production Report).
b) Jika barang jadi dijual dengan memperhitungkan laba kotor
sebesar 60% dari harga jualnya, berapakah harga jual per unit ?
Diminta:
Dengan menggunakan metode titik tertinggi dan titik terendah (high and
low points method), berapakah total Biaya Overhead Pabrik, jika dalam
bulan Maret 2001 direncanakan kapasitas sebesar 23.870 unit
Harga pokok standar per bungkus “Getuk Rasa Istimewa” (Getuk RI),
sebagai berikut:
Bahan baku : - Singkong 750 gram Rp 225
- Gula 75 gram Rp 225
- Keju 50 gram Rp 425
Total 875 gram Rp 875
23. Tiap bulan PT Agra membutuhkan bahan baku yang dibeli dengan harga
Rp 500 per unit, sebanyak 12.000 unit. Tiap kali pemesanan yang akan
diterima 5 hari kemudian dibutuhkan biaya Rp 50.000. Untuk penyimpanan
dan penanganan bahan baku ini diperhitungkan biaya 20% dari harga
belinya. Perusahaan bekerja 300 hari dalam setahun dan manajemen
perusahaan menetapkan jumlah persediaan minimum untuk pemakaian 10
hari kerja (UNC-Agustus 2000).
Diminta:
Berdasarkan keterangan di atas, hitunglah jumlah tiap kali pesan yang
dianggap paling ekonomis; buktikan bahwa biaya bahan baku ini
(pengadaan dan penyimpanannya) paling rendah; serta pada jumlah
persediaan berapakah (unit) akan dilaksanakan pemesanan kembali ?
24. PT Agri menjual barang jadi yang dihasilkannya dengan harga Rp 12.750
per unitnya. Untuk menghasilkan barang jadi ini diperlukan sebanyak 2,5
(dua setengah) unit bahan baku ditambah biaya upah langsung dan Biaya
Overhead Pabrik sebesar Rp 3.250 per unit barang jadi yang dihasilkan.
Biaya penjualan dan laba normal yang diperhitungkan perusahaan masing-
masing sebesar 10% dan 20% dari harga jualnya.
Jika diketahui bahwa pada tanggal 30 April 2001 terdapat 1.275 unit
bahan baku dengan harga perolehan (FIFO) Rp 2.887.875, sedangkan
harga pengganti (replacement cost) per unit bahan baku tersebut adalah Rp
2.250, berapakah nilai persediaan akhir bahan baku tersebut dengan
metode “Comwil” (UNC-Agustus 200).
Servis Dari:
Departemen Total Biaya Dept. X Dept. Y
Hitunglah:
Under (over) applied Factory Overhead, Spending Variance, dan Idle
Capacity Variance untuk departemen B.
Dalam bulan April 2001 dihasilkan sebanyak 6.750 unit barang jadi
yang dikerjakan selama 5.060 jan kerja langsung yang dibayar dengan
upah Rp 10.246.500, total Biaya Overhead Pabrik yang sesungguhnya
sebesar Rp 25.312.750. Bahan baku yang dibeli dan dipakai untuk
bulan tersebut adalah sebagai berikut:
Bahan Baku Unit Jumlah (Rp)
X 1.685,0 Rp 3.386.850
Y 3.350,0 13.383.250
Z 5.067,5 30.415.135
Total 10.102,5 Rp 47.185.235
Diminta:
a) Hitunglah selisih-selisih MPV, MQV, MMP, MYV untuk bahan baku; LRV,
dan LTV untuk tenaga kerja langsung; dan Overall, Spending, Idle
Capacity, dan Efficiency Variance untuk Biaya Overhead Pabrik.
b) Ayat jurnal dengan metode “Partial Plan”.
96
27. Dua puluh lima persen (25%) dari total Biaya Overhead Pabrik berjumlah
Rp 150.000. jumlah tersebut merupakan 40% dari total biaya konversi.
Hitunglah: Berapa total biaya bahan baku, upah tenaga kerja langsung,
dan total Biaya Overhead Pabrik, jika diketahui bahwa total biaya utama
(prime cost) nya adalah 70% dari total biaya produksi (UNC-Agustus 2000).
28. Berdasarkan pengalaman selama ini, 2% dari jumlah yang diproses akan
menjadi “spoiled goods”. Dalam bulan Juli 2001 diproses sejumlah 80.000
unit dan ternyata sebanyak 1.575 unit merupakan produk cacat (spoilage),
jika perhitungan harga pokok per unit (estimasi) adalah sebagai berikut:
29. Berapakah “equivalent unit” untuk bahan baku, upah langsung, dan
overhead pabrik untuk produksi bulan Juli 2001, PT Sarsarella,
Departemen “Adonan” berikut ini:
Dalam proses awal (100% bahan baku, 40% biaya konversi) 20.000 unit
Dimasukkan dalam proses bulan Juli 2001 80.000 unit
Dalam proses awal bulan (100% BB, 60% biaya konversi) 15.000 unit
Selesai dan ditransfer ke Departemen “Pencetakan”, Juli 2001 82.500 unit
Hilang dalan proses 2.500 unit
30. Jika diterapkan metode harga pasar pada titik pisah (market price at the
split-off point) untuk alokasi biaya bersama (joint costs) berikut ini:
Hasil produksi dan harga jual per unit masing-masing produk adalah
sebagai berikut:
Harga jual
Produk Unit per unit
A 18.000 Rp 8.500
B 12.000 5.000
C 10.000 4.250
Instruksi:
Berapakah harga pokok per unit produk A, B, dan C ?
97