STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
WOUNDCARE (PERAWATAN LUKA)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah II
Dosen Pengampu : Emi Lindayani, S.Kep.Ners.M.Kep.
Disusun Oleh :
Kelompok 3
1. Deva Zuliani Megantara (1910105492)
2. Eka Hartini (1910105494)
3. Iis Tita Sunarsih (1910105499)
4. Ikah Maryamah (1910105501)
5. Meli Handayani (1910105505)
6. Naufal Misbahuddin Luthfi (1910105510)
7. Nisa Nur Fauziah (1910105513)
8. Nizma Nurajizah (1910105515)
9. Raihan Muhammad Maulana (1910105551)
Ilmu Keperawatan 3A
PROGRAM STUDI S-1 ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SEBELAS APRIL SUMEDANG
2021
SOP WOUNDCARE (PERAWATAN LUKA)
Pengertian
Tujuan
Indikasi
Kontraindikasi
Tahap Kerja
Persiapan Alat
1. Sarung tangan steril
2. Sarung tangan bersih
3. Set balutan (2 pinset anatomis, 1 pinet cirugris, 2 kom, kassa, kapas)
4. Gunting steril
5. Plester (micropore)
6. Kassa steril tambahan
7. Bengkok
8. Cairan pembersih fisiologis
9. Antiseptik(sesuai pesanan medik)
10. Under pad / alas tahan air
11. Lidi kapas steril
12. Transofiks
13. Plastik kuning
14. Meteran luka
15. Sabun cair (microshield)
Pelaksanaan
NO PROSEDUR/LANGKAH KEGIATAN
Tahap Prainteraksi
1. Melakukan verifikasi data dan membaca catatan medis klien
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
Tahap Orientasi
1. Ucapkan salam. Mengidentifikasi pasien menggunakan dua identitas
(nama dan tanggal lahir, nama dan nomer rekam medis)
2. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan, kontrak waktu
3. Menyiapkan alat dan mendekatkan ke pasien
Fase Kerja
1. Menutup sampiran atau pembatas ruangan dan mencuci tangan
2. Memakai sarung tangan
3. Mengatur posisi klien sesuai dengan lokasi luka
4. Mengkaji kondisi balutan luka (lokasi, rembesan, nyeri dan kulit
sekitar luka) tergantung jenis wound dress
5. Menggunakan sarung tangan bersih, meletakkan underpad, dan
kemudian membuka balutan luka dengan pinset bersih / tangan,
menuangkan cairan fisiologis jika perlu
6. Mengangkat kassa yang menempel pada luka (jika sulit diangkat
jangan dipaksa, berikan lagi cairan fisiologis hingga kassa lepas)
7. Mengkaji kondisi luka (panjang, lebar, dalam, adanya tunnel, kondisi
jahitan, banyaknya jahitan)
8. Bersihkan kulit sekitar luka dengan sabun cair/microshield, kemudian
bersihkan area luka bagian dalam menggunakan cairan fisiologis.
(Khusus untuk luka kronik)
9. Membuka sarung tangan bersih
10. Membuka set ganti balutan dengan memperhatikan teknik aseptik
11. Menyiapkan cairan antiseptik (sesuai pesanan medik) dan cairan
fisiologis ke area steril
12. Memakai sarung tangan steril
13. Melakukan desinfektan didaerah sekitar luka
14. Mencuci luka dengan cairan fisiologis
15. Membersihkan luka sesuai dengan kondisi luka; Perhatikan agar
jangan sampaimerusak jaringan granulasi, membersihkan luka dari
daerah bersih ke daerah kurang bersih
Fase Terminasi
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan dan kontrak pertemuan
selanjutnya
2. Salam penutup, buka sampiran, letakkan alat pada tempatnya dan cuci
tangan
3. Dokumentasikan
Tautan link video SOP https://youtu.be/l7dBwpFUZhY