0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan37 halaman

Tips Lolos Psikotes Menggambar Orang

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan37 halaman

Tips Lolos Psikotes Menggambar Orang

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tips Lolos Psikotes Menggambar Orang

     DAP atau Draw a Person adalah salah satu jenis psikotes menggambar. Tes ini mudah
diinterpretasikan dan banyak digunakan di berbagai negara karena tidak ada hambatan
bahasa, hambatan budaya dan komunikasi antara penguji dan peserta tes. Biasannya, DAP
digunakan dalam

berbagai tujuan sehingga bersifat universal.


     Di Indonesia, tes ini banyak digunakan untuk perekrutan pegawai swasta, pegawai
pemerintah, dan lembaga lainnya. Dalam pengerjaan tes ini, bisa dilakukan secara kelompok
atau individual. Tes kelompok biasanya digunakan dalam perekrerutan pegawai yang
berjumlah banyak (misalnya perekrutan pegawai PNS), sementara, tes individual digunakan
untuk perekrutan pegawai dengan kualifikasi tertentu dan kuantitas sangat terbatas.
     Anda sebagai peserta tes akan diminta oleh pengawas untuk menggambar tiga orang pada
tiga lembar terpisah yaitu gambar laki-laki, gambar perempuan dan gambar Anda sendiri.
Tapi, jika Anda dites dalam sebuah kelompok,
Anda hanya akan diminta untuk menggambar satu orang. Usahakan sesuai dengan jenis
kelamin Anda sendiri. Identitas diri ditulis pada bagian belakang kertas supaya bidang
gambar tetap bersih. Tapi tergantung pada permintaan pengawas. Intinya dengarkan setiap
petunjuk dari pengawas.
     Dalam tes kelompok peserta hanya diminta menggambar satu orang saja untuk
menghemat waktu. Waktu yang diberikan pengawas biasanya berkisar antara 10 sampai 15
menit.
1. Apa yang Anda gambar menunjukkan pribadi Anda Karena gambar tersebut menunjukkan
pribadi Anda, maka gambarlah orang sesuai jenis kelamin Anda. Jika Anda seorang wanita,
gambarlah seorang wanita. Jika Anda pria, maka gambarlah seorang pria. Selain itu, ekspresi
dan aktivitas juga menunjukkan Anda orang seperti apa. Usahakan menggambar orang
dengan ekspresi bahagia atau tersenyum dan juga giat melakukan sebuah aktivitas.
2. Tentukan profesi Profesi orang yang Anda gambar harus jelas. Hal tersebut bisa
ditunjukkan melalui aktivitas, lingkungan, maupun detail pakaian dan aksesoris maupun
peralatan yang digunakan. Berikut ini beberapa contoh orang dengan profesi yang jelas:
a. Dokter sedang memeriksa pasien
b. PNS sedang memimpin rapat berpresentasi
c. Karyawan swasta bekerja di depan komputer
d. Atlit sedang berlari
3. Gambarlah orang yang sedang beraktivitas Dengan menggambar orang yang sedang
beraktivitas akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang giat dan pekerja keras.
Aktivitas harus detail dan jangan setengah setengah. Maksud setengah-setengah di sini adalah
Anda menggambar seorang sedang berdiri dan membuka tangan, namun tak jelas apa yang
dia lakukan. Jika Anda ingin menggambar orang yang sedang berpresentasi, berikan fitur-
fitur pendukung, misal papan presentasi, laptop, LCD, dan beri judul gambar.
4. Perhatikan detail pakaian dan atribut profesi yang menunjukkan karakteristik profesi
Atribut profesi, misalnya:
a. dokter : memakai stetoskop, baju lab putih
b. atlit : memakai sepatu sket, pakaian olahraga
Untuk wanita, jangan menggambar aksesoris perhiasan yang berlebihan karena akan
menunjukkan bahwa. Anda orang yang matrialistis. Usahakan jika Anda ingin menggambar
aksesoris, gambarlah jam tangan dan sabuk karena kedua aksesoris tersebut menunjukkan
bahwa Anda adalah orang yang berdisiplin.
5. Perhatikan proporsi tangan, kaki, badan, kepala Ketika saya menggambar, saya
menggunakan ruas buku sebagai patokan: satu ruas untuk kepala, seperempat ruas untuk
leher, dua setengah ruas untuk tubuh, 4-5 ruas untuk kaki, dan 3 1/2 ruas untuk tangan.
6. Gambarlah orang dengan ukuran dan proporsi yang wajar Jangan menggambar orang
terlalu besar atau terlalu kecil. Ukuran terlalu besar menunjukkan bahwa Anda adalah orang
yang dominan, sementara ukuran terlalu kecil menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang
kurang percaya diri.
7. Menempatkan orang di tengah-tengah kertas Jangan gambar orang terlalu condong ke kiri
atau ke kanan. Untuk mengakali hal tersebut, Anda dapat membuat garis vertikal yang sangat
tipis sebagai pembagi kertas saat sebelum menggambar. Garis ini yang akan Anda jadikan
acuan dalam menggambar orang agar simetris dan letaknya tepat di tengah kertas.
8. Gambarlah setiap detail wajah Detail wajah yang harus Anda perhatikan antara lain:
a. telinga
b. rambut
c. mulut
d. hidung
e. dagu
Namun, jangan memberikan garis penekanan yang berlebihan pada wajah karena penekanan
berlebihan pada wajah akan menunjukkan bahwa Anda orang yang tidak percaya diri dengan
wajah Anda. Beri garis yang wajar tapi tetap memberikan sentuhan ekspresi yang
menyenangkan.
9. Berikan tekanan pada garis leher Hal ini untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki
kemauan yang tinggi.
10. Buatlah bahu yang proporsional Bahu yang terlalu besar, kecil, atau besar sebelah
menunjukkan bahwa Anda tidak percaya diri dengan tubuh Anda.
11. Gambarlah tangan dengan aksen terbuka dan terlihat detail dari jari tangan Tangan yang
tersembunyi di belakang tubuh atau saku celana, menunjukkan bahwa Anda orang yang
memiliki gangguan hubungan sosial. Sementara, tangan yang terbuka menunjukkan bahwa
Anda adalah orang yang mudah bekerja
sama serta fleksibel. Hal ini bukan berarti Anda menyembunyikan bahwa Anda adalah orang
yang introvert atau tidak mudah percaya. Banyak tipe orang introvert yang masih mudah
diajak bekerja sama. Tipe orang yang mudah diajak bekerja sama inilah yang sangat
dibutuhkan perusahaan.
12. Buatlah penekanan pada tumit Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang
fleksibel.
13. Memberikan bayangan Hal ini sering dilupakan oleh para peserta tes. Jangan lupa
memberikan bayangan pada orang dan lingkungan. Tidak mungkin kan seorang manusia
tidak memiliki bayangan? :)
14. Buatlah lingkungan yang sesuai dengan profesi orang yang digambar Jangan lupa
menggambar lingkungan pendukung untuk menunjukkan dan memperkuat aksen bahwa
orang yang Anda gambar memang sedang bekerja serta memperjelas aktivitas apa yang
sedang dilakukan. Lingkungan tersebut sederhana saja, misalnya jika Anda menggambar
seorang petani, jangan lupa gambar padinya juga. Jika Anda menggambar seorang dokter,
jangan lupa menggambar ranjang pasien.
     Demikian 14 tips menggambar orang dalam psikotest yang didapatkan penulis dari
berbagai sumber, baik dari pengalaman pribadi, dari wawancara, serta dari referensi buku.
Semoga bermanfaat dan selamat mengerjakan psikotes!. :)
Secara garis besar Psikotest dibedakan menurut jenis test kepribadian yaitu :

 Test kepribadian grafis adalah sebuah test yang menilai kepribadian seseorang
berdasarkan gambar yang dibuatnya. Test kepribadian grafis meliputi : Test
Wartegg, Test DAP (Draw A Person), Test Baum Tree dan Test HTP (House Tree
Person).

 Tes kepribadian kuesioner adalah sebuah tes yang menilai kepribadian seseorang
berdasarkan jawaban-jawaban yang dipilihnya terhadap sejumlah pertanyaan yang
diajukan (kuesioner).  Tes kepribadian kuesioner meliputi : Tes Efektifitas Diri, Tes
Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes MAPP, Tes Koran Pauli, Tes
Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.

 Beberapa jenis Test dan tujuannya :


 Test Kepribadian Baum (Tree Test) bertujuan menilai karakter dan kepribadian
seseorang dengan cara menganalisa gambar pohon yang dibuat oleh peserta tes
 Test Kepribadian DAP (Menggambar Orang) bertujuan menilai karakter dan
kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar orang yang dibuatoleh
peserta test.

 Test Kepribadian Efektifitas Diri bertujuan mengetahui seberapa efektif


(cepat&tepat) seseorang itu dalam melaksanakan tugas dan dalam menyelesaikan
berbagai situasi sulit.

 Test Kepribadian Enneagram Personality bertujuan mengetahui tipe kepribadian


seseorang yang dibagi menjadi 9 jenis tipe, dengan cara menyuguhkan sejumlah
pertanyaan tertentu.

 Test Kepribadian EPPS bertujuan mengetahui tipe-tipe motivasi, kebutuhan dan


kesukaan pribadi seseorang dengan cara menyuguhkan sejumlah pertanyaan
tertentu
 Tes Kepribadian HTP (House Tree Person) bertujuan menilai karakter dan
kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar rumah, gambar pohon dan
gambar orang yang dibuat oleh peserta test.

 Test Kepribadian MBTI bertujuan mengetahui tipe kepribadian seseorang dalam


lingkungannya dengan menyuguhkan sejumlah pertanyaan tertentu.

 Test Kepribadian Ketelitian bertujuan mengukur tingkat kecermatan atau ketelitian


seseorang dalam mengolah data yang berupa angka, kata, atau kombinasi
keduanya.

 Test Kepribadian MAPP bertujuan mengukur pilihan kesukaan seseorang dalam


berbagai hal terutama yang berkaitan erat dengan pekerjaan atau dunia kerja
profesional.

 Tes Kepribadian Pauli Kraepplin bertujuan untuk mengukur karakter seseorang


pada beberapa aspek tertentu, yaitu aspek keuletan (daya tahan), aspek kemauan
atau kehendak individu, aspek emosi, aspek penyesuaian diri, dan aspek stabilitas
diri dengan cara memintanya melakukan penghitungan angka-angka dalam deret
yang panjang.

 Test Kepribadian Skala Kematangan bertujuan mengukur tingkat kedewasaan


(kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu.

 Test Kepribadian Teamwork Test atau test adalah tes yang bertujuan mengukur
kemampuan seseorang untuk bekerja dalam sebuah tim yang solid untuk mencapai
tujuan bersama. 

 Tes Kepribadian Kecenderungan Sukses bertujuan mendeteksi kecenderungan


seseorang untuk menjadi orang sukses berdasarkan faktor-faktor tertentu yang ada
pada dirinya.

 Tes Kepribadian WARTEGG bertujuan untuk mengeksplorasi (meneliti karakter


kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol
dan reality function, yang dimiliki oleh seseorang berdasarkan 8 macam gambar
yang dibuatnya.

Di pasaran banyak sekali buku yang membahas masalah psikotest ini, dan sudah menjadi
keharusan pada tiap-tiap proses seleksi selalu dilakukan test potensi akademik.

Psikotest tidak hanya dilakukan untuk calon karyawan, tapi juga untuk calon mahasiswa
bahkan di beberapa sekolah lanjutan atas juga sudah diberlakukan psikotest untuk hal-hal
tertentu. 

Dengan latihan-latihan contoh soal psikotes, diharapkan bisa membantu banyak orang
untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Contoh soal psikotes dapat menjadi acuan utama untuk memprediksi soal yang akan
muncul dan bagaimana harus menjawabnya.
Dalam mengerjakan soal psikotest kita harus percaya diri, karena rasa percaya diri dapat
mendorong orang lebih rileks sehingga kesempatan untuk berbuat kesalahan yang tidak
perlu dapat dihindari.

Apabila dalam mengerjakan soal psikotest dilakukan dengan terburu-buru dan dipenuhi
kecemasan, pasti akan ada masalah nantinya.

Itulah mengapa sangat penting untuk tenang dan rileks saat menghadapi test seperti ini.

Selain rasa percaya diri dalam menyelesaikan soal psikotes juga sangat dibutuhkan
kecermatan, ketelitian, ketepatan, serta efisiensi waktu. Usahakan untuk menyelesaikan
tiap soal dalam waktu sekitar satu menit karena  waktu testnya memang terbatas.

Peserta jangan sekedar mengerjakan soal, tetapi harus memastikan soal-soal psikotest
dapat dijawab dengan benar semaksimal mungkin karena biasanya ada standar nilai yang
harus dilampaui jika ingin lulus dari test ini.

Berikut Contoh Soal Psikotest Dan Cara Menjawab

Contoh Soal Psikotes Kemampuan Verbal

Contoh soal psikotes bagian ini meliputi beberapa jenis. Ada test yang berhubungan
dengan persamaan kata atau sinonim, lawan kata atau antonim, serta padanan hubungan
kata atau analogi. Berikut penjelasannya secara singkat.

 Sinonim
 

Sinonim adalah dua kata yang pada dasarnya memiliki makna yang sama. Hanya saja,
terdapat perbedaan bentuk luarnya.

Saat menghadapi soal sinonim, harus diperhatikan kata yang diuji dengan sebaik mungkin.
Jangan sampai salah mengerti karena akan berdampak pada jawabannya.

 Contoh : Apa sinonim dari


"ARISTOKRAT"?

Pilihan jawaban yang disediakan


adalah:
Menteri, Hulubalang, Bangsawan,
Rakyat Jelata, Raja

Kita harus mengetahui dulu arti


dari kata "Aristokrat" sebelum
memilih jawaban. Setelah yakin,
silakan pilih. Jawaban yang tepat
tentu saja "Bangsawan".

 
Contoh soal psikotes di buku-buku menunjukkan tidak hanya sinonim dalam bahasa
Indonesia saja yang diujikan, kadangada juga bahasa asing.

 Contoh : Tentukan sinonim dari


"ENMITY"!

Pilihan jawabannya adalah:


Permusuhan, Persahabatan, Tolok
Ukur, Label, Abadi

Untuk menentukan jawaban dari


contoh soal psikotes di atas,
kembali pahami arti kata yang
ditanyakan sehingga didapat
jawaban: "Permusuhan".

 
 Antonim
Antonim adalah dua kata atau lebih yang bermakna bertolak belakang atau saling
berlawanan. Teknisnya sama saja dengan soal-soal sinonim.

Hanya saja, memang dibutuhkan ketelitian peserta tes agar tidak salah menjawab. Banyak
mempelajari contoh soal psikotes akan sangat berguna.

 Contoh: SPORADIS

a. Parsial
b. Berubah
c. Sering
d. Konveksi
e. Hambatan

Temukan lebih dulu arti kata


“Sporadis”. Ternyata, kata itu
bermakna sesekali, sewaktu-waktu,
kadang. Jawaban yang tepat tentu
saja "Sering".|

 
 Analogi
Dalam tes ini, peserta biasanya diminta untuk mencari padanan atau persamaan yang
menghubungkan kata. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan
peserta dalam memahami makna yang tersirat dalam satu kata.

Banyak yang beranggapan kalau tes analogi ini cukup sulit meski sudah mempelajari
contoh soal psikotes. Kunci untuk mengerjakan soal analogi ini adalah mempunyai daya
nalar yang baik untuk mengetahui hubungan kata yang tepat.

Contoh soal psikotes berikut mungkin bisa dijadikan sebagai acuan.

 CINCIN : JARI

a. Burung : Terbang
b. Gelang : Tangan
c. Ons : Bobot
d. Emas : Logam
e. Sepatu : Aksesoris

Dari contoh soal psikotes di atas


didapat simpulan bahwa jawaban
yang tepat adalah Gelang : Tangan.
Mengapa?

Perhatikan lagi soalnya, cincin


dipakai di jari, sama artinya
dengan gelang dipakai di tangan.

 
Soal Psikotes Kemampuan Matematika

Sesuai judulnya, sudah pasti bagian ini berisi soal-soal matematika mulai dari yang
sederhana hingga yang cukup membuat kening berkerut.

Soal yang disajikan meliputi soal matematika dasar, tes aritmatika, tes perbandingan,
serta tes barisan angka dan huruf.

Misalnya saja tes aritmatika. Tes ini disebut juga tes berhitung yang bertujuan untuk
mengukur kemampuan peserta untuk berhitung bilangan.

Peserta tes psikologi tentu saja harus menguasai penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, akar, serta perpangkatan. Dengan banyak berlatih mengerjakan contoh soal
psikotes, tentu kita akan mengetahui polanya.

Matematika adalah ilmu pasti. Matematika sebenarnya sudah tertebak sejak awal.
Contoh soal psikotes aritmatika:

 24556 + 56781 – 34879 =

a. 46458
b. 47451
c. 50765
d. 45907
e. 34528

 Setelah menghitung dengan


saksama, jawabannya tentu saja
46458.

Bagaimana dengan tes perbandingan? Contoh tes psikologi di buku sudah menjelaskan
kalau tes perbandingan digunakan untuk menilai kemampuan peserta dalam
membandingkan dua atau lebih kuantitas.

Perbandingan yang dimaksud dapat berupa perbandingan dua bilangan atau dua ukuran.
Kemampuan peserta dalam mengatasi operasi hitung dan aljabar sangat diperlukan di sini.
Dengan demikian, peserta harus banyak berlatih. Latihan ini dilakukan agar benar-benar
menguasai soal-soal yang akan dihadapi nanti.

Masih di bagian matematika, ada tes barisan angka dan huruf yang bisa dikerjakan dengan
memperhatikan polanya. Dengan memperhatikan pola yang ada, menjadi lebih mudah bagi
kita untuk menyelesaikan soal.

Sekali lagi, berlatih contoh soal psikotes sesering mungkin akan sangat membantu. Kita
akan mengetahui dan hafal pola rumusan soal.

Contoh Soal Psikotes Logika Matematis


Logika matematis akan membahas tentang logika proposisi. Apa maksudnya? 

Maksudnya adalah sebuah kalimat deklaratif yang mempunyai tepat satu nilai kebenaran,
entah itu benar atau salah. Peserta harus jeli memahami kalimat agar tidak salah
menangkap makna yang ingin disampaikan.

Perhatikan contoh berikut ini.

Produksi teh kita tahun ini


meningkat, tapi kualitasnya
menurun.

a. Teh kita tidak laku


b. Teh terlalu mahal
c. Kualitas teh tahun lalu lebih baik
d. Kita akan menderita kerugian
e. Kita akan memenangkan
persaingan di pasar global

Jawaban yang paling tepat dari


contoh di atas adalah c.

Tes psikologi biasanya dilengkapi dengan tes visualisasi spasial. Tujuan tes ini adalah
sebagai alat pengukur kecerdasan spasial atau kecerdasan menganalisis ruang.

Pada umumnya, test ini terbagi


menjadi :

test Pengelompokan gambar,

Kosntruksi bangun ruang,

Pencerminan, serta

Gambaran umum.

Di sini peserta harus benar-benar teliti dalam mengamati gambar. Jangan mudah terkecoh
pada gambar yang sekilas tampak mirip padahal ternyata tidak sama. 

Demikian juga saat berhadapan dengan tes pencerminan dan rotasi serta konstruksi
bangun ruang. Sementara, saat mengerjakan tes gambaran umum, peserta harus mampu
melihat keterkaitan antara gambar yang ada. 

Dari penjelasan di atas semakin terlihat kalau calon peserta harus banyak berlatih
mengerjakan contoh soal psikotes. Dengan demikian, peserta tidak akan gugup lagi ketika
harus berhadapan dengan soal sesungguhnya.

Menghadapi psikotes tentu bukan perkara mudah. Butuh persiapan mental yang cukup
matang selain latihan yang cukup. 
Dengan berlatih mengerjakan soal yang ada di buku, calon peserta menjadi lebih terbiasa
dengan soal yang beragam. 

Jika latihan sudah cukup, biasanya akan berpengaruh kepada rasa percaya diri calon
peserta.

Untuk menambah variasi latihan berikut contoh soal-soal Psikotest lainnya :

1. Test Wartegg
2. Test Seri

3. Test Persamaan Kata (Sinonim)

4. Test Padanan Hubungan

5. Test Menggambar

6. Test Mengerti Makalah (Reading Comprehension Test)

7. Test Logika Formil

8. Test Logika Arismetik

9. Test Logika Angka (Logika Number Test)

10. Test Lawan Kata (Antonim)

11. Test Koran

 Demikian sekelumit  Contoh Soal Psikotest Dan Cara Menjawab, semoga ber

TRIK PSIKOTES
Posted on January 10, 2010 by riza satria nugraha
Mudah-mudahan jadi info yang berguna bagi yang lagi cari kerja

Sebelum kita mengetahui trik trik dalam psikotes sebaiknya kita tahu apa sih arti dan fungsi
psikotes…monggo silahkan dibaca

Tes psikologi adalah serangkaian kegiatan pengukuran untuk mendeskripsikan seseorang,


baik kemampuan (ability), kepribadian, kecenderungan dan sebagainya. Berdasarkan
keputusan yang akan diambil dalam pengukuran, maka tes psikologi mempunyai fungsi
sebagai berikut:

Fungsi seleksi

Tes psikologi berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang
cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan.. misalnya tes masuk suatu lembaga
pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasilh-asil tes psikologis yang
dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima
dan menolak alon-calon lainnya.

Fungsi Klasifikasi

Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis. Misalnya


mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan
yang sesuai dengan masalahnya. Atau mengelompokkan siswa ke dalam program khusus
tertentu.

Fungsi deskripsi

Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku,
kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya

Mengevaluasi suatu treatment


Tes psikologi digunakan juga untuk mengavaluasi suatu treatment/tindakan yang telah
dilakukan terhadap seseorang atau sekelompok individu. Ini untuk mengavaluasi sampai
tingkat mana keberhasilan treatment yang sudah diberikan. Evalusi ini sangat membantu
untuk meneruskan tindakan selanjutnya yang akan diambil.

Menguji suatu hipotesis

Tes psikologi juga bisa digunakan menguji sebuah hipotesis dan asumsi yang ada. Ini
dikarenakan, bahwa tes psikologi terbuat/disusun dari sejumlah penelitian yang ilmiah
sebelumnya.  Contoh penggunaan tes psikologi untuk menguji hipotesis ini seperti
membandingkan hasil eksperimen yang sudah didapatkan dengan tes psikologi yang sudah
dibakukan. Jadi hasilnya dapat di compare (membadingkan), ataupun tes psikologi bisa
langsung menguji hipotesis dengan menurunkan indicator-indokator dari tes psikologi yang
baku.

(dikutip dari http://www.psychologymania.com)

1. TES INTELEKTUAL

Yang terdiri dari berbagai macam, yaitu:

a. CFIT = Culture Fair Intelegence Tes; Untuk mengungkap kemampuan mental umum

b. TIU = Tes Intelegensi Umum; Untuk mengungkap kemampuan mental umum

c. TKD = Tes Kemampuan Dasar; Untuk mengukur kemampuan dasar individu

d. AA = Army Alpha; Untuk mengetahui daya tangkap/daya konsentrasi orang

e. ADKUDAG = Administrasi dan Keuangan; Untuk mengetahui kemampuan administrasi


dan keuangan

f. IST = Tes inteligensi; Yang terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada anggapan bahwa
struktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan atau profesi tertentu.

A. Tes Logika Aritmatika

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda
dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk
kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut. Tipsnya:

1) jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan
terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara
keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun
pengelompokan loncat.

2) Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang
penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di
bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.
3) Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi
deret hitung/deret ukur. Contoh:

– 16 8 4 2 1 1/2 … …

– 45 15 18 6 9 3 … …

B. Test Logika Penalaran

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini
adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud
gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut: Tipsnya:
konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau
tak sama.Contoh:

C. Analog Verbal Test.

Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang diukur dalam
tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana
anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan. Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan
konsentrasi dan logika, anda bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban.
Karena beberapa kali penulis menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama. Contoh:

– wanita : kebaya = pria :

– a. sepatu b. baju c. topi d. jas

– kubus : pyramid = empat persegi :

– a. peti b. mesir c. pentagon d. segitiga

2.TES KEPRIBADIAN

a.EPPS

Atau Edwards Personal Preference schedule; Alat tes yang mengukur kepribadian orang
dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (16 faktor).
Tes ini biasanya menanyakan apa yang akan kamu lakukan pada suatu keadaan,setiap soal
ada 2 pilihan jawaban. Dan ini soalnya biasanya banyak banget, rata – rata ada 250an soal

b.DAM&BAUM

Atau Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang); Untuk mengetahui tanggung jawab,
kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja

Dimana kamu akan dikasih kertas kosong dan diberi perintah untuk bikin gambar pohon, trus
dikertas lainnya gambar orang, di kasih kertas lagi di suruh gambar pohon, orang, & rumah.
ini juga termasuk dalam test kepribadian. (gw pernah kaya gini… )
BAUM Test termasuk dlm test Grafis. Klo kamu gak bisa gambar, gak usah kuatir, karena yg
dinilai bagus atau tidaknya gambar tsb. yg di liat tuh, besar-kecil gambar, tarikan garis (tegas
atau tidak atau patah2), letak gambar (kanan-kiri, atas-bawah, atau center) biasanya testee
juga nanya klo gambar pohon, itu pohon apa??? klo orang dia lagi ngapain, trus jenis
kelaminnya apa?, klo yg disuruh gambar orang, rumah, & pohon, itu untuk melihat
keselarasan orang tersebut menghadapi dua aspek rumah & pohon. Tiap2 gambar ada artinya

GAMBAR POHON

Dalam Psikotes ada tes yang mengharuskan kita menggambar pohon nah menggambar pohon
ini merupakan penilaian dari aspek diri kita, apa yang dilihat dari tes ini tentang gambar
anda….

Pohon anda terletak di mana pada bidang kertas?


* Di tengah
Anda praktis dan rendah hati. Sama seperti anda yang memilih di bagian tengah, anda juga
menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap
mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap
dengan apapun yang terjadi.

* Di bagian bawah
Anda lebih suka melakukan riset terlebih dulu sebelum memutuskan apakah anda merasa
yakin atau pesimistik akan sebuah solusi, ini disebabkan bagian bawah dari pertengahan
halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.

* Tinggi di atas
Anda melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon anda menunjukkan
sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati pun hal-hal terjadi tidak
seperti yang anda inginkan, anda memandangnya sebagai pengalaman pembelajaran.

Batang pohon seperti apa yang anda gambar?

* Lebar
Batang pohon melambangkan kekuatan emosional. Batang lebar berarti anda bisa tetap
tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga
kuat.

* Ramping
Anda fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda
juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.

* Pohon bercabang di puncak


Anda terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini

Berapa tinggi pohon anda?

* Lebih dari setengah tinggi kertas


Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi
dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta
men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.

* Tinggi pohon kurang dari setengah tinggi kertas


Anda puas dengan hidup ini apa adanya.anda juga hemat dan sangat efisien.

Pohon anda terletak di mana?

* Di tanah
Anda mendambakan rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih
suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.

* Di pot
Anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta
mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.
* Di puncak gunung
Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer
alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.

* Melayang di awang-awang (tidak ada dasarnya)


Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami
anda.

* Di pulau
Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga
membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda

Apakah pohon anda mempunyai dahan?

* Ya
Anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan
digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda
terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.

* Tidak
Jika anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan
yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima
pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya anda benar.

Pohon anda condong ke arah mana?

* Ke kiri
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert.
Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan
menyimpannya untuk diri sendiri.

* Ke kanan
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun
bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.

* Lurus
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya.
Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah
itu benar-benar penting untuk anda.

Apakah anda menggambar akar?

* Ya
Akar melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda
menganggap itulah dasar dari siapa anda saat inidan membantu anda memahami diri sendiri
secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga
pusaka/peninggalan dari keluarga anda.

* Tidak
Anda fokus pda masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru.
Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan
bertemu dengan orang-orang baru.

Apakah pohon anda lebih didominasi daun (bagian daun lebih dominan) ?

* Ya
Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran.
Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain
membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil
keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.

* Tidak
Anda cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda
tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak
membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sevuah rencana
aksi dan bergerak ke depan.

Apakah anda menggambar yang lain selain pohon?

* Buah / kacang pada pohon


Yangmembuat anda paling bahagia adalah melihat hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan
baik.

* Rumput di bawah
Anda punya rumah dimana para tamu mersa disambut baik dan keluarga anda betah tinggal
disana, mebuat anda merasa paling damai.

* Ada bunga di bawah pohon


Anda paling bahagia jika dikelilingi kebahagiaan (orang-orang disekitar anda bahagia).

* Ada burung/hewan/ orang di sekitar pohon


Anda cinta pada keluarga dan teman-teman, dan itu adalah kebahagaiaan terbesar anda.

* Ada ayunan di pohon


Anda paling bahagia jika meluangkan waktu untuk bersenang-senang.

c. WARTEGG;

Untuk mengetahui emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek

Pernah ikut psikotes dan disuruh gambar atau melengkapi gambar dengan delapan kotak? Gw
pernah…

Ini disebut Wartegg Test (bukan warung tegal )

Dalam Wartegg Test, kamu akan diberikan selembar kertas yg berisi 8 kotak yg ada stimulus-
stimulusnya, kemudian testee akan memberikan perintah untuk melengkapi gambar yg ada di
kotak tersebut.

Isi dari masing2 gambar:


Spoiler for gambar:

– gbr 1. berupa titik ditengah kotak: ini menyangkut hal2 yg berhubungan dengan
penyesuaian diri, yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri dlm lingkungan

– gbr 2. berupa ~ tp berada di kotak sebelah kiri: menunjukkan fleksibilitas perasaan.

– gbr 3. berupa 3 garis horisontal dr pendek, sedang tinggi sejajar: mengukur hasrat untuk
maju/ambisi

– gbr 4. berupa kotak kecil di sebelah kanan: mengukur bagaimana seseorang mengatasi
kesulitan

– gbr 5. seperti huruf T tp miring (susah gambarin nya): mengukur bagaimana cara bertindak.

– gbr 6. berupa garis horisontal & vertikal: mengukur cara berpikir/analisa & sintesa

– gbr 7. berupa titik2 melengkung: menyangkut kehidupan dan perasaan (apakah sudah stabil,
kekanakan)

– gbr 8. berupa lengkungan: mengenai kehidupan sosial/hubungan sosial

mungkin kamu bertanya-tanya apa fungsi tes melengkapi gambar di atas, dan apakah tes di
atas sebenarnya adalah untuk mencari tahu siapa diantara peserta yang paling pintar
menggambar atau tidak, ternyata tes di atas bukan untuk mengetahui kemampuan
menggambar melainkan hal tersebut merupakan salah satu cara dari beberapa cara yang
digunakan oleh psikolog untuk mengetahui kepribadian dari cara menggambar.

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa tes menggambar ini tidak memerlukan kemampuan
menggambar, melainkan hal ini hanya suatu cara bagi seorang penguji/psikolog untuk
mengetahui kepribadian kamu dari cara menggambar dan apa yang kamu gambar.

Berikut Rahasianya:

Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak. Misalnya
1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan
1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang kaku/konservatif sedangkan apabila
anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai
orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘.
Kalau anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan
menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda. Berikut ini adalah salah satu
contoh pengerjaan yang pernah digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini:

Tes Wartegg mengharuskan peserta untuk melengkapi gambar yang terdiri dari 8 gambar, 4
diantaranya berupa garis lurus (Gambar III, IV, V, dan VI) dan empat lainnya berupa garis
lengkung (Gambar I, II, VII, VIII).

Yang perlu di ingat adalah untuk garis lengkung, sebaiknya kamu gambar benda hidup dan
untuk garis lurus yang kaku sebaiknya kamu gambar benda mati. Jika kamu gambar terbalik,
misal garis lurus digambar dengan bunga, hewan dan sebagainya atau garis lengkung
digambar dengan mobil, mesin dan sebagainya, hal ini menandakan “ada yang salah” dengan
jiwa atau kepribadian kamu…

Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang misal: jika saat
mengambar kamu terlalu sering menghapus atau kotor menandakan bahwa kamu adalah
orang yang peragu atau tidak terencana dan jika kamu gambar terlalu kuat untuk garis yang
seharusnya lembut berarti kamu termasuk orang yang keras kepala…

Apa yang kamu gambarpun juga menunjukan kepribadian atau kemampuan IQ kamu. Kalo
kamu gambar sesuatu yang “biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat kecerdasannya
akan berbeda dibanding jika kamu menggambar “sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang
lain dan berwawasan”

d. KREAPLIN/PAULI TEST

dalam tes ini peserta diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu
tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Untuk mengukur sikap kerja dan
prestasi kerja (daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaiaan, ketekunan &
konsistensi, kendali diri)

Nah…. Tipsnya :
1)Gunakanlah alat tulis dalam hal ini pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat
terikat memperhatikan waktu.  hematlah waktu dengan tidak melakukan persiapan yang sia
sia.

2) Berusaha agar jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil karena
kestabilan dalam tes ini sangat berpengaruh. kestabilan dalam penjumlahan ini akan lebih
baik jika dibandingkan anda memaksakan diri untuk proses di awal tes namun akan terdesak
di pertengahan dan akhir tes. berusaha stabil, tenang dan hemat tenaga.

3) Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini
akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu
sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik
penjumlahan anda tidak alami.

Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang anda
akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada
tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu
sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda.

Untuk mengungkap ketelitian,kecepatan, kestabilan dan ketahanan kerja

Contoh : Kraepelin-Pauli Test

368463
759859
284035
719716
835869
572176
393623

Dalam test ini anda diminta untuk menjumlahkan angka di dalam masing-masing kolom dari bawah
ke atas. Angka penjumlahan yang dituliskan adalah 0-9. Jika hasil penjumlahannya melebihi angka 9,
yang ditulis adalah digit yang di belakangnya.

7
–> 6
9
–> 5
6
–> 9
3
–> 0
7
–> 8
1

Penjumlahan di setiap kolom dibatasi waktu. Jika waktunya habis, anda harus segera pindah ke
kolom berikutnya dan melakukan penjumlahan lagi dari bawah ke atas, dst-nya.
Setelah selesai nanti dapat ditarik garis dari baris tertinggi yang terjawab dari kolom-1 hingga kolom
akhir sehingga terbentuk suatu kurva.

Trik cepat menghitung begini caranya..


kalo pertambahan 9 itu kadang susah hapal, caranya gampang :

penjumlahan 9 caranya angka penambah nya dikurang 1 (list merah)


misal 9 + 6 = 15 biasanya ditulis 5 —–> 6 dikurang satu = 5
9 + 8 = 17 biasanya ditulis 7 —–> 8 dikurang satu = 7

penjumlahan 8 caranya angka penambahnya dikurang 2


misal 8 + 5 = 13 biasanya ditulis 3 —-> 5 dikurang 2 = 3
8 + 7 = 15 biasanya ditulis 5 —-> 7 dikurang 2 = 5

untuk penjumlahan 7, angka penambahnya di kurang 3


untuk penjumlahan 6, angka penambahnya di kurang 4
untuk penjumlahan 5, angka penambahnya di kurang 5
untuk penjumlahan 4, angka penambahnya di kurang 6
dan seterusnya..

kedua tes ini hampir ga ada perbedaan (ini yang bikin pusing… )

Semua berisikan kertas dan angka yg membedakan hanya cara dan jumlah isinya…..dan
KRAEPPELIN memiliki jumlah deret angka yg lbh bnyk, biasanya sang psikolog hanya
menginstruksikan “pindah” pada waktu tertentu dn berbeda2 utk melihat daya tahan otak dan
konsistensi….

f. RM

Atau The Rothwell Miller; Untuk mengetahui minat seseorang terhadap jenis pekerjaan

g. PAPI Kostick

Alat ini menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing mewakili need atau
role tertentu, tinggi rendahnya need atau role tertentu mempunyai arti yang spsesifik,
konfigurasi yang diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang bermuatan need atau
role dan dibandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan system kepribadian
berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri.

Namun demikian, tes psiko hanyalah merupakan suatu alat buatan manusia untuk mengetahui
kepribadian seseorang secara umum saja.

Kesimpulan yang dihasilkannya boleh jadi berbeda dengan kepribadian yang sesungguhnya.
Hal ini diakui oleh para psikolog sendiri bahwa tidak ada satu pun tes di jagad raya ini yang
benar-benar akurat dapat menilai kemampuan dan kepribadian seseorang.

(dikutip dari berbagai sumber)


Psikotes Gambar Orang / DAP (Draw a Person)
DAP atau Draw a Person adalah salah satu jenis psikotes menggambar. Tes ini mudah
diinterpretasikan dan banyak digunakan di berbagai negara karena tidak ada hambatan bahasa,
hambatan budaya dan komunikasi antara penguji dan peserta tes. Biasannya, DAP digunakan dalam
berbagai tujuan sehingga bersifat universal.
Di Indonesia, tes ini banyak digunakan untuk perekrutan pegawai swasta, pegawai pemerintah, dan
lembaga lainnya. Dalam pengerjaan tes ini, bisa dilakukan secara kelompok atau individual. Tes
kelompok biasanya digunakan dalam perekrerutan pegawai yang berjumlah banyak (misalnya
perekrutan pegawai PNS), sementara, tes individual digunakan untuk perekrutan pegawai dengan
kualifikasi tertentu dan kuantitas sangat terbatas.

Anda sebagai peserta tes akan diminta oleh pengawas untuk menggambar tiga orang pada tiga
lembar terpisah yaitu gambar laki-laki, gambar perempuan dan gambar Anda sendiri. Tapi, jika Anda
dites dalam sebuah kelompok, Anda hanya akan diminta untuk menggambar satu orang. Usahakan
sesuai dengan jenis kelamin Anda sendiri. Identitas diri ditulis pada bagian belakang kertas supaya
bidang gambar tetap bersih. Tapi tergantung pada permintaan pengawas. Intinya dengarkan setiap
petunjuk dari pengawas.

Dalam tes kelompok peserta hanya diminta menggambar satu orang saja untuk menghemat waktu.
Waktu yang diberikan pengawas biasanya berkisar antara 10 sampai 15 menit.

1. Apa yang Anda gambar menunjukkan pribadi Anda

Karena gambar tersebut menunjukkan pribadi Anda, maka gambarlah orang sesuai jenis kelamin
Anda. Jika Anda seorang wanita, gambarlah seorang wanita. Jika Anda pria, maka gambarlah seorang
pria. Selain itu, ekspresi dan aktivitas juga menunjukkan Anda orang seperti apa. Usahakan
menggambar orang dengan ekspresi bahagia atau tersenyum dan juga giat melakukan sebuah
aktivitas.

2. Tentukan profesi

Profesi orang yang Anda gambar harus jelas. Hal tersebut bisa ditunjukkan melalui aktivitas,
lingkungan, maupun detail pakaian dan aksesoris maupun peralatan yang digunakan. Berikut ini
beberapa contoh orang dengan profesi yang jelas:

a. Dokter sedang memeriksa pasien

b. PNS sedang memimpin rapat/ berpresentasi

c. Karyawan swasta bekerja di depan komputer

d. Atlit sedang berlari

3. Gambarlah orang yang sedang beraktivitas


Dengan menggambar orang yang sedang beraktivitas akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang
yang giat dan pekerja keras. Aktivitas harus detail dan jangan setengah-setengah. Maksud setengah-
setengah di sini adalah Anda menggambar seorang sedang berdiri dan membuka tangan, namun tak
jelas apa yang dia lakukan. Jika Anda ingin menggambar orang yang sedang berpresentasi, berikan
fitur-fitur pendukung, misal papan presentasi, laptop, LCD, dan beri judul gambar.

4. Perhatikan detail pakaian dan atribut profesi yang menunjukkan karakteristik profesi

Atribut profesi, misalnya:

a. dokter : memakai stetoskop, baju lab putih

b. atlit : memakai sepatu sket, pakaian olahraga

Untuk wanita, jangan menggambar aksesoris perhiasan yang berlebihan karena akan menunjukkan
bahwa Anda orang yang matrialistis. Usahakan jika Anda ingin menggambar aksesoris, gambarlah
jam tangan dan sabuk karena kedua aksesoris tersebut menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang
berdisiplin.

5. Perhatikan proporsi tangan, kaki, badan, kepala

Ketika saya menggambar, saya menggunakan ruas buku sebagai patokan: satu ruas untuk kepala,
seperempat ruas untuk leher, dua setengah ruas untuk tubuh, 4-5 ruas untuk kaki, dan 3 1/2 ruas
untuk tangan.

6. Gambarlah orang dengan ukuran dan proporsi yang wajar

Jangan menggambar orang terlalu besar atau terlalu kecil. Ukuran terlalu besar menunjukkan bahwa
Anda adalah orang yang dominan, sementara ukuran terlalu kecil menunjukkan bahwa Anda adalah
orang yang kurang percaya diri.

7. Menempatkan orang di tengah-tengah kertas

Jangan gambar orang terlalu condong ke kiri atau ke kanan. Untuk mengakali hal tersebut, Anda
dapat membuat garis vertikal yang sangat tipis sebagai pembagi kertas saat sebelum menggambar.
Garis ini yang akan Anda jadikan acuan dalam menggambar orang agar simetris dan letaknya tepat di
tengah kertas.

8. Gambarlah setiap detail wajah


Detail wajah yang harus Anda perhatikan antara lain:

a. telinga

b. rambut

c. mulut

d. hidung

e. dagu

Namun, jangan memberikan garis penekanan yang berlebihan pada wajah karena penekanan
berlebihan pada wajah akan menunjukkan bahwa Anda orang yang tidak percaya diri dengan wajah
Anda. Beri garis yang wajar tapi tetap memberikan sentuhan ekspresi yang menyenangkan.

9. Berikan tekanan pada garis leher

Hal ini untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki kemauan yang tinggi.

10. Buatlah bahu yang proporsional

Bahu yang terlalu besar, kecil, atau besar sebelah menunjukkan bahwa Anda tidak percaya diri
dengan tubuh Anda.

11. Gambarlah tangan dengan aksen terbuka dan terlihat detail dari jari tangan

Tangan yang tersembunyi di belakang tubuh atau saku celana, menunjukkan bahwa Anda orang yang
memiliki gangguan hubungan sosial. Sementara, tangan yang terbuka menunjukkan bahwa Anda
adalah orang yang mudah bekerja sama serta fleksibel. Hal ini bukan berarti Anda menyembunyikan
bahwa Anda adalah orang yang introvert atau tidak mudah percaya. Banyak tipe orang introvert
yang masih mudah diajak bekerja sama. Tipe orang yang mudah diajak bekerja sama inilah yang
sangat dibutuhkan perusahaan.

12. Buatlah penekanan pada tumit

Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang fleksibel.

13. Memberikan bayangan


Hal ini sering dilupakan oleh para peserta tes. Jangan lupa memberikan bayangan pada orang dan
lingkungan. Tidak mungkin kan seorang manusia tidak memiliki bayangan? :)

14. Buatlah lingkungan yang sesuai dengan profesi orang yang digambar

Jangan lupa menggambar lingkungan pendukung untuk menunjukkan dan memperkuat aksen bahwa
orang yang Anda gambar memang sedang bekerja serta memperjelas aktivitas apa yang sedang
dilakukan.

Lingkungan tersebut sederhana saja, misalnya jika Anda menggambar seorang petani, jangan lupa
gambar padinya juga. Jika Anda menggambar seorang dokter, jangan lupa menggambar ranjang
pasien.
Demikian 14 tips menggambar orang dalam psikotest yang didapatkan penulis dari berbagai sumber,
baik dari pengalaman pribadi, dari wawancara, serta dari referensi buku. Semoga bermanfaat dan
selamat mengerjakan psikotes!. :)

Sumber : http://rakhamgn.blogspot.com/2012/06/psikotes-gambar-orang.html

Tips dan Trik Psikotes


Kostick PAPI
Apakah anda seorang karyawan? ataukah anda seorang pelamar kerja pada suatu
perusahaan/instansi. Biasanya seorang karyawan atau calon karyawan pada suatu tes
"Psikotes" ada suatu tes yang dinamakan Kostick PAPI. Dalam hal seorang
karyawan/pegawai suatu perusahaan/instansi biasanya tes ini dilakukan untuk seseorang yang
akan mendapat suatu promosi atau mutasi. PAPI ™ (Personality and Preference Inventory)
merupakan tes psokologi yang sangat sederhana namun terbukti secara ilmiah penilaian
kepribadian yang membantu perusahaan/instansi yang berniat untuk merekrut atau untuk
menilai perilaku dan pilihan gaya kerja dari calon pejabat dan/atau karyawannya. Kostick
PAPI ini merupakan salah satu alat test psikologi untuk membantu Anda memberikan umpan
balik yang berhubungan dengan pekerjaan, seleksi, konseling dan kesiapan promosi. Dalam
tes ini biasanya berisi 90 pasangan pertanyaan yang dikelompokkan ke dalam 7 bidang yaitu :
• Leadership
• Activity
• Social Nature
• Workstyle
• Temperament
• Fellowship
• Work Direction
Papi Kostick Software menghasilkan report secara langsung berisi grafik, gambaran umum
tentang 7 bidang diatas, dinamika kepribadian dan saran pengembangan.

Awalnya dikembangkan oleh Dr Max Kostick pada awal 1960-an, PAPI sekarang digunakan
oleh lebih dari 1000 organisasi di seluruh dunia. Lalu, bagaimanakah cara kerja Kostick PAPI
ini?

PAPI membahas berbagai dimensi kepribadian. Dimensi ini terbagi antara skala "Role" dan
"Need". Skala Role mengukur persepsi individu terhadap dirinya dalam lingkungan kerja dan
melihat area-area seperti kepemimpinan, gaya kerja dan perencanaan. Skala Need yaitu
menyelidiki lebih mendalam kecenderungan inheren dari perilaku individu seperti perlu
menjadi bagian dari kelompok-kelompok, kebutuhan untuk diperhatikan dan kebutuhan untuk
mendukungnya.

PAPI telah digunakan di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun dan saat ini digunakan oleh
lebih dari 5000 profesional di seluruh dunia. Kuisener PAPI telah diterjemahkan lebih dari 25
bahasa dari berbagai negara yang berbeda namun demikian, hal tersebut dimungkinkan
perusahaan multi-nasional dapat mengembangkan penilaian umum bahasa dan menerapkan
standar penilaian yang konsisten dimanapun mereka melakukan bisnisnya. Lebih lengkapnya
lagi coba ke http://en.wikipedia.org/wiki/Personality_and_Preference_Inventory
Tes Gambar (WARTEGG)
Tes ini ditemukan oleh Ernst von Hesse. Tes menggambar wartegg ini tidak memerlukan kemampuan
menggambar, melainkan hal ini hanya suatu cara bagi seorang penguji/psikolog untuk mengetahui kepribadian
anda dari cara menggambar dan apa yang anda gambar. Berikut Rahasianya :

Tes Wartegg mengharuskan peserta untuk melengkapi gambar yang terdiri dari 8 gambar, 4 diantaranya
berupa garis lurus (Gambar III, IV, V, dan VI) dan empat lainnya berupa garis lengkung (Gambar I, II, VII,
VIII). Yang perlu anda ingat adalah untuk garis lengkung sebaiknya anda menggambar benda hidup dan untuk
garis lurus yang kaku sebaiknya anda menggambar benda mati. Jika anda menggambar terbalik, misal garis
lurus digambar dengan bunga, hewan dan sebagainya atau garis lengkung digambar dengan mobil, mesin dan
sebagainya, hal ini menandakan "ada yang salah” dengan jiwa atau kepribadian anda.

Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang misal : jika saat mengambar
anda terlalu sering menghapus atau kotor menandakan bahwa anda adalah orang yang peragu atau tidak
terencana dan jika anda menggambar terlalu kuat untuk garis yang seharusnya lembut berarti anda termasuk
orang yang keras kepala.

Apa yang anda gambarpun juga menunjukan kepribadian atau kemampuan IQ anda. Jika anda menggambar
sesuatu yang "biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat kecerdasannya akan berbeda dibanding jika anda
menggambar "sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain dan berwawasan”

Namun demikian, tes psiko hanyalah merupakan suatu alat buatan manusia untuk mengetahui kepribadian
seseorang secara umum saja. Kesimpulan yang dihasilkannya boleh jadi berbeda dengan kepribadian yang
sesungguhnya. Hal ini diakui oleh para psikolog sendiri bahwa tidak ada satu pun tes di jagad raya ini yang
benar-benar akurat dapat menilai kemampuan dan kepribadian seseorang.

Isi dari masing2 gambar :


gbr 1. berupa titik ditengah kotak : ini menyangkut hal2 yg berhubungan dengan penyesuaian diri yaitu
bagaimana seseorang menempatkan diri dlm lingkungan
gbr 2. berupa ~ tp berada di kotak sebelah kiri : menunjukkan fleksibilitas perasaan.
gbr 3. berupa 3 garis horisontal dr pendek, sedang tinggi sejajar: mengukur hasrat untuk maju/ ambisi
gbr 4. berupa kotak kecil di sebelah kanan : mengukur bagaimana seseorang mengatasi kesulitan
gbr 5. seperti huruf T tp miring (susah gambarin nya) : mengukur bagaimana cara bertindak.
gbr 6. berupa garis horisontal & vertikal : mengukur cara berpikir / analisa & sintesa
gbr 7. berupa titik2 : menyangkut kehidupan dan perasaan ( apakah sudah stabil, kekanakan)
gbr 8. berupa lengkungan : mengenai kehidupan sosial/ hubungan social

KRAEPELIN-PAULI

Kraepelin-Pauli. Salah satu tes psiko yang paling menyebalkan adalah tes ini. Kalau anda
pernah mengikuti tes ini pasti sangat menguras energi, ketegangan bahkan bisa menyebabkan
mual. Sebaiknya siapkan fisik dan mental anda sebelum mengikuti tes seperti ini. Perbanyak
istirahat pada malam harinya. Jangan bagadang. Pada saat tes ada baiknya sambil mengunyah
permen yang manis, karena rasa manis (glukosa) bisa membantu memberikan energi.
Tes ini berupa kolom-kolom angka yg sangat banyak. Kira-kira lembar soal dan jawaban
tesnya seukuran kertas koran yang berisi angka-angka pada semua halamannya (bolak-balik).
Biasanya disuruh menjumlahkan angka dari atas kebawah atau sebaliknya, dari bawah keatas,
lalu menuliskan hasilnya di antara angka tersebut. Angkanya antara 0-9 dan bila hasilnya > 9
hanya ditulis digit belakang aja.  Dengarkanlah instruksi dari pemberi/pemandu tes ini untuk
"menggaris" pada saat kita menjumlahkan.
Penjumlahan seperti ini kelihatan cukup sederhana akan tetapi karena sangat banyak dan
harus cepat sehingga dibutuhkan konsentrasi yang baik.  Waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tes ini biasanya selama 1 jam bahkan lebih. Tujuan pemberian tes ini adalah
ingin melihat konsistensi, konsentrasi , keakuratan dan kemampuan bertahan dalam tekanan.

Cara menjumlahkan yaitu : yang kiri yg di tambahkan, yangg menjorok ke kanan


hasilnya.
Sebagai contoh, penjumlahan dari bawah
1+8=9
8+0=8
0+9=9
9 + 9 = 8 (dari hasil 18)
9+4=3
0+9=9
dst...

Tips Lulus dan Contoh Soal Tes Psikotes Kerja Online dan Jawabannya Terbaru -
Apakah kamu sedang melamar pekerjaan entah itu di Perusahaan Negeri ataupun Swasta?
Kalau ya, pasti pernah mendengar tentang Tes Psikotes 'kan? Kalau belum pernah simak
penjelasannya berikut ini.
Menurut wikipedia, Tes psikologi atau psikotes adalah bidang yang ditandai dengan
penggunaan sampel perilaku untuk menilai konstruksi psikologis, seperti fungsi kognitif dan
emosional, tentang individu tertentu. Istilah teknis untuk ilmu di balik tes psikologis
psikometri. Dengan sampel perilaku, satu berarti pengamatan dari tugas melakukan individu
yang biasanya telah ditentukan sebelumnya, yang sering berarti nilai pada ujian. Respons ini
sering dikompilasi ke dalam tabel statistik yang memungkinkan evaluator untuk
membandingkan perilaku individu yang diuji terhadap tanggapan kelompok norma.

Baca juga Tips Cara Menyembuhkan atau Mengurangi Mata Minus

Biasanya tes ini digunakan sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon
karyawan/pegawai baru di Perusahaan. Tes psikotes ini bertujuan untuk mengukur aspek
individu secara psikis baik kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Sebenarnya untuk
mengerjakan tes psikotes itu mudah tapi masih banyak orang yang gagal dalam tes ini.
Macam-macam tes psikotes kerja ada 4 yaitu Tes IQ, Tes Kepribadian, 3. Tes
Kemampuan, dan Tes Kreatifitas. Untuk itu blog zonanesia akan memberikan sedikit bocoran
dan jawaban kepada kamu semua untuk mengerjakannya. Nah berikut ini adalah beberapa
contoh soal psikotes, serta tips dan trik, serta jawabannya terbaru yang sering di keluarkan
oleh perusahaan dalam ujian psikotes.

Pertama Tes Wartegg

Soal Tes Wartegg

Dalam tes wartegg ini Anda disuruh untuk menggambar sesuatu dari bentuk diatas. Tips
untuk mengerjakannya adalah
1. Jangan menggambar sesuai urutan gambar, contoh: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. (Anda akan
dipandang sebagai orang yang kaku atau konservatif)
2. Gambarlah secara acak, contoh: 3, 1, 4, 2, 7, 5, 8, 6.(Anda akan dipandang sebagai
orang yang bergerak kreatif, dan inovatif)
3. Jangan menggambar mulai dari nomor 5 jika Anda seorang laki-laki. (ini berpengaruh
terhadap orientasi seks Anda)
4. Cobalah untuk menggambar benda hidup untuk garis lengkung, dan benda mati untuk
garis lurus.

Contoh Jawaban Soal Tes Wartegg

Kedua, Tes Menggambar Orang (draw a man test) dan Tes Menggambar Pohon (baum
tree test)

Tes ini berjuan bukan menilai aspek estetika dari gambar yang Anda buat, tetapi menilai
bagaimana persepsi Anda terhadap sebuah instruksi untuk menggambar orang maupun pohon
tersebut.

1. Tips untuk menggambar pohon dalam tes psikotes adalah pohon yang Anda gambar
harus pohon yang berkambium, lebih baik lengkap dengan buah dan akarnya,
misalnya pohon durian, mangga, rambutan, nangka, dll.
2. Tips untuk menggambar orang dalam tes psikotes adalah gambarlah orang yang
sedang bekerja atau beraktifitas. Misalnya seorang pemain sepak bola yang sedang
berlatih, Pak Guru yang sedang mengajar murid, Pak Tani sedang mencangkul di
sawah, dan lain-lain.

Contoh Gambar Pohon

Contoh Gambar Orang


Ketiga Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)

Contoh soal EPPS sebagai berikut:

– A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
– B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban
- A. Saya adalah pemimpin yang baik
- B. Saya selalu mengerjakan pekerjaan dengan teliti
- A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
– B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki

Tujuan tes epps (edwadrs personal preference schedule) ini untuk mengukur dan meninjau
kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya dalam pekerjaan
serta sejauh mana sifat yang kita miliki terhadap kococokan dengan posisi kerja yang kita
lamar. Tips untuk mengerjakannya adalah pilihlah salah satu pernyataan sesuai dan ada pada
diri Anda jangan keduanya. Untuk menjawabnya lingkarilah huruf A atau B, pernyataan yang
sesuai atau mendekati sifat apa yang dibutuhkan atas pekerjaan atau posisi yang Anda duduki
setelah Anda lulus psikotes dan diterima kerja nantinya.

Keempat, Test Kraepelin atau Pauli atau Tes Koran

Soal Tes Kraepelin


Test Kraepelin atau Pauli atau Tes Koran atau yang sering disebut "hitungan koran" adalah
tes kemampuan dasar menghitung cepat. Tujuan dari tes ini adalah sikap terhadap tekanan,
ketahanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian, konsisten, sekaligus kecepatan
dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang diberikan. Tes ini terdiri dari angka 1-9 yang
tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur. Cara menjawabnya adalah anda
harus menjumlahkan dua angka yang berdekatan di setiap kolom dan menuliskan jawaban
tepat disampingnya dalam waktu tertentu. Jika hasil dari penjumlahan berupa bilangan
puluhan atau terdiri dari dua digit angka, maka cukup dengan menuliskan digit terakhir atau
angka satuannya saja.

Tips mengerjakannya adalah Usahakan jumlah angka yang Anda dijumlahkan benar dan
stabil di masing-masing kolom. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan Anda
memaksakan diri di awal tes namun menurun di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri
Anda untuk menghemat tenaga dan waktu sembari mendengar setiap perintah.

Kelima Tes Logika Penalaran.

Contoh Soal Tes Logika Penalaran


Pada Tes ini Anda disuruh untuk membuat prediksi dari pola-pola/kecenderungan tertentu
dalam wujud gambar seperti tes IQ. Tips untuk mengerjakan tes logika penalaran adalah
harus konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena pola-pola yang ditawarkan hampir serupa walau
tak sama. Jika Anda belum bisa mengerjakan salah satu soal segera lompat kesoal berikutnya
atau kesoal yang lebih mudah, karena waktu terus berjalan.

Baca juga: Soal Tes Buta Warna Lengkap Online Ishihara

Karena artikel ini sangat panjang sementa Saya cukupkan dulu tentang tips dan trik
mengerjakan tes psikotes, untuk tes keenam hingga seterusnya akan dibahas pada artikel
berikutnya.

Common questions

Didukung oleh AI

The size of the drawn figure in the DAP test is indicative of the individual's personality traits. A figure drawn too large suggests that the person perceives themselves as dominant, while a very small figure indicates a lack of self-confidence. These characteristics provide insights into how the individual views themselves relative to their environment and others .

The depiction of facial details and expressions in a DAP test greatly influences assessment outcomes by providing clues about the test-taker's emotional state and self-perception. Detailed and clear expressions suggest a high level of self-awareness and emotional transparency, whereas vague or extreme features might indicate insecurity or emotional disturbance. The chosen expression, such as a smile, can further imply optimism and openness, impacting overall personality interpretation .

The Kreepelin-Pauli test evaluates key psychological traits such as concentration, consistency, accuracy, and stress tolerance by requiring participants to perform continuous numeric additions under timed conditions. The test involves rapidly summing columns of numbers, demanding sustained attention and mental endurance to maintain performance levels. Through observed variations in this performance, insights are gained about the subject's ability to handle pressure and maintain accuracy .

The positioning of the drawn figure on the paper significantly influences the interpretation of the DAP test by indicating the individual's psychological balance and self-image. Placing the figure centrally suggests a well-balanced personality, while an off-center position might indicate feelings of instability or marginalization. This spatial analysis helps psychologists understand how the subject sees themselves in relation to their surroundings .

Including professional attributes and activities in the DAP test drawing is recommended to clearly convey the professional context and attributes of the drawn figure. This practice signifies the test-taker's awareness of job roles and their ability to depict clear, active engagement in a professional setting, thereby suggesting a diligent and conscientious personality. Such details help reinforce perceived positive traits like hard work, professionalism, and role clarity .

The primary purpose of the Draw a Person (DAP) test in psychological assessments is to evaluate a person's personality characteristics and emotional state through analysis of their drawing. It provides a non-verbal measure that bypasses language and cultural barriers, often used in various countries for recruitment in both private and public sectors. The test offers insights into the candidate's personality based on how they draw and what they choose to include in the drawing, such as expressions, activities, and professional attributes .

The Wartegg Test differs from the DAP test in its objectives by primarily focusing on evaluating emotions, imagination, intellect, and activity rather than solely personality. It involves completing drawings in several boxes with predefined stimuli, each assessing different aspects such as emotional flexibility, ambition, problem-solving, and social awareness. This comprehensive approach measures cognitive and emotional intelligence rather than just projective personality characteristics .

Specific attire and accessories in a drawn figure during a DAP test can express detailed personality insights. For example, a figure wearing a doctor's coat and carrying a stethoscope suggests professionalism and care, while excessive jewelry might indicate materialism. Meanwhile, practical accessories such as a watch or belt might imply discipline and preparedness. These elements reflect the cultural and personal associations the test-taker has with certain roles and behaviors, offering a glimpse into their personal values and perceptions .

Line pressure in drawing tests holds significant value in psychological evaluations as it can reveal underlying personality aspects such as confidence, assertiveness, or indecisiveness. Heavy or strong lines suggest assertiveness or stubbornness, while light or tentative lines may indicate uncertainty or lack of confidence. Consistent line pressure reveals control and stability, offering a window into emotional resilience and self-assurance .

Adding environmental details to the drawing in a DAP test plays a critical role by contextualizing the activity and professional role of the figure, thus contributing significantly to the evaluation. Such details establish a coherent scene that supports the portrayal of the figure, enhancing the assessor's understanding of how the test-taker perceives social settings and task-oriented environments. This context provides richer data for interpreting the subject's cognitive and occupational perspectives .

Anda mungkin juga menyukai