Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN

ANTE NATAL CARE (ANC)


DI RSUD. dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin

Untuk Menyelesaikan Tugas Profesi Keperawatan Maternitas Program


Profesi Ners

Disusun Oleh:
Eka Shandika Ade Pratiwi, S.Kep
NIM : 11194692110099

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2022
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL KASUS : Ante natal care (ANC)


NAMA MAHASISWA : Eka Shandika Ade Pratiwi
NIM : 11194692110099

Banjarmasin, Maret 2022

Menyetujui,

RSUD. Dr.H.M.Ansari Saleh Banjarmasin Program Studi Profesi Ners


Preseptor Klinik (PK), Preseptor Akademik (PA)

(Hj. Fauziah, S.Kep., Ns) (Hj.Latifah, S.Kep., Ns., M.Kep)


NIP. 197303231997032011 NIK. 1166072021198
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Konsep Ante Natal Care


1. Pengertian Antenatal Care
Antenatal Care adalah pelayanan yang diberikan oleh ibu hamil secara
berkala untuk menjaga ksehatan ibu dan bayi. Pelayanan ini meliputi
pemeriksaan kehamilan, upaya koreksi terhadap penyimpangan dan
intervensi dasar yang dilakukan (Manuaba, 2010). Kunjungan Antenatal
Care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin
semenjak dirinya hamil untuk menjaga agar ibu sehat selama masa
kehamilan, persalinan dan nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan
sehat, memantau kemungkinan adanya resiko-resiko kehamilan, dan
merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan (Bobak,
2005). Pelayanan Antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga
professional (Dokter spesialis kandungan, Dokter umum, Bidan, Perawat)
untuk ibu selama masa kehamilanya.
2. Tujuan kunjungan Antenatal Care :

1) Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu


dan bayi dengan memberikan pendidikan gizi, kebersihan diri
dan proses kelahiran

2) Mendeteksi dan menatalaksanakan komplikasi medis bedah


ataupun obstetrik selama kehamilan.

3) Mengembangkan persiapan persalinan serta rencana kesiagaan


menghadap komplikasi.

4) Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses.

5) Menjalankan puerpurium normal, dan merawat anak secara fisik,


Psikologi dan sosial (Manuaba, 2018).

3. Manfaat Antenatal Care


Dapat ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini,
Sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah- langkah dalam
pertolongan persalinanya (Manuaba, 2019).
4. Jadwal pemeriksaan Antenatal Care
1) Trimester I dan II
a. Setiap bulan sekali
b. Diambil data tentang laboratorium
c. Pemeriksaan ultrasonagrafi
d. Nasehat tentang diet empat sehat lima sempurna,
tambahan protein 0,5 g/kg BB (satu telur/hari).

e. Rencana untuk pengobatan penyakitnya, menghindari


terjadinya komplikasi kehamilan, dan imunisasi tetanus I

2) Trimester III
a. Setiap dua minggu sekali sampai ada tanda kelahiran
b. Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan
c. Diet empat sehat lima sempurna
d. Pemeriksaan ultrasonografi
e. Imunisasi tetanus II
f. Observasi adanya penyakit yang menyertai
kehamilan, kompikasi hamil trimester ketiga
g. Rencana pengobatan
h. Nasehat tentang tanda inpartu, kemana harus datang untuk
melahirkan (Manuaba, 2019).

5. Langkah-langkah dalam perawatan kehamilan atau Antenatal Care


Pelayanan antenatal dalam penerapan operasionalnya dikenal dengan
standar minimal “10 T” yang terdiri dari :
1) Pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan
Pengukuran tinggi badan cukup satu kali waktu kunjungan pertama. Bila
tinggi badan < 145 cm, maka factor resiko panggul sempit, kemungkinan
sulit melahirkan secara normal. Sedangkan penimbangan berat Berat
Badan setiap kali periksa. Sejak bulan ke-4 pertambahan berat badan
paling sedikit 1kg/bulan (Buku KIA 2016).

2) Pengukuran Tekanan Darah


Tekanan darah normal 120/80 mmhg. Bila tekanan darah lebih besar
atau sama dengan 140/90 mmhg ada factor resiko hipertensi (Tekanan
darah Tinggi) dalam kehamilan (Buku KIA 2016).
3) Pengukuran Tinggi Rahim (Tinggi Fundus Uteri)
Pengukuran tinggi rahim berguna untuk melihat pertumbuhan janin apakah
sesuai dengan usia kehamilan (Buku KIA 2016).
4) Penentuan Letak Janin (Presentase janin) dan perhitungan Denyut
Jantung Janin.
Apabila Trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau kepala belum
masuk panggul, kemungkinan ada kelainan letak atau ada masalah lain.
Bila denyut jantung kurang dari 120 kali/menit menujukan ada tanda
GAWAT JANIN, SEGERA RUJUK (Buku KIA 2016).
5) Penentuan Status Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
Penentuan Status Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) oleh petugas untuk
selanjutnya bilamana diperlukan mendapatkan suntikan Tetanus Toksoid
sesuai anjuran petugas kesehatan untuk mencegah Tetanus pada Ibu dan
Bayi (Buku KIA 2016).
Tabel rentang waktu pemberian imunisasi TT dari lama perlindungannya.
Imunisasi Lama perlindungan
Selang waktu Minimal
TT
Langkah awal pemben tukan
TT 1 kekebalan tubuh
terhadap penyakit Tetanus
TT 2 1 Bulan setelah TT 1 3 Tahun

TT 3 6 Bulan setelah TT 2 5 Tahun

TT 4 12 Bulan setelah TT 3 1 Tahun

TT 5 12 Bulan setelah TT 4 >25 Tahun

6) Pemberian Tablet Zat besi (FE), pemberian terapi yodium atas


indikasi dan terapi anti malaria atas indikasi
Kebutuhan zat besi selama masa kehamilan memang diperlukan agar
pertumbuhan dan perkembangan si Kecil bisa semakin optimal. Untuk itu,
dokter pun akan memberikan resep berupa tablet zat besi agar bisa
dikonsumsi setiap hari oleh ibu hamil. (Buku KIA 2016).
7) Tes PMS (Penyakit Menular Seksual)
Pemeriksaan PMS merujuk pada beberapa metode berbeda untuk
mendeteksi infeksi, seperti tes darah, tes sekret vagina, tes feses, dan
laparoskopi. Setiap tipe dari PMS memiliki metode deteksi yang berbeda.
Selain gejalanya, PMS juga memengaruhi orang dalam beberapa cara,
seperti emosional dan sosial.
8) Pemeriksaan HB
Tes haemoglobin untuk mengetahui apakah ibu kekurangan darah
(Anemia). (Buku KIA 2016).
9) Konseling dan Temu wicara
Tenaga kesehatan memberi penjelasan mengenai perawatan kehamilan,
pencegahan kelaianan, persalinan dan inisiasi menyusui dini (IMD), ASI
eksklusif, Keluarga Berencana dan imunisasi pada bayi. Penjelasan ini
diberikan secara bertahap pada saat kunjungan hamil (Buku KIA 2016)
10) Perawatan Payudara
Untuk mengetahui apakah ada benjolan di payudara, dan titik accu
pressure untuk peningkatan asi.
11) Pemeliharaan tingkat kebugaran atau senam hamil
12) Tingkatkan pengetahuan ibu hamil
Dengan melakukan penyuluhan makanan bergizi untu ibu hamil, tanda
bahaya kehamilan, petunjuk agar tidak terjadi bahaya pada waktu
kehamilan dan persalinan.
13) Pemeriksaan protein urine atas indikasi
14) Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi

6. Tempat pelayanan Antenatal Care


Pelayanan antenatal care bisa didapatkan di Rumah Sakit, Puskesmas, Bidan
Praktek Swasta, Dokter Praktek Swasta, Posyandu. Pelayanan antenatal care
hanya diberikan oleh tenaga kesehatan dan bukan dukun bayi (Ika dan
Saryono, 2018).
7. Cakupan Pelayanan Antenatal
Cakupan pelayanan antenatal adalah persentasi ibu hamil yang telah
mendapatkan pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah
kerja yang terdiri dari cakupan K1 dan cakupan K4. Cakupan K1 adalah
cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapatkan pelayanan antenatal oleh
tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan
K4 adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal
sesuai dengan standar, paling sedikit empat kali di suatu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu (Departemen Kesehatan. 2017)

B. Kehamilan
1. Pengertian Kehamilan
a. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan
(Manuaba, 2010).
b. Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai dengan lahirnya
janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7
hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Prawirohardjo, 2020)
2. Tanda-Tanda Kehamilan
a. Tanda-tanda kemungkinan hamil
Tanda-tanda kemungkinan hamil menurut Wiknjosastro (2007), adalah :
1) Amenorhoe, (tidak dapat haid) gejala ini penting karena wanita
hamil tidak dapat haid lagi.
2) Nause (enek) dan emesis (mual), enek terjadi umumnya pada
bulan-bulan pertama kehamilan disertai kadang- kadang oleh
emesis sering terjadi dipagi hari.
3) Sering buang air kecil.
4) Rasa tergelitik, nyeri tekan, pembengkakan pada payudara.
5) Perubahan warna pada jaringan vagina dan servik.
6) Areola berwarna lebih gelap dan kelenjar-kelenjar disekitar puting
menjadi menonjol.
7) Mengidam, sering terjadi pada bulan pertama tetapi menghilang
dengan makin tuanya kehamilan.
8) Pembesaran rahim dan perut

b. Tanda-tanda tidak pasti kehamilan.


Menurut Sulistyawati (2009), tanda-tanda tidak pasti hamil yaitu:
1) Rahim membesar.
2) Tanda Hegar.
3) Tanda Chadwick, yaitu warna kebiruan pada serviks, vagina, dan
vulva.
4) Tanda Piskacek, yaitu pembesaran uterus ke salah satu arah
sehingga menonjol jelas ke arah pembesaran tersebut.
5) Braxton Hicks. Bila uterus dirangsang (distimulasi dengan diraba)
akan mudah berkontraksi.
6) Basal Metabolism Rate (BMR) meningkat
7) Ballottement positif, jika dilakukan pemeriksaan palpasi di perut ibu
dengan cara menggoyang-goyangkan di salah satu sisi, maka akan
terasa “pantulan” di sisi yang lain.
8) Tes urine kehamilan (tes HCG) positif, tes urine dilaksanakan
minimal satu minggu setelah terjadi pembuahan. Tujuan dari
pemeriksaan ini adalah mengetahui kadar hormon gonadotropin
dalam urine. Kadar yang melebihi ambang normal, mengindikasikan
bahwa wanita mengalami kehamilan.
c. Tanda-tanda pasti kehamilan
Menurut Sulistyawati (2019), tanda-tanda pasti kehamilan adalah :
1) Terdengar denyut jantung janin (DJJ)
2) Terasa gerak janin.
3) Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada
gambaran embrio.
4) Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin (> 16
minggu).
3. Proses kehamilan
Menurut Wiknjosastro (2017), proses kehamilan merupakan mata
rantai yang berkesinambungan yang terdiri atas :
a. Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh
sistem hormon yang kompleks.
b. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum dengan gerak aktif tuba
yang memiliki fibriae, maka ovum diangkat dan menuju uterus,
sedangkan spermatozoa masuk kedalam alat genetalia menuju
tuba fallopi.
c. Konsepsi dan pertumbuhan zigot adalah pertemuan inti ovum
dengan inti spermatozoa.
d. Nidasi (implantasi) pada uterus adalah proses penempelan hasil
konsepsi di dalam endometrium.
e. Pembentukan plasenta.
f. Tumbuh kembang hasil konsepsi hingga aterm.
4. Perubahan Fisiologi Kehamilan
Menurut Prawirohardjo (2010), perubahan fisiologi kehamilan
antara lain:
a. Uterus
Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan
melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai
persalinan. Uterus mempunyai kemampuan untuk bertambah besar
dengan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan
semula dalam beberapa minggu setelah persalinan.
b. Serviks
Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan
kebiruan akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya edema
pada seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan
hiperplasia pada kelenjar – kelenjar serviks.
c. Vagina dan perineum
Selam kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hiperemia terlihat
jelas pada kulit dan otot-otot diperinium dan vulva, sehingga pada
vagina akan terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan
tanda Chadwick.
d. Kulit abdomen
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi
kemerahan, kusam dan kadang-kadang juga akan mengenai
daerah payudara dan paha. Perubahan ini dikenal dengan striae
gravidarum.

e. Payudara
Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya
lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah
ukurannya dan vena-vena di bawah kulit akan lebih terlihat. Puting
payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak.
f. Perubahan metabolic
Pada kehamilan diperkirakan berat badan akan bertambah 12,5 kg.
g. Sistem kardivaskuler
Pada minggu ke-5 cardiac output akan meningkat dan perubahan
ini terjadi untuk mengurangi resistensi vaskuler sistemik. Selain itu
juga terjadi peningkatan denyut jantung.
h. Traktus Digestivus
Seiring dengan makin besarnya uterus, lambung dan usus akan
bergeser. Demikian juga yang lainnya seperti appendiks yang akan
bergeser ke arah atas dan lateral.
i. Traktus urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan, kandung kemih akan
tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga menimbulkan
sering berkemih.

5. Kebutuhan Fisiologi Ibu Hamil


a. Oksigen
Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk ibu
hamil. Berbagai gangguan pernafasan bisa terjadi saat hamil hingga
akan mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu yang akan
berpengaruh pada bayi yang dikandung yang dialirkan melalui tali pusat.

b. Nutrisi
Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori perhari, ibu
hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang mengandung protein,
zat besi, dan minum cukup cairan (menu seimbang).
c. Kalori
Sumber kalori utama adalah hidrat arang dan lemak. Bahan makanan
yang banyak banyak mengandung hidrat arang adalah golongan padi-
padian (misalnya beras dan jagung), golongan umbiumbian (misalnya
ubi dan singkong), dan sagu.
d. Protein
Protein adalah zat utama untuk membangun jaringan bagian tubuh.
Kekurangan protein dalam makanan ibu hamil mengakibatkan bayi akan
lahir lebih kecil dari normal. Sumber zat protein yang berkualitas tinggi
adalah susu. Sumber lain meliputi sumber protein 14 hewani (misalnya
daging, ikan, unggas, telur dan kacang) dan sumber protein nabati
(misalnya kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, kacang tolo,
dan tahu tempe).
e. Mineral
Semua mineral dapat terpenuhi dengan makan-makanan sehari-hari
yaitu buah-buahan, sayur-sayuran dan susu. Hanya zat besi yang tidak
bisa terpenuhi dengan makanan sehari-hari. Untuk memenuhi
kebutuhan ini dibutuhkan suplemen besi 30 mg sebagai ferosus,
forofumarat atau feroglukonat perhari dan pada kehamilan kembar atau
pada wanita yang sedikit anemia dibutuhkan 60-100 mg/hari. Kebutuhan
kalsium umumnya terpenuhi dengan minum susu. Satu liter susu sapi
mengandung kira-kira 0,9 gram kalsium.
f. Vitamin
Vitamin sebenarnya telah terpenuhi dengan makanan sayur dan buah-
buahan, tetapi dapat pula diberikan ekstra vitamin. Pemberian asam
folat terbukti mencegah kecacatan pada bayi.
g. Kebutuhan Personal Higiene
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan sedikitnya
dua kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak
keringat, menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah
buah dada, daerah genetalia). Kebersihan gigi dan mulut, perlu
mendapat perhatian karena seringkali mudah terjadi gigi berlubang,
teruta 15
h. Kebutuhan Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi
adalah konstipasi dan sering buang air kecil. Tindakan pencegahan yang
dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat
dan banyak minum air putih, terutama ketika lambung dalam keadaan
kosong. Meminum air putih hangat ketika dalam keadaan kosong dapat
merangsang gerak peristaltik usus. Jika ibu sudah mengalami dorongan,
maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi.
Sering buang air kecil merupakan keluhan utama yang dirasakan oleh
ibu hamil, terutama trimester I dan III, hal tersebut adalah kondisi yang
fisiologis.
i. Kebutuhan Seksual
Selama kehamilan berjalan normal, koitus diperbolehkan sampai akhir
kehamilan, meskipun beberapa ahli berpendapat sebaiknya tidak lagi
berhubungan seks selama 14 hri menjelang kelahiran. Koitus tidak
diperkenankan bila terdapat perdararahan pervaginan,riwayat abortus
berulang, abortus/ partus prematurus imminens, ketuban pecah
sebelumnya waktunya.
j. Kebutuhan Mobilisasi
Ibu hamil boleh melakukan kegiatan atau aktivitas fisik biasa selama
tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat dianjurkan untuk melakukan
pekerjaan rumah dengan dan secara berirama dengan menghindari 16
gerakan menyentak, sehinggga mengurangi ketegangan padatubuh dan
menghindari kelelahan.
k. Istirahat
Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur
karena dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk
kepentingan perkembanagan dan pertumbuhan janin. Tidur pada malam
hari selma kurang lebih 8 jam dan istirahat dalam keadaan rilaks pada
siang hari selama 1 jam.

l. Persiapan persalinan
1) Membuat rencana persalinan
2) Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi
kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan utama tidak
ada
3) Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan.
4) Membuat rencana atau pola menabung
5) Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan
m. Memantau kesejahteraan janin
Pemantauan gerakan janin minimal dilakukan selama 12 jam, dan
pergerakan janin selama 12 jam adalah minimal 10 kali gerakan janin
yang dirasakan oleh ibu hamil.

6. Perubahan Psikologis pada Kehamilan


a. Trimester I
1) Rasa Cemas Bercampur Bahagia
Rasa cemas dan ragu sekaligus disertai rasa bahagia, berkaitan
pada kualitas kemampuan untuk merawat dan mengasuh bayi dan
kandungannya, sedangkan rasa bahagia dikarenakan dia merasa
sudah sempurna sebagai wanita yang dapat hamil.
2) Perubahan Emosional
Perubahan-perubahan emosi pada trimester pertama menyebabkan
adanya penurunan kemauan berhubungan seksual, rasa letih dan
mual, perubahan suasana hati, cemas, depresi, kekhawatiran ibu
tentang kesejahteraannya dan bayinya, kekhawatiran pada bentuk
penampilan diri yang kurang menarik dan sebagainya.
3) Sikap Ambivalen
Sikap ambivalen menggambarkan suatu konflik perasaan yang
bersifat simultan, seperti cinta dan benci terhadap seseorang,
sesuatu atau kondisi. Meskipun sikap ambivalen sebagai respon
individu yang normal, tetapi ketika memasuki fase pasca melahirkan
25 bisa membuat masalah baru. Penyebab ambivalensi pada ibu
hamil yaitu perubahan kondisi fisik, pengalaman hamil yang buruk,
ibu karier, tanggung jawab baru, rasa cemas atas kemampuannya
menjadi ibu, keuangan dan sikap penerimaan keluarga terdekatnya.
4) Ketidakyakinan atau Ketidakpastian
Awal minggu kehamilan, ibu sering tidak merasa tidak yakin pada
kehamilannya. Dan hal ini diperparah lagi jika ibu memiliki masalah
emosi dan kepribadian. Meskipun demikian pada kebanyakan ibu
hamil terus berusaha untuk mencari kepastian bahwa dirinya
sedang hamil dan harus membutuhkan perhatian dan perawatan
khusus buat bayinya.
5) Perubahan Seksual
Selama trimester pertama keinginan seksual wanita menurun. Hal-
hal yang menyebabkannya berasal dari rasa takut terjadi keguguran
sehingga mendorong kedua pasangan menghindari aktivitas
seksual.
6) Fokus pada Diri Sendiri
Pada bulan-bulan pertama kehamilan, sering kali pikiran ibu lebih
berfokus kepada kondisi dirinya sendiri, bukan kepada janin.
Meskipun demikian bukan berarti ibu kurang memperhatikan kondisi
bayinya. Ibu lebih merasa bahwa janin yang dikandungnya menjadi
bagian yang tidak terpisahkan.
7) Stres
Stres yang terjadi pada masa kehamilan trimester pertama bisa
berdampak negatif dan positif, dimana kedua stres ini dapat
mempengaruhi perilaku ibu. Terkadang stres tersebut bersifat
instrinsik dan ekstrinsik. Stres ekstrinsik timbul karena faktor
eksternal seperti sakit, kehilangan, kesendirian dan masa
reproduksi.
8) Goncangan Psikologis
Terjadinya goncangan jiwa diperkirakan lebih kecil terjadi pada
trimester pertama dan lebih tertuju pada kehamilan pertama.
b. Trimester II
Selama fase trimester kedua kehidupan psikologi ibu hamil tampak
lebih tenang, namun perhatian ibu mulai beralih pada perubahan bentuk
tubuh, kehidupan seks, keluarga dan hubungan batiniah dengan bayi
yang dikandungnya, serta peningkatan kebutuhan untuk dekat dengan
figur ibu, melihat dan meniru peran ibu serta meningkatnya
ketergantungan ibu pada pasangannya. Beberapa bentuk perubahan
psikologis pada trimester kedua, yaitu:
1) Rasa Khawatir / Cemas
Kekhawatiran yang mendasar pada ibu ialah jika bayinya lahir
sewaktu-waktu. Keadaan ini menyebabkan peningkatan
kewaspadaan terhadap datangnya tanda-tanda persalinan. Hal ini
diperparah lagi dengan kekhawatiran jika bayi yang dilahirkannya
tidak normal. Paradigma dan kegelisahan ini membuat kebanyakan
27 ibu berusaha mereduksi dengan cara melindungi bayinya
dengan memakan vitamin, rajin kontrol dan konsultasi, menghindari
orang atau benda-benda yang dianggap membahayakan bayinya.
2) Perubahan Emosional
Perubahan emosional trimester II yang paling menonjol yaitu
periode bulan kelima kehamilan, karena bayi mulai banyak bergerak
sehingga ibu mulai memperhatikan bayi dan memikirkan apakah
bayinya akan dilahirkan sehat atau cacat. Rasa kecemasan ini terus
meningkat seiring bertambahnya usia kehamilannya.
3) Keinginan untuk Berhubungan Seksual
Pada trimester kedua terjadi peningkatan energi libido sehingga
pada kebanyakan ibu menjadi khawatir jika dia berhubungan
seksual apakah ini dapat mempengaruhi kehamilan dan
perkembangan janinnya. Bentuk kekhawatiran yang sering terjadi
adalah apakah ada kemungkinan janinnya cedera akibat penis,
orgasme ibu, atau ejakulasi. Meskipun demikian, yang perlu
diketahui hubungan seks pada masa hamil tidak berpengaruh
karena janin dilindungi cairan amnion di dalam uterus.
c. Trimester III
1) Rasa Tidak Nyaman
Ibu merasa bentuk tubuhnya semakin jelek. Selain itu, perasaan
tidak nyaman juga berkaitan 28 dengan adanya perasaan sedih
karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus
yang diterima selama hamil sehingga ibu membutuhkan dukungan
dari suami, keluarga, bidan.
2) Perubahan Emosional
Pada bulan-bulan terakhir menjelang persalinan perubahan emosi
ibu semakin berubah-ubah dan terkadang menjadi tak terkontrol.
Perubahan emosi ini bermuara dari adanya perasaan khawatir,
cemas, takut, bimbang dan ragu jangan-jangan kondisi
kehamilannya saat ini lebih buruk lagi saat menjelang persalinan
atau kekhawatiran dan kecemasan akibat ketidakmampuannya
dalam menjalankan tugas-tugas sebagai ibu pasca kelahiran
bayinya.
7. Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil
a. Support Keluarga
Tugas keluarga yang saling melengkapi dan dapat menghindari konflik
adalah dengan cara pasangan merencanakan untuk kedatangan
anaknya, mencari informasi bagaimana menjadi ibu dan ayah, suami
mempersiapkan peran sebagai kepala rumah tangga. Disini motivasi
suami dan keluarga untuk membantu meringankan ketidaknyamanan
dan terhindar dari stress psikologi.
b. Support dari Tenaga Kesehatan
Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikolgis adalah dengan
memberi support atau dukungan moral bagi klien, meyakinkan klien
dapat menghadapi kehamilannua dan perubahan yang dirasakannya
adalah sesuatu yang normal.
c. Rasa aman dan nyaman selama kehamilan
Kebutuhan pertama ialah ia merasa dicintai dan dihargai, kebutuhan
kedua ialah ia merasa yakin akan penerimaan pasangannya terhadap
sang anak.
d. Persiapan menjadi orang tua
Salah satu persiapan orang tua dapat dilaksanakan dengan kelas
pendidikan kelahiran/ kelas antenatal.
f. Sibling
Dilakukan kepada ibu yang sudah memiliki anak untuk menghindari
penolakan dari anak sebelumnya. Biasanya terjadi pada anak usia 2-3
18 tahun. Pencegah terjadinya sibling ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan, di antaranya sebagai berikut:
1) Jelaskan pada anak tentang posisinya (meskipun ada adiknya, ia
tetap disayangi oleh ayah ibu)
2) Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya
3) Ajak anak untuk berkomunikasi denagn bayi sejak masih dalam
kandungannya
4) Ajak anak untuk melihat benda-benda yang berhubungan dengan
kelahiran bayi

8. Ketidaknyamanan Pada Kehamilan


Menurut Wiknjosastro (2019), ketidaknyamanan yang biasanya
terjadi pada ibu hamil adalah :
a. Nause (enek) dan emesis (mual), enek terjadi umumnya pada
bulan-bulan pertama kehamilan disertai kadang-kadang oleh
emesis sering terjadi dipagi hari.
b. Rasa Lemah dan Mudah Lelah, disebabkan karena Peningkatan
metabolisme dan Peningkatan hormon estrogen, progesterone, relaxin
dan HCG. Istirahat sesuai kebutuhan, Konsumsi menu seimbang untuk
mencegah anemia (kurang darah),Beraktivitas sedang untuk
mengurangi kelelahan,Mengkonsumsi Suplemen vitamin dan zat besi
dengan resep Bidan.
c. Pusing/Sakit kepala, disebabkan oleh perubahan hormon ibu,
ketidaknyamanan ini juga biasa terjadi pada trimester II dan III
disebabkan oleh kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu dan
penegangan pada kepala), serta keletihan.Teknik relaksasi, Memijat
leher dan otot bahu,Penggunaan kompres panas atau es pada leher,
Istirahat, kemudian Mandi air hangat, Jika tidak kunjung sembuh
dengan beristirahat, segera periksa ke Bidan tedekat.Pengobatan bisa
dilakukan dengan tylenol/paracetamol dengan resep. Sebaiknya
Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik.
d. Kelelahan (fatigue), dikarenakan tubuh anda bekerja sangat keras
untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuh bayi anda. Letih dan
lelah pada beberapa bulan pertama, karena tubuh menyesuaikan diri
dengan kadar hormon yang berubah dengan cepat. Anjurkan ibu untuk
sering istirahat. Lakukan aktifitas yang ringan dan nutrisi yang baik,
mengkonsumsi makanan sehat, menjaga gula darah tetap stabil,
konsumsi makanan yang tinggi zat besi untuk mencegah
anemia ,mengatur pola kerja selama kehamilan.
e. Mual muntah saat pagi atau bangun tidur, disebabkan oleh
peningkatan jumlah hormon di dalam tubuh, di antaranya, estrogen
dan progesterone, menyebabkan mual dan muntah yang tidak bisa
ditahan di masa hamil. Peningkatan hormon ini dalam tubuh wanita
sering menjadi penyebab dari gejala yang disebut oleh ibu hamil
sebagai morning sickness. Morning sickness adalah gejala mual-mual
dan muntah yang dialami oleh ibu hamil.Banyak minum air
putih.Makan sedikit-sedikit namun sering. Hindari makanan yang
berbau tajam dan makanan yang dapat menaikan asam lambung,
istirahat yang cukup.
f. Pica (Ngidam Makanan), penyebabnya mungkin berkaitan dengan
persepsi individu wanita mengenai apa yang bisa mengurangi mual
dan muntah dikarenakan indra pengecap menjadi tumpul sehingga
mencari makanan yang lebih merangsang. Makanlah dalam jumlah
sedikit, banyak minum cairan, rutin meminum vitamin.
g. Pengeluaran Air Ludah Berlebihan (Ptyalism), penyebabnya
peningkatan hormon esterogen menyebabkan stimulasi kelenjar ludah
atau malas menelan ludah akibat mual.
h. Peningkatan Frekuensi Urinasi/sering kencing, keadaan seperti ini
lazim terjadi pada hampir semua ibu hamil trimester 1 karena terjadi
penekanan kandung kemih oleh janin didalam rahim yang sedang
berkembang. Pengeluaran air kencing terkadang tidak dapat ditahan
saat batuk, bersin dan tertawa (stress incontinence).
i. Ketidaknyamanan Payudara, disebabkan Hipertensi jaringan glandula
mammae dan penambahan vaskularisasi, pigmentasi dan ukuran serta
penonjolan puting susu dan alveoli yang disebabkan oleh stimulasi
hormon. Ketidaknyamanan payudara yang biasa dirasakan ibu hamil
yaitu: nyeri, rasa penuh atau tegang oleh stimulasi hormone. Rasa
gatal disekitar puting karena Hiperpigmentasi (penghitaman kulit).
9. Tanda Bahaya Kehamilan
a. Pendarahan
Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah normal. Pada masa awal
sekali kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit
atau spotting di sekitar waktu pertama haidnya terlambat. Perdarahan ini
adalah perdarahan implantasi dan normal. Pada waktu yang lain dalam
kehamilan, perdarahan kecil mungkin pertanda dari friable cervix.
Perdarahan ini mungkin normal karena di sebabkan adanya suatu
infeksi. Pada awal kehamilan perdarahan yang tidak normal adalah yang
merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan yang sangat
menyakitkan. Perdarahan ini dapat berarti aborsi, kehamilan mola atau
kehamilan ektopik (Yulifah, 2019).
b. Bengkak Dikaki, Tangan Atau Wajah
Hampir separuh ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada
kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah
istirahat. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul
pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai
dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda
anemia, gagal jantung atau preeklampsi (Astuti Maya, 2018)
c. Demam tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh > 380C dalam kehamilan
merupakan suatu masalah. Demam tinggi yang terjadi lebih dari 3 hari
dapat merupakan tanda gejala dari infeksi. Penanganan demam antara
lain dengan istirahat berbaring, minum banyak dan mengompres untuk
menurunkan suhu (Lalega, 2018).
d. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejala-gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga
muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran
menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan
gejala dari eklampsia (Saifudin, 2018).
e. Air ketuban keluar sebelum waktunya
Dapat diidentifikasikan dengan keluarnya cairan mendadak disertai bau
yang khas. Adanya kemungkinana infeksi dalam rahim dan persalinan
prematuritas yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan
bayi. Ketuban pecah dini yang disertai kelainan letak akan mempersulit
persalinan yang dilakukan di tempat dengan fasilitas yang belum
memadai(Jannah, 2019).
f. Bayi Dikandungan Gerakannya Berkurang Atau Tidak Bergerak
Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke 5 atu ke 6.
Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi
tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3
kali dalam periode 3 jam. Biasanya diukur dalam waktu 12 jam yaitu
sebanyak 10 kali. (Jannah, 2017)
g. Muntah terus (tidak mau makan)
Mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu
pekerjaan sahari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk karena
terjadi dehidrasi bisa disebut dengan hyperemesis gravidarum (Mochtar,
2018). Gejala hyperemesis lainnya: nafsu makan menurun, berat badan
menurun, nyeri daerah epigastrium, tekanan darah menurun dan nadi
meningkat, lidah kering dan mata nampak cekung(Jannah, 2017).
DAFTAR PUSTAKA

Buku KIA, Direktorat Kesehatan Keluarga Tahun 2016

Departemen Kesehatan. 2014. Survey Kesehatan Nasional. Laporan.Depkes RI Jakarta.

Gloria M. B, at all, 2017. Nursing Intervention Classivication (NIC), Edisi Bahasa


Indonesia. Editor : Intisari Nurjannah, Roxana D. Tumanggor. Cetakan Asli
Dprogramkan dengan RFID

Ika, Saryono. 2010. Perawatan Maternitas. Edisi 4. EGC: Jakarta.

Manuaba. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. EGC : Jakarta

Nurjanah Siti., Siti Chadlilorul Qudsiah, Herry Suswanti Djarot. (2012). Hubungan Antara
Paritas dan Umur dengan Anemia Pada Ibu Hamil Tahun 2012. Semarang:
Universitas Muhammadiyah Semarang.

Proverawati, A. (2013). Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Prawirohardjo, S. (2011). Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono


Prawiroharjo.

Saifuddin, A. (2012). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: JNPKKR Dan
Yayasan Bina Pustaka.

Sue Moorhead, at all, 2017. Nursing Outcomes Classivication (NOC), Edisi Bahasa
Indonesia. Editor : Intisari Nurjannah, Roxana D. Tumanggor. Cetakan Asli
Dprogramkan dengan RFID

T. Heather Herdman, Shigemi Kamitsuru, 2015-2017. Diagnosis Keperawatan (NANDA).


Defenisi dan Klasifikasi, Edisi 10. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta:EGC