Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS

PADA NY. S DENGAN PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB)

Untuk Menyelesaikan Tugas Profesi Keperawatan Maternitas


Program Profesi Ners

Disusun Oleh:
Dwiti Hikmah Sari, S.Kep
11194692010066

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2020
LEMBAR PERSETUJUAN

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS


PADA NY. S DENGAN PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB)

Tanggal Desember 2020

Disusun oleh :
Dwiti Hikmah Sari, S. Kep
11194692010066

Banjarmasin, Desember 2020

Mengetahui,

Preseptor Akademik, Preseptor Klinik,

Umi Hanik Fetriyah, Ns., M. Kep Ns. Hj. Helmina, S. Kep


NIK. 1166042009023 NIP. 19750101 199903 2 008
PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS
PADA PERIODE INTRANATAL

Nama Mahasiswa : Dwiti Hikmah Sari, S.Kep Tempat Praktek :RS.X

NIM : 11194692010066 Tanggal Praktek : 13-18 Des 2020

Tanggal pengkajian : 14 Desember 2020

DATA UMUM
Inisial Klien : Ny. S Nama Suami : Tn. A
Umur : 32 Th Umur : 35 Th
Agama : Islam. Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Suku bangsa : Banjar/ Indonesia Suku Bangsa : Banjar/ Indonesia
Status perkawinan : Kawin Status perkawinan : Sudah Menikah
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : PNS
Alamat : Banjar Indah

DATA UMUM KESEHATAN


1. Tinggi/Berat Badan 175 cm/ 90 kg, (IMT: 29,4/obesitas) (Normal IMT: 18,5-24,9)
2. Berat Badan sebelum hamil 60 kg
3. Masalah kesehatan khusus PEB (Pre Eklamsi Berat)
4. Obat-obatan: Tablet Fe, zinc sulphate
5. Alergi (makanan/obat-obatan/bahan tertentu): tidak memiliki riwayat alergi
6. Diet khusus: Mengurangi makanan bersantan, dan asin-asin
7. Menggunakan alat bantu: gigi tiruan/kacamata/kontak lensa/alat dengar, lain-lain.
Sebutkan Tidak menggunakan alat bantu
8. Frekuensi BAB 1 kali/hari
Masalah : tidak ada masalah
9. Frekuensi BAK 2 -3kali/hari
Masalah : Oliguria (jumlah urine <400cc/24jam) , hasil protein urine positif (+2)
10. Kebiasaan waktu tidur : Tidak ada tidur siang, malam hari tidur dari jam 23.00- 04.30 ,
klien nampak tidak bisa tidur, gelisah, cemas, strees akan penyakit yang diderita
makin bertambah.
DATA UMUM MATERNITAS
1. Kehamilan sekarang direncanakan (ya/tidak) : Direncanakan
2. Status Obstetrikus : G2 P1 A0 Usia kehamilan: 36 Minggu
3. HPHT 7 Mei 2019 Taksiran partus 14 Februari 2020
4. Jumlah anak di rumah: 1 orang
5. Mengikuti kelas prenatal (ya/tidak)
6. Jumlah kunjungan selama kehamilan ini : 4 x tiap 2 bulan
7. Masalah kehamilan yang lain
a. Trimester I : mual dan muntah
b. Trimester II : pusing dan nyeri kepala
c. Trimester III : PEB, edema pada kedua kaki.
8. Masalah kehamilan sekarang : PEB
9. Kontrasepsi yang pernah dipakai: IUD
Masalah yang pernah dialami selama penggunaan alat konterasepsi ini
Tidak ada masalah
Rencana KB setelah kehamilan ini:
KB IUD
10. Makanan bayi sebelumnya ASI/PASI
Tidak terkaji
11. Pendidikan kesehatan yang ingin ibu dapatkan selama perawatan (Beri tanda √
didepan option)
 Relaksasi pernafasan
 Manfaat ASI dan cara menyusui yang baik
 Senam nifas
 Metode KB
 Perawatan perineum
 Perawatan payudara
12. Setelah bayi lahir siapa yang diharapkan membantu: suami/teman/orang tua atau yang
lain
13. Masalah persalinan yang lalu : klien memiliki riwayat PEB/hipertensi

RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG


1. Mulai persalinan (kontraksi/pengeluaran pervaginam) : tidak ada persalinan
pervaginam, direncanakan akan dilakukan SC sesegera mungkin
2. Keadaan kontraksi (frekuensi dalam 10 menit, lamanya, kekuatan): tidak ada
kontraksi
3. Frekuensi dan kekuatan denyut jantung janin 156 x/menit
4. Pemeriksaan fisik:
Kenaikan Berat Badan selama kehamilan >< 30 kg
Tanda vital: TD = 180/ 100 mmHg Suhu = 37,3 °C
Nadi = 100 x/menit Respirasi = 25x/mnt
a. Kepala/leher: Simetris, tidak ada benjolan, sakit kepala
b. Dada (jantung, paru-paru) simetris, suara paru vesikuler, jantung S1 S2
c. Payudara : adanya hiperpigmentasi
d. Abdomen (secara umum dan pemeriksaan)
I : perut membesar karena kehamilan
A : Adanya denyut jantung janin : DJJ 156x/ menit
P : L1 : Teraba bokong bagian fundus uteri, TFU 31 cm (2 jari dibawah px), TBJ:
(31-11x155)=3100 gram.
L2 : Punggung kanan
L3 : Presentasi Kepala
L4 : Kepala belum masuk PAP
P: Timpani
e. Kontraksi DJJ 156x/ Menit
f. Ekstremitas (edema/tidak) dibagian kedua kaki dengan derajat II
Penilaian derajat edema:
Derajat I : kedalaman 1-3mm dengan waktu kembali 3 detik
Derajat II : kedalaman 3-5mm dengan waktu kembali 5 detik
Derajat III : kedalaman 5-7mm dengan waktu kembali 7detik
Derajat IV : kedalaman 7mm atau lebih dengan waktu kembali 7detik
g. Refleks : Baik 1+

5. Pemeriksaan dalam
Jam Pemeriksaan Oleh Hasil
08.00 WITA Perawat VK Belum ada pembukaan lengkap,
kepala belum masuk PAP

6. Ketuban (utuh/pecah)

7. Laboratorium
Tanggal dan
jenis Hasil pemeriksaan Interpretasi dan Analisis Hasil
pemeriksaan nilai normal
16-12-2020 - Hb (10.00 gr/dl) 12.0-14.0 gr/dl Rendah
Pemeriksaan - Leukosit (13.1 ribu/ul ) 5.0-11.0 ribu/ul Sedang
laboratorium - Eritrosit (4.0 gr/dl) 4.0-5.0 juta/ul Normal
- Hematokrit ( 30%) 38-46 % Rendah
- Trombosit (413.000 ulr) 150-400 ribu/ul Sedang
8. Terapi yang diberikan
Tanggal Jenis Terapi Rute Dosis Indikasi
17 MgSO4 Drip Inj 40% 15 ML Mengatasi kejang pada
Desember Pre- eklamsi
2020

RL Inj 500 ML Untuk memenuhi


(28tpm) kebutuhan cairan tubuh

Nifedipine Po 1 Tab Digunakan untuk ibu


hamil yang memiliki
masalah Hipertensi

DATA PSIKOSOSIAL
1. Penghasilan keluarga setiap bulan: Rp 3.000.000
2. Bagaimana perasaan anda terhadap kehamilan sekarang: senang, bahagia, antusias,
3. Bagaimana perasaan pasangan anda terhadap kehamilan sekarang: bahagia
4. Jelaskan respon sibling terhadap kehamilan sekarang: Tidak ada respon

LAPORAN PERSALINAN

KALA I
Mulai kala I, pukul : pukul 10.00 klien direncanakan persalinan dengan melakukan
pembedahan/SC
Keadaan umum
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda vital : TD: 180/100 mmHg Nadi: 100x/mnt
RR: 25x/mnt Suhu: 37,3 ⁰C
Kontraksi uterus
Frekuensi : 15x/mnt, durasi 10 detik
Intensitas : kuat/sedang/lemah, DJJ: 156x/mnt, teratur/tidak
Pengeluaran cairan amnion : ada/tidak, warna________(liat partograf)
Pemeriksaan dalam
Dilatasi serviks :-
Pengeluaran :-
Kebutuhan saat ini:
a. Oksigenasi
( √) dyspnea ( ) tachipnea CRT: > 3 detik
Kulit: ( ) pucat ( √) lembab, berkeringat
b. Nutrisi dan cairan
Nutrisi : Frek:3 x/hr, jenis : Nasi, Ikan, Sayur .makan terakhir jam :21.00
Cairan : Intake >< 1000- 1500 cc/hr, jenis: Air Putih dan Teh Hangat
c. Eliminasi
BAK: 2-4 x/hr, warna Kuning Jernih, Oliguria ( jumlah urine <400cc/24jam)
Kateter terpasang/tidak, jelaskan: Urine Jernih,
BAB: 1 x/hr, konsistensi: Lunak, keluhan: - BAB terakhir jam 06.00
Dilakuakn klisma: ya/tidak,
d. Aktivitas
Mobilisasi: aktif/tidak, alasan Klien tirah baring di bed, tidak dianjurkan terlalu banyak
aktivitas karena klien didiagnosa PEB, klien juga sesak saat melakukan aktivitas
Skala Aktivitas :
5555 5555
4444 4444
Ket:
0: tidak ada pergerakan otot
1: pergerakan otot yang dapat terlihat, namun tidak ada pergerakan sendi
2: pergerakan sendi, namun tidak dapat melawan gravitasi
3: pergerakan melawan gravitasi, namun tidak melawan tahanan
4: pergerakan melawan tahanan, namun kurang normal
5: kekuatan normal
Masalah Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
e. Keamanan dan kenyamanan
() nyeri, ( √) berkeringat (√) kooperatif
f. Psikososial
Penerimaan klien/keluarga terhadap kehamilan: Suami dan keluarga menerima
kehamilan, klien tampak cemas
Social support: (√) suami ( ) ibu kandung ( ) lain-lain
Data Fokus
Data Subjektif:

1. Klien mengeluh bengkak pada kedua kaki dan kelopak mata saat terbangun.
2. Klien mengeluh cemas dengan kondisi penyakitnya bertambah sehingga klien sulit
tidur dan stress.
3. Klien mengeluh sesak
4. Klien mengatakan ingin mengetahui apa saja yang disiapkan dalam persalinan
5. Klien merasa pusing dan agak penglihatan kabur
6. Klien mengatakan lemah dengan kondisi saat ini
7. Klien merasa tidak nyaman setelah beraktivitas dan bertambah sesak
8. Klien mengatakan khawatir jika harus operasi lagi
9. Klien lupa dengan persiapan sebelumnyaa dalam persalinan sc
10. Klien merasa gugup dan cemas dengan kondisi janinnya sehingga klien setuju
untuk persalinan pembedahan

Data Objektif:

1. Klien tampak tirah baring dibed


2. Klien tidak dianjurkan terlalu banyak aktivitas karena klien didiagnosa PEB, klien
juga sesak saat melakukan aktivitas
3. Klien tampak lemah
4. Klien melahirkan anak pertama dengan sc pada tahun 2010 (jarak kehamilan 10
tahun)
5. Klien tampak anemis
6. TD: 180/100 mmHG
7. DJJ janin:
8. RR: 25x/mnt (dispneu)
9. Oliguria (jumlah urine <400cc/24jam)
10. IMT: 29,4 (obesitas)
11. Terdapat edema pada kedua kaki kedalamannya 2-4mm dan waktu kembali 5detik
(derajat II), skala aktivitas ekstremitas bawah (4)
12. Protenuria kuantitatif 6gr lebih /liter, Protein urine (++)
13. Penurunan HB (8 gr/dl) (Normal: 12-14gr/dl)
14. Penurunan Hemotokrit (30%) (Normal: 38-46%)
Analisa Data

Data Kemungkinan Penyebab Masalah


Ds : gangguan mekanisme Kelebihan Volume Cairan
- Klien mengeluh bengkak pada kedua kaki dan kelopak mata saat regulasi
terbangun. (edema berkaitan dengan
- Klien mengeluh cemas dengan kondisi penyakitnya bertambah PEB)
sehingga klien sulit tidur dan stress.
- Klien mengeluh sesak
- Klien merasa pusing dan agak penglihatan kabur

Do :
- TD: 180/100 mmHG
- RR: 25x/mnt (dispneu)
- Oliguria (jumlah urine <400cc/24jam)
- IMT: 29,4 (obesitas)
- Terdapat edema pada kedua kaki kedalamannya 2-4mm dan waktu
kembali 5detik (derajat II)
- Protenuria kuantitatif 6gr lebih /liter, proteinuria (++)
- Penurunan HB (10 gr/dl) (Normal: 12-14 gr/dl)
- Penurunan Hemotokrit (30%) (Normal: 38-46%)
DS: Peningkatan Afterload, Penurunan Curah Jantung
Klien mengeluh sesak vasokonstriksi, disertai
Klien mengeluh lelah payah jantung
DO:
TD : 180/100mmHg
CRT >3detik
Olguria (<400cc/24jam)
Warna kulit pucat/sianosis
DS: Kelemahan umum Intoleransi Aktivitas
(kondisi klinis: PEB, disertai
- Klien mengeluh cemas dengan kondisi penyakitnya bertambah sehingga
sesak, payah jantung, adanya
klien sulit tidur dan stress.
edema diekstremitas bawah)
- Klien mengeluh sesak
- Klien merasa pusing dan agak penglihatan kabur
- Klien mengatakan lemah dengan kondisi saat ini
- Klien merasa tidak nyaman setelah beraktivitas dan bertambah sesak
DO:
- Klien tampak tirah baring dibed
- Klien tampak lemah, terdapat edema (derajat II) ekstremitas bawah
- Kondisi klinis: PEB
- Skala Aktivitas

5555 5555

4444 4444
DS: Status kesehatan janin Kesiapan Persalinan
SC (pembedahan)
- Klien mengatakan khawatir jika harus operasi lagi
- Klien merasa gugup dan cemas dengan kondisi janinnya sehingga klien
setuju untuk persalinan pembedahan
- Klien lupa dengan persiapan sebelumnyaa dalam persalinan sc
- Klien mengatakan ingin mengetahui apa saja yang disiapkan dalam
persalinan
- Klien memiliki riwayat PEB
- Klien mengatakan jarak kehamilan dengan anak pertama yaitu 10 tahun

DO
- Klien ingin mempersiapkan persalinan dengan SC
- Klien melahirkan anak pertama dengan SC pada tahun 2010
- Djj janin : 156x/mnt
- TD 180/100mmgHg
Diagnosa Keperawatan

1. Kelebihan volume cairan b.d gangguan mekanisme regulasi


2. Penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload, vasokonstriksi disertai payah
jantung
3. Intoleransi Aktivitas b.d kelemahan umum (kondisi klinis: PEB, disertai sesak,
payah jantung, adanya edema diekstremitas bawah)
4. Kesiapan persalinan SC (pembedahan) b.d status kesehatan janin
Asuhan Keperawatan Kala I

Diagnosa
Tanggal SDKI SLKI Implementasi Evaluasi
Keperawatan
14 Des Kelebihan volume Setelah dilakukan intervensi Pemantauan Cairan O: S:
2020 cairan b.d keperawatan selama 1x8 O:  Memonitor tanda-tanda Klien mengatakan
(16.00) gangguan jam kelebihan volume  Monitor tanda-tanda vital vital masih terdapat
mekanisme cairan dapat teratasi  Monitor hasil lab yang  Memonitor hasil lab bengkak pada kaki,
regulasi Kriteria hasil : sesuai dengan retensi  Monitor indikasi kelebihan minum setengah kelas
Volume cairan cairan (Hb, Ht,, proteinurin) cairan (edema) kecil
 TTV klien normal dari  Monitor tanda dan gejala  Memonitor berat badan
meningkat (skala1) (dispneu,reflek,edema, setiap hari O:
menjadi menurun suara napas tambahan,  Monitor status nutrisi Klien tampak lemah,
(skala4)  Monitor indikasi kelebihan N: terdapat edema pada
 Edema ekstremitas dari cairan (edema)  Mengkaji lokasi dan luas kedua kaki mulai
meningkat (skala1) N: edema berkurang
menjadi menurun  Kaji lokasi dan luas edema TD: 150/100mmHg
 Melakukan timbangan BB
(skala5)  Pertahankan catatan intake Proteinuria 5gr/liter
tiap hari
 Proteinuria dari dan output yang akurat BAK 350cc/24jam
 Menganjurkan klien untuk
meningkat (skala1) IMT : 29,4 (obesitas)
 Timbang BB membatasi asupan cairan
menjadi skala 3 IWL: (15x90)/24jam :
 Batasi asupan cairan dan dan garam
(sedang) 1350/24jam
garam  Meninggikan kepala Intake: 900cc
 Tinggikan kepala tempat tempat tidur 30-40 derajat Output: 350cc
tidur 30-40 derajat  Pertahankan catatan Balance cairan:
 Monitor status nutrisi intake dan output yang 900-(350+1350)
E: akurat -800cc
E:
 Anjurkan/ajarkan klien
modifikasi diet rendah  Meanjurkan/ajarkan klien A:
kalium (jika perlu) modifikasi diet rendah Masalah teratasi
 Berikan informasi untuk kalium (jika perlu) sebagian
mengatasi edema dengan  Memberikan informasi
cara membatasi asupan untuk mengatasi edema P:
cairan dengan cara membatasi Lanjutkan intervensi
 Ajarkan dan anjurkan klien asupan cairan , pemberian
untuk posisi tidur kaki lebih albumin (ikan haruan)
tinggi (sekiar 15-30 derajat)  Meajarkan dan
meanjurkan klien untuk TTD
 Ajarkan pijat kaki untuk
posisi tidur kaki lebih tinggi (Dwiti Hikmah Sari)
menurunukan edema
(sekiar 15-30 derajat)
K:  Meajarkan pijat kaki untuk
menurunukan edema
 Berkolaborasi dengan dokter
dalam pemberian diuretic K:
sesuai indikasi Berkolaborasi dengan dokter
dalam pemberian diuretik
 Berkolaborasi dengan dokter
pemberian insulin dan
glukosa IV (jika perlu)
 Berkolaborasi hemodialisis
pada pasien gagal ginjal
(jika perlu)

14 Des Intoleransi Setalah dilakukan tindakan MANAJEMEN ENERGI (I. Observasi


S:
2020 Aktvitas b.d keperawatan dalam 1 x 24 05178)  Memonitor kelelahan
(17.00) kelemahan jam diharapkan intoleransi Observasi fisik dan emosional Klien mengatakan
umum, (kondisi aktvitias terjadi dengan  Identifkasi gangguan  Memonitor pola dan jam Lelah sudah mulai
kriteria hasil: fungsi tubuh yang tidur menurun, klien dapat
klinis: PEB,
Toleransi Aktvitas mengakibatkan kelelahan  Memonitor lokasi dan melakukan aktvitas
disertai sesak, Meningkat (L.05047)  Monitor kelelahan fisik dan ketidaknyamanan yang biasanya
payah jantung, 1. Kemudahan dalam emosional selama melakukan
adanya edema melakukan aktivitas Klien mengatakan
 Monitor pola dan jam tidur aktivitas
diekstremitas sehari-hari dari sesak dalam aktivitas
 Monitor lokasi dan  Meoobservasi/memonitor mulai berkurang
bawah) menurun (skala1) ketidaknyamanan selama TD apabila terjadi
menjadi cukup melakukan aktivitas penaikan
meningkat (skala4) Terapeutik Terapeutik
2. Kekuatan tubuh bagian O:
 Sediakan lingkungan  Menyediakan lingkungan
atas dan bawah dari nyaman dan rendah nyaman dan rendah Kekuatan otot mulai
menurun (skala 1) stimulus (mis. cahaya, stimulus (mis. cahaya, meningkat, tidak
menjadi cukup suara, kunjungan) suara, kunjungan) lemah
meningkat (skala4)  Lakukan rentang gerak  Melakukan rentang
3. Keluhan Lelah dari Klien tampak istirahat
pasif dan/atau aktif gerak pasif dan/atau aktif
menurun (skala 1) dibedrest
 Berikan aktivitas distraksi  Memberikan aktivitas
menjadi cukup
yang menyenangkan distraksi yang
meningkat (skala 4)
 Fasilitas duduk di sisi menyenangkan
A:
tempat tidur, jika tidak  Memfasilitas duduk di
Masalah teratas
dapat berpindah atau sisi tempat tidur, jika
sebagian
berjalan tidak dapat berpindah
Edukasi atau berjalan
Edukasi
 Anjurkan tirah baring  Meanjurkan tirah baring P:
 Anjurkan melakukan  Meanjurkan melakukan Lanjutkan intervensi
aktivitas secara bertahap aktivitas secara bertahap
 Anjurkan menghubungi  Meanjurkan
perawat jika tanda dan menghubungi perawat
gejala kelelahan tidak jika tanda dan gejala
berkurang kelelahan tidak TTD
berkurang (Dwiti Hikmah Sari)
 Ajarkan strategi koping
untuk mengurangi  Meajarkan strategi
kelelahan koping untuk
Kolaborasi mengurangi kelelahan
Kolaborasi dengan ahli gizi Kolaborasi
tentang cara meningkatkan Berkolaborasi dengan ahli gizi
asupan makanan tentang cara meningkatkan
asupan makanan

14 Des Penurunan curah Setalah dilakukan tindakan PERAWATAN JANTUNG Observasi


S:
2020 jantung b.d keperawatan dalam 1 x 24 (I.02075)  Mengidentifikasi
(17.00) peningkatan jam diharapkan curah Observasi tanda/gejala primer Klien mengatakan
afterload, jantung dapat teratasi  Identifikasi tanda/gejala Penurunan curah jantung Lelah mulai
dengan kriteria hasil: primer Penurunan curah (meliputi dispenea, berkurang
vasokonstriksi
Curah Jantung jantung (meliputi dispenea, kelelahan, adema
disertai payah 1. Tekanan darah kelelahan, adema ortopnea ortopnea paroxysmal
jantung memburuk (skala 1) paroxysmal nocturnal nocturnal dyspenea, O:
menjadi sedang (skala dyspenea, peningkatan peningkatan CPV) CRT: 3 detik
3) CPV) TD: 150/100mmHg
 Mengidentifikasi tanda
2. CRT dari memburuk  Identifikasi tanda /gejala N; 88x/mnt
/gejala sekunder
(skala 1) menjadi Proteinuria 5gr/liter
sekunder penurunan curah penurunan curah jantung
sedang (skala 3) BAK 350cc/24jam
jantung (meliputi (meliputi peningkatan
3. Takikardia dari IMT : 29,4 (obesitas)
peningkatan berat badan, berat badan, hepatomegali
meningkat (skala1) Oliguria: 300cc
hepatomegali ditensi vena ditensi vena jugularis,
menjadi sedang Klien terpasang O2 1-
jugularis, palpitasi, ronkhi palpitasi, ronkhi basah,
(skala3) 2liter (nasal kanul)
basah, oliguria, batuk, kulit oliguria, batuk, kulit pucat)
4. Lelah dari meningkat pucat)  Memonitor tekanan darah
(skala1) menjadi  Monitor A:
tekanan darah (termasuk tekanan darah
sedang (skala3) Masalah teratasi
(termasuk tekanan darah ortostatik, jika perlu)
5. Olguria meningkat ortostatik, jika perlu)  Monitor intake dan output sebagian
(skala1) menjadi  Monitor intake dan output cairan
sedang (skala3) cairan  Memonitor berat badan P:
 Monitor berat badan setiap setiap hari pada waktu Lanjutkan intervensi
hari pada waktu yang sama yang sama
 Monitor saturasi oksigen  Memonitor saturasi
 Monitor keluhan nyeri dada oksigen TTD
(mis. Intensitas, lokasi,  Memonitor keluhan nyeri (Dwiti Hikmah Sari)
radiasi, durasi, presivitasi dada (mis. Intensitas,
yang mengurangi nyeri) lokasi, radiasi, durasi,
 Monitor aritmia (kelainan presivitasi yang
irama dan frekwensi) mengurangi nyeri)
 Monitor nilai laboratorium  Memonitor nilai
jantung (mis. Elektrolit, laboratorium jantung (mis.
enzim jantung, BNP, Ntpro- Elektrolit, enzim jantung,
BNP) BNP, Ntpro-BNP)
 Periksa tekanan darah dan  Memeriksa tekanan darah
frekwensi nadi sebelum dan dan frekwensi nadi
sesudah aktifitas sebelum dan sesudah
 Periksa tekanan darah dan aktifitas
frekwensi nadi sebelum  Memeriksa tekanan darah
pemberian obat (mis. dan frekwensi nadi
Betablocker, ACEinhibitor, sebelum pemberian obat
calcium channel blocker, (mis. Betablocker,
digoksin) ACEinhibitor, calcium
Terapeutik channel blocker, digoksin)
 Posisikan pasien semi- Terapeutik
fowler atau fowler dengan  Memposisikan pasien
kaki kebawah atau posisi semi-fowler atau fowler
nyaman dengan kaki kebawah atau
 Berikan diet jantung yang posisi nyaman
sesuai (mis. Batasi asupan  Memberikan diet jantung
kafein, natrium, kolestrol, yang sesuai (mis. Batasi
dan makanan tinggi lemak) asupan kafein, natrium,
 Fasilitasi pasien dan kolestrol, dan makanan
keluarga untuk modifikasi tinggi lemak)
hidup sehat  Memfasilitasi pasien dan
 Berikan terapi relaksasi keluarga untuk modifikasi
untuk mengurangi stres, jika hidup sehat
perlu  Memberikan terapi
 Berikan dukungan relaksasi untuk
emosional dan spiritual mengurangi stres, jika
 Berikan oksigen untuk perlu
memepertahankan saturasi  Memberikan dukungan
oksigen >94% emosional dan spiritual
Edukasi  Berikan oksigen untuk
 Anjurkan beraktivitas fisik memepertahankan
sesuai toleransi saturasi oksigen >94%
 Anjurkan beraktivitas fisik Edukasi
secara bertahap  Meanjurkan beraktivitas
 Ajarkan pasien dan fisik sesuai toleransi
keluarga mengukur berat  Anjurkan beraktivitas fisik
badan harian secara bertahap
 Berikan pendidikan  Meajarkan pasien dan
kesehatan tentang makanan keluarga mengukur berat
yang mengandung garam badan harian
Kolaborasi Kolaborasi
Pemberian obat MgSO4 dan Pemberian obat MgSO4 dan
Nifedipine Nifedipine

14 Des Kesiapan Setelah dilakukan asuhan Perawatan Pra Seksio sesaria 1. Melakukan pengkajian S:
2020 persalinan SC keperawatan kepada (I.07229) riwayat kehamilan dan Pasien mengatakan
(pembedahan) b.d persalinan sebelumnya akan menjalani
pasein selama 1x 6 jam Observasi
(18.00) status kesehatan operasi demi
diharapkan Memahami dan 1. Identifikasi riwayat kehamilan 2. Melakukan pengkajian
janin keselamatannya dan
melakukan tindakan positif dan persalinan riwayat alergi obat banyinya
terkait prosedur yang akan 2. Identfikasi riwayat alergi obat 3. Mengobservasi
dilakukan dengan kriteria 3. Lakukan pemeriksaan pemeriksaan O:
hasil : laboratorium - TD:150/90
laboratorium
4. Melakukan mmHg
Status Antenatal 4. Monitor tanda-tanda vital ibu
pemeriksaan tanda- - N : 88x/m
(L.070059) 5. Monitor denyut jantung janin - RR : 22 x/ m
tanda vital
selama 1 menit - T : 36,5
1. Koping dengan 5. Menghitung DJJ - DJJ : 150
ketidaknyamanan 6. Mediskusikan perasaan x /m
menurun dan perhatian ibu terkait
Terapeutik
pembedahan A:
2. Status kognitif membaik 1. Diskusikan perasaan,
7. Menyiapkan tindakan Kesiapan Persalinan,
pertanyaan dan perhatian, Masalah teratasi
pembedahan
Motivasi terkait pembedahan (menyiapkan fisik dan
(L.09080) 2. Siapkan tindakan P : Intervensi
psiolagi ibu) dihentikan
1. Pikiran berfokus pada
masa depan pembedahan 8. Memeberikan
2. Upaya mencari sumber 3. Pasang IV line penejlasan alasan
dan dukungan sesuai 4. Pasang kateter urine perlunya dilakukannya
kebutuhan operasi SC
3. Keyakinan positif Edukasi 9. Menganjurkan suami
1. Jelaskan alasan perlunya atau orang terdekat TTD
pembedahan untuk mendampingi (Dwiti Hikmah Sari)
2. Anjurkan pasangan atau pasien selama masa
orang terdekat hadir saat persalinan
persalinan 10. Menjelaskan prosedur
3. Jelaskan proses persalinan dan kondisi yang akan
seksio sesaria dialami tekait operasi
SC
Kolaborasi 11. Mengkolaborasikan
Kolaborasikan pemberian pemberian MgSO4
pramedikasi untuk mencegah kejang
(pemberian obat sebelum 12. Mengkolaborasikan
induksi anesthesia dengan
pemberian pramedikasi
melancakran induksi,
pemeliharaan dan pemulihan (pemberian obat
anesthesia) sebelum induksi
Kolaborasi bersama dokter anesthesia dengan
untuk menjelaskan prosedur SC melancakran induksi,
pada pasien dengan PEB pemeliharaan dan
pemulihan anesthesia)
Kolaborasi bersama
dokter untuk
menjelaskan prosedur
SC pada pasien dengan
PEB