0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
342 tayangan48 halaman

Geometri Ruang Kelas 12

Dokumen tersebut membahas tentang beberapa benda ruang seperti kubus, balok, prisma, dan limas. Memberikan definisi dan rumus-rumus yang berkaitan dengan volume, luas permukaan, panjang diagonal, dan lainnya. Juga dijelaskan dengan contoh soal untuk memperjelas pemahaman.

Diunggah oleh

HirziBarito
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
342 tayangan48 halaman

Geometri Ruang Kelas 12

Dokumen tersebut membahas tentang beberapa benda ruang seperti kubus, balok, prisma, dan limas. Memberikan definisi dan rumus-rumus yang berkaitan dengan volume, luas permukaan, panjang diagonal, dan lainnya. Juga dijelaskan dengan contoh soal untuk memperjelas pemahaman.

Diunggah oleh

HirziBarito
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

GEOMETRI RUANG

MATEMATIKA WAJIB/UMUM
KELAS 12 MIPA/IPS
GEOMETRI RUANG

A. Beberapa Benda Ruang


(1) Kubus
H G
Kubus adalah bangun ruang
E F yang dibatasi oleh enam
buah bidang persegi yang
kongruen
D C

A B
Unsur-unsur pada kubus
(1) Rusuk (12 buah) (2) Bidang sisi (6 buah)
(3) Titik sudut (8 buah) (4) Diagonal sisi (12 buah)
(5) Diagonal ruang (4 buah) (6) Bidang diagonal ( 6 buah)
Rumus-rumus yang berlaku pada kubus :
(1) Volume : V = r3
(2) Luas Permukaan : L = 6 r2
(3) Panjang diagonal sisi : ds = r 2
(4) Panjang diagonal ruang : dr = r 3
(5) Luas bidang diagonal : L = r2 2

Untuk lebih jelasnya, ikutilah contoh soal berikut ini :


01. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 5 cm. Tentukanlah
(a) Panjang diagonal bidang (b) Panjang diagonal ruang
(c) Luas bidang diagonal (d) Volume kubus
(e) Luas permukaan kubus
Jawab
H (a) Diagonal bidang ds = r 2 = 5 2 cm
G
(b) Diagonal ruang dr = r 3 = 5 3 cm
E
F
(c) Luas bidang diagonal L = r2 2 = 25 2 cm2

5 cm (d) Volume kubus V = r3 = 53 = 125 cm3


D (e) Luas Permukaan L = 6 r2 = 6(52) = 150 cm2
C
A B

Geometri Ruang 1
02. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan ukuran diagonal ruang 5 6 cm.
Tentukanlah volume kubus
Jawab
dr = r 3
r 3  5 6
dr = 5 6
5 6
r
3
r = 5 2 cm
3
Jadi V = r

 3
V= 5 2
V = (125)(2 2 )
V = 250 2 cm3

(2) Balok
H
Balok adalah bangun ruang G
yang dibatasi oleh enam buah E F
bidang persegi panjang yang
D C
sepasang-sepasangnya
kongruen A
B
Unsur-unsur pada balok
(1) Rusuk (12 buah) (2) Bidang sisi (6 buah)
(3) Titik sudut (8 buah) (4) Diagonal sisi (12 buah)
(5) Diagonal ruang (4 buah) (6) Bidang diagonal ( 6 buah)
Rumus-rumus yang berlaku pada balok :
(1) Volume : V = p . l .t
(2) Luas Permukaan : L = 2 ( p.l + p.t + l.t )
(3) Panjang diagonal ruang : dr = p 2  l 2  t 2
Untuk lebih jelasnya, ikutilah contoh soal berikut ini :
03. Diketahui balok ABCD.EFGH dengan ukuran rusuk AB = 5 cm, AD = 4 cm dan
AE = 3 cm. Tentukanlah
(a) Volume balok (b) Luas permukaan balok
(c) Panjang diagonal bidang BG (d) Panjang diagonal ruang
(e) Luas bidang diagonal BDHF
Jawab
H
Misalkan G
AB = panjang = 5 cm E F
AD = lebar = 4 cm
D C
AE = tinggi = 3 cm
A
B
Geometri Ruang 2
sehingga
(a) Volume balok V = p . l .t
V = (5)(4)(3)
V = 60 cm3
(b) Luas permukaan balok L = 2(pl + pt + lt)
L = 2{ (5)(4) + (5)(3) + (4)(3) }
L = 2{20 + 15 + 12}
L = 2{47}
L = 94 cm2
(c) Panjang diagonal bidang BG
BG2 = BC2 + CG2
BG2 = (4)2 + (3)2
BG2 = 25
BG = 5 cm

(d) Panjang diagonal ruang dr = p2  l2  t 2


dr = (5) 2  (4) 2  (3) 2
dr = 50
dr = 5 2 cm
(e) Luas bidang diagonal BDHF : L = BD . DH
L = ( (5) 2  (4) 2 )(3)
L = 3 41 cm

04. Diketahui balok ABCD.EFGH dengan ukuran rusuk AB = 8 cm, AD = 5 cm dan


AE = 4 cm. Tentukanlah luas segitiga EBC
Jawab
H G Perhatikan segiempat BCHE
LBCHE = BC . CH
E F
LBCHE = (5)( 8 2  4 2 )

4 LBCHE = 5 80
D C
5 LBCHE = 5( 4 5 )

A 8 B LBCHE = 20 5 cm2

Geometri Ruang 3
Perhatikan segitiga EBC
1
LEBC = LBCHE
2
1
LEBC = ( 20 5 )
2
LEBC = 10 5 cm2

(3) Prisma
Prisma adalah suatu bangun ruang yang
dibatasi oleh dua bidang sejajar dan kongruen
dan beberapa bidang lain yang berpotongan
menurut garis-garis yang sejajar
Memberi nama prisma disesuaikan dengan
bentuk alas/atasnya
Prisma disamping adalah prisma segitiga

Rumus-rumus pada prisma


(1) Luas permukaan = 2.(Luas alas) + (keliling alas x tinggi)
(2) Volume = Luas alas x tinggi

Untuk lebih jelasnya, ikutilah contoh soal berikut ini :


05. Diketahui prisma teratur segitiga ABC.DEF dengan ukuran rusuk alas 4 cm dan
rusuk tegak 5 3 cm. Tentukanlah :
(a) Volume prisma
(b) Luas permukaan prisma
(c) Panjang diagonal bidang AF
Jawab

(a) Volume prisma


F
D 1
LABC = (4)(4).sin600
2
E 1 1
LABC = (4)(4). 3
2 2
LABC = 4 3 cm2
C Jadi V = LABC . t
A V = (4 3 )(5 3 ) cm2
V = 60 cm2
B

Geometri Ruang 4
(b) Luas permukaan prisma = 2(LABC) + (keliling alas).t
= 2(4 3 ) + (4 + 4 + 4). 5 3
= 8 3 + 60 3
= 68 3 cm2
(c) Panjang diagonal bidang AF
AF2 = AC2 + CF2
AF2 = (4)2 + (5 3 )2
AF2 = 16 + 75
AF2 = 91
Jadi AF = 91 cm

06. Suatu prisma teratur segi empat dengan ukuran rusuk alas a cm dan rusuk tegak
5a cm. Jika luas permukaan prisma 88 cm maka tentukanlah volume prisma
Jawab
Prisma tersebut berbentuk balok
L = 2.Lalas + Kelliling alas x tinggi
88 = 2.(a x a) + (a + a + a + a). 5a
88 = 2a2 + (4a)(5a)
88 = 2a2 + 20a2 5a
2
88 = 22a
a2 = 4
a
Jadi a = 2
a
Sehingga
V=pxlxt
V = a x a x 5a = 5a3 = 5(23) = 5(8) = 40 cm3

(4) Limas
Limas adalah suatu bangun ruang yang
dibatasi oleh segitiga-segitiga yang bertemu
pada satu titik (atas) dan oleh alas suatu segi
banyak
Memberi nama limas disesuaikan dengan
bentuk alasnya
Limas disamping adalah limas segiempat

Geometri Ruang 5
Suatu limas dikatakan limas teratur, jika :
(1) Bidang alasnya berupa segi-n beraturan
(2) Proyeksi puncak pada bidang alas berimpit dengan pusat lingkaran luar bidang
alasnya.
Rumus rumus pada limas
(1) Luas permukaan = Luas alas + Luas segitiga dinding-dindingnya
1
(2) Volume = Luas alas x tinggi
3
Untuk lebih jelasnya, ikutilah contoh soal berikut ini :
07. Diketahui limas T.ABCD dengan rusuk AB = 8 cm, AD = 6 cm dan AT = 9 cm.
Tentukanlah
(a) Tinggi limas (b) Volume limas (c) Luas bidang ABT
Jawab
T
(a) Tinggi limas
AC2 = AB2 + BC2
AC2 = 82 + 62
AC2 = 100
Maka AC = 10 cm
1 9
AP = (10) = 5 cm
2
PT2 = AT2 – AP2
D C
PT2 = 92 – 52
PT2 = 92 – 52 P 6
PT2 = 56 A 8 B
Maka PT = 56 = 2 14 cm

(b) Volum limas


1 1
V = Lalas x tinggi = (8 x 6)( 2 14 ) = 32 14 cm3
3 3
(c) Luas bidang ABT
T
Tinggi TQ2 = 92 – 42
= 81 – 16
= 65
Maka TQ = 65 9
1
LABT = AB x TQ
2
1 4 4
= (8)( 65 ) A Q B
2
= 4 65 cm2

Geometri Ruang 6
08. Suatu limas segi empat T.ABCD dengan panjang rusuk alas AB = 4 2 cm dan
BC = 4 cm. Jika volume limas 32 2 cm3 maka tentukanlah panjang AT
Jawab
AC2 = AB2 + BC2 T
AC2 = ( 4 2 )2 + 42
AC2 = 32 + 16
AC2 = 48
Maka AC = 48 = 4 3 cm
1
AP = ( 4 3 ) = 2 3 cm
2
1 D
Volum limas V = Lalas x tinggi C
3
1 P 4
32 2 = ( 4 2 x 4)(PT) A B
3 4 2
96 2 = 16 2 PT
Jadi PT = 6 cm
Pada segitiga APT berlaku AT2 = AP2 + PT2
AT2 = ( 2 3 )2 + (6)2
AT2 = 12 + 36
AT2 = 48
Jadi AT = 48 = 4 3 cm

Geometri Ruang 7
SOAL LATIHAN 01
A. Beberapa Benda Ruang
01. Suatu kubus ABCD.EFGH dimana panjang rusuknya 4 cm. Luas permukaan kubus
tersebut adalah …. cm2
A. 96 B. 84 C. 64
D. 48 E. 36

02. Jika panjang diagonal bidang suatu kubus 6 cm maka panjang diagonal ruangnya
adalah …. cm
A. 3 6 B. 3 3 C. 6 3
D. 4 E. 3

03. Jika luas bidang diagonal suatu kubus 18 cm2 maka volume kubus adalah …. cm3
A. 2 3 B. 27 C. 3 3
D. 4 E. 4 3

04. Sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panajang AC = 10 cm, maka luas bidang BDHF
adalah ….
A. 25 3 cm2 B. 50 3 cm2 C. 100 cm2
D. 50 cm2 E. 50 2 cm2

05. Segitiga ABG pada kubus ABCD.EFGH akan berbentuk ….


A. Segitiga sama sisi B. Segitiga sama kaki
C. Segitiga siku-siku D. Segitiga tumpul sembarang
E. Segitiga lancip sembarang

06. Segitiga AFH pada kubus ABCD.EFGH akan berbentuk ….


A. Segitiga sama sisi B. Segitiga sama kaki
C. Segitiga siku-siku D. Segitiga tumpul sembarang
E. Segitiga lancip sembarang

07. Dua buah kubus mempunyai perbandingan rusuk 1 : 3. Jika jumlah luas permukaan
kedua kubus itu 240 cm2 maka volume kubus pertama adalah …. cm3
A. 8 B. 12 C. 6 2
D. 12 2 E. 10
08. Dari kubus ABCD.EFGH diketahui panjang diagonal ruang adalah 4 3 cm. Maka
luas segitigag ACH adalah …. cm2
A. 6 3 B. 6 C. 8 3
D. 8 E. 4 3

Geometri Ruang 8
09. Jika volume suatu kubus 16 2 cm3 maka panjang rusuk kubus tersebut adalah ….
cm
A. 2 B. 3 2 C. 2 2
D. 3 E. 2

10. Diketahui balok ABCD.EFGH dimana panjang rusuk AB, BC dan AE berturut-turut
adalah 6 cm, 4 cm dan 3 cm. Luas permukaan balok adalah …. cm 2
A. 26 B. 64 C. 54
D. 96 E. 108

11. Diketahui balok ABCD.EFGH dimana panjang AB = 8 cm AD = 6 cm dan AE = 5 cm,


maka panjang diagonal ruang EC = …. cm
A. 5 3 B. 3 5 C. 5 5
D. 6 E. 6 2

12. Diketahui balok ABCD.EFGH dimana panjang AB = 3 cm AE = 6 cm dan AD = 5 cm.


Maka luas bidang diagonal BCHE adalah ….cm
A. 3 61 B. 6 34 C. 15 5
D. 4 15 E. 8

13. Luas alas sebuah balok adalah 48 cm 2. Luas permukaan balok adalah 180 cm 2 dan
volume balok adalah 144 cm3. Panjang rusuk-rusuk balok adalah ….
A. 6 cm, 4 cm, 3 cm B. 4 cm, 3 cm, 2 cm
C. 6 cm, 8 cm, 4 cm D. 6 cm, 8 cm, 3 cm
E. 8 cm, 3 cm, 4 cm

14. Sebuah balok volumenya 24 cm3 dan diagonal alasnya 13 cm. Jika perbandingan
panjang dan lebar alas adalah 3 : 2 maka luas permukaan balok adalah … cm2.
A. 26 B. 32 C. 36
D. 48 E. 52

15. Diketahui panjang diagonal ruang suatu balok adalah 14 cm. Jika ketiga rusuk yang
bertemu di satu titik sudut berbanding 3 : 2 : 6 maka jumlah panjang, lebar dan tinggi
balok tersebut adalah ….cm
A. 11 B. 22 C. 32
D. 36 E. 44

16. Sebuah kerangka balok terbuat dari kawat. Bila panjang kawat seluruhnya adalah
192 cm dan perbandingan rusuk-rusuknya 3 : 4 : 5 maka volume balok tersebut
adalah …. cm3
A. 3624 B. 3120 C. 4210
D. 4120 E. 3840

Geometri Ruang 9
17. Sebuah bejana berbentuk kubus dengan rusuk 6 cm diisi air sampai penuh. Air
dalam bejana itu kemudian dipindahkan seluruhnya ke dalam bejana berbentuk balok
dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi berturut-turut 9 cm, 3 cm dan 10 cm. Ruang
kosong pada bejana balok tersebut tingginya adalah …. cm
A. 1 B. 2 C. 3
D. 4 E. 5

18. Panjang rusuk-rusuk alas suatu prisma tegak segitiga adalah 12 cm, 9 cm dan 15
cm, sedangkan panjang rusuk tegaknya 10 cm. Luas prisma tersebut adalah …. cm2
A. 412 B. 468 C. 324
D. 382 E. 364

19. Sebuah prisma tegak bersisi tiga diketahui luas sisi-sisi tegaknya berturut-turut
adalah 12 cm2, 16 cm2 dan 20 cm2. Jika alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan
luas 6 cm3 maka volume prisma adalah ….. cm3
A. 16 B. 18 C. 24
D. 36 E. 48

20. Sebuah prisma segi enam beraturan diketahui rusuk alasnya 4 cm dan tingginya 5
cm. Volume prisma tersebut adalah …. cm3
A. 48 3 B. 64 3 C. 120 3
D. 180 3 E. 240 3

21. Panjang rusuk alas suatu prisma teratur segi empat adalah a cm, sedangkan
tingginya 3a cm. Bila luas permukaan prisma itu 56 cm2 maka volumenya adalah …..
cm3
A. 12 B. 24 C. 32
D. 36 E. 48

22. Suatu limas teratur T.ABCD dengan AB = 6 cm dan TA = 3 3 cm maka volume limas
tersebut adalah …. cm
A. 36 B. 24 C. 12
D. 48 E. 40

23. Diketahui kubus ABCD.EFGH dimana panjang rusuk AB = 6 cm. Jika titik potong
diagonal EFGH adalah puncak limas dan alas kubus ABCD adalah alas limas maka
luas limas tersebut adalah … cm2
A. 24 3 B. (24 + 12 5 ) C. 36(1 + 5)
D. 12 (3 + 5) E. 12 5

Geometri Ruang 10
24. Sebuah limas T.ABCD dengan bidang alas ABCD berbentuk persegi panjang,
dimana AB = 8 cm dan BC = 6 cm serta TA = 10 cm. Volume limas tersebut adalah …
cm3
A. 48 B. 64 C. 64 3
D. 80 E. 80 3

25. Diketahui limas teratur T.ABCD dimana TA = 5 cm dan tinggi limas 7 cm.
Volume limas adalah …. cm3
A. 9 7 B. 12 7 C. 25 7
D. 36 7 E. 49 7

26. Sebuah tabung diketahui volumenya 24 π cm3. Jika luas selimut tabung 6 π cm2, maka
diameter alas tabung adalah ….. cm
A. 16 B. 8 C. 6
D. 5 E. 4

27. Dua buah kubus mempunyai perbandingan rusuk 1 : 3. jika jumlah luas permukaan
kedua kubus itu 240 cm2, maka volume kubus pertama adalah….
A. 8 cm3 B. 12 cm3 C. 6 2 cm3
D. 10 cm3 E. 12 2 cm3

22. Sebuah balok tampa tutup dengan luas alasnya 48 cm 2, dan volumenya 144cm3.
Jika luas permukaan balok 99 cm2 maka tinggi balok tersebut adalah … cm
A. 4 B. 6 C. 8
D. 10 E. 12

Geometri Ruang 11
GEOMETRI RUANG

B. Kedudukan Titik, Garis dan Bidang dalam Ruang


Terdapat beberapa macam kedudukan titik, garis dan bidang dalam ruang, yakni :
(1) Kedudukan titik dan titik
a. Titik berimpit dengan titik b. Titik tidak berimpit dengan titik

A A
B

(2) Kedudukan titik dan garis


a. Titik terletak pada garis b. Titik tidak terletak pada garis
atau garis melalui titik atau titik diluar garis

g A
A

(3) Kedudukan titik dan bidang


a. Titik terletak pada bidang b. Titik tidak terletak pada bidang
atau bidang melalui titik atau bidang tidak melalui titik

A
A
W
W
(4) Kedudukan garis dan garis
(a) Garis berimpit dengan garis (b) Garis sejajar dengan garis
h g

g
h

Geometri Ruang 1
(c) Garis berpotongan dengan garis (d) Garis bersilangan dengan garis

g
A h
V
h
g

(5) Kedudukan garis dan bidang


(a) Garis terletak pada bidang (b) Garis sejajar bidang
atau bidang melalui garis atau bidang sejajar garis

h
h
W
W

(c) Garis menembus bidang

h
(6) Kedudukan bidang dan bidang
a Bidang berimpit dengan bidang (b) Bidang sejajar dengan bidang

V V
W

W
c Bidang berpotongan dengan bidang

Geometri Ruang 2
Untuk lebih jelasnya, ikutilah contoh soal berikut ini :
01. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah
V tiga macam contoh :
(a) Rusuk-rusuk yang berpotongan dengan EC
(b) Rusuk-rusuk yang sejajar dengan AD
(c) Rusuk-rusuk yang bersilangan dengan BF
Jawab
(a) Tiga macam rusuk yang berpotongan
dengan EC adalah :
BC, EF dan CG

(b) Tiga macam rusuk yang sejajar


dengan AD adalah
BC, FG dan EH

(c) Tiga macam rusuk yang bersilangan


dengan BF adalah
EH, DC dan HG

02. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis-garis berikut ini :


(a) EC dan BF (b) EC dan DF
(c) EB dan HF (d) ED dan FC
Jawab

(a) EC dan BF bersilangan (b) EC dan DF berpotongan

(c) EB dan HF bersilangan (d) ED dan FC sejajar

Geometri Ruang 3
03. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah tiga macam contoh :
(a) Rusuk-rusuk yang terletak pada ACGE
(b) Rusuk-rusuk yang sejajar dengan BCGF
(c) Rusuk-rusuk yang menembus DCGH
Jawab
(a) Rusuk-rusuk yang terletak
pada ACGE adalah :
AE dan CG

(b) Rusuk-rusuk yang sejajar


dengan BCGF adalah :
AD, DH, EH dan AE

(c) Rusuk-rusuk yang menembus


DCGH adalah :
AE dan CG

Geometri Ruang 4
04. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis dan bidang berikut ini :
(a) FD dan ACGE (b) EC dan CDEF
(c) ED dan BCGF (d) EG dan BDHF
Jawab

(a) FD menembus ACGE (b) EC terletak pada CDEF

(c) ED sejajar dengan BCGF (d) EG menembus BDHF

05. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah contoh :


(a) Bidang-bidang yang sejajar dengan bidang EFGH
(b) Bidang-bidang yang berpotongan dengan bidang BDHF
Jawab
(a) Bidang-bidang yang sejajar dengan
bidang EFGH adalah ABCD

Geometri Ruang 5
(b) Bidang-bidang yang berpotongan
dengan bidang BDHF adalah
ABCD, EFGH, ADHE, BCGF,
ABFE, dan DCGH

06. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan bidang dan bidang berikut ini :
(a) ACGE dan BDHF (b) ACH dan ACGE
(c) BDG dan AFH
Jawab
(a) ACGE dan BDHF saling
berpotongan

(b) ACH dan ACGE saling


berpotongan

(a) BDG dan AFH saling sejajar

Geometri Ruang 6
07. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm, lukislah titik tembus garis EC
bidang BDHF
Jawab
P adalah titik tembus garis EC pada
bidang BDHF

08. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm, lukislah titik tembus garis EC
bidang BDG
Jawab
P adalah titik tembus garis EC pada
bidang BDG

Beberapa Teorema tentang kedudukan titik, garis dan bidang dalam ruang
Teorema 1 g
Jika garis g menembus tegak lurus
bidang W, maka g tegak lurus pada
h
semua garis yang terlekak pada W k
W

Teorema 2
Jika garis k dan h tidak sejajar dan
tegak lurus dengan g serta k dan h h W
k
terletak pada bidang W, maka bidang
W tegak lurus dengan garis g

Geometri Ruang 7
Untuk lebih jelasnya, ikutilah contoh soal berikut ini :
09. Pada kubus ABCD.EFGH, buktikanlah bahwa garis AC bersilangan tegak lurus
dengan garis FD
Jawab
Langkah-langkah melukis H G
 Lukis titik P, yakni titik potong P
EG dan FH F
E
 Lukis titik Q, yakni titik potong
AC dan BD N
 Tarik garis PQ dan FD yang R
berpotongan di titik R ditengah M
tengah.
 Tarik garis MN melalui R dan C
D
sejajar dengan AC.
Q
 Lukis belah ketupat MDNF A B
Selanjutnya untuk membuktikan bahwa AC bersilangan tegak lurus dengan garis
FD maka akan dibuktikan bahwa MN tegak lurus FD
Karena MDNF adalah belah ketupat, maka kedua diagonalnya saling tegak lurus.
Artinya MN tegak lurus dengan FD.
Karena MN sejajar dengan AC maka terbukti bahwa garis AC bersilangan tegak
lurus dengan garis FD

10. Dengan menggunakan teorema 2, buktikanlah bahwa pada kubus ABCD.EFGH


garis FD tegak lurus bidang ACH
Jawab H G
Menurut soal no 9 bahwa AC tegak
lurus FD F
E
Dengan cara yang sama dapat
dibuktikan bahwa AH juga tegak lurus
FD
Menurut teorema 2 karena AC dan AH P
tidak sejajar dan tegak lurus dengan
FD C
D
serta AC dan AH terletak pada bidang
Q
ACH A B

maka bidang ACH tegak lurus dengan garis FD

Geometri Ruang 8
SOAL LATIHAN 02
B. Kedudukan Titik, Garis dan Bidang dalam Ruang
01. Pada kubus ABCD.EFGH manakah garis berikut ini yang berpotongan dengan AC ?
A. BF B. EB
C. HB D. BD
E. BG

02. Pada kubus ABCD.EFGH manakahgaris berikut ini yang sejajar dengan AD ?
A. BG B. EG
C. AG D. FG
E. FC

03. Pada kubus ABCD.EFGH manakah garis berikut ini yang bersilangan dengan EC ?
A. FD B. AG
C. BG D. HC
E. AE

04. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan garis DE dan bidang ADHE adalah ….
A. Sejajar B. Terletak
C. Menembus tegak lurus D. Menembus tidak tegak lurus
E. Bersilangan

05. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan garis HF dan bidang ABCD adalah ….
A. Sejajar B. Berimpit
C. Menembus tegak lurus D. Menembus tidak tegak lurus
E. Terletak

06. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan garis DF dan bidang ACGE adalah ….
A. Sejajar B. Terletak
C. Menembus tegak lurus D. Menembus tidak tegak lurus
E. Berimpit

07. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan garis EC dan bidang BDG adalah ….
A. Sejajar B. Terletak
C. Menembus tegak lurus D. Menembus tidak tegak lurus
E. Berimpit

08. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan bidang ADHE dan bidang BCGF adalah ….
A. Sejajar B. Bersilangan
C. Berpotongan tegak lurus D. Berpotongan tidak tegak lurus
E. Berimpit

Geometri Ruang 9
09. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan bidang ACGE dan bidang BDHF adalah ….
A. Sejajar B. Bersilangan
C. Berpotongan tegak lurus D. Berpotongan tidak tegak lurus
E. Berimpit

10. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan bidang BDG dan bidang AFH adalah ….
A. Sejajar B. Bersilangan
C. Berpotongan tegak lurus D. Berpotongan tidak tegak lurus
E. Berimpit

11. Pada kubus ABCD.EFGH kedudukan bidang ACF dan bidang EGB adalah ….
A. Sejajar B. Bersilangan
C. Saling terbalik D. Berpotongan
E. Berimpit

12. Pada kubus ABCD.EFGH terdapat titik P di tengah-tengah DH dan titik Q di tengah-
tengah BF. Kedudukan garis PQ dan bidang ACGE adalah …
A. Sejajar B. Terletak
C. Menembus tegak lurus D. Menembus tidak tegak lurus
E. Bersilangan

13. Pada kubus ABCD.EFGH manakah diantara garis-garis berikut ini yang saling
bersilangan ?
A. AC dan EG B. EC dan BG
C. EC dan HB D. AF dan BE
E. FD dan AF

14. Pada kubus ABCD.EFGH terdapat titik P di tengah-tengah EH dan titik Q di tengah-
tengah FG. Kedudukan garis HG dan bidang APQB adalah …
A. Sejajar B. Terletak
C. Menembus tegak lurus D. Menembus tidak tegak lurus
E. Bersilangan

15. Pada kubus ABCD.EFGH bidang diagonal BCHE dan segitiga ACH akan saling …
A. Sejajar B. Berimpit
C. Berpotongan tegak lurus D. Berpotongan dengan garis potong HB
E. Berpotongan dengan garis potong HC

16. Pada kubus ABCD.EFGH bidang diagonal ABGH dan segitiga DBH akan saling …
A. Sejajar B. Berimpit
C. Berpotongan tegak lurus D. Berpotongan dengan garis potong HB
E. Berpotongan dengan garis potong DB

Geometri Ruang 10
17. Pada kubus ABCD.EFGH terdapat titik P di tengah-tengah EH dan titik Q di tengah-
tengah FG serta R ditengah-tengah BF. Kedudukan AP an RQ adalah …
A. Sejajar B. Bersilangan C. berimpit
D. Berpotongan E. Bersinggungan

18. Pada kubus ABCD.EFGH terdapat titik P di tengah-tengah EH dan titik R di tengah-
tengah BF. Manakah diantara garis-garis berikut ini yang saling berpotongan ?
A. PR dan HB B. AR dan PB C. EC dan PB
D. AP dan EC E. PC dan HR

19. Pada kubus ABCD.EFGH manakah diantara garis-garis berikut ini menembus tegak
lurus bidang ?
A. AB dan BDHF B. FD dan ACGE C. EC dan DCGH
D. EG dan DCGH E. FH dan ACGE

20. Pada kubus ABCD.EFGH manakah diantara garis-garis berikut ini yang saling
bersilangan tegak lurus ?
A. EC dan HB B. EC dan AG C. AG dan BG
D. AG dan DH E. EC dan BD

21. Pada kubus ABCD.EFGH manakah diantara garis-garis berikut ini yang saling
berpotongan tegak lurus ?
A. HB dan AC B. AG dan EC C. EC dan EH
D. HF dan AF E. BG dan HG

22. Pada kubus ABCD.EFGH manakah diantara bidang-bidang berikut ini yang saling
sejajar ?
A. ACF dan ACH B. ABCD dan ABGH C. BDG dan AFH
D. ACE dan CEG E. EGB dan ACGE

Geometri Ruang 11
GEOMETRI RUANG

C. Menggambar dan Menghitung Jarak dalam Ruang


Jarak dua objek dalam dimensi tiga adalah jarak terpendek yang ditarik dari kedua
objek itu
(1) Jarak titik dan titik
Jarak antara titik A dan titik B adalah panjang ruas garis AB

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini


01. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm terdapat titik P di tengah-
tengah AB. Tentukan jarak titik G ke titik P
Jawab
1 1
PB = AB = (8) = 4 cm
2 2
BG = BC 2  CG 2
BG = 82  82
BG = 128
BG = 8 2 cm

maka P
PG = PB  BG
2 2

PG = (4) 2  (8 2 ) 2 = 16  128 = 144 = 12 cm


Jadi jarak titik G ke titik P adalah 12 cm

A g
(2) Jarak titik dan garis
Jarak antara titik A dan ruas garis
g adalah panjang ruas garis AA1, A1
dimana A1merupakan proyeksi A
pada garis g

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini

Geometri Ruang 1
02. Pada kubusABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm, tentukanlah jarak titik B ke garis EG
Jawab
BE = 6 2 cm P
1 1
EP = EG = ( 6 2 ) = 3 2 cm
2 2
Maka
BP = BE 2  EP 2
BP = (6 2 ) 2  (3 2 ) 2
BP = 72  18 = 54 = 3 6 cm
Jadi jarak titik B ke garis EG = 3 6 cm

03. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm, tentukanlah jarak titik C ke garis AG
Jawab
AC = 6 2 cm
CG = 6 cm
AG = 6 3 cm P
Pada segitiga ACG berlaku
1
L= AC.CG
2
1
L= ( 6 2 )(6)
2
L = 18 2 ………………… (1)
1
L= AG.CP
2
1
L= ( 6 3 )CP
2
L = 3 3 CP………………… (2)
Dari (1) dan (2) diperoleh
3 3 CP = 18 2
18 2 3
CP = x
3 3 3
18 6
CP = = 2 6 cm
9
Jadi jarak titik C ke garis AG = 2 6 cm

Geometri Ruang 2
A
(3) Jarak antara titik dan bidang
Jarak antara titik A dan bidang V
adalah panjang ruas garis AA1,
dimana A1merupakan proyeksi A
pada bidang V
A1
V

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini


04. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm terdapat titik P ditengah-
tengah AE. Tentukanlah jarak titik P ke bidang BDHF
Jawab
1
PR = PQ
2
1
PR = EG
2 Q
1 R
PR = ( 6 2 )
2 P
PR = 3 2 cm
Jadi
jarak titik P ke bidang BDHF = 3 2 cm

05. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm, tentukanlah jarak titik C ke
bidang BDG
Jawab
CG = 6 cm
1 1
PC = AC = ( 6 2 ) = 3 2 cm
2 2
PG = PC 2  CG 2
PG = (3 2 ) 2  (6) 2 Q
PG = 54
PG = 3 6 cm
P
Pada segitiga PCG berlaku
1
L= PC.CG
2
1
L= ( 3 2 )(6) , maka L = 9 2 …………………………………… (1)
2
1
L= PG.QC
2

Geometri Ruang 3
1 3 6
L= ( 3 6 )QC maka L = QC……………………….………… (2)
2 2

Dari (1) dan (2) diperoleh


3 6
QC = 9 2
2
18 2 6
QC = x
3 6 6
18 12
CP = = 12 = 2 3 cm
18
Jadi jarak titik C ke bidang BDG = 2 3 cm

(4) Jarak antara dua garis sejajar g


Jarak antara garis g dan l yang A
sejajar adalah panjang ruas
garis AA1, dimana A adalah l
sembarang titik pada g dan
A1merupakan proyeksi A pada
garis l A1

(5) Jarak antara dua garis bersilangan A


g
Jarak antara garis g dan l yang
bersilangan adalah panjang ruas
garis AA1, dimana A pada g dan
A1 pada l sehingga AA1 tegak
lurus g dan AA1 tegak lurus l l

A1
V

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini


06. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm tentukanlah jarak garis AB ke garis
HG
Jawab
AB dan HG sejajar
Jarak AB dan HG = AH
Jarak AB dan HG = 8 2 cm

Geometri Ruang 4
07. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm, terdapat titik P ditengah-tengah
HG dan titik Q ditengah-tengah CG. Hitunglah jarak antara garis PQ dan EB
Jawab
P
PQ = RS = 4 2 cm
EB = 8 2 cm
PE = 82  4 2 = 80 = 4 5 cm
ER = 2 2 cm R Q
Maka
PR = (4 5 ) 2  (2 2 ) 2 cm
S
PR = 6 2 cm

08. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 10 cm tentukanlah jarak garis AH ke


garis FC
Jawab
Jarak AH dan FC = AB
Jarak AH dan FC = AB
Jarak AH dan FC = 10 cm

P Q

09. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm tentukanlah jarak garis EC ke


garis BD
Jawab
1 1
PC = AC = ( 12 2 ) = 6 2 cm
2 2
1 1
PQ = AE = (12) = 6 cm
2 2
1 1
QC = EC = ( 12 3 ) = 6 3 cm
2 2
Maka
Pada segitiga PCG berlaku
1
L= PC.PQ
2
1
L= ( 6 2 )(6)
2
L = 18 2 ………………………………….…………………………………….…… (1)

Geometri Ruang 5
1
L= QC.PR
2
1
L= ( 6 3 )PR
2
L = 3 3 PR……………………………………………………….…………… (2)
Dari (1) dan (2) diperoleh
3 3 PR = 18 2
18 2 3
QC = x
3 3 3
18 6
CP = = 2 6 cm
9
Jadi jarak garis EC ke garis BD = 2 6 cm

(6) Jarak antara garis dan bidang yang sejajar


A g
Jarak antara garis g dan bidang
V yang saling sejajar adalah
panjang ruas garis AA1, dimana
A adalah titik sembarang pada g
dan A1 adalah proyeksi A pada A1
bidang V V

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini


09. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 10 cm tentukanlah jarak garis BD dan
bidang EFGH
Jawab
jarak BD dan EFGH = BF
jarak BD dan EFGH = 8 cm

10. Pada kubus ABCD.EFGH terdapat titik P ditengah-tengah EH dan titik Q


ditengah-tengah AD. Jika panjang rusuk kubus 8 cm, maka hitunglah jarak garis
PQ dan bidangn BDHF

Geometri Ruang 6
Jawab
jarak = PS R
1 P S
= PR
2
1
= EG
4
1
= (8 2 ) cm
4
Q
= 2 2 cm

(7) Jarak antara dua bidang yang sejajar A


V
Jarak antara bidang V dan W
yang saling sejajar adalah
panjang ruas garis AA1, dimana
A adalah titik sembarang pada V
A1
dan A1 adalah proyeksi A pada W
bidang W

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini


11. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm tentukanlah jarak bidang BDG dan
bidang AFH
H G
Jawab
jarak BDG dan AFH = PQ F
E
1
jarak BDG dan AFH = EC
3 P
1
jarak BDG dan AFH = ( 6 3 ) Q
3
jarak BDG dan AFH = 3 cm
D C

A B

Geometri Ruang 7
SOAL LATIHAN 03
C. Menggambar dan Menghitung Jarak dalam Ruang

01. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak titik H ke P dimana P adalah titik
tengah BF adalah …. cm
A. 6 2 B. 9 C. 6 5
D. 8 E. 3 6

02. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm terdapat titik P di tengah-tengah EH


dan titik Q perpotongah diagonal-diagonal BCGF. Jarak titik P ke Q adalah ….. cm
A. 4 B. 3 5 C. 4 3
D. 5 2 E. 3 2

03. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm, jarak titik A ke garis HF adalah …. cm
A. 5 3 B. 4 6 C. 3 6
D. 6 E. 6 3

04. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm, jarak titik A ke garis EC adalah …. cm
A. 2 6 B. 3 6 C. 6 2
D. 6 3 E. 4

05. .Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm terdapat titik P ditengah-tengah HG.
Jarak titik P ke garis AG adalah …..cm
A. 3 6 B. 4 C. 2 6
D. 6 3 E. 6

06. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 4 cm terdapat titik P dari perpotongan BG
dan CF. Jarak titik P ke bidang ADHE adalah ….cm
A. 2 B. 2 2 C. 2 3
D. 3 2 E. 4

07. Pada kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 2 cm terdapat titik P di tengah-
tengah AE. Jarak titik P ke bidang BDHF adalah ….cm
A. 4 2 B. 4 C. 3
D. 3 3 E. 4 3

08. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak titik E ke bidang AFH
adalah ……cm
A. 2 6 B. 4 3 C. 6
D. 4 E. 2 3

Geometri Ruang 8
09. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak garis EH ke garis BC
adalah ….cm
A. 6 2 B. 6 3 C. 3 6
D. 2 6 E. 4

10. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm jarak garis AE ke garis HF


adalah ….cm
A. 6 B. 6 2 C. 4 2
D. 8 E. 4

11. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm jarak garis EG ke garis BD


adalah ….cm
A. 6 2 B. 8 2 C. 8
D. 4 2 E. 6

12. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak garis BE ke bidang DCGH adalah
…..cm
A. 6 B. 6 2 C. 2 6
D. 4 E. 3

13. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak bidang AFH ke bidang BDG
adalah …..
A. 3 2 cm B. 3 cm C. 3 cm
D. 2 3 cm E. 4 2 cm

14. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak garis BG ke garis HF


adalah …..cm
A. 3 B. 4 C. 4 2
D. 2 3 E. 4 3

15. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak garis HB ke garis AC


adalah …..cm
A. 6 2 B. 2 6 C. 6
D. 3 3 E. 3

16. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm jarak garis FD ke garis BG


adalah …..cm
A. 6 B. 2 2 C. 2 3
D. 2 6 E. 4 3

Geometri Ruang 9
17. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm jarak garis AH ke garis DG
adalah …..cm
A. 3 3 B. 4 3 C. 3 2
D. 4 2 E. 6 2

18. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm terdapat titik P yakni perpotongan
diagonal EFGH. Jarak garis AP ke BD adalah …..cm
A. 2 3 B. 3 2 C. 5 2
D. 3 3 E. 6

19. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm jarak garis AB ke bidang CDEF
adalah ….cm
A. 6 2 B. 6 3 C. 3 3
D. 3 2 E. 6

20. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 4 cm jarak garis HD ke bidang ACF
adalah ….cm
A. 5 B. 6 C. 4 5
D. 6 2 E. 0

21. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak garis EG ke bidang ACF
adalah ….cm
A. 2 3 B. 0 C. 3 2
D. 2 2 E. 3 3

22. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm Jika titik P ditengah-tengah EF dan Q
titik tengah BC maka jarak PQ adalah ….cm
A. 8 2 B. 4 2 C. 4 3
D. 4 6 E. 6

23. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm jarak garis AF ke bidang BDG adalah
A. 3 3 B. 2 3 C. 3 2
D. 2 2 E. 3

24. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm titik-titik K, L dan M berturut-turut


merupakan titik tengah BC, CD dan CG. Jarak antara AFH dan KLM adalah ….
A. 6 B. 4 3 C. 6 2
D. 4 2 E. 6 3

Geometri Ruang 10
25. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 16 cm titik P di tengah-tengah AB. Jarak
titik P ke garis FH adalah ….cm
A. 12 2 B. 6 2 C. 6 3
D. 2 6 E. 4 3

26. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 3 cm diketahui titik P ditengah-tengah DH,
jarak garis EF dan BP adalah ….cm
6 6 2
A. B. 5 C. 5
5 5 5
3 3
D. E. 5
5 5

27. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm terdapat titik Q perpotongan diagonal-
diagonal BCGF. Jarak titik P ke garis HB adalah ….. cm
A. 4 B. 3 6 C. 2 3
D. 6 E. 3 2

28. Diketahui limas segiempat beraturan T.ABCD dengan panjang rusuk alas 6 2 cm
dan panjang rusuk tegak 10 cm. Jika P adalah titik tengah CP maka jarak titik P ke
giagonal sisi BD adalah … cm
A. 3 B. 3 C. 5
D. 6 E. 7

29. Sebuah limas beraturan T. ABCD dengan rusuk alas 6 2 cm dan rusuk tegak
10 cm. Jika P adalah titik tengah CT maka jarak titik P ke garis BD adalah .... cm.
A. 8 B. 6 C. 5
D. 4 E. 3

30. Prisma segitiga tegak sama kaki ABC.DEF dengan BAC = 120, BC = 8 3 cm dan
AD = 10 cm. Volume prisma tersebut adalah ... .
A. 40 3 cm3 B. 80 3 cm3 C. 160 3 cm3
D. 240 3 cm3 E. 300 3 cm3

31. Diketahui limas beraturan T.ABCD, rusuk alas 4cm dan rusuk tegaknya 6cm. Jika E
titik potong diagonal alas, maka jarak titik E ke bidang TBC adalah….
1
1 1 7
A. cm B. 2 cm C. 2 cm
2 2
1
D. 14 cm E. 14 cm
2

Geometri Ruang 11
32. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 16 cm. Titik P ditengah-tengah AB.
Jarak titik P ke EG adalah…
A. 12 cm B. 12√2 cm C. 12√3 cm
D. 8√6 cm E. 10 cm

33. Kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 12 cm. Titik Q terletak pada AD sedemikian
hingga AQ = 2 cm . Jarak titik A ke bidang QBF adalah …
A. 2 cm B. 3 cm C. 2/3 cm
D. 3/2 cm E. 3/10 cm

34. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm terdapat titik P ditengah-tengah FB.
Jarak titik P ke bidang ACH adalah .... cm
A. 4 B. 3 6 C. 2 3
D. 6 E. 3 2

35. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 2 cm, diketahui titik P terletak di tengah-
tengah ruas garis BC. Jarak titi H ke bidang DGP adalah .... cm
1 1
A. 3 B. 3 6 C. 6
4 3
D. 6 E. 3

36. Panjang setiap rusuk bidang empat berarturan T. ABC sama dengan 16 cm. Jika P
pertengahan AT dan Q pertengahan BC, maka PQ = … cm.
A. 8 2 B. 8 3 C. 8 6
D. 12 2 E. 12 3

37. Diketahui limas beraturan T.ABCD. Panjang rusuk tegak dan rusuk alas 4 cm. Jarak
titik A ke TB adalah ...
A. 2 2 cm B. 2 3 cm C. 4 cm
D. 4 2 cm E. 4 3 cm

38. Diketahui kubus KLMN.OPQR dengan panjang rusuk 6 cm. Jarak titik M ke bidang
LNQ adalah ...
A. 2 2 cm B. 2 3 cm C. 3 2 cm
D. 3 3 cm E. 4 3 cm

39. Diketahui limas segiempat beraturan T.ABC dengan AB = BC = 5 2 cm dan TA =


13 cm. Jarak titik A ke garis TC = ...
8 12 3
A. 4 cm B. 4 cm C. 9 cm
13 13 13
D. 10 cm E. 12 cm

Geometri Ruang 12
GEOMETRI BIDANG

C. Dalil-Dalil Pada Segitiga


Terdapat tiga dalil pada segitiga yang terkenal, yaitu dalil Menelaus, dalil Stewart dan
dalil Ceva Uraian dari ketiga dallil tersebut adalah sebagai berikut :
(1) Dalil Menelaus.
Diberikan segitiga ABC dimana titik D
terletak pada garis AC dan titik E terletak
pada garis BC. Kemudian titik D dan E
dihubungkan membentuk garis DE.
Garis AB dan DE diperpanjang sehingga
keduanya berpotongan di titik F
Dari kondisi diatas, dalil Menelaus berbunyi:
BE CD AF
Titik D, E dan F segaris jika dan hanya jika memenuhi x x =1
EC DE FB
Bukti dalil ini adalah sebagai berikut :
misalkan titik P adalah proyeksi titik A
pada DF, titik Q adalah proyeksi titik C
pada DF dan titik R adalah proyeksi titik
B pada DF, maka
∆BER sebangun dengan ∆QEC, sehingga
BE BR
berlaku : = …………………. (1)
EC QC
CD QC
∆CDQ sebangun dengan ∆ADP, sehingga berlaku : = …………………. (2)
DA PA
AF PA
∆BRF sebangun dengan ∆APF, sehingga berlaku : = …………………. (3)
FB BR
Kalikan persamaan (1), (2) dan (3) diperoleh
BE CD AF BR QC PA
x x = x x
EC DE FB QC PA BR
BE CD AF BR QC PA
x x = x x
EC DE FB BR QC PA
BE CD AF
x x = 1 (terbukti)
EC DE FB
Untuk pemahaman lebih lanjut ikutilah contoh soal berikut ini :

Geometri Bidang 1
01. Dari gambar berikut, diketahui
MQ = QL. Tentukanlah nilai x
Jawab
Karena QM = LQ maka
LQ
= 1, Sehingga
QM
menurut dalil Menelaus
LQ M P KR
berlaku : x x =1
QM PK RL
2 x 8
(1)( )( )=1
3 8
2x + 16 = 24 maka x = 4

02. Pada gambar berikut, diketahui


perbandingan BL : LC = 2 : 3
dan AB : MB = 5 : 3 maka
tentukanlah nilai perbandingan
AK : AC
Jawab
Karena AB : MB = 5 : 3
maka AM : MB = 8 : 3.
BL CK AM
Sehingga menurut dalil Menelaus berlaku : x x =1
LC KA MB
2 CK 8
( )( )( ) = 1
3 KA 3
CK 9
=
KA 16
Artinya CK : KA = 9 : 16. Ini menunjukkan AK : AC = 16 : 25

(2) Dalil Stewart.


Dalil Stewart menyatakan hubungan
antara sisi-sisi segitiga dengan panjang
ruas garis yang menghubungkan titik
sudut dengan sisi yang ada dihadapan
sudut tersebut (seperti pada gambar
disamping)
Pada segitiga ABC disampping, jika titik
D terletak pada sisi AB sehingga panjang
AD = m , DB = n dan m + n = a,
maka panjang garis AD = d dirumuskan:
CD2. AB = CB2. AD + CA2. DB – AD. DB. AB
d2. c = a2. m + b2. n – m. n. c

Geometri Bidang 2
Bukti dalil ini akan dijelaskan sebagai berikut :
Sebelum masuk pada pembahasan bukti dalil Stewart, akan diuraikan terlebih
dahulu dua teorema pendukungnya, yaitu teorema proyeksi segitiga lancip dan
teorema proyeksi segitiga tumpul.
Teoremal proyeksi segitiga lancip.
Misalkan panjang BD = p maka AD = c – p
Pada ∆ACD dan ∆BCD masing-masing
siku-siku di D, sehingga berlaku
CD2 = a2 – p2
CD2 = b2 – (c – p)2
Sehingga : b2 – (c – p)2 = a2 – p2
b2 – c2 + 2cp – p2 = a2 – p2
b2 = c2 + a2 – 2cp

Teorema proyeksi segitiga tumpul


Misalkan panjang AD = p maka BD = c + p
Pada ∆ACD dan ∆BCD masing-masing
siku-siku di D, sehingga berlaku
CD2 = a2 – (c + p)2
CD2 = b2 – p2
Sehingga : a2 – (c + p)2 = b2 – p2
a2 – c2 – 2cp – p2 = b2 – p2
a2 = c2 + a2 + 2cp
Kemudian akan dijelaskan bukti dalil Stewart dengan kedua teorema proyeksi
diatas.
Menurut teorema proyeksi segitiga lancip BCD
a2 = d2 + n2 – 2n.DP
a2m = d2m + n2m – 2n.m.DP ………….. (1)
Menurut teorema proyeksi segitiga tumpul ACD
b2 = d2 + m2 + 2m.DP
b2n = d2n + m2n – 2m.n.DP ………….. (2)
Persamaan (1) dan (2) dieliminasi, diperoleh:
a2m = d2m + n2m – 2n.m.DP
b2n = d2n + m2n – 2m.n.DP
a2m + b2n = d2(m + n) + n2m + m2n
a2m + b2n = d2(m + n) + nm(m + n)
a2m + b2n = d2c + nm.c
d2c = a2m + b2n – nm.c (Terbukti)

Geometri Bidang 3
Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini :
03. Diketahui segitiga ABC dengan panjang sisi-sisinya AB = 4 cm, BC = 8 cm dan
AC = 6 cm. Titik D terletak pada garis BC dengan BD = 2 cm dan titik E terletak
pada AC dengan AE = 4 cm. Tentukan panjang AE
Jawab

Menentukan panjang AD dengan dalil Stewart pada segitiga ABC:


AD2.BC = AC2.BD + AB2.DC – BD. DC. BC
AD2.(8) = (6)2.(2) + (4)2.(6) – (2)(6)(8)
8.AD2 = 72 + 96 – 96
8.AD2 = 72
AD2 = 9 maka AD = 3 cm
Menentukan panjang AD dengan dalil Stewart pada segitiga ADC:
DE2.AC = AD2.CE + DC2.EA – CE. EA. AC
AD2.(6) = (3)2.(2) + (6)2.(4) – (2)(4)(6)
6.AD2 = 18 + 144 – 48
6.AD2 = 114
AD2 = 19 maka AD = 19 cm

04. Pada segitiga ABC diketahui AB = 8 cm, BC = 7 cm dan AC = 6 cm. Pada


1
perpanjangan AB terdapat titik D, sehingga BD = AD. Hitunglah panjang CD
2
Jawab

Kita terapkan dalil Stewart pada segitiga ACD


CB2.AD = CD2.AB + AC2.BD – AB. BD. AD
(7)2.(16) = CD2.(8) + (6)2.(8) – (8).(8).(16)
98 = CD2 + 36 – 128
CD2 = 190 maka CD = 190 cm

Geometri Bidang 4
(3) Dalil Ceva.
Pada segitiga ABC terdapat titik-titik D,
E dan F yang masing-masing terletak
pada sisi-sisi BC, AC dan AF (seperti
pada gambar disamping)
maka dalil Ceva berbunyi :
Garis AD, BE dan CF berpotongan di satu
titik (konkuren) jika dan hanya jika berlaku
AF BD CE
perbandingan x x =1
FB DC EA
AE CD BF
Dalil Ceva diatas berlaku pula untuk arah sebaliknya yaitu x x =1
EC DB FA
Dalil Ceva ini dibuktikan dengan menggunakan dalil Menelaus adalah sebagai
berikut :

Gambar (a) Gambar (b)

Pada gambar (a) diatas, berlaku dalil Menelaus :


FO CE AB
x x = 1 ………………………………………………………………. (1)
OC EA BF
Pada gambar (b) diatas, berlaku pula dalil Menelaus :
FO CD BA
x x =1
OC DB AF
FO DB AF
= x ……………………………………………………………. (2)
OC CD BA
Dari persamaan (1) dan (2) diperoleh :
DB AF CE AB
( x )x x =1
CD BA EA BF
DB AF CE
x x =1
CD FB EA
AF BD CE
x x = 1 (Terbukti)
FB DC EA

Geometri Bidang 5
Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut ini :
05. Pada gambar berikut, tentukan nilai x
Jawab
Kita gunakan dalil Ceva :
AF BD CE
x x =1
FB DC EA
4 3 x
x x =1
3 6 2
Maka x = 3 cm

06. Diketahui titik D, E dan F masing-maing terletak pada sisi AB, sisi BC dan sisi
AC dengan perbandingan BE : EC = 2 : 3 dan AF : FC = 8 : 9. Jika panjang
AB = 28 cm, dan garis AE, BF dan CD berpotongan di satu titik, maka
tentukanlah panjang AD
Jawab
Kita gunakan dalil Ceva :
AD BE CF
x x =1
DB EC FA
AD 2 9
x x =1
DB 3 8
AD 4
=
DB 3
Maka AD : DB = 4 : 3
Sehinggga AD : AB = 4 : 7
4
Jadi : AD = x panjang AB
7
4
AD = x (28) = 16 cm
7

Geometri Bidang 6
GEOMETRI RUANG

E. Menggambar Kubus dan Balok


Sebelum menggambar kubus dan balok, akan dikenalkan terlebih dahulu beberapa
istilah dalam menggambar, yakni :
(1) Bidang tempat gambar (bidang proyeksi)
yaitu bidang tempat kita menggambar
Misalnya kertas, papan tulis dan sebagainya
(2) Bidang frontal yaitu bidang tempat
gambar atau bidang yang sejajar
dengan tempat gambar.
Pada kubus disamping bidang frontal
adalah bidang ABFE dan DCGH
(3) Garis frontal yaitu garis yang terletak pada bidang frontal
Pada gambar kubus di atas, semua garis yang terletak pada bidang ABFE dan
DCGH adalah garis frontal
(4) Garis orthogonal yaitu garis yang tegak lurus dengan garis frontal
Pada gambar kubus di atas, garis AD, BC, FG dan EH adalah garis ortogonal
(5) Sudut surut atau sudut menyisi yaitu sudut pada gambar antara garis frontal
horizontal arah ke kanan dengan garis ortogonal arah ke belakang
Pada gambar kubus diatas, <DAB atau <HEF adalah sudut surut
(6) Perbandingan proyeksi atau perbandingan orthogonal yaitu perbandingan antara
panjang ruas garis orthogonal pada gambar dengan panjang ruas garis
orthogonal sebenarnya.
Selanjutnya akan diuraikan langkah langkah melukis kubus dan balok, yang
selengkapnya diuraikan pada contoh soal berikut ini :
01. Tanpa melakukan pengukuran dengan mistar ukur, lukislah kubus ABCD.EFGH
dengan rusuk AB diberikan pada gambar , bidang ABFE frontal, AB horizontal dan
sudut surut 450 serta perbandingan proyeksi 1/2

A B

Jawab
E F
Langkah 1
Melukis bidang frontal ABFE

A B

Geometri Ruang 1
Langkah 2
Melukis garis-garis ortogonal AD,
BC, EH dan FG
E F

A B

Langkah 3
Melukis kubus ABCD.EFGH H G

E F

D C

A B
02. Tanpa melakukan pengukuran dengan
mistar ukur, lukislah kubus ABCD.EFGH
A B
dengan rusuk AB diberikan pada gambar,
bidang ABFE frontal, AB horizontal dan
sudut surut 300 serta perbandingan
proyeksi 2/3
Jawab
Langkah 1 E F
Melukis bidang frontal ABFE

A B

Geometri Ruang 2
Langkah 2
Membagi garis AB menjadi tiga F
bagian E

A B

Langkah 3
Melukis garis-garis ortogonal AD,
BC, EH dan FG

E F

A B

Geometri Ruang 3
Langkah 4
Melukis kubus ABCD.EFGH H G

E F

D
C

A B

03. Tanpa menggunakan busur, lukislah balok ABCD.EFGH dengan rusuk AB = 6 cm,
AD = 4 cm dan AE = 3 cm, bidang ABFE frontal, AB horizontal dan sudut surut 60 0
serta perbandingan proyeksi 1/2
Jawab
Langkah 1
Melukis bidang frontal ABFE E F

A B

Geometri Ruang 4
Langkah 2
Melukis garis-garis ortogonal
AD, BC, EH dan FG

E
F

A B

Langkah 3 H G
Melukis balok ABCD.EFGH

E
F

D C

A B

04. Tanpa melakukan pengukuran dengan H


mistar ukur, lukislah kubus ABCD.EFGH
dengan rusuk DH diberikan pada gambar
disamping , bidang BDHF frontal, BD
horizontal dan sudut surut 600 serta
perbandingan proyeksi 1/2

Jawab
D

Geometri Ruang 5
Langkah 1
Melukis Bidang Frontal DBFH H F

D B

Langkah 2
Melukis garis orthogonal AC H F

D B

Langkah 3 G
Melukis kubus ABCD.EFGH
H F

D B

Geometri Ruang 6
SOAL LATIHAN 05
E. Menggambar Kubus dan Balok

01. Tanpa melakukan pengukuran dengan mistar ukur, lukislah kubus ABCD.EFGH
dengan rusuk AB diberikan pada gambar, bidang ABFE frontal, AB horizontal dan
sudut surut 600 serta perbandingan proyeksi 1/2

A B

02. Tanpa melakukan pengukuran dengan mistar ukur, lukislah kubus ABCD.EFGH
dengan rusuk AB diberikan pada gambar, bidang ACDHG frontal, CD horizontal dan
sudut surut 300 serta perbandingan proyeksi 1/3

A B

03. Tanpa menggunakan busur, lukislah kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 4 cm, bidang
BDHF frontal, BD horizontal dan sudut surut 600 serta perbandingan proyeksi 1/2

04. Tanpa menggunakan busur, lukislah balok ABCD.EFGH dengan rusuk AB = 6 cm,
AD = 4 cm dan AE = 6 cm jika bidang ABFE frontal, AB horizontal dan sudut surut
1200 serta perbandingan proyeksi 1/2

05. Tanpa menggunakan busur, lukislah balok ABCD.EFGH dengan rusuk AB = 3 cm,
AD = 6 cm dan AE = 5 cm jika bidang ABFE frontal, AB horizontal dan sudut surut
450 serta perbandingan proyeksi 1/2

Geometri Ruang 7

Anda mungkin juga menyukai