Anda di halaman 1dari 2

June25, ,2011 Yohan Sur ryanto Pram mono 10 / 310533 / PEK / 15 3 5410 Latar Belakang Perus sahaan

[ [Falcon, , Inc.]

Falcon, Inc a adalah sebuah perusaha AS yang merupakan pemain global dalam in aan g n ndustri alat ru umah tangga a dengan berb bagai macam produk nya termasuk le m a, emari es, pe eralatan dapu dan mesin cuci. ur, n Falcon mem mpunyai 3 ana perusaha asing yan beroperas di Meksiko Denmark d Jepang. ak aan ng si o, dan Strategi per rusahaan secara keselur ruhan adala h untuk berpartisipasi dalam semua 3 segmen industri ala a at rumah tangg Segmen produk untuk harga rend ga. k dah, harga menengah dan harga tingg m gi.

Permasala ahan
Lee Morgan adalah CEO Falcon yan sedang be O ng ersiap - siap untuk menin njau kinerja a anak perusahaannya dan n untuk menga alokasikan bo onus pada p restasi yang telah dicapa ainyanya. Inii telah menja tantangan adi n berencana u bagi Morgan karena ada n anya keluhan dari beber rapa anak perusahaan terkait sistem evaluasi kinerja (PES) p t m ). Manajer anak perusaha aan di Jepa ang mengel uh bahwa tidaklah adil untuk men ngevaluasi semua anak k ameter yang sama. perusahaan dengan para

Bukti Kasu us
Anak perusahaan Jepa ang mengha asilkan biaya rendah da a alam pembu uatan mesin cuci dan memiliki hak n k tuk eka AS ondisi diskon dan pemba n angun jaringa toko yang an g eksklusif unt menjual produk mere ke toko A dalam ko berada di ba awah kendali merek toko yang melaya pasar ha i ani arga rendah. Untuk anak perusahaan asing, sala satunya J n ah Jepang, ang ggaran biaya dikomunika a asikan dalam mata uang m g un ar enggunakan kurs nilai tukar mata uang yang sama pada akhir tahun u n lokal maupu US Dolla serta me sebelumnya. Inflasi aktu dalam ind ual dustri alat ru umah tangga di setiap ne a egara hamp ir sama dengan harapan n Falcon. dalam pelaca akan anggara anak per an rusahaan, Fa alcon mengg gunakan rera nilai tuka mata uang ata ar g Kemudian d secara tahun nan, karena penjualan dan biaya bia asanya terjad secara ser di ragam sepan njang tahun. Inflasi dalam m industri alat rumah di se etiap negara juga terjadii secara ber a rsamaan den ngan inflasi e ng a ekonomi yan luas pada tahun 2004.

Pendapat
Di bawah kinerja sistem evaluasi saat ini (PES di Falcon penilaian kinerja keua m s S) n k angan dari manajer anak m k perusahaan di Meksiko, Denmark, dan Jepang s saat ini berko orelasi denga tanggung jawab keun an g ntungan yang g n Dollar. dianggarkan dalam US D

June25,2011

[Falcon, Inc.]

Manajer harus diberikan bonus tertinggi adalah Manajer Denmark dan bonus terendah diberikan kepada Manajer Jepang. Menggunakan pendekatan yang diuraikan dalam Appendix A dalam menghitung perubahan nominal dan riil nilai tukar untuk Meksiko, Denmark dan Jepang selama 2004 didapatkan perhitungan sebagai berikut:

Exchange rate (LC per US $ ) 2003 2004

Mexico

Denmark

Japan

10.72 10.985

6.88 6.47

119.8 111.8

Dengan et = (1 + ih)t dan eo = (1 + if)t maka real exchange rate: Untuk: Mexico Denmark Japan :10.72*1.05/1.023 = 11.00 :6.88*1.043/1.023 = 7.014 :119.8*1.0225/1.023 = 119.74

Saat ini Anggaran pada tahun 2003 telah dievaluasi berdasarkan nilai tukar dan kinerja tahun 2004 dengan suku bunga yang berlaku pada tahun 2004. Sehingga sebuah metrik yang umum digunakan untuk evaluasi anak perusahaan, oleh karena itu anggaran 2004 dihitung kembali dengan menggunakan kurs 2004. Metode ROI digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajer. Maka nilai ROI adalah: Meksiko ROI: 14,937,721 / 149,100,000 x 100% = 10% Denmark ROI: 9,691,788 / 20,706,600 x 100% = 47% Jepang ROI: 17,839,177 / 510,520,625 x 100% = 3% Oleh karena Denmark harus diberikan bonus tertinggi dan Jepang yang terendah.

Kesimpulan
Keuntungan penggunaan ROI adalah ROI diukur secara komprehensif dengan segala sesuatunya mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dalam rasio ini. ROI mempunyai kemudahan dalam menghitung dan dipahami serta dapat digunakan untuk membandingkan kinerja unit yang berbeda. Dengan nilai tukar mata uang yang riil akan berpengaruh signifikan terhadap posisi kompetitif pada penilaian kinerja. Hal ini membuat penurunan nilai tukar mata uang negara - negara tersebut membuat ekspor lebih kompetitif. Misalnya: 1 $ = 10 sebelumnya dan 1 $ = 8 sekarang. Oleh karena itu keuntungan mata uang lokal akan berkurang dan sekarang jika kurs riil 1 $ = 9 yen kinerja perusahaan akan meningkatkan.

Rekomendasi
Saya merekomendasikan perusahaan untuk: 1. Menempatkan risiko valuta asing sebagai bagian operasional dari anak perusahaan. 2. Menggunakan matriks Exchange rate (LC per US $ ) sebagai alat pembanding. 3. Manager anak perusahan tidak mendapatkan tanggung jawab yang sama dalam penilaian kinerjanya. 4. Menggunakan alat pelindung nilai mata uang untuk menjaga risiko valas.