Anda di halaman 1dari 7

GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT

Pengaruh Peristiwa Pemilihan Presiden Republik Indonesia Terhadap Harga Saham (Domestic politics)

Disusun Oleh:

Yohan Suryanto Pramono (10 / 310533 / PEK / 15410)

MAGISTER BISNIS FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011

A. Latar Belakang Pasar Modalmemiliki arti sebagai suatu kegiatan yang bersangkutandengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publikyang berkaitan dengan Efek yang

diterbitkannya, serta lembaga danprofesi yang berkaitan dengan Efek. Komoditi yang diperjual belikanberupa surat berharga jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu badanhukum berbentuk perseroan terbatas.Sebagai suatu instrumen ekonomi, pasar modal tidak lepas dariberbagai pengaruh lingkungan, baik lingkungan ekonomi maupunlingkungan non ekonomi, serta tak luput dari pengaruh gejolak politik. Peristiwa politik memang tidak mengintervensi bursa saham secara langsung, namun peristiwa ini merupakan salah satu informasi yang diserap oleh para pelaku pasar modal dan digunakan untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan di masa yang akan datang. Informasi tersebut mempengaruhi pengambilan keputusan para investor dan pada akhirnya pasar akan bereaksi terhadap informasi tersebut untuk mencapai

keseimbangan baru. Menurut Mohamad Samsul (2006), variabel yang mempengaruhi harga saham adalah sebagai berikut: 1. Pengumuman pembagian deviden tunai 2. Pengumuman split and right issue 3. Pengumuman saham bonus atau saham deviden 4. Pengumuman waran 5. Rencana merger dan akuisisi 6. Rencana transaksi benturan kepentingan 7. Perubahan variabel makro dan mikro ekonomi 8. Pergerakan indeks saham DJIA, Nikkei 225, Hang Seng 9. Peristiwa politik nasional dan internasional 10. January effect andInsider information 11. Perubahan siklus ekonomi melalui leading indicator Harga dan volume adalah dua hal yang harus diperhatikan dalam menganalisa saham. Permintaaan dan penawaran atas saham akan merubah pola harga dan volume perdagangan saham. Data volume perdagangan saham digunakan untuk mengukur kondisi umum dalam pasar dan membantu menaksir kecenderungannya. Kenaikan atau penurunan dalam harga saham biasanya berhubungan dengan kenaikan atau penurunan dalam volume perdagangan. Suatu pasar dikatakan kuat karena dalam proses pengambilan keputusan jual beli saham investor menggunakan data harga masa lalu, volume masa lalu dan semua informasi yang dipublikasikan seperti laporan keuangan, laporan tahunan, pengumuman bursa, informasi keuangan internasional, peraturan perundangan pemerintah, peristiwa politik, peristiwa hukum, peristiwa sosial dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional. Pelaksanaan kampanye pemilu tahun 2004 yang berjalan aman dan lancar, meningkatkan keyakinan dan ekspektasi pelaku pasar modal terhadap perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Memperkuat hal tersebut, beberapa hari menjelang pemilihan presiden 2009 investor di BEI terus memburu saham sehingga IHSG berada pada jalur positif, bahkan satu hari

menjelang pemilihan presiden IHSG ditutup melonjak 2,37 persen dan indeks LQ 45 meningkat 2,24 persen. Peristiwa pemilihan presiden tanggal 5 April 2004 tidak terdapat perbedaan antara rata-rata return tidak normal sebelum dan sesudah peristiwa pemilihan presiden tanggal 5 April 2004. Dengan kata lain pasar tidak bereaksi terhadap peristiwa pemilihan presiden. Tidak terjadinya reaksi pasar menandakan bahwa Pemilu tanggal 5 April 2004 tidak dipergunakan para investor dalam membuat keputusan investasi saham.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba menunjukkan bahwa peristiwa pemilihan presiden berkemungkinan mempengaruhi pasar modal dan kondisi pasar modal Indonesia mengindikasikan belum efisien.Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin mengungkapkan peristiwa pemilihan presiden pada tanggal 8 Juli 2009dengan maksud: 1. Untuk melihat perbedaan antara rata-rata aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah peristiwa pemilihan presiden Republik Indonesia. 2. Untuk melihat rata-rata return tidak normal yang diperoleh investor sebelum dan sesudah peristiwa pemilihan presiden Republik Indonesia. Makinpentingnya peran bursa saham dalam kegiatan ekonomi, membuat bursasemakin sensitif terhadap berbagai peristiwa disekitarnya, baik yangberkaitan atau yang tidak berkaitan secara langsung dengan isu ekonomi.Peristiwa-peristiwa politik, seperti adanya

pergantianpemerintahan, pengumuman kabinet menteri, kerusuhan politik,peperangan dan peristiwa lainnya sangat mempengaruhi harga danvolume perdagangan di bursa efek karena peristiwa-peristiwa politikberkaitan erat dengan kestabilan perekonomian negara. Selain

ituperistiwa politik juga menyebabkan tingkat kepercayaan yang negatifdari para investor, sehingga adanya peristiwa politik yang mengancamstabilitas negara cenderung mendapat respon negatif dari pelaku pasar.Salah satu peristiwa politik yang hendak diuji kandunganinformasinya terhadap aktivitas bursa efek adalah peristiwa pemilihanpresiden RI secara langsung untuk kedua kalinya pada tanggal 8 Juli2009.

C. Dasar Teori Peristiwa politik nasional adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan yang terjadi dalam masyarakat dalam wujud proses pembuatan keputusan yang berpengaruh terhadapkepentingan negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Pada umumnya politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun

nonkonstitusional. Sehingga dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, prosespolitik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang par tai politik. Pengertian peristiwa politik dan informasi peristiwa pemilihan presidenterhadap aktivitas bursa efek,

dimaksudkan untuk melihat reaksi pasarterhadap peristiwa pemilihan presiden RI-1 dan RI-2 yang dapat diukur denganmenggunakan abnormal return.Kandungan informasipada abnormal returndimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatupengumuman yang diharapkan agar pasarakan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut telah diterima.Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga darisekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakanreturn sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakanabnormal return. Jika digunakan abnormal return maka dapat dikatakanbahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akanmemberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya yang tidakmengandung informasi tidak akan memberikan abnormal return kepadapasar. Ada dua pendekatan yang dikenal dalam pasar modal, yaitufundamental analisis dan teknikal analisis. Pemilihan presidenmerupakan suatu peristiwa demokrasi yang dilakukan 5 tahun sekali, dibeberapa negara lain ada yang 4 tahun sekali atau lebih. Pemilihanpresiden merupakan peristiwa politik, yang merupakan faktor ekstenaldari perusahaan dan diluar kendali manajemen perusahaan. Sehinggaanalisis yang dilakukan adalah analisa teknikal bukan analisisfundamental.Selama periode pemilihan presiden, baik selama masa kampanyedan sesudah pemilihan, faktor fundamental perusahaan, operasional,manajemen terus berjalan seperti biasa. Selama periode pemilihan presiden data-data fundamentalperusahaan tidak ada yang dikeluarkan oleh perusahaan yang telah listingdi Bursa Efek Indonesia.

D. Hubungan antara pemilihan presiden dengan harga saham dan volume perdagangan Berdasarkan peraturan yang berlaku umum, listedcompanny hanya mengeluarkan laporan keuangan, berupa neraca,laporan laba-rugi dan lain-lain secara priodical bukan untuk

memenuhiperistiwa-peristiwa tertentu seperti pada saat pemilihan presiden.Laporan keuangan yang dipublikasikan antara lain: 1. Laporan keuangan tahunan per 31 Desember, tahunansebelumnya. 2. Laporan keuangan tiga bulanan tahun berjalan. 3. Laporan keuangan keuangan enam bulanan/semester pertamatahun berjalan. 4. Laporan keuangan kwartal ketiga tahun berjalan. 5. Laporan lainnya yang bekaitan dengan emiten (penerbit saham),laporan kepemilikan saham, laporan disclosure lainnya. Terjadinyaabnormal return pada saat peristiwa Pemilihan Presiden tahun 2009 memiliki pengaruh yang signifikanpada Average Abnormal Return (AAR). Pada hari terjadinya peristiwa pemilihan presiden, menghasilkanabnormal return namun tidak signifikan. Abnormal return positif danAbnormal return negatif terjadi pada hari sebelum event date (-1) dan (-3)dan pada hari setelah pemilihan presiden (+6) dan (+7).Adanya peningkatan pada hari ke-(-3) dikarenakan pada tanggal inikampanye presiden telah berakhir dengan damai. Sehingga pelaku pasarmeresponnya sebagai good news. Namun selang beberapa hari yaitu padahari ke-(-2) mengalami penurunan yang signifikan hingga ke arahnegatif. Hal ini terjadi dikarenakan pada hari tersebut

MahkamahKonstitusi memutuskan penggunaan KTP dalam pemilihan presiden2009, yang berarti

bahwa DPT yang digunakan untuk pemilu belum pasti.Kejadian ini direspon sebagai bad news oleh pelaku pasar. Namun, padahari -1 mengalami peningkatan abnormal return yang berarti bahawa parainvestor mulai yakin bahwa pemilu akan dilaksanakan dengan baik.Hari ke -(+2) sempat terjadi penurunan abnormal return yang tidakbegitu signifikan. Penurunan ini dikarenakan adanya informasi bahwadalam pemilu telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh

pasangantertentu dan diadakannya pemilihan ulang di beberapa tempat.Secara keseluruhan tidak terjadinya abnormal return yangsignifikan bagi investor pada saat event date atau peristiwa pemilihanpresiden, dikarenakan peristiwa tersebut tidak mempengaruhi aktivitasmereka di pasar modal dan adanya sikap optimisme mereka bahwapemilihan presiden akan berjalan lancar dan aman.

E. Analisis Hubungan perdagangan

antara

pemilihan

presiden

dengan

harga

saham

dan

volume

Penulis beranggapan bahwa setelah peristiwa pemilihanpresiden, jumlah saham yang terjual meningkat sehingga return sahamyang diterima oleh pemegang saham juga mengalami peningkatan.Peningkatan abnormal return saham dan volume perdagangan sahamsesudah pemilihan presiden mengindikasikan bahwa telah terjadipeningkatan kemakmuran pemegang saham. Hal ini menandai bahwainformasi pemilihan presiden cukup informatif sehingga pasar bereaksicukup positif terhadap peristiwa tersebut sehingga tidakterdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return periode 7 harisebelum pemilihan presiden dengan abnormal return periode 7 harisetelah pemilihan presiden dan tidakterdapat perbedaan signifikan antara volume perdagangan saham periode 7hari sebelum pemilihan presiden dengan volume

perdagangan periode 7hari setelah pemilihan presiden. Tidak signifikansinya perbedaan abnormal return saham danvolume perdagangan

menunjukkan bahwa pasar tidak terlau meresponatau terpengaruh dengan adanya peristiwa pemilihan presiden. Namun jikadilihat dari rata-rata abnormal return dan rata-rata volume perdaganganterjadi peningkatan pada periode setelah peristiwa pemilihan presidenberlangsung, artinya bahwa adanya peristiwa pemilihan presiden cukupmempengaruhi para pelaku pasar untuk meningkatkan aktivitas mereka dipasar modal.Adanya peningkatan aktivitas perdagangan dapat diartikan bahwaperistiwa pemilihan presiden tahun 2009 tersebut adalah peristiwa politikmurni yang dipandang secara positif atau merupakan kabar baik di matapara pelaku pasar modal. Pandangan itu didukung dengan pelaksanaanpemilihan yang berlangsung aman, tertib, dan lancar yang mununjukkankemampuan bangsa ini untuk memelihara kestabilan politik, ekonomi dankeamanan. Disela-sela keyakinan pasar yang ditujukkan dengan adanyapeningkatan harga saham masih terselip keraguan apabila ada pergantianpresiden, maka akan muncul kebijkan-kebijakan baru, khususnya dibidang ekonomi yang kemungkinan tidak sesuai dengan kebijakan

yangmereka inginkan. Namun, keragu-raguan mereka masih diikuti keyakinanbahwa pemilihan presiden kali ini kemungkinan besar dimenangkanpasangan presiden yang masih menjabat,

karena dilihat dari perolehanpemilu legislatif yang dimenangkan hampir secara mutlak oleh parpolyang mengusungnya dan diperkuat dengan hasil-hasil survey atau quickaccount yang menguatkan akan terpilihnya pasangan presiden yang masihmenjabat, ditambah lagi dengan adanya keyakinan bahwa pemilu kali iniakan berlangsung dalam satu putaran. Sehingga, kebijakan yang dibuattidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya. Selain itu, dapat juga dikarenakan investor dalam melakukan kegiatandi bursa efek masih mendasarkan pada faktor-faktor fundamental ataudengan kata lain, perubahan harga saham akan terjadi jika dipicu olehfaktor-faktor dari kondisi keuangan atau kebijakan-kebijakan yang dibuatoleh perusahaan secara internal. Atau hal ini dapat juga terjadi karenainvestor kurang peduli atau peka atas adanya informasi-informasi maupunperistiwa-peristiwa yang terjadi disekitarnya, terurama peristiwa nonmoneter, seperti peristiwa politik.Suatu pasar modal yang efisien, harga sekuritas yangdiperdagangkan mencerminkan semua informasi yang diketahui. Dalamkondisi tersebut, baik orang yang mengetahui informasi atau tidak, tidakakan memperoleh keuntungan. Karena semua informasi sudahdirefleksikan dalam harga sekuritas dan tidak ada satupun harga yangterlalu tinggi atau pun terlalu rendah.Secara teoritikal dikenal tiga bentuk pasar modal yang efisien, dandibedakan berdasarkan informasi yang direfleksikan pada sekuritas.Karena dari hasil penelitian yang diperoleh tidak menunjukkan adanyaperbedaan yang signifikan pada nilai abnormal return amupun padatrading volume activity pada sekirat peristiwa pemilihan presiden tahun2009, maka dapat disimpulkan bahwa pasar modal di

Indonesiamerupakan pasar modal efisien dalam bentuk lemah, atau lebihmengutamakan informasi-informasi yang bersifat historis. Dimana hargasaham yang terbentuk sekarang dipengaruhi oleh harga saham informasi dimasa lalu.

F. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Adanya kejadian signifikan pada reaksi pasar atauabnormal return di periode peristiwa pemilihan presiden 2009 terbuktihanya pada empat periode sebelum peristiwa dan dua periode setelahperistiwa. 2. Adanya perbedaan yang signifikandalam abnormal return saham sebelum dan sesudah peristiwapemilihan presiden tidak terbukti, karena harga saham yangdiceminkan oleh ratarata abnormal return yang diterima investorsecara cepat menyesuaikan dengan

perkembangan yang terjadi. 3. Pernyataan bahwa terdapat perbedaan yang signifikandalam volume perdagangan saham sebelum dan seudah peristiwapemilihan presiden tidak terbukti kebenarannya, karena pasarmenganggapnya sebagai berita baik dan peristiwa politik murni. 4. Secara umum, pembahasan dalam makalah ini menunjukkan bahwa BursaEfek Indonesia semakin sensitif terhadap munculnya berbagaiinformasi, termasukinformasi politik. Hal ini menuntut para pelakupasar modal untuk lebih peka terhadap berbagai peristiwa yang secaralangsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap harga saham.

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Sartono, 2000, Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga< Penerbit BPFE,Yogyakarta.

Asri, Marwan dan Faizal Arief, 1998, Reaksi Pasar modal Indonesia terhadapperistiwa Politik Dalam Negeri (Event Study pada peristiwa 27 Juli 1996),Kelola No.18/VII/1998, Hal : 137153.

Darmaji, Tjipto dan Hendy M. Fakhruddin, 2001, Pasar Modal Di Indonesia(Pendekatan Tanya Jawab), Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Hartono, Jogiyanto, Perilaku Reaksi Harga dan Volume Perdagangan Sahamterhadap Pengumuman Deviden 2 Juli 2000, Jurnal Riset AkuntansiIndnesia, Vol.1/2/Juli 2000, Hal : 201-213.

Husnan, Suad, 1996, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, EdisiKedua, Penerbit UUP-AMP YKPN, Yogyakarta.

Kristiana, Inda dan Sri Suranta, 2005, Reaksi Pasar Modal terhadap PeristiwaPemilu Legislatif dan Peristiwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahub2004 (event Study Peristiwa Pemilu 5 April 2004 dan Pemilu 20 September2004), Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Vol.5/2/ Agustus 2005.

Samsul, Muhammad, 2006, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, PenerbitErlangga, Jakarta.

Syansyir, Hendra, Solusi Investasi di Bursa Saham Indonesia, penerbit PT. Elexmedia Komputindo, jakarta.

Widiadmojo, Sawiji, 2000, Cara Sehat Investasi di Pasar Modal (Pengetahuan Dasar), Penerbit PT. Jurnalindo Aksara Grafika, Jakarata.

Kompas, 9 Juli 2009, Kamis (www.kompas.com)

Minggu II, hal 8. (www.kontan.com)

PT. Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id)

Undang-Undang No.8 Tahun 1998, Pasar Modal Indonesia