0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
583 tayangan11 halaman

Pemrograman: Modular, OOP, dan Terstruktur

Makalah ini membahas perbedaan antara tiga jenis pemrograman yaitu pemrograman modular, pemrograman berorientasi objek, dan pemrograman terstruktur. Pemrograman modular membagi program besar menjadi bagian kecil, pemrograman berorientasi objek menggunakan konsep kelas dan objek, sedangkan pemrograman terstruktur mengikuti alur proses secara berurutan.

Diunggah oleh

Muthia fatma sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
583 tayangan11 halaman

Pemrograman: Modular, OOP, dan Terstruktur

Makalah ini membahas perbedaan antara tiga jenis pemrograman yaitu pemrograman modular, pemrograman berorientasi objek, dan pemrograman terstruktur. Pemrograman modular membagi program besar menjadi bagian kecil, pemrograman berorientasi objek menggunakan konsep kelas dan objek, sedangkan pemrograman terstruktur mengikuti alur proses secara berurutan.

Diunggah oleh

Muthia fatma sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS

PENGANTAR CODING

Disusun oleh:
Nama : Muthia Fatma Sari
NIM : 22030061
Prodi : Matematika NK
Dosen Pengampu : Widya Darwin S.Pd, M.Pd.T

Universitas Negeri Padang


2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji dan diucapkan kehadirat Allah SWT., atas segala rahmat Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun sampai selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap
bantuan dari pihak yang telah berontribusi dalam memberikan materi.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dat menambah engetahuan dan pengalaman
bagi pembaca. Bahkon kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktikkan
dalam kehidupan sehari hari.

Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekuran2an dalam penyusunan
makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan maka'lah ini.

Padang, Oktober 2022

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu pengernbangan perangkat lunak, pemrograman adalah salah satu tahap untuk
mengimplementasik an penyelesaian masalah tertentu dengan suatu bahasa pemrograman.
Penyusunan program yang terstuktur merupakan kalah satu syarat program yang baik.
Terstruktur bararti mernilil‹i rancangan yang sistematis, mudah dibaca, dan mudah dibetull‹an
jika ada kesalahan serta mempunyai alur yang jelas (tidak loncat loncat), sedangkan
pemrograman modular merupakan suatu tebniF pernro2raman yang dimana program biasanya
cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil.. dan pemrograman
berorientasi objek adalah pembrograman yang obje nya berupa elemen yang memilil‹i fungsi,
metode, karakteristil‹ teoentu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.

12 Rumusan Masalah

Dalam menyusun makalah ini, penulis merumuskan beberapa masalah yang berkaitan
dengan berbagai perbedaan dan konsep Pernrograman Modular, Pemrograman Berorientasi
Objek, dan Pernbrograman Terstruktur yang besertakan contohnya.

13 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagai berikut:


1. Untuk menambah ilmu dan pengetahuan mengenai masalah yang diangkat dalam makalah
2. Untuk memberi wawasa tentang perbedaan antara ketiga pemrograman tersebut
3. Untuk memberikan pengetahuan konsep dan conoh tentang ketiga pemrograman tersebut
BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian dan Konsep Pemrograman


A. Pemrograman Modular
Pemrograman Modular adalah suatu teknis pemrograrnan dimana program yang biasanya
cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil. Salah satu tokoh
ing adalah Larry Constantine. Keuntunpan pro modular adalah:
Program lebih pendek
Mudah dibaca dan dipahami
Mudah didokumentasi
Mengurangi kesalahn dan mudah mencari kesalahan
Kesalahan yang terjadi berslfat ‘local

Pemrograman modular memunpl‹inkan programmer memangpil kemball kubprogram yang


telah didefenisikan setiap kali diperlukan dalam program terbut. Programmer tidak perlu
berulang kali mendefinisil‹an sekurnpulan intruksi yang diperlukan berulang kali dalam sebuah
program maupun dalam program lainnya. Dengan pernprograman modular, sebuah subprogram
dapat dianggap sebagai program kecil dengan sebuah tujuan spesifik yang umumn ya berisi
operasi sederhana dan apabila terdapat kesalahan dapat dilokasir pada subprogram itu sendiri.

B. Pemropraman Berorientasi Objek


Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) adalah sebuah paradigm pemrograman yang
beroreintasil‹an kepada objek . semua data dan fungsi didalamnya dibungkus dalam suatu kelas
kelas atau objek objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim
pesan ke objek lainnya.

Fitur-fitur yang PBO tersebut meliputi:


Enkapsulasi :cara untuk menyembunyikan impelementasi detail dari suatu kelas. Terdapat
dua hal mendasar mengenai enl‹apsulasi, yaitu: information hiding dan interface.
Abstraksi : mengacu pada atribut dari objek yang membedakan antara suatu objek dengan
objek lainnya.
Pewarisan : cara itu pengelolaan kelas-kelas dan faktor kerniripan di antara kelas-kelas
tersebut jauh lebih vi.sible baik untuk digunakan kembali, diperbaiki, maupun
dikernbangkan lagi. Tujuan dari pewarisan adalah untuk menyediakan fun3sionalitas
tersebut.
Polimorfisme : sesuatu yang memiliki banyak bentuk.

Kelebihan yang didapat ketika menggunakan paradigm pemrograman berorientasi objek,


sebagai berikut:
Menin2katkan produktivitas
Kecepatan pengernban2an
Kemudahan pemeliharaan
Adanya konsistensi
Meningkatkan kualitas lunak

C. Pemrograman Terstruktur
Pemrograman Terstruktur merupakan suatu pro4es untuk mengimplementasil‹an urutan
langkah penyelesaian suatu masalah dalam bentuk program. Aktifitas pemrograman yang
dilakukan dengan memperhatil‹an setiap urutan dari setiap langkah perintah yang dikerjakan
secara sistematis, logis, dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan dapat dengan
mudah dipahami.

Fungsi dari pemrograman terstruktur, yaitu.


Meningkatkan kendala dalam 4uatu program
Program maudah dibaca dan ditelususri
Menyederhanakan kerumitan program
Pemeliharaan program, sehingga bisa mudah ditelusuri kesalahan dan memodifikasinya
Menin2katkan produktivitas pemrogramnn

Perbedaan Ketiga Pernrograman


Pemrograman
Pemrograman Modular Pemrograman Terstruktur
Berorientasi Objek
Struktur program nya ringkas,
Struktur programnya besar Struktur programnya rumit
cukup dengan membuat objek
dan dapat dibapi-bagi menjadi karena berupa urutan proses
lalu bekerja berdasarkan objek
lebih kecil dan fungsi-fungsi
tersebut.
Memiliki ciri encapsulation
Memiliki ciri sequence
(pengemasan}, inheritance
Memiliki ciri fungsi dan (berurutan), selection
(penurunan sifat), dan
prosedur (pemilihan), dan repetition
polymorphism (perbedaan
(perulangan)
bentuk dan perilaku)
Kode program sangat re-
Kode program menjadi lebih usable. Objek dapat
pendek, mudah dibaca, dan digunakan berkali kali, Re-use kode program kurang
mudah dipahami sehingga dapat menghemat
space memori

Contoh Ketiga Pernrograman


A. Pemrograman Modular
Cara menghitung luas segitiga
Diketahui algoritma menghitung luas segitiga sebagai berikut.
1.Mulai
2. Masukan panjang (p), tinggi (t)
3. Hitung luas (L) 0.5 p*t
4. Tampilkan L
5. Selesai

lmpiementasi program untuk menghitung luas persegi tanpa menggunakan fungsi


berikut ini :
Source Code :
einc1ude ‹ i ostreat ›

us1ng namespace std ;

main {){
int p,t; '/Variabel lokal
int luas; /Variatel lokal

endl;
cout<<" “<<endl;
cout<<” | !1ENCARI LUP SEGITIGA ! ”<<endl;
cout<”| ”«eudl;
cout<<”===========================================”<<endl;
cout<<”Masu<an Panjang : ”;cin>›p;
cout<<"Masukan Tinggi : ”;cin>›t;

’/Melakukan perhitungan
luas=0.5’p’t;

’/£1enampilkan hasil Ferhitungan


endl;
cout‹‹ ” t ad x, Luas Seg1t1ga Adalah : ” ‹ ‹ 1uas‹ ‹endI ;

Run program :
a "D:\TeachmeeIecttxxcom\C++1Genap\1.Pemqroqraman Modu...
B. Pemrograman Berorientasi Objek
ind maln( )

6cx obje, obj2, // Deklarasi 2 objek objl dan obj2 untukkelas Box
double volume = e.e, // Henyimpan volume dari Box

// spesifikasi box obje


objl.height = 4.e,
obj1.1ength = 6.e,
obj1.›v1dth - z . e;

/ / s pe s iflkas1 box ob j 1
obj2.he1ght = e.e,
obj2.length = 12.e,
ob22. v1dth - z2. e,

// volume box obj1


volume = obje.height obje.length obj1.width,
cout << "Vo1ume of Box1 : "<< vo1ume ‹ ‹end1,

/ / volume box obj 2


volume = obj2.he1ghf “ obj2.length * obj2.w1dth,
cout<‹ "Volume of Box2 : ”<< vo1ume ‹ ‹end1,
C. Pemrograman Terstruktur

Contoh 2: Program untuk menghitung Luas Segitiga

// modul penghitung luas segitiga


float Luas_sgt(float alas, float tinggi)

return (alas * tinggi / 2);

/fmain program
void main
float A, T;
cout <<”Data Alas “, cin >> A;
cout {<”Data Tinggi : “; cin ›> T;
cout C<”Luas segitiga : “ <C Luas sgt(A,T)<<endl;
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam pembuatan makalah ini penulis dapat menarik beberapa kesirnpilan antara lain:
1. Perograman modural merupakan
suatu teknik pemrograman dimana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi
menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil.
2. Pemrograman berorientasi objek merupakan
sebuah paradigm pemrograman yang beroreintasikan kepada objek . semua data dan
fungsi didalamnya dibungkus dalam suatu kelas kelas atau objek-objek.
3. Pemrograman terstruktur merupakan
suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah penyelesaian suatu masalah
dalam bentuk program

Saran
Saran dari saya sebagai penulis ialah agar dalam proses pembuatan suatusoftware informasi ,
dalam perancangannya sebaiknya kita menggunakan softwarerational rose atau applikasi
Iain yang sesuai dengan bidang yang akan dikerjakan
htt :ffasrafulannam.blo ot.co 201 03fmakalah- emro raman-
terstruktur-by.html
htt :ffaziz.staff.mi a.uns.ac.id 20 1 1 09fmodul- bo-s1-inff

Anda mungkin juga menyukai