0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan3 halaman

Prosedur Asuhan Keperawatan Pasca Bedah

1. Dokumen ini membahas prosedur asuhan keperawatan pasca bedah di Rumah Sakit Umum Islam Madinah. 2. Tahapan asuhan mulai dari pemantauan kondisi pasien di ruang operasi, pemulihan, hingga rawat inap, termasuk monitoring tanda vital dan manajemen luka. 3. Prosedur ini bertujuan untuk memberikan perawatan yang aman bagi pasien dan tenaga medis pasca tindakan bedah.

Diunggah oleh

Nonny Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan3 halaman

Prosedur Asuhan Keperawatan Pasca Bedah

1. Dokumen ini membahas prosedur asuhan keperawatan pasca bedah di Rumah Sakit Umum Islam Madinah. 2. Tahapan asuhan mulai dari pemantauan kondisi pasien di ruang operasi, pemulihan, hingga rawat inap, termasuk monitoring tanda vital dan manajemen luka. 3. Prosedur ini bertujuan untuk memberikan perawatan yang aman bagi pasien dan tenaga medis pasca tindakan bedah.

Diunggah oleh

Nonny Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RUMAH SAKIT UMUM

ISLAM MADINAH
Jl. Raya Sukosari No. 32,
ASUHAN KEPERAWATAN PASCA BEDAH
Kasembon, No Dokumen No. revisi Halaman
MalangTelp/Fax. : 0354 –
328144, 326688
59/IKO/MEI/2018 00 1/3
Ditetapkan
TanggalTerbit
Direktur,
15 NOVEMBER 2018

STANDART ( dr. Sayyidah Mirfat, MMRS )


PROSEDUR
NIP: 19870411.201110.02.052
OPERASIONAL

Serangkaian kegiatan/tindakan untuk memenuhi kebutuhan


biopsikososiospiritual yang menggunakan proses keperawatan
berdasarkan asesmen kondisi dan kebutuhan pasien yang dapat
Pengertian
dimulai sebelum pembedahan sampai dengan perawatan di Ruang
Pemulihan (Recovery Room) dan berakhir setelah operator
(dokterbedah) memberikan perawatan selanjutnya pasca operasi.
1. Untuk memberikan asuhan keperawatan yang aman bagi pasien
dan tenaga kesehatan lain.
2. Untuk melihat dan menganalisis perkembangan kondisi
Tujuan kesehatan pasien.
3. Perencanaan perawatan pasien.
4. Bukti pertanggungjawaban dan pertanggung-gugatan kegiatan
yang dilakukan oleh perawat.
Petugasruangandanpetugaskamaroperasibertanggungjawabatasper
siapanpasiencalonoperasiini.sesuai dengan Surat keputusan
Kebijakan
direktur: 04/PAN/IKO/DIR/RSUIM/XIII/2018 Tentang panduan
rencana asuhan paska bedah
Asuhan keperawatan pasca bedah pada pasien dengan kondisi
kesehatan normal.
1. Dokter DPJP/ operator
a. Dokter yang melakukan tindakan pembedahan melakukan
penutupan luka operasi,
b. Membuat laporan operasi
c. Mencatat pemberian instruksi pasca bedah.
2. Dokter anestesi
a. Melakukan pengakhiran anestesi
b. Menulis pemberian instruksi pasca anestesi.
3. Perawat bedah
Prosedur a. Melakukan dressing atau pembalutan luka.
4. Tim bedah
a. Memindahkan pasien dari meja operasi ke brancard.
b. Dokter anestesi, perawat anestesi dan perawat sirkuler
membawa pasien ke Recovery Room (RR).
5. Perawat sirkuler
a. Melakukan pengecekan kelengkapan status Rekam Medis
pasien
b. Menyiapkan material Patologi Anatomi jika ada
c. Menandatangani verifikasi pasien pasca bedah/operasi.
RUMAH SAKIT UMUM
ISLAM MADINAH
Jl. Raya Sukosari No. 32,
ASUHAN KEPERAWATAN PASCA BEDAH
Kasembon, No Dokumen No. revisi Halaman
MalangTelp/Fax. : 0354 –
328144, 326688
59/IKO/MEI/2018 00 2/3
Ditetapkan
TanggalTerbit
Direktur,
15 NOVEMBER 2018

STANDART ( dr. Sayyidah Mirfat, MMRS )


PROSEDUR
NIP: 19870411.201110.02.052
OPERASIONAL

6. Perawat RR
a. Memonitor keadaan pasien dan dicatat dalam rekam medis.:
 Mempertahankan respirasi yang sempurna dengan
latihan napas, tarik napas yang dalam dengan mulut
terbuka, lalu tahan napas selama 3 detik dan
hembuskan. Atau, dapat pula dilakukan dengan menarik
napas melalui hidung dan menggunakan diafragma,
kemudian napas dikeluarkan secara perlahan-lahan
melalui mulut yang dikuncupkan.
 Oksigen sering diberikan pada pasca operasi, karena
obat anasthesi dapat menyebabkan hipoksia. Selain
pemberian oksigen harus diberikan latihan nafas dalam
setelah pasien sadar
 Mempertahankan sirkulasi, dengan stoking pada pasien
yang berisiko tromboflebitis atau pasien dilatih agar
tidak duduk terlalu lama dan harus meninggikan kaki
pada tempat duduk guna untuk memperlancar vena.
 Beberapa petunjuk tentang keadaan yang
memungkinkan terjadinya situasi krisis :
- Tekanan sistolik < 90 –100 mmHg atau > 150 – 160
Prosedur mmH, diastolik < 50 mmHg atau > dari 90 mmHg.
- HR > 60 x menit atau < 10 x/menit
- Suhu > 38,3 C atau < 35 C.
- Meningkatnya kegelisahan pasien
- Tidak BAK + 8 jam post operasi.
 Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit,
dengan memberikan cairan sesuai kebutuhan pasien,
monitor input dan output, serta mempertahankan nutrisi
yang cukup.
 Mengurangi kecemasan dengan melakukan komunikasi
secara terapeutik
b. Perawat RR memberitahukan kepada perawat ruang rawat
inap jika tanda-tanda vital pasien sudah stabil dan bisa
dibawa ke ruang rawat inap.
c. Melakukan serah terima pasien kepada petugas rawat inap
d. Perawat RR menyerahkan pasien kepada perawat ruang rawat
inap beserta status rekam medis dan material pemeriksaan
Patologi Anatomi.
e. Perawat RR dan perawat ruangan menandatangani lembar
verifikasi pasien pascaoperasi.
RUMAH SAKIT UMUM
ISLAM MADINAH ASUHAN KEPERAWATAN PASCA BEDAH
Jl. Raya Sukosari No. 32, No Dokumen No. revisi Halaman
Kasembon,
MalangTelp/Fax. : 0354 –
328144, 326688 59/IKO/MEI/2018 00 3/3
Ditetapkan
TanggalTerbit
Direktur,
15 NOVEMBER 2018

STANDART ( dr. Sayyidah Mirfat, MMRS )


PROSEDUR NIP: 19870411.201110.02.052
OPERASIONAL

7. Petugas Rawat Inap


a. Perawat rawat inap dan perawat RR memindahkan pasien
ke brancard pasien.
Prosedur
b. Perawat ruangan rawat inap membawa pasien dan
memonitor keadaannya

1. Instalasi Kamar operasi


2. Instalasi Rawat Inap
Unit Terkait
3. Instalasi Gawat Darurat
4. HCU

Anda mungkin juga menyukai