100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
9K tayangan2 halaman

Logika Keilmuan

Dokumen tersebut membahas tentang logika keilmuan, khususnya silogisme dan induksi. Ia menjelaskan bahwa logika dipelajari untuk menunjang berpikir ilmiah, bukan hanya untuk logika itu sendiri. Logika berkembang dari filsafat menjadi ilmu, yang memiliki objek yang dapat diamati dan dihitung. Terdapat dua jenis logika yaitu logika mayor dan minor.

Diunggah oleh

Aldin januar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
9K tayangan2 halaman

Logika Keilmuan

Dokumen tersebut membahas tentang logika keilmuan, khususnya silogisme dan induksi. Ia menjelaskan bahwa logika dipelajari untuk menunjang berpikir ilmiah, bukan hanya untuk logika itu sendiri. Logika berkembang dari filsafat menjadi ilmu, yang memiliki objek yang dapat diamati dan dihitung. Terdapat dua jenis logika yaitu logika mayor dan minor.

Diunggah oleh

Aldin januar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LOGIKA KEILMUAN

Pengantar Silogisme dan induksi

Kata pengantar

Sering kita dengar seseorang berkata Ah pendapatnya tidak logis , suatu pedapat yang
tidak logis pastilah berasal dari pikiran yang tidak logis pula , sebab pendapat merupakan
bentuk lahir dari proses berpikir yang bersifat rohani.

Sekarang persoalan kita adalah mengapa suatu pikiran itu tidak logis? Dan bagaimana
melogiskann pikiran itu? Inilah salah satu tujuan yang menarik dari pelajaran logika ( ilmu
manthiq ).

Logika hendaknya dipelajari bukan untuk logika itu sendiri ( logika murni ),
melainkan untuk menunjang ilmu-ilmu yang lain dalam persiapan berpikir ilmiah. Jadi,
dalam hal ini ,logika dipelajari sebagai ilmu normative. Inilah maksud utama pelajaran
logika.

Oleh karena itu, logika menjadi penting dipelajari bukan saja oleh mahasiswa yang
akan mempelajari filsafat, melainkan oleh setipa mahasiswa dalam rangka persiapan berpikir
ilmiah. Sangatlah ideal jika logika dipelajari oleh mahasiswa secara berdampingan dengan
metodologi riset.

Dalam melaksankan cita tersebut kita dihadapkan pada beberapa rintangan, antara lain
langkanya keputakaan untuk itu Oleh karena itu, dengan mengucap bismillah penulis
memberanikan diri Menyusun buku ini.

Memang buku ini di susun atas desakan mahasiswa, namun kami mengharapkan
banyak pula manfaatnya bagi siapa pun peminat ilmu ini. Isinya masih jauh dari sempurna.
Namun, tiada rotan, akarpun jadi/ Kritik-kritik yang bermanfaat dari pihak mana pun, kami
nantikan dengan terbuka. Terimakasih
BAB I

PENDAHULUAN

A. Ilmu ataukah filsafat


Segala yang diketahui manusia disebut pengetauan. Dalam garis besarnya
pengetahuan manusia tersebut dikelompokan menjadi tiga yaitu:
 Filsafat
 Ilmu
 Teknologi

Ketiga kelompok pengetahuan tersebut masing-masing tidak berdiri sendiri.


Ketiga saling berhubungan dan terkait secara fungsional.pilsapat merpakan
tiitik tolak dan landasan semua pengetahuan. Jika pengetahaun tersebut dan
landasan semua pengetahaun. Jika pengetahuan tersebut sudah bersfiat
operasional, maka di sebut ilmu. Adapun sebagi aplikasinya adalah teknologi.
Umpama: Filsafat, Fisika, Teknologi pertanian.

Filsafat adalah satu kegiatan penalaran manusia, merupakan salah satu unsur
yang khas dari eksistensi manusia. Filsafat merupakan kumpulan kegiatan penalaran
manusia yang bersifat menyeluruh, mendalam dan spekulatif. Filsafat pada pokoknya
terbagi menjadi tiga sebagai berikut.

1. Logika, yakni saran untuk mencari kebenaran yang kemudian berkembang


menjadi epistemology, motodologi, dan filsafat ilmu.
2. Metafisika, yakni puncak dari filsafat ontology (tentang wujud)
3. Etika, yakni inti dari filsafat aksiologi (tentang nilai). Kemudia berkembang
pula estestika dan filsafat nilai. Ilmu (teoritis positif atau teoritis emprik)
adalah pengetahuan yang berdasarkan berlakunya hukum sebab akibat. Ilmu
yang mengetahui gejala sesuatu. Ilmu mempunyai objek yang dapat di tangkap
dan dapat di perhitungkan. Objek ilmu baik yang bersifat kealaman maupun
yang bersigfat kejiwaan/kerohanian ingin memetic manfaat yang ditujukan
bagi kesejahteraan umat manusia (aspek teknologinya)
Jadi, logika yang tadinya merupakan bagian dari filsafat (sebut saja
filsafat logika) pada aspek filsafat berkembang menjadi filsafat epistemology.
Lalu dalam aspek keilmuan, logika berkembang menjadi logika dedukatif,
logika induktif, logika probabilitas, logika matematik dan seterusnya.
Oleh karena itu, kita mengenal dua macam logika yaitu
 Logika mayor
 Logika minor

Anda mungkin juga menyukai