MAKALAH KELOMPOK 6
ATURAN RANTAI
DOSEN PENAMPU: Hidayu Sulisti, S.Si., M.Pd
Disusun Oleh:
Riansyah (12118026)
Riskiadi (12118022)
Ademutia (12118020)
Kelas: 3A
PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
2022 M/ 1443 H
1
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr. wb
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karunian-
Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang “ATURAN RANTAI” dengan baik. Sholawat
serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Makalah aturan rantai ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah pelajaran “Kalkulus
Deferensial”, yang berfungsi sebagai kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan
kreativitas kerja mahasiswa.
Ucapan terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu selama
pembuatan makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat ini memiliki
kekurangan, maka dari itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari
semua pihak. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
para pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum wr. wb
Pontianak, 9 Desember 2022
Kelompok 6
2
DAFTAR ISI
COVER......................................................................................................................................
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Makalah
BAB II
PEMBAHASAAN
A. Aturan Rantai
B. Aturan Rantai untuk fungsi dua variabel
C. Aturan Rantai untuk fungsi tiga variabel
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aturan merupakan aturan yang digunakan untuk menyelesaikan turunan fungsi
komposisi. Aturan ini membantu menyelesaikan turunan fungsi yang terdiri dari
komposisi dua fungsi atau lebih. Cara menyelesaikannya adalah memecah komposisi
fungsi tersebut menjadi beberapa peubah.
Komposisi fungsi yang biasanya diturunkan dengan aturan rantai adalah bentuk
pangkat dari fungsi aljabar yang terdiri dari beberapa suku.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, aturan rantai menyatakan bahwa turunan
fungsi komposisi ditentukan dengan mengalikan fungsi terluar yang diturunkan terhadap
fungsi di dalam (f’ (g (x)) dengan turunan dari fungsi di dalam (g’(x)).
B. Rumusan Masalah
Pada latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimana Aturan Rantai untuk fungsi satu variabel?
2. Bagaimana Aturan Rantai untuk fungsi dua variabel?
3. Bagaimana Aturan Rantai untuk fungsi tiga variabel?
C. Tujuan Makalah
Tujuan dari makalah ini dibentuk ialah agar penulis dapat:
1. Mengetahui Aturan Rantai untuk fungsi satu variabel.
2. Mengetahui Aturan Rantai untuk fungsi dua variabel.
3. Mengetahui Aturan Rantai untuk fungsi tiga variabel.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aturan Rantai
Misal F ( x )=(2 x +1)5, amati bahwa F berupa fungsi komposisi. Untuk menghitung F ' ( x )
yang berupa turunan dari F ( x ) ,ada beberapa aturan yang harus dipahami, antara lain aturan
penjumlahan, aturan kali aturan penjumlahan, aturan kali, dan aturan rantai. Aturan rantai adalah
aturan untuk mencari turunan fungsi komposisi.
Aturan rantai untuk fungsi-fungsi komposit satu variabel ialah sebagai berikut.
Jika y=f ( x ( t ) ) dengan f dan x merupakan fungsi yang terdefinisi dan dapat diturunkan,
maka dalam notasi Leibniz dapat ditulis:
dy dy dx
= ∙
dt dx dt
Atau dalam notasi aksennya ialah:
( f ∘ g )' ( x )=f ' ( g ( x ) ) g ' ( x )
Jadi, F ' ( x ) untuk F ( x )=(2 x +1)5 adalah
F ' ( x )=5 (2 x +1)4 ∙ 2
F ' ( x )=10(2 x +1)4
Contoh:
60
1. Jika y=( 2 x 2−4 x+ 1 ) , carilah D x y ! ( D x y adalah diferensial dari y atau F ' ( x ) dari F ( x )
Penyelesaian :
Kita pikirkan y sebagai pangkat ke- 60 suatu fungsi x , yakni y=u 60 dan u=2 x 2−4 x+ 1
fungsi sebelah luar f(x) = u60 dan fungsi sebelah dalam adalah u=g (x)=2 x 2−4+1
Dx y = Dx f ( g ( x ))
= f ( u ) g ( u)
5
= ( 60 u59 ) ( 4 x−4 )
59
=60 ( 2 x2 −4 x +1 ) (4 x−4)
2. Jika f ( x)=sin(cos (tan x)) , maka carilah f ’ ( x ) !
Penyelesaian:
d
f ’ ( x)=cos(cos( tan x)) cos (tan x)
dx
¿ cos (cos( tan x))¿
2
¿−cos(cos(tan x))sin(tan x) sec x
3. D x ¿ adalah….
Penyelesaian:
4
D x (cos ( x 2+5 x +1 ) )
4
¿−sin ( x 2+5 x +1 ) . ¿ ¿
4 3
¿−sin ( x +5 x +1 ) .4 ( x +5 x+1 ) .(2 x+ 5)
2 2
3 4
¿−( 8 x+20 ) ( x +5 x+1 ) . sin ( x +5 x +1 )
2 2
B. Aturan Rantai untuk Fungsi Dua Variabel
Menurut Varberg, dkk. (2007: 265) ada dua versi aturan rantai untuk fungsi dua
variabel.
Versi Pertama jika z=f (x , y ) dengan x dan y adalah fungsi t , maka masuk akal untuk
dz
menanyakan , dan seharusnya ada rumus untuknya.
dt
Teorema A | Aturan Rantai
Misalkan x=x (t) dan y= y (t ) terdeferensiasikan di t dan misalkan
z=f ( x , y ) terdeferensiasikan di ( x ( t ) , y ( t ) ) . Maka z=f (x ( t ) , y ( t )) dapat
dideferensiasikan di t dan
dz ∂ z dx ∂ z dy
= +
dt ∂ x dt ∂ y dt
6
Contoh:
dz
1. Misalkan z=x 4 y , dengan x=2 t dan y=t 3. Carilah !
dt
Penyelesaian:
dz ∂ z dx ∂ z dy
= +
dt ∂ x dt ∂ y dt
¿ 4 x3 y (2)+ x 4 (3 t 2 )
¿ 8 x 3 y + x 4 (3 t 2)
¿8¿
¿ 8 ( 8 t 3 ) t 3 +16 t 4 (3 t 6)
¿ 64 t 6 +48 t 10
dz
2. Misalkan w=x 2 y 3 , dengan x=t 3 dan y=t 2. Carilah .
dt
Penyelesaian:
dw ∂ w dx ∂ w dy
= +
dt ∂ x dt ∂ y dt
¿ ( 2 xy 3 )( 3t 2 ) +( 3 x ¿ ¿ 2 y 2)(2 t ) ¿
¿ 6 x y 3 t 2+6 x 2 y 2 t
3
¿6t ¿
11 11
¿ 6 t +6 t
11
¿ 12 t
Versi Kedua Misalkan bahwa z=f (x , y ) dengan x=x (s , t) dan y= y (s ,t) . Maka masuk
akal untuk menanyakan ∂ z /∂ s dan ∂ z /∂ t
Teorema B | Aturan Rantai
Misalkan x=x (s , t) dan y= y (s ,t) mempunyai turunan-turunan parsial pertama di
( s , t ) dan misalkan z=f (x , y ) terdeferensiasikan di (x ( s , t ) , y ( s ,t ) ). Maka
z=f (x ( s , t ) , y ( s ,t )) mempunyai turunan-turunan parsial pertama yang diberikan
oleh:
∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y ∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y
1. = + 2. = +
∂s ∂ x ∂ s ∂ y ∂s ∂t ∂ x ∂t ∂ y ∂t
7
Contoh:
1. Jika z=3 x 2− y 2 dengan x=2 s +7 t dan y=5 st . Carilah ∂ z /∂ t , dan nyatakan dalam
bentuk s dan t!
Penyelesaian:
∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y
= +
∂t ∂ x ∂t ∂ y ∂t
¿ ( 6 x )( 7 )+ (−2 y ) ( 5 s )
¿ 42 ( 2 s+ 7 t ) −10 st (5 s)
2
¿ 84 s+294 t−50 s t
∂z ∂z
2. Tentukan dan jika z=f ( x , y )=x e y dengan x=2 s−t dan y=2 s+t !
∂s ∂t
Penyelesaian:
∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y
a) = +
∂s ∂ x ∂ s ∂ y ∂s
y y
¿ e (2)+ x e (2)
y
¿ 2 e ( 1+ x )
2 s+t
¿2e ( 2 s−t +1 )
∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y
b) = +
∂t ∂ x ∂t ∂ y ∂t
¿ e y (−1 )+ x e y (1)
y
¿ e ( x−1 )
¿ e 2 s+t (2 s−t−1)
C. Aturan Rantai untuk Fungsi Tiga Variabel
Jika x=x ( t ) , y= y ( t ) , dan z=z (t) fungsi yang diferensial di t , dan w=f ( x , y , z )
diferensial di titik ( x ( t ) , y ( t ) , z ( t ) ) , maka w=f ( x ( t ) , y ( t ) , z ( t ) ) diferensial di t , dan
dw ∂ w dx ∂ w dy ∂ w dz
= + +
dt ∂ x dt ∂ y dt ∂ z dt
Contoh:
∂w
1. Jika w=x 2 + y 2+ z2 + xy , dengan x=st , y=s−t , dan z=s+2 t , carilah !
∂t
8
Penyelesaian:
dw ∂ w dx ∂ w dy ∂ w dz
= + +
dt ∂ x dt ∂ y dt ∂ z dt
¿ ( 2 x+ y ) ( s ) + ( 2 y+ x ) (−1 ) + ( 2 z ) ( 2 )
¿ ( 2 st +s−t ) ( s ) + ( 2 s−2 t+ st )(−1 ) + ( 2 s +4 t ) 2
2 2
¿ 2 s t +s −2 st +2 s +10 t
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Aturan rantai untuk fungsi-fungsi komposit satu variabel ialah sebagai berikut.
Jika y=f ( x ( t ) ) dengan f dan x merupakan fungsi yang terdefinisi dan dapat diturunkan,
maka dalam notasi Leibniz dapat ditulis:
dy dy dx
= ∙
dt dx dt
Atau dalam notasi aksennya ialah:
( f ∘ g )' ( x )=f ' ( g ( x ) ) g ' ( x )
2. Menurut Varberg, dkk. (2007: 265) ada dua versi aturan rantai untuk fungsi dua
variabel.
Versi Pertama jika z=f (x , y ) dengan x dan y adalah fungsi t , maka masuk akal
dz
untuk menanyakan , dan seharusnya ada rumus untuknya.
dt
Teorema A | Aturan Rantai
Misalkan x=x (t) dan y= y (t ) terdeferensiasikan di t dan misalkan
z=f ( x , y ) terdeferensiasikan di ( x ( t ) , y ( t ) ) . Maka z=f ( x ( t ) , y ( t )) dapat
dideferensiasikan di t dan
dz ∂ z dx ∂ z dy
= +
dt ∂ x dt ∂ y dt
Versi Kedua Misalkan bahwa z=f (x , y ) dengan x=x ( s , t) dan y= y (s ,t ) . Maka
masuk akal untuk menanyakan ∂ z /∂ s dan ∂ z /∂ t
Teorema B | Aturan Rantai
Misalkan x=x (s , t) dan y= y (s ,t) mempunyai turunan-turunan parsial pertama di
( s , t ) dan misalkan z=f ( x , y ) terdeferensiasikan di ( x ( s , t ) , y ( s ,t ) ). Maka
z=f ( x ( s , t ) , y ( s ,t )) mempunyai turunan-turunan parsial pertama yang diberikan
oleh: 10
∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y ∂z ∂z ∂x ∂ z ∂ y
2. = + 2. = +
∂s ∂ x ∂ s ∂ y ∂s ∂t ∂ x ∂t ∂ y ∂t
3. Jika x=x ( t ) , y= y ( t ) , dan z=z (t) fungsi yang diferensial di t , dan w=f ( x , y , z )
diferensial di titik ( x ( t ) , y ( t ) , z ( t ) ) , maka w=f ( x ( t ) , y ( t ) , z ( t ) ) diferensial di t , dan
dw ∂ w dx ∂ w dy ∂ w dz
= + +
dt ∂ x dt ∂ y dt ∂ z dt
11
DAFTAR PUSTAKA
Varberg, Dale, dkk. 2007. Kalkulus Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
12