0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan1 halaman

Penanggulangan Demam Berdarah DBD

Dokumen ini membahas penanggulangan demam berdarah dengan tujuan menurunkan angka insidens dan kematian akibat penyakit ini. Dokumen ini menjelaskan definisi, tujuan, dan prosedur penanggulangan yang meliputi penemuan dan penanganan pasien, pelaksanaan penyelidikan epidemiologi, serta kerjasama antar unit terkait seperti dinas kesehatan dan rumah sakit.

Diunggah oleh

Ono CooL
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan1 halaman

Penanggulangan Demam Berdarah DBD

Dokumen ini membahas penanggulangan demam berdarah dengan tujuan menurunkan angka insidens dan kematian akibat penyakit ini. Dokumen ini menjelaskan definisi, tujuan, dan prosedur penanggulangan yang meliputi penemuan dan penanganan pasien, pelaksanaan penyelidikan epidemiologi, serta kerjasama antar unit terkait seperti dinas kesehatan dan rumah sakit.

Diunggah oleh

Ono CooL
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH

No. Dokumen :
SPO
No. Revisi :0
Tanggal Terbit : 1 Nopember 2022
Halaman : 1/1

UPTD PUSKESMAS
DTP dr. Hasan Hariri
KUTAWALUYA NIP : 19820411 201412 1 001

1. Definisi Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang di tularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus  yang sebelumnya telah terinfeksi oleh
virus Dengeu dari penderita DBD lainnya terutama menyerang anak-anak, ditandai
dengan panas tinggi, perdarahan dan dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini
termasuk salah satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah.
2. Tujuan 1.Menurunkan angka insidens kasus DBD sebesar 1/100.000 penduduk di daerah
endemis.
2. Tercapainya angka bebas jentik ( ABJ ) > 95 %.
3. Tercapai nya angka kematian DBD / CFR < 1 %.
4. Daerah KLB DBD < 5 %.
3. Kebijakan 1. Meningkatkan prilaku hidup bersih  sehat  dan kemandirian terhadap P2DBD.
2. Meningkatkan perlindungan Kesehatan masyarakat terhadap penyakit DBD.
4. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi program DBD.
5. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor
6. Referensi
7. Prosedur 1. Penemuan suspek penderita DBD baik aktif dan pasive di unit pelayanan kesehatan
dengan gejala tidak ada tanda kedaruratan dilakukan uji Tourniquet dan dilakukan
pemeriksaan laboratorium atau RDT.
2. Jika hasil positif dengan Jumlah  trombosit ≤ 100.000/µl, penderita di rujuk ke
Rumah Sakit.
3. Selanjutnya dilakukan Penyelidikan Epidemiologi di wilayah penderita dan apabila
memenuhi kriteria fogging maka dilakukan pengasapan dengan 2 siklus dengan
interval 1 minggu.
4. Jika hasil positif dengan Jumlah  trombosit > 100.000/µl,penderita tidak perlu di
rujuk cukup dilakukan kontrol dan tetap dilakukan Penyelidikan Epidemiologi di
wilayah penderita apabila memenuhi kriteria fogging maka dilakukan pengasapan
dengan 2 siklus dengan interval 1 minggu.
5. Dan jika hasil negatif maka akan diberikan pengobatan sesuai simptomatis.
6. Jika ditemukan penderita dengan tanda kedaruratan atau penderita dari Rumah
Sakit, PE dilaksanakan berdasarkan laporan dari RS ( S0 dan hasil laboratorium )
7. Apabila memenuhi kriteria fogging maka dilakukan pengasapan dengan 2 siklus
dengan interval 1 minggu.
8. Unit Terkait 1.       Dinas Kesehatan.
2.       Rumah Sakit
3.       UPTD Kesehatan/Puskesmas.
4.       Pustu.
5.      Poskesdes/Polindes.
9. DokumenTerkait 
10. Rekaman historis No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggalmulaiperuba
perubahan han

Anda mungkin juga menyukai