Anda di halaman 1dari 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMAN 03 Mukomuko


Mata pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X IPA / 2
Materi Pokok : larutan elektrolit dan non elektrolit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
 Dapat mengidentifikasi larutan elektroit dan non elektrolit berdasarkan hasil
percobaan
B. Langkah –langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan ( 15 menit )

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
2. Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan
untuk mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
3. Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan&manfaat) dengan
mempelajari materi : larutan elektrolit dan non elektrolit
4. Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti (metode praktikum) ( 105 menit )

Langkah Peserta didik diberitahukan tata tertib dilaboratorium, mempersiapkan


persiapan alat bahan yang diperlukan serta memahami petunjuk tentanglangkah-
langkah yang harus di tempuh selama praktikum secara sistematis.
Sebelum memulai praktikum siswa diperbolehkan untuk bertanya kepada
Langkah guru, siswa mengambil alat dan bahan yang dibutuhkan. Guru mengamati
pelaksanaan proses praktikum yang sedang berlangsung sambil memberikan dorongan
dan bantuan jika siswa kesulitan. Selama praktikum siswa mengamati
dan mencatat hasil yang didapatkan
Siswa membuat laporan sementara yang berisikan hasil penngamatan
Tindak lanjut yang telah dilakukan dan mendiskusi kan masalah-masalah yang
ditemukan selama praktikum serta membuat laporan praktikum sebagai
output dari praktikum yang dilakukan.
Kegiatan Penutup ( 15 menit )

1. Peserta didik dan guru merefleksi kegiatan.


2. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan dari hasil kegiatan Pembelajaran.
3. Guru Memberikan penghargaan( misalnya Pujian atau bentuk penghargaan lain
yang Relevan kepada kelompok yang kinerjanya baik.
4. Menugaskan Peserta didik untuk terus mencari informasi dimana saja yang
berkaitan dengan materi/pelajaran yang sedang atau yang akan pelajari.
5. Guru menyampaikan materi pembelajaran berikutnya.
6. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan doa.
C. Penilaian Hasil pembelajaran
1. Sikap : Lembar pengamatan
2. Pengetahuan : LK Peserta didik
3. Keterampilan : Kinerja dan Observasi

Mengetahui, Mukomuko, 2023


Kepala SMAN 03 Mukomuko Guru Mata Pelajaran

Amriadi, S.Pd., M.TPd Mely Agusti, S.Pd


NIP 19710825 200003 1 002

Lampiran

1. Teknik Penilaian (terlampir)


a. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian
sikap
Aspek Perilaku yang
N Dinilai Jumla Skor Kode
Nama Siswa
o h Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS

1 Soenarto 75 75 50 75 275 68,75 C

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 =
400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik,
maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya
sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya
menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi
yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan,
dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya
disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :
Jumla Skor Kode
No Pernyataan Ya Tidak
h Skor Sikap Nilai

Selama praktikum, saya ikut


1 serta mengusulkan 50
ide/gagasan.

Ketika kami praktikum, setiap


anggota mendapatkan
2 50
kesempatan untuk berbicara 250 62,50 C
dan mencoba

Saya ikut serta dalam


3 membuat kesimpulan hasil 50
praktikum kelompok.

4 ... 100

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100
= 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
4. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan
keterampilan

b. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian
ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)

Kesesuaian respon dengan


1
pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

Kesesuaian penggunaan tata


3
bahasa

4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor
maksimal dikali skor ideal (100)
2. Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit
A. Alat dan bahan
 3 buah baterai besar
 1 buah lampu bohlam kecil
 2 buah paku
 3 buah kabel sepanjang 20 cm
 Lakban hitam
 Karter
 Gunting
 Kardus
 Cuka
 Garam
 Gula
 Air

B. Langkah – langkah praktikum


a. Perakitan alat
 Siapkan kardus, buatlah lubang persegi panjang untuk jalan lakban, seperti
gambar di bawah ini

Sambungkan 3 buah baterai dengan kutub yang berlainan menggunakan


lakban
 Letakan baterai yang telah di sambung diatas karduskemudian rekatkan
menggunakan lakban melewati lubang persegi yang telah dibuat.
 Ambil kabel kan buka pembungkus kabel menggunakan karter, dilakukan
di kedua sisi
 Tempelkan kabel pada kutub (+) menggunakan lakban dan sisi lain dari
kabel direkatkan pada bagian bawah lampu bohlam menggunakan lakban
 Kemudian ambilah 1 buah kabel kembali, lilitkan kabel di sekeliling lampu
bohlam agar tidak bergeser rekatkan kembali menggunakan lakban
kemudian 1 sisi lain dari kabel dililitkan ke paku, rekatkan kembali.
 Pada sisi kutub (-) direkatkan juga kabel dan sisi lain dari kabel dililitkan
pada paku
 Untuk mengecek apakah alata sudah dapat bekerja dengan semestinya, jika
2 buah paku disatukan maka lampu bohlam akan menyala.
 Alat siap digunakan
b. Pengujian larutan
 Siapkan cuka, larutan garam, larutan gula
 Dimasukan masing-masing kedalam aqua gelas dan aqua gelas dikasih
label agar larutan tidak tertukar
 Kemudian masukan kedua paku kedalam cuka
 Amati dan catat perubahan yang terjadi
 Lakukan hal yang sama untuk larutan garam dan larutan gula
c. Pertanyaan
1. Jelaskan kenapa ketika paku di celupkan kedalam larutan – larutan ada yang
mengasilkan gelembung..?
2. Jelaskan kenapa ketika paku dicelupkan kedalam larutan – latuam ada yang
tidak menghasilkan gelembung..?
3. Kenapa ada larutan yang berubah warna ketika di masukan paku kedalam
larutan ..?
4. Jelaskan kenapa ada larutan yang dapat menghidupkan dan tidak
menghidupkan lampu bohlam..?

Anda mungkin juga menyukai