0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan6 halaman

Efektivitas Modern Dressing untuk Ulkus Diabetikum

1. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perawatan luka diabetik menggunakan metode modern dressing. 2. Hasilnya menunjukkan ada penurunan skor luka dan biaya perawatan menggunakan metode modern dressing. 3. Gambaran efektivitas perawatan luka diabetik menggunakan modern dressing dan konvensional di dua tempat perawatan luka menemukan penurunan skor luka yang lebih besar menggunakan modern dressing.

Diunggah oleh

azwar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan6 halaman

Efektivitas Modern Dressing untuk Ulkus Diabetikum

1. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perawatan luka diabetik menggunakan metode modern dressing. 2. Hasilnya menunjukkan ada penurunan skor luka dan biaya perawatan menggunakan metode modern dressing. 3. Gambaran efektivitas perawatan luka diabetik menggunakan modern dressing dan konvensional di dua tempat perawatan luka menemukan penurunan skor luka yang lebih besar menggunakan modern dressing.

Diunggah oleh

azwar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA :

NPM :
PEMBIMBING I :
PEMBIMBING II :
Efektivitas Perawatan Luka Menggunakan Metode Modern Dressing Pada Pasien Ulkus Diabetikum

Sumber sebagai Tujuan Design Populasi/ Kerangka Alat Ukur Hasil Penelitian Dimensi/ Country
Referensi Penelitian Penelitian Sampel Konseptual (Instrument) (Result) Tema (Penelitian (Negara
(Penelitian Kuantitatif) Kualitatif) Penelitian)
EFFECTIVENESS Untuk pre- 15 responden - BWAT (Bates- Data yang dianalisis Indonesia
WOUND CARE menganalisis experimenta penderita Jansen Wound menggunakan Paired T-
USING MODERN efektivitas l one group diabetes Assessment Tool) test. Hasil analisis data
DRESSING perawatan luka pre-test melitus yang yang digunakan Paired
METHOD TO menggunakan post-test mengalami T-test dengan tingkat
DIABETIC metode modern ulkus diabetik asignificance sebesar
WOUND dressing untuk 5% diperoleh ρ = 0.000.
HEALING pasien diabetes Nilai rata-rata
PROCESS OF melitus perkembangan luka
PATIENT WITH sebelum dan sesudah
DIABETES perawatan luka
MELLITUS IN menggunakan metode
HOME WOUND modern dressing telah
CARE menurun dari 39.67
menjadi 29.93. karena
Windu Santoso, perawatan luka dengan
Joyo Purnomo metode modern dressing
membuat lingkungan
International luka lembab sehingga
Journal Of kapitalisasi dan
Nursing and pertumbuhan proses
Midwifery, Volume granulasi menjadi lebih
1, Issue 2, August - cepat. Sehingga dapat
December 2017 disimpulkan bahwa ada
efek perawatan luka
menggunakan metode
modern dressing hingga
proses penyembuhan
luka dengan diabetes
melitus.
EFEKTIFITAS Untuk Eksperiment Sampel BWAT (Bates- Hasil penelitian yang Indonesia
PERAWATAN mengetahui semu berjumlah 8 Jansen Wound diperoleh dan dianalisis
LUKA KAKI efektifitas (quasy- orang pada Assessment Tool) dengan One-Way
DIABETIK perawatan luka experiment) masing- ANOVA. Diperoleh
MENGGUNAKAN kaki diabetik non masing bahwa nilai signifikansi
BALUTAN menggunakan equivalent kelompok (p) sebesar 0,000 untuk
MODERN DI balutan modern control yaitu variabel skor penurunan
RSUP SANGLAH group design kelompok derajat luka dan 0,019
DENPASAR DAN dengan balutan untuk variabel total
KLINIK DHALIA pendekatan konvensional biaya perawatan luka.
CARE prospektif dan kelompok Kedua variabel yang
balutan merupakan tolak ukur
S Tiara, NIW modern. efektifitas perawatan
Sukawana, NM luka menunjukkan nilai
Suindrayasa signifikansi (p) lebih
kecil daripada α (0,05)
Jurnal, PSIK sehingga menolak H0
Universitas yang bermakna ada
Udayana, 2012 perbedaan efektifitas
perawatan luka diantara
kedua kelompok yang
diuji yaitu kelompok
responden yang
menggunakan balutan
modern dan kelompok
dengan balutan
konvensional.

GAMBARAN Untuk Desain Populasi - BWAT (Bates- Dari hasil Indonesia


EFEKTIFITAS mengetahui yang dalam Jansen Wound penelitian Dari
PERAWATAN bagaimana digunakan penelitian ini Assessment data demografi
LUKA DIABETIK gambaran dalam berjumlah 4 Tool) responden
MENGGUNAKAN efektifitas penelitian responden, 2 berdasarkan jenis
MODERN perawatan luka ini responden kelamin
DRESSING DAN diabetik me bersifat sebagai ditemukan
KONVESIONAL nggunakan deskriptif kelompok mayoritas adalah
DI ASRI WOUND modern dengan intervensi dan laki - laki
CARE CENTER dressing dan pendekatan 2 responden berjumlah 3
DAN R.S.U konvesional di ekperimen sebagai responden (75%)
MARTHA Asri Wound semu kelompok dan minoritas
FRISKA MEDAN Care Center kontrol. adalah
TAHUN 2015 Medan dan perempuan
R.S.U. Martha berjumlah 1
Nurhaida Friska Medan. responden (25%).
Berdasarkan
Jurnal umur dan
IlmiahPANNMED, frekuensi
Volume 11 Nomor terbanyak ada
3, Januari – April pada rentang
2017 umur responden
41- 60 tahun yang
berjumlah 3
responden (75%)
dari 4 responden
penelitian.
Pada kelompok
intervensi didapat
nilai frekuensi 2
responden
(100%) sembuh.
Sedangkan pada
kelompok Kontrol
didapatkan hasil
frekuensi 1
responden (50%)
tidak sembuh.
Efektivitas Perawatan Luka Menggunakan Metode Modern Dressing Pada
Pasien Ulkus Diabetikum

A. Latar Belakang
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang
prevalensinya terus mengalami peningkatan di dunia, baik pada negara maju
ataupun negara berkembang, sehingga dikatakan bahwa diabetes melitus
sudah menjadi masalah kesehatan global di masyarakat. Jumlah penderita
diabetes telah meningkat dari 108 juta pada tahun 1980 menjadi 422 juta pada
tahun 2014, prevalensi diabetes meningkat lebih cepat di negara
berpenghasilan menengah dan rendah. Pada tahun 2015, diperkirakan 1,6 juta
kematian secara langsung disebabkan oleh diabetes. Hampir setengah dari
semua kematian akibat glukosa darah tinggi terjadi sebelum usia 70 tahun.
WHO memproyeksikan diabetes akan menjadi penyebab kematian ke tujuh di
tahun 2030 (WHO, 2017).
Komplikasi yang sering terjadi dari penyakit DM adalah ulkus
diabetikum. Ulkus diabetikum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak
dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien
Diabetes Mellitus (DM) akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh
darah arteri perifer. Ulkus diabetikum dapat dicegah dengan melakukan
intervensi sederhana sehingga kejadian angka amputasi dapat diturunkan
hingga 80%. Amputasi memberikan pengaruh besar terhadap seorang
individu, tidak hanya dari segi kosmetik tapi juga kehilangan produktivitas,
meningkatkan ketergantungan terhadap orang lain serta biaya mahal yang
dikeluarkan untuk penyembuhan.
Salah satu penanganan luka yang dewasa ini digunakan adalah
perawatan luka teknik modern dengan menggunakan metode dresssing.
Perawatan luka modern dipercaya lebih efektif dari perawatan luka
konvensional yang banyak digunakan di rumah sakit.
Dengan latar belakang masalah di atas peneliti mencoba untuk
mengetahui efektivitas perawatan luka ulkus peptikum dengan metode
modern dressing.

B. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana efektivitas perawatan luka ulkus diabetikum
dengan metode modern dressing.

C. Variabel Penelitian
Variabel independen penelitian ini adalah efektifitas perawatan luka dengan
metode modern dressing, sedangkan variabel dependen adalah ulkus
diabetikum

D. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen dengan
One Group Pre test-Post tets.

E. Sampel Penelitian
Sampel penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus (DM).

Anda mungkin juga menyukai