Indeks Kepuasan Pasien Puskesmas Manyak Payed
Indeks Kepuasan Pasien Puskesmas Manyak Payed
PENDAHULUAN
1
hidup sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan nya,mendapat lingkungan yang
baik dan sehat serta dapat memperoleh sarana prasarana pelayanan kesehatan
yang baik, dalam hal ini juga dapat dilihat bahwa kesehatan merupakan salah satu
bidang pelayanan publik yang dalam penyelenggaraannya merupakan wewenang
wajib Pemerintah pusat maupun daerah. Dimana dalam hal tersebut pemerintah
pusat maupun daerah bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan
kesehatan yang baik.
Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik menurut Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program
Pembangunan Nasional (PROPERNAS) adalah melalui penyusunan Indeks
Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai tolak ukur untuk mengetahui tingkat
kualitas pelayanan publik dengan menilai public unsure pelayanan sehingga
menjadi pendorong bagi setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan
kualitas pelayanannya menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 ada 9
unsur pelayanan yang menjadi inti pertanyaan yang harus diukur untuk melihat
tingkat kepuasan masyarakat yaitu: Persyaratan, Sistem,Mekanisme dan Prosedur,
Waktu Penyelesaian, Biaya/Tarif, Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan,
Kompetensi Pelaksana, Perilaku Pelaksana, Penanganan Pengaduan, Saran dan
Masukan, Sarana dan Prasarana.
Melalui survei ini diharapkan mendorong partisipasi masyarakat
sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggara pelayanan
serta mendorong penyelenggara pelayanan publik untuk meningkatkan
kualitas pelayanan dan melakukan pengembangan melalui inovasi-inovasi
pelayanan publik.
Salah satu dari sekian banyak bentuk perhatian pemerintah terhadap
peningkatan kesehatan masyarakat adalah melalui upaya pelayanan kesehatan
khususnya Puskemas,Berdasarkan Undang- Undang no 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan dikatakan bahwa Puskesmas merupakan pionir pemerintah dalam
memberikan pelayanan kesehatan terhadap masayarakat,puskesmas adalah unit
2
pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
Puskesmas sebagai unit pelaksana Dinas Kesehatan merupakan
penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertama di
wilayah kerjanya masing-masing dalam memberikan pelayanan prima bagi
masyarakat, Maka untuk mencapai keberhasilan tersebut diselenggarakan
berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh,berjenjang,dan terpadu.
Puskesmas Manyak payed adalah salah satu puskesmas yang dimiliki
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu unit pelayanan di puskesmas ini
adalah pelayanan instalasi rawat jalan. Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di
Puskesmas Manyak Payed selama dua tahun terakhir terjadi penurunan pasien dari
tahun 2016 ke tahun 2017. Turunnya jumlah kunjungan pasien di instalasi rawat
jalan juga diikuti tingginya kritik dari pasien tentang kualitas pelayanan yang
diberikan sehingga pasien tidak datang kembali untuk memanfaatkan pelayanan
rawat jalan di puskesmas. Fenomena penyebab turunnya jumlah kunjungan ulang
ini dikarenakan dokter yang datang tidak tepat waktu, dokter yang terlalu singkat
dalam memberikan penjelasan penyakit kepada pasien dan ketidakpuasan pasien
terhadap pelayanan yang diberikan di instalasi rawat jalan. Kemudian beberapa
sikap petugas kesehatan yang kurang tanggap dan ramah dan beberapa fasilitias
puskesmas yang kurang baik juga menjadi masalah bagi pihak puskesmas karena
pelayanan petugas yang kurang baik mengakibatkan turunnya jumlah kunjungan
ulang pasien di instalasi rawat jalan.
Masalah yang sering dihadapi secara umum oleh Puskesmas Manyak
Payed adalah puskesmas belum mampu memberikan sesuatu hal yang benar-benar
diharapkan pengguna jasa. Faktor utama tersebut karena pelayanan yang diberikan
berkualitas rendah sehingga belum dapat menghasilkan pelayanan yang
diharapkan pasien.
Setelah dilakukannya survei pendahuluan dengan melakukan wawancara
awal terhadap pasien, ditemukan bahwa dari hasil wawancara terhadap 7 orang
pasien rawat jalan yang baru pertama kali berkunjung ke Puskesmas Manyak
Payed, ditemukan sebanyak 3 orang mengeluhkan pelayanan kesehatan yang
3
diberikan dokter dan perawat belum sesuai dengan yang diharapkan. Pelayanan
yang dirasakan kurang baik antara lain: kepedulian, keramahan dokter, waktu
tunggu yang relatif lama dalam memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas.
Harapan pasien dapat dilihat melalui indikator kualitas pelayanan
kesehatan yang diberikan puskesmas sebagai provider. Persepsi pasien terhadap
kualitas pelayanan berlanjut pada proses terbentuknya persepsi secara umum
terhadap puskesmas. Persepsi pasien tentang kualitas pelayanan merupakan
penilaian menyeluruh atas keunggulan suatu jasa atau pelayanan, sehingga
kepuasan pasien dapat dilihat berdasarkan persepsinya atas kualitas pelayanan
yang diberikan ketika memanfaatkan puskesmas.
Fenomena pelayanan kesehatan yang belum sepenuhnya sesuai dengan
harapan pasien, sehingga banyak warga negara Indonesia berobat ke luar negeri.
Fenomena pasien Indonesia yang banyak memilih berobat di luar negeri
disebabkan karena masih buruknya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
Harapan pasien dapat dilihat melalui persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan
kesehatan. Persepsi pasien tentang kualitas pelayanan merupakan penilaian
menyeluruh atas keunggulan suatu jasa atau pelayanan, sehingga kepuasan pasien
dapat dilihat berdasarkan persepsinya atas kualitas pelayanan yang diberikan.
Dari ulasan di atas peneliti akhirnya tertarik untuk mengkaji lebih dalam
mengenai tingkat kepuasan pasien terhadap Pelayanan kesehatan yang di berikan
oleh Puskesmas Manyak Payed, karena peneliti ingin mengetahui Indeks
Kepuasan Masyarakat yang diberikan Pusat Kesehatan Masyarakat dalam
pelayanan kesehatan tersebut. Oleh karena itu atas dasar permasalahan di atas
maka peneliti melakukan penelitian mengenai “Indeks Kepuasan Masyarakat
Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Manyak Payed Kabupaten
Aceh Tamiang”
4
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang dan identifikasi masalah yang sudah dipaparkan di
atas, ada beberapa rumusan masalah yang akan menjadi acuan dari penelitian ini
yaitu, Seberapa besar Indeks kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
di Puskesmas Manyak payed?
5
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
6
Konsep kualitas sendiri pada dasarnya bersifat relatif, yaitu tergantung dari
perspektif yang digunakan untuk menentukan ciri-ciri dan spesifikasi. Pada
dasarnya terdapat tiga orientasi kualitas yang seharusnya konsisten satu sama
lain yaitu konsumen, produk/jasa, dan proses. Untuk yang berwujud barang,
ketiga orientasi ini hamper selalu dapat dibedakan dengan jelas, tetapi tidak
untuk jasa. Untuk jasa, produk, dan proses mungkin tidak dapat dibedakan
dengan jelas, bahkan produknya adalah proses itu sendiri. Konsistensi kualitas
suatu jasa untuk ketiga orientasi tersebut dapat menyumbang pada keberhasilan
suatu perusahaan ditinjau dari kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan, dan
profitiabilitas organisasi.
7
pasca konsumsi, bahwa suatu produk yang dipilih dapat memenuhi atau
melebihi harapan konsumen, sehingga mempengaruhi proses pengambilan
keputusan untuk pembelian ulang produk yang sama. Pengertian produk
mencakup barang, jasa, atau campuran antara barang dan jasa. Produk dari
puskesmas itu sendiri adalah jasa pelayanan kesehatan. Suatu pelayanan
kesehatan disebut sebagai pelayanan kesehatan yang bermutu apabila penerapan
semua persyaratan pelayanan kesehatan dapat memuaskan pasien, di dalamnya
mencakup penilaian terhadap kepuasan kesehatan, kesinambungan pelayanan
kesehatan, keterjangkauan pelayanan kesehatan, efisiensi pelayanan kesehatan
dan mutu pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan seharusnya mengacu kepada kepuasan konsumen.
Dalam pemahaman demikian maka dikenal adaya prespektif konsumen dalam
memberikan penilaian terhadap pelayanan kesehatan. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi perspektif pasien. Umumnya hal-hal tersebut menyangkut
kepuasan menggunakan produk atau jasa yang didapatkannya dengan cara
membayar. Konsumen memiliki hak untuk menyampaikan keluhannya terhadap
pelayanan kesehatan yang diterimanya dan kemudian memberikan penilaian
atas tanggapan yang diberikan oleh mereka yang menerima keluhan tersebut.
Mekanisme feed back inilah yang diharapkan akan meningkatkan mutu
pelayanan sarana pelayanan kesehatan.
Kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien merupakan
nilai subyektif, namun tetap ada dasar obyektif yang dilandasi oleh pengalaman
masa lalu, pendidikan, situasi psikis waktu pelayanan dan pengaruh lingkungan.
Khususnya mengenai penilaian performancepemberi jasa pelayanan kesehatan
terdapat dua elemen yang perlu diperhatikan yaitu teknis medis dan hubungan
interpersonal. Hal ini meliputi penjelasan dan pemberian informasi kepada
pasiententang penyakitnya serta tindakan yangakan dilakukan atas dirinya.
Hubungan interpersonal ini berhubungan dengan pemberian informasi, empati,
kejujuran, ketulusan hati, kepekaandan kepercayaan dengan memperhatikan
prifasi pasien.
8
Kualitas pelayanan kesehatan bagi seorang pasien tidak lepas dari rasa
puas bagi seseorang terhadap pelayanan yang diterima, kualitas yang baik
dikaitkan dengan kesembuhan dari penyakit, peningkatan derajat kesehatan,
kecepatan pelayanan, lingkungan pelayanan yangmenyenangkan, keramahan
petugas kemudahan prosedur, kelengkapan alat, obat-obatan dan biaya yang
terjangkau. Pelayanan kesehatan dikatakan berkualitas apabila mampu
menimbulkan kepuasan bagi pasien yang dilayaninya. Kualitas pelayanan
menjadi kunci dalam mencapai kepuasan pelayanan yang diberikan.
9
lama, pasien terbangkalai menunggu selama berjam-jam. Dalam hal ini terlihat
bahwa mutu pelayanan jasa dari kedua rumah sakit bervariasi menurut
pelayanannya.
4. Tidak tahan lama (perishability)
Jasa tidak tahan lama (service perishability) berarti bahwa jasa tidak dapat
disimpan untuk dijual atau dipakai kemudian. Sebagai contoh, rumah sakit
menyediakan 50 tempat tidur untuk pasien rawat inap. Namun pada saat
permintaan pelayanan rawat inap meningkat, maka jumlah tersebut tidak dapat
dipertahankan, sehingga rumah sakit harus meningkatkan luas tempat pelayanan
dan jumlah tempat tidur agar permintaan dapat dipenuhi.
10
1. Mcdonal & lawton (1977): output oriented measure
throughput,efficiency,effectiveness.
a. Effeciency atau efisiensi adalah suatu keadaan yang
menunjukan tercapainya perbandingan terbaik anatar masukan
dan keluaran dalam suatu penyelenggaraan pelayanan publik.
b. Effectivrness atau efektivitas adalah tercapainya tujuan yang
telah ditetapkan ,baik itu dalam bentuk target,sasaran jangka panjang
maupun organisasi.
11
penyelenggaraan dengan ukuran- ukuran eksternal yang ada di
masyarakat dan dimiliki oleh stake holders,seperti nilai dan norma
yang berkembang dalam masyarakat.
12
a. Kenyamanan ruangan (udara sejuk,tempat duduk)
b. Ketersediaan fasilitas penunjang (komputer dan lain-lain)
c. Ketersediaan tempat parkir
d. Penampilan pegawai
e. Kebersihan toilet
13
5. Tata krama (courtesy)/ kesopanan meliputi sikap sopan
santun ,respek,perhatian dan keramahan yang dimiliki contact
personnelseperti resepsionis,operator telpon dan lain-lain yang meliputi:
a. Keramahan dan sopan santun pegawai dalam melayani konsumen
b. Keramahan petugas satpam dalam menjaga keamanan perusahaan
c. Kesopanan penampilan pegawai (pakaian,sikap)
14
9. Komunikasi (communication), artinya memberikan informasi kepada
pelanggan dalam bahasa yang dapat mereka pahami, sert selalu
mendengarkan saran dan keluhan pelanggan yang meliputi hal-hal berikut:
a. Kejelasan tentang produk dan jasa layanan yang ditawarkan
b. informasi yang cepat dan tepat tenntang perusahaan tarif dan
ketentuan
c. Adanya komunikasi dua arah
d. Penyampaian informasi melalui iklan dan advertensi.
15
BAB 3
METODE PENELITIAN
16
6. Kompetensi pelaksana
Kompetensi pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh
pelaksana meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan pengalaman.
7. Perilaku pelaksana
Perilaku pelaksana adalah sikap petugas dalan memberikan pelayanan.
8. Maklumat pelayanan
Maklumat pelayanan adalah merupakan pernyataan kesanggupan dan
kewajiban penyelenggara untuk melaksanakan pelayanan sesuai dengan
standar pelayanan.
9. Penanganan pengaduan, saran,dan masukan.
Penanganan pengaduan, saran dan masukan, adalah tata cara pelaksanaan
penanganan pengaduan dan tindak lanjut.
17
3.4 Populasi dan Sample
3.4.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi untuk
pengambilan sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang
berkunjung ke Poli Puskesmas Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang
dengan jumlah kunjungan pasien rata-rata perbulan sebanyak 2.063 pasien.
3.4.2 Sample
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Sedangkan teknik sampling adalah merupakan teknik
pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam
penelitian. Teknik sampling yang digunakan oleh peneliti adalah probability
Sampling (memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk
dipilih menjadi anggota sampel), teknik Probaility sampling yang digunakan
adalah proportionate random sampling(pengambilan anggota sampel secara
acak dan proporsional secara acak). Jumlah Sampel yang akan di ambil dalam
penelitian ini sebesar 325 sampel. Besaran sampel dan populasi dapat
menggunakan tabel sampel dari Krejcie and Morgan atau dihitung dengan
menggunakan rumus:
dimana :
S = jumlah sampel
λ2 = lambda (faktor pengali) dengan dk =
1, taraf kesalahan bisa 1 %, 5 %, 10
%
N = populasi
18
P (populasi menyebar normal) = Q =
0,5 d = 0,0
Kriteria pemilihan sampel adalah sebagai berikut :
a. Semua pasien baru yang sudah menjalani pelayanan rawat jalan dari awal
mendaftar, sudah mendapatkan konsultasi, sampai dengan pengambilan obat.
b. Telah mencapai umur ≥ 17 tahun, dengan alasan mereka sudah dapat
menentukan keputusan yang akan diambilnya
c. Bersedia diwawancarai dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik.
Tabel 3.1
Skoring Item Instrumen
Pilihan Jawaban Skor
Sangat Setuju 4
Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setujuu 1
19
Sumber : Sugiyono, 2007
Dalam penelitian ini metode atau teknik pengumpulan data yang akan di
gunakan adalah sebagai berikut:
1. Kuesioner, merupakan alat penelitian yang digunakan sebagai instrumen
utama dalam penelitian ini. Kuesioner disusun berdasarkan Keputusan
Menteri Pendayaguanaan Aparatur Negara Nomor No. 14 Tahun 2017 tentang
pedoman umum penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan
Instansi Pemerintah.
2. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan
untuk melengkapi informasi secara lebih mendalam melalui pertanyaan
langsung dengan narasumber.
3. Observasi, merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan
secara langsung dengan obyek penelitian.
4. Dokumentasi, merupakan teknnik pengumpulan data dengan mempelajari
dokumen-dokumen guna melengkapi data yang telah terkumpul.
20
Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian SKM yaitu antara
25 – 100, maka hasil penilaian tersebut di atas dikonversikan dengan nilai
dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:
Indeks Kepuasan Masyarakat x 25
Tabel 3.2
Nilai Persepsi, Nilai Interval, Nilai Interval Konversi, Mutu
NILAI KINERJA
NILAI MUTU
NILAI INTERVAL UNIT
INTERVAL PELAYANAN
PERSEPSI KONVERSI PELAYANAN
(NI) (x)
(NIK) (y)
21
masing-masing unsur pelayanan dibagi dengan jumlah responden
yang mengisi.
2) Nilai indeks pelayanan
Untuk mendapatkan nilai survei unit pelayanan, dengan cara
menjumlahkan 9 unsur
3) Pengujian Kualitas Data
Data pendapat masyarakat yang telah dimasukkan dalam masing-masing
kuesioner, disusun dengan mengkompilasikan data responden yang
dihimpun berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, pendidikan
terakhir dan pekerjaan utama. Informasi ini dapat digunakan untuk
mengetahui profil responden dan kecenderungan penerima layanan.
22
BAB 4
HASIL PENELITIAN
Diagram 4.1
Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
(46,5%) (53,5%)
23
Berdasarkan data diagram di atas maka dapat di jelaskan bahwa data
responden berjumlah 325 orang yang menggunakan pelayanan kesehatan di
Puskesmas Manyak Payed berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari perempuan
berjumlah 174 orang (53,5%) dan laki – laki berjumlah 151 orang (46,5%).
Dengan demikian dapat diketahui bahwa dari 325 responden pengguna
pelayanan kesehatan di Puskesmas Manyak Payed lebih banyak responden
berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 174 orang (53,5%).
Diagram 4.2
Identitas Responden Berdasarkan Usia
24 jiwa
7,4% 36 jiwa
11,1%
109 jiwa
33,5% 109 jiwa
33,5%
66 jiwa
20,3%
90 jiwa
109 jiwa 27,7%
33,5%
109 jiwa
33,5%
109 jiwa
33,5%
24
berjumlah 109 orang (33,5%), usia 46-55 tahun berjumlah 66 orang (20,3%), dan
usia 56 tahun ke atas berjumlah 24 orang (7,4%).
Dengan demikian dapat diketahui dari 325 responden yang menggunakan
pelayanan kesehatan di Puskesmas Manyak Payed lebih banyak responden yang
berusia 36-45 tahun berjumlah 109 orang (33,5%).
Diagram 4.3
Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
16 jiwa 13 jiwa
13 jiwa 4,9 % 4,7 %
4%
88 jiwa
27,1%
25
26
Dengan demikian dapat diketahui jumlah pengguna pelayanan kesehatan
di Puskesmas Manyak Payed lebih banyak berpendidikan SD/Sederajat berjumlah
106 orang (32,6%).
Diagram 4.4
Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan
25 jiwa (7,7 %)
12 jiwa (3,7 %)
21 jiwa (6,5 %)
115 jiwa
(35,4 %)
110 jiwa
21 jiwa (6,5 %)
(33,8 %)
8 jiwa (2,5 %)
Tabel 4.1
Nilai IKM Unsur Persyaratan Pelayanan
Jumlah Responden Total Nilai Persepsi Jawaban Nilai IKM Kinerja
325 1019 3,13 Baik
2. Prosedur Layanan
Prosedur Layanan adalah kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan
kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan pelayanan. Prosedur
pelayanan diukur dengan pertanyaan,yaitu proses pelayanan sangat jelas dan
sederhana (tidak membingungkan).Gambaran prosedur pelayanan puskesmas
Manyak Payed adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2
Nilai IKM Unsur Prosedur Pelayanan
29
Dalam hal ini, proses pelayanan mengenai kesehatan di puskesmas
Manyak Payed sudah cukup sederhana atau tidak berbelit-belit, sehingga nilai
yang diberikan responden juga cukup tinggi yaitu 3,0646 atau masuk dalam
kategori baik. Secara Umum Responden merasa sudah cukup jelas dengan alur
yang harus dipenuhi.
3. Waktu Layanan
Waktu Layanan dideskripsikan sebagai kondisi waktu yang dibutuhkan
penerima layanan atas pelayanan yang mereka akses di puskesmas yang ada di
Manyak Payed. Dalam unsur ini akan dilihat kesesuaian kondisi di lapangan
dengan standar waktu yang telah ditetapkan. Kesesuaian standar dalam
penelitian dikaitkan dengan standar pelayanan minimal puskesmas.
Untuk mengukur kesesuaian standar diukur dari beberapa aspek, yaitu :
Petugas pelayanan memberikan pelayanan dengan tepat waktu, waktu tunggu
pelayanan di poli < 60 menit, Waktu tunggu hasil laboratorium < 30 menit,
waktu tunggu pelayanan obat < 30 menit, Jam pelayanan selalu buka pukul
08.00 s/d 13.00 dan jum’at (08.00-12.00).Gambaran bagaimana prosedur
pelayanan di puskesmas Manyak Payed adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Nilai IKM Unsur Waktu Pelayanan
Nilai
Total Nilai Persepsi Jawaban Kinerja
IKM
Pelayanan Tepat waktu 929 2,85 Kurang
Waktu tunggu poli < 60 menit 908 2,79 Kurang
Waktu tunggu hasil lab < 30 menit 921 2,83 Kurang
Waktu tunggu obat < 30 menit 925 2,84 Kurang
Jadwal Pelayanan 08.00 s/d 13.00 974 2,99 Kurang
Nilai IKM rata-rata 2,86 Kurang
30
Tabel di atas menggambarkan bahwa secara umum masyarakat
Manyak Payed merasa kurang puas terhadap waktu pelayanan di Puskesmas
Manyak Payed karena responden memberikan nilai dengan rerata sebesar 2.86
atau masuk dalam kategori kurang baik.
4. Biaya Layanan
Biaya pelayanan akan berkaitan dengan jumlah nominal yang harus
dikeluarkan pasien untuk mendapatkan jasa pelayanan dan berbagai alat dan
obat sebagai akibat dari proses pelayanan yang dilakukan oleh pihak
puskesmas. Gambaran bagaimana biaya pelayanan puskesmas Manyak Payed
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4
Nilai IKM Unsur Biaya Pelayanan
31
5. Produk Spesifikasi Layanan
Produk spesifikasi Jenis Pelayanan diukur berdasarkan pertanyaan berikut,
yaitu : Hasil Pelayanan yang diterima/dirasakan telah sesuai dengan harapan.
Gambaran bagaimana kepuasan masyarakat atas produk dan spesifikasi
layanan di Puskesmas manyak Payed dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.5
Nilai IKM Unsur Produk Spesifikasi Layanan
6. Kompetensi Pelaksana
Kompetensi Pelaksana petugas ditentukan oleh tiga aspek yaitu
kompetensi pelaksana yang meliputi keterampilan, kemampuan
berkomunikasi, memberikan informasi secara efektif; keahlian, ketelitian dan
kecermatan petugas, dan kehandalan petugas pelayanan dan kecepatan
pelaksana administratif. Gambaran kompetensi pelaksana dapat dilihat pada
tabel berikut:
32
Tabel 4.6
Nilai IKM Unsur Kompetensi Pelaksana
33
ini berarti responden merasa kurang paham terhadap informasi yang
disampaikan oleh petugas.
7. Perilaku Pelaksana
Perilaku pelaksana atau petugas dalam hal ini petugas puskesmas
ditentukan oleh kemudahan menemui atau menghubungi petugas ketika
dibutuhkan, dokter penanggung jawab selalu standby di tempat tugasnya,
petugas pelayanan selalu siap siaga merespon/melayani kapanpun di butuhkan,
petugas pelayanan selalu memberikan pelayanan dengan tutur kata yang baik
dan ramah. Gambaran perilaku Pelaksana dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.7
Nilai IKM Unsur Perilaku Pelaksana
34
kategori kurang baik. Hasil Nilai rerat unsur perilaku pelaksana dinilai kurang
baik dengan nilai 2,88.
Tabel 4.8
Nilai IKM Unsur Penanganan Pengaduan,Saran dan Masukan
35
Sarana dan prasarana dapat di nilai dari 2 aspek yaitu, kenyamanan dan
kerapian ruang tunggu, kenyamanan dan kebersihan ruang pemeriksaan.
Gambaran sarana dan prasarana dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.9
Nilai IKM Unsur Sarana dan Prasarana
36
Tabel 4.10
Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan
NO UNSUR PELAYANAN Nilai Nilai Mutu Kinerja
IKM Konversi Pelayanan
IKM
1 Persyaratan pelayanan 3,13 78,25 B Baik
37
Rerata Indeks Kepuasan masyarakat x 25
5.1 Kesimpulan
Puskesmas Manyak Payed merupakan unit pelaksana dinas kesehatan
yang memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat, maksud pembentukan Puskesmas Manyak Payed adalah dalam
rangka mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan masyarakat yang bermutu
dan profesional dan tersedianya pelayanan prima, namun masih di temukan nya
keluhan dari masyarakat tentang pelayanan kesehatan di Puskesmas Manyak
Payed sehingga perlu diukur untuk mengetahui seberapa besar
Indeks Kepuasan masyarakat sebagai acuan dalam mengetahui seberapa besar
Indeks Kepuasan masyarakat di Puskesmas Manyak Payed.
Berdasarkan hasil penelitian tentang pelayanan kesehatan yang di berikan
oleh petugas/pegawai kesehatan di Puskesmas Manyak Payed berdasarkan
pedoman penyusunan Permenpan No 14 tahun 2017 Indeks Kepuasan masyarakat
Di Puskesmas Mayak Payed Belum baik.
Hal ini berdasarkan hasil penelitian dari kuisioner yang telah diberikan
pada masyarakat pengguna pelayanan kesehatan di Puskesmas Manyak
Payed, Indeks Kepuasan masyarakat di Puskesmas Manyak Payed berada pada
nilai 74,41 pada hasil pengolahan data berdasarkan kuisioner kepada 325
responden. Sehingga mutu pelayanannya adalah “C” dengan kinerja unit
pelayanan Kurang Baik .
Dari hasil penelitian dan pembahasan penelitian Indeks Kepuasan
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Manyak Payed.
38
Penulis dapat menyimpulkan bahwa pelayanan kesehatan yang terlaksana di
Puskesmas Manyak Payed belum berjalan dengan baik dimana didapatkan hasil
indeks kepuasan masyarakat dilihat dari 9 indikator berdasarkan Permenpan no.14
Tahun 2017 dengan nilai rerata kepuasan masyarakat 2.97 dengan mutu pelayanan
C.
Berdasarkan pengukuran IKM yang mencakup 9 unsur yang tercantum
dalam Permenpan no 14 tahun 2017 dapat digunakan sebagai bahan evaluasi di
Puskesmas Manyak Payed guna lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan
tehadap masyarakat
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai Indeks Kepuasan
Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Manyak Payed penulis
memberikan masukan sebagai berikut :
1. Untuk mempertahankan dan memberikan pelayanan yang terbaik,
sebaiknya dokter dan perawat lebih memberikan perhatian yang khusus
terkait keadaan pasien saat memberikan pelayanan. Seperti dokter harus
lebih jelas dalam memberikan penjelasan terkait penyakit pasien serta
tidak terburu-buru dalam melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
2. Untuk mempertahankan dan memberikan pelayanan terbaik, sebaiknya
puskesmas terus melakukan peningkatan mengenai ketersediaan fasilitas,
jenis, atau variasi jasa pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Seperti
melakukan penambahan alat-alat medis baik di instalasi rawat jalan dan di
bagian pemeriksaan penunjang. Menyediakan alat pengeras suara agar
pasien mendengar ketika dipanggil masuk ke ruang poliklinik,
menyediakan televisi di ruang tunggu dan penambahan Koran dan majalah
agar pasien tidak bosan saat menunggu untuk mendapatkan pelayanan
3. Puskesmas Manyak Payed harus lebih meningkatkan nilai-nilai pada setiap
unsur yang telah tercantum pada Permenpan No 14 tahun 2017 agar
masyarakat dapat terlayani secara maksimal dengan melengkapi setiap
39
fasilitas kerja yang masih kurang baik, untuk mengatasi persoalan-
persoalan yang mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
5. Depkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014 tentang Pusat
40
7. Azwar A, Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan, Pustaka Sinar Harapan,
Jakarta, 1996.
Jakarta, 2010
Dokumen
Profil Puskesmas Manyak Payed Tahun 2015
41