PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN
KELUARGA BERENCANA
PUSKESMAS TUJUH BELAS
Jalan raya Dawar No.02 Kecamatan Tujuh Belas KP 79284
Email: puskesmastujuh17@gmail.com No Hp. 081352297082
KERANGKA ACUAN KEGIATAN PMT BERBASIS PANGAN LOKAL
PADA IBU HAMIL KEK
I. PENDAHULUAN
Ibu hamil memiliki kebutuhan makanan yang berbeda dengan ibu yang
tidak hamil, karena ada janin yang tumbuh dirahimnya. Kebutuhan makanan
dilihat bukan hanya dalam porsi tetapi harus ditentukan pada mutu zat-zat gizi yang
terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Untuk pertumbuhan maupun
aktivitas janin memerlukan makanan yang disalurkan melalui plasenta. Untuk
itu ibu hamil harus mendapat gizi yang cukup untuk dirinya sendiri maupun
bagi janinnya. Maka bagi ibu hamil, kualitas maupun jumlah makanan yang
biasanya cukup untuk kesehatannya harus ditambah dengan zat-zat gizi dan
energi agar pertumbuhan janin berjalan dengan baik. Selama hamil ibu akan
mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya agar siap membesarkan janin
yang dikandungnya, memudahkan kelahiran, dan untuk memproduksi ASI bagi
bayi yang akan dilahirkannya (Francin, 2005).
II. LATAR BELAKANG
Masalah gizi kurang pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian. Ibu hamil
dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselematan ibu dan
bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil KEK berisiko menurunkan
kekuatan otot yang membantu proses kehamilan sehingga dapat mengakibatkan terjadi nya
partus lama dan pendarahan pasca salin bahkan kematian ibu. Resikio pada bayi dapat
mengakibatkan terjadinya kematian janin atau keguguran, prematur, lahir cacat, bayi baru
lahir bahkan kematian bayi. Ibu hamil KEK dapat mengganggu tumbuh kembang janin,
yaitu pertumbuhan fisik, otak dan metabolisme yang menyebabkan penyakit tidak menular
di usia dewasa. Masalah ibu hamil KEK disebabkan konsumsi zat gizi yang kurang.
Besaran masalah gizi ibu berdasarkan Riskesdas 2018: prealensi ibu hamilKurang
Energi Kronis 17.3%. berdasarkan Studi Diet Total tahun 2014, lebih dari separuh ibu hamil
memiliki asupan energi sangay kurang (<70% angka kecukupan energi) dan sekitar separuh
iibu hamil mengalami kekurangan asupan protein (<80% angka kecukupan protein)
(Kementrian Kesehatan RI, 2014). Faktor resiko ibu hamil kurang energi kronis dapat
disebabkan asupan pangan yang tidak adekuat, penyakit yang diderita, tidak memadainya
akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, aktivitas fisik yang berlebih, air bersih dan hygiene
sanitasi yang buruk atau kombinasi diantaranya.
Rekomendasi WHO untuk memastikan pemenuhan gizi selama kehamilan, yaitu dengan
mendorong ibu hamil mendapatkan makanan bergizi seimbang dan pemenuhan kebutuhan
protein, Bersama itu dilakukan pemberian tablet tambah darah dan penguatan melalui
Pendidikan gizi serta konseling (WHO, 2013).
Kekurangan zat gizi makro berkaitan dengan kekurangan zat gizi mikro khususnya
Vitamin A,D, asam folat, zat besi, zenk, kalsium dan iodin. Penanggulangan ibu hamil KEK
harus dimulai sejak sebelum lahir bahkan sejak usia remaja putri. Upaya
penanggulangan tersebut membutuhkan koordinasi lintas program melalui konseling gizi
pada ibu hamil dengan KEK. Mulai Tahun 2012 Kementrian Kesehatan RI menyediakan
anggaran untuk kegiatan PMT Pemulihan bagi ibu hamil KEK melalui dan Bantuan
Operasional Kesehatan BOK di setiap Puskesmas. Oleh karena itu, kerangka acuan ini
dibuat agar menjadi acuan dalam kegiatan Pemberian PMT Berbasis Pangan Lokal Bumil
KEK di wilayah kerja Puskesmas Tujuh Belas.
III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Meningkatnya Status gizi ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan
2. Tujuan Khusus
a. Menurunkan prevalensi Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
b. Menurunkan prevalensi Ibu Hamil Risiko Kurang Energi Kronis (KEK)
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Kegiatan Pokok : Pemberian PMT pada ibu hamil KEK
Rincian Kegiatan:
1. Petugas mengukur lingkar lengan atas pada tangan ibu hamil menggunakan pengukur
lingkar lengan ( LILA ).
2. Petugas mencatat hasil pengukuran pada buku KIA
3. Petugas memberikan edukasi gizi
Dampak intervensi dipantau melalui kenaikan berat badan disesuaikan dengan status gizi ibu
Table pertumbuhan BB selama kehamilan direkomendasikan sesuai IMT₁ sebelum hamil
IMT₁ sebelum hamil Pertambahan BB Pertambahan BB Pertambahan BB total Pertambahan BB total
pada Trisemester 1 perminggu pada (kehamilan tunggal) pada Trisemester 2 dan
Trisemester 2 dan 3 3 (Kehamilan Ganda)
Kurus
(<18.5 kg/m₂) 1-3 kg 0.5 kg 12.5-18 kg
Normal
(18.5-24.9 kg/m₂) 1-3 kg 0.4 kg 11.5-16 kg 17-24 kg
Gemuk
(25.0-29.9 kg/m₂) 1-3 kg 0.3 kg 7-11.5 kg 14-23 kg
Obesitas
(>30.0 kg/m₂) 0.2-2 kg 0.2 kg 5-9 kg 11-19 kg
Standar makanan tambahan pangan lokal untuk ibu hamil
Komposisi kandungan Makanan Tambahan bagi ibu Hamil KEK
Zat Gizi Makanan Lengkap Makanan Kudapan
Energi 500-700 kkal 510-530 kkal
Protein (gr) 18.23% (29-34 gram) 18-23% (23-27 gram)
Lemak (gr) 20-30% (14-24 gram) 30-40% (19-23 gram)
Standar bahan Makanan Tambahan bagi ibu hamil KEK untuk disiapkan sebanyak 1
kali makan
Bahan makanan Makanan kudapan Makanan Lengkap
Berat Ukuran Rumah Berat Ukuran Rumah
(gram) Tangga (URT) (gram) Tangga (URT)
Makanan pokok (beras) 40 ½ gelas 75 ½ gelas
Lauk hewani 1 (telur) 60 1 butir besar Ikan 75g/ 1 ekor/
ayam 60g/
Lauk hewani 2 30-50 ½ potong sedang telur 60g/ 1 potong besar/
(ayam/ikan/daging) daging 60g 1 butir besar
1 potong besar
Lauk nabati 25 3 sdm/ ½ potong 50 2 potong sedang
(kacang2an/tempe/tahu) sedang
Sayur 50 ½ gela ukuran 100 1 gelas
250 ml
Buah 60 1 buah ukuran 100 1 buah ukuran
sedang besar/2 potong
Minyak/lemak 5 1 sdt 5 1 sdt
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Setiap ibu hamilm harus mendapatkan ANC terpadu mendapatkan ANC terpadu. Setiap
ANC dilakukan penapisan untuk mendeteksi masalah pada ibu hamil:
a. Jika Anemia saja : konseling gizi dan tatalaksana anemia
Anemia ringan (Hb 10-10.9 gr/dl) : TTD 2X1/hari sampai kadar Hb normal
Anemia sedang s.d dirujuk berat (<10 gr/dl ) dirujuk ke RS
Pemantauan kadar HB ibu hamil dengan anemia dilakukan setelah 3 bulan
terlaksana
b. Jika KEK/Risiko KEK saja : diberi MT disertai edukasi/konseling gizi
c. Jika KEK/Risiko KEK + Anemia :diberi MT , konseling gizi dan tatalaksana
anemia
d. Jika KEK/Risiko KEK +penyakit : diberi MT, konseling gizi, tatalaksana penyakit
penyerta atau dirujuk.
Jika ditemukan kadar Hb<10 gr/dl atau kenaikan BB tidak sesuai usia kehamilan
(dibawah 1 kg/bulan (T1) atau dibawah 2 kg/bulan (T2, T3), maka hharus di rujuk.
PMT bagi ibu hamil KEK/Risiko KEK siberikan selama minimal 120 hari.
VI. SASARAN
Yang menjadi sasaran distribusi PMT Berbasis Pangan Lokal Ibu Hamil Kurang Energi
Kronis dan Ibu Hamil berisiko Kurang Energi Kronis ( KEK) adalah Ibu Hamil yang
mempunyai ukuran LILA kurang dari 23,5 cm yaitu sebanyak….
VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan dilaksanakan dimulai dari bulan Juli sampai bulan Desember tahun 2023.
VIII. ANGGARAN
Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan anggaran biaya dalam rangka pencapaian
keluaran (outpur) melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang
Kesehatan Kabupaten Jembrana pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas I
Pekutatan Tahun 2023 sebesar Rp. 298.602.000,- (Dua ratus Sembilan Puluh delapan
juta enam ratus dua ribu rupiah ) dengan rincian anggaran biaya (RAB) per puskesmas
yaitu:
No Rincian Menu Kegiatan Kebutuhan
Biaya Rp.
1 Penyediaan bahan makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi 87.075.000
ibu
hamil kek
2 Penyediaan Belanja bahan, dan penyiapan PMT lokal Balita gizi 40.095.000
kurang.
3 Pelatihan tim pelaksana dalam penyiapan pemberian makanan 1.704.000
tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil kek dan bakita
gizi kurang tingkat kab/kota dan puskesmas
Jumlah 130.674.000
Rincian Anggaran Biaya (RAB) terlampir
IX. MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Monitoring dan evaluasi pada sasaran ibu hamil KEK diidentifikasi melalui ANC Rutin,
dikonfirmasi masuk kriteriadan ditangani sesuai tata laksana, kemudian dilakukan
monitoring evaluasi harian, mingguan, bulanan, Adapun aspek monev yang dilakukan
adalah konsumsi MT local harian pada ibu hamil, peningkatan BB seusuai kehamilannya
dan berat badan bayi lahir. Kegiatan monitoring evaluasi ini di laksanakan oleh Tim
pelaksana (puskesmas), Pengelola program di Dinkes Kab/Kota, Dinkes Provinsi, Pusat
(berjenjang).
Kartu Kontrol Konsumsi MT berbasis pangan lokal di ibu hamil KEK
Kartu Kontrol Konsumsi MT pada Ibu Hamil KEK Formular ini dicentang (v) pada tiap kolom
yang tersedia setiap kali ibu hamil mengkonsumsi makanan tambahan
Nama :
Usia ibu :
Usia Kehamilan dalam minggu :
Jangka Waktu Penerimaan MT :
Bulan 2
Minggu 1
Minggu 2
Minggu 3
Minggu 4
Bulan 3
Minggu 1
Minggu 2
Minggu 3
Minggu 4
MONEV MINGGUAN : Catatan PMT local dan Pemantauan BB Balita
N N Al N Tan Pemeberian ke- Berat Badan (kg)
o a am I ggal (isi kolom dengan paraf)
m at K pert
a ama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 d a Mi Mi Mi d
pem 0 s w nn ng ng s
beri t al gu gu gu t
an 1 2 3
FORMULIR PEMANTAUAN BULANAN KEPADA SASARAN BALITA (IBU BALITA)
(Diisi oleh Petugas kesehatan)
Provinsi : Nama Ibu :
Kabupaten : Umur : Tahun
Kecamatan : Usia kehamilan : Minggu
Puskesmas : Berat badan : kg
Desa : Tinggi Badan : cm
Posyandu : LILA : cm
No PERTANYAAN JAWABAN
1 Apakah balita ibu mendapat MT? Ya/tidak
2 Sejak kapan balita ibu menerima MT? Sebutkan
Trisemester 1
Trisemester 2
Trisemester 3
3 Jenis MT apa yang ibu terima ? Sebutkan
Makanan lengkap
Makanan kudapan
Keduanya
4 Dimana tempat ibu diberi MT? Sebutkan
Posyandu
Kelas ibu balita
Rumah
Lainya
5 Berapa kali MT dilakukan dalam 1 bulan ? Sebutkan
Setiap hari dalam sebulan
Tidak setiap hari dalam sebulan
6 Apakah ibu menyukai MT yang diberikan Ya/tidak
(Aspek, organoleptic,rasa, penyajian dll)? Dinilai dan habis atau tidaknya MT tersebut
dimakan
7 Alasan jika tidak menyukai MT : Sebutkan
Tidak suka
Tidak nafsu makan
Sudah kenyang
Sedang sakit
Lainnya
8 Apakah ada keluhan ibu pada saat dan setelah mengonsumsi MT dan bagaimana cara Ada/tidak
mengatasinya ? Jika ada sebutkan misalnya : muntah, diare,
sembelit dll.
9 Apakah ibu mendapat penyuluhan gizi seimbang pada saat pemberian MT?
ya
tidak
10 Pesan apa yang disampaikan pada kegiatan pemberian makanan tambahan bertahan
pangan local ?
11 Apakah ibu mengerti tentang pesan yang disampaikan ?
ya
tidak
12 Apakah ibu dapat mempraktikan pesan yang disampaikan di rumah ?
ya
tidak
Kondisi bayi ysng dilahirkan (diisi jiks ibu Hamil selama
intervensi PMT)
Lingkar Lengan Atas (LILA) 1 Berat badan bayi kg
Awal Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 2 Usia kandungan saat minggu
bayi lahir
3 Panjang bayi cm
………….., ……… 2003
Petugas pemantauan
( )
X. PENCATATAN DAN PELAPORAN
Pencatatan hasil pengukuran BB, PB atau TB, LILA dan konsumsi tablet tambah darah
serta makanan tambahan pada ibu hamil akan dicatat pada buku KIA dan laporkan
secara elektronik melalui sigizi terpadu pada menu pemantauan PMT.
Saat ini sedang dikembangkan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dimana pencatatan
oleh kader melalui aplikasi dan watshaap chatbot akan langsung terhubung pada
dhasboard SATUSEHAT.
Tim Pelaksana mencatat hasil Kegiatan PMT melalui formulir Monev PMT dan
pemantauan berat badan pada ibu hamil.
Tim Pelaksana mencatat dan melihat isian kartu control konsumsi PMT oleh sasaran
sebagai self-monitoring dan tindak lanjutnya misalnya menanyakan apakah sasaran
menyukai makanan tambahan yang diberikan, ada tidaknya keluhan setelah
mengonsumsi, serta memberikan edukasi.
Tim Pelaksana melaporkan hasil kegiatan PMT mulai dari tingkat Puskesmas, lalu
dilaporkan Dinkes Kab/Kota, Dinkes Provinsi, dan Pusat secara berjenjang
Mengetahui, Pekutatan, 1 Januari 2023
Kepala UPTD Puskesmas Tujuh Belas Pelaksana Kegiatan,
Sapari A.Md, KL, S.K.M Novia Putri Tanjung, S.Tr.Gz
NIP. 19840826 200902 1 004 NIP. 199711032022032014