PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA
DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
KECAMATAN LENANGGUAR
Jalan Lintas Sumbawa Lunyuk No 40 Kecamatan Lenangguar
KERANGKA ACUAN KERJA
PENDAMPINGAN RUJUKAN BALITA STUNTING/GIZI BURUK
I. PENDAHULUAN
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat merupakan salah satu amanat Undang-
Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 141. Upaya Perbaikan
Giziditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat
yangdilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampailanjut
usia, dengan prioritas pada kelompok rawan yaitu bayi, dan balita,remaja
perempuan, ibu hamil dan ibu menyusui.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
bidangKesehatan 20202024 telah ditetapkan bahwa percepatan perbaikan gizimasy
arakat di prioritaskan pada percepatan penurunan stunting dengantarget penurunan
stunting adalah 14% dan pada wasting sebesar 7% di tahun2024.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat
kekuranganenergi kronis pada 1000 hari kehidupan pertama. Anak Stunting didefinis
ikan dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standarpertumbuhan anak. Berd
asarkan definisi ini kejadian balita stunting ipengaruhi oleh kondisi kehamilan ibu.
Apakah ibu mendapatkan cukup energi selama kehamilannya atau tidak.
Stunting sangat berdampak pada kesehatan, dampak yang terjadi adalahkondi
si gagal tumbuh (berat badan lahir rendah, pendek, kecil, kurus),hambatan
perkembangan (kognitif dan motorik), gangguan metabolik padasaat dewasa (resiko
penyakit tidak menular seperti, diabetes, obesitas, stroke,penyakit jantung).
II. LATAR BELAKANG
Berdasarkan paparan bahwa balita stunting adalah dampak dari balita dengan
kondisi kurang gizi dalam waktu yang lama sehingga
pertumbuhandan perkembangannya terhambat serta pada saat kehamilan apakah
ibu hamil mendapatkan makanan yang cukup energi atau tidak perlu
dibuatkanrencana program yaitu pemberian makanan tambahan untuk balita
kriteriaT, balita gizi kurang dan ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi
kronis(KEK).
Balita dengan kriteria berat badan tidak naik dibandingkan dengan
hasilpenimbangan bulan lalu atau balita T dengan ditunjukkan dengan grafikKMS
adalah tanda tanda dari balita tersbut mengalami asupan makananyang inadekuat
yang apabila dibiarkan dapat berdampak pada perubahanstatus gizi menjadi gizi
kurang. Sehingga pemberian makanan tambahanbagi balita dengan kriteria Balita T
serta balita gizi kurang, dan ibu hamilKEK dapat mencegah terjadi kejadian stunting
di kemudian hari.
Pemberian Makanan Tambahan untuk balita kriteria T, balita gizi
kurang,dan ibu hamil KEK dilakukan setelah mendapat laporan dari hasilpenimbang
an dan pengukuran berat badan dan tinggi badan balita diposyandu dan di fasilitas
kesehatan lainnya.
Kriteria yang mendapatkan bantuan PMT adalah balita dengan status gizi
berat badan menurut tinggibadan kategori gizi kurang dan tinggi badan menurut
umur pendek atau
sangat pendek. Sehingga hasil akhir akhir dari PMT balita stunting ini diharapkan
ada kenaikan berat badan dan tinggi badan anak. Adapun untukibu hamil dengan
kondisi LILA kurang dari 23.5 cm. apabila ditemukanbalita gizi kurang pada usia
kurang dari 6 bulan maka pemberian PMTdiberikan kepada ibu agar kualitas dan
kuantitas ASI tetap baik.
III. TUJUAN
a. Tujuan umum
Sebagai acuan dalam pelaksanaan Pemberian makanan tambahan balita T,balita
gizi kurang dan ibu hamil KEK..
b. Tujuan Khusus
Untuk meningkat asupan makanan tinggi kalori dan protein guna mengejartumbuh
kembang balita untuk mencapai berat badan dan tinggi badan yang normal serta
mencegah kejadian ibu hamil KEK yang berdampak padakesehatan ibu dan anak
yang dilahirkan.
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN
a. Perencanaan
1) Penyusunan Kerangka Acuan
2) Pelaksanaan Kegiatan
3) Penetapan Tim Pelaksana tingkat Kecamatan, Desa dan Puskesmas
4) Verifikasi dan Penetapan Data Sasaran Penerima MT
5) Penetapan Lokasi Kegiatan
6) Penyusunan Siklus Menu sesuai Standar
7) Penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan (pembelian bahan makanan jasa dan
Manajemen)
b. Persiapan dan pelaksanaan
1) Persiapan (sosialisasi, pembekalan petugas)
2) Pembelian bahan makanan lokal sesuai siklus menu
3) Pengolahan bahan makanan sesuai dengan siklus menu
4) Pemberian MT berbahan pangan lokal disertai edukasi integrasi dengan Lintas
Program dan Lintas Sektor terkait
5) Memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penyakit
c. Pencatatan dan Pelaporan
1) Pencatatan dan pelaporan secara berjenjang dan berkesinambungan terhadap
data sasaran dan keluaran antara lain input, proses, output dan outcome.
2) Pencatatan dan pelaporan dilakukan dari tahap penentuan sasaran
sampai dengan berakhirnya intervensi PMT
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Mengumpulkan data jumlah sasaran balita dan ibu hamil penerimabantuan
pemberian makanan tambahan
2. Pembelian bahan makanan lokal sesuai siklus menu
3. Pengolahan bahan makanan sesuai dengan siklus menu
4. Pemberian MT berbahan pangan lokal disertai edukasi integrasi denganLintas
Program dan Lintas Sektor terkait
5. Memperhatikan protocol kesehatan untuk pencegahan penyakit
6. Pencatatan dan pelaporan dilakukan dari tahap penentuan sasaran
sampaidengan berakhirnya intervensi PMT
7. Rencana pemberian PMT total biaya perhari adalah Rp. 16.500. – Rp.21.500.
VI. SASARAN
a. Balita 6-59 bulan dengan kriteria T
b. Balita 6-59 bulan dengan status BB/U dan BB/TB(PB) kurang
c. Ibu Hamil dengan KEK dimana LILA <23.5 cm
VII. JADWAL PELAKSANAAN
Kegiatan dilakukan pada bulan Agustus 2024
VIII. SUMBER ANGGARAN
Sumber Anggaran Pembekalan tim pelaksana dalam penyiapan pemberian
makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi Bumil KEK dan Risiko KEK serta
Balita Bermasalah Gizi berasal dari BOK Puskesmas Tahun 2025 dengan rincian
Anggaran Sebagai Berikut :
Rincian Kegiatan Satuan Rincian Vol Harga Satuan Sub Total Jumlah Total
Kegiatan rangka pelatihan Orang 5 org x 1 hari x 1 Kec x 1 kali 5 Rp 60.000 Rp 300.000 Rp 3.290.000
tim pelaksana penyiapan
pemberian makan berbasis
pangan lokal bagi ibu hamil
Orang 5 org x 1 hari x 4 desa x 1 kali 20 Rp 40.000 Rp 800.000
KEK dan balita gizi kurang
Orang 30 org x 1 hari x 1 kec x 1 kali 30 Rp 48.000 Rp 1.440.000
Paket 1 paket x 1 hari x 1 Kec x 1 kali 1 Rp 750.000 Rp 750.000
paket 0 Rp -
IX. MONITORING DAN EVALUASI
1. Kegiatan monitoring dilakukan oleh PJ. Upaya Kesehatan Masyarakat agar
kegiatan berjalan sesuai dengan SOP. Monitoring dilakukan 3 bulan sekali
menggunakan Form monitoring yang disusun oleh Puskesmas.
2. Kegiatan evaluasi terhadapan pelaksanaan kegiatan dilakukan tiap bulan
terhadap petugas agar mengetahui berapa capaian target sasarang yang
datang mendapatkan pendampingan pemberian MPASI dan ASI Eksklusif.
Kegiatan ini dilkukan oleh petugas promosi kesehatan.
X. Pencatatan,pelaporan dan Evaluasi
a. Pencatatan dan pelaporan
Pencatatan hasil pengukuran BB, PB atau TB, LiLA, dan konsumsi
tablettambah darah serta makanan tambahan pada ibu hamil dan balita:
1) Catat pada buku KIA dan laporkan secara elektronik melalui SigiziTerpadu
pada menu Pemantauan PMT
2) Tim Pelaksana mencatat hasil kegiatan PMT melalui formulir monev PMT
dan pemantauan berat badan pada Ibu Hamil dan Balita
3) Tim Pelaksana mencatat dan melihat isian kartu kontrol konsumsi PMT
oleh sasaran sebagai self-monitoring dan tindak lanjutnya misalnya
menanyakan apakah sasaran menyukai makanan tambahan yang
diberikan, ada tidaknya keluhan setelah mengonsumsi, serta
memberikanedukasi
4) Tim Pelaksana melaporkan hasil kegiatan PMT mulai dari
tingkatPuskesmas, lalu dilaporkan Dinkes Kab/Kota, Dinkes Provinsi, dan
Pusatsecara berjenjang
5) Pencatatan dan Laporan Meliputi laporan kegiatan, surat tugas, surat
perjalanan dinas, undangan, dan dokumentasi.
Mengetahui :
Kepala UPT. Puskesmas
Kecamatan Lenangguar
Supiana, S.Kep. Ners
NIP. 19770820 200604 2 024
Penanggung Jawab Penanggung Jawab
Upaya Kesehatan Masyarakat Program Gizi Masyarakat
Ariska Aprilianti, A.Md.KG Fitri Ayu Astuti, S.Gz
NIP. 19930418 201903 2 003 NIP. 19930603 202012 2 006