Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar
Volume 2, Juli 2020
ISSN: 2621-8097 (Online)
The article is published with Open Access at: http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/KID]
Studi Litertur: Analisis Penerapan Model Problem Based
Learning Dalam Kurikulum 2013 Pada Materi Matematika Siswa
SD
Abstract:
Elementary school is a formal education that organizes education for six years for children aged 6-
12 years. This education makes students have a mindset in dealing with real things in everyday
life. . The 2013 curriculum is the curriculum that applies to the system in Indonesia, this 2013
curriculum replaces the 2006 curriculum which has been in effect for 6 years. The 2013 curriculum
has 3 aspects, namely: knowledge aspect, skill aspect, and attitude aspect. The 2013 curriculum has
added and streamlined materials such as Pkn, IPS, Indonesian, etc. And to this math material added,
Mathematics is one of the most important subjects and needs to be mastered in education,
especially for students. We will meet this mathematics at the appropriate PAUD level to tertiary
institutions. This learning model is a learning approach by presenting contextual problems so that
they can stimulate students, the existence of contextual problems is intended so that students are
able to think critically and have skills in solving problems. This research is included in the category
of types of literature study research. Those who seek information and analyze theoretical
references that are relevant to the problems of elementary students' mathematics material and the
influence of the PBL (Problem Based Learning) model in the 2013 Curriculum. The results of this
study were taken from various relevant reference sources, namely this PBL model can improve
student learning outcomes, and make students more active in conveying and solving problems in
everyday life. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the
Problem Based Learning (PBL) learning model in learning, namely the Problem Based Learning
(PBL) model can increase interest in learning, improve students' problem solving abilities, increase
student learning motivation, think critically, and improve learning outcomes students in 2013
curriculum-based learning.
Keywords: Mathematics, PBL,Curiculum 13
Abstrak :
Sekolah dasar merupakan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan selama enam tahun bagi anak yang berusia 6-12 tahun. Pendidikan ini
menjadikan siswa mempunyai pola fikir dalam menyikapi hal-hal nyata dalam
kehidupan sehari-hari. . Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang berlaku pada system di
Indonesia, kurikulum 2013 ini menggantikan kurikulum 2006 yang telah berlaku selama 6
tahun. Kurikulum 2013 ini memiliki 3 aspek , yaitu : aspek pengetahuan, aspek
keterampilan, dan aspek sikap. Didalam kurikulum 2013 ini ditambahkan dan di
rampingkan materinya seperti , Pkn,IPS, Bahasa Indonesa , dsb. Dan untuk materi
matematika ini ditambahkan,Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sangat
penting dan perlu dikuasai dalam pendidikan , apalagi untuk peserta didik. Matematika
ini akan kita temui pada jenjang PAUD hingga perguruan tinggi yang sesuai. Model
pembelajaran ini merupakan sebuah pendekatan pembelajarann dengan menyajikan
masalah yang kontekstual sehingga dapat merangsang peserta didik, adanya masalah yang
kontekstual ini dimaksukan agar peserta didik mampu berfikir secara krtis dan
keterampilannya dalam memecahkan masalah. Penelitian ini termasuk dalam kategori
jenis penelitian studi literatur. Yang mencari indormasi dan menganalisa referensi
Author Surname
teori yang relevan dengan permasalahan materi matematika siswa SD dan
pengaruh model PBL (Problem Based Learning) dalam Kurikulum 2013. Hasil dari
penelitian ini yang diambil dari berbagai sumber referensi yang relevan yaitu
model PBL ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa , dan membuat siswa kan
lebih aktif dalam menyampaikan dan menyelesaikan masalah dalam kehidpan
sehari harinya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran yaitu model Problem
Based Learning (PBL) dapat meningkatkan minat belajar, meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah peserta didik, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, berfikir
kritis, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran berbasis
kurikulum 2013.
Kata kunci: Matematika, PBL, Kurikulum 13
Copyright ©2020 Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar
Published by Universitas PGRI Madiun. This work is licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-
ShareAlike 4.0 International License.
PENDAHULUAN
Sekolah dasar merupakan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan selama enam tahun bagi anak yang berusia 6-12 tahun. Pendidikan ini
menjadikan siswa mempunyai pola fikir dalam menyikapi hal-hal nyata dalam
kehidupan sehari-hari. Di dalam proses menempuh pendidikan formal tentunya
membawa siswa untuk berperilaku dan berfikir positif sesuai dengan yang
diajarkan. Hal ini bisa menjadikan siswa untuk mencari cara dalam menghadapi
masalah yang membutuhkan penyelesaian (Choiriyah,2018). Upaya mendidik
supaya menjadikan anak-anak generasi penerus bangsa menjadi pribadi yang lebih
baik perlu adanya jalinan Kerjasama antara keluarga,sekolah,masyarakat ataupun
pemerintah khususnya melalui bidang pendidikan.
Matematika adalah suatu mata pelajaran yang diajarkan di bidang
pendidikan formal salah satunya yaitu di sekolah dasar. Matematika merupakan
ilmu deduktif karena dalam proses mencari kebenaran harus dibuktikan dengan
teorema,sifat,dan dalil setelah dibuktikan. Matematika juga merupakan ilmu
pengetahuan yang diperoleh dengan nalar yang menggunakan istilah definisi
dengan cermat,jelas, dan akurat (Maryati dan Priatna,2017). Dalam belajar
matematika tentunya ada permasalahan yang muncul dalam penyampaian kepada
siswa, karena setiap siswa mempunyai daya serap dan level pehamahan yang
berbeda. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan penguasaan konsep
matematika yang baik. Dalam melakukan hal tersebut dibutuhkan komitmen siswa
dalam memilih metode pembelajaran sebagai sesuatu yang bermakna maka tenaga
poendidik membutuhkan kemauan siswa dalam mencari hubungan konseptual
2
Author Surname
antara pengetahuan matematika yang dipelajari dengan fenomena-fenomena yang
terjadi dilingkungan sekitar sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Pada kenyataannya dari beberapa jurnal nasional dan internasional yang
relevan penulis mengkaji kemampuan PBL, buku, serta sumber data yang relevan
terhadap siswa masih rendah. Dalam proses pembelajaran tenaga pendidik lebih
banyak melakukan kegiatan belajar mengajar dengan ceramah, sedangkan siswa
hanya mendengarkan dan sebatas memahami sembari menulis apa yang telah
dijelaskan oleh tenaga pendidik. Tenaga pendidik hanya memberikan tugas yang
ada pada buku siswa tanpa menjelaskan maksud dari Latihan tersebut, sehingga
siswa kurang mampu memahami dan memecahkan masalah pada pembelajaran.
Kemudian pada saat proses belajar mengajar siswa kurang menunjukkan keaktifan
yang dimiliki didalam kelas, baik dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
tenaga pendidik maupun merespon atau menanggapi pertanyaan yang dilontarkan
oleh teman lain. Proses belajar mengajar seperti ini akan menghasilkan siswa yang
kurang mempunyai apresiasi ilmu pengetahuan, takut berpendapat, tidak berani
mencoba sehingga cenderung menjadi pembelajaran yang pasif dan tenaga
pendidik yang lebih aktif. Akan tetapi juga terdapat dalam jurnal dan sumber yang
relevan bahwasanya model problem based learning ini dapat meingkatkan hasil
belajar siswa, dan tentunya siswa akan lebih cenderung aktif menyuarakan
pendapatnya.
Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan oleh penulis,
permasalahan yang muncul pada penelitian yang dilakukan oleh surya (2017) ada
kendala yang dialami oleh tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar. Proses
pembelajaran masih terpusat kepada tenaga pendidik, tenaga pendidik belum
memberikan pengalaman secara langsung dan belum memberikan siswa suatu
permasalahan nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat proses
belajar mengajar berlangsung aktifitas pembelajaran masih kurang aktif, terbukti
dengan belum adanya siswa yang berani mengungkapkan pendapat yang dimiliki.
Satu pendapat dengan penelitian yang dilakukan oleh erlisnawati (2015) bahwa
proses belajar masih pasif dan guru yang lebih aktif, dalam proses belajar
mengajar kurang adanya hubungan dengan masalah kehidupan nyata siswa atau
lingkungan sekitar. Menanggapi masalah tersebut guru hendak membuat dan
memilih strategi, metode, atau model pembelajaran yang tepat yang melibatkan
siswa dalam berdiskusi kelompok, berfikir kritis, dan melibatkan siswa dalam
kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil penelitian, model Problem Based Learning mampu
membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah
matematika siswa dalam penyelesaian suatu masalah (Ekawati,2017). Model
Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang berbasis pada
pemecahan masalah yang dengan memberikan permasalahan yang ada di
kehidupan nyata sebagai sebuah konteks untuk para siswa dapat berlatih tentang
bagaimana cara berfikir kritis dan cerdas serta dapat memahami sebuah
permasalahan dan menganalisis bagaimana cara menyelesaikan permasalahan
3
Author Surname
tersebut (Harland, 2018). Model Problem Based Learning ini dimulai dari masalah
yang terjadi pada kehidupan nyata, sehingga siswa diberikan kesempatan untuk
memilih melakukan penyelidikan diluar sekolah untuk menyelidiki suatu masalah
yang terjadi dalam pembelajaran. Model Problem Based Learning tentunya
memiliki tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran diantaranya yaitu
membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah,
serta kemampuan intelektual, belajar berbagai peran orang dewasa melalui
keikutsertaan siswa dalam peran langsung atau simulasi (Faturrahman, 2016).
METODE
Penelitian ini termasuk dalam kategori jenis penelitian studi literatur. Yang
mencari indormasi dan menganalisa referensi teori yang relevan dengan
permasalahan materi matematika siswa SD dan pengaruh model PBL (Problem
Based Learning) dalam Kurikulum 2013 . Studi literatur adalah cara yang
digunakan untuk mengumpulkan berbagai informasi atau sumber sumber yang
relevan untuk dilakukan nya pengkajian yaitu pada penerapan Model Problem
Based Learning daam Kurikulum 2013 pada materi Matematika Siswa SD. Studi
literatur ini dapat ditemukan dari berbagai sumber sumber yang telah relevan,
seperti membaca buku yang berkaitan dengan topik yang diteliti, mencari jurnal,
dari internet dan bisa dengan perpustakaan. Oleh karena itu, studi literatur
membatasi kegiatannya pada bahan bahan koleksi perpustakaan saja tanpa
memerlukan studi kasus atau studi kepustakaan (Zed,2014). Teknik yang
dikumpulkan pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah dengan
menelusuri dan menelaah buku buku referensi dan jurnal terkait topik yang
dibahas. Sementara itu, untuk memperoleh hasil yang tepat dalam menganalisis
data, tim, penulis menerapkan analisis Miles dan Huberman (Suharjono,2019)
yaitu dengan tahap reduksi, data penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Kegiatan reduksi data ini dimaksudkan untuk memilih dan menyederhanakan
sedemikian rupa , memilih hal yang penting serta mencari topik dan pola yang
sesuai. Setelah kegiatan reduksi data , dilakukannya penyajian data dengan
menulis teks untuk memahami lebih jelas hal yang terjadi. Dan untuk yang terkhir
yaitu menarik kesimpulan yang sesuai.
PEMBAHASAN
KURIKULUM 2013
Kurikulum, menurut Suminah, dkk. (2015: 7) menjadi panduan bagi pendidik
dalam memfasilitasi program pendidikan berkualitas yang mendukung tujuan pendidikan.
Kurikulum bukanlah program statis yang berlaku sepanjang masa. Perubahan kurikulum
dimungkinkan dengan didasarkan pada kepentingan yang ingin dicapai pihak yang
menyelenggarakan. Pengertian Kurikulum 2013 sendiri menurut Susilo (2013:14)
diungkap dalam Undang Undang nomor 20 tahun tentang sistem Pendidikan nasional dan
dalam perarturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 yang merumuskan bahwa kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, materi atau isi / bahan
pelajaran serta metode cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang
berlaku pada system di Indonesia, kurikulum 2013 ini menggantikan kurikulum 2006
4
Author Surname
yang telah berlaku selama 6 tahun. Kurikulum 2013 ini memiliki 3 aspek , yaitu : aspek
pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap. Didalam kurikulum 2013 ini
ditambahkan dan di rampingkan materinya seperti , Pkn,IPS, Bahasa Indonesa , dsb. Dan
untuk materi matematika ini ditambahkan, ini disesuaikan dengan pembelajaran
internasional sehingga pemerintah berharap bisa menyeimbangkan system Pendidikan
yang terdapat di dalam negeri dan luar negeri. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk warga
Indonesia memilki pribadi yang beriman,produktif, kreatif, inovatif, afektif, serta mampu
mampu berkontribusi kepada masyarakat dan warga negara.Acuan dan prinsip
penysunan kurikulum 2013mengacu pada pasal 36 undang undang nomor 20 tahun 2003,
yang menyatakan bahwa penyusunan kurikulum harus memperhatikan peningkatan iman
dan takwa, akhlak mulia, potensi, kecerdasan dan minat bakat peserta didik, keragaman
potensi daerah dan lingkungan, , tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntutan
dunia kerja, perkembangan ilmu penetahuan, teknologi, seni, dan agama, dinamika
perkembangan global, dan persatuan nasional, dan nilai nilai kebangsaan (Kurniasih,
2014).
PBL (Problem Based Learning)
Menurut ( Sofyan dan Komariah, 2016:263) pembelajaran berbasis masalah (PBL)
adalah strategi pembelajaran yang menggerakkan sisiwa belajar secara aktif memecahkan
masalah yang kompleks dalam situasi realistik. Sejalan dengan Wulandari dan Surjono
(204:181) PBL adalah pemberian masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari
hari kepada siswa kemudian siswa secara berkelompok mencari alternatif solusi dari
permasalahan tersebut. Model pembelajaran ini merupakan sebuah pendekatan
pembelajarann dengan menyajikan masalah yang kontekstual sehingga dapat merangsang
peserta didik, adanya masalah yang kontekstual ini dimaksukan agar peserta didik mampu
berfikir secara krtis dan keterampilannya dalam memecahkan masalah. Model
pembelajaran PBL ini merupakan suasana pembelajaran yang diarahkan dalam sehari
hari. Proses belajar model ini mengarahkan peserta didik untuk mendapatkan ilmu baru,
dapat menganalisis berbagai pengetahuan yang dimilikinya, intinya bisa membuat peserta
didik untuk belajar secara mandiri untuk memberikan pengalaman. Duch ,menjelaskan
bahwa problem based learning ini adalah system belajar yang menantang peserta didik
dalam belajar mengenai cara belajar mereka. Bekerjasama secara kelompok , tujuan
dilakukan proses ini adalah mencari solusi dari mana permasalahan dunia secara nyata
dan terjadi adanya. Karakeristik dari model pembelajaran ini yaitu adanya permasalahan,
pembelajarannya berpusat pada siswa, siswa peka terhadap lingkungan belajarnya, dan
dapat menumbuhkan kemandirian
Berdasarkan beberapa pengertian diatasdapat disimpulkan bahwa model
pemelajaran Problem Based Learning (PBL)adalah suatu model pembelajaran yang
menyajikan masalah masalah pada kehidupan nyata sebagai pusat pembelajaran
siswadapat belajar memecahkan permaslahan tersebut, sehingga siswa dapat
meningkatkan keterampilan dan berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu masalah.
Masalah yang dijadikan dalam pembelajaran berhubungan dengan kenyataan yang dialami
oleh siswa. Dalam model pembelajaran Problem Based Learning dilakukan dengan cara
kolaboatif yaitu menggunakan kelompok kecil untuk menyelesaikan masalahnya. Model
pembelajaran Problem Based Learning ini menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses
belajarnya, tidak hanya mendengarkan saja akan tetapi siswa diajak untuk mencatat dan
menerapkan pengetahuan dan pendapatnya.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas model pembelajaran based learning
ini juga mempunyai kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari pembelajaran based
learning ini adalah :
5
Author Surname
1. Pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas belajar pesera didik.
2. Membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuannya dan dapat
bertanggung jawab dengan kewajibannya.
3. Peserta didik dapat dilatih untuk berfikir secara kritis dan terampil dalam
menyelesaikan masalahnya.
4. Problem Based Learning ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang
menyenangkan dan disukai oleh siswa.
5. Membantu siswa untuk memahami masalah dalam kehidupan sehari hari.
Sedangkan untuk kelemahan model pembelajaran based learning ini adaah :
1. Memerlukan banyak waktu dan biaya yang sangat mahal.
2. Aktivitasnya ini dilakukan diluar kelas sehingga pendidik tidak bisa memantau
3. Guru akan merasa kesulitan memberi tugas , jika peserta didik berjumlah banya.
Matematika
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sangat penting dan perlu
dikuasai dalam pendidikan , apalagi untuk peserta didik. Matematika ini akan kita temui
pada jenjang PAUD hingga perguruan tinggi yang sesuai (Zainil, Helsa, Zainil & Yanti ,
2018) matematika adalah suatu disiplin belajar di Lembaga Pendidikan yang ditawarkan
oleh peserta didik di tingkat seklah dasar maupun tingkat yang lebih tinggi. Menurut
Utami (2020), pembelajaran matematika bukan hanya sekedar orientasi pada hasil
akhirnya, namun lebih menekankan segala kegiatan dalam proses belajar mengajar yang
sedang berlangsung. Berdasarkan pendapat (Ulandari, Amry, & Saragih, 2019) dapat
dijelaskan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting
berkaitan dengan kehidupan manusia, karena hampir setiap bagian dari kita mengandung
matematika. Matematika memiliki peranan penting dalam penguasaan ilmu teknologi
yang sedang berkembang di era globalisasi ini, yang mana matematika perlu difungsikan
secara maksimal sebagai wadah dalam mengembangkan kecerdasan, pemahaman, dan
keterampilan yang dapat membentuk karakter dalam diri siswa untuk kehidupan sehari
hari. Matematika adalah ilmu yang mutlak, karena didasarkan pada dedukasi yang murni
merupakan satu kesatuan yang system dalam pembuktian matematika. Matematika sangat
erat kaitannya dalam kehidupan sehari hari , oleh karena itu hendaknya guru dapat
mengaitkan pembelajaran kehidupan sehari hari peserta didik atau nyata bagi peserta
didik. , Baik dari hal yang sederhana sampai hal yang membuthkan pemikiran yang lebih.
Matematika muncul dari dan berguna pada kehidupan sehari hari. Pelajaran matemaika
ini merupakan suatu kegiatan yang telah terencana bertujuan untuk memberikan
pengalaman belajar mengajar kepada peserta didik, sehingga memperoleh kemampuan
kompetensi dari mata pelajaran yang telah diberikan. Tujuan peelajaran matematika
berdasarkan kurikulum 2013 dalam kemendikbud yaitu menekan pada dimensi pedagogic
modern dalam pembelajaran yang saat ini dilakukan dengan menyemurnakan pola pikir
yaitu komunikasi yang terjalin yaitu dalam pembelajaran yang bersifat interaktif dan
menjadikan pusat pembelajarannya adalah siswa.
6
Author Surname
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian Wachrodin (2017) yang menyatakan penerapan
pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dapat meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil analisis yang terdapat pada jurnal yang
berjudul (Penerapan Model Pembelejaran Based Learning untuk Meningkatkan Hasil
Belajar siswa, Hadist Awalia Fauzia) dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan
model probem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Peningkatan hasil belajar siswa yang semula 5% sampai yang tertinggi 40% dengan rata
rata 22,9%. Rata rata hasil belajar siswa sebelum penelitian tindakan kelas adalah 65,042
dan setelah dilakukanpenelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran
based learning terjadi peningatan menjadi 79,808. Permasalahan yang terjadi di 10
sekolah dasar yang diteliti khusunya pada pelajaran matematika adalah cara guru yang
mengajar dengan menggunakan metode ceramah , menjelaskan materi didepan kelas,
kurang menarik dan berpusat kepada siswa. Permasalahan lainnya yaitu keaktifan peserta
didik dalam pembelajaran masih kurang , karena pemilihan model yang kurang tepat.
Hasil analisis menurut penelitian (Wizatul Zaidah&Melva Zainil , 2020) berdasarkan 25
dan 10 buku dapat disimpulkan bahwa model PBL ini dapat meningkatkan hasil belajar
siswa dalam pembelajaran matematika disekolah dasar. Hal tersebut dapat dibuktikan
dari data pada tabel 1 dan tabel ll yang menungkapkan bahwa adanya kenaikan hasil
belajar siswa dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2. Selain itu penerapan Model Project
Based Learning siswa akan lebih aktif semakin kreatif, kepercayaan diri siswa, dan
kemampuan bekerja mandiri dalam membuat dan menyelesaikan suatu proyek.
Berdasarkan hasil penelitian (Junika,Nehru,dkk , 2021) berdasarkan hasil studi literatur
kajian Pustaka dari beberapa jurnal nasional dan internasional , buku serta sumber
sumber data yang dianggap relevan dengan penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa
model PBL ini merupakan model yang sangat baik dan dapat meningkatkan kemapuan
pemecahan masalah siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori belajar yang
mendukung model PBL dan berhasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah siswa. Berdasarkan hasil penelitian (Etty Arwati,Tanzimah, Noviat, 2022)
Sebelum peneliti melakukan uji coba instrument soal terlebih dahulu, yang mana uji coba
instrument soal dilakukan pada kelas V yang berjumlah 29 siswa. Banyak soal yang di
ujikan adalah 20 soal tes pilihan ganda yang akan dilakukan uji Validitas dan Uji
Reliabilitas sebelum dilanjutkan pada penelitian yang sesungguhnya. Setelah dilakukan Uji
Validitas dan pada 20 butir soal tersebut didapatlah hasil bahwa terdapat 14 soal yang
valid dan 6 soal yang unvalid dan juga Uji Reliabilitas juga menunjukan bahwa data
Reliable untuk dilanjutkan atau digunakan. Setelah diketahui terdapat 14 soal yang
reliable peneliti memilih 10 soal untuk dijadikan soal Preatest dan Posttest. Preatets
dilakukan pada kelas untuk mengetahui kemampuan awal sebelum diberikan perlakuan,
dan rata-rat yang didapatlah pada Preatest yaitu 59.3103 dan Posttest yaitu 82.1429.
untuk mengetahui perbandingan antara preatest dan posttest tersebut dilakukan uji
Independent T Test yang menunjukan hasil signifikan sebesar 0.000 < 0,05 atau thitung =
6.733 > ttabel = 2.67303 maka di simpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara
preatest dan posttest pada kelas V. Hasil penelitian ini didukung oleh teori dalam bukunya
Hosnan (Hosnan M. , 2014, p. 295) Model Problem Based Learning (PBL) adalah
pembelajran yang menggu-nakan masalah nyata (autentik) yang tidak terstruktur bersifat
terbuka untuk siswa mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah, berpkir
kritis dan memb-angun pengetahuan baru. Selanjutnya hasil penelitian diatas diperkuat
oleh pendapat (Sutrada & Sukma, 2020, p. 143) Mengemukakan Problem Based Learning
merupakan salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan
suatu masalah dan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi sesuai dengan
pengetahuan yang mereka miliki dan disertai dengan alasan logis sehingga siswa
mendapatkan pengalaman belajar melalui kegiatan yang mereka lakukan. Problem Based
Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata yang tidak
7
Author Surname
terstruktur dan bersifat terbuka, Konteks pembelajaran berbasis masalah dan berfikir
kritis serta sekaligus membangun pengetahuan baru. Berdasarkan hasil penelitian
(Alghany Nurhadiyati, Rusdinal, Yanti Fitria, 2021) dari hasil pengolahan data pre-test dan
post test, uji normalitas, uji homogenitas,dan uji-t Hipotesis , didapat nilai t stat sebesar t
stat (26,605) > t tabel (1,729), yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima pada taraf 5%.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran
Model PjBL terhadap hasil belajar di kelas IV. Peneliti melaksanakan penelitian di kelas IV
di SD Negeri 01 Sungai Kamuyang tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah sampel
siswa kelas IV sebanyak 20 orang. Dari hasil analisis data didapat kelompok eksperimen
homogen. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat dijabarkan bahwa terdapat
pengaruh pembelajaran Model PjBL terhadap hasil belajar di kelas IV. Hasil analisis
perhitungan diperoleh nilai t hitung adalah 26,605 dan t tabel 1,729. Jika t hitung> t tabel
maka hipotesis awal ditolak, berarti hipotesis H0 ditolak dan hipotesis penelitian diterima.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran PjBL
memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran yaitu model Problem
Based Learning (PBL) dapat meningkatkan minat belajar, meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah peserta didik, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, berfikir
kritis, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam berbasis kurikulum 2013.
Dengan demikian menggunakan pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan
pengalaman siswa dalam mengorganisasikan proyek, mengalokasikan waktu, dan
mengelola sumber daya seperti peralatan dan bahan untuk menyelesaikan tugas.
DAFTAR PUSTAKA