View metadata, citation and similar papers at core.ac.
uk brought to you by CORE
provided by E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset,...
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN
UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN
DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE
FORWARD CHAINING
Hariyadi, S.Kom, M,Kom 1, Dr. Tri Irfa Indrayani, M.Pd2
Program Studi Teknik Elektro1, Prodi Manajemen2
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Email: hariyadi@umsb.ac.id
Submission: 21-04-2018, Reviewed: 29-05-2018, Accepted: 12-06-2018
https://doi.org/10.22216/jit.2018.v12i3.626
ABSTRACT
IP value (GPA) is the target of student achievement in getting the academic results that will
determine student satisfaction for what he has mastered during the lectures. To achieve IP
good value and very satisfying, students should maximize their academic achievement to get
the value of the test with good results on the course taken. If there is a failure or repair value
value then the required courses are remedial academic procedures. With the implementation
of an expert system to determine remedial courses will help the academic authorities,
lecturers and tutors in providing remedial policies taken can be continued or not. The design
of this system using the method of Forward Chaining with implementation of the system
using a Microsoft Access database system and Software Development Visual Basic 6.0.
From the design of the system is made, it can be obtained a policy for students as well as the
consideration of academic, lecturer and mentor on remedial process done by the students.
Keywords: Expert System, Forward Chaining, remedial, courses
ABSTRAK
Nilai IP (Indeks Prestasi) merupakan target pencapaian mahasiswa dalam
mendapatkan hasil akademik yang nantinya menentukan kepuasan mahasiswa terhadap apa
yang telah dikuasai selama perkuliahan. Untuk mencapai nilai IP yang baik dan sangat
memuaskan, mahasiswa harus memaksimalkan prestasi akademiknya untuk mendapatkan
nilai ujian dengan hasil yang baik terhadap matakuliah yang diambil. Jika terjadi kegagalan
nilai atau perbaikan nilai matakuliah maka dibutuhkan prosedur akademik yaitu remedial.
Dengan Implementasi sistem pakar dalam menentukan matakuliah remedial akan membantu
pihak akademik, dosen maupun pembimbing dalam memberikan kebijakan remedial yang
diambil bisa dilanjutkan atau tidak. Rancangan sistem ini menggunakan metode Forward
Chaining dengan implementasi sistem menggunakan sistem database Microsoft Access dan
Software Development Visual Basic 6.0. Dari rancangan sistem yang dibuat maka dapat
diperoleh sebuah kebijakan untuk mahasiswa maupun pertimbangan dari akademik, dosen
dan pembimbing atas proses remedial yang dilakukan mahasiswa.
Kata Kunci : Sistem Pakar, Forward Chaining, remedial, matakuliah
PENDAHULUAN nilai IP yang baik dan sangat
Nilai IP yang didapat tentunya memuaskan, mahasiswa harus
merupakan akumulasi dari matakuliah- memaksimalkan prestasi akademiknya
matakuliah yang diambil selama untuk mendapatkan nilai ujian dengan
semester perkuliahan. Untuk mencapai hasil yang baik terhadap matakuliah
LLDIKTI Wilayah X 231
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
yang diambil, agar menyelesaikan dibatasi permasalahan yang diangkat,
perkuliahan tepat waktu (3,5 – 4 Tahun yaitu :
untuk Program S1). 1. Sistem Pakar ini berbasis aplikasi
Istilah remedial biasanya yang berbasiskan Visual Basic
dikenal dengan Semester Pendek pada 2. Sumber pengetahuan diperoleh
Perguruan Tinggi lainnya syarat utama dari pakar (Akademik, dosen,
dalam pengambilan Remedial ini adalah pembimbing) dan buku-buku
matakuliah yang diambil harus yang mendukung.
mempunyai nilai, dan hanya nilai C, D, 3. Studi kasus dilakukan pada
dan E. mahasiswa Universitas
Adakalanya Nilai yang didapat Muhammadiyah Sumatera Barat.
terkadang belum memuaskan (C, D) 4. Metode yang digunakan dalam
bahkan mendapatkan nilai gagal (E). penyelesaian masalah ini adalah
Untuk mengatasi nilai matakuliah Forward Chaining.
tersebut, mahasiswa biasanya melakukan
Remedial yang biasanya ditawarkan Tujuan penelitian ini adalah:
pada akhir semester setelah UAS selesai 1. Menganalisa data-data tentang
pada tiap semester. Remedial
Mahasiswa yang akan melakukan 2. Memahami cara kerja Sistem
Remedial tentunya harus mengetahui Pakar dalam menentukan
apakah matakuliahnya ini wajib diulang matakuliah yang akan di
atau tidak, dan tentunya juga bagian Remedialkan berdasarkan
akademik serta dosen pembimbing pun metode Forward chaining.
juga harus bisa memberikan arahan 3. Merancang suatu Sistem Pakar
terhadap pilihan yang dilakukan untuk menentukan matakuliah
mahasiswa tersebut. Untuk bisa yang akan di Remedialkan serta
mengatasi ini semua dibutuhkan bisa menentukan matakuliah
pengambilan keputusan yang tepat dan tersebut dilaksanakan apakah
saling menguntungkan antara mahasiswa harus mengulang pada semester
dan akademik, mahasiswa bisa bawah.
memperbaiki nilainya dan akademik pun 4. Membangun Sistem Pakar yang
bisa memberikan yang terbaik terhadap mampu meningkatkan
mahasiswa. kemampuannya tanpa harus
diprogram secara manual.
Dalam penelitian ini dapat 5. Menguji Sistem Pakar kedalam
dirumuskan beberapa masalah sebagai sebuah software sistem pakar.
berikut :Bagaimana merancang Sistem
Pakar untuk menentukan matakuliah LANDASAN TEORI
yang akan di Remedialkan diambil, Kecerdasan Buatan
harus dengan kuliah khusus (Remedial) Kecerdasan buatan dapat
atau mengulang pada semester bawah ?, didefinisikan sebagai mekanisme
Bagaimana menggunakan metode pengetahuan yang ditekankan pada
Forward chaining dalam menentukan kecerdasan pembentukan dan penilaian
matakuliah yang akan di Remedialkan ? pada alat yang menjadikan mekanisme
itu, serta membuat komputer berpikir
Untuk menghindari terjadinya secara cerdas. Kecerdasan buatan juga
pembahasan di luar ini maka perlu dapat didefinisikan sebagai salah satu
LLDIKTI Wilayah X 232
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
bagian ilmu komputer yang membuat 2010). Menurut Guspa (2013) Sistem
agar mesin (komputer) dapat melakukan Pakar adalah sebuah program komputer
pekerjaan seperti dan sebaik yang yang mensimulasikan proses pemikiran
dilakukan manusia. seorang ahli untuk memecahkan masalah
Teknologi kecerdasan buatan berupa keputusan yang komplek dalam
dipelajari dalam bidang-bidang, seperti: domain tertentu. Sistem Pakar adalah
robotika, penglihatan komputer sebuah program yang berprilaku seperti
(Computer Vision), jaringan saraf tiruan seorang ahli pada bidang tertentu
(Artifical Neural System), pengolahan (Deepa, 2012)
bahasa alami (Natural Language
Processing), pengenalan suara (Speech Ada 2 cara yang dapat dikerjakan
Recognition), dan Sistem Pakar (Expert dalam melakukan inferensi yaitu (Sri
System). Kusumadewi, 2003):
Pakar adalah seseorang yang 1. Forward Chaining adalah
mempunyai pengetahuan, pengalaman, pencocokan fakta atau pernyataan
dan metode khusus, serta mampu dimulai dari bagian kiri (IF dulu),
menerapkan untuk memecahkan masalah dengan kata lain penalaran dimulai
atau memberi nasehat. Seorang pakar dari fakta terlebih dahulu untuk
harus mampu menjelaskan dan menguji kebenaran hipotesis.
mempelajari hal-hal yang berkaitan 2. Bacward Chaining adalah
dengan topik permasalahan, jika perlu pencocokan fakta atau pernyataan
harus mampu menyusun kembali dimulai dari bagian sebelah kanan
pengetahuan-pengetahuan yang (THEN dulu), dengan kata lain
didapatkan dan dapat memecahkan penalaran dimulai dari hipotesis
aturan-aturan serta menentukan relevansi terlebih dahulu dan mulai untuk
kepakarannya (Sutojo, 2011). menguji kebenaran hipotesis tersebut
dicari fakta yang ada dalam basis
Sistem Pakar adalah cabang dari pengetahuan.
Artificial Intelligence, dan Komponen ini mengandung
dikembangkan oleh komunitas Artificial mekanisme pola pikir dan penalaran
Intelligence di pertengahan tahun 1960- yang digunakan oleh pakar dalam
an. Sebuah Sistem Pakar dapat menyelesaikan suatu masalah. Mesin
didefenisikan sebagai sebuah program inferensi adalah program komputer yang
komputer cerdas yang menggunakan memberikan metodologi untuk penalaran
pengetahuan dan inferensi prosedur tentang informasi yang ada dalam basis
untuk memecahkan masalah yang cukup pengetahuan dan dalam workplace, dan
sulit yang memerlukan keahliahan untuk memformulasikan kesimpulan
manusia untuk memecahkan solusi (Turban, 1995).
(Sharma, 2013)
Sistem Pakar adalah sistem yang METODE PENELITIAN
memperkerjakan pengetahuan manusia Salah satu unsur terpenting dalam
yang ditangkap oleh komputer untuk metodologi penelitian adalah
memecahkan berbagai masalah yang penggunaan metode ilmiah tertentu yang
biasanya membutuhkan keahlian digunakan sebagai sarana yang bertujuan
manusia, Sistem Pakar berusaha untuk mengidentifikasi besar kecilnya
memberikan informasi kepada manusia objek atau gejala dan mencari
untuk memberikan rekomendasi (Patra, pemecahan masalah yang sedang diteliti,
LLDIKTI Wilayah X 233
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
sehingga hasil yang diperoleh dapat komponen, maka arsitektur sistem
dipertanggungjawabkan kebenarannya didisain seperti terlihat pada Gambar 4.1.
secara ilmiah Metodologi yang akan
digunakan pada tesis ini adalah
metodologi yang berbasis objek (object
oriented programming). Metodologi ini
disusun dalam suatu kerangka kerja
penelitian (frame work) seperti gambar
3.1.
Disain Aktifitas Sistem
Activity diagram
menggambarkan berbagai alur aktivitas
secara umum dalam sistem yang sedang
dirancang, bagaimana masing-masing
alur berawal, proses yang dilakukan dan
bagaimana proses berakhir. Activity
diagram tidak menggambarkan behavior
internal sebuah sistem.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Disain Arsitektur Sistem Representasi Pengetahuan
Dengan mengacu pada Sistem Pakar Untuk mendukung penalaran
berbasis aturan yang telah dibahas pada dalam menentukan matakuliah, maka
bab sebelumnya dan dengan melakukan pengetahuan yang diperoleh dari pakar
beberapa penyederhanaan pada beberapa dapat direpresentasikan dalam bentuk
pohon keputusan dengan penelusuran
LLDIKTI Wilayah X 234
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
data Depth First Search, sebagaimana
terlihat pada Gambar 4.3.
Dalam penggunaan penelusuran
data dengan metode Depth First Search
ini, dikarenakan pola sistem yang akan
dibuat merupakan proses penelusuran
berdasarkan pertanyaan-pertanyaan,
untuk satu node akan memiliki cabang 2
bagian, dari 2 bagian cabang merupakan
pilihan dari pola penelusuran data.
Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
berdasarkan fakta-fakta yang berkaitan
atau berhubungan dengan konsultasi
dalam mengajukan remedial matakuliah.
Dalam penggunaan metode alur
Depth First Search ini, penulis
mempersingkat bagian-bagian node
kedalam simbol-simbol yang dipakai
dalam merepresentasikan metode ini. Pada tabel 4.1 di atas merupakan fakta-
Adapun simbol-simbol yang dipakai di fakta pengujian yang akan dimasukkan
pohon keputusan ini didefinisikan ke dalam pohon keputusan dengan
sebagai berikut: memberikan simbol pengganti untuk
kode kedalam pohon keputusan.
LLDIKTI Wilayah X 235
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
Dari pohon keputusan di atas
dibagi menjadi 2 macam kategori, untuk Mulai
kode huruf di dalam lingkaran
merupakan simbol fakta-fakta yang Masukan Kategori
diambil pada tabel 4.1, sedangkan kode Permasalahan
angka didalam kotak merupakan simbol
keputusan yang diambil pada di atas. Tampilkan Kategori
Permasalahan
Untuk kode Y dan T merupakan pilihan
dari aturan yang ada yaitu Ya atau Rekam Masalah
Tidak, jika fakta ditelusuri Ya maka
akan lanjut pilihan di sebelah kiri, jika
fakta ditelusuri Tidak maka dilanjutkan Cari Solusi Masalah
pilihan di sebelah kanannya.
Sebagai contoh pembacaan Tampilkan Solusi
pohon keputusan di atas, kita ambil Permasalahan
urutan keputusan untuk A, B, dan 1.
Maka kita definisikan dulu, A adalah Y Cari
permasalahan
”Matakuliah di remedial”, B adalah lagi
”Remedial Semester ini” dan 1 adalah T
”Disarankan remedial dengan
mengulang disemester ini”. Jadi artinya : Selesai
Goal dari pohon keputusan ini adalah Gambar : Algoritma Menentukan
Matakuliah di remedial, kemudian Remedial Matakuliah
ditelusuri lagi dengan pilihan fakta yaitu
Remedial Semester ini, setelah itu Dari flowchart di atas yang
ditelusuri lagi dengan pilihan fakta menggambarkan algoritma dari sistem
Tidak, berarti sudah mencapai keputusan aplikasi diagnosa permasalahan
bahwa Disarankan remedial dengan menentukan matakuliah remedial adalah
Mengulang di semester ini. sebagai berikut: untuk diagnosa
permasalahan, aplikasi bisa langsung
Algoritma Deteksi Masalah dijalankan oleh user dengan mengawali
Menentukan Remedial pemilihan kategori permasalahan,
Algoritma untuk mendeteksi kemudian program akan menampilkan
masalah penentuan remedial matakuliah beberapa pilihan kategori permasalahan,
yang akan digunakan pada sistem ini, saat user sudah memilih kategori
prosedurnya dapat dilihat pada flowchart permasalahan tersebut maka sistem akan
berikut : merekam masalah dilanjutkan dengan
mencarikan solusi permasalahan dengan
hasil diagnosa yang dipilih oleh user
tersebut, jika sistem sudah mendapatkan
solusi yang tepat, maka solusi akan
dimunculkan oleh sistem. Dan jika user
ingin mencari solusi permasalahannya
lagi maka sistem akan mengarahkan
LLDIKTI Wilayah X 236
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
kepada pemilihan kategori kembali jika
tidak user bisa menutup aplikasinya.
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Skenario Pengujian Proses Menu
Utama
Form menu utama di atas
terdapat beberapa tombol-tombol dan
menu-menu. Untuk menu-menu berada
pada bagian atas form, sedangkan
tombol-tombol berada pada bagian
tengah form, yang terdiri dari tombol
Edit Pengetahuan, Input Permasalahan,
Input Solusi dan Diagnosi Masalah.
Untuk tombol Edit pengetahuan jika
diklik maka akan muncul Form Basis
Pengetahuan, untuk tombol Input
Permasalahan jika diklik maka akan
muncul Form Permasalahan, untuk Tampilan Proses Pengujian Form
tombol Input Solusi jika diklik maka Menu Utama
akan muncul Form Solusi, dan untuk
tombol Diagnosis Masalah jika diklik 5.2 Skenario Pengujian Proses Form
akan muncul Form pertanyaan- Basis Pengetahuan
pertanyaan. Form ini berfungsi untuk
Adapun skenario untuk testing menghubungkan permasalahan –
form menu utama diatas sebagai berikut : permasalahan yang ada sehingga
Untuk tombol Edit Pengetahuan, Input menampilkan solusi yang tepat bagi si
Permasalahan, Input Solusi dan pengguna sistem.
Diagnosis Masalah dilakukan eksekusi 1. Untuk pengisian data-data yang
dengan mengklik masing-masing tombol dibutuhkan sebagai berikut :
tersebut, Setelah ditest maka hasilnya a. ID Pengetahuan merupakan kode
program merespon tombol tersebut pembeda dari data-data yang
sesuai dengan settingan yang telah akan dinput nantinya, contoh ID
diprogram. Pengetahuan “T1”
b. Kolom masalah & ID Masalah ini
fungsinya sejalan, sumber
datanya dari penginputan yang
dilakukan dari pada Form
Permasalahan, yang akan
dieksekusi di sini dengan
mengKlik Combo Box ID
Masalah, maka akan muncul data
Masalah yang akan dipilih
c. Kolom pertanyaan diisi dengan
pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan untuk ditelusuri oleh si
pengguna nantinya.
LLDIKTI Wilayah X 237
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
d. Kolom isian “Fakta Ya” dan dengan memilih dulu record
“Fakta Tidak” diisi dengan yang ada pada datagrid.
komentar dari pertanyaan. e. Tombol “Hapus” untuk
e. Untuk Combo Box “Jika Ya” dan menghapus data pada database
“Jika Tidak” dengan cara dengan memilih dulu record
memilih data-data yang yang ada pada datagrid.
dimunculkan, yang merupakan f. Tombol “Keluar” untuk keluar
keterkaitan dari pertanyaan yang dari form basis pengetahuan
diberikan, jika pertanyaan yang Berikut gambaran proses testing
diberikan mengarah kepada form basis pengetahuan :
jawaban “Ya” maka dilanjutkan
ketahapan pilihan berikutnya
apakah ke pertanyaan atau solusi.
2. Untuk kolom pencarian berfungsi
untuk proses pencarian data-data
yang tersimpan pada database
3. Tombol-tombol untuk kontrol
program yang berada di sebelah
kanan berfungsi sebagai berikut :
a. Tombol “Tambah” Untuk
menambahkan data. Tampilan Testing Form Basis
b. Tombol “ Simpan” untuk Pengetahuan
menyimpan data, yang akan aktif
setelah mengklik tombol
“Tambah”. Jika data terisi 5.3 Skenario Pengujian Proses Form
sebagian maka tombol simpan Parameter Kategori Permasalahan
tidak bisa berfungsi. Maka akan Fungsi dari form permasalahan
keluar pesan warning sebagai ini adalah untuk menyimpan data
berikut : kategori-kategori dari permasalahan
remedial. Adapun skenario testing dari
Form Kategori Permasalahan ini sebagai
berikut :
1. Data-data yang akan diinputkan di
form ini adalah : ID Masalah dan
Jenis Masalah.
2. Untuk ID Masalah berisi dengan
kode masalah untuk membedakan
Tampilan Pesan Warning Data isian kategori masalah dengan yang
Tidak Lengkap lainnya. Contoh isiannya “R1”.
3. Untuk Jenis Masalah berisi dengan
c. Tombol “Batal” untuk narasi kategori dari masalah-
membatalkan isian data, akan masalah yang dikelompokkan.
aktif jika tombol “Tambah” 4. Tombol-tombol untuk kontrol
sudah diklik. program yang berada di bagian atas
d. Tombol “Ubah” untuk eksekusi berfungsi sebagai berikut :
data-data yang akan diubah a. Tombol “Tambah” Untuk
menambahkan data.
LLDIKTI Wilayah X 238
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
b. Tombol “ Simpan” untuk 1. Data-data yang akan diinputkan di
menyimpan data, yang akan aktif form ini adalah : ID Solusi dan
setelah mengklik tombol Solusi.
“Tambah”. Jika data terisi 2. Untuk “ID Solusi” berisi dengan
sebagian maka tombol simpan kode solusi untuk membedakan
tidak bisa berfungsi maka akan solusi-solusi dengan yang lainnya.
keluar pesan warning. Contoh isiannya “S1”.
c. Tombol “Batal” untuk 3. Untuk “Solusi” berisi dengan narasi
membatalkan isian data, akan solusi-solusi permasalahan.
aktif jika tombol “Tambah” 4. Tombol-tombol untuk kontrol
sudah diklik. program yang berada di bagian atas
d. Tombol “Ubah” untuk eksekusi berfungsi sebagai berikut :
data-data yang akan diubah a. Tombol “Tambah” Untuk
dengan memilih dulu record menambahkan data.
yang ada pada datagrid. b. Tombol “ Simpan” untuk
e. Tombol “Hapus” untuk menyimpan data, yang akan aktif
menghapus data pada database setelah mengklik tombol
dengan memilih dulu record “Tambah”. Jika data terisi
yang ada pada datagrid. sebagian maka tombol simpan
f. Tombol “Keluar” untuk keluar tidak bisa berfungsi maka akan
dari form permasalahan. keluar pesan warning.
Berikut gambaran proses testing form c. Tombol “Batal” untuk
kategori permasalahan : membatalkan isian data, akan
aktif jika tombol “Tambah”
sudah diklik.
d. Tombol “Ubah” untuk eksekusi
data-data yang akan dirubah
dengan memilih dulu record
yang ada pada datagrid.
e. Tombol “Hapus” untuk
menghapus data pada database
dengan memilih dulu record
yang ada pada datagrid.
f. Tombol “Keluar” untuk keluar
dari form permasalahan.
Berikut gambaran proses testing form
Tampilan Testing Form Parameter parameter solusi :
Kategori Permasalahan
5.4 Skenario Pengujian Proses Form
Parameter Solusi
Fungsi dari form solusi ini adalah
untuk menyimpan data-data solusi dari
permasalahan remedial. Adapun
skenario untuk testing form kategori ini
sebagai berikut : Tampilan Testing Form Parameter
Solusi
LLDIKTI Wilayah X 239
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
5.5 Skenario Pengujian Proses Form
Pemilihan Kategori Permasalahan
Fungsi dari form ini untuk
pemilihan kategori-kategori
permasalahan, sebelum menampilkan
pertanyaan-pertanyaan dari
permasalahan, berguna untuk
mengelompokkan pertanyaan agar Tampilan Testing Form Pemilihan
memudahkan dalam penelusuran fakta. Kategori Masalah
Sumber data yang dimunculkan dari
form ini adalah dari hasil penginputan 5.6 Skenario Pengujian Proses Form
pada “Form kategori permasalahan” Diagnosis Masalah
yang ada di bawah ini. Adapun skenario Form Diagnosis masalah ini
testing dari form ini sebagai berikut, merupakan form tampilan pilihan-pilihan
dalam menjalankan form ini, user pertanyaan untuk menelusuri fakta-fakta
memilih kategori yang dimunculkan dari permasalahan. Sumber pertanyaan
pada combo box kemudian setelah itu yang muncul dari form ini berasal dari
mengklik tombol “Proses” untuk lanjut input data pada “Form pengetahuan”
ke tahapan berikutnya. pada Gambar 5.6. Form ini dimunculkan
sebelum “form pemilihan kategori
permasalahan” pada Gambar 5.9. untuk
testing dari tombol-tombol yang
dimunculkan di form ini sebagai berikut
:
a. Tombol “Ya” diklik jika
pertanyaan yang diberikan sesuai
fakta
b. Tombol “Tidak” diklik jika
pertanyaan yang diberikan tidak
sesuai dengan fakta
c. Tombol “ Selesai” diklik jika ingin
mengakhiri proses dari form.
Berikut gambaran proses testing form
diagnosis masalah :
Dari hasil eksekusi program
untuk form ini, berjalan sesuai dengan
proses yang telah diprogram dan tidak
ada kesalahan dari fungsinya.Berikut Tampilan Testing Form Diagnosis
gambaran proses testing form kategori Masalah
masalah :
LLDIKTI Wilayah X 240
JURNAL IPTEKS TERAPAN ISSN: 1979-9292
Research of Applied Science and Education V12.i 3 (231-241)
E-ISSN:2460-5611
SIMPULAN DAN SARAN program aplikasi ini terutama
Berdasarkan uraian pada bab-bab dilingkungan kampus Universitas
sebelumnya dan setelah melakukan Muhammadiyah Sumatera Barat
pembahasan, perancangan dan maupun secara online yaitu dapat
implementasi maka penulis dapat mengkases sistem ini dimanapun
menarik beberapa kesimpulan sebagai berada dengan memakai koneksi
berikut : internet.
1. Sistem Pakar yang dibangun untuk
input maupun aturan-aturan (rule) DAFTAR PUSTAKA
masih memiliki kekurangan di
dalam knowledge base, sehingga
untuk penelusuran fakta-fakta yang Anita Desiani & Muhammad Arhami
ada tidak terlalu mendalam, hanya (2006), “Konsep Kecerdasan
data-data yang masih bersifat umum Buatan”, Andi Yogyakarta,
saja, yang biasa diterapkan pada Yogyakarta
lingkungan akademik. Kusrini (2006), “Sistem Pakar (Teori &
2. Sistem Pakar yang dirancang ini, Aplikasi)”, Andi Yogyakarta,
untuk penambahan Pengetahuan Yogyakarta
baru hanya bisa dilakukan oleh Kusumadewi, Sri ( 2003 ), “Artificial
Administrator atau Pakar. Intelligence (Teknik dan
3. Sistem Pakar ini hanya mampu Aplikasinya) “, Graha Ilmu,
untuk personal user saja, dan belum Yogyakarta
mengarah kepada sistem client Michael Negnevitsky (2002), “Artificial
server. Intelligence, A Guide to
Intelligent Systems”
Saran yang dapat disampaikan Sri Hartati & Sari Iswanti (2008),
dalam rangka operasional dan “Sistem Pakar &
pengembangan Sistem Pakar sebagai Pengembangannya”, Graha Ilmu,
berikut Yogyakarta
1. Untuk mendiagnosis penentuan Sutojo, Edy Mulyanto & Vincent
matakuliah diremedial perlu Suhartono (2010), “Kecerdasan
dilakukan perbaikan input data dan Buatan”, Andi Offset, Yogyakarta
kaidah (rule) sehingga didapatkan Sukardi, H.M (2008), “Evaluasi
goal yang lebih tepat dan beragam. Pendidikan, Prinsip &
Artinya, program Sistem Pakar ini Operasionalnya”, Bumi Aksara,
agar dikembangkan untuk dapat Yogyakarta
mendiagnosis permasalahan Tim Penerbit Andi (2003),
penentuan matakuliah remedial “Pengembangan Sistem Pakar
dimasa yang akan datang. Menggunakan Visual Basic“,
2. Sistem Pakar dikembangkan lagi Andi Offset, Yogyakarta
agar User bisa menambahkan
pengetahuan baru ke sistem secara
otomatis tanpa melibatkan
administrator atau pakar.
3. Sistem Pakar ini dikembangkan lagi
secara client server yaitu
kemudahan dalam mengakses
LLDIKTI Wilayah X 241