INSECT, Vol.xx No.
xx, 2019, ISSN: 2476-9010 1
RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR
MENDETEKSI PENYAKIT MALARIA DENGAN
METODE CASE BASED REASON
Desy Puspita Ningrum1, Muh. Fadhil Rahman2
Fakultas Teknik, Program Study Teknik Informatika,
Universitas Muhammadiyah Sorong1,2,3
e-mail: desyningrum31@gmail.com1, rfadhil@gmail.com2
Abstrak
Dengan berkembangnya teknologi maka jumlah produksi perawatan wajah semakin canggih
pula dengan berbagai macam produk yang diciptakan dengan bahan – bahan yang telah teruji
dan klinik perawatan kulit wajah yang banyak tersebar di indonesia. Permasalahan yang
terjadi pada kulit wajah seperti jerawat, darkspot, komedo dan sebagainya membuat seorang
kehilangan kepercayaan diri dan merasa insecure. Penyebab permasalahan tersebut timbul
dikarenakan faktor hormon, genetik maupun kesetahan lainnya.
Kata kunci—3-5 Sistem Pakar, Perawatan Wajah
1. PENDAHULUAN
M alaria adalah penyakit menular yang disebabkan plasmodium yaitu makhluk
hidup bersel satu yang termasuk dalam kelompok protozoa. Malaria ditularkan
melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung Plasmodium di dalamnya.
Plasmodium yang terbawa melalui gigitan nyamuk akan hidup dan berkembang biak
dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini menyerang semua kelompok umur baik
laki – laki maupun perempuan. Orang – orang yang terkena malaria akan memiliki
gejala: demam,menggigil, berkeringat, sakit kepala, mual dan muntah Persebaran
endemis Malaria di Indonesia dapat dilihat dimana, Propinsi Maluku Utara menempati
posisi 5 teratas setelah Papua, Papua Barat, NTT, dan Maluku.Untuk mengatasi masalah
tersebut, dibutuhkan suatu sistem pakar yang mampu mendiagnosa penyakit malaria
berdasarkan data klinis pasien.
Sistem pakar secara umum mengadopsi pengetahuan manusia kedalam komputer
agar komputer dapat menyelesaikan masalah secara sistematis seperti halnya manusia
menyelesaikan masalah. Didalam sistem pakar, terdapat teknik atau metode penalaran
yang digunakan untuk menghasilkan sebuah penyelesaian. Salah satu teknik atau
metode dalam sistem pakar adalah metode Case-Based Reasoning yang dapat
memproses permasalahan yang diajukan dengan menggunakan solusi pada kasus
sebelumnya yang memiliki persamaan kasus.
Case Based Reasoning adalah metode untuk menyelesaikan masalah dengan
mengingat kejadiankejadian yang sama/sejenis (similar) yang pernah terjadi di masa
lalu kemudian menggunakan pengetahuan/informasi tersebut untuk menyelesaikan
masalah yang baru, atau dengan kata lain menyelesaikan masalah dengan menghadapi
solusisolusi yang pernah digunakan di masa lalu (2013,
Suriyanti).
Received June1st,2012; Revised June25th, 2012; Accepted July 10th, 2012
2 ISSN: 1978-1520
2. METODE PENELITIAN
2.1 Sistem Pakar
Sistem pakar adalah sebuah sistem yang mengajarkan sebuah komputer agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti layanknya manusia yang ahli
dibidangnya. Sistem pakar dibangun agar dapat membantu orang awam dalam
menyelesaikan permasalahan yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh seorang ahli
atau pakar. Sistem pakar dikategorikan kedalam perangkat lunak tingkat tinggi, dimana
didalam sistem tersebut ditanam logika agar dapat menduplikasi fungsi dari seorang ahli
yang khusus dibidangnya. Dengan adanya sistem pakar, maka keluaran yang akan
dihasilkan lebih efektif, terorganisir dan tepat dibandingkan dengan keluaran yang
dihasilkan oleh manusia. Untuk pembangunan sistem pakar dibutuhkan komponen-
komponen utama seperti Antarmuka Pengguna (User Interface), Basis Pengetahuan
(Knowledge Base), Mekanisme Inferensi (Inference Machine) dan Memori Kerja
(Working Memory). Komponen-komponen tersebut saling berintegrasi dalam
membangun sistem pakar yang lebih efektif dan untuk menghasilkan keluaran yang
tepat. Komponen knowledge base dalam sistem pakar bersifat khusus untuk satu domain
masalah saja atau satu bidang masalah seperti bidang kedokteran, keuangan dan lain-
lain. Aplikasi Sistem Pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan
pengembang (Development Environment) yang berguna untuk memasukkan
pengetahuan pakar kedalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi
(Consultation Environment) berguna untuk memperoleh pengetahuan dari pakar.
2.2 Case-Based Reasoning
Case-Based Reasoning termasuk bagian dari representasi pengetehuan
dimanamerupakan sebuah metode dalam sistem pakar yang berbasis pengetahuan. Case-
Based Reasoning adalah satu penyelesaian masalah, dimana masalah tersebut
diselesaikan dengan melihat pola atau keadaan yang telah terjadi sebelumnya.
Kapabilitas metode Case-Based Reasoning dibidang medis mencakup diagnosis,
prognosis, terapi dan tindak lanjut pada pasien. Maka dapat digambarkan secara
sederhana bahwasanya metode Case-Based Reasoning dalam mendiagnosa melakukan
pembandingan dengan kasus lama terhadap kasus baru. Pada sebuah metode, terdapat
tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir. Secara umum proses metode
Case-Based Reasoning terdiri dari 4 langkah, yaitu:
1. Retrieve, merupakan proses pengenalan masalah dan pencarian persamaan masalah
pada database.
2. Reuse, merupakan proses menggunakan kembali informasi atau pengetahuan yang
telah
tersimpan pada database untuk memecahkan masalah.
3. Revise, merupakan proses untuk memperbaiki solusi yang diusulkan.
4. Retain, merupakan proses menyimpan pengetahuan yang nantinya akan digunakan
untuk memecahkan masalah kedalam basis kasus yang ada.
Saat proses temu kembali kasus yang telah ada, akan dilakukan perhitungan tingkat
kemiripan struktur antara kasus baru dengan objek yang ada pada kasus-kasus yang
telah tersimpan sebelumnya.
IJCCS Vol.x, No. x, July201x : first_page–end_page
3IJCCS ISSN: 1978-1520
Fungsi kemiripan (Similarity) adalah langkah yang digunakan untuk mengenali
kesamaan atau kemiripan antara kasus-kasus yang tersimpan dalam basis kasus dengan
kasus yang baru [4]. Rumus dalam mencari nilai kemiripan yaitu :
Similarity =𝑠1∗𝑤1+𝑠2∗𝑤2+..𝑠𝑛∗𝑤𝑛
𝑤1+𝑤2+...𝑤𝑛
Keterangan :
S = similarity jika terdapat kemiripan kasus maka akan bernilai 1, sedangkan tidak
mirip, bernilai 0.
W = weight (bobot yang diberikan)
Gambar Siklus Metode CBR
2.3 Tahapan Penelitian
Agar penelitian lebih mudah dipahami, maka urutan langkah-langkah akan dibuat
secara sistematis sehingga dapat dijadikan pedoman yang jelas dan mudah untuk
menyelesaikan permasalahan yang ada. Urutan langkah-langkah yang akan dibuat pada
penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut.
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
4 ISSN: 1978-1520
Adapun penjelasan dari alur penelitian di atas adalah sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup masalah yang akan diteliti terlebih dahulu harus ditentukan, karena jika tidak
mampu mendefinisikan dan menentukan ruang lingkup masalah dari suatu yang diteliti,
maka tidak akan didapat suatu solusi yang terbaik. Jadi langkah mendeskripsikan ruang
lingkup masalah ini merupakan langkah awal yang terpenting dalam penulisan ini.
2. Menganalisa Permasalahan
Dengan analisis masalah diharapkan dapat memahami masalah yang telah ditentukan ruang
lingkup atau batasannya.
3. Mempelajari Literatur
Studi literatur adalah tindakan yang dilakukan untuk mempelajari secara ilmiah dan teoritis
terhadap masalahmasalah yang telah dibatasi sebelumnya yang bersumber dari literatur
jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan.
4. Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data dilakukan dengan cara mengumpulkan keseluruhan data yang
dibutuhkan dalam penelitian. Data diperoleh berasal dari penelitian sebelumnya yaitu
mendeteksi tanaman kentang menggunakan metode bayes.
5. Menganalisa Data Menggunakan Metode CBR
Untuk menyelesaikan masalah ini menggunakan metode CBR dengan harapan mendapatkan
nilai similarity yang sesuai berdasarkan gejala yang dipilih oleh user.
6. Menguji Hasil
Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap data yang dikembangkan. Pengujian dilakukan
dengan menerapkan Metode CBR berdasarkan data kriteria yang sudah ada. Sehingga dapat
diketahui tingkat akurasi sistem dengan hitungan manual.
7. Mengambil Kesimpulan
Merupakan tahapan akhir dari penelitian, Menarik kesimpulan didasarkan pada studi
pustaka dan pembahasan permasalahan dan merupakan hasil analisis dari penelitian.
Simpulan yang diperoleh adalah tentang jenis penyakit tanaman kentang.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Metode Pengumpulan Data
a. Studi Literatur
Studi literatur adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi
yang digunakan sebagai acuan untuk memperkuat argumentasi yang valid.
Informasi yang diperoleh bersumber dari buku, jurnal ilmiah, maupun penelitian
yang telah dilakukan sebelumnya.
b. Wawancara
Dilakukan dengan mengadakan kegiatan tanya jawab dengan pihak yang berkaitan atas
informasi yang dibutuhkan.
IJCCS Vol.x, No. x, July201x : first_page–end_page
5IJCCS ISSN: 1978-1520
3.2 Model Perancangan Rekayasa Perangkat Lunak
Dalam pengembangan rekayasa perangkat lunak, digunakan dalam membangun software
model Agile. Agile adalah serangkaian teknik pengembangan perangkat lunak yang dilakukan
secara bertahap dan iteratif. Agile sering disebut sebagai framework karena berisi berbagai
metode yang dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan.
4. KESIMPULAN
Kesimpulan harus mengindikasi secara jelas hasil-hasil yang diperoleh, kelebihan dan
kekurangannya, serta kemungkinan pengembangan selanjutnya.
Kesimpulan dapat berupa paragraf, namun sebaiknya berbentuk point-point dengan
menggunakan numbering atau bullet.
5. SARAN
Saran-saran untuk untuk penelitian lebih lanjut untuk menutup kekurangan penelitian.
Tidak memuat saran-saran diluar untuk penelitian lanjut.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terimakasih kepada xxx yang telah memberi “dukungan
financial” terhadap penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Castleman, Kenneth R., 2004, Digital Image Processing, Vol. 1, Ed.2, Prentice Hall, New
Jersey.
[2] Gonzales, R., P. 2004, Digital Image Processing (Pemrosesan Citra Digital), Vol. 1, Ed.2,
diterjemahkan oleh Handayani, S., Andri Offset, Yogyakarta.
[3] Wyatt, J. C, danSpiegelhalter, D., 1991, Field Trials of Medical Decision-Aids:
PotentialProblems and Solutions, Clayton, P. (ed.): Proc. 15th Symposium on
ComputerApplications in Medical Care, Vol 1, Ed. 2, McGraw Hill Inc, New York.
[4] Yusoff, M, Rahman, S.,A., Mutalib, S., and Mohammed, A. , 2006, Diagnosing Application
Development for Skin Disease Using Backpropagation Neural Network Technique, Journal
of Information Technology, vol 18, hal 152-159.
[5] Wyatt, J. C, Spiegelhalter, D, 2008, Field Trials of Medical Decision-Aids:
PotentialProblems and Solutions, Proceeding of 15th Symposium on ComputerApplications
in Medical Care, Washington, May 3.
[6] Prasetya, E., 2006, Case Based Reasoning untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan,
Tesis, Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta.
[7] Ivan, A.H., 2005, Desain target optimal, Laporan Penelitian Hibah Bersaing,Proyek
Multitahun, Dikti, Jakarta.
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
6 ISSN: 1978-1520
[8] Wallace, V. P.,Bamber,J. C. dan Crawford, D. C. 2000. Classification of reflectance spectra
from pigmented skin lesions, a comparison of multivariate discriminate analysis and
artificial neural network. Journal Physical Medical Biology , No.45, Vol.3, 2859-2871.
[9] Xavier Pi-Sunyer, F., Becker, C., Bouchard, R.A., Carleton, G. A., Colditz, W., Dietz, J.,
Foreyt, R. Garrison, S., Grundy, B. C., 1998, Clinical Guidlines on the identification,
evaluation, and treatment of overweight and obesity in adults, Journal of National Institutes
of Health, No.3, Vol.4, 123-130,
:http://journals.lww.com/acsm-msse/Abstract/1998/11001/paper_treatment_of_obesity.pdf.
[10] Borglet, C, 2003,Finding Asscociation Rules with Apriori
Algorithm,http://www.fuzzy.cs.uniagdeburgde/~borglet/apriori.pdf, diakses tgl 23
Februari 2007.
Daftar Pustaka yang dicantumkan minimal 10 dan hanya memuat semua pustaka yang diacu
pada naskah tulisan, bukan sekedar pustaka yang didaftar. Pustaka ditulis urut kemunculan
pengacuan di naskah, bukan urut abjad penulis. Komposisi referensi yang digunakan terdiri dari
80% dari referensi primer (jurnal, prosiding) dan maksimum 20% dari referensi sekunder (buku
teks) yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir dan setiap artikel harus memiliki minimal
sepuluh referensi.
IJCCS Vol.x, No. x, July201x : first_page–end_page