SIMPLE PAS TENSE
Simple pas tense kalimat digunakan untuk masa lampau
Simple pas tense terbagi 2 : nominal dan verba
1. Nominal Simple Pas Tense
(+) Subject + to be (was/were) + complement
(-) Subject + to be (was/were) + not + complement
(?) To be (was/were) + Subject + complement
(+)
I was a teacher. (Aku dulu seorang guru.)
(-)
She was not sick yesterday. (Dia tidak sakit kemarin.)
We were not tired. (Kita tidak capek kemarin.)
(?)
Was she so busy? (Apakah dulu dia sangat sibuk?)
Were you late to come to the office? (Apakah dulu kamu terlambat datang ke kantor?)
2. Verbal Simple Pas Tense
Rumus kalimat verba
(+) Subject + verb 2 + complement
(-) Subject + did + not + verb 1
(?) Did + subject + verb 1
(+) The nurse went to the hospital yesterday. (Suster itu pergi ke rumah sakit
kemarin.)
(-) The nurse didn’t go to the hospital yesterday. (Suster itu tidak pergi ke rumah sakit
kemarin.)
(?) Did the nurse go to the hospital yesterday? (Apakah suster itu pergi ke rumah sakit
kemarin?)
3. Regular verb & Irregular verb
Dalam bahasa Inggris, terdapat dua jenis perubahan kata kerja berdasarkan waktu,
yaitu regular verb yang artinya kata kerja beraturan, dan irregular verb yang
artinya kata kerja tidak beraturan.
1. Regular verb
Pada verb ini, setiap kata kerja selalu ditambahkan akhiran -ed, -d atau -ied setelah
kata kerja dasar atau kata kerja bentuk pertama. Namun, kamu perlu perhatikan
beberapa aturan ini ya!
Jika kata kerjanya berakhiran -e, tambahkan saja -d.
Misalnya, simple past tense dari move menjadi moved.
Jika kata kerjanya berakhiran konsonan, tambahkan saja -ed.
Misalnya, dari dump menjadi dumped.
Untuk kata kerja yang berakhiran -y, -y biasanya berubah menjadi –i jika
mengikuti konsonan, lalu tambahkan -ed.
Misalnya dari cry menjadi cried.
Regular verb dalam simple past tense
Contoh dari regular verb dalam suatu kalimat:
She moved to the other division. (Dia pindah ke divisi lain.)
I didn’t dump a banana peel into the trash. (Aku tidak membuang kulit
pisang ke tempat sampah)
Did the baby cry last night? (Apakah bayi itu menangis tadi malam?)
2. Irregular verb
Sesuai dengan artinya, yaitu kata kerja tidak beraturan, maka verb ini berubah dari
bentuk kata kerja pertama. Namun, irregular verb pun terbagi menjadi 3 jenis. Kamu
dapat membedakannya dengan melihat tabel ini:
Verb 1, verb 2, dan verb 3 bentuknya tidak sama
Verb 2 dan verb 3 tidak berubah dari verb 1, dan pada akhir kata tidak
ditambahkan apapun
Tapi kamu perlu ingat, meskipun bentuknya tidak berubah, namun ada beberapa
verb yang pengucapannya berbeda. Sebagai contoh, untuk kata read, jika digunakan
sebagai verb 1, maka pronunciationnya adalah “rid,” sedangkan jika digunakan
sebagai verb 2 atau verb 3, maka cara pengucapannya akan berubah menjadi “red.”
Verb 2 dan verb 3 bentuknya sama namun berbeda dengan verb 1
Irregular verb dalam past tense
Contoh kalimat yang menggunakan kata kerja tak beraturan adalah sebagai berikut:
She fell off the bike yesterday. (Dia jatuh dari sepeda kemarin.)
They didn’t hurt the cat last night. (Mereka tidak menyakiti kucing itu tadi
malam.)
Did she keep the money last week? (Apakah dia menyimpan uang itu
minggu lalu?)
Adverb of frequency/Adverb of Time
Time words atau adverb of time akan selalu ada dan menjadi pelengkap
setiap tenses dalam bahasa Inggris. Untuk past tense, kamu bisa
membuat complement dengan kata keterangan waktu sebagai berikut:
SIMPLE PRESENT TENSE
Academic English
Pengertian Simple Present Tense
simple present tense adalah kalimat dengan pola bentuk kata kerja yang menyatakan
kejadian yang berlangsung di masa sekarang.
S : Subject (subjek)
P : Predicate (predikat)
C : Complement (pelengkap)
Rumus Simple Present Tense
Dalam kalimat verbal, setelah subjek akan diikuti oleh kata kerja (V). Sementara itu pada
kalimat nominal, setelah subjek akan diiringi dengan non kata kerja yang biasa kita kenal
sebagai auxiliary verb atau to be (kata kerja bantu).
Secara umum, rumus simple present tense adalah Subject + Verb 1(s/es) +
Complement untuk kalimat positif dengan pola verbal. Kalau polanya nominal, maka
rumus present tense menjadi Subject + auxiliary verb (to be) + Complement.
Nominal Simple Present Tense
Nah, kamu bisa melihat lebih detail mengenai rumus present tense sesuai dengan jenis
subjeknya (singular dan plural) melalui gambar di bawah ini:
Tabel di atas adalah untuk kalimat positif. Kalau kamu ingin membuat kalimat negatif dan
kalimat tanya, rumus kalimat yang digunakan adalah:
Subject + to be + not + complement (-)
To be + subject + complement (?)
Subject + (to be) + Complement (+)
Contoh simple present tense dengan pola kalimat nominal:
(+) I am an international school student (saya adalah seorang
mahasiswa)
(-) She is not an international school student (dia bukan seorang
mahasiswa)
(?) Is she an international school student? (apakah dia seorang
mahasiswa?)
Verbal simple present tense
Sesuai dengan pembahasan sebelumnya, pada kalimat verbal, kamu tidak perlu
menambahkan to be setelah subject, karena yang “bertugas” menjadi predikat adalah verb.
Enaknya, verb di tenses ini merupakan bentuk yang dasar, dalam artian belum mengalami
perubahan. Ini dia rumus kalimat verbal dalam present tense:
Jadi, jika kamu membuat kalimat dengan subjek kata ganti orang ketiga (he, she, it, singular
subject), terdapat beberapa kata kerja yang harus ditambahkan s/es di bagian belakang.
Positive/affirmative simple present tense
Sama seperti nominal, kalimat verbal pun tentu memiliki bentuk positif seperti yang sudah
kita bahas di awal. Contoh kalimat simple present tense :
I live in Jakarta (saya tinggal di Jakarta)
He lives in Jakarta (dia tinggal di Jakarta)
Negative simple present tense
Nah, khusus untuk bagian kalimat negatif dan kalimat tanya, maka gunakan do/does atau do
not (don’t) dan does not (doesn't). Contoh:
I don’t live in Bandung (saya tidak tinggal di Bandung)
She doesn’t live in Bandung (dia tidak tinggal di Bandung)
Hayo, kenapa doesn't live? Kok nggak doesn’t lives? Yap, karena pada kata doesn’t sudah
termasuk penambahan -es. Jadi di bagian kata kerja nggak perlu ditambahin lagi.
Simple present questions/interrogative
Pada pola kalimat tanya, dipisah menjadi dua bagian, yaitu:
Yes/No Question
Do I work? (apakah saya bekerja?)
Does he work? (apakah dia bekerja?)
Sesuai dengan nama jenisnya, yaitu Yes/No question, jadi kamu hanya perlu menjawab
pertanyaan di atas dengan:
Yes, I do (Iya, saya bekerja)
Yes, he does (Iya, dia bekerja)
WH Question
Apa yang kamu pikirkan saat membaca WH? Exactly! Yaitu kata tanya dalam bahasa Inggris
yang lekat dengan awalan huruf W dan H.
What do I play?
Who do you play?
When does he play?
Where does she play?
Why do we play?
How do they play?
SIMPLE FUTURE TENSE
Simple future tense merupakan bentuk tenses untuk menunjukkan suatu peristiwa yang
belum mulai dan baru terjadi di waktu yang akan datang a.k.a di masa depan.
Rumus simple future tense
Berbeda dengan simple present tense dan simple past tense, bentuk tenses yang satu ini
mengandalkan modal auxiliary dan similar modal yang memiliki arti “akan”. Modal
auxiliary pada simple future tense adalah will, shall, dan be going to. Rumus yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Catat! Kamu perlu perhatikan beberapa bentuk atau aturan yang ada di dalam simple
future tense agar tidak tertukar dengan tenses lain:
Pada simple future tense, bentuk kata kerja atau verb yang digunakan adalah selalu
kata kerja dasar atau verb 1, sama seperti simple present tense.
Tidak ada perubahan kata kerja untuk semua subjek dan semua pola kalimat. Jadi,
jika kamu membuat suatu kalimat menggunakan subjek I, You, We, They, He, She, It,
Singular Subject, dan Plural Subject baik itu untuk kalimat positif, kalimat negatif, atau
kalimat tanya, maka subjek tersebut akan selalu diikuti oleh kata kerja bentuk dasar
atau verb 1 ya!
Shall, will, & Be going to: Apa bedanya?
Will, shall, dan be going to memang memiliki arti serupa, yaitu “akan”. Namun, serupa
tak harus selalu sama, kan? Jadi, terdapat beberapa hal yang membedakan
tiga modal tersebut, tergantung konteks kalimat yang akan digunakan. Yuk, kita cari tahu!
Shall & Will
Dalam bahasa Inggris modern, will lebih sering dipakai. Jadi, modal ini bisa kamu terapkan
untuk semua subjek, yaitu I, You, We, They, He, She, It. Sementara itu, shall biasanya lebih
banyak digunakan untuk subject I dan We bagi mereka yang terbiasa berbahasa Inggris
menggunakan gaya British yang lebih formal, guys.
Be going to
Sama seperti will, phrase modal ini bisa digunakan untuk semua subjek, yaitu I, You,
We, They, He, She, It.
Be setelah subjek dapat diganti dengan am, is, are. Contoh: “We are going to..”
Contraction/singkatan pada simple future tense
Kamu masih ingat, kan, kalau dalam dua tenses yang sudah dipelajari sebelumnya, terdapat
berbagai singkatan sebagai berikut:
does not = doesn’t
do not = don’t
was not = wasn’t
were not = weren’t
Nah, tenses ini juga nggak mau ketinggalan dong! Berikut berbagai contraction yang dapat
kamu gunakan dalam simple future tense.
Adverb of Time Simple Future Tense
Berikutnya adalah pembahasan tentang adverb of time. Seperti biasanya,
karena tenses merupakan perubahan bentuk kata kerja yang disebabkan oleh waktu, maka
akan selalu ada kata keterangan waktu yang menjadi pelengkap atau complement-nya. Yuk,
catat beberapa keterangan waktu yang mendakan kalimat dari simple future tense di bawah
ini!
Fungsi dan penerapan simple future tense dalam berbagai contoh pola
kalimat
Penggunaan Will
1. Menyatakan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang
Untuk bagian ini, kamu dapat menggunakan rumus kalimat positif dengan modal
will sebagaimana fungsi utama dari simple future tense. Contoh kalimatnya antara lain:
Beni will go to Turkey next month. (Beni akan berangkat ke Turki bulan depan.)
John will buy the luxury car tonight. (John akan membeli mobil mewah nanti malam.)
They will take the school examination tomorrow morning. (Mereka akan mengambil
ujian besok pagi.)
2. Menyatakan keputusan untuk melakukan sesuatu tanpa rencana
Nggak semua aktivitas yang kita lakukan selalu terencana. Misal, kamu sedang duduk
bersantai, lalu tiba-tiba di menit selanjutnya harus membukakan pintu untuk tamu pun
merupakan bagian dari simple future tense. Contoh kalimat:
A: Hello, is anyone home? The door is locked. (Halo, apakah ada orang di rumah? Pintunya
terkunci.)
B: Wait a minute, I’ll open the door for you. (Tunggu sebentar, aku akan membukakan
pintunya untukmu.)
3. Menyatakan sebuah emosi atau perasaan
Pada kalimat ini nantinya akan menunjukkan perasaan yang sekiranya muncul di waktu
mendatang. Berikut contoh penggunaannya:
My mom will love her new hermes bag. (Ibuku akan menyukai tas hermes barunya.)
I will love you just the way you are (Aku akan mencintaimu apa adanya.)
4. Memprediksi kejadian di masa depan
Prediksi dalam hal ini bisa terkait dengan cuaca atau keadaan.
Misal:It will rain tomorrow. (Besok akan hujan.)
5. Menyatakan kerelaan dan ketidakrelaan
Yes, fungsi ini hampir sama dengan poin nomor 2. Tapi, coba kamu bedakan dari contoh
berikut:
I will carry your suitcase for you. (Saya akan membawakan kopermu.)
Anto will not leave her. (Anto tidak akan meninggalkan dia.)
Pada fungsi ini, biasanya menunjukkan suatu kerelaan atau ketidakrelaan yang
berkaitan dengan orang lain.
6. Mengundang/mengajak orang lain
Kamu pasti pernah dengar kalimat berikut, “Will you marry me?” (Maukah kamu menikah
denganku?) yang biasa dungkapkan seorang pria atau perempuan kepada pasangannya
untuk mengajak menikah. Dalam hal ini, tentu modal yang kamu pakai adalah will.
7. Mengungkapkan janji
Janji merupakan kalimat yang bersifat jangka panjang yang berarti berkaitan dengan masa
depan. Contoh:
I won’t tell anyone your secret. (Aku tidak akan memberitahu rahasiamu pada
siapapun.)
8. Menyatakan ancaman
Yap! Selain janji, ancaman pun merupakan suatu hal yang kemungkinan terjadi di masa
mendatang. Kamu dapat melihat contoh berikut:
If you do that again, I’ll tell Mum. (Jika kamu melakukan hal itu lagi, aku akan
memberitahu Ibu.)
Penggunaan Shall
1. Menunjukkan sebuah keinginan dan ketidakinginan
Kamu dapat gunakan shall dalam bentuk positif dan negatif dengan subjek I dan We. Berikut
contohnya:
I shall study tomorrow. (Aku akan belajar besok.)
We shan’t come to her party next week. (Kita tidak akan datang ke pesta dia minggu
depan.)
2. Menyatakan suatu tawaran kepada orang lain
Untuk fungsi ini, shall akan berubah arti menjadi “perlu” atau “harus”. Contoh:
Shall I give you some money? (Perlukah aku memberimu sejumlah uang?)
3. Meminta saran atau instruksi
Modal yang dapat kamu gunakan dalam simple future tense saat meminta saran pada orang
lain adalah shall dengan bentuk kalimat interogatif. Contoh:
What shall I buy for dinner? (Apa yang harus aku beli untuk makan malam?)
Penggunaan Be going to
1. Menyampaikan sebuah keinginan namun baru sebatas niat (intention)
She is going to be a teacher. (Dia akan menjadi guru.)
I am going to his birthday party next month. (Aku akan pergi ke pesta ulang tahunnya
bulan depan.)
2. Mengungkapkan prediksi berdasarkan bukti
Berbeda dengan fungsi nomor empat pada penggunaan will, untuk be going to digunakan
jika ada pengungkapan bukti pada kalimat tersebut. Contoh:
Look at those grey clouds. It’s definitely going to rain. (Lihatlah awan kelabu itu, pasti akan
hujan.)