Tutorial Arduino mengakses sensor arus
On August 20, 2017 In Arduino 23 Comments
Penjelasan Singkat
Arus listrik merupakan banyaknya muatan listrik yang disebabkan oleh pergerakan
elektron-elektron, yang mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik dalam satuan
waktu.
Terjadi kondisi seperti itu dikarenakan adanya media penghantar antara dua titik
yang mempunyai beda potensial.
Semakin besar beda potensial listrik antara dua titik tersebut maka semakin besar
pula arus yang mengalir.
Dalam pengaplikasiannya, Arus listrik terjadi saat muatan pada tegangan listrik
dialirkan melalui beban.
Misalnya saat menyalakan komputer maka arus listrik rumah mengalir dari titik
phase ke titik netral.
Dalam hal ini komputer dianggap sebagai beban yang teraliri dan tenaga atau daya
yang ditimbulkan karena aliran listrik inilah yang menyebabkan komputer bisa
menyala.
Berdasarkan arah alirannya, dibedakan menjadi dua jenis yaitu
Searah(Direct Current) mengalir secara searah dari titik yang memiliki potensial
tinggi ke titik yang memiliki potensial lebih rendah. Jika dilihat bentuk
gelombangnya dengan oscilloscope, terlihat sebagai garis lurus.
Bolak-balik(Alternating Currrent) memiliki aliran arus yang berubah-ubah
arahnya. Perubahan arah ini mengikuti garis waktu sehingga jika dilihat dengan
oscilloscope, membentuk sebuah gelombang dengan frekuensi tertentu. Contoh
bentuk gelombang yang beraturan adalah sinus, kotak.
Pada Tutorial ini hanya akan dibahas untuk mengakses sensor Arus bolak-balik
menggunakan modul ACS712.
Karakateristik ACS712
Memiliki sinyal analog dengan ganguan rendah (low-noise)
bandwidth 80 kHz
untuk output memiliki error 1.5% pada Ta = 25 °C
Range sensitivitas antara 66 – 185 mV/A
Memiliki resistansi sebesar 1.2 mΩ
Tegangan kerja pada 5.0 V
Tegangan offset keluaran yang sangat stabil
Hysterisis yang diakibatkan oleh medan magnet mendekati nol
Perbandingan rasio keluaran sesuai tegangan sumber
Varian dari ic ACS712 antara lain
ACS712ELCTR-05B-T jangkauan pengukuran = ±5 A, sensitivitas = 185 mV/A
ACS712ELCTR-20A-T jangkauan pengukuran = ±20 A, sensitivitas = 100 mV/A
ACS712ELCTR-30A-T jangkauan pengukuran = ±30 A, sensitivitas = 66 mv/A
Dipasaran banyak dijual sensor arus ini dalam bentuk modul, seperti gambar
dibawah ini
Tutorial Pertama mengecek kehandalan modul
sensor arus
Bahan yang perlu dipersiapkan antara lain :
Modul ACS712-5A
Kabel Jumper
Power Supply AC
Multitester : dipilih Voltmeter DC
Skema rangkaian seperti gambar dibawah ini:
Putar knob pad power supply, catat berapa ampere yang tertunjuk dan catat berapa
ampere yang tertampil pada multitester.
Lakukan sebanyak 10 kali, agar dalam pembuatan rumus lebih valid.
Tutorial Mengakses sensor arus dengan arduino
uno
Bahan yang perlu dipersiapkan antara lain :
Arduino Uno
Komputer + Software IDE Arduino
Modul ACS712-5A
Breadboard
Kabel Jumper
Baca juga : Mengenal aplikasi BLYNK untuk fungsi IOT
Modul ACS712-5A merupakan modul sensor yang sudah dipackage dengan PCB
sehingga praktis dan mudah dalam penggunaannya. Berikut gambarnya :
Skema yang perlu dirangkaikan
Contoh kode program yang sederhananya :
/* --- www.nyebarilmu.com --- */
//program untuk sensor ACS712 dengan varian maksimal 5A
void setup(){
//inisialisasi untuk komunikasi serial
Serial.begin(9600);
}
void loop() {
unsigned int x=00;
float baca_sensor=0.0,sampling=0.0,rata2=0.0,hasilnilai=0.0;
for (int x = 00; x < 150; x++){ //untuk mendapatkan sampling 150x
baca_sensor = analogRead(A0); //pembacaan sensor
sampling = sampling + baca_sensor; //penambahan hasil pembacaan
delay (3); //waktu jeda 3ms
}
rata2=sampling/150.0; //untuk mendapatkan nilai rata-rata
//((rata2 * (5.0 / 1024,0)) merupakan konversi tegangan pembacaan 0-5 volt
//2.5 = merupakan tegangan default sensor tanpa pembacaan
//0.185v(185mV) merupakan nilai kenaikan tegangan output ketika 1A arus mengalir pada input
hasilnilai = ((rata2 * (5.0 / 1024.0)) - 2.5 )/0.185;
Serial.print(hasilnilai);//Print the read current on Serial monitor
delay(50);
}
Keterangan untuk nilai kenaikan tegangan output disesuaikan dengan tipe sensor
yang digunakan, untuk 5A (185mV), 20A (100mV), dan 30A (66mV).
Terimakasih sudah berkunjung, dan semoga bermanfaat. Salam nyebarilmu.com!