0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan20 halaman

Konfercab IV GMNI Pacitan 2024

Draft Konferensi cabang 4 gmni pacitan 2024

Diunggah oleh

Deny ardana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan20 halaman

Konfercab IV GMNI Pacitan 2024

Draft Konferensi cabang 4 gmni pacitan 2024

Diunggah oleh

Deny ardana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DPC GMNI PACITAN

KATA PENGANTAR
Organisasi kemahasiswaan sebagai salah satu pilihan berorganisasi bagi
mahasiswa/pemuda merupakan wadah yang menempati posisi strategis untuk membentuk
manusia-manusia handal, professional dan yang terpenting mempunyai daya saing tinggi.
Untuk itu pulalah kualitas input yang ada haruslah melalui proses seleksi kader dan
standarisasi organisasi yang terpadu, sehingga dapat seiring dan sejalan dengan proses
pembentukan mental dan kemampuan berorganisasi secara komperhensif dan
berkesinambungan.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai salah satu media seleksi kader
dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara, bertujuan untuk membekali
dan mendidik kader-kadernya untuk selalu tanggap dan selalu siap terjun ke kehidupan
yang lebih konkrit, baik dalam kehidupan bidang ekonomi, politik, sosial,akademisi dan
sebagainya. Dan sejak awal harus ditekankan bahwa tingkat persaingan yang begitu tinggi
membutuhkan persiapan fisik dan mental yang matang.
Menyadari tanggungjawab sebagai salah satu elemen pemuda dan merupakan bagian dari
bangsa untuk ikut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan mengadakan Konfersi Cabang (Konfercab) III,
sebagai wahana evaluasi dan intropeksi internal organisasi secara menyeluruh. Serta untuk
melakukan jenjang kaderisasi berupa pembentukan struktur kepengurusan periode
mendatang.
Selain itu, Konfercab IV GMNI Pacitan, sebagai forum tertinggi organisasi GMNI Pacitan,
juga akan menyusun kerangka program organisasi ke depan. Hal ini kami rasakan sangat
penting guna dapat menyesuaikan diri pada era industrialisasi mendatang. Sebab kami
yakin bahwa sebuah organisasi akan mampu eksis dan bermanfaat bagi masyarakat,
semampang organisasi tersebut mampu untuk menyesuaikan diri dan konsisten untuk
membantu masyarakat sekitarnya.
Sehingga pada dasarnya, dalam bingkai itulah KONFERSI CABANG IV GMNI PACITAN
ini kami selenggarakan. Sebab dengan segala keterbatasan yang dimiliki sebagai sebuah
organisasi, GMNI tetap berusaha untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan tetap
menggengam idealisme dan nasionalisme.

DEWAN PIMPINAN CABANG


GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA
(GMNI)
PACITAN

Ketua

MOHAMAD TONIS DZIKRULLAH


SEKAPUR SIRIH
SEBUAH PENGANTAR UNTUK KONFERCAB IV GMNI PACITAN
MERDEKA…!!!
KONFERENSI CABANG (Konfercab) adalah forum permusyawaratan tertinggi di tingkat
cabang yang merupakan momentum yang tepat dan strategis bagi pengumpulan ide dan
gagasan yang termuskan dalam suatu konsep bagi penggembangan GMNI pacitan ke
depan. Realitas yang ada sampai saat ini, setiap kegiatan sering terlambat pelaksanaannya
-bahkan tidak terlaksana- disebabkan kurangnya tanggungjawab dan perhatian kader
(pengurus dan anggota) terhadap organisasi. Oleh karena itu kita mecoba ke luar dari
‘tradisi’ tersebut untuk bersama-sama mengenggam sebuah komitmen. Komitmen menjaga
eksistensi dan independensi organisasi GMNI.
Kemudian dalam rangka untuk melakukan pembenahan mekanisme serta berbagai
ketentuan organisasi secara utuh dan menyeluruh, maka diperlukan tawaran berupa materi
(draft) yang akan dibahas dalam siding-sidang komisi, antara lain:
- Komisi A, yang membahas tentang Kaderisasi dan Program;
- Komisi B, yang membahas bidang Politik;
- Komisi C, yang membahas tentang Organisasi.
Hal ini merupakan suatu keniscayaan dan keharusan mutlak, mengingat dinamika,
perkembangan, tantangan dan problematika organisasi ke depan akan semakin kompleks,
sehingga diperlukan jawaban yang dirumuskan dari, oleh dan untuk anggota GMNI Pacitan,
sehingga dapat dilaksanakan secara konsisten dan kolektif.
Sekedar catatan, seluruh isi draft materi ini bukan keputusan yang sudah pasti disepakati,
namun sekedar merupakan perumusan garis besar. Sehingga dengan demikian sangat
terbuka kemungkinan untuk menambahkan, mengurangi, atau bahkan menghilangkan
sama sekali poin-poin dalam draft materi ini. Itupun harus dengan kesepakatan seluruh
peserta KONFERCAB IV GMNI Pacitan ini.
Sengaja draft materi ini didistriusikan kepada komisariat-komisariat beberapa hari
sebelum pelaksanaan Konfercab. Hal ini dengan semangat untuk membangun sebuah
tradisi organisasi positif, bahwa sebuah kepengurusan struktural organisasi maupun
kepanitiaan di GMNI bukanlah sesuatu yang anti-kritik. Selain itu juga untuk memberi
kesempatan kepada komisariat guna menyiapkan bahan penambahan maupun
pengurangan dalam draft materi ini. Dengan demikian akan mempertegas bahwa sekedar
pertimbangan parsial maupun praduga yang hanya ‘akal-akalan’ tanpa
pertanggungjawaban.
Akhirnya, dengan tetap mengorbankan semangat integritas dan kolektivitas dalam
rangka pengembangan GMNI dan penyamaan visi gerakan dengan tanpa mengedepankan
ego masing-masing yang hanya melahirkan sikap like and dislike, maka dalam forum yang
signifikan dan terhormat ini kami mengajak kawan-kawan agar “tidak hanya menjadi Mr.
Cuap-Cuap”, sehingga kita akan senantiasa komitmen untuk bekerja bareng merumuskan
konsep dan gagasan demi pengembangan GMNI ke depan. Semoga…
Selamat berdialektika dalam forum KONFERCAB IV GMNI Pacitan ini, dan teriring salam
perjuangan…Merdeka!!!
Pacitan, 7 Desember 2024
Hormat kami,
Perumus
TATA TERTIB
KONFERCAB IV GMNI PACITAN

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal I
1. Konferensi Cabang IV Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Pacitan, yang
selanjutnya disingkat dengan KONFERCAB IV GMNI Pacitan, merupakan forum
tertinggi dalam organisasi GMNI di tingkat Cabang dan merupakan
permusyawaratan dari kader, anggota dan keluarga besar GMNI Pacitan.
2. KONFERCAB IV diselenggarakan oleh DPC GMNI Pacitan periode 2022-2024 pada
tanggal 10 Desember 2024, bertepatan di Pacitan.
Pasal 2
KONFERCAB III dinyatakan syah apabila dihadiri oleh sedikitnya ½ + 1 dari kader,
anggota dan keluarga besar GMNI Pacitan.
Pasal 3
1. Yang dimaksud kader dan anggota dalam Tata Tertib ini adalah kader dan anggota
GMNI Pacitan yang sudah terdaftar di pangkalan database GMNI Pacitan.
2. Yang dimaksud dengan keluarga besar GMNI Pacitan dalam Tata Tertib ini adalah
Anggota, Pengurus Komisariat, Pengurus Komisariat, dan Pengurus DPC GMNI
Pacitan.
BAB II
TUJUAN
Pasal 4
KONFERCAB IV GMNI Pacitan diselenggarakan dengan tujuan :
1. Evaluasi dan penilaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPC GMNI Pacitan
periode 2022-2024.
2. Perumusan dan penetapan Rencana Strategis dan Garis Besar Program Kerja DPC
GMNI Pacitan periode 2024-2026.
3. Pemilihan dan penetapan Ketua DPC GMNI Pacitan periode 2024-2026 serta
kepengurusan lainya sesuai dengan ketentuan.

BAB VI
TUGAS DAN WEWENANG
Pasal 5
1. Pimpinan KONFERCAB IV GMNI Pacitan adalah Pengurus DPC GMNI Pacitan
periode 2022-2024.
2. Pimpinan KONFERCAB IV GMNI Pacitan bertanggungjawab atas terselenggaranya
KONFERCAB IV GMNI Pacitan.
Pasal 6
KONFERCAB IV GMNI Pacitan mempunyai tugas dan wewenang:
1. Menilai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPC GMNI Pacitan periode 2022-2024.
2. Menyusun rencana strategis dan garis besar program kerja DPC dalam rangka
pelaksanaan program umum dam kebijakan-kebijakan GMNI Pacitan periode 2024-
2026.
3. Memilih Ketua DPC dan pembentukan Tim Formatur KONFERCAB IV GMNI Pacitan.
4. Menetapkan pokok-pokok pikiran pengembangan GMNI Pacitan.
BAB IV
PESERTA DAN PENINJAU
Pasal 7
1. Peserta terdiri dari :
a. Seluruh Kader dan Anggota Komisariat GMNI Pacitan yang dibuktikan dengan
SK Kepengurusan dari DPC.
2. Peninjau terdiri dari :
a. DPP GMNI dan atau DPD GMNI Jawa Timur;
b. Pengurus DPC GMNI;
c. Pengurus Komisariat;
d. Alumni, Pers dan pihak-pihak lain yang diundang.
Pasal 8
1. Peserta dan peninjau diberikan tanda pengenal Konfercab dan wajib dipakai selama
sidang-sidang Konfercab berlangsung.
Pasal 9
Hak dan Kewajiban peserta dan peninjau :
1. Setiap peserta dan peninjau wajib menaati ketentuan dan Tata Tertib KONFERCAB
IV GMNI Pacitan.
2. Setiap peserta dan peninjau berkewajiban menjaga ketertiban dan kelancaran sidang
selama penyelenggaraan KONFERCAB IV GMNI Pacitan.
3. Peserta mempunyai hak bicara dan hak suara.
4. Peserta yang memiliki hak suara seperti yang disebutkan di Pasal 9 ayat 3 adalah 3
perwakilan Komisariat yang dibuktikan dengan surat mandat.
5. Peninjau hanya mempunyai hak bicara.
6. Peserta dan peninjau dapat berbicara setelah mendapat persetujuan dari Pimpinan
Sidang.
BAB V
PERSIDANGAN
Pasal 10
1. Sidang Pleno dihadiri oleh sedikitnya ½ + 1 peserta KONFERCAB IV GMNI Pacitan.
2. Sidang Komisi, yang dihadiri oleh sedikitnya ½ + 1 anggota komisi yang
bersangkutan.
SIDANG KOMISI
Pasal 11
1. Sidang komisi merupakan sidang kelompok yang terdiri dari :
a. Komis A, (Komisi Kaderisasi dan Program)
b. Komisi B, (Komisi Politik)
c. Komisi C, (Komisi Organisasi)
2. Anggota komisi merupakan representasi Komisariat-Komisariat, yang ditentukan
secara internal oleh komisariat yang bersangkutan.
3. Mekanisme pembagian anggota Komisariat ke dalam komisi-komisi adalah:
a. Komisi A, ½ dari anggota masing-masing komisariat yang hadir.
b. Komisi B, ¼ dari anggota masing-masing komisariat yang hadir.
c. Komisi C, ¼ dari anggota masing-masing komisariat yang hadir.
4. Tugas dan wewenang Sidang Komisi
a. Memusyawarahkan keputusan mengenai hal-hal yang menjadi lingkup tugasnya;
b. Melaporkan hasil-hasil sidang kepada Sidang Pleno.
5. Hasil-hasil Sidang Komisi syah apabila menjadi putusan KONFERCAB IV setelah
mendapat pengesahan dalam Sidang Pleno.

BAB VI
PIMPINAN SIDANG
Pasal 12
1. Pimpinan Sidang Sementara pada Pleno I adalah Pengurus DPC, sampai terpilihnya
Pimpinan Sidang Pleno.
2. Pimpinan Sidang Pleno dicalonkan dari dan oleh peserta.
3. Penentuan Pimpinan Sidang Komisi disesuaikan dengan perolehan suara terbanyak,
dengan urutan Ketua,Wakil ketua dan Sekretaris.
4. Pimpinan Sidang Pleno adalah dengan komposisi ganjil, yaitu terdiri dari seorang
ketua, seorang wakil ketua dan seorang sekretaris.
5. Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi dilakukan dalam Sidang Komisi yang
bersangkutan.
6. Pimpinan Sidang Sementara pada Sidang Komisi-Komisi adalah Pengurus DPC
Demisioner, sampai terpilihnya pimpinan Sidang Komisi.
7. Pimpinan Sidang Komisi dicalonkan dari dan oleh anggota komisi yang
bersangkutan.
8. Pimpinan Sidang Komisi adalah dengan komposisi yang terdiri dari seorang ketua
dan seorang sekretaris.

HAK DAN KEWAJIBAN PIMPINAN SIDANG


Pasal 13
1. Pimpinan sidang mengambil keputusan dengan tetap dalam kebersamaan yang
dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan untuk mufakat.
2. Mengatur urutan waktu dan termin pembicaraan serta memelihara jalannya sidang.
3. Berusaha mempertemukan pendapat, mengumpulkan pembicaraan, menjawab
pertanyaan, mendukung persoalan serta meluruskan pembicaraan atau persoalan
yang menyimpang
BAB VII
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 14
1. Setiap Sidang Pleno dinyatakan memenuhi Quorum apabila dihadiri paling sedikit ½
+ 1 dari jumlah peserta KONFERCAB IV
2. Setiap Sidang Komisi dinyatakan memenuhi Quorum apabila dihadiri paling sedikit
½ + 1 dari jumlah anggota Komisi yang bersangkutan.
3. Apabila ayat satu dan dua tidak dicukupi, maka sidang ditunda satu kali dengan
waktu selama 10 menit, dan sidang dilanjutkan kembali dengan dianggap memenuhi
Quorum.

KEPUTUSAN
Pasal 15
1. Semua keputusan diusahakan dicapai melalui musyawarah mufakat.
2. Jika karena suatu sebab keputusan tidak tercapainya sebagaimana ayat (1), maka
keputusannya dapat diambil melalui pemungutan suara (votting).
3. Pemungutan suara dilaksanakan secara bebas dan terbuka, kecuali mengenal
Person, dilakukan secara rahasia.
4. Apabila dalam pemungutan suara hasilnya adalah sama banyak, maka pemungutan
suara harus diulang. Dan apabila hasilnya masih sama banyak, maka akan diadakan
lobbying oleh pimpinan sidang selama 10 menit, dan keputusan langsung
diumumkan oleh pimpinan sidang

BAB VVI
PEMILIHAN PENGURUS
Pasal 16
1. Pemilihan Ketua dan Formatur DPC GMNI Pacitan periode 2024-2026 dilakukan
melalui tahapan:
a. Pencalonan calon Ketua DPC GMNI Pacitan.
b. Perkenalan dan Penyampaian visi misi calon Ketua DPC (dialog dengan
peserta)
c. Pemilihan Ketua DPC
d. Pembentukan formatur yang akan menyusun dan menentukan Pengurus DPC
GMNI Pacitan periode 2024-2026.
2. Pemilihan dilaksanakan secara bebas dan rahasia.
3. Hasil pemilihan Ketua DPC dianggap syah apabila mendapat suara terbanyak.
4. Formatur dibentuk sesuai peraturan yang berlaku.
BAB IX
SANKSI
Pasal 17
1. Sanksi bagi peserta dari peninjau yang melanggar Tata Tertib dan menganggu
kelancaran KONFERCAB IV ditentukan oleh Pimpinan Sidang Konfercab IV dengan
terlebih dahulu memberikan peringatan.
2. Sanksi yang dimaksud dalam ayat (1) dapat berupa:
a. Dicabut hak bicara dan/atau hak suaranya
b. Dikeluarkan dari forum sidang (setelah mendapat akumulasi paling banyak 3 kali
peringatan)
3. Peringatan yang dimaksud dalam ayat (1) dan (2) diatas dapat berupa peringatan
lisan maupun tertulis.

BAB X
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 18
Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditetapkan oleh penyelenggara
KONFERCAB IV GMNI Pacitan bersama-sama dengan peserta.

Ditetapkan di : Pacitan
Pada Tanggal : 10 Desember 2024
Pukul : WIB

PIMPINAN SIDANG SEMENTARA


KONFERCAB III GMNI PACITAN

Ketua Wakil Ketua


Sekretaris
SIDANG KOMISI A
(BIDANG KADERISASI dan PROGRAM KERJA)

1. KADERSI

A. Pendahuluan
Kaderisasi pada hakekatnya adalah sebuah totalitas usaha yang dilakukan
secara sistematis dan berkelanjutan untuk membina dan mengembangkan
potensi pemikiran guna mengembangkan intelektualitas serta integritas yang
tinggi dan mampu menganalisa secara komprehensif.
Sebagai organisasi kader, parameter keberhasilan GMNI dapat dimulai dari
sistem kaderisasi, penguatan terhadap wacana-wacana revolusioner yang
senantiasa tidak pernah sepi dari lompatan-lompatan pemikiran yang actual
sesuai dengan perkembangan situasi lokal, regional, nasional dan global, dengan
adanya free market of ideas.
Sedangkan pada program kerja GMNI Pacitan ke depan ada beberapa hal
yang mutlak dilakukan untuk menjaga eksistensi organisasi dan penerapan
ideologi GMNI .

B. Format Pengkaderan
Ada beberapa hal yang harus dilalui dalam kerangka system kaderisasi, antara
lain (1) pengkaderan formal, (2) pengkaderan non formal dan (3) pengkaderan
informal. Pada persoalan ini kita harus merumuskan bagaimana format
pengkaderan yang ideal, bagaimana kandasan material, faktor pendukung dan
infrastruktur yang akan mampu memainkan peran yang signifikan untuk pola
pengkaderan yang efektif, efisien, terukur dan tepat sasaran.

C. Tipologi Kader
Sampai sekarang belum ada database yang jelas tentang tipologi kader.
Namun secara umum, ada 5 tipologi kader saat ini yaitu pertama politisi, kedua
ekonom, ketiga excacta, keempat social science, kelima gerakan
extraperlementer (jalanan). Pembacaan tipologi kader ini akan menjadi landasan
untuk mengetahui sejauh mana keinginan dan potensi kader untuk bahan
pertimbangan kerangka landasan tingkat kebutuhan dan aktualisasi kader untuk
penguatan karakter (character building) , dan kapasitas keilmuwan seorang kader
(capacity building).

D. Rekomendasi-Rekomendasi
Dalam hal kaderisasi, GMNI Cabang Pacitan perlu melakukan:
1. Pemilihan status anggota dan kader secara jelas
2. Pelaksanaan kaderisasi maupun penerimaan anggota yang dilakukan secara
berkala dan berkesinambungan
3. Penertiban jenjang kaderisasi dan pelaksanaan kaderisasi yang terfokus dan
terencana
4. Pemantapan terhadap Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari sebuah kegiatan
kaderisasi formal
5. Penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (Capacity building)
6. Pemahaman ideologi secara utuh dan bertingkat
7. Kaderisasi dilakukan secara formal dan non formal
8. Jenjang kaderisasi dan pelaksanaan kaderisasi yang ideal
9. Menciptakan kader organisasi yang militan dan capable.

2. PROGRAM
Kemudian terkait masalah program kerja tentunya hal ini hanya busa dirumuskan
bila susunan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia (DPC GMNI) Pacitan periode 2024 – 2026 sudah terbentuk. Dan yang
patut dipahami juga bahwa dalam forum KONFERCAB IV ini semua program ang
dirumuskan sifatnya hanyalah garis besar, karena mengenai detailnya akan dibahas
pada tingkatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab).
Dalam hal program, DPC GMNI Pacitan secara garis besar harus melakukan
beberapa item kegiatan, antara lain :
1. Melakukan serangkaian aktivitas yang menunjang peningkatan kualitas diri, baik
secara personal maupun institusional
2. Menghadirkan wacana sekaligus keberpihakan kepada rakyat dan bangsa
terhadap anggota GMNI
3. Penciptaan kader organisasi yang militan dan capable serta membentuk kader
bangsa yang bersifat kerakyatan
4. Pemantapan pelibatan GMNI diranah public dengan mengambil peran-peran
strategis
5. Penguatan citra kelembagaan sebagai organisasi yang berkualitas dengan
didukung oleh kader yang yang capable dan manajemen organisasi serta
instruktur yang cukup.
6. Pelaksanaan upaya menciptakan kader yang mandiri dalam pemenuhan
kebutuhan dasar organisasi
7. Pemantapan keterlibatan Sarinah (kader putri GMNI) dalam kegiatan-kegiatan
eksternal maupun internal organisasi
8. Pola komunikasi dan konsolidasi organisasi yang rutin dan berkala
9. Pembentukan Komisariat-Komisariat Baru untuk memperluas GMNI di Pacitan
10. Pemanfaatan materi Sarinah kepada kader putri GMNI (Meningkatkan SDM
Sarinah)
11. Penjadwalan materi yang diberikan pada waktu kajian dari tiap bidang
12. Mengadakan pelatihan keterampilan bagi kader Sarinah
13. Diselenggarakan pematangan ideologi dalam wadah FDI
14. Pelatihan advokasi kerakyatan bagi kader-kader GMNI
15. Adanya program, DPC periode mendatang jangka pendek, jangka menengah dan
jangka panjang.
Demikian hasil-hasil sidang Komisi A, ini semua merupakan upaya dari kami sebagai
dari keluarga GMNI untuk mencoba ikut memikirkan organisasi GMNI Ke depan.
Sehingga setiap pemikiran dan tingkah laku organisasi kita nantinya benar-benar
mendasarkan pada kepentingan organisasi dan demi pengembangan dan eksistensi GMNI
Pacitan. Teriring salam perjuangan….Merdeka!!!

Ditetapkan di :
Pada Tanggal :
Pukul : WIB

PIMPINAN SIDANG KOMISI A


KONFERCAB III GMNI PACITAN

Ketua Sekretaris
SIDANG KOMISI B
(BIDANG POLITIK)
A. Pendahuluan
Seiring dengan tuntutan zaman dengan semangat perubahan, GMNI yang telah
mengaku sebagai bagian dari actor perubahan, mau tidak mau harus bersikap aktif
melakukan pembacaan realitas sosial sekalius melakukan penyikapan-penyikapan
ditingkat global, nasional, regional sampai pada tingkatan lokal. Tentunya tantangan
di atas harus dijawab dengan melakukan refleksi atas segenap aktivitas gerakan
yang selama ini telah dilalui dan dilakukan.
Dalam konteks lokal, DPC GMNI Pacitan sebagai bagian dari GMNI Secara
nasional harus berbenah diri. Dalam rangka mewujudkan GMNI sebagai organisasi
pengkaderan yang profesional, maka kebutuhan kader dalam berekspresi politik
maupun dalam bentuk kerjasama dengan pihak eksternal lainnya merupakan hal
yang mesti dijawab. Dengan berdasar pada realitas, bahwa kebutuhan kader akan
wahana berekspresi berjejaringan sangatlah dirasa kurang. Sementara itu kalau
digali dari akar permasalahannya adalah :
1. Ke-majemukan disiplin ilmu kader
Pluralitas (keberagaman dan keberbedaan) disiplin ilmu kader haruslah
dipandang sebagai asset, bukan perbedaan yang justru akan memilah kader dari
latar belakang keilmuwan.
2. Orientasi disiplin ilmu
Dalam ranah progresifitas, muncul dikotomi antara gerakan jalanan dan gerakan
pemikiran. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga bagaimana
bisa memadukan keduanya untuk bersama-sama bergerak meruapakan
tantangan yang harus dijawab oleh kader GMNI
3. Sikap Apolitis Kader uat sekali pembedaan antara ‘gerakan’ dan ‘politik’.
Meskipun pada dasarnya manusia adalah makhluk politi (zoon politicon), namun
harus disadari bahwa GMNI bukanlah organisasi politik, tetapi organisasi kader .
Sehingga bagaimanapun,kader GMNI maupun secara kolektif organisasi, harus
tetap peka dan mampu melihat pesoalan-persoalan sosial politik secara dewasa.
Sehingga bagaimana meramu keduanya (dunia gerakan dan dunia politik), itu
yang menjadi tantangan secara kolektif.
Daya Manusia yang handal dalam bingkai nasionalisme dan ke-indonesiaan”, maka mesti
disiapkan seperangkat instrument untuk menjawab persoalan tersebut di atas.
B. Arah dan Strategi
Gerakan dalam berpolitik dari organisasi GMNI diarahkan sebagai: pertama, dapur
perumus kebijakan baik yang bersifat internal maupun eksternal; kedua, pembinaan
pemeran politik, penyaluran pendapat dan kepentingan politik, serta komunikasi
politik yang ditempuh melakukan upaya pendewasaan wacana politik, perumusan
visi politik dan membangun jaringan informasi politik.
Sedangkan strategi yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi serta langkah-
langkah yang mendasar, konsisten dan aplikatif. Dari pemahaman itulah maka
strategi yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Iklim yang mampu menciptakan suasana yang sehat, dinamis dan kompetitif dan
selalu dibimbing dengan nilai taqwa, intelektualitas dan profesionalitas sehingga
mampu meningkatkan kualitas pemikiran dan prestasi, terbangunnya suasana
kekeluargaan dalam menjalankan tugas suci keorganisasian, kemasyarakatan
dan kebangsaan.
2. Kepemimpinan harus dipahami sebagai amanah yang menempatkan kader GMNI
sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri, sehingga dengan demikian kepemimpinan
selalu penuh dengan rasa cita, arif, bijaksana, terbuka dan demokratis.
3. Struktur dan kelengkapan organisasi yang tertata baik sehingga dapat
mewujudkan sistem dan mekanisme organisasi yang efektif dan efisien, mampu
mewadahi dinamika intern organisasi serta mampu merespon dinamika dan
perubahan eksternal.
4. Produk dan aturan organisasi yang konsisten dan tegas menjadi panduan
konstitusif, sehingga tercipta suatu organisasi yang teratur dan mempunyai
kepastian hukum dari tingkat cabang sampai komisariat.
5. Pola komuniksi yang dibuat adalah komunikasi timbal balik dan berdaulat serta
mampu membedakan antara hubungan ke dalam maupun ke luar.
6. Pola kaderisasi yang dikembangkan selaras dengan tuntutan perkembangan
jaman kini dan mendatang.
7. Menambah pola pemahaman dan penyamaan (upgrading) wacana politik pada
kader.
8. Penguatan wacana secara komperhensif dan kritis dalam menyikapi segala
situasi nasional dan daerah, dari konteks analisis terhadap kebijakan-kebijakan
yang tidak berpihak pada rakyat.
Ditetapkan di :
Pada Tanggal :
Pukul : WIB

PIMPINAN SIDANG KOMISI B


KONFERCAB III GMNI PACITAN

Ketua, Sekretaris,
SIDANG KOMISI C
(BIDANG ORGANISASI)
Kalau dianalogikan sebagai sebuah tubuh, organisasi terdiri dari berbagai bagian tubuh
(organ) yang ‘saling mendukung dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya, sehingga
tiap-tiap organ dalam tubuh itu mempunyai tugas masing-masing dan saling
berkesinambungan demikian pula dengan organisasi GMNI. Sebagai sebuah organisasi
juga memerlukan perangkat yang saling mendukung dan saling melengkapi pula. Hal ini
dalam tatanan menjalankan program dan kegiatan organisasi. Untuk itulah perlu dibahas
hal-hal yang berhubungan dengan ke-organisasian.
Sebagai ruang lingkup dari komisi organisasi dalam KONFERCAB IV GMNI Pacitan ini,
maka perlu dibahas hal-hal sebagai berikut :
a. Susunan Struktur Kelembagaan serta Tugas dan Wewenang Personalia Pengurus
DPC GMNI Pacitan periode 2024-2026;
b. Arah koordinasi pengurus DPC dan
c. Tata terti pemilihan Ketua DC dan Tim Formatur
A. Susunan Struktur Kelembagaan Serta Tugas dan Wewenang Personalia Pengurus DPC
GMNI Pacitan Periode 2024-2026
Terkait dengan masalah susunan Dewan Pimpinan Cabang, GMNI Pacitan tidak perlu
mengekor pada susunan penguru sdi KORDA atau Presidium, melainkan ada kewenangan
bagi cabang untuk merumuskan susunan kepengurusan yang disesuaikan dengan tingkat
kebutuhan dan pembacaan konstelasi daerah yang merupakan garis territorial di mana
cabang berada. Pada periode lalu, wakil ketua hanya dua, yaitu intern dan ekstern dengan
pembagian tugas (job description) yang telah disepakati bersama. Selain untuk globalisasi
tugas, hal itu juga untuk perampingan pengurus karena jumlah kader yang masih sangat
minim.
Terkait paparan di atas, dalam forum Konfercab ini perlu dilakukan perumusan ulang
mengenai susunan pengurus yang sesuai dengan kebutuhan dan konstelasi saat ini.
Namun dengan tetap berpedoman pada Konstitusi GMNI (pasal 13 ayat 7 ART, susunan
pengurus DPC terdiri dari seorang Ketua dan beberapa orang Wakil Ketua, seorang
Sekretaris dan beberapa orang Wakil Sekretaris, seorang Bendahara dan satu atau
beberapa orang wakil bendahara.
Sedangkan tugas dan wewenang personalia pengurus sangat perlu guna adanya
spesifikasi masing-masing personalia. Sehingga terbentuk tanggung jawab kolektif dengan
pembagian tugas dan batasan kewenangan yang jelas. Dapat dirumuskan dalam tabel
berikut:
No Personalia Tugas Kewenangan
Pengurus

1. Ketua - Memimpin, mengatur dan - Mewakili DPC


mengkoordinir GMNI baik ke
pelaksanaan dalam maupun ke
kebijaksanaan DPC GMNI, luar
khususnya menyangkut - Memberikan
tugas-tugas harian pengarahan serta
- Mengatur dan mencarikan solusi
mengkoordinir pembagian yang tepat dalam
tugas DPC GMNI setiap kegiatan
- Melaksanakan kebijakan maupun
organisasi baik internal pengambilan
maupun eksternal keputusan
- Melaksanakan dan - Bersama
bertanggungjawab sekretaris atau
terhadap koordinasi dan sekretaris bidang
mengupayakan terobosan menandatangani
strategis dalam rangka surat-surat
pengembangan organisasi, - Mendelegasikan
baik ke dalam maupun ke tugas dan
luar wewenangnya
kepada salah
seorang wakil
ketua sesuai
dengan bidangnya,
apabila ketua
berhalangan hadir
2. Wakil-Wakil Ketua - Membantu pelaksanaan - Mengkoordinir dan
tugas-tugas ketua menjalankan
- Mewakili tugas-tugas ketua bidang khusus
apabila berhalangan secara terarah,
- Menggembangkan dan terpadu dan
melaksanakan tugas terencana
khusus sesuai dengan - Melakukan
bidangnya koordinasi atau
konsultasi dengan
lembaga serta
instansi terkait
- Melakukan
program rintisan
sesuai dengan
bidangnya
- Bersama
sekretaris atau
wakil sekretaris
bidang
menandatangani
surat-surat
organisasi sesuai
dengan bidangnya
-
3. Sekretaris - Membantu ketua dan wakil- - Memimpin
wakil ketua dalam kegiatan sehari-
menjalankan tugas hari
organisasi kesekertariatan
- Memimpin dan - Merumuskan
mengkoordinir pembagian rancangan
tugas wakil-wakil sekretaris program kerja,
sesuai bidangnya peraturan serta
- Bersama wakil sekretaris surat-surat
bidang, bendahara dan keputusan dalam
wakil bendahara lingkungan DPC.
mengusahakan dan - Bersama ketua dan
melengkapi perangkat wakil ketua
pendukung sekretaris menandatangani
bidang surat-surat
- Mengatur mekanisme organisasi-
kesekretariatan dan
mencatata, mengarsipkan
data-data serta
mempertanggungjawabkan
kekayaan DPC GMNI
4. Wakil-Wakil - Membantu pelaksanaan - Melakukan tugas
Sekretaris tugas-tugas sekretaris sekretaris apabila
- Mewakili tugas-tugas berhalangan
sekretaris apabila - Bersama ketua
berhalangan atau wakil ketua
- Melaksanakan tugas menandatangani
khusus yang menyangkut surat-surat
pengembangan dan organisasi
perintisan program
5. Bendahara - Mengatur, menyimpan dan - Memimpin
mencatat penerimaan kegiatan sehari-
maupun pengeluaran DPC hari
GMNI kebendaharaan
- Membuat petunjuk teknis - Merumuskan
tentang tata cara rancangan tentang
permintaan, pembayaran pengaturan
dan pengeluaran keuangan penerminaan dan
serta pendayagunaan pengeluaran
inventaris DPC GMNI secara periodik
- Melaporkan situasi dan berkala
keuangan secara berkala - Menginventarisir
satu bulan sekali dan melakukan
- Mengatur dan pendataan
mengkoordinir pembagian terhadap donator
tugas dengan wakil yang ada
bendahara
6. Wakil-Wakil - Membantu pelaksanaan - Membantu
Bendahara tugas bendahara wewenang
- Mewakili tugas bendahara bendahara dalam
apabila berhalangan merumuskan
- Melakukan tugas-tugas rancangan tentang
khusus yang diberikan oleh pengaturan
bendahara penerimaan secara
periodic dan
berkala
- Membantu tugas
bendahara dalam
menginventarisir
dan melakukan
pendataan donator
yang ada
7. Biro-Biro - Merencanakan, membuat - Mewakili tugas-
dan melaksanakan tugas organisasi
program-program GMNI tingkat lokal,
sesuai dengan regional maupun
spesifikasinya nasional sesuai
- Melakukan koordinasi dengan bidangnya
dengan pengurus harian - Melakukan
secara umum dan wakil komunikasi dan
ketua sesuai dengan kerjasama dengan
bidangnya lembaga atau
- Melaksanakan ktetapan- instansi baik
ketetapan dan keputusan pemerintah
DPC GMNI maupunswasta, di
bawah koordinasi
dengan pengurus
harian secara
umum dan wakil
ketua bidang yang
sesuai dengan
spesifikasinya
secara khusus

B. Arah Koordinasi Pengurus DPC


Dalam kegiatan koordinasi diletakkan pada 5 ranah, yaitu : penajaman pada aspek
sosialisasi, konsolidasi, partisipasi, sistem kontrol. Di sini bisa dibuat pijakan tentang
mekanisme sistem koordinasi ke depan pengurus DPC GMNI Pacitan:
1. Pengurus cabang terpilih sebelum mengadakan rapat kerja, harus lebih dahulu
mengadakan hearing (dengar pendapat) ke wilayah komisariat dengan tujuan dan
harapan mangakses segala usaha, upaya, himbauan, usulan dan kebutuhan kader
serta komisariat dalam program yang akan dilaksanakan DPC mendatang.
2. Ketua merupakan penanggung jawab organisasi secara penuh.
3. Ketua mensosialisasikan setiap dan apa yang akan dilakukan oleh setiap wakil ketua
bidang melalui rapat evaluasi.
4. Dalam pengambilan keputusan dalam rapat minimal harus dihadiri ½ + 1 dari
pengurus DPC.
5. Setiap keputusan yang diambil wakil ketua bidang harus melalui koordinasi lebih
dahulu dengan ketua.
6. Wakil ketua bidang mempunyai tanggungjawab penuh terhadap jalannya program
per-bidang masing-masing.
7. Komisariat selain mempunyai hak kontrol melalui: pernyataan sikap, justifikasi
pengurus cabang melalui mekanisme yang ditentukan, juga mempunyai hak
otonomisasi secara penuh dalam melaksanakan program komisariat dan kebijakan
yang dibuat pengurus komisariat tanpa ada intervensi dari DPC dalam mengambil
keputusan.
8. Kader berhak melakukan usulan, imbauan melalui media keputusan yang diajukan
pihak pengurus komisariat .
9. Setiap anggota pengurus cabang, pengurus komisariat, dan setiap kader mempunyai
kedudukan yang sama, mempunyai hak kontrol yang sama dan berekspresi yang
sama.
10. Pengurus DPC dan Komisariat Mengadakan evaluasi bersama.
C. Tata Tertib Pemilihan Ketua dan Formatur

TATA TERTIB PEMILIHAN


KETUA DAN FORMATUR KONFERCAB IV
GMNI PACITAN
1. Pimpinan Sidang Pleno Pemilihan adalah Pinmpinan Sidang KONFERCAB IV.
2. KONFERCAB IV memilih satu orang ketua DPC, penetapan sekretaris dan
pembentukan Tim Formatur.
3. Ketentuan Peserta dan mekanisme Pemilihan Ketua DPC.
a) Berdasarkan tata tertib Konvercab IV BAB IV Pasal 9 Ayat 4 hak suara hanya dimiliki
3 perwakilan di setiap komisariat dibuktikan dengan surat mandat.
b) Dalam hal perwakilan komisariat tidak dapat menunjukan surat mandat, perwakilan
komisariat diberikan waktu 30 untuk mengurus surat mandat untuk kemudian
persidangan ditunda selama 30 menit.
c) Apabila dalam kurun waktu 30 menit perwakilan komisariat tidak dapat menunjukan
surat mandat maka perwakilan komisariat dinyatakan tidak memiliki hak suara.
d) Formulir pencalonan dan surat suara pemilihan disediakan oleh Panitia
KONFERCAB IV dengan dibubuhi stemple Panitia/ Pengurus DPC
e) Jika dalam tahapan pencalonan Ketua DPC terdapat satu calon Ketua DPC (calon
tunggal), maka otomatis ditetapkan sebagai Ketua DPC terpilih dengan persetujuan
forum.
f) Apabila terdapat satu calon Ketua DPC tetapi forum tidak menyetujui maka
persidangan di tunda selama 60 menit untuk melakukan penjaringan ulang.
g) Apabila setelah penjaringan hanya mendapat satu calon sah maka peserta dapat
mengusulakan Calon Ketua DPC dan dilanjutkan ke prosesi pemilihan dan / atau
pentapan jika masih terdapat satu calon Ketua DPC.
h) Surat suara disiapkan oleh panitia dan dibubuhkan cap basah organisasi.
i) Bilik suara dan perlengkapan pemilihan ditempatkan di hadapan peserta.
j) Pemilihan dilakukan secara langsung, bebas dan rahasia, dengan ketentuan satu
orang satu suara (one man one vote).
k) Hasil pemilihan Ketua DPC syah apabila terdapat suara terbanyak, jika terjadi suara
sama banyak maka diadakan pemungutan suara yang kedua, dan jika masih sama
banyak maka keputusan diambil dengan musyawarah untuk mufakat antara peserta
KONFERCAB IV dan Pimpinan Sidang.
l) Sekretaris DPC dipilih langsung oleh Ketua DPC terpilih.
m) Ketua DPC terpilih sekaligus ketua Tim Formatur.
n) Pembentukan tim formatur dipimpin oleh Ketua DPC terpilih. Pembentukan anggota
Tim Formatur melalui alur; Ketua DPC terpilih dibantu Sekretaris DPC atas dasar
usulan anggota/kader dan/atau melalui persetujuan forum untuk selanjutnya
menentukan sebagai anggota Tim Formatur.
o) Tim formatur yang dimaksud berjumlah paling banyak 6 anggota berasal dari kader
aktif.
p) Ketua DPC terpilih dan Tim Formatur menyusun kepengurusan DPC GMNI Pacitan
selambat-lambatnya 3 x 24 jam sejak berakhirnya KONFERCAB IV.

4. Persyaratan Calon Ketua DPC


a) Calon Ketua DPC adalah Pengurus Cabang GMNI Pacitan Periode 2022 – 2024.
b) Calon Ketua DPC telah mengikuti PPAB, dan KTD
c) Calon Ketua DPC tidak sebagai Ketua Organisasi kemahasiswaan lain atapun
Organisasi setingkat yang musyawarah tertingginya dambil melalui Konggres atau
sebutan lainnya, dan / atau bersedia mengundurkan diri setelah terpilih paling
lambat 3 hari setelah ketua terpilih ditetapkan.
d) Calon Ketua DPC harus memahami perkembangan GMNI Pacitan dengan aktif di
GMNI.
e) Calon Ketua DPC tidak pernah diberhentikan dan / atau dinonaktifkan dari
keanggotaan GMNI.

5. Mekanisme pemilihan Ketua DPC

a) Tahapan Pencalonan:
i. Bakal Calon Ketua DPC dipersilakan oleh ketua siding mengisi surat
pendaftaran pencalonan Ketua DPC.
ii. Formulir Pendaftaran pencalonan Ketua DPC sebagaimana dimaksud pada
poin (i) disediakan oleh Pimpinan siding.
b) Tahapan Penetapan Calon Ketua DPC.
i. Pimpinan Sidang menetapkan Calon Ketua DPC dengan menuangkan hasil
pecalonan kedalam berita acara.
ii. Pimpinan Siding menetapkan nomer urut Calon Ketua DPC berdasarkan
waktu pengumpulan formulir pendaftaran pencalonan Ketua DPC secara
berurutan dari nomer terendah.
iii. Pimpinan Sidang.mengumumkan penetapan Calon Ketua DPC beserta
nomor urut Calon Ketua DPC.
c) Tahapan Perkenalan Calon Ketua DPC
i. Pimpinan Sidang memberikan waktu kepada masing – masing calon untuk
menyampaikan visi & misi dengan waktu 5 sd 10 menit secara berurutan
bendasarkan no urut Calon Ketua DPC.
ii. Dalam hal Calon Ketua DPC selesai menyampaikan visi & misi Pimpinan
Siding memberikan waktu kepada peserta untuk bertanya atau berdialog
dengan calon Ketua DPC.

d) Tahapan Pemilihan
i. Pimpinan Sidang mempersilahkan perwakilan Komisariat menyerahkan
surat mandat.
ii. Pimpinan Sidang mengatur bilik suara dan perlengkapan pemilihan.
iii. Pimpinan Sidang memanggil perwakilan Komisariat berdasarkan Surat
Mandat untuk selanjutnya diberikan surat suara kosong yang sudah di
bubuhkan Cap Basah DPC GMNI Pacitan.
iv. Pimpinan Sidang mempersilahkan perwakilan Komisariat yang sudah
mendapat surat suara untuk menuju bilik suara untuk selanjutnya
memberikan hak pilihnya/suaranya.
v. Surat Suara dinyatakan sah apabila surat suara hanya memuat dukungan
kepada salah satu Calon Ketua DPC.
vi. Surat Suara sah sebagaimana dimaksud poin v adalah yang memuat
dukungan antarnya Nomor Urut dan / atau nama Calon dan / atau nama
alias atau sebutan lainya calon ketua DPC.
vii. Surat Suara Tidak sah jika Memuat dukungan lebih dari satu Calon Ketua
DPC, Kosong dan tidak memuat dukungan apapun dana tau memuat
dukungan bukan kepada Calon Ketua DPC.
e) Tahapan Penghitungan/Rekapitulasi.
i. Pimpinan Sidang disaksikan seluruh peserta siding membuka Kotak Suara.
ii. Pimpinan Sidang membacakan surat suara dengan disaksikan oleh peserta
siding.
iii. Pimpinan Sidang menyampaikan perolehan suara Calon Ketua DPC.
iv. Pimpinan Sidang menetapkan Ketua DPC terpilih dan dimuat dalam Berita
Acara.
v. Pimpinan Sidang mempersilakan Ketua DPC terpilih memberikan
sambutan.

6. Mekanisme penetapan Sekretaris dan pembentukan Tim Formatur

i. Pimpinan Sidang mempersilakan Ketua DPC terpilih untuk menunjuk Sekretaris


DPC.
ii. Pimpinan Sidang mempersilakan Ketua DPC terpilih dibantu oleh Sekretaris DPC
untuk memimpin pembentukan tim formatur.
iii. Ketua DPC membentuk Tim Formatur berdasarkan usulan Peserta Sidang dan
atau mengusulakan calon anggota tim formatur yang disetujui oleh Peserta
Sidang.
iv. Ketua DPC terpilih menyampaikan hasil pembentukan tim formatur.
v. Pimpinan Sidang menetapkan Sekretaris DPC dan Tim Formatur..
7. Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Tertib ini, akan diatur lebih lanjut oleh Pimpinan
KONFERCAB IV berdasarkan kesepakatan peserta.
Demikian hasil-hasil sidang komisi C. Ini semua merupakan upaya dari kami sebagai bagian
dari keluarga GMNI untuk mencoba mengikuti organisasi GMNI ke depan. Sehingga setiap
pemikiran dan tingkah laku organisasi kita nantinya benar-benar mendasarkan pada
kepentingan organisasi dan demi pengembangan dan eksistensi GMNI Pacitan. Teriring
salam perjuangan…Merdeka!

Ditetapkan di :
Pada Tanggal :
Pukul : WIB

PIMPINAN SIDANG KOMISI C


KONFERCAB IV GMNI PACITAN

Ketua Sekretaris

Anda mungkin juga menyukai