TATA TERTIB
MUSYAWARAH KOMISARIAT
DPK GMNI UIN SMH Banten 2021
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Nama, Waktu, Tempat
1. Musyawarah Komisariat DPK GMNI UIN SMH Banten selanjutnya disingkat
Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten.
2. Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten merupakan permusyawaratan tertinggi
ditingkat komisariat, yang diselenggarakan selama 1 tahun sekali.
3. Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten bertempat di……………………. Pada
tanggal……………………..
Pasal 2
Tujuan
1. Tujuan diselenggarakannya Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten adalah untuk
mengevaluasi seluuruh kebijakan keorganisasian berdasarkan Anggaran Dasar
Rumah Tangga Bab VIII Pasal 13 secara internal berdasarkan permusyawaratan,
menetapkan arah dan strategi perjuangan komisariat untuk periode berikutnya serta
memilih komisaris yang kemudian ditetapkan sebagai tim formatur untuk menyusun
struktur kepengurusan DPK GMN UIN SMH Banten 2021/2022.
BAB II
Dasar Pelaksanaan
Pasal 3
1. Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten dilaksanakan berdasarkan ketentuan,
BAB VIII pasal 14 dan pasal 24 Anggaran Dasar GMNI, dan Bab III Pasal 27
Anggaran Rumah Tangga GMNI dan Peraturan DPP GMNI No. 06/PDPP/DPP-
GMNI/VI/2018 BAB X, Pasal 31
BAB III
TUGAS DAN WEWENANG
Pasal 4
1. Tugas
Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten bertugas :
a. Mengevaluasi laporan pertanggung jawaban pengurus komisariat periode
2020/2021;
b. Membentuk Kepengurusan DPK GMNI UIN SMH Banten periode 2021/2022
c. Membuat rekomendasi yang dijabarkan dalam program-program kerja pengurus
DPK GMNI UIN SMH Banten periode 2020/2021
2. Wewenang
Muskom GMNI UIN SMH Banten berwewenang :
a. Menerjemahkan nilai dasar gerakan, strategi gerakan serta kerangka umum
kebijakan DPK GMNI UIN SMH Banten periode 2021/2022
b. Mengambil keputusan dan kebijakan serta mengeluarkan rekomendasi;
c. Memilih komisaris dan tim formatur untuk menyusun formasi kepengurusan DPK
GMNI UIN SMH Banten Periode 2021/2022
BAB IV
PESERTA MUSKOM
Pasal 5
1. Peserta adalah pengurus dan seluruh anggota DPK GMNI UIN SMH Banten;
2. Peninjau adalah pengurus DPC GMNI Serang, alumni atau demisioner DPK GMNI
UIN SMH Banten
3. Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten diikuti oleh Peserta penuh
Pasal 6
Hak dan Kewajiban Peserta
1. Peserta memiliki hak suara dan hak bicara
2. Prninjau hanya mempunyai hak bicara.
3. Setiap peserta wajib mentaati ketentuan dan tata tertib yang telah ditetapkan dalam
Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten;
MUSYAWARAH DAN SIDANG-SIDANG
Pasal 7
1. Musyawarah dan sidang-sidang dalam Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten terdiri
dari;
2. Sidang pleno, dihadiri oleh seluruh peserta penuh Muskom DPK GMNI UIN SMH
Banten ;
3. Sidang Komisi dihadiri oleh anggota komisi.
Pasal 8
Pimpinan Sidang
1. Pimpinan sidang pleno adalah peserta sidang
2. Pimpinan sidang pleno terdiri dari seorang ketua sidang, wakil ketua sidang dan
sekertaris sidang yang diusulkan oleh tiap-tiap fraksi dan disepakati oleh forum.
3. Pemilihan pimpinan sidang pleno dipimpin oleh presiduim sidang sementara.
4. Mekanisme pemilihan pimpinan sidang pleno dilaksanakan dengan cara musyawarah
mufakat .
5. Pimpinan sidang komisi sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua sidang komisi
dan sekretaris sidang komisi, dipilih oleh dan dari peserta komisi.
Pasal 9
Tugas dan Wewenang pimpinan sidang
1. Memimpin jalannya sidang agar tetap dalam kebersamaan yang dipimpin oleh
kebijaksanaan dalam permusyawaratan untuk mencapai mufakat. menyimpulkan
pembicaraan serta mengembalikan jalannya persidangan pada pokok pembicaraan.
Hak dan kewajiban pimpinan sidang :
a. Mengatur urutan berbicara
b. Mengatur dan mentertibkan arah pembicaraan
c. Menetapkan waktu bagi yang berbicara
d. Menyimpulkan pembicaraan
e. Menyiapkan tiap-tiap hasil keputusan yang diambil
f. Menghormati peserta musyawarah
Pasal 10
Lobiying
Apabila dalam sesuatu hal, pimpinan sidang memandang perlu untuk melakukan
perundingan masalah-masalah (lobiying) dan/ atau berdiskusi sesuatu permasalahan
terkait dengan pengambilan suatu keputusan maka dilaksanakan dengan persetujuan
forum Muskom.
BAB VI
QUORUM DAN TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 11
1. Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten sah apabila dihadiri minimal 2/3 dari seluruh
anggota DPK GMNI UIN SMH Banten.
2. Setiap sidang pleno dianggap sah apabila dihadiri minimal ½ + 1dari jumlah peserta
sidang yang ada.
3. Sidang komisi dianggap sah apabila dihadiri minimal ½ + 1 dari jumlah peserta
sidang komisi.
4. Apabila ayat 1 dan 2 tidak terpenuhi maka sidang diskors selama 1 X 15 menit,
kemudian dinyatakan sah.
Pasal 12
Tata cara pengambilan keputusan
1. Semua keputusan disahkan melalui musyawarah mufakat.
2. Apabila karena suatu sebab keputusan tidak bisa tercapai sebagaimana ayat 1. Maka
keputusan dapat diambil melaluioemungutan suara (voting).
3. Pemungutan suara dilakukan secara terbuka.
4. Jika terjadi suara yang sama maka pemungutan suara diulang kembali.
BAB VII
TATA TERTIB PEMILIHAN KOMISARIS
DPK GMNI UIN SMH BANTEN
PERIODE 2021/2022
Ketentuan Umum
Pasal 13
1. Pemilihan komisaris DPK GMNI UIN SMH Banten Periode 2021/2022 dilaksanakan
dalam Muskom UIN SMH Banten 2021
2. Pemilihan dilaksanakan secara bersamaan untuk memilih komisaris.
3. Pemilihan sekertaris ditentukan dan dilaksanakan dalam rapat tim formatur.
Pasal 14
1. Peserta pemilih adalah peserta Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten dan yang
mencalonkan diri menjadi komisaris DPK GMNI UIN SMH Banten 2021.
Pasal 15
1. Pemilih adalah peserta Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten
Pasal 16
1. Setiap peserta muskom memiliki hak untuk memilih dan dipilih dan hak peserta tidak
dapat diwakilkan
Persyaratan
Pasal 17
1. Syarat menjadi calon komisaris adalah :
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Telah menjadi kader Komisariat UIN SMH Banten dan telah
aktif sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun di DPK GMNI UIN
SMH Banten.
c. Telah mengikuti Kaderisasi Tingkat Dasar dibuktikan dengan
sertifikat KTD dan/atau dibuktikan dengan bukti-bukti yang
autenteik
d. Menjadi peserta Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten
Pencalonan
Pasal 18
1. Bakal calon komisaris DPK GMNI UIN SMH Banten 2021/2022 mencalonkan diri
dan/atau dicalonkan oleh masing-masing fraksi dalam Muskom DPK GMNI UIN
SMH Banten.
2. Bakal calon selanjutnya diverifikasi oleh presidium sidang;
3. Setelah diverifikasi bakal calon ditetapkan menjadi calon komisaris DPK GMNI UIN
SMH Banten
Pasal 19
1. Setelah ditetapkan, setiap calon diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi
sekurang-kurangnya 3 menit dan sebanyak-banyaknya 5 menit
Pasal 20
1. Peseta Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten selanjutnya mendapat kesempatan
untuk berdialog dengan para calon tentang visi dan misi yang telah dipaparkan
Pemilihan
Pasal 21
1. Pemilihan dilaksanakan secara musyawarah mufakat,demokrasi dan terbuka/aklamasi;
2. Apabila ayat 1 tidak terpenuhi maka dilaksanakan pemilihan dengan cara pemungutan
suara;
Pasal 22
1. Pemungutan suara dilaksanakan secara langsung,umum,bebas, dan rahasia;
2. Pemungutan suara menggunakan sistem penulisan nama calon pada kertas suara;
Pasal 23
1. Pemungutan suara menggunakam kertas suara yang telah disediakan oleh panitia dan
dikumpulkan dalam kotak suara didepan presidium sidang;
2. Selanjutnya presidium sidang melakukan perhitungan suara didepan forum;
Pasal 24
1. Perolehan jumlah suara terbanyak menjadi komisaris dipilih dan ditunjuk langsung
menjadi komisaris terpilih
2. Apabila terjadi perolehan jumlah suara yang sama pada urutan teratas maka diadakan
pemilihan ulang hingga memperoleh perbedaan perolehan suara bagi calon yang
memiliki jumlah suara terbanyak yang sama.
Pasal 25
1. Setelah memperoleh komisari terpilih, presidium sidang menetapkan hasil pemilihan
komisaris DPK GMNI UIN SMH Banten 2021/2022.
KETENTUAN TAMBAHAN
Pasal 26
1. Hal-hal yang belum diatur dalam tatatertib ini akan diatur dan ditetapkan kemudian
Muskom DPK GMNI UIN SMH Banten berdasarkan musyawarah mufakat.
2. Peraturan ini berlaku sejak ditetapkan.