Semarang Selasa, 14 Februari 2023 Logo Berita Features Ekonomi Entertainment Khazanah Life
Style Otomotif Sport Tekno Traveling More Logo Berita Features Ekonomi Entertainment
Khazanah Life Style Otomotif Sport More Untukmu Guruku Upaya Pencegahan Tindakan
Kekerasan Terhadap Siswa di Sekolah Oleh : Dariniwati,S.Pd.SD Selasa, 13 Juli 2021 @22:59
wib 5846 Dariniwati,S.Pd.SD Dariniwati,S.Pd.SD Temukan Cara Alami untuk Melawan
Diabetes dalam Jangka Pendek Artikel Lain Penguasaan Mufrodat dalam Pembelajaran Bahasa
Arab Tingkatkan Kemampuan Servis Bawah Bola Voli melalui Modifikasi Permainan Kasti
Metode Quantum Teaching Mudahkan Siswa Belajar Menulis Teks Eksplanasi Model
Pembelajaran Discovery Learning Tingkatkan Prestasi Belajar IPS Strategi Simulasi Tingkatkan
Skill Komunikasi Peserta Didik Mudah Memahami Fungsi Bank melalui Bermain Peran
Sementara itu ... Orang yang Menderita Sakit Pinggul dan Lutut Harus Tahu! Easy Moves
Keluarga asal Makassar Mendadak Kaya dalam 7 Hari setelah Baca Ini Wealth Amulet
RADARSEMARANG.ID, DEWASA ini dunia pendidikan menjadi sorotan masyarakat
Indonesia .Apalagi pemerintah Indonesia telah menganggarkan dan APBN diperuntukkan untuk
sektor pendidikan sebanyak 20 % .Hal tersebut membuat sensitifitas masyarfakat semakin peka.
Kekerasan fisik maupun psikis bisa terjadi di mana saja , namun ceritanya akan lain ketika terjadi
di lingkup sekolah.Berdasarkan hasil peneltian yang dilakukan UNICEF (2006) di beberapa
daerah di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% kekerasan yang terjadi pada siswa
dilakukan oleh guru. Ketika tersiar kabar ada siswa “cidera” karena dihukum guru ,maka seakan-
akan guru se Indonesia ini salah. Wali murid beranggapan guru yang berperilaku sudah tidak
pantas lagi untuk menjadi seorang pendidik.Seorang guru harus bijaksan didalam mengambil
keputusan dan tindakan ketika terjadi suatu masalah,sikap yang tepat tentunya menjalin kerja
sama dengan berbagai pihak diantaranya orang tua ,komite dan pihak kepolisian. Arthritis: Cara
ajaib untuk menghilangka Sakit Lutut & Sendi Cara ajaib menghilangkan wasir dalam 7 hari!
Makan Ini Ampuh Pulihkan Pankreas Penderita Diabetes 100% (Baca) Menerapkan pendidikan
tanpa kekerasan di sekolah .Pendidikan tanpa kekerasan adalah suatu pendidikan yang ditujukan
pada anak dengan mengatakan “tidak” pada kekerasan dan menentang segala bentuk
kekerasan.Dalam menanamkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah ,guru dapat melakukan
dengan menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa,mengenali potensi – potensi siswa untuk
berkreasi dan guru menghargai siswa sesuai dengan talenta yang dimiliki siswa
(Suryabrata,2002).Hukuman yang diberikan apabila siswa melakukan kesalahan berkorelasi
dengan tindakan siswa.ada sebab ada akibat ,ada kesalahan ada konsekuensi tanggung jawabnya.
Hukuman hendaknya bersifat mendidik yang sesuai dengantingkat perkembangan siswa. Perlu
adanya konseling di sekolah .penerapan konseling bukan hanya untuk siswa guru juga perlu di
konseling karena tidak menutup kemungkinan guru yang bermasalah membutuhkn
dukungan ,penguatan,dan bimbingan untuk menemukan jalan keluar/solusi yang terbaik. Baca
juga: Meningkatkan Minat Baca Siswa dengan Classroom Reading Program Peran kepala
sekolah sangat berarti ketika menemukan guru yang suka melakukan tindakan kekerasan
terhadap sesame guru atau kepada siswa. Tindakan apa yang kita lakukan ketika ada siswa
melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama siswa atau guru dengan siswa atau guru dengan
guru atau guru dengan kepala sekolah? Pertama cari akar pokok permasalahn jika tidak bisa
diselesaikan secara baik-baik / kekeluargaan tentu pihak guru,orang tua yag bersangkutan ,dan
komite sekolah juga harus ikut serta berperan menyelesaikan permasalahna yang ada. Kedua
diterbitkannya sura peringatan ke satu sampai tiga dengan segal konsekuensinya. Ketiga
melibatkan pihak kepolisisan jika situasi sudah tidak memungkinkan. Baca juga: Menulis Teks
Eksplanasi dengan Metode Kooperatif Anda Wajib Minum Ini! Agar Tensi 120/80 dan
Pembuluh Darah Bersih Cardionormin Wanita 55 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini
sebelum Tidur Neolift Temukan Jomblo Di - Cari Situs Kencan Online. Periksa sendiri RTBS
Offer Situs Kencan Di Mungkin Membuat Anda Terkejut! RTBS Offer Dampak kekerasan pada
siswa: Pertama dampak fisik : mengakibatkan organ tubug siswa mengalami memar,luka-luka
dan lain lain. Kedua dampak psikologis : trauma psikologis, rasa takut,rasa tidak aman,dendam,
menurun semangat belajar,daya kreativitas,hilangnya inisiatif,daya tahan metal siswa,kurang
percaya diri,stress,depresi. Ketiga dampak sosial : menarik diri dari lingkungan dan merasa tidak
bahagia.pendiam dan tidak percaya terhadap orang lain. Bagi orangtua atau keluarga Upaya yang
harus diperhatikan orang tua dalam pencegahan tindak kekerasan terhadap anak adalah sebagia
berikut: Pertama perlu lebih selektif didalam memilih sekolah. Kedua menjalin komunikasi yang
efektif dengan guru dan sesama orang tua murid untuk memantau perkembangan anaknya .
Ketiga menerapkan pola asuh yang lebih menekankan pada dukungan dari pada kekerasan.
Keempat hindari tayangan televisi yang mempertontonkan tindak kekerasan dan bersifat tidak
mendidik. Kelima ketika ada masalah segera dicari solusinya dan jangan berlarut larut Keenam
siswa diajak untuk berbicara terus terang kepada orang tua atau guru ketika mengalami tindak
kekerasan terhadap dirinya dari siapapun. Ketujuh cari bantuan pihak profesiaonl jika
premasalahn mengalami jalan buntu dan sulit terselasaiakn. Baca juga: Pentingnya Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Kesimpulannya dampak dari kekerasan bagi siswa
meliputi fisik ,psikologi dan sosial.Upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan di sekolah
dengan menjalin kerja sama dari berbagai pihak baik sekolah ,komite,keluarga dan pelaku tindak
kekerasan itu sendiri. Saran dari penulis, upaya dalam mencegah kekerasan dalam dunia
pendidikan (di sekolah ) memang tidak semudah menangkap dan memberi hukuman bagi pelaku
kekerasan namun perlu adanya tindakan pencegahan bagi semau pihak yang bersinggungan
dengan permasalahan tersebut . Untuk itu penulis sebagai Guru SDN Gebangsari 02
menghimbau kepada pihak yang terkait ,baik guru,orang tua siswa, komite sekolah,untuk
memahami bahwa kekerasan bukanlah solusi atau aksi yang tepat,namun akan semakin
menambah masalah.Hal yang terpenting , bahwa untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan kerja
sama dari semua pihak. Pembinaan mental baik dari Dinas Kota maupun Kecamatan masih
sangat kami butuhkan agar kegiatan pembelajaran bisa terlaksana dengan
aman ,menyenangkan ,dan membahagiakan. (ips1/zal) Guru SDN Gebangsari 02 Semarang
Tasropi Editor: Tasropi Baca artikel dan berita terbaru di Google News TagsGuru SDTindakan
Kekerasan Bagikan Makan Ini Ampuh Pulihkan Pankreas Penderita Diabetes 100% (Baca)
Diabetes hilang dalam 3 hari tanpa pil! makan 30g sebelum tidur Cara ajaib menghilangkan
wasir dalam 7 hari! Makan Ini Ampuh Pulihkan Pankreas Penderita Diabetes 100% (Baca) Cara
Menghilangkan -17 Kg Lemak Perut dalam 2 Minggu Turunkan 18 Kg dengan Konsumsi
sebelum Tidur selama Seminggu Artikel Terkait Pembentukan Karakter melalui Pembiasaan
Berbahasa Jawa Krama Tingginya Minat Belajar IPS, Tingkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Bermain Peran Tokoh Pewayangan Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Belajar Identifikasi
Keragaman Budaya dengan Media Tavid Oknum Guru SD Rayakan Malam Tahun Baru
Selingkuh dengan Kades, Digerebek Suami di Hotel Quizizz Memudahkan Siswa Latihan
ANBK Menarik Sang suami memfilmkan istrinya di kamera tersembunyi, dan inilah yang dia
lihat PR Warga Sulawesi Selatan Yang Sakit Lutut dan Pinggul Wajib Membaca Ini! PR Orang
yang Mengalami Sakit Lutut dan Pinggul Harus Membaca Ini! PR IIDI Gelar Posyandu Balita
dan Lansia di Kelurahan Bandarharjo Belajar Literasi Membaca dengan LOK-R Doa dan Tata
Cara Mandi Junub Setelah Berhubungan Suami Istri Recommended by Terbaru Hari Kasih
Sayang, Kapolres Salatiga Bagikan Coklat dan Helm Salatiga 31 menit yang lalu Berkat Kerja
‘Sat Set’ Erick Thohir, Banyak UMKM Naik Kelas Nasional 34 menit yang lalu Ratusan Ojol
Geruduk PN Semarang, Kawal Sidang Kasus Pengeroyokan Hukum dan Kriminal 38 menit yang
lalu Mantan Ajudan Sambo Ricky Rizal Wibowo Divonis 13 Tahun Penjara Hukum dan
Kriminal 2 jam yang lalu Kasus Suap Seleksi Perangkat Desa di Demak, 8 Kades Dituntut 3
Tahun Penjara Hukum dan Kriminal 2 jam yang lalu Muat lebih banyak Populer WhatsApp Auto
Reply memudahkan Siswa Selama Pembelajaran Daring Pendidikan P5BK Memacu Peserta
Didik Lebih Tangguh Menghadapi Tantangan Abad 21 Menulis Macapat Lebih Greget dengan
Teknik Pancing Nganbung Gula Pembelajaran Arus Listrik dengan Eksperimen Baterai Buah
Jeruk Lemon Pembelajaran Materi Hewan Halal dan Haram dengan Make a Match Muat lebih
banyak Menarik Hukum dan Kriminal Ratusan Ojol Geruduk PN Semarang, Kawal Sidang
Kasus Pengeroyokan Ambyar John Tak Tahan Punya Istri Suka Merajuk Mungkid Kasus
Pengeroyokan di Jalan Sriwedari Muntilan, Lima Saksi Diperiksa Kendal Pusatkan
Pembangunan di Kecamatan Semarang Pemkot Semarang Bakal Bangun Taman Sepanjang 1Km
di Bawah Flyover Kendal Tiap Tahun Rumah Warga Desa Galih Kendal Tergerus Arus Sungai
Blukar Muat lebih banyak Artikel Menarik Lainnya Siswi Jenius Jakarta Temukan Obat Bakar
Lemak 17 Kg Sehari Cara membunuh prostat dalam 3 malam! Baca artikel ini sekarang Makan
Ini Ampuh Pulihkan Pankreas Penderita Diabetes 100% (Baca) Logo Menu Berita Jateng
Ekonomi Entertainment Features Khazanah Life Style Otomotif Properti Sport Tekno Traveling
Webtorial TV Semarang Ungaran Salatiga Demak Kendal Magelang Mungkid Temanggung
Wonosobo Pekalongan Batang Kajen Webtorial ABOUT US About Us Redaksi Pedoman
Pemberitaan Media Siber Standar Perlindungan Profesi Wartawan Pasang Iklan Ad Banner
Contact Us NETWORK RADAR MAGELANG Metro Pekalongan 2016-2023 - PT.
SEMARANG INTERMEDIA DIGITAL © Powered by [ap] :)
Artikel ini telah terbit di :
https://radarsemarang.jawapos.com/artikel/untukmu-guruku/2021/07/13/upaya-pencegahan-
tindakan-kekerasan-terhadap-siswa-di-sekolah/
Copyright © RADARSEMARANG.ID
Ayo Belajar & Berbagi
Beranda
Tentang
RPP
Artikel
Catatan GP
Media
Aksi
1.
1. Beranda
2. Berbagi Artikel
3. UPAYA PREFENTIF SEORANG GURU MENCEGAH KEKERASAN DI
LINGKUNGAN SD
UPAYA PREFENTIF SEORANG GURU MENCEGAH KEKERASAN DI
LINGKUNGAN SD
Disukai
Dilihat 3814
tips
sumber ilustrasi : https://www.google.com/search?q=kekerasan+kartun&s
Diterbitkan : 18 November 2020 20:08
Sumber : MARIA GUSTIKA WATI, S.Pd
Penulis : MARIA GUSTIKA WATI, S.PD
Upaya Pencegahan seorang guru untuk mengurangi kekerasan dan bullying di lingkungan
sekolah
Akhir akhir ini marak terjadi kasus kekerasan dan kasus bullying di lingkungan sekolah, Sebagai
seorang guru kita tentunya memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya kekerasan di
lingkungan sekolah. Ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi kasus kekerasan
atau kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah , diantaranya :
1. Memahami Karakteristik dan Kebutuhan Anak
Sebagai guru sudah semestinya tidak menyeragamkan cara pendampingan kepada peserta didik.
Kita harus memahami karakteristik mereka. Mempelajari lebih jauh keunikan setiap anak apa dia
tipe aktif, sesitif, temperamen, kritis dan sebagainya, apa yang ia sukai, bagaimana cara
belajarnya, bagaimana hubungan pertemanannya,semua hal ini bisa kita ketahui dengan berbagai
cara mulai dari membuka dokumen akademik hingga mengamatinya secara langsung. Kita juga
perlu memahami apa yang ia butuhkan terutama dalam proses belajarnya. Seseorang anak yang
tidak apresiatif tentu membutuhkan pemahaman tentang arti penting sikap menghargai.
Seseorang anak senang mencari perhatian dengan berbagai cara, termasuk dengan berbuat yang
tidak baik jadi dibutuhkan perhatian dan waktu kebersamaan yang lebih dari orang tua dan
gurunya.
2. Mengaplikasikan Pendidikan Penguatan Karakter dalam kegiatan belajar di kelas
Sudah menjadi tujuan utama Pendidikan bangsa Indonesia, Pendidikan penguatan karakter harus
di integrasikan dalam Pendidikan Indonesia. Pendidikan Karakter meliputi, Religiositas,
Nasionalisme, Mandiri, Gotong Royong dan Integritas. Kita bisa memulai dengan menerapkan
nilai relegius di dalam pembelajaran, mengenalkan Tuhan kepada peserta didik agar mereka
menjadi peserta didik yang religius, Kita juga bisa menyelipkan rasa cinta tanah air pada peserta
didik, menyelipkan nilai kemandirian agar peserta didik belajar mandiri, Nilai gotong royong
agar peserta didik terlatih untuk Kerjasama saling menghargai satu sama lain, serta
mengintegrasikan nilai Integritas pada peserta didik agar siswa memiliki sikap jujur,
bertanggungjawab , sopan santun, menghargai temannya, Penguatan Pendidikan Karakter perlu
diterapkan di dalam Pendidikan Indonesia untuk membentuk peserta didik yang berkarakter,
Sehingga akan tercipta generasi generasi yang berkarakter. Hal ini akan mengurangi timbulnya
kekerasan dan bulliying peserta didik.
3. Menjadikan Hubungan orang tua-guru sebagai partner
Banyak orang tua yang hingga kini masih percaya jika sekolah adalah tempat mendidik anak
yang utama tanpa perlu bantuan atau Kerjasama dari rumah. Seringkali sekolah menjadi tempat “
penitipan anak” sementara orang tua sibuk bekerja. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya
komunikasi yang terjalin antara rumah dan sekolah. Sehingga tidak ada kesinambungan yang
terjalin antara rumah dan sekolah Menyebabkan pendampingan anak menjadi tidak utuh.
Maka sekolah harus membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orangtua, supaya
orangtua juga memiliki kesadaran untuk turut andil memperhatikan putra/putrinya dan
mengetahui perkembangan anak, apa pencapaian pencapaian kecil yang telah mereka raih, apa
kendala yang sedang mereka hadapi dalam kesehariannya. Berangkat dari itu orang tua dan guru
dapat saling mengetahui kesulitan dan tantangan yang sedang dihadapi dalam mendampingi
proses belajar setiap anak. Jika ada sesuatu yang dilakukan anak di luar kebiasannyanya di
rumah, maka orangtua dapat menyampaikan hal tersebut kepada sekolah, agar pihak sekolah dan
orangtua segera mencari tahu permasalahan yang terjadi. Dan menyelesaikan masalah tersebut.
Sehingga Tindakan kekerasan untuk anak sekolah dapat diminimalisir.
4. Meningkatkan Intensitas Obrolan dengan peserta didik dan membangun hubungan
yang Multi Peran
Biasanya jauh dekatnya hubungan antara dua orang dipengaruhi oleh seberapa banyaknya
mereka saling berkomunikasi. Dengan sering mengobrol kita dapat mengetahui lebih banyak hal
hal tentang lawan bicara. Oleh karenanya guru harus mencoba mengalokasikan waktu untuk
saling mengobrol dan berbagi dengan anak. Intensitas komunikasi yang cukup akan membuat
kita saling terbuka satu sama lain sehingga orangtua dan guru dapat mengidentifikasi
permasalahan yang sedang dihadapi anak sejak awal sebelum masalah yang mereka hadapi
berlarut-larut dan semakin besar. Kita juga perlu menghadirikan diri secara fleksibel di hadapan
anak-anak. Ada saatnya seorang guru berperan sebagai teman diskusi atau sosok kakak (orang
dewasa) yang tidak dapat mengerti permasalahn remaja. Guru juga dapat menjadi teman asyik di
saat tertentu Ketika di saat yang lain ia adalah sosok pengayom yang ditakuti dengan segala
otoritas yang dimilikinya. Saat itu guru bisa menjadi penasehat yang baik bagi peserta didik.
Memberikan motivasi motivasi yang baik, menyarankan perbuatan yang baik kepada siswanya.
Sehingga Tindakan kekerasan bisa ditekan.
5. Membentuk tim bimbingan konseling dan pengawasan siswa
Guru harus sadar akan tanggung jawabnya dalam mendidik siswa, bukan semata mata
menjalankan pekerjaan mengajarkan mata pelajaran. Saat siswa di sekolah berarti orang tua
menitipkan anaknya agar terdidik dan terlindungi selama jam sekolah. Sehingga hal-hal negative
harusnya tidak terjadi di sekolah. Guru juga harus melakukan kontrol ketat terhadap siswanya.
Yang perlu ditekankan guru harus berperan sebagai pelindung dan pengawas siswanya agar tidak
jadi korban atau pelaku perbuatan negatif. Guru harus memahami berbagai aturan seputar
perlindungan anak. Sehingga mereka tidak lagi melakukan kekerasan atau perbuatan negatif lain
pada siswa.
Tim bimbingan konseling dan pengawasan siswa dibentuk bersama dengan seluruh guru dan
karyawan sekolah. Adapun tujuan dibentuk tim ini adalah untuk memantau perilaku siswa dalam
upaya mencegah kekerasan/bullying. Jika ada sesuatu hal yang terjadi pada siswa di luar
kebiasaannya, contoh: tidak segera pulang setelah jam belajar selesai, menyendiri saat jam
istirahat ataupun siswa mulai menunjukkan perilaku menyimpang, maka tim bisa langsung
menindaklanjuti dengan bimbingan konseling terlebih dahulu untuk mencari akar
permasalahannya dan bersama-sama mencari solusinya.
6. Bekerjasama dengan komite sekolah
Komite dan sekolah saling bekerjasama. Komite sebagai pengawas di lingkungan masyarakat.
Memantau peserta didik yang melakukan kegiatan yang menyimpang dari norma dan hukum,
Agar segera bisa di tegur dan tindak kekerasan tidak terjadi. Kerjasama antara komite dan
sekolah memberi andil sebagai kontrol sikap peserta didik di lingkungan luar sekolah. sehingga
kekerasan di luar lingkungan sekolah dapat diminimalisir
7. Mengadakan pembinaan bagi siswa secara rutin
Mengadakan pembinaan rutin selama sebulan sekali bisa dilakukan oleh tim guru, atau diadakan
binaan yang berasal dari luar sekolah. Misalnya sekolah bisa mengundang pihak yang berwenang
untuk memberikan materi pembinaan, contohnya Dinas pendidikan, Polisi, maupun Dinas
Perlindungan Anak. Diharapkan dari kegiatan ini, siswa memiliki pemahaman bahwa perilaku
yang mengandung kekerasan itu tidak baik dan dilarang untuk dilakukan baik di sekolah maupun
di masyarakat.
8. Pembatasan dan Pengawasan Penggunaan HP di sekolah dan di rumah
HP dan Internet menjadi kebutuhan pokok saat pademi seperti ini. HP dan Internet memiliki
pengaruh besar terhadap tumbuh kembang peserta didik. HP dan Internet menampilkan sesuatu
yang positif maupun negatif. Peran orang tua menjadi penting dalam mengawasi putra putrinya.
Begitu pula pengawasan dari guru. Perlu adanya pengawasan yang intensif agar anak anak tidak
meniru perilaku yang buruk yang ditawarkan HP dan Internet. Pembatasan penggunaan HP juga
diperlukan agar anak tidak mendapat pengaruh buruk. Perlu adanya pengecekan HP berkala oleh
orang tua dan guru agar peserta didik tidak terjerumus dalam hal-hal negative. HP di batasi
hanya untuk belajar selebihnya untuk melihat konten youtube, media sosial dll, perlu adanya
pendampingan orang tua. Untuk di sekolah siswa di sarankan tidak membawa hp nya. Kita bisa
mensetting ke mode pelajar dan mode anak anak. Agar tidak muncul hal -hal atau tampilan
tampilan yang tidak diharapkan. Dengan demikian anak anak terkontrol sikapnya. Tidak
terpengaruh oleh dunia luar yang negative. Sehingga kekerasan fisik dan lisan dapat
diminimalisir.
9. Menjadi Teladan yang baik bagi peserta didik
Guru adalah sosok yang akan di contoh oleh peserta didik. Guru memiliki andil besar dalam
memberi pengaruh karakter kepada peserta didik. Sikap guru akan dicontoh dan di tiru oleh
peserta didik. Sudah seharusnya kita bisa menjadi teladan yang baik bagi siswa dan siswi kita.
Sikap baik yang kita tunjukkan dan kita lakukan secara tidak langsung akan mempengaruhi
karakter peserta didik kita. Jika guru yang dicontohnya baik maka peserta didik tersebut menjadi
anak yang baik. Apabila guru yang dicontohnya tidak baik maka peserta didik tersebut akan
mencontoh hal hal yang tidak baik. Maka dari itu perilaku seorang guru harus baik dan patut
dicontoh oleh siswa dan siswinya
Sragen, 12 September 2020
Penulis
Maria Gustika Wati, S.Pd
AddThis Sharing Buttons
Share to More
Artikel terkait lainnya
Pengantar Pemrograman untuk Anak
18 Desember 2022 22:56
Disukai Dilihat
Mengenal Cat Air sebagai salah satu alat lukis
18 Desember 2022 22:09
Disukai 12 Dilihat 746
Gerakan Transformasi Ki Hadjar Dewantara dalam Perkembangan Pendidikan
Sebelum dan Sesudah Kemerdekan
20 Desember 2022 12:29
Disukai 42 Dilihat 6729
Best Practices
24 Desember 2022 17:42
Disukai 10 Dilihat 3296
LK 3.1 Best Practices
24 Desember 2022 14:14
Disukai 4 Dilihat 1869
Kontak
Surel :
guruberbagi@kemdikbud.go.id
Alamat Kantor :
Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta
Pusat 10270
Media Sosial
Bantuan
Pertanyaan Sering Ditanyakan dan Pesan Anda
© 2020, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Guru Berbagi. Hak Cipta Dilindungi