0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan19 halaman

Modul Ajar Kelompok 5

Modul ajar sekolah dasar sebagai pedoman dalam proses pembelajaran.

Diunggah oleh

arokhimtaufik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan19 halaman

Modul Ajar Kelompok 5

Modul ajar sekolah dasar sebagai pedoman dalam proses pembelajaran.

Diunggah oleh

arokhimtaufik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MODUL AJAR

UNTUK SEKOLAH DASAR

MATA PELAJARAN PENDIDIKAN


PANCASILA FASE C KELAS 6

Disusun untuk Memenuhi Tugas


Mata Kuliah Pendidikan PKN SD

Dosen Pengampu: Fatma Swa Agni, S.Psi, M.Pd

Disusun oleh:

DEVA FRANSISKA (2386202093)


FATIN ANNISA (2386202097)
HAFIZ FAUZY N. H ( 2386202100 )
NABILA AYU PRATIWI (2386202108)
NAJAH WIAM SARRY (2386202110)
SIGMA REGITA P.S (2386202118)
TITO FIRMANSYAH. P (2386202121)

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


STKIP PGRI PACITAN

TAHUN AKADEMIK 2024/2025


I. INFORMASI UMUM

A. Identitas Umum
1. Nama Penyusun : DEVA FRANSISKA (2386202093)
FATIN ANNISA (2386202097)
HAFIZ FAUZY N. H ( 2386202100 )
NABILA AYU PRATIWI (2386202108)
NAJAH WIAM SARRY (2386202110)
SIGMA REGITA P.S (2386202118)
TITO FIRMANSYAH. P (2386202121)

Nama Sekolah : SDN TUNAS BANGSA


Tahun Penyusunan : 2024
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Fase/Kelas : Fase C/Kelas 6
Alokasi waktu : 2 JP x 35 menit

A. Kompetensi Awal

1. Peserta didik telah belajar arti Bhinneka Tunggal Ika

2. Peserta didik mengetahui makna menghargai dan sikap toleransi

B. Profil Pelajar Pancasila

Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan dimensi profil pelajar pancasila
tentang:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dengan cara
melatih peserta didik berdoa sebelum dan sesudah belajar.

2. Mandiri dengan cara sadar diri dan tidak ketergantungan pada teman saat
melaksanakan kegiata pembelajaran.

3. Bernalar kritis dengan cara melatih peserta didik dengan pertanyaan-pertanyaan


dalam peristiw kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan topik materi.
4. Bergotong royong dengan cara melatih peserta didik untuk saling membantu
bekerjasama dalam kelompok.

D. Sarana dan Prasarana

 Alat Pembelajaran : Komputer / laptop, jaringan internet, proyektor.


 Sumber Belajar : Buku Guru, Buku siswa , Lembar kerja peserta didik, media ajar
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas.

E. Target Peserta Didik

1. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat,
mampu mencapai keterampilan berfikir tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin Jumlah Peserta Didik.

F. Jumlah Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal: umum, bukan peserta didik berkebutuhan
khusus
Jumlah Peserta didik : maksimum 30 siswa.

G. Model Pembelajaran

1. Pembelajaran akan dilaksanakan dengan model tatap muka dan dan blended
learning
2. Perencanaan pembelajaran mengacu pada pendekatan/model tatap muka,dimana
siswa dan guru bertemu secara langsung dan melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di kelas, dengan guru yang menjelaskan materi dan siswa
memperhatikan guru.
II. KOMPONEN INTI

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran


1. Menghormati keragaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

B. Pemahaman Bermakna
1. Kesadaran akan Keberagaman Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan
budaya luar biasa, dengan lebih dari 1300 suku bangsa, 700 bahasa daerah,
berbagai agama dan kepercayaan, serta adat istiadat yang beragam. Memahami
keberagaman ini membuat kita menyadari bahwa perbedaan adalah hal yang
alamiah dan indah.
2. Makna Bhinneka Tunggal Ika Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti
"Berbeda-beda tetapi tetap satu jua" mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda,
kita tetap satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Ini bukan sekadar slogan, tetapi
pandangan hidup yang menekankan persatuan dalam keragaman.
3. Sikap Saling Menghormati Menghormati keragaman budaya berarti:

 Menghargai perbedaan cara hidup, bahasa, dan tradisi setiap suku


 Tidak merendahkan atau mendiskriminasi budaya lain
 Bersedia belajar dan memahami budaya yang berbeda
 Menjalin persahabatan lintas budaya

4. Nilai-nilai Penting Tujuan pembelajaran ini menanamkan nilai-nilai seperti:

 Toleransi terhadap perbedaan


 Empati pada sesama
 Keterbukaan pikiran
 Sikap inklusif
 Solidaritas sosial

5. Implementasi dalam Kehidupan Pemahaman ini perlu diwujudkan dalam tindakan


nyata seperti:

 Berpartisipasi dalam kegiatan budaya berbagai kelompok


 Menggunakan bahasa yang menghargai perbedaan
 Membantu melestarikan budaya lokal
 Aktif dalam kegiatan yang mempromosikan persatuan

6. Manfaat Jangka Panjang Dengan memahami dan menghormati keragaman budaya,


kita dapat:

 Mencegah konflik antarbudaya


 Membangun persatuan bangsa yang lebih kuat
 Menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis
 Memperkaya wawasan dan pengalaman hidup
A. Pertanyaan Pemantik

1. “ Bagaimana cara kita menunjukan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman


budaya di lingkungan sekitar”
2. “ Apa saja contoh perilaku yang menunjukkan sikap intoleransi terhadap keberagaman
budaya?”

C. Persiapan Belajar

1. Menetapkan tujuan pembelajaran


2. Tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan
ATP
3. Menyusun rencana asesmen
4. Rencana asesmen diagnostik dibuat untuk mengukur penguasaan kompetensi
prasyarat
5. Menyiapkan media ajar
6. Menyiapkan kebutuhan peserta didik
7. Pendidik dapat mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku dan alat
tulis.
8. Menyusun desain pembelajaran
9. Desain pembelajaran disusun dengan memperhatikan konteks, lingkungan budaya,
dan capaian peserta didik.
10. Menyusun komponen modul ajar
11. Modul ajar dapat terdiri dari komponen informasi umum, komponen inti, dan
komponen lampiran.

B. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu


1. Kegiatan awal
1. Guru melakukkan pembukaan dengan salam pembuka.
2. Guru mengajak berdoa dengan menunjuk salah satu peserta
didik untuk memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran di
mulai.
3. Guru memeriksa absensi kehadiran peserta didik.
4. Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” sebelum pembelajaran di 15 Menit
mulai meskipun tidak wajib ,menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia raya mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar
siswa.
5. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking
singkat yang bertujuan agar siswa merasa lebih rileks,dan siap
untuk belajar.
6. Pemberian materi, Guru menjelaskan secara singkat tentang
konsep Bhineka Tunggal Ika dan bagaimana konsep ini
tetrkait dengan toleransi dan penghargaan terhadap
keberagaman budaya.
2. Kegiatan inti

1. Guru menjelaskan lebih lanjut tentang pentingnya toleransi


dan penghargaan terhadap keberagaman budaya di lingkungan
sekitar menggunakan powerpoint.
2. Guru dapat memberikan contoh-contoh tentang bagimana
keberagaman budaya dapat menciptakan masyarakat yang
lebih harmonis dan inklusif dalam kehidupan sehari hari
dalam power point.
3. Guru membahas tentang dampak negatif dari intoleransi dan
diskriminasi terhadap kebergaman budaya.
4. Selanjutnya guru menayangkan video tentang keberagaman
budaya yang ada di Indonesia.
5. Guru menyampaikan materi menggunakan media ajar
Diorama dengan materi keberagaman budaya di Indonesia 50 menit
yakni Keragaman Suku Bangsa dan Keragaman Pakaian adat.
6. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok
kecil (4-5 siswa perkelompok) menyesuaikan jumlah peserta
didik, dan guru membagikan LKPD Budaya Daerah untuk
dikerjakan oleh siswa secara Individu.
7. Guru memberikan pertanyaan untuk diskusi kelompok seperti:
 “ Bagaimana cara kita menunjukan toleransi dan
penghargaan terhadap keberagaman budaya di
lingkungan sekitar”
 “ Apa saja contoh perilaku yang menunjukkan sikap
intoleransi terhadap keberagaman budaya?”
8. Selain pertanyaan pematik, guru juga memberikan pengarahan
untuk pengerjaan LKPD yang sudah disediakan.
9. Siswa mengerjakan LKPD sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
10. Guru berkeliling untuk memantau diskusi dan membantu
kelompok yang mengalami kesulitan.
11. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKPD Budaya
Daerah yang telah dibagikan.
12. Guru menyuruh perwakilan setiap kelompok 1 untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompok .
13. Guru dan peserta didik mengapresiasi setiap kelompok yang
sudah presentasi di depan.
14. Guru meberikan penguatan tentang menjaga dan menghormati
keberagaman budaya terutama keberagaman Suku Bangsa dan
Keragaman Pakaian adat di Indonesia.
3. Kegiatan Akhir/ Penutup

1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi.


2. Guru dan peserta didik melakukkan refeleksi diri tentang
menjaga dan menghormati keberagaman dan budaya dan
agama.
3. Peserta didik mengerjakan pertanyaan asesmen formatif
4. Guru menyampaikan kisi-kisi materi yang akan di bahas untuk
pertemuan berikutnya. 10 menit
5. Guru dan peserta didik menyanyikan lagu daerah untuk
meningkatkan rasa kebanggan dan cinta terhadap budaya
lokal.
6. Guru Kembali menunjuk peserta didik untuk memimpin doa
setelah belajar,dan untuk mengakhiri pembelajaran secara
Bersama - sama.

C. Asesmen/Penilaian

RUBRIK PENILAIAN SIKAP

Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah : SD/MI


Kelas : VI

Berilah tanda centang (√) pada kolom 1-4 dengan jawaban yang jujur.

No Pernyataan 1 2 3 4
Keaktifan dalam pembelajaran
1
Kemampuan kerja sama dalam
2 kelompok

Sikap menghargai pendapat orang lain


3
Kedisiplinan mengikuti pembelajaran
4

5 Antusiasme dalam kegiatan bernyanyi

Rubrik Presentasi
Nama Sekolah : SD/MI
Kelas : VI
Berilah tanda centang (√) pada kolom 1-4 dengan jawaban yang jujur.

No Pernyataan 1 2 3 4
Kemampuan komunikasi
1
Penguasaan materi
2
Penggunaan Bahasa
3
Manajemen waktu
4

5 Kemampuan menjawab pertanyaan

Lembar Observasi Partisipasi (Checklist)

Nama Sekolah : SD/MI


Kelas : VI
Petunjuk : Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-
kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Keterlibatan dalam ice breaking
2 Perhatian saat pemaparan materi
3 Partisipasi dalam diskusi kelompok
4 Kontribusi dalam presentasi
5 Keaktifan dalam kegiatan refleksi
6 Ketepatan analisis masalah dalam kelompok
7 Kualitas argumentasi dalam anggota kelompok
8 Kemampuan memberikan solusi dalam kelompok
9 Penggunaan contoh konkret dalam kelompok
10 Keterkaitan pendapat dengan kehidupan sehari-hari
D. Remedial dan Pengayaan

 Remedial:
1. Sesi tambahan untuk membahas konsep Bhineka Tunggal Ika. Tugas remedial dengan
panduan khusus untuk peserta didik yang kesulitan.
 Pengayaan:
1. Diskusi mendalam tentang konsep kebudayaan dan Bhineka Tunggal Ika.
2. Penugasan tambahan untuk menyusun rencana konsep kebudayaan dan
Bhineka Tunggal Ika

E. Refleksi

Refleksi Guru (Hasil Implementasi Modul Ajar Bhinneka Tunggal Ika)

1. Berdasarkan respons dan keaktifan peserta didik dalam pengikuti aktivitas


pertemuan ini, langkah-langkah pembelajaran mana yang paling mendukung
kesuksesan dan menghambat kesuksesan?
2. Apakah saya sudah membiasakan diri menghargai pendapat peserta didik?
3. Apakah saya sudah membiasakan membuat kontrak belajar sebelum memulai
aktivitas pembelajaran di awal semester dan selalu konsisten memberi teladan?

Refleksi Siswa:
1. Apakah saya sudah dapat membiasakan diri menghargai pendapat teman yang
berbeda dengan pendapat saya?
2. Dalam Bhineka Tunggal Ika, apakah saya mampu belajar untuk menghargai
perbedaan?
3. Setelah belajar tentang Bhineka Tunggal Ika, adakah sikap-sikap yang harus
saya perbaiki?
III.LAMPIRAN

A. Bahan Ajar
B. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
C. Glosarium

 Asesmen formatif : Penilaian berkelanjutan yang dilakukan selama proses


pembelajaran untuk memantau kemajuan belajar siswa.
 Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan negara Indonesia yang berarti "Berbeda-beda
tetapi tetap satu jua", mencerminkan persatuan dalam keragaman.
 Diorama: Media pembelajaran tiga dimensi yang menggambarkan pemandangan
atau peristiwa dalam ukuran kecil.
 Diskriminasi: Perlakuan berbeda yang diberikan kepada individu atau kelompok
berdasarkan karakteristik tertentu.
 Ice breaking: Kegiatan yang dilakukan untuk mencairkan suasana dan membuat
peserta didik lebih rileks sebelum pembelajaran.
 Inklusif: Sikap yang mencakup dan merangkul semua orang tanpa memandang
perbedaan.
 Intoleransi: Ketidakmampuan atau ketidakmauan untuk menerima dan
menghargai perbedaan.
 Keberagaman: Kondisi yang menunjukkan adanya berbagai perbedaan dalam
masyarakat.
 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik): Lembaran berisi tugas yang harus
dikerjakan oleh peserta didik.
 Pakaian adat: Busana tradisional yang menjadi ciri khas suatu daerah atau suku
bangsa.
 Pertanyaan pematik: Pertanyaan yang dirancang untuk memicu diskusi dan
pemikiran kritis.
 Refleksi diri: Proses mengevaluasi dan merenungkan pengalaman pembelajaran.
 Suku bangsa: Kelompok sosial yang memiliki kesamaan budaya, bahasa, dan
adat istiadat.
 Toleransi: Sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada dalam
masyarakat.
 Video pembelajaran: Media audio-visual yang digunakan untuk menyampaikan
materi pembelajaran.

D. Daftar Pustaka

Abdullah, A. (2020). Pendidikan Multikultural dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.


Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ardianto, R. (2021). Media Pembelajaran Inovatif: Diorama sebagai Alat Peraga


Pendidikan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Budimansyah, D. (2022). Penguatan Pendidikan Karakter melalui Nilai-nilai


Kebangsaan. Bandung: Alfabeta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2023). Pedoman Pembelajaran Pendidikan Pancasila


dan Kewarganegaraan. Jakarta: Kemendikbud.

Nasir, M. (2021). Metodologi Pembelajaran Efektif. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nurdin, S. (2023). Pengembangan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran dalam


Pendidikan Multikultural. Depok: Rajawali Pers.

Sanjaya, W. (2022). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana.

Suparlan, P. (2021). Bhinneka Tunggal Ika: Keanekaragaman Sukubangsa atau


Kebudayaan? Jakarta: UI Press.

Tilaar, H.A.R. (2020). Multikulturalisme: Tantangan Global Masa Depan. Jakarta:


Grasindo.

Widiastuti, A. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dalam Pendidikan


Karakter. Yogyakarta: DIVA Press.

Anda mungkin juga menyukai