Instalasi Listrik Ruko di Tarakan
Instalasi Listrik Ruko di Tarakan
( RUKO ) DI TARAKAN
SKRIPSI
OLEH :
FADJRIN
NPM: 17.403020.56
SKRIPSI
OLEH :
FADJRIN
NPM: 17.403020.56
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Teknik
Pada
Universitas Borneo Tarakan
i
ii
iii
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat, Hidayah dan Karunia-Nya
kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul
“Perancangan Instalasi Listrik Pada Rumah Toko (RUKO) Di Tarakan”. Skripsi ini
disusun sebagai salah satu syarat kelulusan dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Teknik Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Kalimantan Utara.
Dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak dibantu,
dibimbing dan didukung oleh berbagai pihak serta doa kedua orang tua penulis demi
kelancaran penyelesaian skripsi penulis. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Asta, S.T.,M.Eng selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Borneo
Tarakan.
2. Bapak Ahmad Budiman, S.T.,M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro,
Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan.
3. Bapak Sugeng Riyanto, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Skripsi.
4. Bapak Achmad Budiman, S.T.,M.T. selaku Dosen Penguji Pertama saya.
5. Bapak Abil Huda, S.T.,M.T. selaku Dosen Penguji Kedua saya.
6. Bapak Dr.Ismit Mado, S.T.,M.T. selaku Dosen Penguji Ketiga saya.
7. Seluruh staf pengajar Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan.
8. Teman-teman yang saling berjuang dan memberi semangat satu sama lain
dalam pengerjaan tugas akhir dan dalam perkuliahan.
Penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan dan perbaikannya
sehingga akhirnya laporan skripsi ini dapat memberikan manfaat.
Fadjrin
17.403020.56
v
Perancangan Instalasi Listrik pada Rumah Toko
(Ruko) Di Tarakan
Nama : Fadjrin
NPM 1740302068
ABSTRAK
vi
vii
DAFTAR ISI
ABSTRAK ................................................................................................................. vi
viii
2.2.8 Indeks Ruang ( k ) .................................................................................. 8
5.1 Kesimpulan.................................................................................................. 52
LAMPIRAN ............................................................................................................... 55
ix
DAFTAR GAMBAR
x
DAFTAR TABEL
xi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi dan peradaban manusia yang sangat pesat
maka kebutuhan akan energi listrik menjadi sangat penting hampir di segala bidang,
mulai dari masyarakat bawah sampai ke masyarakat lapisan atas, listrik jadi kebutuhan
utama sebab energi bisa dikonversikan ke bentuk lain sesuai kebutuhan.Tenaga listrik
merupakan hal utama yang diperlukan dalam industri jasa seperti Gedung, karena
banyak peralatan yang beroperasi dengan menggunakan tenaga listrik. Listrik sangat
penting dalam setiap kehidupan manusia, namun ada beberapa hal yang dapat
menimbulkan bahaya jika terjadi kecelakaan. Oleh karena itu dalam perancangan
instalasi listrik untuk gedung juga memerlukan perencanaan khusus.Instalasi listrik
dalam gedung dapat dikatakan aman jika sudah memenuhi standart menurut PUIL
2011. Ada beberapa hal yang harus diperhitungkan pada saat pemasangan instalasi
listrik, misalnya tentang grounding, jenis kabel yang digunakan, bentuk gedung, dan
masih banyak lagi. Hal penting yang harus diutamakan pada instalasi listrik gedung
adalah sistem keselamatan jika suatu saat terjadi emergency. Sistem instalasi listrik
juga tidak boleh membahayakan bagi manusia, memiliki cukup tenaga untuk
mensupply semua bagian gedung. Jika semua sudah memenuhi standar dapat
dilaksanakan, maka instalasi listrik gedung dapat dinyatakan lulus verifikasi.
1
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan system
instalasi listrik yang baik sehingga dapat memberikan keadalan sistem pada pemilik,
pekerja maupun pengunjung ruko serbaguna sesuai dengan standart PUIL 2011.
2
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Pustaka
Dalam penulisan skripsi perancangan menggali informasi dari perancangan-
perancangan sebelumnya sebagai bahan perbandingan , serta dalam perancanganan ini
juga menggali informasi dari buku-buku maupun jurnal yang berkaitan sehingga
mendapatkan suatu informasi yang sebelumnya baik tentang teori yang berkaitan
dengan judul yang digunakan untuk memperoleh landasan teori
Pada jurnal yang dibuat oleh Riyanto & Londong (2019), dengan judul
perancangan instalasi listrik dengan menggunakan sistem hybrid dan jala jala PLN
pada bangunan PT. PERTAMINA EP asset 5 tarakan field, pada perhitungan
perancangan instalasi listrik tersebut dapat ditarik kesimpulan memiki daya
keseluruhan pada bangunan 1,2,3 ,4 dan mushola adalah 87,36 kW ,dengan kapasitas
sekering/ MCCB 200 A.
Pada skripsi Ismansyah (2009) berjudul “Perancangan Instalasi Listrik pada
Rumah dengan Daya Listrik Besar”. Pada penelitian ini memakai perancangan
instalasi listrik dikombinasikan dengan genset dan lokasi penelitian adalah rumah
bertingkat. Hasil penelitianya didapatkan daya total 25.882 Watt dengan daya
terpasang dikali cos Phi menjadi 20.706 VA, dari PLN dibutuhkan penyambungan
sebesar 23.000 VA. Dan menggunakan genset sebesar 20 KVA, untuk mensuplai lantai
1 dan 2 dengan total beban mencapai 20.578 Watt.
Pada artikel jurnal milik Indra & Kamil (2011), dengan judul analisis sistem
instalasi listrik rumah tinggal dan gedung untuk mencegah bahaya kebakaran.
Penelitian ini bertujuan agar instalasi listrik yang dipasang harus memenuhi standar
yang berlaku dan mentaati ketentuan PUIL 2011.
2.2 Dasar Teori
2.2.1 Instalasi Listrik
Instalasi listrik adalah suatu rangkaian yang saling terhubung antara satu dengan
yang lainya dan bertujuan untuk mengalirkan listrik guna memenuhi kebutuhan
manusia. Dimana perancangan instalasi listrik harus sesuai dengan pedoman yang
berlaku yaitu pada PUIL 2011, dan bahan instalasi listrik harus sesuai dengan standar
nasional indonesia (SNI) .
3
2.2.2 Peraturan Perancangan Instalasi Listrik
Dalam merancang suatu instalasi listrik selain mematuhi pedoman yang berlaku
pada persyaratan umum instalasi listrik (PUIL 2011) terdapat juga beberapa peraturan
yang terkait didalam PUIL 2011 yaitu :
1. Undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, beserta
peraturan pelaksanaanya.
2. Undang-undang nomor 15 tahun 2002 tentang ketenagalistrikan.
3. Peraturan Mentri Pertambangan dan Energi Nomor 02.P/0322/M.PE/1995
tentang instalasi ketenagalistrikan.
4. Undang-undang Nomor 18 tahun 1999 tentang jasa kontruksi
5. Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1989 tentang penyediaan dan
pemanfaatan tenaga listrik;
4
Saklar adalah komponen yang berfungsi untuk menghubungkan dan
memutuskan rangkaian listrik kebeban.Saklar yang digunakan pada penelitian
ini adalah saklar tunggal dan saklar ganda/seri.
6. Stopkontak (KKB)
Kotak kontak bagi atau disingkat KKB adalah peralatan listrik yang berfungsi
sebagai penyambung beban listrik ke sumber listrik.
5
6. Ekonomis
Maksud dari ekonomis disini adalah dalam pemasangan instalasi listrik harus dapat
sehemat mungkin tanpa mengesampingkan aspek-aspek lain dari prinsip dasar
instalasi listrik diatas.
2.2.5 Instalasi Penerangan
Setiap bangunan pasti memiliki instalasi penerangan yang berguna untuk
menerangi ruangan-ruangan di luar atau didalamnya. Setiap ruangan pada bangunan
tersebut biasanya memiki bentuk persegi ataupun persegi panjang. Dalam memasang
suatu instalasi penerangan perlu memperhatikan titik lampu dan armatur setiap
ruangan agar mendapatkan titik penerangan maksimal atau pecahayaan yang terbaik.
Pada proses penyebaran cahaya yang keluar dari suatu sumber cahaya tergantung
pada bentuk konstruksi sumber cahaya itu sendiri, dan berhubungan pula dengan
bentuk atau konstruksi armartur yang digunakan. .Untuk menghitung jumlah titik
lampu maka terlebih dahulu harus ditentukan data-data ruangan sebagai berikut :
a. Tinggi langit-langit (t)
b. Tinggi lampu terhadap bidang kerja (h)
c. Tinggi bidang kerja setinggi kurang lebih 80 cm atau 0,8 meter.
Sehingga di dapat persamaan rumus dibawah ini
h = t – 0,8 meter .......................................................................................... (2.1)
6
Tabel 2.1 Intensitas Penerangan Yang Diterbitkan Philips
Penerangan
Sifat penerangan Penerangan baik
sangat baik
1. Kantor
Ruang gambar 2000 lux 1000 lux
Ruang kantor (pekerjaan biasa, pembukuan, 1000 lux 500 lux
mengetik, surat menyurat,
menulis,melayani mesin mesin kantor)
Ruang yang jarang digunakan (arsip,ruang 250 lux 150 lux
tunggu, dan tangga)
2. Ruang sekolah
Ruang kelas 500 lux 250 lux
Ruang gambar 1000 lux 500 lux
Ruang administrasi 1000 lux 500 lux
3. Industri
Pekerjaan sangat halus (pembuatan jam 5000 lux 2500 lux
tangan)
Pekerjaan halus (bubut halus) 2000 lux 1000 lux
Pekerjaan biasa (pemasangan biasa) 1000 lux 500 lux
4. Toko
Ruang jual dan pamer :
Toko-toko besar 1000 lux 500 lux
Toko-toko lain 500 lux 250 lux
Etalase
Toko-toko besar 2000 lux 1000 lux
Toko-toko lain 1000 lux 500 lux
6. Rumah tinggal
Kamar tamu 250 lux 150 lux
Koridor 100 lux 50 lux
Dapur 250 lux 125 lux
Kamar tidur 500 lux 250 lux
Kamar mandi 100 lux 50 lux
gudang, garasi 250 lux 125 lux
Penerangan umum 250 lux 125 lux
Sumber : (P Van. Harten, Ir.E Setiawan ).
2.2.7 Faktor-faktor refleksi penerangan
Menurut Pada sistem penerangan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi flux
cahaya yang diakibatkan oleh refleksi atau pantulan objek terhadap bidang kerja.
Terdapat 3 macam faktor refleksi yaitu (P Van. Harten, Ir.E Setiawan ).
a. Faktor refleksi langit-langit 𝑟𝑝
7
b. Faktor refleksi dinding 𝑟𝑤
c. Faktor refleksi lantai 𝑟𝑚
Tabel 2.2 Efiesiensi Penerangan Lampu TL 36 Watt Dalam Keadaan Baru
𝑝 .𝑙
𝑘= .................................................................................................... (2.2)
ℎ ( 𝑝+𝑙 )
dengan :
𝑘 = Indeks ruang
𝑝 = Panjang ruang
𝑙 = Lebar ruang
ℎ = Tinggi ruangan
8
Kemudian setelah diketahui nilai indeks ruangnya barulah bisa dihitung nilai efisiensi
peneranganya dengan menggunakan persamaan berikut :
𝑘−𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + 𝑘 ( 𝜂2 − 𝑛1 ) ........................................................................ (2.3)
2 − 𝑘1
dengan :
k = indeks bentuk
k1, k2 = indeks ruang
𝜂1 , 𝜂2 = efisiensi indeks ruang
𝜂 = efisiensi penerangan
dengan :
𝑑 = depresiasi
𝐸 = intensitas penerangan
dengan :
𝑛 = jumlah titik lampu
E = intensitas penerangan / iluminasi
A= luas ruangan (panjang x lebar = m2)
9
dan aman ketika proses perbaikan atau maintenance. Dalam pemilihan komponen
MCB & MCCB sebaiknya melebihkan kapasitas daya agar ketika ada penambahan
beban tidak terjadi trip. Rumus menentukan MCB & MCCB dapat menggunakan
persamaan rumus berikut dalam bukunya
𝑃
3 Fasa = 𝐼𝑛 = ....................................................................... (2.7)
√3 . 𝑉 . cos 𝜑
dengan :
P = Daya
V = Tegangan
𝐼𝑛 = Arus Nominal
cos 𝜑 = faktor daya
dengan :
A = Luas penampang penghanar yang digunakan ( m2)
10
𝛾 = Daya hantar jenis dari bahan penghantar :
( untuk tembaga 50 x 106 S/m).
ℓ = Panjang penghantar ( m )
I = Arus beban
U = Rugi tegangan dalam penghantar ( V )
Cos 𝜑 = Faktor daya
Dalam buku (Sumardjati, 2008) Rumus Untuk mencari nilai tahanan pentanahan
pada elektroda batang adalah :
𝜌 4𝐿𝑅
𝑅𝐺 = [𝑙𝑛 ( ) − 1] ........................................................................... (2.10)
2𝜋𝐿𝑅 𝐴𝑅
dengan :
𝑅𝐺 = Tahanan pentanahan (Ohm)
𝜌 = Tahanan jenis tanah (Ohm-meter)
𝑙𝑛 = Logaritmus (dasar e = 2,7182818)
𝐿𝑅 = Panjang elektroda (meter)
𝐴𝑅 = Diameter elektroda (meter)
11
BAB3
METODE PENELITIAN
3.1Tahapan Penelitian
1. Studi literatur
Tahapan awal dari proses penelitian ini mulai dari mencari referensi yang terkait
tentang perancangan instalasi listrik dan pustaka yang sesuai sebagai penguatan dasar
teori.
4. Tahap evaluasi
Pada tahap ini evaluasi data penelitian yang telah dihitung berupa penentuan jumlah
dan titik armartur/lampu setiap ruangan, hasil daya beban tiap lantai, kapasitas MCB
tiap lantai/grup, luas penampang kabel juga pentanahan (Grounding). Hasil yang telah
di didapatkan di evaluasi kembali, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Apabila dalam proses hasil yang didapatkan kurang sesuai maka perhitungan boleh di
ulang kembali agar mendapatkan hasil yg sesuai.
12
3.2 Kerangka Konsep Perencanaan
Kerangka konsep perancanaan instalasi lsitrik adalah bentuk diagram alir pada
gambar 3.1
Mulai
Studi literatur
Sesuai
perancangan
Ya
Selesai
13
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bangunan ini dibangun di atas tanah seluas ± 192 m2 dengan tinggi bangunan
± 12 m, yang terdiri dari tiga lantai. Lantai 1 hanya memiliki 1 ruangan yaitu ruangan
jual dan pamer. lantai 2 terdapat 7 ruangan beberapa ruangan tersebut ialah ruang
menulis, pembukuan, surat menyurat, ruangan arsip, dan ruangan tunggu. Dan yang
terakhir lantai 3 terdapat ruangan serbaguna atau ruang rumah tinggal. Dengan
diketahui jumlah ruang tersebut, perancangan tersebut harus memenuhi standart PUIL
serta melakukan prinsip dasar 5K + E (Keamanan, Keandalan, Ketersediaan,
Ketercapaian, Keindahan, dan Ekonomis )
14
A. Toko
Dalam hasil survei yang telah didapatkan, untuk lantai satu terdapat dua sifat
pekerjaan yaitu toko dan rumah tinggal, dalam sifat pekerjaan toko terdapat satu
ruangan yaitu ruangan jual dan pamer toko toko besar dengan ukuran panjang
bangunan 12 meter dan lebar bangunan 18 meter, dengan nilai penerangan 500 lux.
Sedangkan untuk sifat pekerjaan rumah tinggal yaitu penerangan umum.
Toko-toko besar
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 12 meter
Lebar bangunan : 18 meter
𝑝. 𝑙
𝑘 = ℎ (𝑝+𝑙)
12 𝑥 18
= = 1.8 indeks ruang(k)
3.9 (12+18)
15
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 = 𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 500
𝐸 = 400 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai 1 ( Toko-toko besar )
Panjang : 12 meter
Lebar : 18 meter
Maka A =12 x 18 = 216 m2
E = 500 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL philips 2 x 36 watt ( 2x 3000 lumen )
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
500 𝑥 216
=
0,574 𝑥 6000 𝑥 0.8
108000
= = = 40 buah lampu
2736
Dari hasil perhitungan lampu yang di dapatkan 𝑛 = 40 dimana 𝑛 adalah jumlah titik
lampu
Daya pada stopkontak
AC 1 PK = 460 watt ( 3 unit)
= 1380 watt
Lemari pendingin = 180 watt ( 3 unit )
= 540 watt
Total daya pada toko toko besar :
( 40 x 36 ) + 1380 + 540 = 3360 w
Penerangan umum
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk sifat pekerjaan rumah tinggal yaitu
penerangan umum memiliki nilai penerangan 125 lux.
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 12 meter
Lebar bangunan : 2 meter
𝑝.𝑙
𝑘 = ℎ (𝑝+𝑙)
16
12 𝑥 2
= 3,9 (12+2)
= 0,44
Faktor – factor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = factor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = factor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = factor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
k = 0,44
𝑘1 = 0,5 𝜂1 = 0,24
𝑘2 = 0,6 𝜂2 = 0,30
efisiensi penerangan untuk nilai factor induksi (𝑘 ) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,44 − 0,5
𝜂 = 0,24 + (0,30 − 0,24 )
0,6 − 0,5
𝐸 = 100 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai I ( Penerangan umum )
Panjang : 12 meter
Lebar : 2 meter
Maka A = 12 x 2 = 24 m2
E = 125 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
125 𝑥 24
= 0,564 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 4 buah lampu
Jadi lampu yang akan dipasang yaitu lampu TL 4 buah dengan daya 144 watt
17
18
4.2.2 Perhitungan instalasi penerangan pada lantai 2
Dalam hasil denah yang disurvei pada lantai dua terdapat 2 sifat pekerjaan,
berdasarkan tabel 2.1 kategorinya ialah kantor dan rumah tinggal. Untuk kategori
kantor terbagi dua bagian yaitu ruangan kantor dan ruangan yang tidak digunakan
terus menerus untuk pekerjaan. Dalam ruangan kantor terdapat tiga ruangan yaitu
ruangan menulis, ruangan pembukuan dan surat menyurat, untuk ruangan pembukuan
dan ruang surat menyurat memiliki ukuran volume yang sama jadi hanya satu
perhitungan yang digunakan. Sedangkan Ruangan yang tidak digunakan terus menerus
untuk pekerjaan terdapat dua bagian yaitu ruangan tunggu dan tangga. Untuk sifat
pekerjaan rumah tinggal terdapat empat bagian yaitu gudang, penerangan umum dan
dua kamar mandi. Untuk kamar mandi memiliki ukuran volume yang sama jadi hanya
menggunakan satu perhitungan.
A.Kantor
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk lantai dua terdapat 2 sifat
pekerjaan yaitu kantor dan rumah tinggal. Untuk sifat pekerjaan kantor terdapat dua
bagian yaitu ruangan kantor dan ruangan yang tidak digunakan terus menerus untuk
pekerjaan. Dalam ruangan kantor terbagi 3 ruangan yaitu membaca, pembukuan dan
surat menyurat. Untuk ruangan pembukuan dan surat menyurat memilki ukuran
volume yang sama, jadi hanya menggunakan satu perhitungan saja.
Ruang menulis
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
𝑡 = ℎ + 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 5 meter
Lebar bangunan : 5 meter
𝑝.𝑙
𝑘= ℎ (𝑝+𝑙)
5𝑥5
= 3,9 (5+5)
= 0.64
19
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,64
𝑘1 = 0,6 𝜂1 = 0,30
𝑘2 = 0,8 𝜂2 = 0,38
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘 − 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,64−0,6
𝜂 = 0,30 + (0,38 − 0,30 )
0,8 − 0,6
𝐸 = 400 Lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai II ( Ruang Membaca )
Panjang : 5 meter
Lebar : 5 meter
Maka A = 5 x 5 = 25 m2
E = 500 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
500 𝑥 25
= 0,316 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 8 buah lampu
20
Total daya pada ruangan menulis ;
( 8 x 36 ) + 460 + 400 = 1148 watt
= 0,54
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
k = 5,4
𝑘1 = 0,5 𝜂1 = 0,24
𝑘2 = 0,6 𝜂2 = 0,30
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘 ) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,54 − 0,5
𝜂 = 0,24 + (0,30 − 0,24 )
0,6 − 0,5
21
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 = 𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 500
𝐸 = 400
Setelah itu menghitung jumlah titik lampu pada lantai II ( Ruang pembukuan dan surat
menyurat )
Panjang : 4 meter
Lebar : 5 meter
Maka A = 4 x 4,5 = 18 m2
E = 500 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
500 𝑥 18
= = 4 buah lampu
0,264 𝑥 6000 𝑥 0.8
Ruang tunggu
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
𝑡 = ℎ + 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 5 meter
22
Lebar bangunan : 5 meter
𝑝.𝑙
𝑘= ℎ (𝑝+𝑙)
5𝑥5
= 3,9 (5+5)
= 0.64
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,64
𝑘1 = 0,6 𝜂1 = 0,30
𝑘2 = 0,8 𝜂2 = 0,38
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘 − 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,64−0,6
𝜂 = 0,30 + (0,38 − 0,30 )
0,8 − 0,6
𝐸 = 120 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai II ( Ruang tunggu )
Panjang : 5 meter
Lebar : 5 meter
Maka A = 5 x 5 = 25 m2
E = 150 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
23
500 𝑥 25
= 0,324 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 4 buah lampu
Tangga
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 2 meter
Lebar bangunan : 2 meter
𝑝.𝑙
𝑘= ℎ (𝑝+𝑙
2𝑥2
= 3,9 (2+2)
= 0,26
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,26
𝑘1 = 0 𝜂1 = 0
𝑘2 = 0,5 𝜂2 = 0,16
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘 − 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,26−0
𝜂 =0+ (0,5 − 0 )
0,5 − 0
𝜂 = 0 + 0,512 (0,5 )
𝜂 = 0,0832
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 = 𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 150
𝐸 = 120 lux
Setelah itu menghitung jumlah titik lampu pada lantai 2 ( Tangga )
24
Panjang : 2 meter
Lebar : 2 meter
Maka A = 2 x 2 = 4 m2
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2 x 3000 lumen )
𝐸𝑥𝐴 150 𝑥 4
𝑛 = 𝜂 𝑥 ∅ 𝑥 𝑑 = 0,0832 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 2 buah lampu
C.Rumah Tinggal
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk sifat pekerjaan rumah tinggal
terdapat empat bagian yaitu Gudang, penerangan umum, dan dua kamar mandi. Untuk
kamar mandi memiliki ukuran volume yang sama sehingga hanya menggunakan satu
perhitungan .
Gudang
Dalam hasil survei yang telah didapatkan, untuk lantai dua terdapat dua sifat
pekerjaan yaitu kantor dan rumah tinggal. Dalam kategori rumah tinggal yaitu bagian
gudang menyimpan stok barang barang penjualan yang telah dicadangkan. Untuk
ukuran nya Panjang ruangan yaitu 4 meter dan lebar 5 meter dengan nilai penerangan
125 lux .
= 0,57
Faktor – faktor refleksinya pada ( table gambar 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
25
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
k = 0,57
𝑘1 = 0,5 𝜂1 = 0,24
𝑘2 = 0,6 𝜂2 = 0,30
efisiensi penerangan untuk nilai factor induksi ( 𝑘 ) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,57−0,5
𝜂 = 0,24 + (0,30 − 0,24 )
0,6 −0,5
𝐸 = 100 lux
Penerangan umum
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk sifat pekerjaan rumah tinggal yaitu
penerangan umum memiliki nilai penerangan 125 lux.
26
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 12 meter
Lebar bangunan : 2 meter
𝑝.𝑙
𝑘 = ℎ (𝑝+𝑙
12 𝑥 2
= 3,9 (12+2)
= 0,44
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
k = 0,44
𝑘1 = 0,5 𝜂1 = 0,24
𝑘2 = 0,6 𝜂2 = 0,30
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘 ) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,44 − 0,5
𝜂 = 0,24 + (0,30 − 0,24 )
0,6 − 0,5
𝐸 = 100 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai II ( Penerangan umum )
Panjang : 12 meter
Lebar : 2 meter
Maka A = 12 x 2 = 24 m2
27
E = 125 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
125 𝑥 24
= 0,564 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 4 buah lampu
Kamar mandi
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk lantai dua sifat pekerjaannya
rumah tinggal yaitu kamar mandi memiliki dua tempat namun memiliki volume yang
sama sehingga untuk menhitung bagian tersebut menggunakan satu perhitungan.
= 0,37
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,37
𝑘1 = 0 𝜂1 = 0
𝑘2 = 0,5 𝜂2 = 0,16
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘 − 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
28
0,37−0
𝜂 =0+ (0,5 − 0 )
0,5 − 0
𝜂 = 0 + 0,512 (0,5 )
𝜂 = 0,1776
E = 50 lux ( pada table 2.1 )
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 = 𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 50
𝐸 = 40 lux
Setelah itu menghitung jumlah titik lampu pada lantai 2 ( Kamar mandi )
Panjang : 2 meter
Lebar : 3 meter
Maka A = 2 x 2 = 4 m2
E = 50 lux ( pada table 2.1 )
Menggunakan jenis lampu SL 20 watt ( 900 lumen )
𝐸𝑥𝐴 50 𝑥 4
𝑛 = 𝜂 𝑥 ∅ 𝑥 𝑑 = 0,256 𝑥 900 𝑥 0.8 = 1 buah lampu
jadi hasil perhitungan yang didapatkan 𝑛 = 1 ,dimana 𝑛 yaitu jumlah titik lampu . maka
daya pada kamar mandi yaitu 20 watt
29
30
4.2.3 Perhitungan instalasi penerangan pada lantai 3
Dalam hasil denah yang disurvei pada lantai tiga terdapat 2 sifat pekerjaan,
berdasarkan tabel 2.1 kategorinya ialah kantor dan rumah tinggal. Untuk sifat
pekerjaan kantor yaitu ruangan yang tidak digunakan terus menerus untuk pekerjaan
terdapat dua bagian yaitu ruangan tunggu dan tangga. Sedangkan sifat pekerjaan
rumah tinggal terdapat 7 bagian yaitu kamar tidur, kamar tamu, kamar mandi, dan
penerangan umum.
Rumah Tinggal
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk sifat pekerjaan rumah tinggal
terbagi menjadi bebarapa bagian di antaranya kamar tidur, kamar tamu, kamar mandi
dan penerangan umum. Untuk kamar tidur terdapat tiga kamar, kamar pertama
memiliki perhitungan volume yang berbeda sedangkan untuk kamar kedua dan ketiga
memilki perhitungan volume yang sama sehingga menjadi dua perhitungan kamar
tidur.
Kamar Tidur
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 4 meter
Lebar bangunan : 4 meter
𝑝.𝑙
𝑘= ℎ ( 𝑝+𝑙 )
3𝑥4
= 3,9 (4+4)
= 0.51
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
untuk nilai :
𝑘 = 0,51
31
𝑘1 = 0 ,5 𝜂1 = 0,24
𝑘2 = 0,6 𝜂2 = 0,30
Efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,51−0,5
𝜂 =0+ (0,30 − 0,24 )
0,6 − 0,5
𝜂 = 0 + 0,1 (0,06 )
𝜂 = 0,246 (Efisiensi penerangan)
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 =
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 150
𝐸 = 120 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai III ( Kamar Tidur )
Panjang : 4 meter
Lebar : 4 meter
Maka A = 4 x 4 = 16 m2
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛=
𝜂𝑥∅𝑥𝑑
150 𝑥 4 𝑥 4
= 0,246 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 2 buah lampu
Kamar tidur
Hasil survey yang telah didapatkan untuk kamar tidur kedua dan kamar tidur ketiga
memilki volume yang sama sehingga termasuk dalam satu perhitungan.
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
32
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 3 meter
Lebar bangunan : 4 meter
𝑝.𝑙
𝑘= ℎ ( 𝑝+𝑙 )
3𝑥4
= 3,9 (3+4)
= 0.44
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,44
𝑘1 = 0 𝜂1 = 0
𝑘2 = 0,5 𝜂2 = 0,24
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,44−0
𝜂 =0+ (0,24 − 0 )
0,5 − 0
𝜂 = 0 + 0,1 (0,06 )
𝜂 = 0,2112
𝐸 = 120 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai III ( Kamar Tidur )
Panjang : 3 meter
Lebar : 4 meter
Maka A = 3 x 4 = 12 m2
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
Menggunakan jenis lampu TL philips 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
33
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
150 𝑥 4 𝑥 3
= 0,204 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 2 buah lampu
Kamar Tamu
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 4 meter
Lebar bangunan : 5 meter
𝑝. 𝑙
𝑘=
ℎ (𝑝 + 𝑙 )
4𝑥5
= 3,9 (4+5)
= 0.57
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1)
dengan :
k = 0,57
𝑘1 = 0,5 𝜂1 = 0,24
𝑘2 = 0,6 𝜂2 = 0,30
Efisiensi penerangan untuk nilai factor induksi ( 𝑘 ) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,57−0,5
𝜂 = 0, + (0,30 − 0,24 )
0,6 – 0,5
34
𝜂 = 0,24 + 0,6 (0,05 )
𝜂 = 0,282 (Efisiensi penerangan)
E = 500 lux ( pada table 2.1 )
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 = 𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 500
𝐸 = 400 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai III ( Kamar tamu )
Panjang : 4 meter
Lebar : 5 meter
Maka A = 4 x 5 = 20 m2
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2 x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
500 𝑥 20
= 0,282 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 8 buah lampu
Kamar Mandi
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk lantai dua sifat pekerjaannya
rumah tinggal yaitu kamar mandi memiliki dua tempat namun memiliki volume yang
sama sehingga untuk menghitung bagian tersebut menggunakan satu perhitungan
= 0,31
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.3 )
35
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
Dengan :
𝑘= 0,31
𝑘1 = 0 𝜂1 = 0
𝑘2 = 0,5 𝜂2 = 0,16
efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi ( 𝑘 ) adalah
𝑘 − 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,307−0
𝜂 =0+ (0,5 − 0 )
0,5 − 0
𝜂 = 0 + 0,614 (0,5 )
𝜂 = 0,1148
E = 50 lux ( pada table 2.1 )
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 =
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 50
𝐸 = 40 lux
Setelah itu menghitung jumlah titik lampu pada lantai III ( Kamar mandi )
Panjang : 2 meter
Lebar : 3 meter
Maka A = 2 x 3 = 6 m2
E = 50 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu SL 20 watt ( 900 lumen )
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
50 𝑥 6
= 0,317 𝑥 900 𝑥 0.8 = 1 buah lampu
jadi hasil perhitungan yang didapatkan 𝑛 = 1 ,dimana 𝑛 yaitu jumlah titik lampu .
maka daya pada kamar mandi yaitu 20 watt
Penerangan umum
Dalam hasil survey yang telah didapatkan, untuk sifat pekerjaan rumah tinggal yaitu
penerangan umum memiliki nilai penerangan 125 lux.
36
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 12 meter
Lebar bangunan : 3 meter
𝑝.𝑙
𝑘 = ℎ (𝑝+𝑙 )
12 𝑥 2
= 3,9 (12+3)
= 0,62
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
k = 0,62
𝑘1 = 0,6 𝜂1 = 0,30
𝑘2 = 0,8 𝜂2 = 0,38
efisiensi penerangan untuk nilai factor induksi (𝑘 ) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,44 − 0,6
𝜂 = 0,62 + (0,38 − 0,30 )
0,8 − 0,6
𝐸 = 100 lux
Setelah itu menghitung jumlah titk lampu pada lantai 3 ( Penerangan umum)
Panjang : 12 meter
Lebar : 3 meter
37
Maka A = 12 x 3 = 24 m2
E = 125 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2x36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
125 𝑥 24
= 0,564 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 4 buah lampu
Ruang tunggu
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 5 meter
Lebar bangunan : 6 meter
𝑝.𝑙
𝑘 =
ℎ (𝑝+𝑙
5 𝑥6
= 3,9 (5+6)
= 0,70
Faktor – faktor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
𝑟𝑝 = faktor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = faktor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = faktor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,70
𝑘1 = 0,6 𝜂1 = 0,30
𝑘2 = 0,8 𝜂2 = 0,38
38
Efisiensi penerangan untuk nilai faktor induksi (𝑘) adalah
𝑘− 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,70−0,6
𝜂 = 0,30 + (0,38 − 0,30 )
0,8 − 0,6
𝐸 = 120 lux
Setelah itu menghitung jumlah titik lampu pada lantai III ( Ruang tunggu )
Panjang : 5 meter
Lebar : 6 meter
Maka A = 5 x 6 = 30 m2
E = 150 lux ( pada table 2.2 )
Menggunakan jenis lampu TL 2 x 36 watt ( 2x 3000 lumen )
Jumlah titik lampu dalam masing-masing ruang :
𝐸𝑥𝐴
𝑛 = 𝜂𝑥∅𝑥𝑑
150 𝑥 30
= 0,416 𝑥 6000 𝑥 0.8 = 4 buah lampu
Tangga
Tinggi lampu terhadap bidang kerja
ℎ = 𝑡 − 0,8 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟
ℎ = 4,7 − 0,8
= 3,9 meter (Tinggi lampu terhadap bidang kerja)
Panjang bangunan : 2 meter
Lebar bangunan : 2 meter
𝑝.𝑙
𝑘= ℎ (𝑝+𝑙
2𝑥2
= 3,9 (2+2)
= 0,38
Faktor – factor refleksinya pada ( tabel 2.2 )
39
𝑟𝑝 = factor refleksi langit langit ( 0,5 )
𝑟𝑤 = factor refleksi dinding ( 0,3 )
𝑟𝑚 = factor refleksi bidang pengukuran ( 0,1 )
dengan :
𝑘 = 0,38
𝑘1 = 0 𝜂1 = 0
𝑘2 = 0,5 𝜂2 = 0,24
efisiensi penerangan untuk nilai factor induksi (𝑘) adalah
𝑘 − 𝑘1
𝜂 = 𝜂1 + ( 𝜂2 − 𝑛1 )
𝑘2 − 𝑘1
0,38−0
𝜂 =0+ (0,24 − 0 )
0,5 − 0
𝜂 = 0 + 0,512 (0,24 )
𝜂 = 0,1824
E = 150 lux ( pada table 2.1 )
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑘𝑎𝑖
𝑑 =
𝐸 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢
𝐸
0,8 = 150
𝐸 = 120 lux
Setelah itu menghitung jumlah titik lampu pada lantai 3( Tangga )
Panjang : 2 meter
Lebar : 2 meter
Maka A = 2 x 2 = 4 m2
E = 50 lux ( pada table 2.1 )
Menggunakan jenis lampu TL 36 watt ( 2x3000 lumen )
𝐸𝑥𝐴 150 𝑥 4
𝑛= = = 2 buah lampu
𝜂𝑥∅𝑥𝑑 0,1824 𝑥 6000 𝑥 0.8
40
41
4.3 Perhitungan daya
4.3.1 Perhitungan daya lantai 1
Dalam hasil survei yang telah didapatkan, untuk lantai satu terdapat satu sifat
pekerjaan yaitu Toko. Dalam toko ini memiliki satu ruangan dan satu penerangan
umum, untuk jenis ruangannya yaitu ruangan jual dan pamer toko toko besar. Dalam
perhitungan daya yang telah didapatkan hasilnya sebagai berikut :
= 17,03 ≈ 20 Ampere
Kemampuan Hantar Arus
KHA = 125 % x 17,03
= 19,21 A
Luas penampang kabel
2 . ℓ . 𝐼 .𝑐𝑜𝑠𝜑
𝐴= 𝛾 .𝑢
2 . 18 . 17,03. 0,85
= 50 .106 . 5 % .220
587,52
= 550 .106
= 10,628 . 10-7 m2
= 1,06 mm2 ≈ 1.5 mm2 sebaiknya 2.5 mm2
dengan :
A = Luas penampang penghanar yang digunakan ( m2)
𝛾 = Daya hantar jenis dari bahan penghantar :
( untuk tembaga 50 x 106 S/m )
ℓ = Panjang penghantar ( m )
I = Arus beban
U = Rugi tegangan dalam penghantar 5% ( V )
Cos 𝜑 = Faktor daya
42
43
4.3.2 Perhitungan daya lantai 2
Daya total penerangan & stopkontak = 3340 watt
𝑃
𝐼𝑛 = 𝑉 . 𝑐𝑜𝑠𝜑
3340 𝑤𝑎𝑡𝑡
=
220 .0,85
= 16,86 ≈ 20 Ampere
Kemampuan Hantar Arus
KHA = 125 % x 16,86
= 18,92 A
Luas penampang kabel
2 . ℓ . 𝐼 .𝑐𝑜𝑠𝜑
𝐴=
𝛾 .𝑢
2 . 18 . 16 86. 0,85
= 50 .106. 5 % .220
500,616
= 550 .106
= 9,102 . 10-7 m2
= 0,91 mm2 ≈ 1.5 mm2 sebaiknya 2,5 mm2
dengan :
A = Luas penampang penghanar yang digunakan ( m2)
𝛾 = Daya hantar jenis dari bahan penghantar :
( untuk tembaga 50 x 106 S/m )
ℓ = Panjang penghantar ( m )
I = Arus beban
U = Rugi tegangan dalam penghantar 5% ( V )
Cos 𝜑 = Faktor daya
44
45
4.3.3 Perhitungan daya lantai 3
Daya total penerangan & stopkontak = 2882 watt
𝑃
𝐼𝑛 = 𝑉 . 𝑐𝑜𝑠𝜑
2882 𝑤𝑎𝑡𝑡
=
220 .0,85
= 14,77 ≈ 20 Ampere
= 9,613 . 10-7 m2
= 0,961 mm2 ≈ 1.5 mm2 sebaiknya 2,5 mm2
dengan :
A = Luas penampang penghanar yang digunakan ( m2)
𝛾 = Daya hantar jenis dari bahan penghantar :
( untuk tembaga 50 x 106 S/m )
ℓ = Panjang penghantar ( m )
I = Arus beban
U = Rugi tegangan dalam penghantar 5% ( V )
Cos 𝜑 = Faktor daya
46
47
4.3.4 perhitungan pengaman pada MCCB
𝑃
𝐼𝑛 =
√3 . 𝑉 . 𝑐𝑜𝑠𝜑
9102 𝑤𝑎𝑡𝑡
=
√3 .380 .0,85
= 19,97 ≈ 25 Ampere
KHA = 125 % x 19,97
= 24,67 A
Luas penampang kabel
2 . ℓ . 𝐼 .𝑐𝑜𝑠𝜑
𝐴= 𝛾 .𝑢
2 . 18 . 19,97 . 0,85
= 50 .106. 5 % .220
528,768
= 550 .106
= 9,613 . 10-7 m2
= 0,961 mm2 ≈ 1.5 mm2 sebaiknya 4 mm2
dengan :
A = Luas penampang penghanar yang digunakan ( m2)
𝛾 = Daya hantar jenis dari bahan penghantar :
( untuk tembaga 50 x 106 S/m )
ℓ = Panjang penghantar ( m )
I = Arus beban
U = Rugi tegangan dalam penghantar 5% ( V )
Cos 𝜑 = Faktor daya
48
4.4 Pentanahan ( Grounding )
Tahanan jenis tanah (𝜌) = 30 Ω (Tanah Rawa)
Panjang Elektroda (𝐿𝑅 ) = 5 meter (Elektroda batang/pasak)
Diameter Elektroda (𝐴𝑅 ) = 16 mm ≈ 0,016 meter
𝜌 4𝐿
𝑅𝐺 = 2𝜋𝐿 [𝑙𝑛 ( 𝐴 𝑅) − 1]
𝑅 𝑅
30 4. 5
= 2 .3,14 .5 [𝑙𝑛 (0,016) − 1]
= 5,85 Ω
dengan :
𝑅𝐺 = Tahanan pentanahan (Ohm)
𝜌 = Tahanan jenis tanah (Ohm-meter)
𝑙𝑛 = Logaritmus (dasar e = 2,7182818)
𝐿𝑅 = Panjang elektroda (meter)
𝐴𝑅 = Diameter elektroda (meter)
49
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil perhitungan pada perencanaan instalasi listrik di dapatkan hasil sebagai
berikut:
A. Daya pada lantai 1 yaitu 3504 watt ,daya pada lantai 2 sebesar 3340 watt
sedangkan daya pada lantai 3 yaitu 2882 watt .
B. Untuk nilai In ( Arus Nominal ) pada lantai 1 yaitu 17,03 A , In pada lantai 2 yaitu
16,86 A sedangkan pada In lantai 3 yaitu 14,77 A .
C. Untuk nilai KHA lantai 1 yaitu 19,21 A ,pada nilai KHA lantai 2 yaitu 18,92
sedangkan nilai KHA pada lantai 3 yaitu 16,67 A .
D. Untuk luas penampang kabel yang digunakan yaitu 2,5 mm 2 sesusai peraturan
umum instalasi listrik 2011 .
E. Total daya pada lantai 1 , 2 dan 3 yaitu 9102 watt . untuk pengaman MCB yang
digunakan pada lantai 1 ,2 dan 3 yaitu MCB 20 A sedangkan pengaman utama
nya MCCB 25 A
F. Untuk panel hubung bagi dibagi menjadi beberapa grup yaitu grup penerangan ,
grup stopkontak biasa dan grup ac agar jika ada terjadi penambahan daya atau
perawatan instalasi listrik dapat ditangani dengan cepat
G. Jenis tanah pada lokasi penelitian adalah rawa dengan nilai pentanahan
didapatkan sebesar 5,85 Ω
5.2 Saran
pada perencanaan instalasi listrik ini bisa di jadikan sebagai acuan untuk
merencanakan instalasi listrik pada rumah tangga ataupun instalasi pada gedung dan
juga diharapkan pada para pembaca dapat menngacu pada standart Persyaratan Umum
instalasi listrik ( PUIL ) Tahun 2011
50
DAFTAR PUSTAKA
51
RIWAYAT HIDUP
52
L
A
M
P
I
R
A
N
53
Lantai 1
1
2
3
Perhitungan Perancangan Instalasi listrik Menggunakan Aplikasi
Microsoft Excel
4
Lampu TL 2 x 36 watt
Lumen 3000