Pengaruh PAD dan DAU terhadap Kemandirian Daerah
Pengaruh PAD dan DAU terhadap Kemandirian Daerah
ABSTRACT
The purposes of this research is to verify, firstly what is the Local Government
Revenue (PAD) has positive impact toward regional sufficiency, and what is the
General Allocation Fund (DAU) has negative impact toward regional independent.
Secondly, what is the Local Government Revenue (PAD) and General Allocation
Fund (DAU) that is supported by regional independent will give good influence
toward the economic growth. The research method in this thesis is to use purposive
sampling method, with a total sample of 36 districts/cities each yearfrom 56 dis-
tricts/cities in Kalimantan Island. This research was done from 2003 to 2008. The
data was got from the Central Statistical Agency (BPS) and the site of Directorate
General of Fiscal Balance (www.djpk.depkeu.go.id). The data that is analyzed
prepared from Consolidated Actual Revenues and Expenditures Budget (APBD) and
the Growth Rate Data (PDRB). From the result of research indicates the Local
Government Revenue (PAD) has positive and significant impact toward regional
independent, the General Allocation Fund (DAU) has negative impact toward re-
gional independent. While, the Local Government Revenue (PAD) and General
Allocation Fund (DAU) that is supported by regional independent do not have
significant impacttoward the economic growth.
88
Afrizal tahar & Maulida Zakhiya, Pengaruh Pendapatan Asli dan Dana.....
dalam Susantih (2009) bahwa dengan setelah otonomi daerah sehingga hubungan
adanya kewenangan urusan pemerintahan PAD dan pertumbuhan ekonomi dapat saja
yang bagitu luas yang diberikan kepada mengarah ke hubungan negatif jika daerah
daerah dalam rangka otonomi daerah dapat terlalu agresif dalam upaya peningkatan
merupakan berkah bagi daerah, namun pada penerimaan daerahnya.
sisi lain bertambahnya kewenangan daerah Peneliti akan menguji pengaruh pen-
tersebut sekaligus juga merupakan beban dapatan asli daerah dan dana alokasi umum
yang menuntut kesiapan daerah untuk dengan lag 1 tahun terhadap kemandirian
melaksanakannya, karena semakin ber- daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah.
tambahnya urusan pemerintahan yang men- Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
jadi tanggung jawab pemerintah daerah. tingkat kemandirian suatu pemerintah dae-
Desentralisasi fiskal dapat mem- rah dalam mengelola keuangannya, apakah
berikan kewenangan yang lebih besar dalam pemerintah sudah menjalankan tugasnya
pengelolaan daerah, namun disisi lain dapat dengan baik atau tidak dalam memberikan
memunculkan persoalan baru, hal ini pelayanan kepada masyarakat.
dikarenakan tingkat kesiapan fiskal daerah
yang berbeda-beda. Menurut penelitian Adi
(2005) dalam Apriana (2010) menunjukkan TIN JAUAN PLITERATUR DAN
terjadi disparitas pertumbuhan ekonomi PERUMUSAN HIPOTEIS
yang cukup tinggi antar daerah (kabupaten
dan kota) dalam pelaksanaan desentralisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
fiskal. Silitonga (2009) menjelaskan bahwa Menurut UU No. 33 tahun 2004 pasal
gambaran citra kemandirian daerah dalam 1, PAD adalah pendapatan yang diperoleh
berotonomi daerah dapat diketahui melalui daerah yang dipungut berdasarkan
seberapa besar kemampuan sumber daya peraturan daerah sesuai dengan peraturan
keuangan daerah tersebut agar mampu perun-dang-undangan yang berlaku. Tujuan
membangun daerahnya, disamping mampu dari PAD adalah untuk memberikan
pula untuk bersaing secara sehat dengan kewenangan kepada pemerintah daerah
daerah lain dalam mencapai cita-cita untuk mendanai pelaksanaan otonomi
otonomi daerah. daerah sesuai dengan potensi daerah
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah sebagai perwujudan desen-tralisasi.
satu tujuan penting pemerintah pusat dan Menurut Soekarwo (2003) dalam
daerah. Oleh karena itu, peningkatan pen- Andirfa (2009) pada dasarnya upaya
dapatan asli daerah namun tidak diikuti pemerintah daerah dalam mengoptimalkan
dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi PAD dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
dirasa tidak akan memberi arti (Harianto dan 1) Intensifikasi, yaitu suatu upaya men-
Adi, 2007). Brata (2004) dalam Harianto dan goptimalkan PAD dengan cara mening-
Adi (2007) menyatakan bahwa terdapat dua katkan dari yang sudah ada (diinten-
komponen penerimaan daerah yang ber- sifkan).
pengaruh positif secara signifikan terhadap 2) Ekstensifikasi, yaitu mengoptimalkan
pertumbuhan ekonomi regional. Kedua PAD dengan cara mengembangkan
komponen tersebut adalah PAD dan Bagian subjek dan objek pajak.
Sumbangan & Bantuan. Namun demikian, 3) Peningkatan pelayanan kepada masyara-
penelitian Brata belum mencakup periode kat, yaitu merupakan unsur yang penting
89
Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 88-99, Januari 2011
90
Afrizal tahar & Maulida Zakhiya, Pengaruh Pendapatan Asli dan Dana.....
91
Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 88-99, Januari 2011
Dana Alokasi Umum dan semakin kecil pinjaman dan bantuan dari
Pertumbuhan Ekonomi pusat, maka semakin mandiri daerah terse-
DAU adalah dana yang berasal dari but. Dengan semakin mandiri daerah terse-
APBN yang dialokasikan dengan tujuan but, maka pertumbuhan ekonomi di daerah
pemerataan keuangan antar daerah untuk tersebut dapat mengalami peningkatan.
membiayai kebutuhan pengeluarannya da- Berdasarkan analisis dan penelitian ter-
lam rangka desentralisasi. Menurut Rumanti dahulu, maka hipotesis penelitian dirumus-
(2009)lemahnya perencanaan kan sebagai berikut:
pengalokasian belanja memunculkan ketid H5: Kemandirian daerah berpengaruh
akefisienan kinerja pemerintahan, sehingga positif terhadap pertumbuhan
ada unit kerja yang kelebihan pembiayaan, ekonomi.
ada pula unit kerja yang kekurangan
pembiayaan. Hal ini akan berdampak pada
perekonomian daerah umumnya dan METODE PENELITIAN
keuangan daerah pada khususnya.
Hasil penelitian Sihite (2009) yang Sampel dan Data Penelitian
menyimpulkan bahwa DAU berpengaruh Sampel penelitian ini adalah
positif dan signifikan terhadap pertumbuhan pemerintah daerah di Pulau Kalimantan.
ekonomi. Namun penelitian tersebut ber- Data yang digunakan dalam analisis ini
tolak belakang dengan hasil penelitian Isa adalah data realisasi APBD kabupaten dan
(2010) menyimpulkan bahwa DAU tidak kota di pulau Kalimantan tahun 2003-2007.
berpengaruh signifikan positif terhadap Untuk kepentingan analisis, data PAD dan
pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan DAU yang digunakan berdasarkan realisasi
analisis dan hasil penelitian terdahulu, maka anggaran tahun 2003-2006, data ke-
hipotesis penelitian dirumuskan sebagai mandirian daerah diukur dengan rasio ke-
berikut: mandirian, menggunakan data realisasi
H4: Dana aiokasi umum berpengaruh anggaran tahun 2004-2007 sedangkan data
positif terhadap pertumbuhan pertumbuhan ekonomi, menggunakan data
ekonomi. laju pertumbuhan PDRB tahun 2005-2008.
92
Afrizal tahar & Maulida Zakhiya, Pengaruh Pendapatan Asli dan Dana.....
Variabel kemandirian daerah dan pertum- dengan perluasan analisis jalur. Analisis
buhan ekonomi merupakan variabel endo- jalur dapat dilihat dari uji standardised co-
gen. PAD dan DAU diukur dengan efficient beta dan uji koefisien determinasi.
menghitung angka-angka pendapatan asli Untuk menguji hipotesis terdapat dua model
daerah dalam laporan realisasi anggaran penelitian, yaitu: Untuk menguji hipotesis 1
dari tahun 2003-2006. Kemandirian daerah dan 2 menggunakan persamaan sebagai
diukur dengan rumus: berikut:
Pendapatan Asli Daerah Y1 = α+ β1X1+ β2X2+ε
Rasio Kemandirian = Total Pendapatan Daerah x 100 %
Keterangan:
PDRBt = Produk Domestik Regional Bruto Keterangan:
PDRBt−1= Produk Domestik Regional Bruto
pada tahun t Y = Kemandirian Daerah
= Pertumbuhan Ekonomi α1 = Konstanta
satu tahun sebelum tahun t Z
β = Koefisien Jalur
Tabel 1.
Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Devi
Pendapatan 129 646,690,000 114,184,730,000 19,485,324,263.57 18,090,043,918.034
Asli Daerah
Dana Alokasi 129 31,970,000,00 519,853,000,000 187,091,412,341.0 87,147,012,334.147
Umum
Kemandirian 129 0 0.39% 14.18% 9 5.3845% 3.18193%
Daerah
Pertumbuhan 129 -0.84% 11.20% 5.1220% 1.84012%
Ekonomi
Valid N 129
(listwise)
93
Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 88-99, Januari 2011
Tabel 2.
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual Unstandardized Residual
N 129 129
Normal Parametersa,,b Mean .0000000 .0000000
Std. Deviation 2.58397074 1.81267745
Most Extreme Differences Absolute .098 .100
Positive .098 .097
Negative -.060 -.100
Kolmogorov-Smirnov Z 1.111 1.140
Asymp. Sig. (2-tailed) .170 0.149
Tabel 3.
Hasil Uji Multikolinieritas Model 1
Standard-
Unstandardized Coef- ized Coeffi- Collinearity Statis-
Model ficients cients t Sig. tics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 4.512 .569 7.934 .000
Pendapatan Asli Daerah 1.037E-10 .000 .589 8.018 .000 .968 1.033
Dana Aiokasi Umum -6.139E-12 .000 -.168 -2.287 .024 .968 1.033
Tabe 4.
Hasil Uji Multikolinieritas Model 1
Standard-
Unstandardized Coeffi- ized Coeffi- Collinearity Statis-
Model cients cients t Sig. tics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
2 (Constant) 4.284 .490 8.735 .000
Pendapatan Asli Daerah -9.431 E-12 .000 -.093 -.842 .401 .641 1.559
Dana Aiokasi Umum 3.473E-12 .000 .164 1.800 .074 .930 1.075
Kemandirian Daerah .069 .063 .119 1.100 .273 .659 1.516
94
Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 12 No. 1, halaman: 88-99, Januari 2011
95
Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 88-99, Januari 2011
daerah. Hal ini menunjukkan bahwa < a (0.05), sehingga dapat disimpulkan DAU
pemerintah daerah kabupaten/kota di pulau berpengaruh negatif terhadap kemandirian
Kalimantan berhasil mengoptimalkan PAD daerah. Hal ini berarti semakin besar transfer
yang dimiliki untuk membiayai pengeluaran dana yang diberikan kepada daerah maka
daerahnya. Pemerintah daerah di Kaliman- kemandirian daerah akan menurun.
tan terus berupaya mencari langkah- Pada tabel 9 ditunjukkan Adjusted R
langkah terobosan baru agar PAD yang Square sebesar 0.330. Hal ini berarti bahwa
diperoleh akan semakin besar. variabel kemandirian daerah dapat dijelas-
PAD yang besar akan menyebabkan kan oleh variabel PAD dan DAU sebesar
kemandirian daerah juga semakin besar. 33% sedangkan sisanya 67% mampu di-
Nilai standardised coeficient beta variabel jelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak
DAU adalah -0.168 dengan nilai sig. 0.024 dijelaskan didalam penelitian ini.
Tabel 9.
Hasil Pengujian Hipotesis Model 1
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.512 .569 7.934 .000
Pendapatan Asli Daerah 1.037E-10 .000 .589 8.018 .000
Dana Aiokasi Umum -6.139E-12 .000 -.168 -2.287 .024
Adjusted R Square .330
Tabel 10.
Hasil Pengujian Hipotesis Model 2
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.284 .490 8.735 .000
Pendapatan Asli Daerah -9.431E-12 .000 -.093 -.842 .401
Dana Alokasi Umum 3.473E-12 .000 .164 1.800 .074
Kemandirian Daerah .069 .063 .119 1.100 .273
Adjusted R Square .006
Pada tabel 10 ditunjukkan bahwa nilai Pemerintah daerah belum mampu men-
standardised coeficient beta untuk variabel goptimalkan peran sumber daya yang di-
PAD adalah - 0.093 dengan nilai sig. 0.401 miliki untuk meningkatkan pertumbuhan
> a (0.05), sehingga dapat disimpulkan ekonomi. PAD yang diperoleh tidak
PAD tidak berpengaruh signifikan terhadap digunakan untuk meningkatkan kesejahter-
per-tumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan aan masyarakat, contohnya untuk kepent-
peningkatan PAD tidak serta merta ingan publik seperti membangun jalan,
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. pasar, rumah sakit dan sarana prasarana
96
Afrizal tahar & Maulida Zakhiya, Pengaruh Pendapatan Asli dan Dana.....
lainnya yang dapat meningkatkan kese- variabel pertumbuhan dapat dijelaskan oleh
jahteraan masyarakat. variabel PAD, DAU dan kemandirian daerah
Nilai standardised coeficient beta un- sebesar 0.6% sedangkan sisanya 99.4%
tuk variabel DAU adalah 0.164 dengan nilai mampu dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang
sig. 0.074 > a (0.05). Hal tersebut disebab- tidak dijelaskan di dalam penelitian ini.
kan DAU yang diterima oleh daerah tidak Berdasarkan gambar 2 disimpulkan
digunakan untuk kegiatan yang bertujuan bahwa tidak ada pengaruh tidak langsung
pemerataan pertumbuhan ekonomi antar PAD terhadap pertumbuhan ekonomi me-
daerah, sehingga peran DAU tidak ber- lalui kemandirian daerah dan tidak ada
pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. pengaruh langsung PAD terhadap pertum-
Seharusnya DAU yang diterima daerah di- buhan ekonomi. Tidak ada pengaruh tidak
alokasikan untuk belanja pembangunan se- langsung DAU terhadap pertumbuhan
bagai sarana dan prasarana untuk mening- ekonomi melalui kemandirian daerah dan
katkan pertumbuhan ekonomi tetapi DAU tidak ada pengaruh langsung DAU terhadap
tersebut dialokasikan untuk belanja rutin, pertumbuhan ekonomi. Tidak ada pengaruh
sehingga aiokasi tersebut tidak tepat sasaran. langsung kemandirian daerah terhadap per-
Hal inilah mungkin yang menyebabkan DAU tumbuhan ekonomi. Hal ini dapat disim-
tidak berpengaruh terhadap pertum-buhan pulkan bahwa tidak ada pengaruh tidak
ekonomi. langsung dan tidak ada pengaruh langsung
Nilai standardised coeficient beta un- pada gambar path analysis ini.
tuk variabel DAU adalah 0.119 dengan nilai
sig. 0.273 > a (0.05). Hal ini disebabkan
pemerintah daerah belum memaksimalkan PENUTUP
potensi lokal salah satunya dengan mem-
permudah proses investasi. Seharusnya Dari penelitian diatas, maka dapat
dengan meningkatnya kemandirian suatu disimpulkan pertama, PAD mempunyai
daerah, maka pemerintah daerah juga harus pengaruh positif dan signifikan terhadap
peningkatkan sarana dan prasaran yang dapat kemandirian daerah. Kedua, DAU mempu-
meningkatkan pertumbuhan ekonomi. nyai pengaruh negatif dan signifikan ter-
hadap kemandirian daerah. Ketiga, PAD,
Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung DAU dan kemandirian daerah tidak
bepengaruh signifikan terhadap pertum-
buhan ekonomi.
Saran yang dapat disampaikan adalah
pertama, penelitian berikutnya sebaiknya
menggunakan variabel lain yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Kedua, memperbanyak kabupaten/kota yang
akan diuji dan mengambil sampel kabupat-
en/kota di luar Kalimantan, agar dapat
Gambar 2. Output Struktur Lengkap membandingkan apakah hasil penelitian ini
berlaku untuk kabupaten/kota di luar Kali-
Dari tabel 10 ditunjukkan Adjusted R mantan. Ketiga, penelitian berikutnya
Square sebesar 0.006, hal ini berarti bahwa sebaiknya periode waktu penelitian hen-
97
Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 88-99, Januari 2011
98
Afrizal tahar & Maulida Zakhiya, Pengaruh Pendapatan Asli dan Dana.....
99