0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
155 tayangan48 halaman

Materi Photoshop

Dokumen ini menjelaskan fungsi dan fitur dari Adjustments Panel Tool di Photoshop, termasuk berbagai jenis penyesuaian warna yang dapat dilakukan seperti Brightness, Levels, Curves, dan lainnya. Selain itu, dokumen juga membahas cara mengubah ukuran gambar, mengatur resolusi, dan teknik kolase dalam seni digital. Penjelasan mencakup langkah-langkah praktis serta sejarah dan jenis-jenis kolase.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
155 tayangan48 halaman

Materi Photoshop

Dokumen ini menjelaskan fungsi dan fitur dari Adjustments Panel Tool di Photoshop, termasuk berbagai jenis penyesuaian warna yang dapat dilakukan seperti Brightness, Levels, Curves, dan lainnya. Selain itu, dokumen juga membahas cara mengubah ukuran gambar, mengatur resolusi, dan teknik kolase dalam seni digital. Penjelasan mencakup langkah-langkah praktis serta sejarah dan jenis-jenis kolase.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MENGENAL FUNGSI

ADJUSTMENTS PANEL TOOL DI

PHOTOSHOP

Adjustments Tool adalah salah satu fitur yang berfungsi

sebagai pengaturan warna pada gambar di photoshop. kita

dapat memberikan efek perubahan warna pada gambar

kita dengan hanya klik pada Adjusment tool pilihan kita lalu

memberikan pengaturan yang ada ataupun membuat

beberapa pengaturan yang baru.

Adjustment Panel

Pada Photoshop CS4 ke atas sudah di hadirkan Panel

Adjusments untuk lebih memudahkan kita dalam memilih

tool mana yang akan digunakan pada pilihan adjustment


yang tersedia. panel ini akan terlihat di bagian sisi sebelah

kanan pada tampilan layar photoshop. ata kita juga bisa

memanggilnya pada bagian bawah layer panel. yang harus

anda ketahui, ketika kita menggunakan fungsi adjustment

ini maka layer baru akan tercipta sesuai adjustment yang

kita pilih.

Fitur Clipping Mask Pada Adjustment Panel


Clipping Mask adalah salah satu keunggulan photoshop, yang berfungsi agar 2 layer

bisa berhubungan sehingga fungsinya hanya terlihat seperti satu layer saja.. nah

dengan fungsi ini Adjustment layer yang kita hasilkan bisa berfungsi hanya pada

layer dibawahnya saja jika kita mengaktifkan Clipping mask, namun jika tidak maka

semua layer yang ada dibawah adjustment akan berpengaruh.

Bagian - bagian pada Adjustments Panel


1. Brightness/Contrast

Adjustment Brigthness dan Contrast. Fungsi dari adjustments ini sangatlah penting

dikala kita ingin meningkatkan kepadatan warna suatu gambar dengan Contrast

maupun tingkat kecerahannya dengan Brightness.

2. Levels
Level - adjustment yang satu ini pasti sudah sangat familiar di telinga kita, sebab

sering digunakan di kalangan Desainer sebagai alat untuk mengatur tinggi


rendahnya tonal (komposisi warna) pada gambar yaitu Hitam(dark tones) - Abu

abu(mid tones) - Putih (highlight). selain itu kita juga bisa menganalisis tingkat warna

pada suatu gambar dengan melihat Histogram pada panelnya.

3. Curvers
Adjustment Curves - hampir sama seperti Levels namun curves pengaturannya

berbentuk Kurva. fungsinya untuk memberikan filter warna pada gambar dari Gelap

ke Terang. selain itu kita juga bisa menambahkan beberapa campuran komposisi

warna secara bersamaan. sehingga foto kita bisa terlihat memiliki banyak campuran

warna. teknik Curves bisa digunakan untuk membuat foto seperti pengaturan warna

pada Instagram.

4. Exposures
Adjustment Exposure berfungsi untuk mengatur Exposure, Offset dan gamma

(midtones) pada suatu gambar. dengan Exposure anda dapat mengatur bagian foto

yang terang tanpa mempengaruhi bagian gelapnya. adjusment ini juga sering

digunakan dalam membuat HDR.

5. Vibrance
Vibrance adjustment merupakan salah satu langkah mudah untuk mengatur

intensitas warna pada foto. filter ini sangat baik digunakan untuk mengatur warna

pada kulit kita.

6. Hue / Saturation
Hue / saturation salah satu yang harus anda tahu karna ini juga sering digunakan.

fungsinya untuk memberikan komposisi warna pada gambar secara keseluruhan

dan lebih spesifik. silahkan lihat tutorial penerapannya untuk lebih mengerti.

7. Color Balance
Color Balance - ini termasuk Adjusment favorit saya. sebab kita bisa menambahkan

filter warna pada 3 bagian dalam suatu gambar, yaitu Shadow (bagian yang gelap ),

Midtones ( bagian tengah atau abu - abu) dan Higlight ( bagian yang paling terang

atau warna akibat pencahyaan). dengan mengatur 3 Filter warna itu kita bisa

mengubah Warna yang ada pada foto sesuai keinginan kita.

8. Black and White


Black and White atau Hitam Putih. panel ini berfungsi untuk membuat gambar

menjadi terlihat hitam putih namun dengan pengaturan yang ada kita bisa mengatur

kopmposisi kepadatan warna hitam dan putih agar lebih memberikan hasil yang di

inginkan.

9. Photo Filter
Photo Filter ini sama halnya ketika kita memiliki plastik berwarna biru yang bening

lalu buat dia berada didepan mata dan lihat efek pada apa yang kita lihat. maka

semua akan memiliki pengaruh warna plastik biru kita. begitupun pada photoshop.

adjustment ini biasa digunakan untuk memberikan efek sephia pada foto.

10. Channel Mixer


Channel mixer berguna untuk mencampur gambar grayscale. bisa memncampur

berbgai channel grayscale dengan pengaturan berbeda pada masing - masing

channel. jika anda membuka foto dengan mode RGB maka anda akan melihat 3

channel pada photoshop, nah itu adalah contoh dari channel pada satu gambar,

yang jika salah satunya rusak maka kita akan memperbaikinya dengan informasi

yang sudah kita dapat dari 2 channel lainnya.

11. Invert
Invert - yang satu ini memang tidak memiliki pengaturan untuk memasukkan nilai -

nilai. sebab fungsinya hanya memutar balik warna pada objek. jika anda mempunyai

gambar hitam lalu gunakan Invert maka gambar anda akan putih. sebab kebalikan

dari hitam adalah putih. begitupun selanjutnya pada gambar yang memiliki beberapa

komposisi warna.

12. Posterize
Posterize berfungsi untuk memberikan pada warna. jika anda menggunakannya

maka warna pada gambar akan terlihat memiliki degradasi dari gelap ke terang. atau

terlihat sepertu sebuah kontur warna.

13. Treshold
Treshold ini adalah salah satu pilihan untuk membuat gambar menjadi Hitam Putih.

beda dengan no.8 disana kita masih bisa melihat warna abu - abu. namun pada

treshol warna akan dibawa menjadi hitam dan putih saja. untuk komposis hitam dan

putihnya bisa anda atur pada panelnya.


14. Gradient Map
Gradient map berfungsi untuk memberikan warna pada gambar dengan teknik

gradient. jadi kita bisa memberikan warna pada gambar sesuai perpaduan warna

yang kita buat pada gradient.

15. Selective Color


Selective color berguna untuk mengubah warna pada gambar yang terseleksi

menjadi warna lain yang di inginkan sesuai nilai pada pengaturan CMYK nya. fungsi

ini sangat baik jika anda menggunakan mode CMYK pada lembar kerja. namun

tetap akan bekerja dengan baik pada mode RGB yang sering kita gunakan pada

photoshop.

SHARE

1. Merubah ukuran gambar (resize)


Ukuran sebuah gambar atau foto yang paling sering digunakan di Adobe
Photoshop adalah Centimeters, Inches dan Pixels. Namun selain satuan
tersebut, ada juga satuan lainnya seperti Milimeters, Points, dan Picas,
tergantung bagaimana kebutuhan dan preferensi kita.

Umumnya untuk keperluan cetak, satuan ukuran gambar yang dipakai


adalah Milimeters, Centimeters, atau Inches. Sedangkan untuk keperluan
gambar di website atau sosial media menggunakan satuan ukuran Pixels.
Contoh : 1920 x 1080 Pixels.

Untuk merubah ukuran suatau gambar di Photoshop bisa diakses


melalui Menu Bar : Image > Image Size. Kemudian pilih satuan bisa
berdasarkan persentase, pixels, centimeters, atau satuan lainnya. Lalu
pada bagian Width dan Height diisi angka sesuai kebutuhan, lalu klik OK.
2. Mengatur resolusi
Resolusi sebuah gambar atau foto biasanya perlu kita perhatikan saat
hendak mencetak sebuah foto. Untuk keperluan cetak di kertas HVS atau
majalah biasanya perlu menggunakan resolusi 300 Pixels/Inch. Sedangkan
gambar atau foto untuk diposting di website atau media sosial cukup
menggunakan resolusi 72 Pixels/Inch atau 96 Pixels/Inch. Kemudian untuk
media cetak lain seperti spanduk, banner, backdrop bisa menggunakan
resolusi 150 Pixels/Inch.

Contoh: Foto dengan resolusi awal 100 Pixels/Inch (seperti gambar


sebelumnya di atas) ingin saya ubah resolusinya menjadi 300 Pixels/Inch
di Photoshop. Pertama, bagian Resample Jangan dicentang,
sehingga tidak merubah jumlah pixels foto aslinya. Bagian resolusi diganti
dari 100 menjadi 300, maka Width dan Height akan berubah secara
otomatis karena resolusi dinaikkan. Kemudian klik OK.
3. Crop Image dan Straighten
Terkadang ada bagian dari foto yang sebenarnya tidak kita ingin
tampilkan, misalkan karena saat pemotretan tidak sempat untuk
memikirkan komposisi foto, sehingga ada objek yang mengganggu
tertangkap oleh kamera kita. Disinilah peran editing sangat diperlukan
untuk membuang objek pengganggu, salah satunya dengan cara
menggunakan Crop Tool. Crop Tool berfungsi untuk membuang bagian
foto yang tidak perlu. Sedangkan Straighten berfungsi untuk meluruskan
orientasi foto yang miring.

Untuk menggunakan Crop Tool, bisa kita temukan pada Tools Panel yang
ada di sebelah kiri Workspace, atau bisa menggunakan shortcut pada
keyboard dengan menekan tombol "C".
4. Memperluas ukuran canvas
Saat kita membuat desain di Photoshop terkadang kita merasa bahwa
area dokumen terasa kurang luas atau kurang lebar. Maka kita bisa ubah
ukuran canvas menjadi lebih luas. Untuk merubah ukuran canvas bisa kita
akses melalui Menu Bar : Image > Canvas Size. Kemudian kita
masukkan angka seusuai ukuran yang kita inginkan, untuk
bagian Relative tidak usah dicentang.
Kendala ukuran file yang besar

Nah, biasanya layanan upload data untuk file gambar ini dibatasi maksimal
2MB. Kalau kita sedang bekerja di laptop, resize gambar bukan urusan sulit
karena banyak tersedia software edit foto yang proper.

Tapi, kalau kita pas hanya pegang hape atau ponsel, kesulitan untuk resize
ataupun kompres gambar ke ukuran kecil yang diharapkan itu kadang
sungguh menjadi siksaan sendiri.

Baca juga: Link Nonton Attack on Titan (AoT) Season 4 (Final Season) Full
Gratis dan Legal

Selain kadang kita gak punya software editing foto yang menyediakan fungsi
resize dan kompres, seringnya kita juga malas untuk install aplikasi editing
foto.

Biasanya karena memang space atau storage atau ruang penyimpanan di


hape kita sudah terbatas. So, urusan resize dan kompres ini jadi persoalan.

Pengertian resize dan kompres gambar / foto

Resize adalah ketika kamu ingin mengecilkan atau membesarkan ukuran


gambar, yang biasanya dinyatakan dalam pixel atau bisa pula dengan cm.
Sedangkan kompres adalah proses mengecilkan ukuran foto menjadi kecil
tanpa harus mengecilkan ukuran atau size foto. Proses kompres dinyatakan
dalam prosentase, misal kompres hingga 50 persen.

Oo iya, kadang di laptop, kita sudah berhasil resize ke ukuran kecil tapi
ternyata ukuran filenya tetap besar melebihi 2 MB. Pada kasus seperti ini,
kita tetap membutuhkan kompres yang memungkinkan mengecilkan ukuran
file sampai di bawah 2MB.

Baca juga: 1 Sendok Teh, 1 Sendok Makan, dan 1 Sendok Takar Obat Berapa
ml ? 10 ml Berapa Sendok?

Nah, dalam hal ini, kita waktunya membutuhkan solusi praktis yang bisa
mengatasi dua hal tersebut: resize sekaligus kompres. Ada dua software
online untuk memproses resize dan kompres ini. Simak….

Kolase foto adalah kumpulan gambar yang disatukan untuk membuat satu
gambar. Seni tradisional melibatkan pemotongan gambar menjadi bentuk yang
menyenangkan atau memangkas gambar tertentu untuk penempatan. Tetapi
manipulasi foto digital membuka banyak kemungkinan baru, termasuk
memadukan gambar untuk membuat gambar realistis yang mulus.

Sejarah Kolase
Kolase adalah bentuk seni yang berasal dari 200 SM, ketika kaligrafi Jepang
membuat kertas untuk puisi mereka dengan menempelkan potongan-potongan
kertas dan kain. Pada abad pertengahan, Seniman mulai menghiasi karya seni
religius dengan serat, batu permata, artefak, dan serpihan logam mulia yang
elegan.

Pada abad kesembilan belas, foto adalah media populer dan kolase dianggap
lebih sebagai kerajinan daripada seni. Hans Christian Anderson mengadopsi
kolase sebagai bentuk seni untuk menggambarkan buku-bukunya di akhir abad
ke-19.

Akar-akar ini meletakkan dasar bagi jenis kolase yang kita lihat sekarang, dan
pada abad ke-20, bentuk seni diadopsi oleh seniman-seniman serius. Perangkat
lunak kolase memperoleh popularitas sekitar 15 tahun yang lalu.

Berbagai Jenis Kolase


contoh kolase
digital

Kolase tradisional disusun dari foto yang dipotong dan ditempelkan ke latar
belakang dan sering dihiasi dengan hal-hal seperti pita atau pernak-pernik.
Kolase digital dapat dirakit dengan tangan menggunakan program gambar dasar
apa pun atau secara otomatis dirakit oleh program kolase.

Salah satu jenis kolase modern yang paling menarik melibatkan penggunaan
ratusan gambar kecil, seragam yang disusun berdasarkan warna untuk membuat
gambar tunggal yang mencolok bila dilihat dari kejauhan.

Kolase telah menjadi bagian dari dunia seni sejak mulai menjadi fokus pada abad
ke-20. Ini pada dasarnya adalah seni menggabungkan gambar dan bahan untuk
membentuk satu gambar kohesif yang menarik mata. Seniman telah
menggunakan beberapa teknik kolase sejak gaya diperkenalkan.

Jenis Kolase Tiga Dimensi


Sementara banyak kolase adalah dua dimensi, beberapa seniman terkenal telah
memasukkan elemen tiga dimensi ke kolase mereka. Pablo Picasso menciptakan
kolase tiga dimensi menggunakan permukaan kardus dalam kolase terkenal
"Gitar" di kemudian hari dalam karirnya. Dimensi yang ditambahkan pada
gambar memberikan kedalaman dan tekstur pada kolase.

Jenis Kolase Tumpukan Gambar


Kolase tumpukan gambar mungkin yang paling mudah dan paling umum dari
semua varietas kolase. Jenis kolase ini terdiri dari berbagai foto atau gambar lain
yang tersebar secara acak di atas kanvas. Sesuaikan gambar sesuai urutannya
di tumpukan untuk lebih menyorot gambar mereka dalam kompilasi.

Jenis Kolase Kisi


Kolase kisi adalah beragam gambar yang disusun menjadi pola kisi. Gambar
ditampilkan dalam baris dan kolom yang rapi. Ini memungkinkan pemirsa untuk
memisahkan gambar dalam pikiran mereka sambil tetap mengenali kesamaan
dan elemen kohesif. Gaya ini mungkin yang paling artistik dari jenis kolase.

Jenis Kolase Mosaik


Kolase mosaik mungkin merupakan salah satu bentuk kolase yang paling
menantang, karena gambar-gambar tersebut membentuk gambar kohesif
tunggal. Gambar mungkin tidak disejajarkan dengan baris dan kolom yang rapi
seperti variasi kisi.

Jenis Kolase Decoupage


Kolase decoupage menggabungkan beberapa lapisan kertas untuk menghasilkan
gambar tiga dimensi tunggal. Beberapa seniman menggunakan kaca untuk
mencapai gambar ini. Gambar decoupage kemudian digabungkan dengan
gambar datar dan decoupage lain untuk membentuk keseluruhan kolase.

Jenis Kolase Kolase Kertas


Kolase kertas dibentuk dari berbagai warna, tekstur, berat, dan jenis kertas.
Beberapa seniman memasukkan surat kabar ke dalam kolase mereka bersama
surat kabar lainnya. Stok kartu, kertas konstruksi atau kertas lembar memo
semuanya datang dalam berbagai warna dengan tekstur khusus mereka sendiri.
Perbedaan warna, tekstur, dan berat pada kolase menarik mata dan menambah
intrik pada seni.
kolase digital menggunakan
photoshop

Cara Membuat Kolase


Membuat kolase adalah cara untuk mengubah bahan bekas menjadi seni.
Majalah tua, peta usang, dan bahkan buku yang rusak menjadi persediaan untuk
proyek Anda. Collage cukup sederhana sehingga bahkan seorang pemula pun
bisa melakukannya, namun cukup memuaskan bahkan bagi seniman yang
piawai untuk membuat karya yang menarik. Tidak ada cara yang benar atau
salah untuk merakit kolase - cukup atur dan atur ulang bahan sesuai keinginan
Anda sampai desainnya menyenangkan sensibilitas artistik Anda sendiri.

Memilih Foto
Untuk membuat kolase yang berkesan, gambar yang digunakan harus
dihubungkan dengan cara tertentu dan, diambil bersama, menceritakan sebuah
kisah. Kolase sejarah keluarga adalah umum, menggambarkan berbagai tahap
keluarga ketika anak-anak tumbuh. Apa pun yang berkesan atau istimewa dapat
digunakan sebagai subjek kolase. Agar menarik, gambar harus dipilih untuk
dampak maksimal dan efek keseluruhan harus mencerminkan kepribadian dan
membangkitkan suasana hati.
KONTEN PROMOSI
Pastiin Pacar Laki Kamu Jangan Nonton Joget Tiktok Viral Ini!
Limelight Media

Wanita Palembang Bocorkan Rahasia Dia Bisa Bebas Hutang & Lebih Kaya
Wealth Amulet

Resep Ini Memperbesar Payudara dalam 5 Hari! Baca Selengkapnya


Brestel

Temukan Pekerjaan Yang Menghasilkan Uang Di AS Dari Palembang


Telusur Iklan

Sewaktu dengan Luna Maya, Ini Jumlah Ariel-Cut Tari Berhubungan


Limelight Media

Menciptakan Tema
Tema kolase bersifat pribadi dan memberi penghormatan kepada sesuatu yang
berkesan. Saat mempertimbangkan tema kolase, pikirkan tentang pesan
keseluruhan. Picasso menggunakan gaya kolase untuk menggabungkan elemen
yang berbeda dalam kombinasi yang tidak biasa. Karya seninya "Still Life with
Chair Caning" adalah kumpulan dari banyak medium yang membentuk
konstruksi dimensional. Seniman modern David Hockney memiliki pendekatan
yang sama sekali berbeda untuk subjek yang sama, menggunakan gambar
close-up dari bagian-bagian adegan untuk membuat gambar secara keseluruhan.

Scrapbooking
Scrapbooking adalah hobi yang sangat populer yang berasal dari kolase.
Menggunakan guntingan, stiker, kata-kata, perbatasan, latar belakang, dan kata-
kata untuk menyempurnakan halaman mereka, scrapbooker membuat seluruh
buku kolase dengan setiap halaman berisi ekspresi artistik terpisah yang
dirancang untuk menampilkan foto-foto mereka.

Perbedaan Antara Montase & Kolase

Teknik-teknik montase dan kolase terkait erat dengan keduanya yang


membutuhkan penggunaan media yang berbeda yang bekerja di berbagai teknik
artistik, termasuk sastra, film, rekaman suara, dan fotografi.

Definisi
Kolase adalah komposisi bahan dan benda yang ditempel di atas permukaan;
montase adalah komposisi tunggal yang dibuat dengan menyandingkan
serangkaian kertas, foto, atau media lain untuk membuat gambar artistik.

Teknik
Istilah kolase dapat merujuk pada teknik dan hasil karya seni yang dihasilkan
dengan menggabungkan berbagai media. Montase dibuat menggunakan
berbagai teknik di berbagai media dan dapat mencakup objek tiga dimensi.

Resmi
Menurut Tate Gallery di Inggris, montase lebih formal daripada kolase dan
digunakan untuk membuat karya seni yang lengkap atau bagian dari karya seni
yang lebih besar.

Photomontage
Photomontage pertama kali digunakan oleh Dadais untuk mengekspresikan
perbedaan pendapat politik pada tahun 1915; itu pada dasarnya adalah
kumpulan foto yang digunakan untuk mengekspresikan suatu ide.

Montase Film
Selama 1920-an, montase diadopsi oleh pembuat film Soviet yang menggunakan
ide untuk mengekspresikan perspektif yang berbeda dari adegan film dengan
memotong di antara pengambilan gambar yang berbeda. Montase sering
dipandang sebagai karya seni yang lebih bermotivasi politik daripada kolase.

MENGENAL LAYER STYLE PHOTOSHOP


BESERTA FUNGSINYA
Fallah Ansoryllah 18/11/2016 Dasar-Dasar Tidak ada komentar

Hai sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Layer Style atau Blending Option.
Pada saat kita, meng-klik kanan pada suatu layer, maka akan muncul pilih Blending
Options, nah itulah yang dinamakan Layer Style. Pilihan Style pada Blending Options
ada banyak sekali macamnya, seperti Bevel Emboss, Stroke dan lainnya yang
tentunya memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengenai fungsi dari semua Style yang
ada di Blending Options tersebut. Dari berbagai macam pengaturan pada layer style,
kita bisa membuat sebuah style baru yang bisa di aplikasikan pada layer sobat yang
lain (akan saya bahas pada artikel selanjutnya).

Oke, berikut adalah penjelasan lengkap beserta fungsinya mengenai macam-macam


layer style pada Adobe Photoshop.

BEVEL AND EMBOSS

Untuk yang pertama adalah Bevel & Emboss yang berfungsi memberikan efek 3D
khas dari Bevel Emboss. Pada sub menu B&E ada terlihat Contour yang berfungsi
untuk mengatur kontur dari efek 3D dan Texture untuk mengubah tekstur dari efek
3D tersebut. Salah satu tutorial saya yang menggunakan styles ini adalah Efek Teks
Emas.
STROKE

Kalau yang ini sih baru saja saya bahas di artikel sebelumnya, yap fungsinya adalah
menambahkan garis tepi pada objek (layer). Artikel selengkapnya : Cara Membuat
Garis Tepi di Photoshop.
INNER SHADOW

Blending Options selanjutnya adalah Inner Shadow yang berfungsi menambah


bayangan (tapi didalam objek).
INNER GLOW

Lanjut ke Inner Glow yang berfungsi untuk memberi efek glowing atau efek cahaya
di dalam objek layer.
OUTER GLOW

Sama seperti Inner Glow, tapi Outer Glow ini efek glowingnya berada di daerah luar
objek (layer). Artikel Selengkapnya : Cara Memberi Efek Outer Glow dengan
Photoshop
COLOR OVERLAY

Bagi sobat yang ingin menimpa sebuah objek (layer) dengan warna, gunakan Color
Overlay yang berfungsi untuk melapisi layer sobat dengan warna solid (bisa juga
diatur transparansinya melalui opacity). Artikel Selengkapnya : Cara Melapisi Layer
dengan Warna di Photoshop
GRADIENT OVERLAY

Sama seperti Color Overlay yang berfungsi melapisi layer, namun sama seperti
namanya Gradient overlay bukan warna solid untuk melapisi layer, melainkan
gradasi warna yang bisa sobat sesuaikan sendiri.
SATIN

Kalau yang ini hampir sama juga seperti Gradient Overlay, melapisi sebuah layer
dengan warna yang samar-samar dan dengan pola tertentu.
PATTERN OVERLAY

Hampir sama juga dengan ketiga style diatas, Pattern Overlay berfungsi melapisi
layer atau objek sobat tapi dengan sebuah pola (pattern).
DROP SHADOW

Hoho, sudah sampai akhir dari berbagai macam blending options nih. Selanjutnya
adalah Drop Shadow yang berfungsi untuk menambakan bayangan pada objek/layer.
Tutorial Selengkapnya : Cara Membuat Bayangan Drop Shadow di Photoshop

Fungsi Palet Layers Pada Adobe


Photoshop
Written By Aditya Thursday, 16 June 2016 Add Comment

Fasilitas atau Elemen yang Ada Pada Palet Layers Photoshop

Fungsi Palet Layers Pada Adobe Photoshop - Masih sambungan dari artikel
sebelumnya tentang fungsi dari palet yang ada pada Adobe Photoshop.
Sebelumnya telah saya sampaikan tentang fungsi dari palet layers, namun kali
ini saya ingin membahasnya secara rinci.

Pengertian Layer

Layers merupakan sebuah elemen yang ada pada Adobe Photoshop yang
berfungsi sebagai tempat suatu objek gambar. Fungsi dari Layer itu sendiri
ialah untuk menggabungkan beberapa objek atau gambar menjadi satu bagian.
 Baca : Mengenal Fungsi Palet (Palette)Pada Photoshop

Seperti contoh, sobat punya gambar beruang, kemudian sobat ingin


menambahkkan gambar macan di sampingnya. Maka gambar beruang
dinamankan layer beruang (nama layer bisa di atur sesuai keperluan) dan
gambar macan adalah Layer Macan. Dengan adanya Layers sobat dapat
mengedit sebuah gambar seperti contoh gambar beruang, tanpa mengganggu
layer lain seperti layers macan.

Susunan gambar atau objek tersebut yang terdapat pada palet layer
dinamakan susunan Layer. Dalam Palet Layers sendiri terdapat beberapa
fasilitas di dalamnya. Berikut fasilitas atau elemen-elemen yang ada pada Palet
Layers

13 Fasilitas atau Elemen yang Ada Pada Palet Layer


Photoshop

Beserta Fungsinya
#1. Link

Digunakan untuk mengelompokan beberapa layer sekaligus. Jika sobat


memiilikiLayer A, B, dan C sobat jadikan satu link, maka jika sobat memindahkan
atau mendrag layer A, layer B dan C akan ikut bersama layer A.

Cara menggunakannya : klik Layer yang ingin dibuat link, contoh A, B, dan C.
Aktifkan Layer A, B ,dan C dengan cara klik layer A kemudian tekan CTRL lalu
klik layer B dan C selanjutnya klik Link Layers.

#2. Layer Style

Digunakan untuk membuat style atau efek pada objek gambar juga teks.
Punggunaan fasilitas ini dapat memungkinkan sobat untuk membuat efek glass,
emboss, bevel, shadow/bayangan, stroke, patern, dan juga warna gradient pada
teks dan juga gambar.

Cara menggunakannya : Pilihlah objek yang akan diberikan efek layer stylenya,
kemudian klik Add a Layer Style. Disitu ada bebrapa pilihan style, sobat pilih
sesuai kebutuhan sobat.
Pada pilihan Blending Options, terdapat pilihan :

Drop Shadow : Memungkin sobat untuk memberikan efek Shadow atau


bayngan pada objek.

Inner Shadow : Digunakan untukmembuat efek bayangan ke dalam dari


sebuah objek.
Outer Glow : Digunakan untuk membuat efek cahaya ke luar pada objek.
Inner Glow : Digunakan untuk membuat efek cahaya ke dalam pada objek.
Bevel and Emboss : Digunakan untuk membuat efek timbul pada objek.

 Baca : Mengenal Jendela atau Lembar kerja Photoshop

Satin : Digunakan untuk membuat efek pengulangan bentuk objek di bagian


dalam secara acak sehingga terlihat seperti bertekstur.
Color Overlay : Digunakan untuk memberikan warna keseluruhan pada objek.
Gradient Overlay : Digunakan untuk memberikan warna gradien atau gradasi
pada objek.
Pattern Overlay : Digunakan untuk memberikan efek pattern pada objek.
Stroke : Digunakan untuk membuat garis pinggir, baik dibagian luar objek
maupun di dalam objek atau bisa disebut dengan garis Out Line.

Untuk lebih lengkap tentang fungsi masing-masing efek tersebut sobat


baca artikel berikut...

#3. Add Layer Mask

Untuk melindungi bagian objek yang dipilih dari proses pengeditan.

#4. New Adjustment Layer

Digunakan untuk memperbaiki pewarnaan maupun pencahaan pada


objek maupun gambar. Perbedaan mengunakan New Adjustment Layer dengan
Adjustment melalui Image - Adjustment adalah pada New Adjustment Layer efek
yang di tambahkan tidak menyatu dengan gambar atau objek yang di edit. New

Adjustment Layer akan membuat layer baru sebagai layer settingan efek yang
sobat tambahkan. Jadi jika sobat ingin menghapus atau mengedit lagi efeknya
sobat masih bisa melakukan perubahan pada settingan Adjustment tersebut .
Dan jika sobat ingin membatalkan efek Adjustment pada objek sobat hanya
tingal menghapus layer Adjustmentnya saja.

Berbeda dengan Adjustment melalui menu Image - Adjustmen, jika sobat


menggunakan efek Adjustment pada menu Image, efek yang sobat tambahkan
akan menyatu dengan objek atau gambar yang sobat berikan efek tersebut. Jika
sobat ingin membatalkan settingannya kemungkinan besar akan merepotkan
jika sobat telah bekerja terlalu jauh saat mengedit gamar tersebut.
Cara menggunakannya : Pilih objek yang akan sobat berikan efeknya, kemudian
klik Create new fill a adjustment. Silahkan sobat pilih efek apa yang akan
sobat gunakan.

#5. Layer Group

Digunakan untuk mengelompokan beberapa layer menjadi satu.


DenganLayer Group, layer yang di kelompokan akan dimasukan kedalam
sebuah folder di dalam layer.

Cara menggunakannya : Pilih beberapa layer yang akan sobat kelompokan


- Create a new group.
#6. New Layer

Digunakan untuk membuat layer baru yang kosong. Caranya dengan


mengklik icon Create a new layer. Sobat juga bisa menduplicate layer melalui
fasilitas ini. Caranya, pilih layer yang ingin di duplicate atau copy kemudian drag
layer tersebut ke icon Create a new layer.

#7. Delete Layer

Digunakan untuk menghapus layer.

Cara menggunakannya : Pilih layer yang akan di hapus, kemudian klik icon tong
sampah (Delete layer)

#8. Blending Mode

Digunakan untuk menggabungkan beberapa layer hingga terlihat seperti


satu layer. Seperti contoh, jika sobat membuat sebuah objek coklat polos,
kemudian sobat tambahkan gambar papan pada palet layers tersebut, dengan
menggunakan fasilitas Blending Mode sobat bisa membuat objek polos tersebut
bisa terlihat seperti bertekstur kayu.

 Baca : Cara Membuat Foto Fantasy dengan Memanfaatkan


Fasilitas Blending Mode
Cara menggunakannya : Pilih layer yang ingin sobat atur blending modenya,
kemudian sobat pilih salah satu mode yang ingin sobat gunakan.

RELATED:

 Cara Edit Foto Pakai Jas di Photoshop Gampang Banget


 Cara Membuat Background Menjadi Transparan di Photoshop |
Menghilangkan Background
 Cara Memisahkan Tanda Tangan Dengan Stempel Menggunakan
Photoshop

#9. Layer Thumbnail

Berfungsi sebagai tampilan gambar kecil dari gambar asli sobat.

#10. Eye Ball/ Visibility

Digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan layer sobat.

Cara menggunakannya : Klik icon mata pada layer untuk menyembunyikan


laye. Klik lagi icon mata yang hilang tersebut untuk menmpilkan kembali layer.
#11. Opacity dan Fill Opacity

Digunakan untuk mengatur transparansi dari sebuah layer. Semakin kecil nilai
persentasinya maka layer akan semakin transparan Fill Opacity Fitur ini juga
dapat mengatur tingkat transparansi dari layer. Namun Fill Opacity tidak
berpengaruh pada style yang sobat gunakan pada layer.

#12. Layer Style Options

Gambar Icon Fx pada layer menunjukan bahwa layer tersebut memiliki layer
style. Untuk menyembunyikan efek layer style yang aktif sobat bisa mengklik
icon mata pada layer style tersebut.
#13. Locked Layer

Gambar gembok atau kunci pada layer menunjukan bahwa layer


tersebut terkunci.

Lebih lanjut tentang cara menggunakan atau bekerja dengan menggunakan


layers photoshop silahkan sobat baca pada artikel berikut :

Membuat Layer Baru


Untuk membuat layer baru, silahkan sobat klik tombol Create a new
layer yang terdapat pada palet layer (letaknya ada di bawah).

Selain itu, sobat bisa menggunakan cara cepat yaitu dengan cara
menekan CTRL + SHIFT + N pada keyboard.

Secara otomatis akan ditambahkan layer baru di atas layer Background.


Mengatur Urutan Layer
Urutan sebuah layer menandakan posisi atau letak layer tersebut pada layer
lainnya. Layer yang di atas akan menutup layer yang ada dibawahnya.

Pada saat bekerja dengan menggunakan photoshop, jumlah layer biasanya akan
berjumlah lebih dari satu atau dua. Urutan layer ini menentukan posisi gambar
dan hasil kerja yang kita buat.

Sobat bisa menggunakan cara berikut untuk mengatur posisi layer :


1. Pilih layer yang akan sobat pindah urutannya.
2. Klik menu Layer > Arrange , dan tentukan pilihan sobat untuk mengatur
posisi layer tersebut.

 Bring to Front digunakan untuk memindah layer ke posisi paling


depan atau atas. Sobat juga bisa menggunakan perintah CTRL +
SHIFT + ].
 Bring Forward digunakan untuk memindah posisi layer satu
tingkat di atas layer yang ada di atasnya. Sobat juga bisa
menggunakan perintah CTRL + ].
 Send Backward digunakan untuk memindah posisi layer satu
tingkat ke bawah dari layer yang ada di bawahnya. Sobat bisa
menggunakan perintah Shortcut CTRL + [.
 Send to Back digunakan untuk memindahkan posisi layer ke posisi
paling belakang atau paling bawah pada susunan layer dan sobat
juga bisa menggunakan perintah shortcut CTRL + SHIFT + [.
Selain menggunakan perintah diatas, sobat bisa juga menggunakan cara manual
berikut untuk memindahkan dan mengurutkan sebuah layer.
1. Aktifkan layer yang akan dipindah.
2. Klik tahan dan geser layer tersebut ke atas atau ke bawah sesuai kebutuhan.

Catatan : Sobat tidak dapat memindah layer Background. Jika sobat ingin
memindahnya, ubah terlebih dahulu layer tersebut menjadi layer baru.

Caranya, klik 2x pada layer background tersebut kemudian berikan nama, atur
opacity dan coor layer kemduia klik ok.

Menyeleksi Layer
Menyeleksi layer digunakan jika sobat ingin melakkan perubahan bentuk atau
posisi sesuai dengan kebutuhan trehadap layer yang diinginkan. Menyeleksi
layer berarti sobat memilih layer yang di tuju untuk melakukan pekerjaan. Sobat
bisa menyeleksi bebrapa layer sekaligus secara berurutan atau acak.

a. Menyeleksi Beberapa Layer dengan Posisi Berurutan.

Gunakan langkah berikut untuk menyeleksi layer dengan posisi berurutan.


1. Klik salah satu nama layer di dalam palet layer.
2. Kemudian tekan tombol SHIFT pada keyboard, lalu klik pada nama layer
terakhir yang ingin diseleksi.

b. Menyeleksi Beberapa Layer dengan Posisi Tidak Berurutan.

Gunakan langkah berikut untuk menyeleksi layer dengan posisi tidak berurutan.
1. Klik salah satu layer yang ada di palet layer.

2. Tekan tombol CTRL pada Keyboard, lalu klik beberapa layer yang ingin
diseleksi.
c. Menyeleksi Layer Berdasarkan Tipe Layer

Sobat juga bisa menyeleksi beberapa layre sekaligus berdasarkan tipe layer.
Gunakan langkah berikut untuk menyeleksi berdasarkan tipe layer.
1. Klik salah satu tipe layer yang ada di palet layer.

2. Selanjutnya, klik menu Select > pilih Similar Layers.


Secara otomatis, semua layer yang memiliki tipe yang sama dengan layer aktif
akan terseleksi. Disisni saya menggunakan contoh tipe layer teks.

3. Untuk memilik semua layer, klik menu Select > pilih All Layers.

4.Untuk menghilangkan seleksi palet, klik menu Select > pilih Deselect
Layers.

Mengelompokkan Layer (Groupping Layers)


Agar susunan layer tidak terlalu terlihat banyak dan layer tersebut bisa tersusun
rapi berdasarkan kelompoknya, sobat bisa menggunakan cara berikut :
1. Pilih beberapa layer yang ingin dikelompokan menjadi satu group.
2. Pilih menu Layer > pilih Group Layers. Atau bisa menggunakan perintah
shortcut CTRL + G.

3. Untuk membatalkan group layer, klik nama group lalu tekan CTRL + SHIFT +
G atau klik menu Layer > pilih Ungroup Layers.

Membuat Link Layer


Perintah Link Layer memungkinkan untuk sobat untuk dapat memberi
Transformasi (memperkecil atau memperbesar, memutar) atau perubahan
bentuk dan juga memindah posisi layer yang terhubung dengan link tersebut
secara bersamaan.

Cara menggunakan Link Layer :


1. Pilih beberapa layer yang akan diberi Link.
2. Klik tombol Link Layers yang berada di bagian bawah palet layer.
Untuk melepas Link, klik kembali tombol Link Layers.
Menggabungkan Layer
Menggabungkan layer digunakan apabila sobat ingin membuat bebrapa layer
menjadi satu layer yang baru. Berbeda dengan Group seperti yang sudah kita
bahas tadi. Group hanya mengelompokkan layer saja, sedangkan fungsi
menggabungkan layer berarti membuat bebrapa layer menjadi satu layer.

a. Menggabung Layer Menjadi Layer Baru


Menggabungkan layer menjadi layer baru tidak akan merubah layer yang sudah
ada. Jadi layer yang sebelumnya ada tidak akan hilang. Layer yang akan kita
gabungkan akan membuat sebuah layer baru.

Gunakan langkah berikut :


1. Pastikan layer yang akan digabungkan dalam keadaan ditampilkan. Jika ada
layer yang tidak akan digabungkan silahkan disembunyikan dengan cara
mengklik Layer Visibility. Baca di Fungsi Palet Layer Photoshop
2. Sambil menekan Alt pada keyboard, klik dan tahan menu Layer > pilih
Marge Visible. Maka secara otomatis semua layer yang ditampilkan akan
digabungkan menjadi satu layer baru.

Keterangan : Layer yang dipilih atau terlihat akan digabungkan dalam layer
baru. Sedangkan layer asli tidak dihilangkan atau berubah.

b. Menggabung Beberapa Layer


Sobat bisa menggabungkan beberapa layer menjadi satu layer. Namun dengan
cara ini, layer asli akan hilang karena sudah digabungkan dengan layer lainnya
menjadi layer yang baru.

Gunakan langkah berikut :


1. Pilih beberapa layer yang akan digabungkan.
2. Klik menu Layer > pilih Marge Layers. Atau bisa menggunakan
shortcut CTRL + E

c. Menggabungkan Layer dengan Layer di Bawahnya


Denan cara ini sobat bisa menggabungkan sebuah layer dengan layer yang ada
dibawahnya. Sobat bisa hanya mengabungkan dua layer atau lebih.

Cara untuk menggabungkan layer dengan layer di bawahnya :


1. Aktifkan layer yang akan digabungkan.
2. Kemudian pilih menu Layer > Marge Down. Atau bisa dengan
menekan shortcut CTRL + E.
Keterangan : Layer Anton merupanakan layer terpilih, begitu sobat
memeberikan perintah Ctrl + E atau Layer > Marge Down, maka layer Anton
akan digabungkan dengan layer yang ada di bawahnya.

Layer teks tersebut akan menjadi layer objek dan tidak dapat diedit lagi teksnya.

Jika sobat menggunakan layer teks, sobat hanya bisa menggabungkan layer teks
dengan layer objek. Sobat tidak bisa menggabungkan layer teks dengan layer
teks.

Menyeleksi Objek Dalam Layer


Untuk menyeleksi sebenarnya bisa menggunakan tool seleksi. Namun ada cara
yang jauh lebih praktis dalam menyeleksi objek dalam layer. Berikut caranya.

Untuk menyeleksi objek dalam layer sobat gunakan cara berikut :

Tekan Ctrl > kemudian klik pada Thumbnail layer.


Clipping Mask Visibility Layer
Cara ini digunakan apabila sobat ingin menyembunyikan semua layer terkecuali
salah satu layer yang sobat inginkan.

Caranya :
Tekan Alt > kemudian klik pada ikon Indicate Layer Visibility (gambar mata) dari
layer yang tidak ingin disembunyikan.

Mengunci Layer
Agar gambar atau objek tidak bergeser kita sobat sedang bekerja pada gambar
lain. Sobat bisa mengunci salah satu layer atau beberapa layer yang diinginkan
agar tidak bergeser dari posisinya.

Caranya :
Pilih layer yang akan dikunci > kemudian klik salah satu tombol Lock pada
palet layer. Sesuai fungsi dan kebutuhan.
Katerangan :
1. Lock TRansparent Mengunci layer baru dengan kondisi pixels transparan
sehingga tidak bisa diisi dengan warna.

2. Lock Image Pixels Mengunci layer dengan kondisi layer tersebut tidak dapat
dimodifikasi

3. Lock Position Mengunci layer dengan kondisi layer tersebut tidak dapat
diubah posisinya.

4. Lock All Mengunci layer secara keseluruhan sehingga layer tidak dapat
dimodifikasi.

RELATED:

 Cara Ganti Background Pas Foto 2x3, 3x4 dan 4x6 di Photoshop
 Cara Menghapus Background Foto Online Gratis Kualitas HD
 Cara Cepat Hapus Background Foto Sekali Klik di Adobe
Photoshop CC 2021
Mengatur Blending Pada Layer
Mode pada sebuah layer atau disebut Blending Mode berfungsi mengatur
tampilan layer.

Dengan mengatur Blending Mode pada layer, sobat dapat membuat efek objek
antara layer satu dengan yang lainnya.
Dengan menerapkan efek blending mode ini, gambar pada layer satu dengan
layer yang lainnya akan tampak lebih menyatu.

Berikut cara mengatur blending mode pada sebuah layer :


1. Aktifkan layer yang akan diberi blending mode.

2. Klik salah satu blending mode yang diinginkan pada palet layer sesuai
kebutuhan. Sobat bisa melihat contohnya pada gambar dibawah :

Jika sobat ingin belajar tentang efek yang dihasilkan oleh blending mode.
Silahkan sobat baca pada artikel berikut :
Baca : 30+ Trik Kilat dan Rahasia Photoshop yang Wajib Kamu
Ketahui

Mengatur Objek Layer


Sobat bisa mengatur posisi layer ataupun menyalin objek-objek yang terdapat
dalam sebuah layer. Dan juga sobat dapat menyalin atau memindah objek dalam
layer dari satu dokumen ke dokumen lain.

a. Memasukan atau Menyalin Sebuah Layer dari Dokumen Satu ke


Dokumen lain
1. Pertama pastikan kedua objek dalam layer tersebut sudah berada dalam
lembar kerja photoshop.
2. Kemudian pilih Move Tool (V) > lalu klik tahan atau drag objek yang akan
disalin ke dokumen lain. Lihat gambar dibawah.

b. Menyalin Beberapa Objek Sekaligus Kedalam Dokumen Lain


1. Pilih beberapa layer yang akan disalin ke dokumen lain. Cara memilih layer
sudah saya sampaikan diatas.
2. Aktifkan Move Tool (M) > Kemudian drag ke dokumen yang dituju.
c. Menyalin atau Menduplikat Layer
1. Pilih layer yang akan disalin.
2. Ada beberapa cara yang bisa sobat gunakan untuk menyalin atau menduplikat
layer. Gunakan salah satu cara berikut :

 Klik menu Layer > pilih Duplicate Layer.

 Klik kanan layer tersebut, kemudian pilih Duplicate Layer.


 Atau bisa menggunakna shortcut Ctrl + J

Menghapus Layer
Mungkin dalam proses editing didalam lembar kerja photoshop ada layer yang
sudah tidak terpakai atau tidak penting lagi. Dan kemudian sobat ingin
menghapusnya. Berikut cara - cara menghapus layer :
1. Pilih layer yang ingin dihapus pada palet layer.
2. Gunakan salah satu perintah berikut :

 Klik menu Layer > pilih Delete Layer.


 Klik tombol Trash (gambar tong sampah) yang berada di sisi poojok
kanan bawah pada palet layer. Kemudian pilih Yes untuk
menghapus layer tersebut.
 Klik kanan layer tersebut, pilih Delete Layer.
 Tekan tombol Delete pada keyboard.
 Geser layer yang ingin dihapus ke arah tomboh Trash (gambar
tong sampah).

Perataan Layer
Jika sobat pernah bekerja dengan Microsoft Office, pasti sobat mengenal apa itu
rata kanan, rata kiri, atau rata tengah.

Begitupula dengan Photoshop, tidak hanya teks saja yang bisa diatur
perataannya. Tetapi objek dalam layer juga bisa diatur perataannya terhadap
objek lain.

Caranya sebagai berikut :


Sebagai contoh, disini sudah terdapat 3 objek dalam satu lembar kerja dengan
berbeda layer.
1. Aktifkan ketiga layer tersebut yang akan diratakan posisinya (Align).
2. Pilih Move Tool (M) > pilih tipe perataan seperti apa yang sobat inginkan
pada Options Bar.

 Align top edges digunakan jika sobat ingin membuat perataan


atas.
 Align vertical centers digunakan jika sobat ingin membuat
perataan tengah secara vertical.
 Align bottom edges digunakan jika sobat ingin membuat
perataan bawah.
 Align left edges digunakan jika sobat ingin membuat perataan
kiri.
 Align horizontal centers digunakan jika sobat ingin membuat
perataan tengah secara horizontal.
 Align right centers digunakan jika sobat ingin membuat perataan
kanan.

Mengatur Transparansi Layer


Fungsi transparansi layer ini adalah untuk mengatur seberapa jelas keterlihatan
objek dalam layer tersebut. Sobat dapat mengatur transparansi setiap layer
dengan menggunakan fasiliatas Opacity. Secara default, setiap layer
ditampilkan dengan nilai Opacity 100%.

Untuk mengatur transparansi dari sebuah layer, sobat dapat menggunakan cara
berikut :
1. Pilih layer yang akan diubah nilai Opacitynya. Kemudian geser Slider
Opacity yang ada pada palet layer. Lihat perbedaan gambar setelah dan
sebelum diubah nilai opacitynya pada gambar dibawah.

Anda mungkin juga menyukai