ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DISTANCE LEARNING PADA
MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah
Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Disusun Oleh:
YULISTIA MAWARDI
11160162000054
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS ILMU TARBYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2023
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI
i
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI
ii
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
iii
ABSTRAK
Yulistia Mawardi (NIM: 11160162000054). Analisis Pemanfaatan Aplikasi
Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Distance Learning Pada
Mahasiswa Pendidikan Kimia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia,
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta, 2023.
Dampak dari pandemi virus Covid-19 sangat menghambat pergerakan sektor
dilingkungan masyarakat, salah satunya adalah dari sektor pendidikan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa mahasiswa dalam pemanfaatan
aplikasi Google Classroom sebagai media pembelajaran distance learning.
Metode yang digunakan dalam peelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek
pada penelitian ini adalah 93 orang mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2020
UIN Jakarta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini secara Purposive
Sampling dengan alat penelitian kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh
kemudian dianalisis dengan pengukuran skala likert dan analisis deskriptif. Hasil
data menunjukkan bahwa analisa mahasiswa selama pembelajaran distance
learning menggunakan aplikasi Google Classroom termasuk kategori cukup
efektif. Mahasiswa menjelaskan bahwa Google Classroom dapat berguna sebagai
alternatif dalam perkuliahan yang semula tatap muka, kini karena terhambat oleh
Covid-19 harus dilakukan pembelajaran distance learning. Penggunaan Google
Classroom juga mudah untuk digunakan kapan saja dan dimana saja. Selain itu,
aplikasi ini juga membuat sistem pembelajaran jadi lebih sederhana, yaitu sebagai
sarana untuk memantau perkembangan mahasiswa.
Kata Kunci: Distance Learning, Google Classroom
iv
ABSTRACT
Yulistia Mawardi (NIM: 11160162000054). Analysis of the using of the Google
Classroom application as a learning media during distance learning in
chemistry education students. Thesis, Chemistry Education Study Program,
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Syarif Hidayatullah State Islamic
University Jakarta, 2023.
The impact of the Covid-19 virus pandemic has greatly hampered the movement
of sectors in the community, one of which is from the education sector. The
purpose of this study is to find out student analysis in the use of the Google
Classroom application to develop distance learning learning. The method used in
this study is descriptive quantitative. The subjects in this study were 93 chemistry
education students class of 2020 UIN Jakarta. Data collection techniques by
purposive sampling in this study were questionnaires and interviews. The data
obtained are then analyzed by likert scale measurement and descriptive analysis.
The data results show that student analysis during distance learning using the
Google Classroom application is quite effective. Students explained that Google
Classroom can be useful as an alternative in lectures that were originally face-to-
face, now because they are hampered by Covid-19, distance learning must be
carried out. Using Google Classroom is also easy to use anytime and anywhere. In
addition, this application also makes the learning system simpler, namely as a
means to monitor student development.
Keywoard : Distance Learning, Google Classroom
v
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrohim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdullilahirabbil’alamin. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi ini sebagaimana mestinya. Shalawat serta salam senantiasa
tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga serta para sahabatnya,
dan semoga kita sebagai umatnya mendapatkan syafa’atnya di hari akhir kelak.
Skripsi yang berjudul “Analisis Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom
Sebagai Media Pembelajaran Distance Learning Pada Mahasiswa Pendidikan
Kimia” ini ditunjukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana
Strata 1 (S1) pada Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam kesempatan ini tidak lupa penulis menyampaikan ucapan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mendukung serta membimbing
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, diantaranya kepada :
1. Dr. Sururin, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Dr.Burhanudin Milama, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Luki Yunita, M.pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan
waktu, ilmu, bimbingan, semangat dan saran kepada penulis dengan
penuh kesabaran selama proses penyusunan skripsi hingga akhir.
4. Munasprianto Ramli, M.A. Ph.D, selaku dosen pembimbing II yang telah
memberikan waktu, ilmu, bimbingan, motivasi, semangat, serta saran
dengan penuh keikhlasan dan kesabaran dalam penyusunan skripsi ini
hingga akhir.
vi
5. Buchori Muslim, M.Pd., selaku validator yang telah memberikan kritik
dan saran selama proses validasi instrumen penelitian.
6. Rizqy Nur Sholihat, M.Pd., juga selaku validator yang telah banyak
memberikan kritik dan saran untuk instrumen penelitian.
7. Seluruh dosen Jurusan Pendidikan IPA, khususnya dosen Program Studi
Pendidikan Kimia FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah
mendidik dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada penulis.
8. Mahasiswa semester 5B sebagai validasi khususnya Aqsha yang sudah
membantu, dan mahasiswa semester 5A, 5B dan 5C khusunya Valen,
Ilham, Lidia dan Mega yang sudah membantu dan juga sebagai
responden prodi Pendidikan Kimia.
9. Orang tua yang saya sayangi dan saya cintai, Ayahanda Serda Wardialis,
dan Ibunda Yuliah, yang selalu memberikan kasih sayang yang luar
biasa, do’a, semangat, bantuan moril maupun materil, dan kesabaran
tanpa batas kepada penulis.
10. Adik - adik tersayang, Wida Yuliani, Siddiq Alfitrah dan Tri Kusuma
Wardani yang selalu memberi semangat dan kecerian kepada penulis.
11. Keluarga besar Jakarta Timur Nandang Suganda, dan Keluarga besar
Riau Asmanidar yang telah memberikan semangat, do’a, dukungan,
motivasi dan keceriaan kepada penulis.
12. Sahabat seperjuangan, Retno Nur Oktafiyanti dan Intan Septia Anggraeni
yang selalu memberikan semangat, motivasi, do’a, keceriaan, tempat
keluh kesah, dan tempat bertukar pikiran berbagai cerita.
13. Sahabat tersayang, Lia Marliana, Miche Desmita, Dini Sriwahyuni,
Meita Lestari, Holivia Utami, Jiehan Fayra, Erica Anna Pratiwi yang
telah memberikan semangat, do’a, keceriaan dan motivasi dalam
menyelesaikan skripsi ini.
14. Teman-teman bimbingan skripsi Bu Luki dan Pak Munas khususnya
Irfani Ade Elyanti, dan yang lainnya yang sudah berbagi waktu,
semangat, keceriaan, serta motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.
vii
15. Pasangan sekaligus sahabat terbaik, Haqeem Hermy yang selalu sabar,
memberikan dukungan, keceriaan, do’a, semangat, tempat berkeluh
kesah, dan selalu menemani penulis dalam suka maupun duka
16. Keluarga besar Suriadi di Ciledug yang selalu memberikan do’a,
dukungan, semangat serta motivasi untuk penyelesaian skripsi ini
17. Teman-teman Pendidikan Kimia 2016 yang saling memberikan
semangat, motivasi, kecerian dan do’a, selama perkuliahan dan
penyelesaian skripsi ini.
18. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah
membantu hingga terselesaikannya skripsi ini.
19. Diri saya sendiri Yulistia Mawardi, Last but not least, I wanna thank me,
I wanna thank me for believing in me, I wanna thank me for doing all this
hard work, I wanna thank me for having no days off, I wanna thank me
for, for never quitting, I wanna thank me for always being a giver, And
tryna give more than I recieve, I wanna thank me for tryna do more right
than wrong, I wanna thank me for just being me at all times, terimakasih
sudah berjuang sejauh ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan,
untuk itu sangat diharapkan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk penulis agar lebih baik lagi. Semoga skripsi ini memberikan
manfaat khususnya bagi mahasiswa sebagai calon guru dan umunya bagi seluruh
kalangan demi meningkatkan mutu pendidikan guna melahirkan manusia yang
berkualitas, Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 23 Januari 2023
Penulis
viii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI .................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI .......................................... ii
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI....................................................... iii
ABSTRAK ............................................................................................................. iv
ABSTRACT ............................................................................................................ v
KATA PENGANTAR ........................................................................................... vi
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xi
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ..................................................................................... 5
C. Pembatasan Masalah .................................................................................... 6
D. Rumusan Masalah ........................................................................................ 6
E. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 6
F. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6
BAB II ..................................................................................................................... 8
KAJIAN PUSTAKA ............................................................................................... 8
A. Kajian Teori ................................................................................................. 8
1. Google Classroom .................................................................................... 8
2. Pembelajaran .......................................................................................... 20
3. Distance Learning................................................................................... 23
B. Penelitian Relevan...................................................................................... 25
C. Kerangka Pikir ........................................................................................... 27
BAB III.................................................................................................................. 30
METODE PENELITIAN ...................................................................................... 30
A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 30
B. Metode Penelitian....................................................................................... 30
ix
C. Alur penelitian............................................................................................ 30
D. Populasi dan Sampel .................................................................................. 33
E. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 33
F. Instrumen Penelitian................................................................................... 34
G. Teknik Analisis Data .................................................................................. 36
BAB IV ................................................................................................................. 41
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................... 41
A. Hasil Penelitian .......................................................................................... 41
B. Pembahasan ................................................................................................ 56
BAB V ................................................................................................................... 88
KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................. 88
A. Kesimpulan ................................................................................................ 88
B. Saran........................................................................................................... 89
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 90
Lembar Validasi Instrumen Validator Ahli (1) ................................................... 114
Intrumen Layak untuk digunakan ....................................................................... 119
Lembar Validasi Instrumen Validator Ahli (2) ................................................... 120
Intrumen Layak untuk digunakan ....................................................................... 125
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Membuat kelas di Google Classroom ............................................................9
Gambar 2. 2 Klasifikasi Kelas ..........................................................................................10
Gambar 2. 3 Mengundang Mahasiswa dengan kode akses ...............................................10
Gambar 2. 4 Mengundang Mahasiswa secara manual ......................................................11
Gambar 2. 5 Membuat Tugas Kelas .................................................................................11
Gambar 2. 6 Dosen Membuat Materi ...............................................................................12
Gambar 2. 7 Membuat tugas ...........................................................................................12
Gambar 2. 8 Kolom diskusi para Mahasiswa ..................................................................13
Gambar 2. 9 Bagan kerangka berpikir ..............................................................................29
Gambar 3. 1 Alur Penelitian .............................................................................................32
Gambar 4. 1 Kuesioner Google Form ..............................................................................43
Gambar 4. 2 Rata-rata Persentase Aspek PemanfaatanGoogle Classroom .......................51
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Kisi-Kisi Kuesioner .........................................................................................34
Tabel 3. 2 Butir Pertanyaan Wawancara ..........................................................................35
Tabel 3. 3 Penskoran Skala Likert untuk Kuesioner .........................................................37
Tabel 3. 4 Kategori Penskoran Skala Persentase ..............................................................38
Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas ..........................................................................................42
Tabel 4. 2 Hasil Uji Reliabilitas .......................................................................................43
Tabel 4. 3 Kuesioner Aspek Kemudahan dalan Mengakses ............................................44
Tabel 4. 4 Kuesioner Aspek Merasakan Kegunaan .........................................................45
Tabel 4. 5 Kuesioner Aspek Kepuasan Mahasiswa ..........................................................46
Tabel 4. 6 Kuesioner Aspek Kemampuan Metakognitif ..................................................47
Tabel 4. 7 Kuesioner Aspek Self Efficacy ........................................................................49
Tabel 4. 8 Hasil Wawancara Mahasiswa .........................................................................52
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Bimbingan Skripsi .......................................................................110
Lampiran 2 Surat Izin Penelitian ....................................................................................112
Lampiran 3 Validasi Instrumen Oleh Validator Ahli .....................................................114
Lampiran 4 Hasil Uji Validitas .....................................................................................126
Lampiran 5 Kesimpulan Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas .........................................134
Lampiran 6 Panduan Penskoran Kuesioner Analisa Pemanfaatan Aplikasi Google
Classroom ......................................................................................................................136
Lampiran 7 Jawaban Kuesioner Analisa Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom ......140
Lampiran 8 Hasil Perhitungan Kuesioner ......................................................................144
Lampiran 9 Kisi – Kisi Pedoman Wawancara ................................................................156
Lampiran 10 Hasil Wawancara 12 Mahasiswa Pendidikan Kimia ................................157
xi
Lampiran 11 Foto Wawancara Mengguakan Voice Note ...............................................182
Lampiran 12 Foto Mengumpulkan Kuesioner ................................................................183
Lampiran 13 Aktivitas pembelajaran Google Classroom ...............................................184
Lampiran 14 Lembar Uji Referensi ................................................................................185
Lampiran 15 Hasil Uji Turnitin ......................................................................................223
xii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia termasuk kedalam negara yang terkena wabah penularan virus
Covid-19. Segala bentuk macam cara dilakukan untuk memutuskan rantai
penularan tersebut yang menyebar diseluruh wilayah. Dampak dari pandemi virus
Covid-19 sangat menghambat pergerakan sektor dilingkungan masyarakat, salah
satunya adalah dari sektor pendidikan. Perubahan perencanaan sistem belajar
mengajar harus menyesuaikan dengan pelaksanaan pembelajaran yang telah
ditetapkan oleh pihak instansi pendidikan untuk mererapkan model pembelajaran
jarak jauh (PJJ) (Lindawati & Nurmaulida, 2021, hal. 89).
Praktik pembelajaran jarak jauh secara teori diterima sebagai model yang
membantu dalam pendidikan formal, sehingga penelitian mendalam harus
dilakukan terhadap praktik dari kedua sistem pendidikan melalui Distance
Learnign dan tatap muka. Seiring berkembangnya penerapan pembelajaran jarak
jauh (Distance Learning), penggunaan akses internet sebagai penunjang pedoman
belajar sangat dibutuhkan dan tidak sedikit banyak keluhan ataupun masalah yang
timbul dalam ketersediaannya fasilitas internet, untuk itu dibutuhkannya kesiapan
baik dari pendidik, peserta didik dan turut andilnya juga orang tua (Sani, dkk,
2022, hal. 4).
Pembelajaran terbuka dan jarak jauh (Open Distance Learning) ataupun
pendidikan jarak jauh (Distance Education), adalah bidang interdisipliner yang
muncul pada sejarah umat manusia (Bozkurt, 2019, hal. 252). Teknologi telah
berperan penting dalam kedua bidang tersebut, dimana lembaga yang bergerak
dibidang pendidikan telah mengadopsi teknologi online untuk memfasilitasi
pengajaran dan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan interaktivitas
antara mahasiswa, dosen dengan mahasiswa, dan mahasiswa dengan bahan studi,
serta lembaga ODL dengan mahasiswa.
Forum diskusi online memiliki peran yanng sangat penting dalam
pembelajaran distance learning, sebab hal tersebut dapat membantu mahasiswa
1
2
yang tidak dapat menghadiri kelas virtual untuk dapat berinteraksi satu sama lain.
Sistem pembelajaran distance learning ini memanfaatkan media teknologi yang
memiliki peranan tersendiri, seperti menyediakan bahan materi pembelajaran
untuk dikusi dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja selama perangkat
penghubung pembelajaran terhubung dengan jaringan internet (Manurung, dkk).
Ketika memulai pembelajaran distance learning, mahasiswa yang berada
dalam lingkungan tersebut sangat membutuhkan akses berkelanjutan ke dosen,
perpustakaan, dan sumber daya mahasiswa lainnya. Sebab mahasiswa harus
memiliki akses yang memadai ke sumber daya yang sesuai untuk mendukung
pembelajaran. Untuk itu dalam pembelajaran maupun pada saat melakukan
evaluasi dan ujian, pembelajaran terpusat pada penggunaan email, chat dimana
layanan ini juga dapat digunakan untuk pembelajaran distance learning (Andriani,
2015). Kelebihan diskusi online dalam pembelajaran agar mahasiswa yang
tadinya pasif dikelas, setelah dilaksanakannya diskusi online dapat memberikan
tanggapannya terkait pemaparan mater (Pratama, 2019).
Pesatnya perkembangan teknologi juga sejalan dengan meningkatnya
kesempatan belajar baru kepada mahasiswa, yaitu melalui literasi yang lebih baik
dan pendidikan yang lebih komprehensif (Wardani, 2022). Pendidikan jarak jauh
memberi kesempatan kepada semua orang untuk belajar. Hadirnya internet
membawa pelung baru dan merubah cara komunikasi masyarakat saat ini, dimana
komunikasi kini tak lagi terbatas jarak, ruang dan waktu serta dimana pun dan
kapanpun tanpa harus bertemu secara langsung, dengan hadirnya inovasi sosial
media seperti facebook, twitter, Google dan lain-lain (Watie, 2011).
Universitas telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
berinteraksi melalui online, namun masih terdapat sebagian besar dari mahasiswa
tidak memanfaatkan keempatan ini untuk berinteraksi melalui forum diskusi
online. Adapun diberlakukannya E-Learning harus mengikuti beberapa proses
komponen yaitu, relevan dengan tujuan belajar, menggunakan elemen media,
dapat dilakukan secara langsung ataupun belajar secara individu, serta
menciptakan wawasan dan teknik baru yang dikaitkan dengan belajar (Maudiarti,
2018).
3
Teknologi pembelajaran jarak jauh memiliki fokus pendekatan pada
pendidikan dan pelatihan, membebaskan mahasiswa dari keterbatasan waktu dan
tempat. Hal ini menawarkan kesempatan belajar yang fleksibel untuk pelajar
individu dan kelompok untuk dapat belajar secara online.
Disamping itu terdapat hal pendukung lainnya yaitu konten pembelajaran
yang bersifat dinamis dan dapat diperbarui terus menerus, seperti menampilkan
pesan suara, gambar, dan video. Salah satu metode pembelajaran online yang saat
ini sedang dikembangkan dan mulai digunakan adalah kelas google, yaitu
aplikasi yang dikhususkan untuk media pembelajaran online atau istilahnya adalah
kelas online. sehingga dapat memudahkan dosen atau tenaga pengajar lainnya
dalam mendistribusikan serta mengelompokkan setiap tugas tanpa menggunakan
kertas lagi.
Pemberitahuan Rektor No. B-931/R/HM.01.5/03/2020 tentang Penutupan
Sementara Kampus UIN Syarif Hidaytullah Jakarta, serta Hasil Rapat Pimpinan
Fakultas secara Online Tanggal 24 Maret 2020, Pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan (FITK) menyepakati dan menetapkan hal-hal sebagai berikut: 1)
Dosen pengampu Mata Kuliah Semester Genap 2019/2020, tetap melaksanakan
proses Perkuliahan termasuk pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian
4
Akhir Semester (UAS) secara Online atau daring atau Perkuliahan Jarak Jauh
(PJJ). Dalam pemberian tugas, dosen harus mengedepankan asas proporsional dan
memperhatikan kondisi psikologis mahasiswa; 2) Kegiatan akademik lainnya
seperti Pembimbingan Akademik, Ujian Komprehensif, Seminar Proposal,
Pembimbingan atau ujian Skripsi, dilakukan secara Online/Daring dengan
mengikuti prosedur operasional standar yang ditetapkan oleh Fakultas; 3) Dosen
menyampaikan Laporan Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) dan kegiatan akademik
lainnya disertai bukti kinerja (absensi, penugasan, kuis, bahan ajar, agenda
perkuliahan, catatan bimbingan, berita acara ujian dan bukti lainnya yang relevan)
secara periodik kepada Kaprodi, dan Fakultas merekapitulasi laporan PJJ prodi
untuk dilaporkan ke Universitas; 4) Dosen memaksimalkan penggunaan Academic
Information System (AIS) yang telah dikembangkan oleh Pustipanda UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, dan Media Online (Optional Platform) yang relevan dan
memudahkan bagi Dosen (Google Classroom, Realcom, Google Meet, Email,
Whatsapp, Youtube) (UIN Syarif Hidaytullah Jakarta, 2020).
Pemanfaatan aplikasi Google Classroom bertujuan agar pembelajaran akan
lebih mudah direalisasikan. Oleh karena itu, penggunaan Google Classroom ini
sesungguhnya mempermudah dosen dalam mengelolah pembelajaran dan
menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada mahasiswa (Hardiyana,
2015, hal. 10). Melalui pembelajaran dengan Distance learning maka mahasiswa
merasa nyaman dan aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Dosen dapat
memanfaatkan berbagai fitur yang terdapat pada Google Classroom seperti tugas,
penilaian, waktu, navigasi sistem dan privasi (Gunawan & Sunarman, 2018, hal.
341).
Kelebihan aplikasi Google Classroom dibandingan dengan aplikasi lain
yaitu aplikasi Google Classroom dapat digunakan untuk membuat dan mengelola
kelas, tugas, nilai serta memberikan masukan secara langsung. Mahasiswa dapat
memantau materi dan tugas kelas, berbagi materi dan berinteraksi dalam kelas
atau melalui email, mengirim tugas dan mendapatkan masukan nilai secara
langsung. Pembelajaran dengan penggunaan Google Classroom ini memiliki
kelebihan untuk mempermudah mahasiswa dalam belajar (Darmawan, 2019).
5
Selain itu Google Classroom juga memiliki manfaat sebagai platform E-
Learning. Untuk mengetahui daya capai dan kualitas media ini, maka sangat perlu
adanya proses daya uji terlebih dahulu. Para peneliti mengusulkan untuk menguji
Google Classroom sebagai alat E-Learning selama semester genap tahun 2020 di
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan sampel uji coba
menggunakan Platform eLearning untuk melihat peningkatan Hasil Belajar
Mahasiswa.
Melalui beberapa proses dan langkah-langkah yang harus dilewati
mahasiswa untuk dapat menggunakan media terebut. Langkah awal yang harus
dilakukan adalah mendaftar ke akun Google atau menggunakan akun Gmail yang
ada. Kemudian Kode kelas diberikan kepada mahasiswa untuk memasuki ruang
kelas online. Fakultas berorientasi mengunggah semua materi pengajaran yang
digunakan untuk kegiatan terkait akademik dan non-akademik. Selanjutnya
dilakukan proses pengujian media menggunakan kuesioner yang telah disediakan
sesuai standar validator kuesioner. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari
ujicoba media tersebut berdasarkan hasil pencapaian dan persepsi mahasiswa.
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas maka penulis bermaksud
untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pemanfaatan Aplikasi
Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Distance Learning Pada
Mahasiswa Pendidikan Kimia”. Diharapkan dengan adanya Analisa pemanfaatan
aplikasi Google Classroom ini, peneliti bisa mengetahui penggunaan aplikasi
Google Classroom ini dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam perkuliahannya dan
tingkat pemahaman mahasiswa dalam sistem distance learning.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas dapat
diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:
1) Wabah corona yang melanda menyebabkan peralihan perkuliahan tatap muka
menjadi pembelajaran daring berbasis E-Learning mengakibat kesulitan
dalam pendidikan secara umum
6
2) Kesulitan dalam penggunaan Google Classroom kemudahan Akses Internet
yang dirasakan oleh tiap Mahasiswa pada saat memulai perkuliahan dengan
google classroom
3) Kurangnya optimal penyampaian materi ajar dari dosen mata kuliah pada saat
memulai perkuliahan selama pembelajaran Distance Learning.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, maka
dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkupnya agar penelitian lebih
terfokus. Adapun pembatasan masalah yakni:
1) Penelitian ini dilakukan sebatas pada satu Angkatan saja pada level
Mahasiswa/i Angkatan 2020 semester 5A,5B,5C.
2) Instrumen penelitian yang digunakan berupa Kuesioner adobsi modifikasi
dari Annita Muslihah.
3) Aspek pemanfaatan aplikasi Google Classroom sebagai media pembelajaran
Distance Learning yang diteliti dalam penelitian ini adalah aspek kemudahan
dalam mengakses, merasakan kegunaan, aspek kepuasan mahasiswa,
kemampuan metakognitif, self efficacy
D. Rumusan Masalah
Pokok permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
Bagaimana respon Mahasiswa Pendidikan Kimia pada pemanfaatan aplikasi
Google Classroom sebagai media Pembelajaran distance learning ?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Respon Analisa Pemanfaatan
Aplikasi Google Classroom sebagai media Pembelajaran Distance Learning.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1) Bagi Mahasiswa
7
Penelitian diharapkan mahasiswa dapat menerapkan pemanfaatan aplikasi
Google Classroom sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan baru, serta
pengalaman baru menggunakan pada sistem distance learning
2) Bagi Dosen
Penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk kedepan bahwa perkuliahan
jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan
media internet salah satunya aplikasi Google Classroom
3) Bagi Universitas
Penelitian ini diharapkan sebagai masukan bagi pihak kampus, khususnya
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk terus memperhatikan dan
meningkatkan perkuliahan serta hasil belajar dengan memanfaatkan aplikasi
Google Classroom.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Google Classroom
a. Pengertian Google Classroom
Google Classroom atau dalam bahasa Indonesia yaitu ruang kelas
google adalah sebuah serambi pembelajaran yang dapat diperuntukan
terhadap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk membantu
menemukan jalan keluar atas kesulitan yang dialami dalam membuat
penugasan tanpa menggunakan kertas (paperless) (Iskandar, dkk, hal. 141).
Google Classroom merupakan aplikasi yang didesain bertujuan untuk
memudahkan komunikasi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran online
serta menjadi wadah untuk mahasiswa mengeksplorasi ide-ide ilmiah terkait
materi pembelajaran yang diberikan dosen kepada mahasiswa (Mulatsih,
2020). Penyampaian pembelajaran dengan E-Learning merupakan
pembelajaran dengan memanfaat-kan teknologi internet untuk meningkatkan
lingkungan belajar dengan konten yang kaya dengan cakupan yang luas. E-
learning merupakan pemanfaatan media pembelajaran menggunakan internet,
untuk mengirim-kan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan (Sabran & Sabara, 2019).
Keefektifan pembelajaran dengan menggunakan Google Classroom
dapat dilihat berdasarkan tingkat kesalahan yang dibuat oleh mahasiswa saat
menyelesaikan permaslahan yang diberikan, hal lain yang menjadi acuan
keefektifan pembelajaran adalah pada saat dosen memotivasi mahasiswa
untuk mempelajari materi yang telah diunggah ke dalam kelas Google
Classroom (Iskandar dkk, 2020: 144). Dengan demikian aplikasi ini dapat
membantu pendidik dalam dan mahasiswa dalam melaksanakan proses
belajar yang lebih mendalam. Berdasarkan pada pendapat ahli di atas, bisa
disimpulkan kalau aplikasi Google Classroom bisa menolong mahasiswa
serta dosen buat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang lebih mendalam,
8
9
baik buat mengantarkan modul, modul malalui video pembelajaran di
Youtube, serta absensi sepanjang pandemi Covid- 19.
b. Langkah-Langkah Penggunaan Google Classroom
Dalam memulai menggunakan Google Classroom kita terlebih dahulu
masuk ke akun google dan kemudian mencari produk google tersebut, setelah
masuk pada akun Google Classroom kita dihadapakan pada tiga menu utama
yaitu, stream (aliran), classwork (aktivitas mahasiswa), dan people (orang).
Stream adalah fasilitas google class untuk membuat pengumuman,
mendiskusikan gagasan, atau melihat aliran tugas, materi, quiz dari topik-
topik yang diajarkan dosen. Berikut tata cara mengakses Google Classroom
yang telah diklarifikasi sesuai dengan penggunaannya :
a) Bagi Dosen
1) Membuat kelas
Jika sudah memiliki akun gmail dan berhasil login ke aplikasi Google
Classroom, silahkan membuat kelas dengan mengklik tanda + setelah itu
klik “buat kelas”
Gambar 2. 1 Membuat kelas di Google Classroom
Kemudian isi detail kelas yang sudah tertera di layar PC sesuai dengan
perkuliahan yang diwenangi oleh dosen matakuliah, nama kelas, waktu
perkuliahan dan informasi lain terkait perkuliahan.
10
Gambar 2. 2 Klasifikasi Kelas
2) Menambah peserta (mahasiswa)
Jika kelas sudah selesai dibuat, Pada menu people dosen dapat
mengundang mahasiswa.
Gambar 2. 3 Mengundang Mahasiswa dengan kode akses
Dengan kode akses yang telah tersedia pada bilah people, sedangkan
untuk mengundang dosen lain sebagai kolaborator mengantarkan cukup
dengan mengundang dosen melalui email masing-masing.
11
Gambar 2. 4 Mengundang Mahasiswa secara manual
3) Membuat topik atau tema perkuliahan
Pada fitur “Tugas kelas” di Google Classroom dapat digunakan dosen
untuk membuat soal tes, pretes, quiz, mengunggah materi, dan
mengadakan refleksi.
Gambar 2. 5 Membuat Tugas Kelas
4) Membuat materi
Dosen dapat mngklik salah satu opsi diatas untuk membuat tugas.
Materi yang diunggah pada bilah classwork dapat berupa file word,
exel, powerpoint, pdf maupun video. Hal ini dilakukan dosen untuk
12
mengakomodasi adanya perbedaan terhadap kecapatan berpikir, latar
belakang pengetahuan awal, dan perbedaan pada learning style
mahasiswa (Millatana dalam Iskandar dkk, 2020: 143).
Gambar 2. 6 Dosen Membuat Materi
5) Membuat tugas dan menilai
Untuk membuat tugas kepada mahasiswa langkah-langkahnya sama
hampir seperti ketika membuat materi. Hanya saja yang
membedakannya adalah terdapat tambahan opsi terkait tenggat
waktu pengumpulan tugas dan rubrik atau penilaian.
Gambar 2. 7 Membuat tugas
13
6) Diskusi atau berkomentar
Seluruh partisipan dapat berdiskusi selama pembelajaran dikolom
komentar yang sudah tersedia.
Gambar 2. 8 Kolom diskusi para Mahasiswa
b) Bagi Mahasiswa
1) Bergabung ke kelas
Mahasiswa dapat bergabung di Google Classroom melalui kode
yang dikirim dosen memalui link yang dibagikan lewat email.
2) Memperoleh materi dan mengerjakan tugas
Mahasiswa dapat mengtahui informasi terkait perkuliahan oleh
dosen baik materi, tenggat waktu tugas, serta penilaian dilaman tugas
3) Berkomentar dan berdiskusi
Mahasiswa dapat berinteraksi dengan sesama mahasiswa dikolom
komentar ataupun ada materi yang tidak dipahami, dan dapat
langsung menyakan itu kepada dosen dikolom komentar.
Disamping itu Gunawan dan Sunarman (2018:341) menegaskan
bahwa pengajar dapat menggunakan fitur pada aplikasi tersebut seperti
assignments (tugas), granding (pengukuran), communication (komunikasi),
mobile application (aplikasi telepon genggam), archive course (arsip
program), privacy (privasi), time-cost (hemat waktu). Dengan demikian
penggunaan Google Classroom pembelajaran akan lebih mudah dengan
14
adanya interaksi antara guru dan murid saat bertatap muka melalui kelas
online, sehingga peserta didik dapat belajar, bertanya, berpendapat, bertukar
ide- ide, dan mengirim tugas dari jarak jauh melalui smartphone (Gunawan &
Sunarman, 2018, hal. 341).
c. Kelebihan dan Kekurangan Google Classroom
Menurut Janzen M dan Marry dalam (Iftakhar, 2016, hal. 13)
menyatakan bahwa kelebihan dari aplikasi Google Classroom antara lain
yaitu:
1) Mudah digunakan kaena desain Google `Classroom kelas sengaja
menyederhanakan antarmuka instruksional dan opsi yang digunakan untuk
tugas pengiriman dan pelacakan; komunikasi dengan keseluruhan kursus
atau individu juga disederhanakan melalui pemberitahuan pengumuman
dan email.
2) Menghemat waktu karena ruang kelas Google dirancang untuk
menghemat waktu dengan mengitegrasiikan dan mengotomatisasi
penggunaan aplikasi Google lainnya.
3) Berbasis cloud. Google Classroom menghadirkan teknologi yang lebih
profesional dan otentik untuk digunakan dalam lingkungan belajar karena
aplikasi Google mewakili sebagian besar alat komunikasi.
4) Fleksibel karena aplikasi ini mudah diakses dan dapat digunakan oleh
infrastruktur dan mahasiswa di lingkungan belajar tatap muka dan
lingkungan online sepenuhnya.
5) Gratis dikaenakan Google kelas sendiri sudah dapat digunakan oleh
siapapun untuk membuka kelas asalkan memilki akun gmail.
Berikut kekurangan dari aplikasi Google Classroom:
1) Google Classroom yang berbasis Web mengharuskan mahasiswa dan
dosen untuk terkoneksi dengan jaringan internet.
2) Pembelajaran berupa individual sehingga mengurangi pembelajaran sosial
mahasiswa.
3) Apabila mahasiswa tidak kritis dan terjadi kesalahan materi akan
berdampak pada pengetahuannya.
15
4) Membutuhkan spesifikasi hardware, software dan jaringan internet yang
tinggi.
Berdsarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Google
Classroom adalah suatu aplikasi yang dirancang untuk mempermudah interaksi
dosen dan mahasiswa dalam dunia maya. Aplikasi ini memberikan kesempatan
kepada dosen untuk mengeksplorasi gagasan keilmuan yang dimilki oleh
mahasiswa. Dosen memilki keleluasan waktu untuk membagikan kajian ilmuan
dan memberikan tugas mandiri kepada mahasiswa selain itu, dosen dapat juga
membuka ruang diskusi bagi para mahasiswa secara online. dalam mengukur
respon mahasiswa mengenai pemanfaatan aplikasi Google Classroom sebagai
media pembelajaran Distance Learning terdapat lima aspek yang digunakan
yaitu, aspek kemudahan dalam mengakses, merasakan kegunaan, kepuasan
mahasiswa, keterampilan metakognitif, serta self efficacy.
1) Kemudahan dalam mengakses
Akses aplikasi Google Classroom ini sangat mudah dan membantu
para dosen dalam mengoptimalkan pembelajaran, salah satu aksesnya
memudahkan proses E-Learning menjadi lebih mudah karena dapat
merespon penggunaan aplikasi sebagai penunjang perkuliahan dengan
respon positif, bahwa memanfaatkan Google Classroom sebagai media
baru untuk memudahkan mahasiswa belajar mengajar mendapat apresiasi
nilai yang positif terutama waktu yang fleksibel dan menguntungkan bagi
mahasiswa (Hapsari dan Pemungkas, 2019). Karena media Google
Classroom ini menunjukkan respon positif aplikasi Google Classroom
layak diterapkan karena media ini dapat dijangkau pendidik dan peserta
didik serta memudahkan dalam berinteraksi terhadap materi yang
diajarkan (Hidayat dan Sudibyo, 2018).
Selama perkuliahan Online menggunakan aplikasi Google
Classroom terbukti efektif karena mahasiswa-mahasiswa secara umum
mahasiswa mendapatkan materi perkuliahan yang sudah diunggah oleh
dosen di Goole Classroom dan lebih menarik lagi, materi tersebut
didukung karena adanya video pembelajaran yang membahas materi
16
sekaligus dengan contoh soal (Maharani, 2019). Mahasiswa juga dapat
mengunduh materi tersebut dilayanan fitur yang tersedia di Google
Classroom sekaligus menanyaan kembali jika ada materi yang masih
belum dipahami. Dalam fitur inipun mahasiswa juga dapat berdiskusi
terkait penjabaran materi yang disampaikan oleh dosen dengan sesama
mahasiswa maupun kepada dosen pengampu secara langsung.
Sebagai upaya melancarkan pelaksanaan pembelajaran mahasiswa,
terdapat fitur-fitur yang ada pada Google Classroom secara efektif
digunakan oleh dosen sebagai penunjang pembelajaran yang dapat
membantu proses pembelajaran Distance Learning (Lestari dan
Marhamah, 2021).
Dengan memanfaatkan media yang benar, sekalipun pembelajaran
tersebut dilakukan dengan jarak jauh, hubungan yang baik harus senantiasa
terjalin agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan lancar (Sari &
Amrozi, 2020). Dosen dapat mengawasi progres setiap mahasiswa, setelah
diberikan penilaian, dosen dapat memberikan revisi dari hasil jawaban
mahasiswa agar mahasiswa dapat memperbaiki tugas tersebut (Heryati,
2022). Oleh karena itu dosen harus terus melakukan inovasi ataupun
perancangan desain pembelajaran yang baik dalam menyiapkan sistem
perkuliahan yang tepat bagi mahasiswa ketika pembelajaran daring
(Solikah & Nurhanurawati, 2021).
2) Merasakan kegunaan
Disamping dosen juga dapat membuat tugas yang harus dikerjakan
para mahasiswa, bersamaan dengan tugas itu pula terdapat batas waktu
yang sudah di atur sedemikian rupa, membuat mahasiswa tidak dapat
mengumpulkan tugas jika melewati batas waktu yang ditelah ditetapkan
(Hakim, 2016). Selain itu dalam menggunakan Google Classroom para
dosen sering mencantumkan fitur due date yang berfungsi pengingat untuk
mahasiswa akan tenggang waktu tugas yang diberikan oleh dosen, hl
tersebut bertujuan untuk meningkatkan sikap disiplin mahasiswa dalam
mengumpulkan tugas. Pada indiktor kelima tentang merasakan kegunaan
17
Google Classroom terhadap mengamati Google Classroom dalam
memantau kinerja belajar (Handayani, 2021). Pada tahap ini dosen
memberikan topik perkuliahan akan disampaikan secara virtual sehingga
mahasiswapun dapat berpartisipasi dalam mendiskusikan topik yang
diberikan dosen (Sukmawati, 2020). Sembari mahasiswa melakukan
diskusi, Heryati (2022) menyatakan bahwa dosen dapat mengawasi
progres setiap mahasiswa, setelah diberikan penilaian, dosen dapat
memberikan revisi dari hasil jawaban mahasiswa agar mahasiswa dapat
memperbaiki tugas tersebut Heryati (2022). Setelah diberikannya penilaian
oleh dosen saatnya mahasiswa mengevaluasi kualitas belajar dengan
Google Classroom.
Siswa belajar untuk mengumpulkan informasi dengan strategi
ilmiah, menangkap peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar dan
menghubungkannya dengan apa yang dipelajari Wulandari dkk, (2020).
Selain itu, menurut Aulia,dkk (2022) Persepsi siswa dan juga guru merasa
senang karena aplikasi Google Classroom ini fleksibel dan mudah diakses
dimanapun dan kapanpun sehingga dapat meningkatkan aktifitas belajar
melalui perencanaan, proses, hasil dan evaluasi belajar siswa.
Pembelajaran berbasis Google Classroom ratis tanpa dipungut biaya dan
memberikan kemudahan dalam proses beajar mengajar bagi para dosen
dan mahasiswa diluar jam perkuliahan resmi (Rozak & Albantani, 2018).
Selain itu Zahra & Pujiastuti (2021) Juga menambahkan, disamping
fasilitas yang memadai, Google Classroom juga memberikan dampak
positif untuk penggunanya, dengan demikian media ini sangat efektif
untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran distance learning pada
masa pandemi Covid-19.
3) Kepuasan mahasiswa
Aplikasi Google Classroom ini fleksibel dan mudah diakses
dimanapun dan kapanpun sehingga dapat meningkatkan hasil belajar
melalui perencanaan, proses, hasil dan evaluasi belajar (Aulia dkk, 2022).
Selain itu menurut Munasiah dkk (2021) argumen tersebut didukung
18
dengan data surveinya yang memperlihatkan hasil pendidik
mengungkapkan bahwa Googe Classroom terbukti fleksibel untuk
digunakan sebagai media pembelajaran distance learning. Google
Classroom sulit untuk diadakannya diskusi, karena pada saat diskusi
mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi tidak seluruhnya aktif dan
dosen berkemungkinan tidak menyadari siapa mahasiswa yang telah
bergabung dalam Google Classroom atau yang belum.
Asari dkk (2021) menyatakan pendapatnya bahwa sebenarnya
dosen leluasa dalam hal waktu ketika memaparkan materi perkuliahan
serta menginstruksikan kepada mahasiswa dalam pengerjaan tugas secara
mandiri maupun berkelompok. Oleh sebab itu Pentingnya bagi dosen
agar memberikan penyampaian yang jelas agar para mahasiswa dapat
memahami materi yang diajarkan selama pembelajaran distance learning
menggunakan media Google Classroom (Wulandari & Panduwinata,
2021). Menurut Rosdiana dkk (2020) menyatakan bahwa dengan adanya
Google Classroom sebagai media untuk penunjang pendidikan terkait
belajar mengajar, disamping praktis dan hemat waktu, Google Classroom
dapat membantu para dosen dan mahasiswa menciptakan ruang belajar
online yang menyenangkan. Selain itu, Karim dkk (2021) menambahkan
bahwa dilihat dari aspek usability pedagogis berkaitan dengan tipe bahan
ajar yang menjelaskan penggunaan Google Classroom sebagai penunjang
belajar dan sesuai untuk diterapkan oleh mahasiswa untuk mendapatkan
hasil belajar yang memuaskan. Menurut Septantiningtyas (2018)
mengungkapkan bahwa diharapkan agar pembawaan dosen terhadap
materi yang disampaikan dapat bervariasi, gaya belajar yang menarik
agar mahasiswa tidak mudah jenuh dan bosan saat mengikuti
pembelajaran.
4) Keterampilan metakognitif
Mahasiswa dapat mengerti dengan materi selama pembelajaran
distance learning, diperluannya penjelasan mendalam terkait respon
kepuasan mahasiswa selama pembelajaran distance learning
19
menggunakan Google Classroom Gunawan & Hidasari (2021). Menurut
Farhan dkk (2021) menyatakan bahwa bagi sebagian orang yang belum
mengenal ataupun memanfaatkan aplikasi Google Clasroom ini,
seringnya mengalami kesulitan karena harus menyesuaikan diri dan
mempelajari dengan baik bagaimana cara mengoperasikan aplikasi
Google Classroom ini untuk penunjang pembelajaran. Penerapan e-
Learning yang dimanfaatkan tidak hanya sebagai bentuk upaya untuk
mendapatkan informasi terkait pembelajaran selama pandemi covid-19,
namun juga sebagai cara untuk melatih kemampuan kompetensi
mahasiswa melalui materi yang diberikan dosen serta bagaimana cara
mempresentasikannya dalam bentuk keaktifan belajar (Anggraini dkk,
2020).
Dengan adanya aplikasi Google Classroom ini mahasiswa dan
dosen dapat berinteraksi dengan interactive tanpa adanya hambatan
waktu serta dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan
dengan membantu mahasiswa memecahkan persoalan yang tidak
dimengerti selama pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan belajar
yang lebih baik (Nuriyati, 2021). Dengan demikian diharapkannya untuk
para dosen memberikan dorongan positif agar para mahasiswa merespon
materi maupun tugas yang diberikan dengan baik, namun jika dorongan
tidak berhasil, maka kecenderungan mahasiswa akan menunjukan
perilaku yang negatif seperti tidak mengerti akan materi ajar serta
cenderung pasif dalam belajar (Maulidin, 2021).
5) Self efficacy
Self efficacy merupakan bentuk penilaian seseorang atas
kemampuan dirinya sendiri dalam menyusun dan melaksanakan tugas
yang akan dicapainya agar tercapai kinerja yang memuaskan (Mani dan
Mahendra, 2019). Self Efficacy yang dimaksudkan adalah pernyataan
mengenai kesulitan memotret masalah belajar dimana kesulitan yang
dihadapi masalah saat penggunaan internet untuk menunjang belajar.
aplikasi Google Classroom ini adalah, dimulai dari pemahaman dari
20
menggunakan aplikasi Google Classroom dan koneksi yang internet yang
sesekali tidak mendukung saat digunakan. Menurut Bastaman & Fauzi
(2021) adapun kendala yang sering ditemukan mahasiswa yang tinggal
didaerah terpencil saat pembelajaran distance learning adalah sinyal
internet yang sukar hilang terlebih lagi pada saat hujan, sinyal interet
otomatis tidak berjalan. Menurut Marunung dkk (2021) adapun kendala
lain yang dirasakan mahasiswa saat pembelajaran distance learning
dirumah adalah kurang fokus dalam memperhatikan dosen karena banyak
nya aktivitas dirumah yang terkadang membuat mahasiswa berpaling
pandangan dari kelas online, selain itu public speaking yang kurang
terlatih karena pembelajaran diskusi melalui teknologi daring, sehingga
kurangnya pemahaman materi perkuliahan.
Menurut Nurdin dkk (2022) selain kesulitan sinyal internet, dosen
mengalami kesulitan mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa
sehingga pada saat dilakukannya tugas individu dosen kesulitan untuk
mengawasi mahasiswa dalam mengerjakan apakah mahasiswa sudah
mengerti dengan materi yang diujikan. Menurut Mariana dkk (2021)
menyebutkan, Namun tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan saat
mendampingi anaknya saat pembelajaran daring tersebut. Banyak orang
tua yang tidak menguasai cara penggunaan teknologi informasi yang
digunakan sebagai media dalam pembelajaran daring.
2. Pembelajaran
a. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses
mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar mahasiswa sehingga
dapat menumbuhkan dan mendorong mahasiswa melakukan proses belajar.
Pembelajaran juga dikatakan sebagai proses memberikan bimbingan atau
bantuan kepada mahasiswa dalam melakukan proses belajar. Menurut Undang
– undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan
21
Nasional, bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dan
mahasiswa dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu area belajar.
Menurut Yuberti (2014, hal. 14) mengungkapkan bahwa pembelajaran
merupakan usaha yang dilakukan secara sadar, terarah dan terstuktur dari
seorang pengajar dengan telah ditetapkan tujuan terlebih dulu sebelum
dimulainya proses pembelajaran agar pelaksanaan belajar mengajarnya
terkendali dan tercapai dengan baik. Menurut Fathurrohman & Sulistyorini
(2012, hal. 7) Pemblajaran merupakan bentuk upaya pendidik dalam
memberikan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik sehingga
memperoleh hasil terjadinya perubahan perilaku dari peserta didik, tentunya
perubahan perilaku disini diartikan sebagai perilaku kearah yang lebih baik.
Menurut Herliani dkk (2021, hal. 5) Pembelajaran merupakan upaya pendidik
dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik agar dapat mencapai hasil
belajar yang memuaskan.
Dari uraiannya tersebut, maka terlihat jelas bahwa pembelajaran itu
adalah interaksi dua arah dari pendidik dan mahasiswa, diantara keduanya
terjadi komunikasi yang terarah menuju kepada target yang telah ditetapkan.
Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu
kegiatan yang memungkinkan didalamnya terdapat interaksi antara pendidik
dan sehingga terjadi aktivitas belajar.
b. Pelaksanaan Pembelajaran
Prosess pembelajaran memerlukan perencanaan, pelaksanaan, penilaian
serta pengawasan. Pelaksanaan pembelajaran merupakan penerapan dari suatu
RPP yang terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti dan penutup (Afandi,dkk,
2013, hal.15). Menurut Faturrohman dan Sulistyorini (2012, hal. 103)
Pelaksanan pembelajaran merupakan persiapan yang disiapkan guru saat akan
melaksanakan pembelajaran dimana hal ini tergantung dari individu tiap
pengajar apakah sudah mempersiapkan bahan ajar dan baik dan dapat
memperkirakan apakah peserta didik dapat mempelajari materi tersebut.
Menurut Djamaludin dan Wardana (2019, hal.13) Pembelajaran merupakan
upaya bantuan oleh pendidik dalam mendapatkan pemahaman keilmuan,
22
pengetahuan dan keterampilan belajar serta membantu peserta didik dalam
pembentukan karakter dan kepercayaan diri agar membantu peserta didik
dalam memaksimalkan belajar. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan
pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan
tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai.
Adapun Komponen dalam pelaksanaan pembelajaran, belajar dan
mengajar sebagai suatu proses sudah tentu harus dapat mengembangkan dan
menjawab beberapa persoalan yang mendasar. Keempat persoalan (tujuan,
bhan, metode, dan alat serta penilaian). Menjadi komponen yang utama yang
harus dipenuhi dalam proses belajar – mengajar. Secara skematis keempat
komponen tersebut sebagai berikut:
a. Tujuan
Tujuan dalam proses belajar – mengajar merupakan komponen
pertama yang harus ditetapkan dalam proses pengajaran yang berfungsi
sebagai indikator keberhasilan pengajaran. Tujuan ini pada dasarnya adalah
merumuskan tujuan belajar yang telah ditetapkan mahasiswa dan
kemampuan yang harus dicapai serta hasil belajar yang dimiliki mahasiswa
setelah mereka menyelesaikan dan menyusun kegiatan belajar dalam proses
pengajaran (Herliani dkk, 2021, hal.48).
b. Bahan
Uraian tujuan merupakan bentuk proses internal yang mengaitkan
ranah pengetahuan, perilaku dan keteampilan mahasiswa langsung dlam
menghadapi bahan belajar dari dosen dan bahan referensi dalam studi
literatur (Rosidah, 2018).
c. Metode
Metode pembelajaran merupakan bentuk strategi instruksional yang
berfungsi dalam penyajian, penguraian materi belajar dan memberikan
latihan materi kepada mahasiswa untuk tercapainya tujuan pembelajaran
(Nuraiha, 2020).
d. Alat
23
Proses belajar mengajar dibutuhkannya suatu alat peraga yang
berfungsi sebagai penunjang kegiatan pembelajaran yang berguna untuk
memberi kesan bentuk fisik yang nyata pada materi yang sedang dijelaskan
(Cahyadi, 2019, hal. 10)
e. Penilaian
Didalam pendidikan penilaian dipergunakan untuk memberikan
apresiasi kepada peserta didik dalam pencapaian meraih hasil belajar
berupa pengumpulan informasi bisa dalam bentuk anagka, deskripsi
verbal, analisis, dan interpretasi dalam mengambil keputusan (Qodir, 2017,
hal. 5).
3. Distance Learning
a. Pengertian Distance Learning
Pembelajaran Distance Learning merupakan pembelajaran jarak jauh
yang berlangsung mealui internet, dan tidak ada komunikasi tatap muka
antara dosen dan mahasiswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia pada Surat Edaran No 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan
pendidikan dalam masa darurat pandemi Covid-19, menjelaskan bahwa
proses pembelajaran dilaksanakan dirumah melalui pembelajaran daring
(dalam jaringan) jarak jauh untuk memberikan pengalaman belajar yang
bermakna bagi mahasiswa.
Menurut Dewi & Sadjiarto (2021), Pembelajaran distance learning
merupakan pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh melalui bimbingan
orang tua. Dengan adanya pembelajaran daring maka peserta didik memiliki
waktu untuk belajar kapanpun dan dimanapun. Interaksi dapat dilakukan
melalui aplikasi Google Classroom, video converce, telfon dan WhatsApp.
Adapun Menurut Thome pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online
animasi, pesan suara, email, telepon konferensi, dan video steaming online
(Kuntarto, 2017).
(Pohan, 2020, hal. 2) menjelaskan bahwa pembelajaran daring lebih
dikenal dikalangan masyarakat sebagai pembelajaran online, dimana
24
pembelajaran dilaksanakan didalam lingkup jaringan (daring) sehingga
pengajar dan yang diajar tidak bisa bertatap muka secara langsung.
Pembelajaran daring merupakan kegiatan yang dimanfaatkan jaringan internet
dalam setiap proses pembelajaran. Hal tersebut sependapat dengan yang
dinyatakan oleh Dewi & Sadjiarto (2021) yang mengatakan bahwa aplikasi
yang dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran online melalui berbagai
ruang diskusi seperti Google Classroom, whatsapp, kelas cerdas, zennius,
quipper dan microsoft, lebih banyak lagi. Pohan, (2020:11) menyebutkan
beberapa platform atau media yang dapat digunakan dalam proses
pembelajaran daring diantaranya E-learning, Edmodo, Google Meet, V-Class,
Webinar, Zoom, Skype, Webex, Facebook Live, Yootube Live, Schoology,
What’s Up, E-mail dan Messenger.
Menurut Mu’minah & Gaffar (2020) Pembelajaran distance learning
pembelajaran jarak jauh dikatakan Pendidikan jarak jauh karena proses
pelaksanaan yang diikutsertakan kepada peserta didik atau mahasiswa yang
tidak berada pada suatu tempat yang sama secara rutin untuk menerima
pembelajaran secara langsung dari pendidik.
b. Manfaat Pembelajaran Distance Learning
Kemajuan teknologi akan berdampak pada peradaban dan budaya
manusia. Dalam dunia pendidikan, kebijakan penyelenggaraan pendidikan
kadangkala dipengaruhi oleh dampak kemajuan teknologi. Adakalanya
dengan kemajuan teknologi ini akan memudahkan untuk mencapai tujuan
pendidikan itu. Selain itu dengan memanfaatkan E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Peserta didik
dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang
menyangkut pelajaran atau kebutuhan pengembangan diri peserta didik
(Atikah dkk, 2021). Adapun manfaat pembelajaran daring menurut Pohan
(2020:8) adalah dapat membuat mahasiswa lebih tertantang dengan hal – hal
baru yang mereka baru ketahui, meliputi teknik interaksi dalam pembelajaran,
penggunaan media pembelajaran yang beraneka ragam. Sehingga secara tidak
langsung mahasiswa dapat mempelajari materi ajar dengan cara mandiri.
25
Manfaat kriteria pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara
daring antara lain:
1) Membangun dan meciptakan pengetahuan secara mandiri.
2) Pemecahan masalah dapat di atasi karena dengan adanya pemahaman
tentang bidang studi ilmu dalam membangun pengetahuan.
3) Dapat membentuk komunikasi pembelajaran yang intensif.
4) Pemanfaatan media sosial atau interaksi dapat lebih maksimal.
5) Lebih mudah dalam melakukan kegiatan interaksi, membangun
kemandirian dan membangun jaringan yang lebih luas.
B. Penelitian Relevan
Hasil penelitian yang relevan merupakan hasil – hasil yang diperoleh dari
penelusuran yang telah dilakukan sama peneliti sebelumnya. Untuk menghindari
adanya plagiarisasi atau duplikasi, peneliti ini didukung oleh penelitian-penelitian
sebelumnya, diantaranya.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Asni Suryani Lubis (2022) berjudul
“Penerapan Aplikasi Google Classroom, Jamboard, Google Slide, Google
Form, dan Quizizz dalam Pembelajaran Kimia”. Penelitian ini bertujuan
untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran kimia secara
online (daring), untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan penilaian
pengetahuan kimia secara daring (online), dan untuk mengetahui
efektifitas pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring (online) yang
dilakukan di kelas XII IPA SMAN 8 Kota Tangerang Selatan selama
pandemi covid-19.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Mira dkk (2021) yang berjudul
“Optimalisasi Penggunaan Pada Pembelajaran Matematika Di Masa
Pandemi Covid-19”. Penelitian ini bertujuan untuk dilaksanakannya
sosialisi pengenalan menggunakan Google Classroom sebagai platform
pembelajaran Jarak Jauh Karena dinilai cukup efisien, praktis dan dapat
digunakan dengan cepat dan mudah. Berdasarkan kegiatan dengan jumlah
peserta yang diikuti sebanyak 89 orang guru dari berbagai daerah
26
diindonesia menunjukan hasil bahwa platform Google Classroom dapat
membantu peserta dalam pembelajaran jarak jauh.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Wanda Hanifah dan K.Y.S. Putri (2020)
melakukan penelitian yang berjudul "Efektivitas Komunikasi Google
Classroom Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Pada Mahasiswa Ilmu
Komunikasi Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2018". Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas Google Classroom sebagai media
pembelajaran jarak jauh pada mahasiswa ilmu komunikasi universitas
Negeri Jakarta angkatan 2018. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan Google Classroom sebagai media jarak jauh pada
mahasiswa ilmu komunikasi universitas Negeri Jakarta angkatan 2018
dinyatakan efektif.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Alfred Liubana dan Durinda Puspasari
(2021) melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh
Penggunaan E-Learning dengan Google Classroom dan Disiplin Belajar
terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Brothers and Sisters House Kota
Surabaya pada Masa Pandemi Covid-19”. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh penggunaan e-learning dengan Google Classroom
dan disiplin belajar terhadap motivasi belajar mahasiswa brothers and
sisters house kota Surabaya pada masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan e-
learning dengan Google Classroom dan disiplin belajar terhadap motivasi
belajar mahasiswa brothers and sisters house kota Surabaya pada masa
pandemi Covid-19.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Bekti Mulatsih (2020) melakukan
penelitian yang berjudul “Penerapan Aplikasi Google Classroom, Google
Form, dan Quizizz dalam Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi Covid-
19”. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan
pembelajaran kimia secara daring, untuk menggambarkan pelaksanaan
kegiatan penilaian pengetahuan kimia secara daring, dan untuk
mengetahui efektifitas pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring yang
27
dilakukan di kelas XI MIPA SMAN 1 Banguntapan selama pandemi
covid-19. Ketuntasan Minimal pengetahuan kimia yang ditetapkan dari
SMAN 1 Banguntapan sebesar 78, dan persentase siswa yang telah
melampaui KKM lebih dari 75% sehingga dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran kimia secara daring di kelas XI MIPA SMAN 1
Banguntapan terlaksana secara efektif.
6. Penelitian yang dilakukan oleh Ary Analisa Rahma dan Hermin Arista
(2020) melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Penerapan Google
Classroom Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Online Pada Masa
Covid-19”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pembelajaran
yang dilakukan secara online selama pandemi covid-19 di tingkat
perguruan tinggi. Hasil penelitian ditemukan bahwa Google Classroom
dapat digunakan sebagai media penunjang proses pembelajaran yang
dilakukan secara online.
7. Penelitian yang dilakukan oleh Annita Muslimah (2018) melakukan
penelitian yang berjudul “A Survey On The Use Google Classroom in
English Education Department Of Islamic University Of Indonesia”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi respon mahasiswa
terhadap penggunaan Google Classroom di Jurusan Pendidikan Bahasa
Inggris Universitas Islam Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa
merasa Google Classroom bermanfaat dan mereka puas dengan Google
Classroom sebagai alat pembelajaran Online.
Dari ketujuh penelitian relevan yang telah dipaparkan di atas, bahwa
penelitain tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang
akan dilakukan oleh peneliti. Adapun kesamaan dan perbedaan antara penelitian
yang di atas dengan penelitian yang akan dilakukan peneliiti terletak pada jenjang
penelitian yang sudah level mahasiswa dan variabel bebas yang akan diteliti
berkaitan dengan pembeajaran Distance Learning.
C. Kerangka Pikir
28
Dalam Surat Edaran yang diterbitkan oleh Kemendikbud (2020)
menjelaskan bahwasannya kegiatan belajar dilaksanakan di rumah melalui
pembelajaran Jarak Jauh. Pembelajaran Distance Learning akan memberikan
pengalaman belajar yang baru bagi mahasiswa selain itu pembelajaran daring juga
memiliki hambatan dalam proses pelaksananya. Pembelajaran Distance Learning
adalah pembelajaran yang dilaksanakan dari jarak jauh dengan menggunakan alat
komunikasi. Sedangkan menurut Isman (2016) pembelajaran daring adalah
penggunaan internet dalam proses pembelajaran. Universitas dapat memilih
belajar secara online, karena pada masa pandemi ini, kebijakan pemerintah adalah
melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran
daring melibatkan dosen. Untuk memperjelas bagaiman pelaksanaan kegiatan
pembelajaran daring dengan menggunakan Google Classroom masa Pandemi
Covid-19. Berikut bagan kerangka berpikir :
Karena penyearan Virus Corona, Peralihan
Perkuliahan tatap muka ke Pembelajaran Distance
Learning
Respon Mahasiswa terhadap Aplikasi
Google Classroom Sebagai Media
pembelajaran Distance Learning
29
Gambar 2. 9 Bagan kerangka berpikir
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda N0.95 Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur,
Kota Tangerang Selatan, Banten. Penelitian ini meneliti tentang Analisis
Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Distance
Learning pada mahasiswa pendidikan kimia di masa pandemi Covid-19 di Prodi
Pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan Agustus 2022 hingga bulan November 2022.
B. Metode Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian ini mengetahui Analisa Pemanfaatan
Aplikasi Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Distance Learning pada
Mahasiswa Pendidikan Kimia, metode penelitian yang digunakan yaitu dengan
metode deskriptif. Menurut (Paramita dkk, 2015, hal.76) metode dekriptif
diartikan sebagai cara untuk mendiskripsikan kesemua variabel-variabel yang
sudah dipilih dengan cara mengakumulaikan data sesuai yang dibutuhkan oleh
peneliti. Peneliti menggunakan metode kuantitatif.
Menurut (Noor dkk, 2017, hal. 18) penelitian dengan pendekatan
kuantitatif adalah jenis penelitian yang spesifikasinya sistematis, terencana, dan
terstruktur dengan jelas sejak awal dan dituntut penggunaan angka mulai pada
pengumpulan datanya sert penampilan dari hasilnya.
C. Alur penelitian
Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap
pengumpulan data, tahap penyajian data dan tahap kesimpulan sebagai berikut :
1. Tahap persiapan memiliki langkah-langkah sebagai berikut :
a. Dalam tahap ini Identifikasi Pemanfaatan Google Classroom dalam
Pembelajaran Distance Learning.
b. Identifikasi jenis data penelitian
2. Tahap Pengumpulan data memiliki langkah-langkah sebagai berikut :
30
31
a. Pembuatan kuesioner penelitian
b. Dan pedoman wawancara
c. memilih responden angkatan 2020 semester 5A, 5B dan 5C
d. Validitas Instrument oleh Dosen Pendidikan Kimia
3. Tahap Penyajian data memiliki langkah-langkah sebagai berikut :
a. Kuesioner dinyatakan valid oleh validator diinput melalui google form
b. Pengisian kuesioner oleh mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2020
c. Menghitung hasil kuesioner dari masing-masing mahasiswa
d. Melakukan uji analisis data menggunakan IBM SPSS Statistic
e. Wawancara online dengan mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2020
4. Tahap Kesimpulan memiliki langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengolah dan menganalisis data
b. dan penarikan kesimpulan
Adapun alur penelitian dari penelitian yang akan dilaksanakan sudah
tertera seperti dalam tabel alur penelitian dibawah ini :
32
Tahap Persiapan Tahap Pengumpulan data
Identifikasi pemanfaatan Pembuatan kuesioner penelitian
Google Classroom dalam Pembuatan pedoman wawancara
pembelajaran Distance Memilih responden angkatan
Learning 2020
Identifikasi jenis data Validasi instrumen oleh dosen
pendidikan kimia
Tahap Penyajian data
Tahap Kesimpulan Kuesioner valid diinput melalui
google form
Mengolah dan menganalisis
Pengisian kuesioner oleh
data
mahasiswa pedidikan kimia
Penarikan kesimpulan
angkatan 2020
Mengitung hasil kuesioner
masing-masing mahasiswa
Uji analisi data menggunakan
IBM SPSS Statistic 26
Wawancara online mahasiswa
pedidikan kimia angkatan 2020
Gambar 3. 1 Alur Penelitian
33
D. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini merujuk pada Nuryadi dkk (2017, hal.8), bahwa
Populasi adalah segenap objek menjadi target penelitian atau pengamatan dan
mempunyai sifat-sifat yang serupa. Populasi pada penelitian ini peneliti menunjuk
mahasiswa pendidikan kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sampel pada
penelitian ini peneliti menunjuk mahasiswa pendidikan kimia UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta semester 5 angkatan 2020 yang berjumlah 93 orang. Sampel
adalah bagian dari jumlah serta sifat yang dimiliki oleh populasi yang akan diteliti
(Sugiyono, 2015, hal.81).
Adapun teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan sebuah metode
dimana peneliti memastikan gambaran penelitian sesuai dengan tujuan penelitian
agar dapat menyelesaikan suatu issue tertentu (Lenaini, 2021, hal. 34). Pada
penelitian ini sampel yang peneliti gunakan ialah mahasiswa pendidikan kimia
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta semester 5 angkatan 2020 yang sebagian mata
perkuliahan masih menerapkan pembelajaran Distance Learning menggunakan
Google Classroom.
E. Teknik Pengumpulan Data
Menurut (Priadana & Sunarsi, 2021, hal. 185) metode pengumpulan data
adalah proses atau upaya peneliti didalam menyelesaikan penelitiannya yang
hanya dapat dilihat hasilnya melalui, angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes),
dokumentasi dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti
pada penelitian ini yaitu kuesioner berskala likert dan pernyataan wawancara dari
responden. Kuesioner skala likert tersebut dipilih agar untuk memudahkan para
responden dalam memilih kriteria yang mendekati dengan situasi umum yang
kerab terjadi kemudian dihubungkan dengan situasi yang sedang dialami oleh para
mahasiswa. Kuesioner yang dibuat kemudian diinput melalui link form yang akan
dilakukan pengisiannya oleh 93 orang mahasiswa pendidikan kimia UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta pada angkatan 2020 semester 5 tentang pemanfaatan aplikasi
Google Classroom dalam pembelajaran Distance Learning yang disebar melalui
34
whaatsapp grup. Selanjutnya wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini
berupa wawancara semi-terstruktur. Yang mana kegiatan wawancaranya lebih
terbuka dan tetapi tetap mengarah kepada benang merah persoalan yang akan
diajukan. Wawancara semi-terstruktur merupakan berntuk percakapan yang
bertindak pada percakapan pertanyaan terbuka, dimana metode ini memungkinkan
pertanyaan baru yang muncul berdasarkan jawaban yang diberikan oleh
narasumber sehingga dalam sesi wawancara dapat menelaah informasi lebih
mendalam (Alijoyo, dkk, 2021). Untuk responden yang terpilih untuk
diwawancarai terdapat 12 orang mahasiswa yang masing – masing dari 4 orang
kelas A, B dan C yang mana ke-12 mahasiswa ini adalah responden yang pada
saat pengisian kuesioner mendapatkan hasil pengisian dalam kategori tertinggi,
menengah dan terendah.
F. Instrumen Penelitian
1. Kuesioner
Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner soal pernyataan dalam
bentuk pernyataan skala likert yang dibagikan kepada mahasiswa. Skala likert
merupakan skala psikometrik yang dipakai untuk mengetahui tanggapan
seseorang dalam riset berupa survei (Taluke dkk, 2019). Alternatif jawaban dari
pernyataan skala likert ini antara lain sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju
dan sangat tidak setuju. Soal yang digunakan adalah soal pernyataan yang
bertujuan untuk mengetahui analisa mahasiswa dalam pemanfaatan aplikasi
Google Classroom selama dalam penerapan pembelajaran Distance Learning
diera pandemi. Pada penelitian ini mahasiswa akan diberikan 31 soal pernyataan
skala likert yang telah diinput di google form dengan link google form yang
disebar melalui whatsapp grup. Berikut Kisi-Kisi Kuesioner :
Tabel 3. 1 Kisi-Kisi Kuesioner
No Aspek Indikator Nomor Soal
1 Kemudahan dalam
5 Item 1, 2, 3, 4, 5
Mengakses
35
2 Merasakan
7 Item 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12
Kegunaan
3. Kepuasan
6 Item 13, 14, 15, 16, 17, 18
Mahasiswa
4. Keterampilan
5 Item 19, 20, 21, 22, 23
Metakognitif
5.
Self Efficacy 8 Item 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31
2. Wawancara
Pedoman wawancara dilaksanakan agar mengetahui analisa
pemanfaatan dan penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran
Distance Learning. Adapun pedoman wawancara tersebut dipaparkan pada
tabel di bawah ini:
Tabel 3. 2 Butir Pertanyaan Wawancara
No Butir Pertanyaan Wawancara
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk
menerapkan pembelajaran Distance Learning ?
2. Selama pandemi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai
penunjang pembelajaran Distance Learning ?
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance
Learning ?
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google
Classroom ini ?
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance
36
Learning dengan menggunakan media Google Classroom ?
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat
memudahkan proses pemahaman dalam pembelajaran Distance
Learning ?
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung
dalam memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media
Google Classroom ini ?
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom
sebagai penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini
sebagai penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
G. Teknik Analisis Data
Penelitian yaang menggunakan metode kuantitatif biasa dipergunakan
dalam penelitian yang bersifat eksplorasi, seperti ingin mengetahui persepsi
masyarakat suatu hal, ingin melihat sikap guru terhadap pengesahan UU Guru dan
Dosen, ingin mengetahui ketertarikan mahasiswa terhadap profesi dan sebagainya
(Wekke, 2019, hal. 97). Data hasil penelitian ini terdiri atas data kuantitatif. Data
tersebut diperoleh dari rata-rata hasil jawaban responden setelah pengisian
kuesioner dan kemudian dilakukan penguatan jawaban dengan mewawancarai
mahasiswa yang terpilih. Suatu Langkah awal setelah dilakukannya pengumpuan
data ialah dilakukannya penyajian data secara numerik, dimana dibutuhkannya
analisis awal terhadap hasil instrumen. Pada tahap ini instrumen akan dilakukan
uji analisis data dengan IBM SPSS Statistic yakni uji validitas dan reliabilitas.
Setelah dilakukannya uji tersebut, dilakukannya sesi wawancara secara online
terhadap 12 mahasiswa pendidikan kimia yang diplilih secara acak sebagai
pelengkap dari hasil data numerik untuk menjadi pertimbangan apakah aplikasi
Google Classroom dinilai layak sebagai media yang digunakan dalam
pembelajaran Distance Learning pada mahasiswa pendidikan kimia dalam
penelitian ini.
1. Penskoran
37
a. Penskoran Instrumen Skala Likert
Dalam operasional keseluruhan variabel ini diukur oleh instrumen
pengukuran dalam bentuk kuesioner yang meliputi pernyataan Skala Likert.
Menurut (Sugiyono, 2013, hal. 93) skala likert merupakan skala yang
digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekumpulan orang mengenai situasi yang terjadi lingkungan sosial. Untuk
setiap pilihan jawaban diberi nilai, maka responden harus mendiskripsikan,
menerima pernyataan (positif) atau menolak pernyataan (negatif).
Tabel 3. 3 Penskoran Skala Likert untuk Kuesioner
Jawaban Responden Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Setuju 1
(Sari & Amrozi, 2020)
b. Persentase hasil analisa pemanfaatan aplikasi Google Classroom per
Indikator
Untu menyajikan data agar hasilnya berupa angka dan disimpulkan
dalam bentuk tabel frekuensi, Rumus persentase yang digunakan untuk
menghitung data dalam penelitian ini adalah:
Keterangan:
P = Angka persentase
f = Frekuensi Jawaban
N = Jumlah frekuensi atau banyak individu
Data yang dipersentasekan kemudian direkapitulasikan dan diberi
kriteria sebagai berikut:
38
a. 81% -100% dikategorikan Sangat Efektif
b. 61% - 80% dikategorikan Efektif
c. 41% - 60% dikategorikan Cukup Efektif
d. 21% - 40% dikategorikan Tidak Efektif
e. 0% - 20% dikategorikan Sangat Tidak Efektif
(Sari & Amrozi, 2020)
Respon dari mahasiswa selanjutnya dianalisis agar mendapati item
indikator mana yang memperoleh skor tertinggi dan juga terendah. Misalnya
didapati untuk asepek kemudahan dalam mengakses indikator Login ke
Google Classroom memperoleh persentase 87,1 % dan indikator
Mengetahui cara menavigasi sistem Google Classroom memperoleh
persentase sebesar 47,3 %. Dengan mengetahui hasil persentase per
indikator barulah kita bisa mengkategorikan indikator tersebut tergolong
kategori yang mana.
Tabel 3. 4 Kategori Penskoran Skala Persentase
Persentase Keterangan Interpretasi
81 - 100 % Sangat Setuju Sangat Efektif
61- 80 % Setuju Efektif
41 – 60 % Netral Cukup Efektif
21 – 40 % Tidak Setuju Tidak Efektif
0 – 20 % Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Efektif
(Sari & Amrozi, 2020)
1. Validitas
Menurut (Riinawati, 2021, hal. 113) berasal dari kata validity yang
berarti efisiensi atau ketelitian suatu alat ukur dalam melakukan fungsi
pengukurannya. Suatu insturmen yang mempunyai tingkat validitas yang relatif
tinggi, tidak memberikan penjelasan melainkan jawaban atas informasi yang
diterima (Hardani dkk, 2020, hal. 59). Salah satu kegunaan validitas ialah
untuk menangkap sejauh mana efisiensi dan kecermatan suatu instrumen
39
penelitian sehingga hasil yang didapat akurat dan berguna untuk kegiatan
pengukuran (Ahmad dkk, 2018, hal. 60). Suatu instrumen memiliki gambaran
validitas tentang hal-hal yang terjadi dimasa depan sehingga untuk mengukur
tingkat kesesuaian gambaran tersebut diperlukannya perhitungan dengan rumus
korelasi product moment dari pearson sebagai berikut :
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi skor butir (X) dengan skor total (Y)
n = Ukuran sampel (responden)
X = Skor Butir
Y = Skor total
X2 = Kuadrat skor butir X
Y2 = kuadrat skor butir Y
XY = Perkalian skor butir X dengan skor butir Y
Rumus diatas digunakan dengan derajat keabsahan α = 0,05 dmana
instrumen dapat dikatakan valid apabila rhitung lebih besar dari rtabel
(Supardi, 2017, hal. 146). Perhitungan pada validitas butir pertanyaan tersebut
dilakukan dengan mengggunakan IBM SPSS Statistic 26 seperti pada
lampiran 5 halaman 124.
2. Reliabilitas
Reliablititas adalah alat yang digunakan untuk mengukur sesuatu yang
semestinya harus diukur kapan dan dimanapun hasilnya sama yang dengan kata
lain memiliki konsistensi yang tinggi (Darmadi, 2011, hal. 122) perhitungan
reliabilitas butir instrumen penelitian berbentuk skala menggunakan rumus
Cronbach Alpha sebagai berikut :
40
∑
[ ][ ]
∑
Keterangan :
r11 = Reliabilitas yang dicari
K = Banyak butir tes
∑Si2 = Skor total varians butir
∑St2 = Skor varians total
Untuk signifikansi reliabilitas dengan derajat kebebasan α = 0,05,
apabila rhitung lebih besar dari rtabel maka insrtumen kuesioner dalam bentuk
secara menyeluruh dinyataan reliabel (Supardi, 2017, hal. 156). Perhitungan
pada reliabilitas butir pertanyaan tersebut dilakukan dengan mengggunakan
IBM SPSS Statistic 26 seperti pada Lampiran 5 halaman 124.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang akan dipaparkan berdasarkan data hasil pengisian
kuesioner yang diisi dan wawancar oleh responden. Berikut pemaparan hasil
kursioner.
1. Hasil Validasi
Sebelumnya aplikasi Google Classroom memang tengah digunakan
pada saat itu. Peneliti ingin melihat sejauh mana aplikasi Google Classroom
ini bermanfaat bagi mahasiswa pendidikan kimia. Selanjutnya validasi
instrumen dilakukan oleh 2 validator ahli yang bertugas seagai dosen di UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta. Instrumen yang divalidasi terdiri dari 31 soal
pernyataan yang berbentuk skala likert dan kemudian barulah instrumen
tersebut disebar kepada responden.
Agar dapar memahami kevalidan instrumen, peneliti menggunakan
IBM SPSS Statistic 26, lalu melakukan uji validitas product moment
kesesuaian kuesioner yang digunakan peneliti dalam megukur dan
memperoleh data penelitian dari para responden. Data kuesioner penelitian
dapat dikatakan Valid apabila nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel,
Namun jika nilai rhitung lebih kecil dari rtabel maka dat penelitian
dinyatakan tidak valid, artinya data kuesioner belum lolos uji kevalidannya.
Kemudian setelah dilakukannya uji validitas lanjut setelah itu kuesioner
pernyataan dilakukan uji reliabititas. Jika data tersebut reliabel, maka data
kuesioner layak dipakai dalam penelitian.
2. Pelaksanaan Penelitian
Pada waktu pelaksanaan penelitian, penliti membuat pernyataan
berupa kuesioner pemanfaatan aplikasi Google Classroom melalui google
form dengan 31 soal pernyataan kepada 3 kelas angkatan 2020 yang
41
42
berjumlah 93 mahasiswa pendidikan kimia dalam tenggang waktu waktu
yang diberikan 2 sampai 3 hari.
3. Analisis Data Hasil Uji IBM SPSS Statistic
Dalam penelitian kuantitatif, subjek penelitian suatu instrumen
diukur uji validitasnya, reliabilitias. Hasil uji analisis dapat dilihat dalam
Lampiran 4 halaman 120.
a. Validitas
Perhitungan uji validitas soal pernyataan instrumen
diakumulasikan dengan menggunakan IBM SPSS Statistic 26. Data
validitas kuesioner pernyataan dapat dilihat dalam tabel validitas
berikut :
Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas
Validity Statistic
N of
Items Nilai r Tabel
Variabel Keterangan
Google
Classroom 12 0,239 Valid
(X)
Distance
Learning 19 0,239 Valid
(Y)
b. Reliabilititas
Perhitungan uji reliabilitas soal pernyataan instrumen
diakumulasikan dengan menggunakan IBM SPSS Statistic 26. Data
Reliabilitas kuesioner pernyataan dapat dilihat dalam tabel reliabilitas
berikut :
43
Tabel 4. 2 Hasil Uji Reliabilitas
Reliabelity Statistic
N of Nilai Cronbach's
Items Alpha
Variabel Keterangan
Google
12 0,871 Reliabel
Classroom (X)
Distance
19 0,927 Reliabel
Learning (Y)
4. Hasil Data Kuesioner Mahasiswa
Data hasil kuesioner berisikan pernyataan-pernyataan terkait
pemanfaatan aplikasi Google Classroom selama pembelajaran Distane
Learning diberlakukan. Untuk penelitian ini, responden yang terpilih
adalah mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2020 yang terdiri dari kelas
A, B dan C. Seluruh mahasiswa berpartisipasi untuk mengisi kuesioner
penelitian ini melalui Google Form yang dibagikan melalui perrwakilan
angkatan di pesan singkat via whatsapp.
Gambar 4. 1 Kuesioner Google Form
Dalam penelitian ini terdapat 5 aspek yang akan diukur dan terdiri dari
31 item pernyataan. Adapun aspek yang diukur antara lain yaitu, aspek
44
kemudahan dalan mengakses, merasakan kegunaan, kepuasan mahasiswa,
keterampilan metakognitif, dan self efficacy. Berdasarkan hasil pengisian
kuesioner mahasiswa pendidikan kimia dipaparkan dalam tabel 4.1 hingga
tabel 4.5 sebagai berikut :
a. Kemudahan dalan mengakses
Aspek kemudahan dalam mengakses diukur dengan 5 indikator,
diantaranya yaitu Indikator Login ke Google Classroom, Mampu mengakses
materi khusus, mengirim dan menerima materi, mengetahui cara menavigasi
sistem Google Classroom dan mudah mengerti dengan sistem Google
Classroom. Indikator aspek kemudahan dalan mengakses Google
Classroom dapat dilihat dari tabel 4.1 berikut :
Tabel 4. 3 Kuesioner Aspek Kemudahan dalan Mengakses
No Persentase Kriteria
Aspek Indikator Pernyataan
1 Kemudahan Login ke Sangat
dalam Google Item 1 87,1 %
Baik
mengakses Classroom
Mampu
mengakses Item 2 73,1 % Baik
Materi khusus
Mengirim dan
menerima Item 3 57 % Cukup
materi
Mengetahui cara
menavigasi 47,3 % Cukup
Item 4
sistem Google
Classroom
Mudah mengerti
dengan sistem 65,5 % Baik
Item 5
Google
Classroom
Total Indikator 66 % Baik
b. Merasakan Kegunaan
45
Aspek merasakan kegunaan diukur dengan 7 indikator, diantaranya
yaitu Indikator mengevaluasi kualitas belajar dengan Google Classroom,
Mengakui kebutuhan akan Google Classroom, Mengakui kebutuhan Google
Classroom sebagai Pengingat akan tugas, Membantu dalam mengevaluasi ide-
ide baru, Terjalin umpan balik antara dosen dan mahasiswa, Mengamati
Google Classroom dalam memantau kinerja belajar, dan Mengetahui tujuan
subjek, penilaian dan konten konsisten dengan bantuan Google Classroom.
Indikator aspek merasakan kegunaan dapat dilihat dari tabel 4.2 berikut :
Tabel 4. 4 Kuesioner Aspek Merasakan Kegunaan
No persentase Kriteria
Aspek Indikator Pernyataan
2 Merasakan Mengevaluasi
Kegunaan kualitas belajar 45,2 %
Item 6 Cukup
dengan Google
Classroom
Mengakui
kebutuhan 57 %
Item 7 Cukup
akan Google
Classroom
Mengakui
kebutuhan
Google
Classroom Item 8 58,1 % Cukup
sebagai
Pengingat
akan tugas
Membantu
dalam 50,5 % Cukup
Item 9
mengevaluasi
ide-ide baru
Terjalin
umpan balik
antara dosen Item 10 48,4 % Cukup
dan
Mahasiswa
Mengamati
Google
Item 11 46,2 % Cukup
Classroom
dalam
46
memantau
kinerja belajar
Mengetahui
tujuan subjek,
penilaian dan
konten
konsisten Item 12 40,9 % Cukup
dengan
bantuan
Google
Classroom
Total Indikator 49,47 % Cukup
c. Kepuasan Mahasiswa
Aspek kepuasan mahasiswa diukur dengan 6 indikator, diantaranya
yaitu indikator mengakui fleksibel dalam berbicara melalui media ini,
mengamati dosen membantu peserta terlibat dan berpatisipasi dalam diskusi
produktif, mengakui fleksibel dalam berinteraksi dengan peserta lain, Sudut
pandang diakui, mengamati antusias dosen dalam mengajar dan menjelaskan
melalui Google Classroom, dan mengakui dosen matakuliah ramah, mudah
didekati dan mudah dihubungi. Indikator kepuasan mahasiswa dapat dilihat
dari tabel 4.3 berikut :
Tabel 4. 5 Kuesioner Aspek Kepuasan Mahasiswa
No Persentase Kriteria
Aspek Indikator Pernyataan
3 Kepuasan Mengakui
Mahasisw fleksibel dalam
a berbicara Item 13 40,9 % Cukup
melalui media
ini
Mengamati
dosen
membantu 48,4 % Cukup
Item 14
peserta terlibat
dan berpatisipasi
dalam diskusi
47
produktif
Mengakui
fleksibel dalam
berinteraksi Item 15 39,8 % Kurang
dengan peserta
lain
Sudut pandang 47,3 % Cukup
Item 16
diakui
Mengamati
antusias dosen
dalam mengajar 38,7 % Kurang
Item 17
dan menjelaskan
melalui Google
Classroom
Mengakui dosen
matakuliah
ramah, mudah
Item 18 40,9 % Cukup
didekati dan
mudah
dihubungi
Total Indikator 42,66 % Cukup
d. Keterampilan Metakognitif
Aspek keterampilan metakognitif diukur dengan 5 indikator,
diantaranya yaitu indikator memahami terlebih dahulu materi pelajaran yang
akan didiskusikan, menetapkan tujuan untuk membantu mengatur waktu
belajar, menggunakan strategi dalam menggukanan Google Classroom,
mengetahui strategi apa yang digunakan Ketika belajar dengan
menggunakan Google Classroom, dan memahami dan mengerjakan tugas
semampunya. Indikator Kemampuan Metakognitif dapat dilihat dari tabel
4.4 berikut :
Tabel 4. 6 Kuesioner Aspek Kemampuan Metakognitif
No Persentase Kriteria
Aspek Indikator Pernyataan
4 Kemampuan Memahami 40,9 %
Item 19 Cukup
Metakognitif terlebih
48
dahulu
materi
pelajaran
yang akan
didiskusikan
Menetapkan
tujuan untuk
membantu Item 20 43 % Cukup
mengatur
waktu belajar
Menggunaka
n strategi
dalam 50,5 % Cukup
Item 21
menggukana
n Google
Classroom
Mengetahui
strategi apa
yang
digunakan
Ketika 44,1 % Cukup
Item 22
belajar
dengan
menggunaka
n Google
Classroom
Memahami
dan
mengerjakan Item 23 47,3 % Cukup
tugas
semampunya
Total Indikator 45,16 % Cukup
e. Self Efficacy
Aspek Self Efficacy diukur dengan 8 indikator, diantaranya yaitu
Indikator Merasa yakin memahami istilah atau kata-kata yang
berhubungan dengan perangkat keras internet, Merasa percaya diri
memahami istilah atau kata-kata yang berhubungan dengan perangkat
lunak internet, Merasa percaya diri menggambarkan fungsi-fungsi
49
hardwere internet, Merasa percaya diri kesulitan memotret masalah
internet, Merasa percaya diri menjelaskan mengapa tugas tidak akan
berjalan di internet, Merasa yakin menggunakan internet untuk
mengumpulkan data, Merasa percaya diri mempelajari keterampilan
tingkat lanjut dalam program internet tertentu, dan Merasa yakin untuk
mengubah grup diskusi online ketika membutuhkan bantuan. Indikator
Kemampuan Metakognitif dapat dilihat dari tabel 4.5 berikut :
Tabel 4. 7 Kuesioner Aspek Self Efficacy
No Persentase Kriteria
Aspek Indikator Pernyataan
5 Self Merasa yakin
Efficacy memahami
istilah atau kata-
kata yang 50,5 %
Item 24 Cukup
berhubungan
dengan
perangkat keras
internet
Merasa percaya
diri memahami
istilah atau kata-
kata yang 47,3 %
Item 25 Cukup
berhubungan
dengan
perangkat lunak
internet
Merasa percaya
diri
menggambarkan 44,1 % Cukup
Item 26
fungsi-fungsi
hardwere
internet
Merasa percaya
diri kesulitan 49,5 % Cukup
Item 27
memotret
masalah internet
Merasa percaya
diri menjelaskan Item 28 52,7 % Cukup
mengapa tugas
50
tidak akan
berjalan tanpa
internet
Merasa yakin
menggunakan
internet untuk Item 29 47,3 % Cukup
mengumpulkan
data
Merasa percaya
diri mempelajari
keterampilan
Item 30 51,6 % Cukup
tingkat lanjut
dalam program
internet tertentu
Merasa yakin
untuk mengubah
grup diskusi
Item 31 58,1 % Cukup
online ketika
membutuhkan
bantuan
Total Indikator 50,13 % Cukup
Hasil data keseluruhan aspek pemanfaatan aplikasi Google
Classroom dalam pembelajaran Distance Learning dapat dilihat pada
grafik dibawah ini :
51
Rata-rata Persentase Aspek Pemanfaatan Google
Classroom
70% 66%
60%
49,47% 50,13%
50% 45,16%
42,66%
40%
30%
20%
10%
0%
Gambar 4. 2 Rata-rata Persentase Aspek PemanfaatanGoogle Classroom
Keterangan:
Aspek Kemudahan dalam Mengakses
Aspek Merasakan Kegunaan
Aspek Kepuasan Mahasiswa
Aspek Kemampuan Metakognitif
Aspek Self Efficacy
5. Hasil Wawancara Subjek Wawancara
Data hasil wawancara mahasiswa bertujuan sebagai pelengkap dari data
hasil kuesioner. Untuk responden yang terpilih untuk diwawancarai terdapt 12
orang mahasiswa yang masing – masing dari 4 orang kelas A, B dan C yang
mana ke-12 mahasiswa ini adalah responden yang pada saat pengisian
kuesioner mendapatkan hasil pengisian dalam kategori tertinggi, menengah dan
terendah. Wawancara dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2022. Kisi – kisi
pedoman wawancara terdapat pada Lampiran 9 halaman 146.
52
Tabel 4. 8 Hasil Wawancara Mahasiswa
No Butir Wawancara Respon Mahasiswa
1 Bagaimana perasaan anda 1. Tidak senang, karena
ketika pihak kampus perkuliahan menjadi kurang
memutuskan untuk maksimal
menerapkan pembelajaran 2. Senang, karena tidak memakan
Distance Learning ? waktu dan biaya diperjalanan
menuju kampus
3. Senang, karena nyaman dan
waktunya fleksibel
4. Sedih, karena belum bisa
merasakan duduk dibangku
perkuliahan diawal-awal kuliah
5. Khawatir, karena takut tidak
paham dengan materi yang
diberikan dosen
6. Bingung, karena tidak ada
gambaran akan seperti apa
pembelajaran distance learning
itu
2 Selama pandeimi covid-19, 1. Google Classroom
media apa saja yang anda 2. Zoom
gunakan sebagai penunjang 3. Edmodo
pembelajaran Distance 4. Whatsapp Grup
Learning ?
3 Kesulitan apakah yang anda 1. Kurang paham dengan materi
rasakan dalam pembelajaran yang disampaikan
Distance Learning ? 2. Pembelajaran kurang maksimal
3. Materi hanya sebatas dibaca dan
dijelaskan dalam format power
point yang dibagikan
4. Lambatnya respon dosen dalam
proses tanya jawab
5. Karena harus online jaringan
terkadang jelek
4 Apakah proses pembelajaran 1. Sudah berjalan dengan baik dan
Distance Learning dengan mudah digunakan
media Google Classroom di 2. Masih kurang efektif karena
era pandemi Covid-19 sudah sebatas serah terima materi dan
berjalan dengan baik ? tugas
3. Membantu sekali alhasil dosen
dan mahasiswa masih dapat
53
berkomunikasi dan berdiskusi
4. Awalnya kesulitan dalam
pemahaman fitur, tapi sekarang
sudah lebih baik
5 Bagaimana menurut anda 1. Hasil belajar dengan media ini
hasil belajar menggunakan sangat baik
aplikasi Google Classroom 2. Tidak ada masalah dengan hasil
ini ? belajar
3. Hasil belajar saya dengan media
Google Classroom ini biasa
saja, namun ada matakuliah
yang cukup memuaskan
4. Tidak baik, karena
mengumpulka tugas via Google
Classroom dosen tidak
memeriksa dimana letak benar
dan kesalahan tugas yang
dikirim mahasiswa dan juga
tidak diberikan keterangan
dalam penilaiannya
5. Cukup baik sejauh ini
6. Hasil belajar dengan media
Google Classroom ini cukup
memuaskan
7. Hasil belajar dengan media
Google Classroom ini bisa
dikatakan naik turun tergantung
matakuliah
6 Manfaat apakah yang anda 1. Saya merasa lebih fleksibel dan
rasakan dalam pembelajaran paham teknologi
Distance Learning dengan 2. Saya selalu ingat akan tugas
menggunakan media Google karena ada fitur pengingat di
Classroom ? pengaturan Google Classroom
3. Lebih menghemat uang, karena
tidak perlu lagi mencetak tugas
untuk dikumpulkan ke dosen
4. Menambah wawasan dan
pengetahuan baru dengan
diskusi di Google Classroom
5. Aplikasi yang tersrtuktur, jika
ada tugas yang masuk
ternotiikasi
6. Bisa diakses dimana saja dan
kapan saja
54
7. Mempermudah mengumpulkan
dan menyimpan materi dari
dosen
8. Melatih kita untuk belajar
mandiri
7 Apakah fitur yang ada 1. Menurut saya sangat
didalam media Google memudahkan
Classroom ini dapat 2. Kurang memuaskan, karena
memudahkan proses materi yang diberikan berformat
pemahaman dalam file, jadi kita tetap harus
pembelajaran Distance membaca dan harus memahami
Learning ? isinya
3. Menurut saya sangat membantu
sekali, karena kita bisa langsung
tau jika dosen sudah
memberikan nilai ddari hasil
tugas yang kita kumpulkan
4. Sangat memudahkan, karena
juga bisa memisahkan
matakuliah satu dan yang lain
5. Menurut saya paham atau
tidaknya itu tergantung tiap
individu, ada yang cepat paham
ada yang lambat
6. Sudah cukup memuaskan dalam
belajar, karena terdapat banyak
fitur didalamnya
8 Menurut anda apa faktor Faktor penghambat
penghambat dan juga faktor
1. Sinyal internet yang terkadang
pendukung dalam
jelek
memaksimalkan
2. Kapasitas materi yang diunggah
pembelajaran Distance
kadang berupa video jadi lama
Learning dengan media
untuk didownload
Google Classroom ini ?
3. Aplikasi Google Classroom
sesekali lemot
4. Kita tidak tahu bagaimana
penilaian dosen dan tidak dapat
mengulas kembali soal karena
tidak diberikan keterangan oleh
dosen
Faktor pendukung
1. Fitur-fitur pada aplikasi ini
55
cukup menarik
2. Adanya fitur pengingat tugas,
jadi kita selalu ingat bila ada
tugas
3. Aplikasi ini gratis
4. Hemat kertas
5. Mempermudah mahasiswa
dalam belajar mandiri
6. Memudahkan dalam mencari
data
7. Cukup efisien dalam serah
terima materi dan tugas
8. Dapat diakses dimana saja dan
kapan saja
9. Mudah dan praktis untuk
digunakan
9 Bagaimana menurut anda 1. Diskusi hanya sebatas bertukar
kekurangan media Google pendapat dikolom komentar
Classsroom sebagai 2. Karena banyak yang
penunjang proses menggunakannya, aplikasi
pembelajarn Distance Google Classroom sesekali eror
Learning ? 3. Ruang gerak mahasiswa hanya
sebatas teori dan tdak bisa
dilakukannya praktikum
dilaboratorium
4. Belum maksimal dalam
pengawan belajar
5. Tampilan Google Classroom
terkesan sederhana dan kurang
menarik
6. Notifikasi tugas sesekali
terlambat masuk di handphone
saya
7. Fitur yang harus di upgrade agar
pembelajaran lebih maksimal
8. Interaksi antara dosen dan
mahasiswa kurang efektif
9. Harus terkoneksi internet agar
bisa diakses
10 Bagaimana menurut anda 1. Menurut saya sudah cukup
kelayakan media Google layak
Classroom ini sebagai 2. Kelayakan dapat digunakan
penunjang proses karena aplikasi ini tidak banyak
pembelajarn Distance memakan data
56
Learning ? 3. Sudah layak karena setiap
aplikasi pasti ada plus minusnya
dan aplikasi Google Classroom
ini sangat membantu kami
4. 95% layak digunakan
5. Kelayakan dari segi media
aplikasi Google Classroom ini
sudah cukup layak, namun jika
kelayakan dalam pemahaman
materi Google Classroom saya
masih kurang paham tapi
selebihnya Google Classroom
bagus untuk diterapkan
6. Sistem dari Google Classroom
sebagai penunjang pembelajaran
sudah layak dan juga aplikasi ini
lebih efisiensi dari aplikasi lain.
7. Kelayakan aplikasi Google
Classroom ini sudah cukup
bagus, karena disaat era
pandemi aplikasi ini salah satu
aplikasi penyelamat bagi
mahasiswa untuk dapat tetap
menjalankan proses perkuliahan
B. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa pemanfaatan
aplikasi Google Classroom yang digunakan oleh mahasiswa selama proses
pembelajaran distace learning. Penelitian ini ditujukan kepada mahasiswa
pendidikan kimia angkatan 2020 yang menggunakan media Google
Classroom selama wabah covid-19 tengah menyebar luas saat ini dan harus
merubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran distance
learning. Upaya mengukur analisa tersebut, mahasiswa diminta untuk
mengisi kuesioner penelitian yang diinput melalui google form dan
disebarkan kepada mahasiswa pendidikan kimia. Kemudian setelah hasil
kuesioner tersebut diolah, dilakukanlah sesi wawancara kepada 12 orang
mahasiswa pendidikan kimia. Responden yang ditunjuk berdasarkan hasil
data kuesioner yang diperoleh.
57
Hasil penelitian yang diperoleh oleh responden mahasiswa pendidikan
kimia dapat dkatakan bahwa mahasiswa pendidikan kimia UIN Syarif
Hidayatullah memberikan analisa jawaban yang bervariasi tehadap lima
aspek yang ditetapkan sebagai batasan pada instrumen penelitian.
Pembahasan tersebut mencakup beberapa aspek antara lain, aspek kemudahan
dalam mengakses, merasakan keegunaan, kepuasan mahasiswa, keterampilan
metakognitif dan self efficacy dalam memanfaatkan aplikasi Google
Classroom. Berdasarkan hasil analisis data menyatakan bahwa analisa
jawaban yang diberikan mahasiswa pendidikan kimia terhadap pemanfaatan
aplikasi Google Classroom dipengaruhi oleh faktor, seperti yang pada ulasan
dibawah ini.
Berikut adalah penjelasan dari hasil data kuesioner dan hasil data
wawancara yang diperoleh berdasarkan kajian penelitian yang relevan yang
terkait dengan hasil penelitian.
1. Kemudahan dalam Mengakses
Berdasarkan tabel 4.3 terlihat bahwa mayoritas responden 87,1 %
dengan kriteria sangat baik. Secara kemudahan, aplikasi Google
Classroom ini dapat dengan mudah untuk Login oleh setiap mahasiswa
yang tentunya dapat mengakses pembelajaran dimana saja. Hal ini sejalan
dengan penelitian Fauzhan dan Arifin (2019) bahwa Penggunaan media
pembelajaran Google Classroom sangat praktis dan efisien karena bisa
digunakan kapanpun dan dimanapun, sehingga siswa tidak bisa beralasan
lagi jika terlambat dalam pengumpulan tugas.
Selain itu, menurut Hapsari dan Pamungkas (2019) Akses aplikasi
Google Classroom ini sangat mudah dan membantu para dosen dalam
mengoptimalkan pembelajaran, salah satu aksesnya memudahkan proses
E-Learning menjadi lebih mudah karena dapat merespon penggunaan
aplikasi sebagai penunjang perkuliahan dengan respon positif, bahwa
memanfaatkan Google Classroom sebagai media baru untuk memudahkan
mahasiswa belajar mengajar mendapat apresiasi nilai yang positif terutama
58
waktu yang fleksibel dan menguntungkan bagi mahasiswa. Karena media
Google Classroom ini menunjukkan respon positif aplikasi Google
Classroom layak diterapkan karena media ini dapat dijangkau pendidik
dan peserta didik serta memudahkan dalam berinteraksi terhadap materi
yang diajarkan (Hidayat dan Sudibyo, 2018).
Untuk 4 pernyataan indikator yang lain memiliki kriteria respon
baik dan cukup. Dengan ini terlihatlah persentase rata-rata dari total
indikator berdasarkan Aspek kemudahan dalam mengakses yang memiliki
nilai sebesar 66 %. Febrilia, dkk (2020) berpendapat bahwa keterlibatan
mahasiswa dalam proses perkuliahan menggunakan media pembelajaran
Google Classroom cukup baik, dapat dilihat dari antusiasnya mahasiswa
dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dosen serta menyerahkan tugas
sesuai tenggang waktu yang diberikan, aktif dalam grup diskusi sesama
mahasiswa dan juga dengan dosen pengampu. Hasil dari wawancara
terhadap dua belas responden, merka mengungkapkan bahwa Google
Classroom memiliki manfaat dalam proses pembelajaran Distance
Learning, yaitu menjadi pengingat bagi mahasiswa akan tugas yang
diberikan oleh dosen, karena aplikasi Google Classroom akan memberikan
notifikasi tugas atau materi baru yang dibagikan oleh dosen. Seperti
terlihat pada kutipan wawancara berikut :
“Menurut saya manfaat media Google Classroom dinilai sangat
bermanfaat karena bisa mengingat tugas-tugas dengan mudah,
dan mengajarkan kita disiplin waktu, karena di Google Classroom
kita bisa tahu apakah ita terlambat dalam mengumpulkan tugas
atau tidak” (MB, Wawancara pada tanggal 31 Oktober 2022).
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai kemudahan
dalam mengakses Google Classroom, yang dapat diamati pada Tabel 4.3.
pada Tabel 4.3 terlihat bahwa jawaban terbanyak kedua responden (73,1
%) beranggapan bahwa secara teknik, aplikasi Google Classroom mampu
mengakses materi khusus. Hal ini sesuai dengan penjelasan Maharani
(2019) Selama perkuliahan Online menggunakan aplikasi Google
59
Classroom terbukti efektif karena mahasiswa-mahasiswa secara umum
mahasiswa mendapatkan materi perkuliahan yang sudah diunggah oleh
dosen di Goole Classroom dan lebih menarik lagi, materi tersebut
didukung karena adanya video pembelajaran yang membahas materi
sekaligus dengan contoh soal. Mahasiswa juga dapat mengunduh materi
tersebut dilayanan fitur yang tersedia di Google Classroom sekaligus
menanyaan kembali jika ada materi yang masih belum dipahami. Dalam
fitur inipun mahasiswa juga dapat berdiskusi terkait penjabaran materi
yang disampaikan oleh dosen dengan sesama mahasiswa maupun kepada
dosen pengampu secara langsung. Seperti terlihat pada kutipan wawancara
berikut :
“Manfaat dari Google Classroom adalah kita bisa mendapatkan
materi yang di share oleh dosen dan teman-teman dan tentunya
menambah wawasan dan pengetahuan baru melalui diskusi di
Google Classroom” (AL, Wawancara pada tanggal 31 Oktober
2022).
Sebagai upaya melancarkan pelaksanaan pembelajaran mahasiswa,
terdapat fitur-fitur yang ada pada Google Classroom secara efektif
digunakan oleh dosen sebagai penunjang pembelajaran yang dapat
membantu proses pembelajaran Distance Learning (Lestari dan
Marhamah, 2021). Pada indiktor keempat tentang kemudahan dalam
mengakses Google Classroom terhadap mengetahui cara menavigasi
sistem Google Classroom dapat dilihat pada tabel 4.3. pada tabel 4.3
terlihat bahwa sebagian besar responden (47,3%) memberi ulasan bahwa
untuk menjalankan Google Classroom sebagian besar mahasiswa sudah
cukup paham dan mengerti dalam fitur navigasi yang ada pada Google
Classroom yang dapat menambah wawasan dan memotivasi untuk kreatif
dalam mengerjakan tugas walaupun harus dilakukan secara Distance
Learning. Penjelasan ini diperkuat oleh Suhada dkk (2020) Google
Classroom memiliki beberapa fitur yang dapat menampilkan tugas
mahasiswa, penyusunan kelas, penyimpanan data di google drive, dan
60
dapat diakses melalui smartphone, selain itu dapat menyimpan semua jenis
file, kemudian terdapat pula fitur lain yang digunakan oleh dosen dalam
mengembangkan materi pembelajaran yaitu reuse post, create question,
create assignment, dan create topic Seperti terlihat pada kutipan
wawancara berikut :
“Terdapat fitur due date sebagai pengingat karena setiap ada
tugas atau materi, selalu diiringi dengan notifikasi dari aplikasi
Google Classroom. Dan juga kita bisa mengupload tugas yang
akan kita kumpulkan berupa document, ppt, ataupun video” (AA,
Wawancara pada tanggal 30 Oktober 2022).
Pada indikator kelima pada tabel 4.3 dari aspek kemudahan dalam
mengakses Google Classroom sebanyak (65,5 %) responden menjawab
proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
sudah berjalan dengan baik, karena sudah mengerti dengan sistem Google
Classroom dan tentunya dapat mudah digunakan untuk mengupload
materi, dosen terkadang sering mengupload tugas di Google Classroom,
dan pada saat kita hendak mengupload jawaban jauh lebih mudah, nilaipun
juga langsung terlihat di Google Classroom. Hal ini sejalan dengan
pernyataan Senjaya (2021) yang menyebutkan bahwa Google Classroom
merupakan media e-Learning berguna dalam pembelajaran jarak jauh yang
bersifat undirectly karena memiliki sistem aplikasi yang dapat
memudahkan mahasiswa mengakses materi, menyimpan, mengumpulkan
tugas, memperoleh umpan balik dari guru, ekonomis, dan efisiensi waktu.
Menurut Pratidiana dan Rosdianwinata (2021) Google Classroom tidak
semata-mata tertumpu pada pembelajaran tatap muka, juga dapat
dilaksanakan dimanapun dan kapanpun tanpa harus dilakukan dikelas
selagi mahasiswa dan dosen saling terhubung dengan sinyal internet dan
mahasiswa menjadi lebih antusias dalam menelaah materi pelajaran yang
telah di bagikan dosen di aplikasi Google Classroom. Seperti terlihat pada
kutipan wawancara berikut :
61
“Pastinya sangat membantu sekali karena, media apapun itu
sangat dibutuhkan, karena dengan cara apalagi kita dan dosen bisa
saling berinterksi dan berdiskusi pembelajaran, dan Google
Classroom ini juga mudah untuk dipahami, jadi sangat membantu
saya dalam belajar” (MB, Wawancara pada tanggal 31 Oktober
2022).
Sehubungan dengan pembelajaran Distance Learning, Solihin,dkk
(2021) berpendapat bahwa dengan memanfaatkan media yang benar,
sekalipun pembelajaran tersebut dilakukan dengan jarak jauh, hubungan
yang baik harus senantiasa terjalin agar proses pembelajaran dapat
terlaksana dengan lancar (Sari & Amrozi, 2020). Dosen dapat mengawasi
progres setiap mahasiswa, setelah diberikan penilaian, dosen dapat
memberikan revisi dari hasil jawaban mahasiswa agar mahasiswa dapat
memperbaiki tugas tersebut (Heryati, 2022). Oleh karena itu dosen harus
terus melakukan inovasi ataupun perancangan desain pembelajaran yang
baik dalam menyiapkan sistem perkuliahan yang tepat bagi mahasiswa
ketika pembelajaran daring (Solikah & Nurhanurawati, 2021).
2. Merasakan Kegunaan
Berdasarkan tabel 4.4 terlihat bahwa Aspek Merasakan Kegunaan
item pernyataan mengenai Mengakui kebutuhan Google Classroom
sebagai Pengingat akan tugas memperoleh respon persentase tertinggi
yaitu 58,1 % dengan kriteria Cukup. Disamping dosen juga dapat membuat
tugas yang harus dikerjakan para mahasiswa, bersamaan dengan tugas itu
pula terdapat batas waktu yang sudah di atur sedemikian rupa, membuat
mahasiswa tidak dapat mengumpulkan tugas jika melewati batas waktu
yang ditelah ditetapkan (Hakim, 2016). Seperti terlihat pada kutipan
berikut :
“Media Google Classroom adalah aplikasi ini cukup efisien
dalam menerima dan mengumpulkan tugas kepada dosen dan juga
62
ada waktu pengingat kapan batas waktu pengumpulan tugas”
(HQ, Wawancara pada tanggal 05 November 2022).
Selain itu, menurut (Handayani, 2021) dalam menggunakan
Google Classroom para dosen sering mencantumkan fitur due date yang
berfungsi pengingat untuk mahasiswa akan tenggang waktu tugas yang
diberikan oleh dosen, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan sikap
disiplin mahasiswa dalam mengumpulkan tugas. Pada indiktor kelima
tentang merasakan kegunaan Google Classroom terhadap mengamati
Google Classroom dalam memantau kinerja belajar dapat dilihat pada
tabel 4.4. pada tabel 4.4 terlihat bahwa sebagian besar responden (46,2%).
Pada tahap ini dosen memberikan topik perkuliahan akan disampaikan
secara virtual sehingga mahasiswapun dapat berpartisipasi dalam
mendiskusikan topik yang diberikan dosen (Sukmawati, 2020). Sembari
mahasiswa melakukan diskusi, Heryati (2022) menyatakan bahwa dosen
dapat mengawasi progres setiap mahasiswa, setelah diberikan penilaian,
dosen dapat memberikan revisi dari hasil jawaban mahasiswa agar
mahasiswa dapat memperbaiki tugas tersebut Heryati (2022).
Setelah diberikannya penilaian oleh dosen saatnya mahasiswa
mengevaluasi kualitas belajar dengan Google Classroom. Pada indikator
ini terlihat pada tabel 4.4 responden yang menjawab sebanyak (45,2%) dan
dikategorikan kedalam cukup. Menurut Wulandari dkk, (2020) siswa
belajar untuk mengumpulkan informasi dengan strategi ilmiah, menangkap
peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar dan menghubungkannya
dengan apa yang dipelajari. Selain itu, menurut Aulia,dkk (2022) Persepsi
siswa dan juga guru merasa senang karena aplikasi Google Classroom ini
fleksibel dan mudah diakses dimanapun dan kapanpun sehingga dapat
meningkatkan aktifitas belajar melalui perencanaan, proses, hasil dan
evaluasi belajar siswa. Seperti terlihat pada kutipan wawancara berikut :
“Menurut saya hasil belajar saya selama menggunakan
Google Classroom sudah cukup baik, karena saat
63
menggunakan Google Classroom kadang sudah lebih baik
dalam mengerjakan tugas dan ada poin-poinnya jadi kita bisa
lebih tau bagaimana hasil yang kita dapatkan” (NN,
Wawancara pada tanggal 03 November 2022).
Pada indikator mengakui kebutuhan akan Google Classroom
dalam pembelajaran Distance Learning terlihat pada tabel 4.4. pada
tabel 4.4 mayoritas responden memberikan ulasan 57% bahwa dari
segi biaya, Google Classroom dapat meringankan biaya pencetakan
tugas yang akan dikumpulkan kepada dosen, jadi mahasiswa hanya
tinggal mengirimkan tugas dalam bentuk softfile. Hal serupa juga
sampaikan Fauziah dkk (2019) bahwa penggunaan dari aplikasi
Google Classroom ini, guru dapat lebih mudah untuk mengelola kelas,
lebih hemat waktu dan hemat biaya karena dapat mengurangi
penggunaan kertas. Seperti terlihat pada kutipan wawancara berikut :
“Manfaat yang didapat menurut saya yaitu lebih menghemat uang
karenakan dengan kita sudah menupload tugas di Google
Classroom dosen sudah tau dan melihat jawaban kita tanpa kita
harus datang kekamppus, karena sekarang lembar jawaban dapat
dikirim melalui softfile” (SP, Wawancara pada tanggal 30
Oktober 2022).
Kutipan tersebut sejalan dengan penyampaian Rozak & Albantani
(2018) bahwa dalam pembelajaran berbasis Google Classroom ratis
tanpa dipungut biaya dan memberikan kemudahan dalam proses beajar
mengajar bagi para dosen dan mahasiswa diluar jam perkuliahan resmi.
Pada inikator keempat dalam tabel 4.4 terkait membantu dan
mengevaluasi ide-ide baru mayoritas (50,5%) responden memberikan
ulasan bahwa mahasiswa juga dapat memberikan argumen saat
berdiskusi terkait penjabaran materi yang disampaikan oleh dosen
dengan sesama mahasiswa maupun kepada dosen pengampu secara
langsung, dosen mata perkuliahan dapat mengirim tugas secara Distance
kepada mahasiswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Fauzan dan Arifin
64
(2019) bahwa Google Classroom memberikan ruang kepada mahasiswa
untuk menyalurkan aspirasinya kepada dosen untuk aktif dalam forum
diskusi, sehingga mahasiswa tetap mendapat perhatian lebih dari dosen
dan hal itu menumbuhkan minat belajar bagi mahasiswa.
Berkitan dengan interaksi dalam pembelajran Hammi (2017)
mengungkapkan bahwa, disamping e-Learning kerap dianggap serupa
atau bahkan lebih efisien daripada pembelajaran langsung, interaksi
dilihat penting untuk keberhasilannya pembelajaran e-Learning. Seperti
terlihat pada kutipan berikut :
“Fitur-fitur yang ada pada aplikasi Google Classroom ini mudah
dipahami sehingga mahasiswa dan dosen mudah dalam interaksi”
(MB, Wawancara pada tanggal 31 Oktober 2022).
Responden menyebutkan alasan lain mengenai interaksi dalam
pembelajaran distance learning terlihat pada tabel 4.4 indikator kelima
terkait terjalinnya umpan balik antara dosen dan mahasiswa sebesar
(48,4%). Hal ini diperkuat dengan denga pernyataan Misnan (2021)
mengungkapkan bahwa peran dosen dalam memberikan feedback kepada
mahasiswa sangat lah penting agar pembelajaran berjalan secara dua arah
dan secara tidak langsung berpengaruh pada daya serap mahasiswa dan
perlunya kerjasama dengan wali murid agar meningkatnya taraf
keberhasilannya. Dengan demikian diharapkannya untuk para dosen
memberikan dorongan positif agar para mahasiswa merespon materi
maupun tugas yang diberikan dengan baik, namun jika dorongan tidak
berhasil, maka kecenderungan mahasiswa akan menunjukan perilaku
yang negatif seperti tidak mengerti akan materi ajar serta cenderung pasif
dalam belajar (Maulidin, 2021).
Pada indikator ketujuh terkait mengetahui tujuan subjek,
penilaian dan konten konsisten dengan bantuan Google Classroom dapat
terlihat pada tabel 4.4. pada tabel 4.4 sebesar (40,9%). Hal ini diperkuat
dengan pernyataan Alfina (2020) bahwa dalam kategori cukup. Google
Classroom dalam pembelajaran berkontribusi nyata membantu
65
mahasiswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan memahami subjek
perkuliahan secara mandiri dan sistematis. Menurut Veronica,dkk (2022)
adanya aplikasi Google Classroom dapat mempermudah proses
pembelajaran jarak jauh serta dapat digunakan kapan saja dan dimana
saja, sebab aplikasi ini terhubung dengan jarngan internet. Seperti terlihat
pada kutipan berikut :
“Menurut saya Googe Classroom sudah layak untuk digunakan
seterusnya, karena Pemberian tugas yang menggunakan aplikasi
Google Classroom ini seperti pembuatan video pun menambah
wawasan dan memotivasi saya untuk kreatif dalam mengerjakan
tugas walaupun harus dilakukan secara Distance Lerning” (SW,
Wawancara pada tanggal 31 Oktober 2022).
Berkaitan dengan kelayakannya aplikasi Google Classroom,
Ashoumi dan Shobirin (2019) berpendapat bahwa respon mahasiswa
terhadap penerapan aplikasi Google Classroom dikelas dinilai Sangat
Baik yang berarti media ini sangat menarik untuk digunakan oleh
mahasiswa. Diikuti oleh keenam item yang lain memperoleh kriteria
yang tergolong Cukup. Selain itu Zahra & Pujiastuti (2021) Juga
menambahkan, disamping fasilitas yang memadai, Google Classroom
juga memberikan dampak positif untuk penggunanya, dengan demikian
media ini sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran
distance learning pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Seperti terlihat
dalam kutipan jawaban wawancara mahasiswa berikut:
“Kelayakannya sudah cukup bagus, karena saat diera
pandemi saat ini Google Classroom itu sebagai salah satu aplikasi
penyelamat bagi mahasiswa untuk dapat tetap menjalankan proses
perkuliahan jadi cukup terbantu walaupun tidak bisa tatap muka
namun dengan adanya Google Classroom ini dapat membantu
untuk kita sebagai mahasiswa agar tetap bisa belajar” (NN,
Wawancara pada tanggal 03 November 2022).
66
3. Kepuasan mahasiswa
Berdasarkan tabel 4.5 pada indikator mengakui fleksibel dalam
berbicara melalui media Google Classroom sebanya (40,9%) responden
memberi ulasan jawaban merasa lebih fleksibel dalam berpartisipasi
didalam Google Classroom dan lebih paham lagi dengan teknologi.
Karena aplikasi Google Classroom ini fleksibel dan mudah diakses
dimanapun dan kapanpun sehingga dapat meningkatkan hasil belajar
melalui perencanaan, proses, hasil dan evaluasi belajar (Aulia dkk, 2022).
Selain itu menurut Munasiah dkk (2021) argumen tersebut didukung
dengan data surveinya yang memperlihatkan hasil pendidik
mengungkapkan bahwa Googe Classroom terbukti fleksibel untuk
digunakan sebagai media pembelajaran distance learning. Pernyataan ini
juga didukung oleh kutipan wawancara dari responden berikut :
“Menurut saya proses pembelajaran Distance Learning dengan
media Google Classroom sudah berjalan dengan baik, karena
lebih mudah digunakan, untuk mengupload materi, dosen kadang
suka mengupload tugas diGoogle Classroom itu lebih simpel, dan
pada saat kita ingin mengupload jawaban jauh lebih mudah, nilai
pun juga langsung terlihat di Google Classroom (SP, Wawancara
pada tanggal 30 Oktober 2022).
Responden mengemukakan jawaban lain mengenai kinerja dosen
saat mengamati dan membantu mahasiswa dalam berpartisipasi saat
diskusi produktif dalam pembelajaran Distance Learning menggunakan
aplikasi Google Classrroom yang dapat diamati pada tabel 4.5. pada
tabel 4.5 terlihat responden (48,4%) berpendapat lain, bahwa Google
Classroom sulit untuk diadakannya diskusi, karena pada saat diskusi
mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi tidak seluruhnya aktif dan
dosen berkemungkinan tidak menyadari siapa mahasiswa yang telah
bergabung dalam Google Classroom atau yang belum. Hal ini didukung
dengan kutipan pernyataan responden saat wawancara berikut :
67
“Mahasiswa hanya bisa aktif dikolom komentar yang tersedia
difitur komentar, dan dosen hanya tau mahasiswa yang aktif
berdasarkan komentar yang diberikan, tanpa tau bahwa ada
mahasiswa yang tidak ikut berdiskusi” (SW, Wawancara pada
tanggal 31 Oktober 2022).
Asari dkk (2021) menyatakan pendapatnya bahwa sebenarnya
dosen leluasa dalam hal waktu ketika memaparkan materi perkuliahan
serta menginstruksikan kepada mahasiswa dalam pengerjaan tugas secara
mandiri maupun berkelompok. Oleh sebab itu Pentingnya bagi dosen
agar memberikan penyampaian yang jelas agar para mahasiswa dapat
memahami materi yang diajarkan selama pembelajaran distance learning
menggunakan media Google Classroom (Wulandari & Panduwinata,
2021).
Berkaitan dengan proses keterlibatan mahasiswa dalam
perkuliahan jarak jauh dengan menggunakan Google Classroom Febrilia
dkk (2020) mengemukakan bahwa disisi lain mahasiswa juga
menunjukan sikap, bertanggung jawab, mandiri, motivasis dan tingkat
kepercayaan yang tinggi walaupun masih ditemukannya beberapa
mahasiswa yang relatif pasif selama proses perkuliahan daring
berlangsung karena belum siapnya perencanaan perkuliahan darn dan
penerapan secara tiba-tiba menyebabkan mental mahasiswa sendiri juga
belum siap untuk menerima materi perkuliahan.
Responden memberikan alasan lain mengenai fleksibelitas dalam
berinterksi dengan sesama teman mahasiswa yang dapat dilihat pada
tabel 4.5. Sebesar 39,8% responden mengatakan bahwa kesulitan yang
dirasakan ketika tidak mengerti dengan materi namun tidak berani untuk
bertanya kepada dosen dan mencoba bertanya kepada teman namun
seringkali tidak ditanggapi dan masih kurang paham saat dijelaskan oleh
teman sesama mahasiswa. Seperti yang disampaikan oleh responden pada
kutipan wawancara berikut :
68
“Menurut saya kesulitannya dengan pembelajaran Distance
Learning adalah ketika saya tidak mengerti dengan materi dn
untuk bertanya kepada teman kadang direspon kadang tidak, dan
kalau bertanya kepada dosennya agak kurang percaya diri karena
tidak mengerti dengan materi, dan seketika perasaan sedih itu
muncul karena saya tidak punya teman untuk belajar bersama”
(SW, Wawancara pada tanggal 31 Oktober 2022).
Selain itu, Nurdin dkk (2022) mengemukakan bahwa sebagian
besar mahasiswa mengeluh akan pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan Google Classroom karena dosen lebih banyak
memberikan penugasan secara mandiri, sehingga kurangnya interaksi
sesama mahasiswa dalam bertukar pikiran saat mengerjakan tugas.
Kemudian dibandingkan penjelasan materi pembelajaran terkait tugas,
namun ada juga sebagian mahasiswa yang beranggapan bahwa belajar
mandiri dengan sitem distance learning dapat melatih daya ingin tahu
mahasiswa menjadi kuat.
Berkaitan dari segi pengetahuan Muris (2021) mengungkapkan
masing-masing mahasiswa dapat mengakses internet dalam memahami
materi sebagai bentuk memanfaatkan teknologi untuk memperoleh
informasi dalam belajar.
Responden mengemukakan jawaban lain mengenai sudut
pandang mahasiswa dalam pembelajaran Distance Learning
menggunakan aplikasi Google Classrroom yang dapat diamati pada tabel
4.5. pada tabel 4.5 terlihat responden (47,3%) bahwa aplikasi Googe
Classroom sudah layak untuk digunakan seterusnya, karena dapat
menambah wawasan dan memotivasi untuk kreatif dalam mengerjakan
tugas walaupun harus dilakukan secara Distance Lerning. Menurut
Rosdiana dkk (2020) menyatakan bahwa dengan adanya Google
Classroom sebagai media untuk penunjang pendidikan terkait belajar
mengajar, disamping praktis dan hemat waktu, Google Classroom dapat
membantu para dosen dan mahasiswa menciptakan ruang belajar online
69
yang menyenangkan. Selain itu, Karim dkk (2021) menambahkan bahwa
dilihat dari aspek usability pedagogis berkaitan dengan tipe bahan ajar
yang menjelaskan penggunaan Google Classroom sebagai penunjang
belajar dan sesuai untuk diterapkan oleh mahasiswa untuk mendapatkan
hasil belajar yang memuaskan. Seperti yang disampaikan oleh responden
pada kutipan wawancara berikut :
“Untuk kelayakan Google Classroom sendiri sudah benar-benar
baik, maksudnya kalu hendak mengerjakan tugas, mau ada kelas
online bisa langsung join, dan kalau mau absen bisa langsung
tulis dikolom komentar, serta kalau mau mengirimkan tugas bisa
langsung klik send assignment” (LA, Wawancara pada tanggal 30
Oktober 2022).
Responden mengemukakan jawaban lain mengenai mengamati
antusias dosen dalam mengajar dan menjelaskan dalam pembelajaran
Distance Learning menggunakan aplikasi Google Classrroom yang dapat
diamati pada tabel 4.5. Pada tabel 4.5 terlihat responden (38,7%) kurang
maksimal, karena ada dosen yang mengumpulkan tugas via Google
Classroom dan dosen tersebut tidak memeriksa dan tidak tahu bagaimana
penilaiannya dikelas seperti apa. Disamping itu, menurut Simanjuntak
dkk (2021) berpedapat bahwa penerapan media yang masih kurang
berjalan dengan baik dikarenakan penyajian media yang monoton
sehingga mahasiswa terkesan bosan dengan pelajaran yang membuat rasa
malas muncul dan berdampak mahasiswa menjadi aktif dan tidak bisa
memahami materi dengan baik. Pernyataan ini juga sejalan dengan
pendapat Kartika & Marnoko (2022) bahwa semasa pandemi covid-19,
perkuliahan yang dilaksanakan secara jarak jauh diterapkan dosen dan
mahasiswa dengan bantuan media pembelajaran aplikasi Google
Classroom, hal ini mendapati sebagian mahasiswa masih ada pasif, malas
untuk berpartisipasi, kurangnya minat dlam pembelajaran sehingga
proses pembelajaran berujung tidak efektif. Seperti yang disampaikan
oleh responden pada kutipan wawancara berikut :
70
“Menurut saya media Google Classroom ini belum maksimal
dalam pengawasan belajar, karena dosen tidak akan tau siapa saja
yang sedang online selama menggunakan Google Classroom”
(HQ, Wawancara pada tanggal 05 November 2022).
Berkaitan dengan proses pembelajaran secara distance learning
dengan media Google Classroom, Putri & Zafri (2021) mengemukakan
bahwa salah satu alasan proses pembelajaran dengan media Google
Classroom ini mendapat respon negatif dari mahasiswa adalah, aku
Google Classrroom mahasiswa yang sesekali eror karena sinyal yang
internet yang lemah dan banyaknya pengguna lain yang juga ikut Login
kedalam Google Classroom sehingga terlambatnya notifikasi tugas atau
materi yang masuk ke handphone mahasiswa yang membuat mahasiswa
juga terlambat untuk mengirim feedback kepada dosen. Seperti yang
disampaikan oleh responden pada kutipan wawancara berikut :
“Kalau menurut saya notif pemberitahuan Google Classroom itu
selalu telat kalau di handphone saya, tau-tau pemberitahuan
tugasnya sudah dipenghujung batas akhir pengumpulan. Biasanya
notifikasi itu muncul tengah malam 1 hari sebelum deadline.
Mungkin karena pengaruh sinyal di handphone saya juga.
Pokoknya masalah kekurangan Google Classroom untuk saya
pribadi ya itu tadi, notifnya selalu terlambat” (SW, Wawancara
pada tanggal 30 Oktober 2022)
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai dosen
matakuliah yang ramah, mudah didekati dan mudah untuk dihubungi
yang dapat diamati pada Tabel 4.5. pada Tabel 4.5 terlihat bahwa
jawaban responden sebesar(40,9%) beranggapan bahwa kesulitannya
yang dihadapi saat pembelajaran Distance Learning adalah ketika tidak
mengerti dengan materi dan untuk bertanya kepada teman kadang
direspon kadang tidak, dan untuk bertanya kepada dosen merasa kurang
percaya diri karena tidak mengerti dengan materi. Menurut
Septantiningtyas (2018) mengungkapkan bahwa diharapkan agar
71
pembawaan dosen terhadap materi yang disampaikan dapat bervariasi,
gaya belajar yang menarik agar mahasiswa tidak mudah jenuh dan bosan
saat mengikuti pembelajaran. Selain itu menurut Susilo & Sofiarini
(2022) bahwa seiring dengan kesepakatan pada awal kontrak
perkualiahan antara dosen dan mahasiswa, berkenaan dengan situasi saat
ini sedang dilaanda covid-19, hal yang berkaitan dengan pembelajaran
sudah diperhitungkan dan sudah dijelaskan bahwa dalam pembelajaran
distance learning berbasis Google Classroom ini tidak akan berjalan
sukses tanpa kesadaran dan dukungan kedua pihak baik dosen dan
mahasiswa. Seperti yang disampaikan oleh responden pada kutipan
wawancara berikut :
“Perasaan saya ketika pihak kampus memutuskan untuk
menerapkan Distance Learning sangat tidak bahagia. Apalagi
saya sendiri mahasiswa pendidikan kimia, dan mahasiswa
pendidikan kimia akan sering praktikum. Mungkin tetap bisa
praktikum dirumah, namun alat dan bahannya hanya yang bisa
digunakan dirumah” (MS, Wawancara pada tanggal 29 Oktober
2022).
Berkaitan dengan keberhasilan dari pembelajaran distance
learning, Assidiqia & Sumarni (2020) keberhasilan suatu pembelajaran
daring ditentukan oleh interaksi antara pendidik dan peserta didik,
dimana sarana penunjang interaksi tersebut tersedia di banyak platform
digital media pembelajaran agar tercapainya suatu tujuan interaksi
pembelajarn, salah satunya adalah platform Google Classroom. Pada
penelitian Nafsi & Trisnawati (2022) hasil surveinya memperlihatkan
bahwa platform Google Classroom terbukti efektif karena aplikasi
Google Classroom memiliki tampian yang mudah dipahami mahasiswa,
dan tentunya sangat membantu mahasiswa dalam pembelajaran daring.
Seperti yang disampaikan oleh responden pada kutipan wawancara
berikut :
72
“Google Classroom sangat berjalan dengan baik karena Google
Classroom sangat membantu diskusi dan komunikasi antara
dosen dengan mahasiswa, Google Classroom juga membantu
dalam menshare materi dan mengumpulkan tugas” (MT,
Wawancara pada tanggal 03 November 2022).
4. Keterampilan metakognitif
Responden mengemukakan jawaban lain mengenai Memahami
terlebih dahulu materi pelajaran yang akan didiskusikan dalam
pembelajaran Distance Learning menggunakan aplikasi Google
Classrroom yang dapat diamati pada tabel 4.6. Pada tabel 4.6 terlihat
responden (40,9%) memberikan ulasan bahwa aplikasi Google
Classroom dinilai terstruktur dan dapat diakses oleh seluruh mahasiswa,
bisa menjadi mereview ulang materi dan bisa menjadi referensi belajar.
Hal tersebut didukung oleh pernyataan Wahyuningsih (2021)
mengemukakan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan
yang sama dalam menafsirkan materi yang diunggah pada aplikasi
Google Classroom, sementara format materi yang diberikan dalam
bentuk e-book power point dan kemudian mahasiswa diminta untuk dapat
mengambil inti sari dari materi setelah itu baru dapat rangkuman dari
materi tersebut. Selain itu Gunawan & Hidasari (2021) memaparkan
bahwa agar mahasiswa dapat mengerti dengan materi selama
pembelajaran distance learning, diperluannya penjelasan mendalam
terkait respon kepuasan mahasiswa selama pembelajaran distance
learning menggunakan Google Classroom. Menurut Farhan dkk (2021)
menyatakan bahwa bagi sebagian orang yang belum mengenal ataupun
memanfaatkan aplikasi Google Clasroom ini, seringnya mengalami
kesulitan karena harus menyesuaikan diri dan mempelajari dengan baik
bagaimana cara mengoperasikan aplikasi Google Classroom ini untuk
penunjang pembelajaran. Penerapan e-Learning yang dimanfaatkan tidak
hanya sebagai bentuk upaya untuk mendapatkan informasi terkait
pembelajaran selama pandemi covid-19, namun juga sebagai cara untuk
73
melatih kemampuan kompetensi mahasiswa melalui materi yang
diberikan dosen serta bagaimana cara mempresentasikannya dalam
bentuk keaktifan belajar (Anggraini dkk, 2020). Seperti yang
disampaikan oleh responden pada kutipan wawancara berikut :
“Selama pembelajaran beberapa waktu ini sudah baik berbeda
halnya sewaktu awal-awal dimulainya penggunaan Google
Classroom agak susah karena ada beberapa anak yang kesulitan
menggunakan Google Classroom, tapi sekarang sudah berjalan
makin dengan baik karena sudah paham dengan Google
Classroom” (LA, Wawancara pada tanggal 30 Oktober 2022).
“Sejauh ini sudah baik, namun mungkin sewaktu diawal
pembelajaran Distance Learning kami harus membiasakan
menggunakan Google Classroom agar memudahkan kami dalam
belajar” (SW, Wawancara pada tanggal 31 Oktober 2022).
Berdasarkan tabel 4.6 terlihat bahwa Aspek kemampuan
metakognitif item pernyataan mengenai menetapkan waktu untuk
membantu mengatur waktu belajar mendapat respon (43%). Responden
menyatakan bahwa Google Classsroom dapat fleksibel mengatur waktu,
seperti kapan mengerjakan tugas kampus, membantu orang tua, istirahat,
dan mengerjakan aktifitas lainnya. Jika pada pembelajaran konvensional
peraturan waktu pembelajaran tepat waktu, lain halnya dengan
pembelelajaran distance learning. Menurut Cahyani dkk (2021)
Pembelajaran distance learning dengan media Google Classroom dapat
dilakukan kapanpun dan dimanapun, sehingga waktu pelaksanaannya
lebih fleksibel karena tidak terikat dengan waktu yang ditetapkan.
Disamping itu Munasiah (2021) mengungkapkan bahwa meskipun
mahasiswa terkendala sinyal internet pada saat berlangsungnya proses
pembelajaran, Namun mahasiswa tetap dapat mengakses materi
pembelajaran dilain waktu. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Nuriyati
(2021) bahwa dengan adanya aplikasi Google Classroom ini mahasiswa
dan dosen dapat berinteraksi dengan interactive tanpa adanya hambatan
74
waktu serta dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan
dengan membantu mahasiswa memecahkan persoalan yang tidak
dimengerti selama pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan belajar
yang lebih baik. Seperti yang disampaikan oleh responden pada kutipan
wawancara berikut :
“Mempermudah pembelajaran dan juga menghemat waktu serta
dapat digunakan kapan saja dan dimana saja, jadi lebih
menguntungkan dan banyak manfatnya” (NN, Wawancara pada
tanggal 03 November 2022).
“Google Classroom cukup layak dalam penunjang pembelajaran
Distance Learning, dan tidak mengharuskan kita untuk kekampus
dalam serah terima tugas dan materi, dari rumah sudah bisa
mengakses tugas dan materi yang diberikan dosen, jadi kelayakan
Google Classroom saya katakan 90% layak dalam penunjang
proses pembelajaran Distance Learning” (AA, Wawancara pada
tanggal 30 Oktober 2022).
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai strategi dalam
menggunakan dan belajar dengan Google Classroom yang dapat diamati
pada Tabel 4.6. pada Tabel 4.6 terlihat bahwa jawaban responden sebesar
(50,5%) beranggapan bahwa strategi dalam menggunakan Google
Classroom selalu mengulas kembali tugas-tugas yang diberikan dosen
sembari mempelajari fitur-fitur pembelajaran yang ada pada Google
Classroom. Pada dasarnya, suatu pembelajaran sebelum memulai proses
belajar mengajar diperlukannya suatu perancangan pembelajaran.
Menurut Wulan (2022) menambahkan bahwa rencana pembelajaran
tersebut harus memiliki kapasitas untuk dapat memahami penggunaan
aplikasi Google Classroom tujuannya untuk belajar tercapai maksimal.
Selain itu, menurut Juita (2022) mengungkapkan bahwa pada aplikasi
Google Classroom ini, dilengkapi fitur-fitur yang memudahkan dosen
dan mahasiswa dapat mengirim dan menerima tugas berkaitan dengan
pembelajaran berupa dokumen, gambar, dan vidio pembelajaran dan juga
75
dapat melakukan diskusi agar interaksi tetap lancar. Selain itu, Muharam
dkk (2022) menamahkan bahwa strategi dalam penggunaan Google
Classroom mengharuskan para mahasiswa agar bekerja sama dan
berkewajiban dalam menyuarakan pendapatnya dan mempresentasikan
hasil dari diskusi kelompokagar meningkatkannya semangat dalam
belajar. Disamping itu Ratnawati & Utama (2021) menyatakan bahwa
meskipun pembelajaran hanya dapat dilakukan secara daring, namun
pembelajaran tetap harus berjalan dan mahasiswa masih dapat mengkuti
pembelajaran dengan berbagai macam platform pendidikan yang ada
yang dapat membantu menunjang pembelajaran secara distance learning.
Seperti yang disampaikan oleh responden pada kutipan wawancara
berikut :
“Bisa mendapatkan materi yang di share oleh dosen dan teman-
teman dan tentunya menambah wawasan dan pengetahuan baru
melalui diskusi di Google Classroom” (AL, Wawancara pada
tanggal 31 Oktober 2022).
“Pastinya sangat membantu sekali karena, media apapun itu
sangat dibutuhkan, karena dengan cara apalagi kita dan dosen bisa
saling berinterksi dan berdiskusi pembelajaran, dan Google
Classroom ini juga mudah untuk dipahami, jadi sangat membantu
saya dalam belajar” (MB, Wawancara pada tanggal 31 Oktober
2022).
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai memahami
dan mengerjakan tugas semampunya dengan Google Classroom yang
dapat diamati pada Tabel 4.6. pada Tabel 4.6 terlihat bahwa jawaban
responden sebesar (47,3%) beranggapan bahwa karena memang tidak
semua mata kuliah mahasiswa dapat paham dengan menggunakan
Google Classroom, sewaktu-waktu mereka juga membutuhkan media
zoom, agar dosen dapat menjelaskan lebih detail terkait materi. Menurut
Permata (2021) menyebutkan bahwa disamping mahasiswa diberikan
76
penambahan tugas sebagai alternatif agar lebih memahami materi, media
Google Classroom juga dapat memfasilitasi dilakukannya ujian berupa
tes sebagai bentuk progres agar senantiasa tidak menggunakan media
cetak. Selain itu menurut Darmawan (2019) mengemukakan bahwa agar
suatu matei pembelajaran dapat mudah dipahami oleh mahasiswa, dosen
harus memaparkan konteks dari inti pembelajaran tersebut sehingga
materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh mahasiswa.
Menurut Andriani (2015) menambahkan bahwa hal tersebut
menjadi upaya yang membutuhkan usaha yang lebih giat lagi serta
kesungguhan dari mahasiswa, mengingat bertujuan untuk meningkatkan
mutu dalam pendidikan dengan segala hal baik dan buruk yang akan
datang. Menurut Syahrianti & Suhra (2021) didalam pengaturannya,
aplikasi Google Classroom memiliki layanan fitur pendidikan yang dapat
digunakan pengguna dalam pembelajaran, seperti bergabung pada grup
kelas online, simulasi ujian, tes, materi perkuliahan serta rekapitulasi
nilai oleh dosen, selain itu manfaat lain dari Google Classroom yaitu
fleksibel akan ruang dan waktu karena dapaat diakses dimana saja dan
kapan saja.
Berkaitan dengan peran dosen sebagai pendidik, Pratama dkk
(2019) mengemukakan bahwa pada hakikatnya peran dosen jangan
sampai terabaikan terlebih lagi jika mahasiswa menggunakan teknologi,
posisi dosen jangan sampai teralihkan oleh media ataupun perangkat lain
dan diharapkan agar perhatian mahasiswa tertuju kepada dosen saat
memaparkan materi sembari mereka menggunakan media sebagai
penunjang belajar.
5. Self efficacy
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai yakin dalam
memahami istilah atau kata-kata yang berhubungan dengan perangkat
keras Google Classroom yang dapat diamati pada Tabel 4.7. pada Tabel
4.7 terlihat bahwa jawaban responden sebesar (50,5%) beranggapan
bahwa selama pembelajaran Distance Learning menggunakan media
77
Google Classroom para mahasiswa mengakses melalui perangkat
smartphone dan juga laptop. Hal tersebut didukukung oleh pernyataann
Su’uga dkk (2022) menyebutkan bahwa Google Classroom adalah media
pembelajaran berbasis Online yang dapat diakses melalui perangkat keras
seperti smartphone dan personal computer (PC) yang dirhubungkan
dengan koneksi internet. Menurut Hapsari (2019) bahwa sebuah
pemberitahuan mengenai pemograman dari aplikasi Google bahwa telah
hadir inovasi ruang kelas berbasis situs web sebagai wadah untuk
mengelolah sarana kependidikan disekolah agar dapat diterapkan lebih
lanjut. Selain itu, Gunawan & Sunarman (2018) mengemukakan bahwa
sejak 12 Agustus 2014 layanan Google sudah diperkenalkan sebagai
bagian dari Google Apps for Education (GAFE) yaitu ruang
pembelajaran yang dikhususkan untuk membantu membuat penugasan
tanpa lagi menggunakan kertas sebagai media cetaknya. Seperti yang
disampaikan oleh responden pada kutipan wawancara berikut :
“Aplikasi Google Classroom lebih memudahkan untuk
mengumpulkan tugas tanpa perlu lagi menggunakan kertas dalam
bentuk fisik lebih efisien” (AL, Wawancara pada tanggal 31
Oktober 2022).
“Aplikasi Google Classroom sebuah perangkat media yang
memberikan manfaat yang didapat menurut saya yaitu lebih
menghemat uang soalnya kan dengan kita sudah menupload tugas
di Google Classroom dosen sudah tau dan melihat jawaban kita
tanpa kita harus datang kekamppus, karena sekarng lembar
jawaban dapat dikirim melalui softfile” (SP, Wawancara pada
tanggal 30 Oktober 2022).
Menurut Nurkhasanah (2022) Faktor pendukung agar
terlaksananya pembelajaran distance learning dengan menggunakan
media Google Classroom yaitu, sebagian mahasiswa mahasiswa sudah
memiliki fasilitas yang memadai seperti smartphone dan kuota internet
78
untuk mengakses aplikasi Google Classroom. Oleh karena itu, dengan
adanya Google Classroom pembelajaran distance learning akan menjadi
lebih interakif sehingga dosen dan mahasiswa dapat saling bertukar
pikiran serta menyerahkan tugas melalui bantuan perangkat smartphone
(Thahir, 2021).
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai yakin dalam
memahami istilah atau kata-kata yang berhubungan dengan perangkat
Lunak Google Classroom yang dapat diamati pada Tabel 4.7. Terlihat
bahwa jawaban responden sebesar (47,3%) beranggapan bahwa selama
pembelajaran Distance Learning menggunakan media Google Classroom
para mahasiswa dapat menggunakan bermacam fitur yang disediakan
Google Classroom dan tentunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan
dosen dalam menggunakan aplikasi ini.
Menurut Ghofur (2018) mengemukakan terdapat tampilan sistem
dengan berbagai macam fitur aplikasi Google Classroom yang dapat
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran distance learning agar elbih
efektif antara lain ; Reuse post atau fitur gunakan kembali postingan ialah
postingan yang awalnya di upload oleh dosen tapi masih bisa digunakan
bahkan masih dapat diedit dan di share ke grup kelas, Create question
atau fitur membuat pertanyaan ialah tempat mahasiswa ataupun dosen
untuk mengajukan pertanyaan selama dalam Google Classroom, Create
assignment atau fitur membuat tugas ialah fitur untuk menetapkan
pembuatan tugas kepada mahasiswa dan memudahkan dalam
mengunggah tugas yang diberikan dosen, Create announcement atau fitur
membuat pengumuman yang memudahkan dosen memberikan informasi
kepada mahasiswa tanpa harus bertemu secara langsung karena
mahasiswa akan langsung mendapat notifikasi pemberitahuan dari
Google Classroom bahwa ada pengumuman dari dosen terkait
pembelajaran. Selain itu menurut Lestari & Marhamah (2021) dalam
Google Classroom terdapat istilah lain dalam fitur due date atau fitur
yang mengatur waktu masa tenggang mahasiswa untuk mengunggah
79
jawaban ke Google Classroom, kemudian fitur create topic, ialah fitur
yang digunakan dosen untuk membuat topik diskusi pembelajaran yang
akan di bahas di Google Classroom sehingga membuat mahasiswa
berpartisipasi dalam grup diskusi. Seperti yang disampaikan oleh
responden pada kutipan wawancara berikut :
“Menurut saya fitur yang ada dalam aplikasi Google Classroom
ini sangat memudahan dalam belajar” (DN, Wawancara pada
tanggal 03 November 2022).
“Manfaat yang saya rasakan, Di fitur Google Classroom kan ada
pengingat tugas kapan waktu terakhir pengumpulan tugas. Saya
jadi selalu ingat akan tugas yang hampir saya terlewatkan” (MS,
Wawancara pada tanggal 29 Oktober 2022).
Selain itu, Pamungkas (2020) mengemukakan bahwa seiring
dengan berkembangnya teknologi pembelajaran dapat dilakukan secara
online dengan varian media yang mendukung pembelajaran dan salah
satu media tersebut adalah Google Classroom, aplikasi Google
Classroom dapat diakses oleh berbagai perangkat seperti smartphone
ataupun Laptop selama perangkat tersebeut terkoneksi internet.
Responden menyampaikan jawaban lain mengenai percaya diri
dalam menggambarkan fungsi-fungsi hardwere internet selama
menggunakan Google Classroom yang dapat diamati pada Tabel 4.7.
pada Tabel 4.7 terlihat bahwa jawaban responden sebesar (44,1%)
beranggapan bahwa Internet memiliki fungsi sebagai media untuk
mencari sumber-sumber pembelajaran bagi mahasiswa serta informasi
tambahan untuk bahan materi yang diberikan oleh dosen. Selain itu,
menurut Zulfitria dkk (2020) menyebutkan peran internet sendiri untuk
membangun komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa serta
meningkatkan mutu layanan baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Menurut Reza dkk (2021) bahwa dimasa pandemi covid-19 saat ini,
peran teknologi sangat membantu dalam sektor pendidikan, semakin
canggih dengan adanya internet untuk menunjang pembelajaran distance
80
learning bagi pendidik dan peserta didik. Menurut Isdhana (2011)
internet memiliki beberapa layanan dapat digunakan untuk pembelajaran
antara lain ; pertama, world wide web (www) adalah layanan internet
yang menyusun dokumen secara dinamis dari informasi yang didapat
berupa suara, gambar, animasi ataupun tulisan, kedua email (surat
elektronik) adalah layanan yang dapat mengirim ataupun menerima
pesan dengan jalur internet, sama halnya world wide web, email juga
dapat mengirim sinyal pesan berupa, text, gambar, suara bahkan animasi
kebeberapa orang sekaligus, ketiga FTP (File Transfer Protocol) adalah
layanan internet yang fungsinya sebagai mentransfer data (file) dalam
mesin komputer, dan selain itu juga dapat digunakan untuk proses
pengunduhan (download) dan pengunggahan (upload) antara mesin
komputer yang satu dan lainnya, keempat ada Newsgroup
(pemberitahuan Grup) adalah layanan internet yang memfasilitasi
diadakannya grup untuk diskusi. Menurut Aji dkk (2020) pemanfaatan
internet sebagai E-Learning meningkatkan kapasitas ruang lingkup
belajar menjadi luas, dengan menerapkannya pada media pembelajaran
menjadikan pemecahan masalah dalam hal kemajuan daya terampil dan
pengetahuan peserat didik. Menurut Marbun dan Sinaga (2021)
Pemberlakuan social distancing mengharuskan pembelajaran dilakukan
secara distance learning untuk mengurangi penularan virus Covid-19
yang mengalami kenaikan setiap harinya, maka diperlukannya teknologi
sebagai solusi untuk pembelajaran bagaimana proses belajar tetap
berjalan walaupun ditengah sutuasi pandemi. Pernyataan ini juga
didukung oleh kutipan wawancara dari responden berikut :
“Selama pembelajaran beberapa waktu ini sudah baik berbeda
halnya sewaktu awal-awal dimulainya penggunaan Google
Classroom agak susah karena ada beberapa anak yang kesulitan
menggunakan Google Classroom, tapi sekarang sudah berjalan
makin dengan baik karena sudah paham dengan Google
Classroom” (LA, Wawancara pada tanggal 30 Oktober 20220).
81
Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa Aspek Self Efficacy pada
item pernyataan mengenai kesulitan memotret masalah internet
memperoleh yaitu sebesar (49,5%). Sebagian responden mengatakan
bahwa kesulitan yang dihadapi masalah saat penggunaan internet untuk
menunjang aplikasi Google Classroom ini adalah, dimulai dari
pemahaman dari menggunakan aplikasi Google Classroom dan koneksi
yang internet yang sesekali tidak mendukung saat digunakan. Menurut
Bastaman & Fauzi (2021) adapun kendala yang sering ditemukan
mahasiswa yang tinggal didaerah terpencil saat pembelajaran distance
learning adalah sinyal internet yang sukar hilang terlebih lagi pada saat
hujan, sinyal interet otomatis tidak berjalan. Menurut Marunung dkk
(2021) adapun kendala lain yang dirasakan mahasiswa saat pembelajaran
distance learning dirumah adalah kurang fokus dalam memperhatikan
dosen karena banyak nya aktivitas dirumah yang terkadang membuat
mahasiswa berpaling pandangan dari kelas online, selain itu public
speaking yang kurang terlatih karena pembelajaran diskusi melalui
teknologi daring, sehingga kurangnya pemahaman materi perkuliahan.
Pernyataan ini juga didukung oleh kutipan wawancara dari responden
berikut :
“Kesulitan yang saya rasakan itu terkadang kurang paham apa
yang dimaksud dengan dosen saat pembelajaran Distance
Learning penjelasannya kurang bisa dipahami lebih dalam” (NN,
Wawancara pada tanggal 03 November 2022).
Menurut Putri & Zafri (2021) bahwa mayoritas persepsi
mahasiswa terhadap pembelajaran Online dengan media Google
Classroom ini adalah pada sat pengiriman tugas berupa document
sesekali kesulitan bahkan eror karena harus memiliki memori
smartphone yang memadai agar file dapat terbaca. Menurut Nurdin dkk
(2022) selain kesulitan sinyal internet, dosen mengalami kesulitan
mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa sehingga pada saat
dilakukannya tugas individu dosen kesulitan untuk mengawasi
82
mahasiswa dalam mengerjakan apakah mahasiswa sudah mengerti
dengan materi yang diujikan. Menurut Mariana dkk (2021) menyebutkan,
Namun tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan saat mendampingi
anaknya saat pembelajaran daring tersebut. Banyak orang tua yang tidak
menguasai cara penggunaan teknologi informasi yang digunakan sebagai
media dalam pembelajaran daring. Selain itu, kendala yang dihadapi para
orang tua adalah adanya pengeluaran kuota internet yang bertambah
karena pembelajaran daring ini memerlukan jaringan internet dan kuota.
Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa Aspek Self Efficay item
pernyataan mengenai Tugas tidak akan berjalan tanpa adanya internet
mendapat respon persentase tertinggi yaitu (52,7%) dengan kriteria
Cukup, mayoritas responden memberi pernyataan jawaban yaitu, karena
aplikasi ini berbasis web, Google Classroom harus terkoneksi internet
agar bisa digunakan, jika tidak ada internet maka aplikasi ini pun tidak
bisa digunakan. Menurut Hakim (2016) bahwa layanan internet dengan
media Google Classroom ini merupakan sistem E-Learning yang
didesain untuk pembelajaran agar dapat digunakan oleh pendidik dan
pesera didik. Selain itu menurut Atikah dkk (2021) menyatakan bahwa
dalam pemanfaatannya mengakses Google Classroom, internet sendiri
memudahkan mahasiswa dalam mengumpulkan referensi terkain materi
perkuliahan dari sumber-sumber informasi. Selain itu menurut Nurani
dkk (2020) selain manfaat internet sebagai sistem E-Learning, internet
juga digunakan untuk komunikasi via smartphone seperti sosial media,
browsing data, transaksi perdagangan online, dan lain-lain. Disamping
itu Setiyani (2010) mengemukakan bahwa dengan adanya internet,
mahasiswa tidak perlu lagi harus ke perpustakaan untuk mencari sumber
referensi materi tugasnya, melainkan mahasiswa dapat memanfaatkan
layanan seach engine yang diperlukan dalam waktu relatif singkat.
Dengan adanya internet, juga memicu kesalahan dalam atika
berkomunikasi seperti penyamaran identitas untuk suatu hal yang
dilarang, membagi atau mengunduh materi yang dilindungi hak cipta
83
(Watie, 2011). Pada saat mahasiswa mengumpulkan tugas, perlu
diketahui bahwa terhitung sejak februari 2020, media Google Classroom
telah menyediakan layanan plagiasi dan dapat dilakukan sebanyak tiga
kali pengecekan dalam satu kelas untuk pengguna G Suite for Education
kemudian memberikan pengecekan tanpa batas untuk pengguna G Suite
Enterprise for Education (Pratama, 2020, hal. 86). Berikut kutipan
pernyataan wawancara responden terkait penggunaan internet dalam
pengerjaan tugas :
“Faktor pendukungnya ya itu tadi, saat saya dirumah saya tidak
meraa kesulitan dalam mengakses materi dan mengupload tugas
yang diberikan dosen karena dirumah saya menggunakan wifi”
(SW, Wawancara 31 Oktober 2022).
Responden mengemukakan jawaban lain mengenai merasa yakin
dalam menggunakan internet dalam mengupulkan tugas selama
pembelajaran Distance Learning menggunakan aplikasi Google
Classrroom yang dapat diamati pada tabel 4.7. pada tabel 4.7 terlihat
responden (47,3%) bahwa internet memiliki peran penting untuk
keberlangsungan pembelajaran distance learning. Menurut Nasrullah
(2021) bahwa penerapan pembelajaran distance learning dimasa pandemi
Covid-19 menuntut instansi kampus agar dapat menautkan pembelajaran
dengan kegunaan internet serta merubah rancangan silabus, efisiensi
waktu agar dapat terlaksananya pembelajaran distance learning dengan
baik. Menurut Famukhit (2020) terjadinya komunikasi menggunakan
internet dapat mengirim video pembelajaran secara real time antara
mahasiswa dan dapat terhubung dilokasi yang berbeda-beda yang melalui
perangkat smartphone ataupun laptop. Seperti yang disampaikan oleh
responden pada kutipan wawancara berikut :
“Manfaatnya lebih fleksibel dan leluasa karena kalau
seusainya kelas bisa langsung mengerjakan tugas saat itu
juga, dan kalau ada kerja kelompok bisa langsung dari rumah
84
saja, seperti videocall, chating atau bahkan telepon” (LA,
Wawancara pada tanggal 30 Oktober 2022).
Menurut Hapsari & Pamungkas (2019) aplikasi Google
Classroom memanfaatkan layanan internet sebagai fungsi literasi
mahasiswa, salah satu fitur untuk meningkatkan literasi mahasiswa
adalah create assignment yang memberi kan tugas untuk mahasiswa
dengan mengirimkan tugas dalam bentuk tulisan dan mengupload nya
melalui Google Classroom. Menurut Febrilia dkk (2020) bahwa
menggunakan internet secara optimal dapat memperoleh wawasan dan
pembelajaran baru terkait aplikasi Google Classroom yang manfaatkan
selama pembelajaran distance learning, mendapat waktu yang leluasa
ketika mengerjakan tugas serta memudahkan ketika mengakses aplikasi
dan menyimpan materi perkuliahan. Seperti yang disampaikan oleh
responden pada kutipan wawancara berikut :
“Menurut saya sangat bermanfaat ya, kita bisa mengingat tugaa-
tugas dengan mudah, mengajarkan kita disiplin waktu, karena di
Google Classroom kita bisa tau kita terlambat atau tidak dalam
mengumpulkan tugas” (MB, Wawancara pada tanggal 31 Oktober
2022).
“Perasaan saya sewaktu dapat tau diadakannya Distance Learning
lumayan senang karena pembelajaran di rumah, saya dapat
fleksibel mengatur waktu, seperti kapan mengerjakan tugas
sekolah, membantu orang tua, istirahat, dan mengerjakan aktifitas
lainnya” (SW, Wawancara pada tanggal 31 Oktober 2022)
Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa Aspek Self Efficay item
pernyataan mengenai keterampilan tingkat lanjut dalam program internet
mendapat respon persentase yaitu (51,6%) dengan kriteria Cukup,
berhubung program internet yang digunakan mahasiswa adalah Google
Classroom, sebagian mahasiswa dirasa sudah mampu mengoperasikan
program tersebut untuk memudahkan mahasiswa dalam belajar. Menurut
Iftakhar (2016) penggunaan aplikasi Google Classroom mendapat respon
85
baik dari para mahasiswa, terbukti mereka ada kesungguhan dalam
belajar dan serius ketika mengisi ujian difitur yang telah disediakan,
sehingga para mahasiswa fokus dalam setiap topik materi yang diujikan.
Menurut Marbun dan Sinaga (2021) dalam pengaplikasian Google
Classroom, mahasiswa dapat mengakses dengan dua cara, melalui
website dengan cara menggunakan layanan browser seperti chrome dan
melalui aplikasi cara mengunduh aplikasi Google Classroom di Playstore
secara gratis dengan smartphone. Google Classroom menyediakan ruang
kepada dosen dan mahasiswa agar leluasa dalam bertukar pendapat
terkait pengetahuan yang dimiliki mahasiswa, dan menjadikannya
sebagai bahan kajian dalam diskusi serta tugas mandiri (Nirfiyanti &
Nurbaeti, 2019). Dengan adanya Google Classroom, mahasiswa menjadi
lebih berpikir kreatif tentang bagimana cara memecahkan suatu persoalan
dari setiap tes yang diujikan, dan menjadikan persoalan tersebut sebagai
pengetahuan baru untuk menghadapi soal berikutnya (Maharani, 2019).
Fauzan dan Arifin (2019) bahwa Secara konseptual, penggunaan Google
Classroom sudah efektif, hanya saja perlu adanya upgrade dari segi fitur
agar penerapannya lebih maksimal, untuk penggunaan Google
Classroom sendiri cukup menyenangkan dan para mahasiswa juga
antusias dalam pembelajaran dan praktis serta efisiensi waktu
penggunaannya dapat disesuaikan oleh pengguna dimanapun dan
kapanpun. Seperti yang disampaikan oleh responden pada kutipan
wawancara berikut :
“Penggunaan media Google Classroom bagi saya banyak
manfaatnya ya dengan mempermudah saat belajar, karena di
dalam aplikasi Google Classroom ini banyak fitur-fitur yang
dapat mempermudah pembelajaran dan juga menghemat waktu
serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja, jadi lebih
menguntungkan dan banyak manfatnya” (NN, Wawancara pada
tanggal 03 November 2022).
86
Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa Aspek Self Efficay item
pernyataan mengenai mengubah grup diskusi online ketika membutuhkan
bantuan mendapat respon persentase yaitu (58,1%) dengan kriteria
Cukup, para responden mengutarakan bahwa grup diskusi online yang
ada diforum Google Classroom merupakan grup formalitas yang terdapat
dosen didalamnya, dan mahasiswa perlu mengubah grup yang tanpa ada
dosen didalamnya, sehingga mahasiswa dapat leluasa berkomunikasi
antar sesama. Menurut Pratama (2019) menyebutkan bahwa kelebihan
diskusi online dalam pembelajaran agar mahasiswa yang tadinya pasif
dikelas, setelah dilaksanakannya diskusi online dapat memberikan
tanggapannya terkait pemaparan materi. Menurut Nabilla & Kartika
(2020) komunikasi mahasiswa dengan dosen dapat berlangsung dengan
diadakannya diskusi, baik secara umum ataupun pribadi, disebabkan
dapat dengan leluasa mengajukan pertanyaan kepada dosen maupun
mahasiswa lain didalam grup turut berpartisipasi menjawab pertanyaan
dan mendapatkan poin tambahan karena menjawab pertanyaan temannya.
Menurut Izzah (2020) menjelaskan, Namun grup diskusi yang hanya ada
sesama mahasiswa didalamnya akan memungkinkan aktivitas
pembelajaran tanpa hambatan, karena mahasiswa dapat berkomunikasi
interaktif dengan sesama mahasiswa dan menjadi termotivasi untuk
belajar. Menurut Sudarwati dkk (2017) mengatakan bahwa walaupun
ruang lingkup yang diskusi yang dibuat mahasiswa itu aktivitas grup
kecil, namu jika diforum itu seluruh mahasiswa dapat memberikan
gagasannya dalam berdiskusi, hal itu tidak akan dipermasalahkan selama
mahasiswa mampu untuk menyampaikan penjabaran topik dan bisa
saling belajar dari teman-temannya saat berdiskusi. Seperti yang
disampaikan oleh responden pada kutipan wawancara berikut :
“Jadinya saya bingung mau bertanya kepada dosen, agak malu
juga takut ditanya kenapa masih tidak paham, apa karena tidak
memperhatikan dosen saat menjelaskan” (MB, Wawancara pada
tanggal 31 Oktober 2022).
87
“Bisa mendapatkan materi yang di share oleh dosen dan teman-
teman dan tentunya menambah wawasan dan pengetahuan baru
melalui diskusi” (AL, Wawancara pada tanggal 31 Oktober
2022).
Berkaitan dengan komunikasi, Manurung dkk (2021)
mengemukakan bahwa diskusi harus terjadi komunikasi dua arah, apapun
jenis platform diskusi yang dimanfaatkan mahasiswa, komunikasi harus
tetap terjalin agar dapat diketahui aktivitas mahasiswa, ketekunan
mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, serta referensi apasaja yang
sering digunakan mahasiswa untuk membantu mereka dalam memahami
pelajaran, baik itu Google Classroom maupun platform media
pembelajaran lainnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan
bahwa analisa respon mahasiswa terhadap pemanfaatan aplikasi Google
Classroom sebagai media pembelajaran distance learning secara keseluruhan
memperoleh hasil sebesar 50,68% dan dapat dikategorikan cukup efektif. Pada
penilaian analisa mahasiswa terhadap aspek kemudahan dalam mengakses
sebesar 66% memperoleh kategori efektif yang artinya Google Classroom
dapat diakses dengan mudah diakses oleh mahasiswa dengan perangkat PC
ataupun Android dengan jangakauan sinyal yang cukup memadai dalam
menunjang pembelajaran distance learning, aspek merasakan kegunaan sebesar
49,47% memperoleh kategori efektif yang artinya Google Classroom dapat
berguna sebagai alternatif dalam perkuliahan yang semula tatap muka, kini
karena terhambat oleh Covid-19 harus dilakukan pembelarajaran distance
learning, aspek kepuasan mahasiswa sebesar 42,66% memperoleh kategori
cukup efektif yang artinya Google Classroom dapat memenuhi kebutuhan
belajar mahasiswa agar lebih produktif selama pembelajaran distance learning,
aspek kemampuan metakognitif sebesar 45,16% memperoleh kategori cukup
efektif yang artinya Google Classroom dalam pembelajaran distance learning
dapat meningkatkan kemampuan metakognitif mahasiswa dalam belajar, aspek
self efficacy sebesar 50,13% memperoleh kategori cukup efektif yang artinya
Google Classroom dapat menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa dalam
belajar selama pembelajaran distance learning. Hasil wawancara memberikan
respon positif terhadap pemanfaatan aplikasi Google Classroom dalam
pembelajaran distance learning.
88
89
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat peneliti berikan
antara lain :
1. Untuk dosen agar dapat menerapkan penggunaan Google Classroom
sebagai media penunjang perkuliahan baik secara daring maupun luring.
2. Untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengkaji lebih dalam terhadap
perkembangan teknologi dan komunikasi sehingga pengaplikasian Google
Classroom dapat digunakan tanpa batasan waktu dan tempat.
3. Untuk peneliti selanjutnya agar memperhatikan keunggulan dari
penggunaan fitur dan navigasi Google Classroom dalam pembelajaran agar
dapat berlangsung dengan efektif
4. Karena Google Classroom harus terhubung jaringan internet, diharapkan
pihak kampus memberikan kemudahan yang memadai untuk penerapan
Google Classroom sebagai sarana pembelajaran distance learning agar tetap
berjalan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Afandi, M., Chamalah, C., & Wardani, O. P. (2013). Model Dan Metode
Pembelajaran Di Sekolah (1 ed.). Semarang, Indonesia: UNISSULA
Press. Retrieved Oktober, 2013
Ahmad, R., Sari, E. D., & Yunita, L. (2018). Statistika & Pengukuran Pendidikan
Analisis Menggunakan SPSS, Iteman, dan Lisrel (1 ed.). (W. Hendra, Ed.)
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia: PT. Ilham Sejahtera Persada.
Retrieved April, 2018
Aji, C. P., Prastyo, T. D., & Rahayu, D. (2021, Agustus 29). Analisis Pemanfaatan
Google Classroom Pada Pembeajaran Daring Di SMKN Ngadirojo. 3.
Retrieved Agustus 29, 2021 from http://repository.stkippacitan.ac.id
Alfina, O. (2020, Januari-April). Penerapan LMS - Google Classroom Dalam
Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19. Majalah Ilmiah
METHODA, 10. doi:https://doi.org/10.46880/methoda.Vol10No1.pp38-46
Alijoyo, A., Wijaya, B., & Jacob, I. (2021, Agustus). Structured or Semi-
structured Interviews Wawancara Terstruktur atau Semi-terstruktur. 31
Teknik Penilaian Risiko Berbasis ISO 31010, 4. Retrieved Agustus, 2021
from https://lspmks.co.id/wp-content/uploads/2021/08/Structured-or-
Semi-structured-Interview-1.pdf
Andriani, T. (2015, Jan). Sistem Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan
Komunikasi. Sosial Budaya : Media Komunikasi Ilmu - Ilmu Sosial dan
Budaya, 12, 139. doi:http://dx.doi.org/10.24014/sb.v12i1.1930
Anggraini, V. A., Mauliska, N., & Sholehah, M. (2020, November). Pembelajaran
Daring Mahasiswa Tadris Matematika dengan Menerapkan E-Learning di
Tengah Pandemi Covid-19. Kuldjawa, 2, 62.
doi:http://dx.doi.org/10.31332/kd.v1i2.2158
Asari, D., Zakir, S., Sesmiarni, Z., & Melani, M. (2021, Juli 23). Hubungan
Pemanfaatan Google Classroom Terhadap Hasil Belajar Kimia di SMA
90
91
Negeri 1 MINAS. JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA, 2,
177. doi:https://doi.org/10.32670/ht.v2iSpesial%20Issues%201.1133
Ashoumi, H., & Shobirin, M. S. (2019). Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa
Dengan Media Pembelajaran Kelas Virtual Google Classroom. Prosiding
Seminar Nasional Teknologi dan Sains (SNasTekS). 1. Jombang: FAI
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang. Retrieved September 18,
2019 from https://journal.unusida.ac.id/index.php/snts/article/view/86
Assidiqia, M. H., & Sumarni, W. (2020). Pemanfaatan Platform Digital di Masa
Pandemi Covid-19. SEMINAR NASIONAL PASCASARJANA 2020. 3,
p. 301. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Retrieved Februari 16,
2020 from
https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/601
Atikah, R., Prihatin, R. T., hernay, H., & Misbah, J. (2021, Maret 1). Pemanfaatan
Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-
19. Jurnal PETIK, 7, 8. doi:https://doi.org/10.31980/jpetik.v7i1.988
Aulia, I. L., Mutmainah, J., & Setiabudi, D. I. (2022, Juni). Pemanfaatan Aplikasi
Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi Di
Sekolah Dasar. SOSHUMDIK, 1. Retrieved Juni, 2022 from
https://jurnal2.untagsmg.ac.id/index.php/soshumdik/article/download/75/7
7/221
Bastaman, W. W., & Fauzi, R. (2021, Desember 15). Pemanfaatan Media Internet
Pada Masa Pandemi Covid 19 Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Sejarah pada Matakuliah Sejarah Islam di
Indonesia. Jurnal Kala Manca, 9, 22. Retrieved Desember 15, 2021 from
https://jurnal.stkipsetiabudhi.ac.id/index.php/kalamanca/article/view/80
Bozkurt, A. (2019). From Distance Education to Open and Distance Learning: A
Holistic Evaluation. 252. doi:0.4018/978-1-5225-8431-5.ch016
92
Cahyadi, A. (2019). Pengembangan Media dan Sumber Belajar: Teori dan
Prosedur (1 ed.). (A. Averoez, Ed.) Serang Baru, Serang, Indonesia:
Laksita Indonesia. Retrieved Januari 1, 2019
Cahyani, O. D., Nurmawati, L. A., & Cahyasari, E. (2021). Evaluasi Pembelajaran
jarak Jauh Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Baru Pada Masa Pandemi
Covid-19 (Studi Kasus pada Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021
Program Studi Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Administrasi,
Universitas Brawijaya). Prosiding “Ces” (Conference Of Elementary
Studies) (p. 306). Surabaya: Universitas Brawijaya. Retrieved 2021 from
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Pro/article/view/7884
Darmadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung, Jawa Barat,
Indonesia: Alfabeta.
Darmawan, Y. (2019, Juli 3). Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam
Upya Meningkatkan Hasil Belajar Matematik Pada Siswa Kelas X SMA
Jurusan IPS. (Y. Darmawan, Ed.) Skripsi, 4. Retrieved Juli 3, 2019 from
http://eprints.ums.ac.id/76921/12/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf
Dewi, T. A., & Sadjiarto, A. (2021). Pelaksanaan Pembelajaran Daring Pada Masa
Pandemi Covid-19. Research & Learning in Elementary Education, 5.
doi:https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1094
Djamaluddin, A., & Wardana. (2019). Belajar Dan Pembelajaran 4 Pilar
Peningkatan Kompetensi Pedagogis (1 ed.). (A. Syaddad, Ed.) Parepare,
Sulawesi Selatan, Indonesia: CV Kaaffah Learning Center. Retrieved
November 1, 2019
Famukhit, M. L. (2020, Juni 30). Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran
Daring Online Pada Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI
Pacitan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12, 1688.
doi:https://doi.org/10.21137/jpp.2020.12.1.4
93
Farhan, A., Nurlela, & Iwan. (2021, Desember 24). Pengaruh Pembelajaran Jarak
Jauh Dengan Aplikasi Google Classroom Terhadap Efektivitas Belajar
Bagi Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Selama Pandemi
Covid-19 Di SMP Negeri 1 Palimanan. Waniambey: Journal of Islamic
Education, 2, 84. doi:https://doi.org/10.53837/waniambey.v2i2.183
Fathurrohman, M., & Sulistyorini. (2012). Belajar dan Pembelajaran
Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional (1 ed.).
Depok Sleman, Yogyakarta, Indonesia: Teras.
Fauzan, & Arifin, F. (2019, Oktober 29). The Effectiveness of Google Classroom
Media on the Students’ Learning Outcomes of Madrasah Ibtidaiyah
Teacher Education Department. JURNAL PENDIDIKAN GURU MI, 6,
283. doi:http://dx.doi.org/ 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.5149
Fauziah, U. N., Suryani, L., & Syahrizal, T. (2019). Penerapann Google
Classroom Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kepada Guru-Guru Bahsa
Inggris SMP Di Subang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
(Abdimas)IKIPSiliwangi,2,66. doi:http://dx.doi.org/10.22460/as.v2i2p183-
191.3281
Febrilia, B. R., Nissa, I. C., Pujilestari, & Setyawati, D. U. (2020, Desember).
Analisis Keterlibatan Dan Respon Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring
Menggunakan Google Classroom Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal
Pendidikan Matematika dan Matematika,6,181.
doi:https://dx.doi.org/10.24853/fbc.6.2.175-184
Ghofur, A. (2018, Desember 30). Using Google Classroom On Inquiry Based
Learning to Improve Student's Learning Participation. Jurnal Penelitian
Pendidikan, 10, 1507 - 1508. Retrieved Desember 30, 2018 from
https://ejournal.stkippacitan.ac.id/ojs3/index.php/jpp/article/view/192
Gunawan, E., Triansyah, A., & Hidasari, F. P. (2021). Kepuasan Siswa Terhadap
Penggunaan Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Penjas SMP
94
Negeri 18 Pontianak. Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 11, 2.
doi:http://dx.doi.org/10.26418/jppk.v11i1.51952
Gunawan, F. I., & Sunarman, S. G. (2018). Pengembangangan Kelas Virtual
Dengan Google Classroom Dalam Keterampilan Pemecahan Masalah
(Problem Solving) Topik Vektor Pada Siswa SMK Untuk Mendukung
Pembelajaran. In F. I. Gunawan, & S. G. Sunarman (Ed.), Prosiding
Seminar Nasional Etnomatnesia (p. 341). Yogyakarta: Universitas Sanata
Dharma. Retrieved 2018 from
https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/etnomatnesia/article/view/2334
Hakim, A. B. (2016). Efektifitas Penggunaan E-Learning Moodle, Google
Classroom Dan Edmodo. E-Learning, LMS, 2. Retrieved Januari, 2016
from https://adoc.pub/efektifitas-penggunaan-e-learning-moodle-google-
classroom-da.html
Hammi, Z. (2017). Implementasi Google Classroom Pada Kelas XI IPA MAN 2
Kudus. Skripsi, 25. Retrieved Agustus 23, 2017 from
http://lib.unnes.ac.id/31039/
Handayani, P. R. (2021). Analisis Penggunaan Google Classroom Dalam
Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19. Skripsi, 67.
Retrieved Maret, 2021 from
http://repository.umsu.ac.id/bitstream/123456789/16237/1/SKRIPSI%20P
RATIWI%20RESKY%20HANDAYANI.pdf
Hanifah, W., & KYS, P. (2020, Agustus). Efektivitas Komunikasi Google
Classroom Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Pada Mahasiswa Ilmu
Komunikasi Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2018. Jurnal Ilmu
Komunikasi, III, 24-35. doi:https://doi.org/10.35326/medialog.v3i2.639
Hapsari, M. J. (2019, Oktober 12). Penggunaan Aplikasi Google Classroom
Dalam Pelajaran Matematika Tipe Think Pair Share di SMKN 3
Banjarmasin. SENPIKA II (Seminar Nasional Pendidikan Matematika,
95
156. Retrieved Oktober 12, 2019 from
http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/8791
Hapsari, S. A., & Pamungkas, H. (2019, Desember 12). Pemanfaatan Google
Classroom Sebagai Media Pembelajaran Online Di Universitas Dian
Nuswantoro. 18, 232. doi:https://doi.org/10.32509/wacana.v18i2.924
Hardani, Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R.
A., . . . Auliya, N. H. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif.
(H. Abadi, Ed.) Yogyakart, Jawa Timur, Indonesia: CV. Pustaka Ilmu
Group. Retrieved Maret 1, 2020
Hardiyana, A. (2015, November 6). Implementasi Google Classroom Sebagai
Alternatif Dalam Meningkatkan Pembelajaran Mutu Disekolah. Karya
Tulis Ilmiah, 10. Retrieved November 6, 2015 from
https://adoc.pub/download/implementasi-google-classroom-sebagai-
alternatif-dalam-menin.html
Herliani, Boleng, D. T., & Maasawet, E. T. (2021). Teori Belajar Dan
Pembelajaran (1 ed.). (Andriyanto, Ed.) Pucangmiliran, Tulung, Klaten,
Jawa Tengah, Indonesia: Lakeisha. Retrieved November 1, 2021
Heryati, L. (2022). Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VIII.E Melalui
Penggunaan Media Google Classroom dalam Pembelajaran Jarak Jauh
IPA Materi Organ Ekskresi Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022.
Journal on Educatio, 4. Retrieved April 12, 2022 from
http://jonedu.org/index.php/joe
Hidayat, W., & Sudibyo, N. A. (2018, Agustus). Implementasi Pembelajaran
Interaktif Elektronika Dasar Menggunakan ADOBE FLASH CS6 Pada
Kelas Ilmu Semu Dengan Googe Classroom Berbasis Framework RAD.
Jurnal Sains dan Edukasi Sains, 1, 17.
doi:https://doi.org/10.24246/juses.v1i2p17-24
96
Iftakhar, S. (2016, Februari). Google Classroom: What Works And How ? Journal
of Education and Social Sciences, 3, 13. From https://www.jesoc.com/wp-
content/uploads/2016/03/KC3_35.pdf
Indonesia, UUD (2003). Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun
2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. From Undang – undang
Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan
Nasional: https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU20-2003Sisdiknas.pdf
Isdhana, F. D. (2011, Oktober 19). Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar
Mahasiswa Prodi PPkn FIS Unes. Skripsi, 11,12,13. Retrieved Juli 4, 2011
from http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/5821
Iskandar, A., Sudirman, A., Safitri, M., Sulaiman, O. K., Ramadhantii, R.,
Wahyuni, D. Simarmata, J. (2020). Tingkat Kebutuhan Guru Paud
Terhadap Penggunaan Google Classroom Selama Masa Pandemi (1 ed.).
(T. Limbong, Ed.) Medan, Sumatera Utara, Indonesia: Yayasan Kita
Menulis. Retrieved Februari 1, 2020
Isman, M. (2016). Pembelajaran Moda Dalam Jaringan (Moda Daring). The
Progressive and Fun Education Seminar, 586 - 588. From
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/7868/73.pdf?seq
uence=1
Izzah, N. (2020). Inovasi Pendidikan Berbasis Digital: Penggunaan Forum
Diskusi Online Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Di Indonesia. Prosiding
SNADES 2020 - Optimisme Desain Untuk Pembangunan Negeri (p. 40).
Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional. Retrieved 2020 from
http://repository.upnjatim.ac.id/1212/1/06%20PROSIDING%20SNADES
%202020%20%2837-42%29.pdf
Juita, R. (2022, April). Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi dengan
Aplikasi Google Classroom pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 3 Kerinci.
Jurnal Ilmiah Dikdaya, 12, 113.
doi:http://dx.doi.org/10.33087/dikdaya.v12i1.281
97
Karim, B., Kholis, N., Munoto, & Ismayati, E. (2021, Juli 19). Keefektifan
Penggunaan Google Classroom Dalam Menunjang Pembelajaran Jarak
Jauh (Studi Literatur). Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 11, 67. Retrieved
Juli 19, 2021 from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-
pendidikan-teknik-elektro/article/view/42060
Kartika, A. D., & Marnoko. (2022, Juli). Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh
Berbasis Google Classroom Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa
Pendidikan Akuntansi UMSU. Jurnal Somasi: Sosial Humaniora dan
Komunikasi, 3, 125. doi:https://doi.org/10.53695/js.v3i1.713
Kuntarto, E. (2017, Desember 1). Keefektifan Model Pembelejaran Daring Dalam
Perkuliahan Bahasa Indonesia Di Peruruan Tinggi. Journal Indonesian
Language Education and Literature, 102.
doi:http://dx.doi.org/10.24235/ileal.v3i1.1820
Lestari, S., & Marhamah. (2021, Desember 29). Pemanfaatan aplikasi Google
Classroom sebagai alternatif dalam pembelajaran online. Jurnal
Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 9, 150.
doi:https://doi.org/10.21831/jppfa.v9i2.37057
Lenaini, I. (2021, Juni). Tenik Pengambilan Sampel Purposive dan Snowball
Sampling. HISTORIS : Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan
Pendidikan Sejarah, 6, 34. doi:https://doi.org/10.31764/historis.v6i1.4075
Lindawati, Y. I., & Nurmaulida, N. (2021, Oktober). Efektivitas Penggunaan
Whatsapp Group Dan Google Classroom (J-PSH) Jurnal Pendidikan
Sosiologi Dan Humaniora, 12, 89. doi:10.26418/j-psh.v12i2.46934
Liubana, A., & Puspasari, D. (2021, Juni). Analisis Pengaruh Penggunaan E-
Learning dengan Google Classroom dan Disiplin Belajar terhadap
Motivasi Belajar Mahasiswa Brothers and Sisters House Kota Surabaya
pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian
Kepustakaan di Bidang Pendidikan Pengajaran dan Pembelajaran, 7,
417-427. doi:https://doi.org/10.33394/jk.v7i2.3599
98
Lubis, A. S. (2021, Desember 20). Penerapan Aplikasi Google Classroom,
Jamboard, Google Slide, Google Form, dan Quizizz dalam Pembelajaran
Kimia. Jurnal Impresi Indonesia (JII), 1, 1237-1251.
doi:https://doi.org/10.58344/jii.v1i12.739
Maharani, N. (2019, Dessember 26). Penggunaan Google Classroom Sebagai
Pengembangan Kelas Virtual dalam Keterampilan Pemecahan Masalah
Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19. PENDIPA Journal of Science
Education, 5, 28. doi:https://doi.org/10.33369/pendipa.5.1.23-29
Manurung, M., Kirana, W. D., & Sari, D. E. (2021). Pemanfaatan Teknologi
Media Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Pembelajaran
Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Digital Guna Mendukung
Implementasi Merdeka Belajar (p. 5). Medan: Universitas Negeri Medan.
Retrieved Oktober 14, 2021 from http://dilgilib.unimed.ac.id/43419
Marbun, J., & Sinaga, S. J. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom
dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Mahasiswa Berbasis Daring di
Masa Pandemik Covid-19. JURNAL BASICEDU: Research & Learning in
Elementary Education, 5, 3300.
doi:https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1326
Mariana, E., Wardany, K., & Novita. (2021, Mei 17). Pemanfaatan Internet
Sebagai Media Pembelajaran Daring Bagi Siswa SD di Tempuran
Trimurjo. Madaniya, 2, 170. doi:https://doi.org/10.53696/27214834.70
Marlina, M., Junedi, B., Nasrullah, A., & Mustika, H. (2021, Juni). Optimalisasi
Penggunaan Google Classroom Pada Pembelajaran Matematika Di Masa
Pandemi Covid-19. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5, 836-846.
doi:https://doi.org/10.31764/jmm.v5i3.4323
Maudiarti, S. (2018, April 1). Penerapan E-Learning Di Perguruan Tinggi. (S.
Maudiarti, Ed.) PERSPEKTIF Ilmu Pendidikan, 32, 55.
doi:https://doi.org/10.21009/PIP.321.7
99
Maulidin, A. (2021). Pengaruh Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom
Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Minu Bululawang. Skripsi.
Retrieved April 14, 2021 from http://etheses.uin-malang.ac.id/27125/
MENTERI PENDIDIKAN, K. R. (2020, Mei 18). Pedoman Penyelenggaraan
Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus
Disease (COVID-19). From KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN:
https://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/27bdb5850ac3939
Misnan, M. (2021). Analisis Pemanfaatan Google Classroom di Masa Pandemi
Covid-19. EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi,
1. doi:https://doi.org/10.51878/edutech.v1i2.408
Muharam, R. S., Wulandari, H., & Rahmat, D. (2022, Agustus 22). Strategi
Pembelajaran Dengan Media Berbasis Google Classroom Terhadap
Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Di SMP Tamansiswa
Cibadak. Jurnal Inovasi Penelitian, 3, 5769.
doi:https://doi.org/10.47492/jip.v3i6.1801
Mulatsih, B. (2020, Juni 21). Penerapan Aplikasi Google Classroom, Google
Form, Quizizz Dalam Pembelajaran Kimia Dimasa Pandemi 2019. Ideguru
: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 5, 19.
doi:https://doi.org/10.51169/ideguru.v5i1.129
Munasiah, Astuti, L. S., & Auliya, R. N. (2021, Desember). Efektivitas
Penggunaan Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Daring.
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika, 4, 38.
doi:http://dx.doi.org/10.30656/gauss.v4i2.3090
Munir. (2019). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Informasi dan Komunikasi (1
ed.). Bandung, Jawa Barat, Indonesia: Alfabeta.
100
Muris, A. A. (2021). Pemanfaatan Google Classroom Sebagai Media
Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Di Prodi Informatika
Universitas Baturaja.
Muslimah, A. (2018, September 7). A Survey On The Use Of Google Classroom
In English Language Educatio Department Of Islamic University Of
Indonesia. Skripsi, 54. Retrieved September 7, 2018 from
https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/10932/A%20SURVE
Y%20ON%20THE%20USE%20OF%20GOOGLE%20CLASSROOM%2
0IN%20ENGLISH%20LANGUAGE%20EDUCATION%20DEPARTME
NT%20OF%20ISLAMIC%20UNIVE.pdf?sequence=13&isAllowed=y
Mu’minah, I. H., & Gaffar, A. A. (2020, Oktober). Optimalisasi Penggunaan
Google Classroom Sebagai Alternatif Digitalisasi Dalam Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ). Jurnal Bio Educatio, 5.
doi:http://dx.doi.org/10.31949/be.v5i2.2610
Mookkiah, M., & Prabu, M. (n.d.). Self Efficacy Concep in Learning. Conference:
Universal Design For Learning Embedded with Assistive Technology for
Children with Special needs-UDLAT 2019. Department of Education,
Alagappa University.
Nabilla, R., & Kartika, T. (2020, Juli). Whatsapp Grup Sebagai Media
Komunikasi Kuliah Online. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4,
199. Retrieved Juli, 2020 from
http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/interaksi/article/view/4595
Nafsi, L. L., & Trisnawati, N. (2022). Efektivitas Penggunaan Google Classroom
sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Aplikasi Komputer Mahasiswa
Pendidikan Administrasi Perkantoran. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan,
4, 44. doi: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1722
Nasrullah, M. I. (2021, Desember 23). Penerapan Pembelajaran Daring Dengan
Media Google Classroom Dan Vidio Converence Untuk Meningkatkan
Kompetensi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Materi Pelajaran IPS Di SMP
Sunan Giri Merjosari Malang. Skripsi, 10. Retrieved Desember 23, 2021
from http://etheses.uin-malang.ac.id/32887/1/17130131.pdf
101
Nirfayanti, & Nurbaeti. (2019, Februari 17). Pengaruh Media Pembelajaran
Google Classroom Dalam Pembelajaran Analisis Real Terhadap Motivasi
Belajar Mahasiswa. PROXIMAL; JURNAL PENELITIAN MATEMATIKA
DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA, 2, 51. Retrieved Februari 17, 2019
from https://e-journal.my.id/proximal/article/view/211
Noor, Z. Z. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Petunjuk
Praktis Untuk Penyusunan Skripsi Tesis, dan Disertasi (1 ed.). (A. D.
Nabila, Ed.) Yogyakarta, Jawa Timur, Indonesia: Deepublish.
Nuraiha. (2020, Juli- Desember 1). Pelaksanaan metode pengajaran variatif Pada
pembelajaran Al Quran MAN 1 Tanjung Jabung Timur Kabupaten Tanjab
Timur. JURNAL LITERASIOLOGI, 4, 42.
doi:https://doi.org/10.47783/literasiologi.v4i1.132
Nurani, N. I., Uswatun, D. A., & Maula, L. H. (2020, Januari - Juni). Analisis
Proses Pembelajaran Matematika Berbasis Daring Menggunakan Aplikasi
Goole Classroom Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal PGSD, 6, 2.
Retrieved Januari - Juni, 2020 from https://e-
journal.umc.ac.id/index.php/JPS
Nurdin, G. M., Amaliah, N., & Nurhalisah, S. (2022, Maret 1). Analisis
Penggunaan Aplikasi Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran di
Masa Pandemi Covid-19. Edumaspul - Jurnal Pendidikan, 6, 215.
Retrieved Maret 1, 2022
Nuriyati, T. (2021, November 4). Penggunaan Aplikasi Google Classroom
Sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar.
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1, 118. Retrieved
November, 2021 from http://ejournal.kampusmelayu.ac.id/index.php/kaisa
Nurkhasanah, N. (2022, Mei 1). Pemnfaatan Aplikasi Google Classroom Dan
Whatsapp Group Kelas Untuk Meningkatkan Aktivitas Dalam
Pembelajaran IPA Di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020.
102
Dialektika Jurnal Pendidikan, 6, 84. Retrieved Mei 1, 2022 from
https://journal.peradaban.ac.id/index.php/dfkip/article/view/1188
Nuryadi, Astuti, T. D., Utami, E. S., & Budiantara, M. (2017). Dasar - Dasar
Statistik Penelitian (1 ed.). Yogyakarta, Jawa Timur, Indonesia: SIBUKU
MEDIA. Retrieved Januari, 2017
Pamungkas, A. A. (2020). Analisis Efektivitas Penerapan Aplikasi Google
Classroom Sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan , 1, 2.
Retrieved 2020 from https://repository.stkippacitan.ac.id/id/eprint/848/
Paramita, R. W., Rizal, N., & Sulistyan, R. B. (2021). METODE PENELITIAN
KUANTITATIF Buku Ajar Perkuliahan Metodologi Penelitian Bagi
Mahasiswa Akuntansi & Manajemen (3 ed.). (M. M. Mazwa, Ed.)
Lumajang, Jawa Timur, Indonesia: WIDYA GAMA PRESS.
Permata, K. K. (2021, Juli). Problematika Penggunaan Google Classroom Sebagai
Sarana Pembelajaran Di Era Covid-19 Pada Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Kota Bengkulu.
Skripsi, 5. Retrieved Juli, 2021 from
http://repository.iainbengkulu.ac.id/7599/
Pohan, A. E. (2020). Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Pendekatan Ilmiah
(1 ed.). Purwodadi, Jawa Tengah, Indonesia: Sarnu Untung. Retrieved Juni
1, 2020
Pratama, A. R. (2020). Panduan Kuliah Daring dengan Google Classroom untuk
Dosen (1 ed.). Yogyakarta, Jawa Timur, Indonesia: Universitas Islam
Indonesia. Retrieved Maret 15, 2020 from https://dpa.uii.ac.id/wp-
content/uploads/2020/06/Pratama-A.R.-2020-Panduan-Kuliah-Daring-
Google-Classroom-v1.1.pdf
Pratama, R. A. (2019, Juni 30). Kuliah Melalui Whatsapp (KULWAPP). (R. A.
Pratama, Ed.) Jurnal Pendidikan Matematika, 2, 22.
doi:https://doi.org/10.36277/defermat.v2i1.32
103
Pratama, Y., Boeriswati, E., & Murtado, F. (2019). Penggunaan Google
Classroom Sebagai Pembelajaran ESSAY Writing Di Universitas Darma
Persada. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Universitas Subang
(SENDINUSA). 1, p. 178. Subang: Universitas Darma Persada. Retrieved
November, 2019 from
http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/sendinusa/article/view/661/563
Pratidiana, D., & Rosdianwinata, E. (2021). Keefektifan Penggunaan E-Learning
Berbasis Google Classroom Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa. Jurnal
Penelitian Pembelajaran Matematika, 14, 39. From
https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPPM/article/download/9337/pdf_36
Priadana, S., & Sunarsi, D. (2021). METODE PENELITIAN KUANTITATIF (1
ed.). (Della, Ed.) Tangerang Selatan, Banten, Indonesia: Pascal Books.
Retrieved Desember, 2021
Putri, I. A., & Zafri. (2021, Desember 31). Persepsi Siswa Tentang Pemanfaatan
Google Classroom Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 2
Batusangkar. Kronologi: Jurnal Mahasiswa Ilmu Sejarah dan Pendidikan,
3, 473. doi:https://doi.org/10.24036/jk.v3i4.276
Qodir, A. (2017). Evaluasi Dan Penilaian Pembelajaran (1 ed.). (Ngalimun, Ed.)
Yogyakarta, Yogyakarta, Indoesia: KMedia. Retrieved Juni 1, 2017
Rahma, A. A., & Arista, H. (2021, Januari 26). Analisis Penerapan Google
Classroom Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Online Di Masa
Pandemi Covid-19. Jurnal Pedagogy, 8, 88-95.
doi:https://doi.org/10.51747/jp.v8i1.730
Ratnawati, E., & Utama, A. P. (2021, Juni). Kesulitan Mahasiswa Dalam
Pembelajaran Daring Pada Pandemi Covid-19. EDUEKSOS: Jurnal
Pendidikan Sosial dan Ekonomi, 10, 102.
doi:10.24235/edueksos.v10i1.8085
104
Reza, N. F., Nurlaili, A., & Suryana, S. (2021). Manfaat Media Internet Dlam
Pembelajaran PAI Pada Masa Pandemi Covid-19 Di sdn Linggarsari 1
Kecamatan Telagsari Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmiah Profesi
Pendidikan, 6, 205. doi:10.29303/jipp.v6i2.199
Riinawati. (2021). Pengantar Evaluasi Pendidikan (1 ed.). Banjarmasin,
Kalimantan Selatan, Indonesia: Thema Publishing. Retrieved April, 2021
Rosdiana, L. A., Sukawati, S., & Firmansyah, D. (2020, Februari). Meningkatkan
Kedisiplinan Melalui Google Classroom Dalam Mata Kuliah Bahasa
Indonesia. STKIP Siliwangi Journal, 9, 36.
doi:https://doi.org/10.22460/semantik.v9i1.p%25p
Rosidah. (2018, Juni 30). Menumbuhkan Motivasi Belajar Anak Sekolah Dasar
Melalui Strategi Pembelajaran Aktif Learning By Doing. 12, 10.
doi:https://doi.org/10.20414/qawwam.v12i1.748
Rozak, A., & Albantani, A. M. (2018, Juni). Desain Perkuliahan Bahasa Arab
Melalui Google Classroom. Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
dan Kebahasaaraban, 5, 100. doi:http://dx.doi.org/10.15408/a.v5i1.7481
Sabran, & Sabara, E. (2019). Keefektifan Google Classroom sebagai media
pembelajaran. (p. 122). Makassar: Universitas Negeri Makassar. Retrieved
2019 from https://ojs.unm.ac.id/semnaslemlit/article/view/8256
Sani, R. A., Weisdiyanti, N., Syafriyanti, A., Tarigan, D. E., Siregar, A. H.,
Zebua, I. W., & Nasution, M. M. (2022). Penggunaan Media dan Aplikai
Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi. (R. A. Sani, Penyunt.)
Bandung, Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Indonesia: CV. MEDIA
SAINS INDONESIA. Dipetik Mei 27, 2022, dari
https://www.researchgate.net/publication/360895145
Santi, M. (2021, Mei 1). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Melalui Aplikasi Google
Classroom Di Kelas VII.2 SMP Negeri 3 Lubuk Linggau. Jurnal Ilmiah
Pendidikan Matematika, 3, 43-53. Retrieved Mei 1, 2021 from
105
https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/lenterasriwijaya/article/view/12719/p
df
Sari, D. R., & Amrozi, F. (2020, Juni). Analisis Efektivitas Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ) di Politeknik Penerbangan Surabaya (Studi Kasus Saat Terjadi
Wabah Covid-19). Jurnal Penelitian Politeknik Penerbangan Surabaya, 5,
4. Retrieved Juni, 2020 from http://repo.poltekbangsby.ac.id/377/
Senjaya, E. A. (2021). PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK
MEMFASILITASI KETERAMPILAN MENULIS SISWA SEKOLAH
MENENGAH ATAS. Jurnal Education and development Institut
Pendidikan Tapanuli Selatan, 10, 190.
doi:https://doi.org/10.37081/ed.v10i1.3354
Septantiningtyas, N. (2018, Juli - Desember). Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh
Dengan Aplikasi Google Class Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa.
Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2, 132.
doi:https://doi.org/10.33650/edureligia.v2i2.714
Setiyani, R. (2010, Desember). Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar.
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DINAMIKA PENDIDIKAN, 5, 119-
120. doi:https://doi.org/10.15294/dp.v5i2.4921
Simanjuntak, D. N., Dinam, A. P., & Adisaputera, A. (2021). Pembelajaran Jarak
Jauh Berbasis Google Classroom Untuk Meningkatkan Minat Belajar
Siswa Kelas XI Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Prosiding Seminar
Nasional PBSI-IV Tahun 2021 (p. 1). Medan: IndonesiaUniversitas Negeri
Medan. Retrieved Oktober 11, 2021 from
http://digilib.unimed.ac.id/43375/1/Fulltext.pdf
Solihin, R., Muin, M. T., & Iqbal, M. (2021). Analisis Efektivitas Pembelajaran
Jarak Jauh Pada Mahasiswa PGMI STAI ASY-SYUKRIYYAH
Tangerang. Jurnal Asy- Syukriyyah, 22, 53.
doi:https://doi.org/10.36769/asy.v22i1.139
106
Solikah, S., & Nurhanurawati. (2021). Efektivitas Penggunaan Google Suite For
Education Selama Masa Pandemi Covid-19 di STKIP Al Islam Tunas
Bangsa. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 13.
doi:https://doi.org/10.30599/jti.v13i2.997
Su’uga, H. S., Ismayati, E., Agung, A. I., & Rijanto, T. (2020, September 1).
Media E-Learning Berbasis Google Classroom Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar SMK. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 9, 606. Retrieved
September 1, 2020 from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-
pendidikan-teknik-elektro/article/view/36253
Sudarwati, I., Khanafiyah, S., & Sugiyanto, S. (2017, Agustus 8). Pengembangan
Forum Diskusi Online Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri
Semarang. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 6, 40.
doi:https://doi.org/10.15294/upej.v6i2.16078
Sugiyono. (2013). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN R
&. D (19 ed.). Bandung, Jawa Barat, Indonesia: Alfabeta CV. Retrieved
Oktober, 2013
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung,
Jawa Barat, Indonesia: Alfabeta CV.
Suhada, I., Kurniati, T., Pramadi, A., & Listiawati, M. (2020). Pembelajaran
Daring Berbasis Google Classroom Mahasiswa Pendidikan Biologi Pada
Masa Wabah Covid-19. From
http://digilib.uinsgd.ac.id/30584/1/Artikel%20Fix%20%28p%20idad%20d
kk%29-dikonversi.pdf
Sukmawati. (2020). Implementasi Pemanfaatan Google Classroom Dalam Proses
Pembelajaran Online di Era Industri 4.0. Jurnal Kreatif Online, 8, 44.
From http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/JKTO/article/view/15680
107
Supardi. (2017). Statistik penelitian pendidikan : Perhitungan, penyajian,
penjelasan,penafsiran, dan penarikan kesimpulan (1 ed.). Depok, Jawa
Barat, Indonesia: Rajawali Press. Retrieved 2017
Susilo, A., & Sofiarini, A. (2022, Maret 1). Pemanfaatan Akun Google Classroom
Dalam Mengatasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jurnal Eduscience, 9, 4.
doi:https://doi.org/10.36987/jes.v9i1.2513
Syahrianti, H., & Suhra, S. (2021, Desember). Efektivitas Pembelajaran Google
Classroom Di Tinjau Dari Hasil Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan
Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Bone. Jurnal Al-Qayyimah, 4, 280.
doi:10.30863/aqym.v4i2.2042
Taluke, D., Lakat, R. S., & Sembel, A. (2019). Analisis Preferensi Masyarakat
Dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Pesisir Pantai Kecamatan
Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Perencanaan Wilayah dan
Kota, 6, 534. doi:https://doi.org/10.35793/sp.v6i2.25357
Thahir, R. (2021). Pengaruh Pembelajaran Daring Berbasis Google Classroom
terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi. Edukatif : Jurnal
Ilmu Pendidikan, 3, 1938. doi:https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i4.1123
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, (2020) Pemberitahuan Rektor No. B-
931/R/HM.01.5/03/2020 Kebijakan Bekerja Dari Rumah Dalam Rangka
Pencegahan Covid-19 https://feb.uinjkt.ac.id/surat-edaran-rektor-uin-
jakarta-31-maret-2020-kebijakan-bekerja-dari-rumah-dalam-rangka-
pencegahan-covid-19/
Veronica, V., Kuswari, Utami, A., & Sugiyanto, R. (2022, Juli 28). Hubungan
Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dengan Motivasi Belajar Siswa
Kelas V SDN 4 Palangka. SANGKALEMO: THE ELEMENTARY
SCHOOL TEACHER EDUCATION JOURNAL, 1, 67. From https://e-
journal.upr.ac.id/index.php/SANGKALEMO/article/view/5204/3619
108
Wahyuningsih, K. S. (2021, Maret). Problematika Pembelajaran Daring Di Masa
Pademi Covid-19 Di SMA Dharma Praja Denpasar. Pangkaja, 24, 113.
doi:https://doi.org/10.25078/pkj.v24i1.2185
Wardani, N. A. (2022). Pengaruh Pembelajaran Online Dengan Aplikasi Google
Classroom Terhadap Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran
Akutansi Dasar. (N. A. Wardani, Ed.) Skripsi, 22. From
https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/skripsi%20-
%20Nita%Audina%Wardani%2020160210301044.pdf?sequence=1&isAll
owed=y
Watie, E. D. (2011, Juli). Komunikasi dan Media Sosial. III, 69.
doi:http://dx.doi.org/10.26623/themessenger.v3i2.270
Wekke, I. S. (2019). METODE PENELITIAN SOSIAL (1 ed.). (Maryadi, Ed.)
Yogyakarta, Jawa Timur, Indonesia: Gawe Buku. Retrieved Oktober, 2019
Wulan, T. (2022, April 26). Implementasi Penggunaan Media Google Classroom
Pada Mata Pelajaran Bahasa Indoneia Berbasis Daring di Kelas II SDN
Paccinongang Unggulan Kabupaten Gowa. Skripsi, 33. Retrieved April 26,
2022 from https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/30180-Full_Text.pdf
Wulandari, R. N., & Panduwinata, L. F. (2021, April). Keefektifan Penggunaan
Google Classroom Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 Pada
Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas
Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajaran,
9, 5. doi: http://doi.org/10.25273/equilibrium.v9i1.8532
Wulandari, R., Widiatsih, A., & Muarif, S. (2020). Pemanfaatan Google
Classroom dalam Penilaian Autentik Studi Kasus SD Negeri Sidomulyo
05 Silo Kabupaten Jember. Journal of Science and Technology, 13, 192.
doi:https://doi.org/10.21107/rekayasa.v13i2.5904
Yuberti. (2014). Teori Pembelajaran dan Pengembangan Bahan Bahan Ajar
Dalam Pendidikan (1 ed.). (Yan’sdesain, Ed.) Bandar Lampung,
109
Lampung, Indonesia: Anugrah Utama Raharja (AURA). Retrieved
Agustus, 2014
Zahrah, N. A., & Pujiastuti, H. (2021, September). Efektivitas pembelajaran
daring menggunakan Google Classroom pada mata pelajaran matematika
di SMA. AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 12,
282. doi:https://doi.org/10.26877/aks.v12i2.8567
Zulfitria, Ansharullah, & Fadhillah, R. (2020). Penggunaan Teknologi dan
Internet sebagai Media Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ (p. 3). Tangerang
Selatan: Universitas Muhammadiyah Jakarta. Retrieved Oktober 7, 2020
from http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit
110
Lampiran 1 Surat Bimbingan Skripsi
111
112
Lampiran 2 Surat Izin Penelitian
113
114
Lampiran 3 Validasi Instrumen Oleh Validator Ahli
Lembar Validasi Instrumen Validator Ahli (1)
PERNYATAAN POSITIF
Beri tanda (√) pada setiap pertanyaan dibawah ini
STS : Sangat Tidak Setuju = 1 poin
TS : Tidak Setuju = 2 poin
N : Netral = 3 poin
S : Setuju = 4 poin
SS : Sangat Setuju = 5 poin
Kesesuaian Komentar
No Aspek,Indikator dan dan saran
Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan Ahli
STS TS N S SS Validator
1 Kemudahan Login ke Google Classroom Mahasiswa dapat melalukan login ke ˅ typo
dalam google classroom
mengakses
Mampu mengakses Materi Mahasiswa mampu mengakses Materi ˅
khusus khusus yang terdapat padagoogle
classroom
Mengirim dan menerima Mahasiswa dapat mengirim dan ˅
materi menerima materi dengan mudah
115
Mengetahui cara menavigasi Mahasiswa sudah mengetahui cara ˅
sistem Google Classroom menavigasi sistem Google Classroom
Mudah mengerti dengan Mahasiswa mudah mengerti dengan ˅
sistem Google sistem Google Classroom?
Classroom
2 Mengevaluasi kualitas Mahasiswa dapat melakukan evaluasi ˅
belajar dengan Google kualitas belajar dengan Google
Classroom Classroom
Mengakui kebutuhan akan Mahasiswa mengakui tingkat kebutuhan ˅
Google Classroom akan Google Classroom
Mengakui kebutuhan Mahasiswa menjadikan Google ˅
Google Classroom Classroom sebagi kebutuhan untuk
sebagaiPengingat akan pengingat tugas
tugas
Merasakan Membantu dalam Mahasiswa menjadikan ˅
Kegunaan mengevaluasi ide-ide baru Google Classroom
sebagai media yang dapat
membantu dalam mengevaluasi ide-ide
baru
Terjalin umpan balik antara Terjalin umpan balik antara dosen dan ˅
dosen dan Mahasiswa Mahasiswa ketika penggunaan media
Google Classroom saat proses brlajar-
mengajar
Mengamati Google Google Classroom dapat menjadi media ˅
Classroom dalam memantau yang mengamati tingkat knerja belajar
kinerja belajar mahasiswa
116
Mengetahui tujuan subjek, Mahasiswa mengetahui tujuan subjek, ˅
penilaian dan konten penilaian dan konten konsosten dengan
konsosten dengan bantuan bantuan Google Classroom
Google Classroom
3 Kepuasan Mengakui fleksibel dalam Mahasiswa mengakui fleksibel dalam ˅
Mahasiswa berbicara melalui media ini berbicara melalui media google
classroom
Mengamati dosen Mahasiswa mampu mengamati ketika ˅
membantu peserta terlibat dosen membantu peserta terlibat dan
dan berpatisipasi dalam berpatisipasi dalam diskusi produktif
diskusi produktif
Mengakui fleksibel dalam Mahasiswa mengakui bahwa ˅
berinteraksi dengan peserta penggunaan media google clasroom
lain fleksible dalam bernteraksi dengan
mahasiswa lain dalam proses
pembelajaran
Mahasiswa memiliki sudut pandang ˅
bahwa media goole classroom ini layak
untuk diakui sebagai media yang
Sudut pandang diakui
fleksible
Mengamati antusias dosen Mahasiswa mampu mengamati antusias ˅
dalam mengajar dan dosen dalam mengajar dan menjelaskan
menjelaskan melalui Google melalui Google Classroom
Classroom
117
Mengakui dosen matakuliah Mahasiswa mengakui dosen matakuliah ˅
ramah, mudah didekati dan ramah, mudah didekati dan mudah
mudah dihubungi dihubungi melalui aplikasi Google
Classrom
4 Keterampilan Memahami terlebih dahulu Mahasiswa sudah memahami terlebih ˅
Metakognitif materi pelajaran yang akan dahulu materi pelajaran yang akan
didiskusikan didiskusikan
Menetapkan tujuan untuk Google clasrrom memiliki tujuan untuk ˅
membantu mengatur waktu membantu mengatur waktu belajar
belajar
Menggunakan strategi Dosen sudah menggunakan strategi ˅
dalam menggukanan Google dalam menggukanan Google Classroom
Classroom
Mengetahui strategi apa Mahasiswa sudah mengetahui strategi ˅
yang digunakan Ketika apa yang digunakan ketika belajar
belajar dengan dengan menggunakan mefia Google
menggunakan Google Classroom
Classroom
Memahami dan Mahasiswa dapat memahami dan ˅
mengerjakan tugas mengerjakan tugas semampunya
semampunya melalui google classroom
Skala Self-Efficacy Internet
Kesesuaian Indikator dan Pernyataan
118
Komentar
Indikator Pernyataan dan saran
STS TS N S SS
Ahli
Validator
Merasa yakin memahami istilah atau kata- Mahasiswa sudah yakin memahami istilah ˅
kata yang berhubungan dengan perangkat atau kata-kata yang berhubungan dengan
keras internet perangkat keras internet
Merasa percaya diri memahami istilah Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
atau kata-kata yang berhubungan dengan memahami istilah atau kata-kata yang
perangkat lunak internet berhubungan dengan perangkat lunak
internet
Merasa percaya diri menggambarkan Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
fungsi-fungsi hardwere internet menggambarkan fungsi-fungsi hardwere
internet
Merasa percaya diri kesulitan memotret Mahasiswa sudah merasa percaya diri dalam ˅
masalah internet kesulitan melihat masalah di internet
Merasa percaya diri menjelaskan Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
mengapa tugas tidak akan berjalan di menjelaskan mengapa tugas tidak akan
internet selesai tanpa menggunakan internet
Merasa yakin menggunakan internet Mahasiswa sudah merasa yakin ˅
untuk mengumpulkan data menggunakan internet untuk mengumpulkan
data
Merasa percaya diri mempelajari Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
keterampilan tingkat lanjut dalam mempelajari keterampilan tingkat lanjut
program internet tertentu dalam program internet tertentu
Merasa yakin untuk mengubah grup Mahasiswa sudah merasa yakin untuk ˅
diskusi online ketika membutuhkan mengubah grup diskusi online ketika
bantuan membutuhkan bantuan
119
Kritik dan Saran :
Intrumen Layak untuk digunakan
Jakarta, 9 Agustus 2022
Validator Ahli
Rizqy Nur Sholihat
NIP. 19911103062019032017
120
Lembar Validasi Instrumen Validator Ahli (2)
PERNYATAAN POSITIF
Beri tanda (√) pada setiap pertanyaan dibawah ini
STS : Sangat Tidak Setuju = 1 poin
TS : Tidak Setuju = 2 poin
N : Netral = 3 poin
S : Setuju = 4 poin
SS : Sangat Setuju = 5 poin
Kesesuaian Komentar
No Aspek,Indikator dan dan saran
Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan Ahli
STS TS N S SS Validator
1 Kemudahan Login ke Google Classroom Mahasiswa dapat melalukan login ke ˅ typo
dalam google classroom
mengakses
Mampu mengakses Materi Mahasiswa mampu mengakses Materi ˅
khusus khusus yang terdapat padagoogle
classroom
Mengirim dan menerima Mahasiswa dapat mengirim dan ˅
materi menerima materi dengan mudah
121
Mengetahui cara menavigasi Mahasiswa sudah mengetahui cara ˅
sistem Google Classroom menavigasi sistem Google Classroom
Mudah mengerti dengan Mahasiswa mudah mengerti dengan ˅
sistem Google sistem Google Classroom?
Classroom
2 Mengevaluasi kualitas Mahasiswa dapat melakukan evaluasi ˅
belajar dengan Google kualitas belajar dengan Google
Classroom Classroom
Mengakui kebutuhan akan Mahasiswa mengakui tingkat kebutuhan ˅
Google Classroom akan Google Classroom
Mengakui kebutuhan Mahasiswa menjadikan Google ˅
Google Classroom Classroom sebagi kebutuhan untuk
sebagaiPengingat akan pengingat tugas
tugas
Merasakan Membantu dalam Mahasiswa menjadikan ˅
Kegunaan mengevaluasi ide-ide baru Google Classroom
sebagai media yang dapat
membantu dalam mengevaluasi ide-ide
baru
Terjalin umpan balik antara Terjalin umpan balik antara dosen dan ˅
dosen dan Mahasiswa Mahasiswa ketika penggunaan media
Google Classroom saat proses brlajar-
mengajar
Mengamati Google Google Classroom dapat menjadi media ˅
Classroom dalam memantau yang mengamati tingkat knerja belajar
kinerja belajar mahasiswa
122
Mengetahui tujuan subjek, Mahasiswa mengetahui tujuan subjek, ˅
penilaian dan konten penilaian dan konten konsosten dengan
konsosten dengan bantuan bantuan Google Classroom
Google Classroom
3 Kepuasan Mengakui fleksibel dalam Mahasiswa mengakui fleksibel dalam ˅
Mahasiswa berbicara melalui media ini berbicara melalui media google
classroom
Mengamati dosen Mahasiswa mampu mengamati ketika ˅
membantu peserta terlibat dosen membantu peserta terlibat dan
dan berpatisipasi dalam berpatisipasi dalam diskusi produktif
diskusi produktif
Mengakui fleksibel dalam Mahasiswa mengakui bahwa ˅
berinteraksi dengan peserta penggunaan media google clasroom
lain fleksible dalam bernteraksi dengan
mahasiswa lain dalam proses
pembelajaran
Mahasiswa memiliki sudut pandang ˅
bahwa media goole classroom ini layak
untuk diakui sebagai media yang
Sudut pandang diakui
fleksible
Mengamati antusias dosen Mahasiswa mampu mengamati antusias ˅
dalam mengajar dan dosen dalam mengajar dan menjelaskan
menjelaskan melalui Google melalui Google Classroom
Classroom
123
Mengakui dosen matakuliah Mahasiswa mengakui dosen matakuliah ˅
ramah, mudah didekati dan ramah, mudah didekati dan mudah
mudah dihubungi dihubungi melalui aplikasi Google
Classrom
4 Keterampilan Memahami terlebih dahulu Mahasiswa sudah memahami terlebih ˅
Metakognitif materi pelajaran yang akan dahulu materi pelajaran yang akan
didiskusikan didiskusikan
Menetapkan tujuan untuk Google clasrrom memiliki tujuan untuk ˅
membantu mengatur waktu membantu mengatur waktu belajar
belajar
Menggunakan strategi Dosen sudah menggunakan strategi ˅
dalam menggukanan Google dalam menggukanan Google Classroom
Classroom
Mengetahui strategi apa Mahasiswa sudah mengetahui strategi ˅
yang digunakan Ketika apa yang digunakan ketika belajar
belajar dengan dengan menggunakan mefia Google
menggunakan Google Classroom
Classroom
Memahami dan Mahasiswa dapat memahami dan ˅
mengerjakan tugas mengerjakan tugas semampunya
semampunya melalui google classroom
Skala Self-Efficacy Internet
Kesesuaian Indikator dan Pernyataan
124
Komentar
Indikator Pernyataan dan saran
STS TS N S SS
Ahli
Validator
Merasa yakin memahami istilah atau kata- Mahasiswa sudah yakin memahami istilah ˅
kata yang berhubungan dengan perangkat atau kata-kata yang berhubungan dengan
keras internet perangkat keras internet
Merasa percaya diri memahami istilah Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
atau kata-kata yang berhubungan dengan memahami istilah atau kata-kata yang
perangkat lunak internet berhubungan dengan perangkat lunak
internet
Merasa percaya diri menggambarkan Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
fungsi-fungsi hardwere internet menggambarkan fungsi-fungsi hardwere
internet
Merasa percaya diri kesulitan memotret Mahasiswa sudah merasa percaya diri dalam ˅
masalah internet kesulitan melihat masalah di internet
Merasa percaya diri menjelaskan Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
mengapa tugas tidak akan berjalan di menjelaskan mengapa tugas tidak akan
internet selesai tanpa menggunakan internet
Merasa yakin menggunakan internet Mahasiswa sudah merasa yakin ˅
untuk mengumpulkan data menggunakan internet untuk mengumpulkan
data
Merasa percaya diri mempelajari Mahasiswa sudah merasa percaya diri ˅
keterampilan tingkat lanjut dalam mempelajari keterampilan tingkat lanjut
program internet tertentu dalam program internet tertentu
Merasa yakin untuk mengubah grup Mahasiswa sudah merasa yakin untuk ˅
diskusi online ketika membutuhkan mengubah grup diskusi online ketika
bantuan membutuhkan bantuan
125
Kritik dan Saran :
Intrumen Layak untuk digunakan
Jakarta, 11 September 2022
Validator Ahli
BUCHORI MUSLIM
NIDN.2027028902
126
Lampiran 4 Hasil Uji Validitas
Uji Validitas Kuesioner
Correlations
x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 x8 x9 x10 x11 x12 total_x
x1 Pearson 1 ,627** ,212* 0,063 0,107 0,124 0,155 0,052 0,039 0,122 0,082 0,063 ,262*
Correlation
Sig. (2- 0,000 0,041 0,550 0,310 0,235 0,138 0,623 0,713 0,244 0,436 0,551 0,011
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
x2 Pearson ,627** 1 ,412** ,307** ,346** ,287** ,355** ,306** 0,188 ,280** ,289** ,220* ,537**
Correlation
Sig. (2- 0,000 0,000 0,003 0,001 0,005 0,000 0,003 0,071 0,007 0,005 0,034 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
* ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
x3 Pearson ,212 ,412 1 ,345 ,438 ,527 ,435 ,374 ,422 ,328 ,373 ,379 ,668**
Correlation
Sig. (2- 0,041 0,000 0,001 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,001 0,000 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** * **
x4 Pearson 0,063 ,307 ,345 1 ,699 ,585 ,397 ,271 ,463 ,272 ,212 ,367 ,676**
Correlation
Sig. (2- 0,550 0,003 0,001 0,000 0,000 0,000 0,009 0,000 0,008 0,042 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** * ** **
x5 Pearson 0,107 ,346 ,438 ,699 1 ,587 ,442 ,242 ,323 0,195 0,173 ,444 ,657**
Correlation
Sig. (2- 0,310 0,001 0,000 0,000 0,000 0,000 0,019 0,002 0,062 0,097 0,000 0,000
tailed)
127
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** ** **
x6 Pearson 0,124 ,287 ,527 ,585 ,587 1 ,517 ,268 ,552 ,404 ,323 ,487 ,756**
Correlation
Sig. (2- 0,235 0,005 0,000 0,000 0,000 0,000 0,009 0,000 0,000 0,002 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** ** **
x7 Pearson 0,155 ,355 ,435 ,397 ,442 ,517 1 ,495 ,460 ,449 ,512 ,486 ,742**
Correlation
Sig. (2- 0,138 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** * ** ** * ** ** **
x8 Pearson 0,052 ,306 ,374 ,271 ,242 ,268 ,495 1 ,243 ,420 ,441 ,296 ,579**
Correlation
Sig. (2- 0,623 0,003 0,000 0,009 0,019 0,009 0,000 0,019 0,000 0,000 0,004 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** * ** ** **
x9 Pearson 0,039 0,188 ,422 ,463 ,323 ,552 ,460 ,243 1 ,398 ,473 ,543 ,690**
Correlation
Sig. (2- 0,713 0,071 0,000 0,000 0,002 0,000 0,000 0,019 0,000 0,000 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** **
x10 Pearson 0,122 ,280 ,328 ,272 0,195 ,404 ,449 ,420 ,398 1 ,524 ,553 ,663**
Correlation
Sig. (2- 0,244 0,007 0,001 0,008 0,062 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** * ** ** ** ** ** **
x11 Pearson 0,082 ,289 ,373 ,212 0,173 ,323 ,512 ,441 ,473 ,524 1 ,616 ,664**
Correlation
Sig. (2- 0,436 0,005 0,000 0,042 0,097 0,002 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
tailed)
128
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
* ** ** ** ** ** ** ** ** **
x12 Pearson 0,063 ,220 ,379 ,367 ,444 ,487 ,486 ,296 ,543 ,553 ,616 1 ,734**
Correlation
Sig. (2- 0,551 0,034 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,004 0,000 0,000 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
* ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
total_ Pearson ,262 ,537 ,668 ,676 ,657 ,756 ,742 ,579 ,690 ,663 ,664 ,734 1
x Correlation
Sig. (2- 0,011 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
tailed)
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
**.
Correl
ation
is
signifi
cant at
the
0.01
level
(2-
tailed)
.
*.
Correl
ation
is
signifi
cant at
the
0.05
level
(2-
tailed)
.
129
Correlations
y1 y2 y3 y4 y5 y6 y7 y8 y9 y10 y11 y12 y13 y14 y15 y16 y17 y18 y19 total_y
** ** ** ** ** ** * ** ** **
y1 Pearson 1 ,536 ,628 ,563 ,392 ,459 ,500 ,494 ,379 ,378 ,326 0,181 ,216 ,255 ,289 0,16 ,224 ,332 ,321 ,6
** ** ** ** * *
Correlati 6 25
**
on
Sig. (2- 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,001 0,082 0,037 0,01 0,005 0,11 0,03 0,001 0,002 0,000
tailed) 0 0 0 0 4 2 1
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** * ** ** **
y2 Pearson ,53 1 ,622 ,533 ,443 ,571 ,572 ,553 ,476 ,546 ,484 ,302 ,384 ,335 ,261 0,12 ,273 ,332 ,424 ,703
** ** ** ** ** **
Correlati 6 6
on
Sig. (2- 0,0 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,003 0,000 0,00 0,011 0,23 0,00 0,001 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 1 0 8
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
y3 Pearson ,62 ,622 1 ,686 ,509 ,672 ,501 ,569 ,452 ,613 ,492 ,394 ,409 ,410 ,299 0,18 ,334 ,419 ,379 ,775
** ** ** ** ** ** **
Correlati 8 3
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,00 0,004 0,08 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 0 0 1
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** * ** ** **
y4 Pearson ,56 ,533 ,686 1 ,501 ,522 ,581 ,471 ,473 ,597 ,487 ,298 ,325 ,265 ,213 ,245 ,348 ,360 ,409 ,707
** ** ** ** * * **
Correlati 3
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,004 0,001 0,01 0,040 0,01 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 8 1
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
130
** ** ** ** ** ** ** * * ** ** **
y5 Pearson ,39 ,443 ,509 ,501 1 ,738 ,522 ,449 ,479 ,565 ,455 ,301 ,254 ,380 ,215 0,20 ,326 ,328 ,296 ,685
** ** ** ** ** **
Correlati 2 0
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,003 0,014 0,00 0,039 0,05 0,00 0,001 0,004 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 5 1
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** * ** ** **
y6 Pearson ,45 ,571 ,672 ,522 ,738 1 ,523 ,475 ,486 ,565 ,446 ,382 ,389 ,407 ,249 0,11 ,288 ,479 ,314 ,747
** ** ** ** ** ** **
Correlati 9 2
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,00 0,016 0,28 0,00 0,000 0,002 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 0 7 5
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** * ** ** **
y7 Pearson ,50 ,572 ,501 ,581 ,522 ,523 1 ,669 ,503 ,591 ,511 ,322 ,294 ,369 ,234 0,14 ,229 ,412 ,409 ,711
** ** ** ** ** *
Correlati 0 2
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,002 0,004 0,00 0,024 0,17 0,02 0,000 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 5 7
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** * ** ** **
y8 Pearson ,49 ,553 ,569 ,471 ,449 ,475 ,669 1 ,385 ,502 ,531 ,338 ,260 ,332 0,194 0,19 ,346 ,442 ,332 ,683
** ** ** ** ** ** **
Correlati 4 4
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,001 0,012 0,00 0,063 0,06 0,00 0,000 0,001 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 1 3 1
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** * ** ** ** ** **
y9 Pearson ,37 ,476 ,452 ,473 ,479 ,486 ,503 ,385 1 ,630 ,618 ,258 ,310 ,307 ,274 ,366 ,451 ,370 ,466 ,679
** ** ** ** ** ** ** **
Correlati 9
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,013 0,002 0,00 0,008 0,00 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 3 0 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
131
** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
y10 Pearson ,37 ,546 ,613 ,597 ,565 ,565 ,591 ,502 ,630 1 ,650 ,303 ,379 ,438 ,280 ,324 ,410 ,437 ,446 ,764
** ** ** ** ** ** ** **
Correlati 8
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,003 0,000 0,00 0,007 0,00 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 0 2 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** * ** * ** ** **
y11 Pearson ,32 ,484 ,492 ,487 ,455 ,446 ,511 ,531 ,618 ,650 1 ,247 ,318 ,302 ,243 ,307 ,359 ,327 ,444 ,668
** ** ** ** ** ** ** **
Correlati 6
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,017 0,002 0,00 0,019 0,00 0,00 0,001 0,000 0,000
tailed) 01 0 0 0 0 3 3 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** * ** * ** ** ** ** **
y12 Pearson 0,1 ,302 ,394 ,298 ,301 ,382 ,322 ,338 ,258 ,303 ,247 1 ,808 ,626 ,612 0,19 ,259 ,416 ,346 ,599
** ** ** ** ** *
Correlati 81 4
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,001 0,013 0,003 0,017 0,000 0,00 0,000 0,06 0,01 0,000 0,001 0,000
tailed) 82 3 4 3 2 0 3 2
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** * ** ** ** ** ** ** ** **
y13 Pearson ,21 ,384 ,409 ,325 ,254 ,389 ,294 ,260 ,310 ,379 ,318 ,808 1 ,729 ,702 ,354 ,399 ,461 ,438 ,657
* ** ** * ** ** ** **
Correlati 6
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,01 0,000 0,00 0,012 0,002 0,000 0,002 0,000 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 37 0 1 4 4 0 1 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
y14 Pearson ,25 ,335 ,410 ,265 ,380 ,407 ,369 ,332 ,307 ,438 ,302 ,626 ,729 1 ,766 ,410 ,359 ,405 ,435 ,670
* ** * ** ** ** **
Correlati 5
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,01 0,00 0,000 0,00 0,001 0,003 0,000 0,003 0,000 0,000 0,000 0,00 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 14 1 0 0 0 0 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
132
** * ** ** * ** ** ** ** **
y15 Pearson ,28 ,261 ,299 ,213 ,215 ,249 ,234 0,194 ,274 ,280 ,243 ,612 ,702 ,766 1 ,418 ,351 ,374 ,341 ,571
** * * * * ** ** **
Correlati 9
on
Sig. (2- 0,0 0,01 0,004 0,04 0,03 0,016 0,02 0,063 0,008 0,007 0,019 0,000 0,000 0,00 0,00 0,00 0,000 0,001 0,000
tailed) 05 1 0 9 4 0 0 1
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** **
y16 Pearson 0,1 0,12 0,183 ,245 0,20 0,112 0,14 0,194 ,366 ,324 ,307 0,194 ,354 ,410 ,418 1 ,639 ,338 ,451 ,464
* ** **
Correlati 66 6 0 2
on
Sig. (2- 0,1 0,23 0,080 0,01 0,05 0,287 0,17 0,063 0,000 0,002 0,003 0,063 0,001 0,00 0,000 0,00 0,001 0,000 0,000
tailed) 12 0 8 5 5 0 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** * ** ** ** ** **
y17 Pearson ,22 ,273 ,334 ,348 ,326 ,288 ,229 ,346 ,451 ,410 ,359 ,259 ,399 ,359 ,351 ,639 1 ,584 ,634 ,598
* ** ** ** * ** **
Correlati 4
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,001 0,00 0,00 0,005 0,02 0,001 0,000 0,000 0,000 0,012 0,000 0,00 0,001 0,00 0,000 0,000 0,000
tailed) 31 8 1 1 7 0 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
y18 Pearson ,33 ,332 ,419 ,360 ,328 ,479 ,412 ,442 ,370 ,437 ,327 ,416 ,461 ,405 ,374 ,338 ,584 1 ,399 ,648
** ** ** ** ** ** ** **
Correlati 2
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,001 0,000 0,000 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,000
tailed) 01 1 0 1 0 0 1 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
y19 Pearson ,32 ,424 ,379 ,409 ,296 ,314 ,409 ,332 ,466 ,446 ,444 ,346 ,438 ,435 ,341 ,451 ,634 ,399 1 ,634
** ** ** ** ** ** ** **
Correlati 1
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,002 0,00 0,001 0,000 0,000 0,000 0,001 0,000 0,00 0,001 0,00 0,00 0,000 0,000
tailed) 02 0 0 4 0 0 0 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
133
** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
total_ Pearson ,62 ,703 ,775 ,707 ,685 ,747 ,711 ,683 ,679 ,764 ,668 ,599 ,657 ,670 ,571 ,464 ,598 ,648 ,634 1
** ** ** ** ** ** ** **
y Correlati 5
on
Sig. (2- 0,0 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,00 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,00 0,000 0,00 0,00 0,000 0,000
tailed) 00 0 0 0 0 0 0 0
N 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
134
Lampiran 5 Kesimpulan Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Item Pernyataan
Variabel r Hitung r Tabel Keterangan
Pemanfaatan Aplikasi 1 0,262 0,2039 Valid
Google Classroom
2 0,537 0,2039 Valid
3 0,668 0,2039 Valid
4 0,676 0,2039 Valid
5 0,657 0,2039 Valid
6 0,756 0,2039 Valid
7 0,742 0,2039 Valid
8 0,579 0,2039 Valid
9 0,690 0,2039 Valid
10 0,663 0,2039 Valid
11 0,664 0,2039 Valid
12 0,734 0,2039 Valid
13 0,625 0,2039 Valid
Pembelajaran Distance 14 0,703 0,2039 Valid
Learning
15 0,775 0,2039 Valid
16 0,707 0,2039 Valid
17 0,685 0,2039 Valid
18 0,747 0,2039 Valid
19 0,711 0,2039 Valid
20 0,683 0,2039 Valid
21 0,679 0,2039 Valid
22 0,764 0,2039 Valid
23 0,668 0,2039 Valid
24 0,599 0,2039 Valid
25 0,657 0,2039 Valid
26 0,670 0,2039 Valid
27 0,571 0,2039 Valid
135
28 0,464 0,2039 Valid
29 0,598 0,2039 Valid
30 0,648 0,2039 Valid
31 0,634 0,2039 Valid
Uji Relibilitas Kuesioner
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 93 100,0
Excludeda 0 0,0
Total 93 100,0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.
Reliabelity Statistic
N of Nilai Cronbach's
Items Alpha
Variabel Keterangan
Google Classroom (X) 12 0,871 Reliabel
Distance Learning (Y) 19 0,927 Reliabel
136
Lampiran 6 Panduan Penskoran Kuesioner Analisa Pemanfaatan Aplikasi
Google Classroom
Nama :
NIM :
KELAS :
Petunjuk Pengisian
1. Bacalah pernyataan dengan seksama sebelum menjawab
2. Pilihlah salah satu jawaban pernyataan yang dirasa mewakili jawaban anda
Jawaban Pernyataan
1) Sangat Tidak Setuju [STS] 1 poin
2) Tidak Setuju [ST] 2 poin
3) Netral [N] 3 poin
4) Setuju [S] 4 poin
5) Sangat Setuju [SS] 5 poin
No Pernyataan Pilihan Jawaban
Kemudahan dalam Mengakses
1 Mahasiswa dapat melakukan Login ke 1 2 3 4 5
Google Classroom
2 Mahasiswa mampu mengakses mataeri yang 1 2 3 4 5
terdapat pada Google Classroom
3 Mahasiswa dapat mengirim dan menerima 1 2 3 4 5
materi dengan mudah
4 Mahasiswa sudah mengetahui cara 1 2 3 4 5
menavigasi sistem Google Classroom
5 Mahasiswa mudah mengerti dengan sistem 1 2 3 4 5
Google Classroom
Merasakan Kegunaan
137
6 Mahasiswa dapat melakukan evaluasi 1 2 3 4 5
kualitas belajar dengan Google Classroom
7 Mahasiswa mengakui tingkat kebutuhan 1 2 3 4 5
akan Google Classroom
8 Mahasiswa menjadikan Google Classroom 1 2 3 4 5
sebagai kebutuhan untuk pengingat tugas
9 Mahasiswa menjadikan Google Classroom 1 2 3 4 5
sebagai media yang dapat membantu dalam
mengevaluasi ide-ide baru
10 Terjalin umpan balik antara dosen dan 1 2 3 4 5
mahasiswa ketika penggunaan media
Google Classroom saat proses belajar
mengajar
11 Google Classroom dapat menjadi media 1 2 3 4 5
yang mengamati tingkat belajar mahasiswa
12 Mahasiswa mengetahui tujuan subjek, 1 2 3 4 5
penilaian dan konten konsisten dengan
bantuan Google Classroom
Kepuasan Mahasiswa
13 Mahasiswa mengakui fleksibel dalam 1 2 3 4 5
berbicara melalui media Google Classroom
14 Mahasiswa mampu mengaati ketika dosen 1 2 3 4 5
membantu peseta terlibat dan berpartisipasi
dalam diskusi produktif
15 Mahasiswa mengakui bahwa penggunaan 1 2 3 4 5
media Google Classroom fleksibel dalam
138
berinteraksi dengan mahasiswa lain dalam
proses pembelajaran
16 Mahasiswa memiliki sudut pandang bahwa 1 2 3 4 5
media Google Classroom ini layak untuk
diakui sebagai media yang fleksibel
17 Mahasiswa mampu mengamati antusias 1 2 3 4 5
dosen dalam mengajar dan menjelaskan
melalui Google Classroom
18 Mahasiswa mengakui dosen matakuliah 1 2 3 4 5
ramah, mudah didekati dan mudah
dihubungi melalui aplikasi Google
Classroom
Keterampilan Metakognitif
19 Mahasiswa sudah memahami terlebih 1 2 3 4 5
dahulu materi pelajaran yang akan
didiskusikan
20 Google Classroom memiliki tujuan untuk 1 2 3 4 5
mmbantu dan mengatur waktu belajar
21 Dosen sudah menggunakan strategi dalam 1 2 3 4 5
menggunakan Google Classroom
22 Mahasiswa sudah mengetahui strategi apa 1 2 3 4 5
yang digunakan ketika belajar dengan
menggunakan Google Classroom
23 Mahasiswa dapat memahami dan 1 2 3 4 5
mengerjakan tugas semampunya melalui
Google Classroom
139
Self Efficacy
24 Mahasiswa sudah yakin memahami istilah 1 2 3 4 5
atau kata-kata yang berhubungan dengan
perangkat keras internet
25 Mahasiswa sudah yakin memahami istilah 1 2 3 4 5
atau kata-kata yang berhubungan dengan
perangkat lunak internet
26 Mahasiswa sudah merasa percaya diri 1 2 3 4 5
menggambarkan fungsi-fungsi hardwere
internet
27 Mahasiswa sudah nerasa percaya diri dalam 1 2 3 4 5
kesulitan melihat masalah internet
28 Mahasiswa sudah merasa percaya diri 1 2 3 4 5
menjelaskan mengapa tugas tidak akan
selesai tanpa menggunakan internet
29 Mahasiswa sudah merasa yakin 1 2 3 4 5
menggunakan internet untuk mengumpulkan
data
30 Mahasiswa sudah merasa percaya diri 1 2 3 4 5
mempelajari keterampilan tingkat lanjut
dalam program internet tertentu
31 Mahasiswa sudah merasa yakin untuk 1 2 3 4 5
mengubah grup diskusi online ketika
membutuhkan bantuan
140
Lampiran 7 Jawaban Kuesioner Analisa Pemanfaatan Aplikasi Google
Classroom
Nama : Shilfa Aurelia Hermawan
NIM : 11200162000003
KELAS :A
Petunjuk Pengisian :
1. Bacalah pernyataan dengan seksama sebelum menjawab
2. Pilihlah salah satu jawaban pernyataan yang dirasa mewakili jawaban anda
Jawaban Pernyataan
6) Sangat Tidak Setuju [STS] 1 poin
7) Tidak Setuju [ST] 2 poin
8) Netral [N] 3 poin
9) Setuju [S] 4 poin
10) Sangat Setuju [SS] 5 poin
No Pernyataan Pilihan Jawaban
Kemudahan dalam Mengakses
1 Mahasiswa dapat melakukan Login ke Google 1 2 3 4 5
Classroom
2 Mahasiswa mampu mengakses mataeri yang 1 2 3 4 5
terdapat pada Google Classroom
3 Mahasiswa dapat mengirim dan menerima 1 2 3 4 5
materi dengan mudah
4 Mahasiswa sudah mengetahui cara menavigasi 1 2 3 4 5
sistem Google Classroom
5 Mahasiswa mudah mengerti dengan sistem 1 2 3 4 5
Google Classroom
Merasakan Kegunaan
141
6 Mahasiswa dapat melakukan evaluasi kualitas 1 2 3 4 5
belajar dengan Google Classroom
7 Mahasiswa mengakui tingkat kebutuhan akan 1 2 3 4 5
Google Classroom
8 Mahasiswa menjadikan Google Classroom 1 2 3 4 5
sebagai kebutuhan untuk pengingat tugas
9 Mahasiswa menjadikan Google Classroom 1 2 3 4 5
sebagai media yang dapat membantu dalam
mengevaluasi ide-ide baru
10 Terjalin umpan balik antara dosen dan 1 2 3 4 5
mahasiswa ketika penggunaan media Google
Classroom saat proses belajar mengajar
11 Google Classroom dapat menjadi media yang 1 2 3 4 5
mengamati tingkat belajar mahasiswa
12 Mahasiswa mengetahui tujuan subjek, penilaian 1 2 3 4 5
dan konten konsisten dengan bantuan Google
Classroom
Kepuasan Mahasiswa
13 Mahasiswa mengakui fleksibel dalam berbicara 1 2 3 4 5
melalui media Google Classroom
14 Mahasiswa mampu mengaati ketika dosen 1 2 3 4 5
membantu peseta terlibat dan berpartisipasi
dalam diskusi produktif
15 Mahasiswa mengakui bahwa penggunaan media 1 2 3 4 5
Google Classroom fleksibel dalam berinteraksi
dengan mahasiswa lain dalam proses
pembelajaran
16 Mahasiswa memiliki sudut pandang bahwa 1 2 3 4 5
142
media Google Classroom ini layak untuk diakui
sebagai media yang fleksibel
17 Mahasiswa mampu mengamati antusias dosen 1 2 3 4 5
dalam mengajar dan menjelaskan melalui
Google Classroom
18 Mahasiswa mengakui dosen matakuliah ramah, 1 2 3 4 5
mudah didekati dan mudah dihubungi melalui
aplikasi Google Classroom
Keterampilan Metakognitif
19 Mahasiswa sudah memahami terlebih dahulu 1 2 3 4 5
materi pelajaran yang akan didiskusikan
20 Google Classroom memiliki tujuan untuk 1 2 3 4 5
mmbantu dan mengatur waktu belajar
21 Dosen sudah menggunakan strategi dalam 1 2 3 4 5
menggunakan Google Classroom
22 Mahasiswa sudah mengetahui strategi apa yang 1 2 3 4 5
digunakan ketika belajar dengan menggunakan
Google Classroom
23 Mahasiswa dapat memahami dan mengerjakan 1 2 3 4 5
tugas semampunya melalui Google Classroom
Self Efficacy
24 Mahasiswa sudah yakin memahami istilah atau 1 2 3 4 5
kata-kata yang berhubungan dengan perangkat
keras internet
25 Mahasiswa sudah yakin memahami istilah atau 1 2 3 4 5
kata-kata yang berhubungan dengan perangkat
lunak internet
26 Mahasiswa sudah merasa percaya diri 1 2 3 4 5
143
menggambarkan fungsi-fungsi hardwere internet
27 Mahasiswa sudah nerasa percaya diri dalam 1 2 3 4 5
kesulitan melihat masalah internet
28 Mahasiswa sudah merasa percaya diri 1 2 3 4 5
menjelaskan mengapa tugas tidak akan selesai
tanpa menggunakan internet
29 Mahasiswa sudah merasa yakin menggunakan 1 2 3 4 5
internet untuk mengumpulkan data
30 Mahasiswa sudah merasa percaya diri 1 2 3 4 5
mempelajari keterampilan tingkat lanjut dalam
program internet tertentu
31 Mahasiswa sudah merasa yakin untuk mengubah 1 2 3 4 5
grup diskusi online ketika membutuhkan
bantuan
144
Lampiran 8 Hasil Perhitungan Kuesioner
Nomor Butir Pernyataan
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
2 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4
3 5 5 3 5 5 3 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 3
4 5 5 5 4 5 4 5 3 3 4 3 3 5 5 5 4 3 3
5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
6 5 5 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 2 1 3 2 1
7 5 5 5 3 5 4 4 5 3 4 4 4 5 3 3 5 5 3
8 5 5 4 5 5 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4
9 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 4 5 3 3 3 4 2 2
10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4
11 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4
12 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4
13 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 3 4 5 4 5 2 2
14 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 3 4 5 5 4
15 5 5 5 3 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5
16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5
17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5
18 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5
19 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4
20 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
145
21 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
22 5 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 5 4 5 4 3 3
23 5 5 4 4 5 4 5 5 4 3 3 3 4 4 4 5 5 4
24 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3
25 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 3 4 4 4 4 3
26 5 4 4 4 5 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 2
27 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4
28 4 4 4 5 5 4 4 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
29 5 5 5 1 3 1 3 5 3 2 5 3 3 3 3 3 3 3
30 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5
31 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 4 4 3 5 5 4
32 5 4 5 5 5 5 4 3 5 4 4 5 2 4 3 4 4 3
Nomor Butir Pernyataan
Responden
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Skor
1 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 154
2 3 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 141
3 4 5 4 4 3 3 4 4 3 5 5 4 4 131
4 4 3 5 5 5 1 3 3 3 5 5 3 5 124
5 5 5 5 5 5 2 2 2 2 2 3 3 4 132
6 2 2 4 3 4 2 4 3 3 4 4 3 3 98
7 5 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 117
146
8 4 4 4 4 4 3 4 3 4 5 5 4 4 132
9 5 5 4 3 5 3 3 3 3 4 4 5 5 125
10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 134
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 132
12 5 5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 137
13 5 5 3 4 4 3 3 2 2 3 4 5 4 122
14 4 3 4 5 4 3 3 4 4 4 3 4 4 132
15 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 5 5 5 145
16 5 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 147
17 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 145
18 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 131
19 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 145
20 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 155
21 4 5 5 5 5 4 3 3 3 4 4 4 3 142
22 4 5 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 116
23 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 123
24 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 147
25 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 133
26 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 111
27 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 131
28 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 104
29 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 107
147
30 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 144
31 5 5 4 5 4 4 3 4 3 5 5 4 5 133
32 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 2 5 122
Rata-Rata 131
Skor Maksimum 155
Skor Minimum 98
Keterangan :
1 – 32 = Kelas A
148
Nomor Butir Pernyataan
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1
5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4
2 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3
3
5 5 5 4 5 3 5 5 4 4 4 3 2 3 2 3 4 2
4
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
5 5 4 4 4 4 3 5 4 4 2 4 3 2 4 2 4 3 2
6
4 4 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4
7
5 4 4 4 4 4 5 5 4 3 5 4 5 3 3 4 4 2
8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
9
5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
10 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
11
5 5 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 3 4 4 3 3
12
5 5 4 3 4 4 5 5 3 4 5 3 2 2 4 4 5 5
13 5 5 4 5 5 5 5 5 3 5 5 3 3 5 5 5 5 5
14
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3
15
5 5 3 3 5 4 5 5 3 4 4 5 5 4 5 5 4 3
16 5 4 5 2 4 3 4 4 3 5 4 4 3 4 2 3 3 2
17
5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5
18
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
19 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5
20
5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2
21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
149
22
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
23 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3
24
5 5 4 4 5 4 5 1 5 2 4 4 2 4 4 4 2 2
25 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5
26
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
27
5 5 5 5 5 4 4 5 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3
28 5 4 4 3 3 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 5
29
5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 3 4 5 5 4 4 4 4
30
5 5 5 4 5 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 3 3 2
31 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 3
Nomor Butir Pernyataan
Responde
1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 Skor
n
9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1
1 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 133
2 3 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 121
3 4 5 4 4 3 3 4 4 3 5 5 4 4 111
4 4 3 5 5 5 1 3 3 3 5 5 3 5 124
5 5 5 5 5 5 2 2 2 2 2 3 3 4 112
6 2 2 4 3 4 2 4 3 3 4 4 3 3 139
7 5 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 120
8 4 4 4 4 4 3 4 3 4 5 5 4 4 155
150
9 5 5 4 3 5 3 3 3 3 4 4 5 5 124
10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 125
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 99
12 5 5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 126
13 5 5 3 4 4 3 3 2 2 3 4 5 4 148
14 4 3 4 5 4 3 3 4 4 4 3 4 4 145
15 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 5 5 5 131
16 5 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 108
17 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 142
18 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 144
19 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 140
20 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 126
21 4 5 5 5 5 4 3 3 3 4 4 4 3 124
22 4 5 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 124
23 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 117
24 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 119
25 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 151
26 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 152
27 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 130
28 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 114
29 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 131
30 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 114
151
31 5 5 4 5 4 4 3 4 3 5 5 4 5 131
128,387
Rata-Rata
1
Skor Maksimum 155
Skor Minimum 99
Keterangan :
1 – 31 = Kelas B
152
Nomor Butir Pernyataan
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1
5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 3
2 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
3
5 5 5 3 3 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5
4
5 5 5 2 4 4 5 4 2 5 5 5 5 3 5 5 5 5
5 4 4 4 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3
6
5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4
7
5 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
8 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 3 4 4 5 4 3
9
5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5
10 3 3 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 3
11
5 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3
12
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5
13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
14
5 5 4 5 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 5 5 3 3
15
4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3
16 5 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3
17
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
18
5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4
19 5 5 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 5 3 4 5 2 2
20
5 5 5 4 4 3 5 5 5 5 5 5 3 4 4 4 5 3
21 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5
153
22
5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 2 3
23 5 5 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4
24
5 5 5 3 4 4 5 5 4 5 4 4 3 4 4 5 4 4
25 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 4 4 5 5
26
4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
27
5 5 4 4 3 3 5 4 3 4 4 4 4 4 3 5 2 4
28 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3
29
5 5 4 5 5 5 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3
30
5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 2 3 2 3 4 2
Nomor Butir Pernyataan
Responden
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Skor
1
3 5 4 5 4 4 4 3 5 5 5 5 3 132
2 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 148
3
5 5 5 4 5 3 3 3 4 5 5 5 4 141
4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 144
5
3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 101
6
4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 135
7 4 5 4 4 5 3 3 4 4 3 4 2 4 120
8
3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 127
9
4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 3 3 4 136
10 5 5 5 5 5 3 3 3 3 4 3 3 3 126
11
3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 108
154
12
4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 146
13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 155
14
4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 135
15 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 109
16
3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 113
17
5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 154
18 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 143
19
3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 110
20
3 3 4 3 3 3 3 3 3 5 5 3 5 125
21 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 148
22
3 3 5 2 3 5 4 3 4 4 4 3 4 124
23 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 103
24
4 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 4 135
25
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 136
26 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 125
27
3 3 5 4 4 3 4 3 4 5 5 5 5 123
28
3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 117
29 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 122
30
3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 122
Rata-Rata 128,7667
Skor Maksimum 155
Skor Minimum 101
155
Keterangan :
1 – 30 = Kelas C
156
Lampiran 9 Kisi – Kisi Pedoman Wawancara
Kisi-Kisi Pedoman Wawancara
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk
menerapkan pembelajaran Distance Learning ?
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai
penunjang pembelajaran Distance Learning ?
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google
Classroom ini ?
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat
memudahkan proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
157
Lampiran 10 Hasil Wawancara 12 Mahasiswa Pendidikan Kimia
Transkrip Wawancara Mahasiswa
Mahasiswa : DN
Hari, Tanggal : Kamis, 03 November 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya saat pihak kampus memutuskan untuk menerapkan pembelajaran
Distance Learning senang karena tidak perlu kekampus dan kurang senangnya
karena kurang maksimal medapat perkuliahan dari dosen.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Selama covid, media yang saya gunakan sebagai penunjang pembelajaran
Distance Lerning adalah, zoom dan Google Classroom.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan dalam pembelajaran Distance Learning adalah saya
merasa kurang maksimal menerima perkuliahan dari dosen.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Menurut saya sudah cukup baik.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar saya dalam menggunakan aplikasi Google Classroom ini sudah
cukup baik.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Saya merasa lebih fleksibel dan lebih paham teknologi.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Menurut saya fitur yang ada dalam aplikasi Google Classroom ini sangat
memudahan dalam belajar.
158
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Menurut saya faktor penghambat pembelajaran Distance Learning menggukan
media Google Classroom yaitu sinyal internet yang sesekali jelek dan
menyulitkan untuk diakases, sedangkan faktor penukungnya adalah fitur-fitur
yang ada pada aplikasi Google Classroom ini cukup menarik
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya karena aplikasi ini harus senantiasa terkoneksi dengan jaringan
internet, sehingga harus membutuhkan sinyal yang bagus.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya media ini sudah cukup layak digunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning.
Mahasiswa : MS
Hari, Tanggal : Sabtu, 29 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan Distance
Learning sangat tidak bahagia. Karena pasti pembelejaraan Distance Learning
akan sangat berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Apalagi saya sendiri
mahasiswa pendidikan kimia, dan mahasiswa pendidikan kimia akan sering
praktikum. Sedangkan kalau Distance Learning ini kita akan sering tidak
praktikum. Mungkin tetap bisa praktikum dirumah, namun alat dan bahannya
hanya yang bisa digunakan dirumah. Karena lebih baik perkuliahan tatap muka
walaupun saya harus pulang pergi dari kampus kerumah tapi saya bisa mengerti
dengan materi dikampus.
159
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Untuk penunjang pembelajaran Distance Learning ini saya lebih sering
menggunakan E-book, jurnal, mungkin kalau harus diwajibkan membeli buku,
saya akan beli, tapi selagi ada E-book saya akan memakai E-book. Dan terkadang
kalau saya masih kurang paham dengan materinya, saya akan mencari vidio
pembelajaran di youtube terkait materi belajar yang saya tidak mengerti.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan ketika saya tidak mengerti dengan materinya.
Mungkin bisa bertanya keteman, tapi berbeda bertanya langsung dan bertanya
secara online. Kadang kalau bertanya secara online lewat wa, mungkin ada teman
yang responnya cepat, terus penjelasannya juga lebih mudah, tapi ada juga teman
yang respon wa nya lama dan saya kurang paham dengan apa yang dia jelaskan.
Selain itu ketika zoom dan situasi dirumah saya sedang ramai keluarga, saya jadi
kurang fokus untuk belajar, karena kadang ingin juga ikut berkumpul dengan
keluarga tapi sedang ada zoom kelas.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Menurut saya proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom kurang berjalan dengan baik, karena pernah ada suatu mata kuliah
yang diskusinya tidak menggunakan zoom melainkan Google Classroom. Alhasil
tanya jawabnya menjadi kurang efektif. Jadi merasa berbeda jika diskusi secara
langsung. Kalaupun harus diskusi ada baiknya dengan zoom karena kita bisa
berbicara satu sama lain dan melihat satu sama lain walaupun secara virtual
daripada di Google Classroom diskusinya kurang efektif.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Menurut saya kurang baik, karena ada dosen yang mengumpulkan tugas via
Google Classroom dan dosennya itu tidak memeriksa atau saya yang tidak tahu
bagaimana penilaiannya itu seperti apa, jadi tidak ada coretan yang betul yang
mana dan yang salah yang mana, Kenapa nilai saya bisa segitu dan tidak ada
160
penjelasannya, tidak ada keterangannya, jadi mungkin langsung muncul aja di
Google Classroom nilai saya 70, tanpa tau salah dan benarnya dimana. Jadi saya
tidak bisa mengulas kembali hasil ujiannya.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Manfaat yang saya rasakan, Di fitur Google Classroom kan ada pengingat tugas
kapan waktu terakhir pengumpulan tugas. Saya jadi selalu ingat akan tugas yang
hampir saya terlewatkan
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kalau menurut saya masih kurang dalam proses pemahaman dalam pembelajaran,
karena materi yang diposting itu dalam bentuk bisa ppt, jurnal atau makalah, link
vidio youtube, dan kita tetap harus baca sendiri pahami sendiri, kalau size
vidionya terlalu besar agak lama dalam proses pendownloadannya.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Menurut saya penghambatnya itu ketika ada tugas membuat vidio. Kapasitas
vidiokan agak besar ya, dan saat proses penguploadan itu lama banget. Dan untuk
faktor pendukungnya, kita bisa ingat dan lihat tugas-tugas apa saja yang dosen
berikan. Lain hal jika perkuliahan tatap muka, kita keseringan lupa sewaktu dosen
memberikan tugas, dan tugasnya disuruh ngapain aja. Jadi kalau tidak dicatat
sering lupa.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajaran Distance Learning ?
Kalau kekurangannya kalau menurut saya membuat interaksi antara dosen dan
mahasiswa menjadi kurang efektif, lain hal kalau sedang menggunakan zoom,
interaksi dosen dan mahasiswa masih cukup aktif.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
161
Kelayakan Aplikasi Google Classroom ini kan tidak banyak memakan kuota
mahasiswa, bisa membuat mahasiswa menjadi disiplin akan tugas.
Mahasiswa : SP
Hari, Tanggal : Minggu, 30 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya ketika pihak kampus memutuskan untuk menerpkan Distance
Learning. Senang, karena kalau pembelajaran offline itu lebih memakan biaya
perjalanan bagi mahasiswa pulang – pergi dan biaya kost, kalau pembelajaran
Distance Learning lebih hemat biaya.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media penunjang pembelajaran Distance Learning itu mungkin dari youtube, dari
ppt, atau modul yang diberikan dosen.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan untuk pembelajaran Distance Learning sinyalnya kurang bagus atau
mungkin jaringan wifi nya kadang eror, apalagi jika pada saat hujan lebat.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Menurut saya proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom sudah berjalan dengan baik, karena lebih mudah digunakan, untuk
mengupload materi, dosen kadang suka mengupload tugas diGoogle Classroom
itu lebih simpel, dan pada saat kita ingin mengupload jawaban jauh lebih mudah,
nilai pun juga langsung terlihat di Google Classroom.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Menurut saya hasil belajar menggunakan Google Classroom cukup baik, karena
materi lebih mudah dicari di Google Classroom dibandingkan di whatssapp
162
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Manfaat yang didapat menurut saya yaitu lebih menghemat uang soalnya kan
dengan kita sudah menupload tugas di Google Classroom dosen sudah tau dan
melihat jawaban kita tanpa kita harus datang kekamppus, karena sekarng lembar
jawaban dapt dikirim melalui softfile
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Menurut saya fitur Google Classroom ini membantu sekali, karena kita bisa
mengupload materi dan tugas, kita pun bisa langsung tau nilai yang diberikan
dosen atas tugas yang kita kumpulkan.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Menurut saya penghambatnya dari pembelajaran Distance Learning dengan media
Google Classroom ini adalah, aplikasi ini sesekali lemot, dan juga aplikasi ini
selalu minta perbaruan, terus faktor pendukungnya, aplikasi Google Classroom ini
udah digunakan dibandingkan aplikasi lainnya dan juga gratis.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya kekurangan dari media Google Classroom ini tampilannya kurang
menarik, kalau tampilannya menarik, otomatis membuat kita yang
menggunakannya juga ikut bersemangat dalam belajar. Dan kekurangan lainnya
adalah, kalau sinyal sedang jelek itu Google Classroom nya suka lemot, jadi
sewaktu hendak mengumpulkan tugas agak lama proses penguploadannya.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Untuk penggunaan aplikasi Google Classroom ini menurut saya sudah layak,
karena pastinya setiap media pembelajaran pasti ada plus minusnya, sama halnya
dengan Google Classroom, aplikasi ini sangat membantu kami dalam belajar, dan
saya merasa aplikasi ini layak digunakan.
163
Mahasiswa : AL
Hari, Tanggal : Senin, 31 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Saat pertama kali mendapat info bahwa kuliah dilakukan secara daring, saya
merasa sedikit sedih karena saya mau kulih secara offline. Tapi setelah saya jalani
ternyata kuliah online tidak terlalu buruk.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Zoom, g-meet, google classroom, edmodo
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kadang saya merasa kesulitan dalam memahami penjelasan dosen karena
terkendala sinyal.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Menurut saya sudah.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar saya menggunakan Google Classroom biasa saja. Ada dimata kuliah
tertentu yang hasilnya memuaskan dan ada juga beberapa mata kulih yang kurang
memuaskan.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Bisa mendapatkan materi yang di share oleh dosen dan teman-teman dan tentunya
menambah wawasan dan pengetahuan baru melalui diskusi di Google Classroom.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Sangat memudahkan.
164
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Faktor penghambat biasanya saya terkendala sinyal saat hendk mengupload tugas.
Faktor pendukung lebih memudhkan untuk mengumpulkan tugas tanpa perlu lagi
menggunakan kertas dalam bentuk fisik lebih efisien.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Mungkin dari kekurangannya belum ada fitur voice note.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
95% layak digunakan
Mahasiswa : MB
Hari, Tanggal : Senin, 31 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saat dapat tau yang kampus memutuskan untuk pembelajaran Distance
Learning ada perasaan sedih dan senang, sedihnya, saya tidak merasakan
perkuliahan yang semestinya ada dikampus, senangnya saya jadi hemat biaya
untuk pergi kekampus, dan waktu saya dirumah cukup nyaman dan fleksibel.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media yang kami gunakan selama Distance Learning itu berupa, zoom, google
meet, dan google classroom.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitannya kalau menurut saya itu adalah, kurangnya tempat bertanya kita
dalam belajar, mau bertanya keteman kadang ada yang respon cepat kadang ada
juga yang tidak merespon sama sekali. Jadinya saya bingung mau bertanya kepada
165
dosen, agak malu juga takut ditanya kenapa masih tidak paham, apa karena tidak
memperhatikan dosen saat menjelaskan.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Pastinya sangat membantu sekali karena, media apapun itu sangat dibutuhkan,
karena dengan cara apalagi kita dan dosen bisa saling berinterksi dan berdiskusi
pembelajaran, dan Google Classroom ini juga mudah untuk dipahami, jadi sangat
membantu saya dalam belajar.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar saya mungkin naik turun ya, tergantung karena matakuliah adakala
sulit dan adakalanya pula mudah. Kalau untuk aplikasi Google Classroom nya
sendiri sudah cukup baik sejauh ini.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Menurut saya sangat bermanfaat ya, kita bisa mengingat tugaa-tugas dengan
mudah, mengajarkan kita disiplin waktu, karena di Google Classroom kita bisa
tau kita terlambat atau tidak dalam mengumpulkan tugas.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Fitur-fitur yang ada pada aplikasi Google Classroom ini mudah dipahami
sehingga mahasiswa dan dosen mudah dalam interaksi serah terima materi dan
juga tugas yang di upload di Google Classroom.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Menurut saya faktor penghambatnya itu adalah ketika dosen mengirim tugas atau
materi dengan kapasitas ukurannya besar dan saat yang bersamaan data internet
kita lemot itu menyulitkan proses pendownloadan, untuk faktor pendukungnya
adalah, materi yang di unggah di Google Classroom beragam dan mempermudah
mahasiswa dalam belajar secara mandiri.
166
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya kekurangannya adalah, fitur yang masih harus di upgrade lagi
seperti fitur voicenote karena untuk berdiskusi diforum Google Classroom ini
kami masih dengan mengetik dikolom komentar, sehingga kalau memperlambat
dalam diskusi
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya kelayakan Google Classroom dalam pemberian tugas dan materi
sudah cukup layak dan saya tidak ada kendala untuk itu, hanya saja untuk
kelayakan dari segi pemahaman materi saya masih agak kurang paham, tapi
selebihnya itu, Google Classroom bagus untuk diterapkan
Mahasiswa : SW
Hari, Tanggal : Minggu, 30 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Sebenarnya saya sudah tau kalau pasti akan diadakan Distance Learning
mengingat waktu itu memang covid-19 sedang merabak penyebarannya. Jujur
agak kecewa, kenapa ? karena saya belum bisa merasakannya bangku perkuliahan
untuk pertama kalinya dan harus melaksanakan pembelajaran secara Distance
Learning.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media yang sering saya gunakan itu youtube, karena saya sering belajar
mandirinya dari youtube, melihat vidio pembelajaran orang-orang dari youtube.
Karena perkuliahan daring itu sangat tidak efektif kalau menurut saya. Dan saya
lebih mengerti pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran Distance
167
Learning. Tapi karena kondisinyaa seperti ini mau tidak mau harus bisa belajar
otodidak.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang aku rasakan sewaktu pembelajaran Distance Learning itu,
pemahaman materi, itu susah banget aku untuk mengerti. Sebenernya dosen-dosen
pun sudah berusaha untuk memberikan vidio pembelajaran, hanya saja dari awal
sewaktu diumumkan pembelajaran Distaance Learning itu udah kaya, aku
langsung sugestinya, aduhh malas banget belajar daring, jadi mungkin karena
sugesti itu akupun dalam pembelajaran Distance Learning pun kurang maksimal,
karena aku mersa kalau belajar daring itu tidak enak. Maksudnya itu, kita sendiri
gitu, tidak ada interaksi dengan teman-teman.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Waktu kemarin sewaktu menggunakan aplikasi Google Classroom aman-aman
saja, tapi ya menurut aku kaya ada yang kurang dari Google Classroom.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar dengan Google Classroom itu sebenarnya bagus sih, lebih terstruktur
gitu, kaya per matakuliah itu, misal kita mau belajar dan ketika dosen upload
materi di Google Classroom materinya itu tidak tertimbun dengan materi lain,
pokoknya kalau Google Classroom yang aku rasakan itu ya lebih terstruktur
karena ada pembagian materi dan tugas.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Manfaat yang saya rasakan dari Google Classroom ya itu tadi, aplikasi Google
Classroom lebih terstruktur antara satu mata kuliah dan mata kuliah lain tidak
tercampur, antara tugas dan materi itu ada penandanya, jadi kita tidak keliru dan
bisa mereview ulang materi dan tugas yang diberikan dosen sebagai referensi
untuk belajar.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
168
Fitur yang ada di Google Classroom itu membantu sekali, seperti yang saya
sampaikan tadi, ada fitur yang bisa memisah tugas dan materi, terus ada fitur
deadline tugas juga, dan ada juga fitur yang memisahkan mata kuliah satu dengan
mata kuliah yang lain, dan mengaksesnya pun mudah untuk seluruh mahasiswa.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Faktor pendukungnya itu, aplikasi Google Classroom terstruktur dan bisa diakses
oleh seluruh mahasiswa, bisa menjadi mereview ulang materi dan bisa menjadi
referensi belajar. Kemudian faktor penghambatnya itu yang pertama, Google
Classroom itu harus online dan ada sinyal, terkadang kalau ditempat yang susah
sinyal nya itu, kita tidak bisa tau notif dari pemberitahuan tugas masuk dari dosen
karena kesulitan sinyal, dan anehnya itu apa akun Google Classroom saya aja atau
teman-teman juga sama, jadi ada waktu itu kebetulan saya lagi dibandung dan
sinyal juga mudah didapat, tapi yang anehnya itu saya Cuma dapat notif Deadline
tugas tanpa tau kapan tugas itu diberikan dosen. Dan kaget karena dapat tau
pengumpulan tugas sudah dibatas akhir pengumpulan.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Kalau menurut saya notif pemberitahuan Google Classroom itu selalu telat kalau
di handphone saya, tau-tau pemberitahuan tugasnya sudah dipenghujung batas
akhir pengumpulan. Biasanya notifikasi itu muncul tengah malam 1 hari sebelum
deadline. Mungkin karena pengaruh sinyal di handphone saya juga. Pokoknya
masalah kekurangan Google Classroom untuk saya pribadi ya itu tadi, notifnya
selalu terlambat.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Terlepas dari satu kekurangan Google Classroom yang tadi terlambat
pemberitahuan notif kadang membuat kita kaget dan akhirnya terburu-buru dalam
mengerjakan tugas, selebihnya itu bagus, efisiensi penggunaan aplikasi Google
Classroom itu lebih baik daripada memakai aplikasi yang lain, seperti edmodo, itu
169
kalau menurut saya kurang efektif, dan untuk Google Classroom ini sistemnya
sudah bagus, sistemnya lebih terstruktur.
Mahasiswa : NN
Hari, Tanggal : Kamis, 03 November 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya saat mengetahui hal tersebut senang dan khawatir karena, khawatir
nantinya pada saat pembelajaran Distance Learning kurang mengerti dalam
materi, dan perasaan senangnya karena bisa lebih leluasa dirumah.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Biasanya kami menggunakan media whatsapp, zoom dan Google Classroom
selama covid-19.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan itu terkadang kurang paham apa yang dimaksud
dengan dosen saat pembelajaran Distance Learning penjelasannya kurang bisa
dipahami lebih dalam.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Untuk sampai saat ini sudah baik, karena selama pandemi covid para dosen dan
mahasiswa sudah lebih memahami tentang pembelajaran Distance Learning
dengan lebih baik, jadi menurut saya sudah lebih baik.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Menurut sya hasil belajar saya selama menggunakan Google Classroom sudah
cukup baik, karena saat menggunakan Google Classroom kadang sudah lebih baik
dalam mengerjakan tugas dan ada poin-poinnya jadi kita bisa lebih tau bagaimana
hasil yang kita dapatkan.
170
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Penggunaan media Google Classroom bagi saya banyak manfaatnya ya dengan
mempermudah saat belajar, karena di dalam aplikasi Google Classroom ini
banyak fitur-fitur yang dapat mempermudah pembelajaran dan juga menghemat
waktu serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja, jadi lebih
menguntungkan dan banyak manfatnya.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Menurut saya sangat memudahkan sekali dalam pemahaman, karena sekarang
sudah banyak fitur-fitur dari Google Classroom seperti sharescreen, ada fitur
yang bisa mengevaluasi pembelajaran dan masih banyak lagi yang lainnya.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Untuk faktor pemhambat menurut saya mungkin ketika saat penilaian tugas oleh
dosen, kita tidak tau bagaimana cara dosen menilai tugas-tugas kami, dan kami
hanya tau pada saat nilai kami sudah muncul tanpa tau dimana letak betul dan
salahnya, berbeda dengan perkuliahan tatap muka, kami bisa langsung menghadap
dosen dan bertanya dimana letak kesalahan dalam tugas kami tersebut, kalau
untuk faktor pendukungnya Google Classroom ini mudah diakses oleh seluruh
mahasiswa dimana saja dan kapan saja.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Kekurangannya itu menurut saya tampilan Google Classroom yang sangat
monoton jadi kurang menarik bagi mahasiswa dan jika digunakan pada saat
Google Drive nya penuh, jadi tidak bisa digunakan
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Kelayakannya sudah cukup bagus, karena saat diera pandemi saat ini Google
Classroom itu sebagai salah satu aplikasi penyelamat bagi mahasiswa untuk dapat
171
tetap menjalankan proses perkuliahan jadi cukup terbantu walaupun tidak bisa
tatap muka namun dengan adanya Google Classroom ini dapat membantu untuk
kita sebagai mahasiswa agar tetap bisa belajar.
Mahasiswa : MT
Hari, Tanggal : Kamis, 03 November 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya sedih dan kecewa, karena saya tidak dapat mengikuti perkuliahan
secara tatap muka yang menurut saya pertemuan tatap muka lebih memudahkan
saya ketika memahami materi disbanding dengan perkuliahan daring
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media yang saya gunakan, yaitu zoom meeting, google meet, Google Classroom
dan whatsApp grup
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan saat pembelajaran jarak jauh adalah terkadang saya
sulit memahami beberapa materi dikarenakan materi hanya dijelaskan atau
dibacakan dari power point saja dan tempat untuk diskusi terbatas hanya melalui
media online saja.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Google Classroom sangat berjalan dengan baik karena GCR sangat membantu
diskusi dan komunikasi antara dosen dengan mahasiswa, GCR juga membantu
dalam menshare materi dan mengumpulkan tugas.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar saya menggunakan Google Classroom sangat baik.
172
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Manfaat dari GCR yaitu memudahkan saya dalam hal mengumpulkan tugas dan
menyimpan materi yang sudah diberikan oleh dosen.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Fitur yang ada pada GCR sangat memudahkan proses pembelajaran walaupun
tetap terdapat kekurangan yaitu mahasiswa hanya dapat membaca bukan
dijelaskan secara langsung, sehingga pemahaman terhadap materi terbatas.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Faktor penghambat : harus digunakan dengan jaringan internet yang stabil,
sehingga jika jaringan internet kurang mendukung maka sulit untuk mengakses
google classroom
Faktor pendukung: Google Classroom membantu mewadahi dosen dan
mahasiswa dalam hal komunikasi, diskusi, dan penyampaian materi, serta
memudahkan untuk mencari data.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Tampilan dari Google Classroom terkesan sangat sederhana dan kurang menarik
perhatian. Apabila file di google drive penuh maka para pengajar ataupun
mahasiswa tidak dapat mengirim file.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Google Classroom sebagai sarana dan media pembelajaran online sudah sangat
baik dan mudah untuk digunakan dan sangat membantu dalam proses
pembelajaran jarak jauh. Google Classroom mudah untuk digunakan kapan saja
dan dimana saja. Selain itu, aplikasi ini juga membuat sistem pembelajaran jadi
lebih sederhana, yaitu sebagai sarana untuk memantau perkembangan mahasiswa.
173
Mahasiswa : HQ
Hari, Tanggal : Sabtu, 05 November 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya saat dapat tau bahwa pihak kampus memutuskan untuk Distance
Learning terkejut, karena momen yang saya tunggu-tunggu bisa belajar dibangku
kuliah harus dialihkan ke pembelajaran online.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media yang kami gunakan adalah Google Classroom, Zoom dan whatsapp group.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan saat pembelajaran Distance Learning adalah materi
penugasan yang diinstruksikan dosen sesekali masih belum paham karenakan kita
juga dituntut untuk bisa belajar mandiri.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Menurut saya bisa dikatakan sudah berjalan baik dan juga belum, dikatakan
berjalan baik karena sudah mulai mengerti sedikit tentang materi, dan belum baik
karena masih proses memahami fitur dari media Google Classroom.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar saya dengan media Google Classroom sudah cukup baik sejauh ini
walaupun diawal-awal masih penyesuaian dengan media Google Classroom.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Menurut saya manfaatnya adalah untuk melatih kita untuk belajar mandiri dan
juga aplikasi Google Classroom ini salah satu media alternatif untuk penunjang
pembelajaran Distance Learning.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
174
Menurut saya fitur-fitur dalam aplikasi Google Classroom ini sudah sangat
memudahkan dalam belajar hanya mungkin, kalau dari segi pemahaman
tergantung dari tiap individu mudah mengerti materi dengan cepat atau tidak.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Menurut saya faktor penghambat yang sangat mempengaruhi pembelajaran
Distance Learning dengan media Google Classroom ini adalah sinyal internet
yang kadang bagus kadang tidak tergantung daerah masing-masing, dan didaerah
rumah saya internetnya kalau turun hujan, sinya cenderung jelek sehingga sulit
untuk mengakses Google Classroom. dan untuk faktor pendukung media Google
Classroom adalah aplikasi ini cukup efisien dalam menerima dan mengumpulkan
tugas kepada dosen dan juga ada waktu pengingat kapan batas waktu
pengumpulan tugas.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajaran Distance Learning ?
Menurut saya media Google Classroom ini belum maksimal dalam pengawasan
belajar, karena dosen tidak akan tau siapa saja yang sedang online selama
menggunakan Google Classroom.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya media Google Classroom sudah cukup layak karena walaupun disisi
lain ada kekurangan seperti terkendala sinyal, tetapi juga dengan media Google
Classroom bisa menjadi media alternatif untuk proses perkulihan.
Mahasiswa : AA
Hari, Tanggal : Minggu, 30 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
175
Perasaan saya waktu itu agak bingung karena, tidak ada gambaran mengenai
pembelajaran Distance Learning sebelumnya, kira-kira strukturnya seperti apa,
apakah saya bisa paham hanya dengan belajar dari rumah, karena tidak bisa
bertanya secara langsung kepada dosen terkait materi pembelajaran.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media yang digunakan selama Distance Learning itu ada, zoom, edmodo, Google
Classroom, whatsapp.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan adalah, tempat tinggal saya yang agak susah sinyal,
oleh sebab itu banyak materi kadang-kadang tidak tepat waktu terunggah karena
notifikasi pembelajaran terlambat masuk dikarenakan susah sinyal.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Disatu sisi pembelajaran dengan Google Classroom sudah berjalan baik, mental
kami di dua bukan pertama pembelajaran Distance Learning kami para
mahasiswa merasa tertekan dikarenakan tugas yang terus menerus diberikan oleh
dosen, sehingga kami cukup kesulitan menyelesaikannya.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Hasil belajar menggunakan Google Classroom cukup memuaskan dan memang
tidak semua mata kuliah kami bisa paham dengan menggunakan Google
Classroom, sewaktu-waktu kami juga membutuhkan media zoom, agar dosen bisa
menjelaskan lebih detail terkait materi.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Menurut saya manfaatnya sangat terasa seekali ya, karena di media ini kita bisa
tau tugas apa saja yang dosen berikan, dan kita juga bisa tau kapan batas akhir
pengumpulan tugas dari dosen, aplikasi Google Classroom ini tidak terlalu sulit
selagi kita memiliki sinyal yang bagus, aplikasi inipun akan berjalan dengan baik
juga.
176
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Seperti yang saya katakan tadi bahwa, aplikasi ini selalu mengingatkan kita jika
ada tugas ataupun materi yang diberikan oleh dosen, karena setiap ada tugas atau
materi, selalu diingiri dengan notifikasi dari aplikasi Google Classroom ini.dan
juga, kita bisa mengupload tugas yang akan kita kumpulkan bisa berupa
document, ppt, ataupun vidio.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Kalau penghambat dengan media Google Classroom ini menurut saya Sinyal,
karena ditempat saya tinggal, sinyal nya tidak begitu bagus, dan saat hendak
mengumpulkan atau mengunduh tugas, itu mungkin harus menunggu lama,
karena sinyal tadi yang agak jelek, kalau untu faktor pendukungnya, media
Google Classroom ini mudah dan praktis, kami semua dapat mengaksesnya,
sistemnya juga simpel dan mudah dipahami.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Kekurangannya mungkin gerak kita terbatas dengan teori saja ya, sedangkan pada
pendidikan kimia, normalnya kan kita ada praktikum di laboratorium, sbeneranya
bisa praktikum dirumah, hanya saja alat dan bahannya tentu tidak terlalu memadai
seperti halnya dilaboratorium, keterbatasan dalam tanya jawab. Sampai sekarang
belum ada solusi bagaimana cara memaksimal kan interaksi diskusi tanya jawab
dosen dan mahasiswa.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Berdasarkan kelayakannya, Google Classroom cukup layak dalam penunjang
pembelajaran Distance Learning, dan tidak mengharuskan kita untuk kekampus
dalam serah terima tugas dan materi, dari rumah sudah bisa mengakses tugas dan
materi yang diberikan dosen, jadi kelayakan Google Classroom saya katakan 90%
layak dalam penunjang proses pembelajarn Distance Learning.
177
Mahasiswa : LA
Hari, Tanggal : Minggu, 30 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Sebenarnya perasaanya itu kesal tidak senang juga tidak, senang itu karena bisa
belajar dari rumah, kesalnya kalau pada saat belajar dirumah itu terganggu dengan
hal-hal kecil, seperti membantu orang tua dirumah atau mengerjakan pekerjaan
lain terus jadi sedih karena lebih efektif belajar langsung dikampus karena bisa
fokus.
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Media yang kami gunakan selama pembelajaran Distance Learning yaitu ada
whatsapp grup, zoom, Google Classroom.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kesulitan yang saya rasakan lebih ke sinyal sih, karena setiap orng kan sinyalnya
berbeda-beda ya, kadang dari dosennya suka lemot atau juga jaringannya ngelag
pembelajaran jadi sulit dicerna otak, banyak gangguan juga kalau dirumah jadi
agak malas untuk mendengar intruksi saat ada kelas karenakan pembelajarannya
online jadi bisa offcam
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Selama pembelajaran beberapa waktu ini sudah baik berbeda halnya sewaktu
awal-awal dimulainya penggunaan Google Classroom agak susah karena ada
beberapa anak yang kesulitan menggunakan Google Classroom, tapi sekarang
sudah berjalan makin dengan baik karena sudah paham dengan Google
Classroom.
178
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
Sebenarnya sama saja hasilnya Cuma kadang tergantung dari kondisi dirumah aja
kalau ke distrack sama kebisingan ya hasilnya jadi kerja dua kali dalam belajar,
tapi hasilnya cukup baik sedikit.
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Manfaatnya lebih fleksibel dan leluasa karena kalau seusainya kelas bisa langsung
mengerjakan tugas saat itu juga, dan kalau ada kerja kelompok bisa langsung dari
rumah saja, seperti videocall, chating atau bahkan telepon.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Kalau memudahkan memang iya, karena kita bisa melihat langsung deadline
tugasnya kapan, bisa mengumpulkan tugas sebelum tanggal yang ditentukan, ya
lebih mudah aja penggunaannya aplikasi Google Clasroom nya langsung kirim
tugas selesai.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Kalau untuk penghambatnya seperti yang saya katakan, tidak semua orang
memiliki sinyal yang sama kuat, kadang ada orang yang sinyal nya lancar, kadang
juga tidak lancar, jadi kalau momennya sinyal lemot agak susah untuk mengirim
tugas. Kalau faktor pendukungnya Google Classroom ini lebih mudah kalau untuk
mengirim tugas bisa langsung klik send assignment selesai.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Sejauh ini aplikasi Google Classrom masih terbilang aman dan nyaman untuk
digunakan, hanya saja kalau tiba eror karena banyak yang menggunakan jadinya
tidak bisa digunakan.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
179
Untuk kelayakan Google Classroom sendiri sudah benar-benar baik, maksudnya
kalu hendak mengerjakan tugas, mau ada kelas online bisa langsung join, dan
kalau mau absen bisa langsung tulis dikolom komentar, serta kalau mau
mengirimkan tugas bisa langsung klik send assignment.
Mahasiswa : SW
Hari, Tanggal : Senin, 31 Oktober 2022
1. Bagaimana perasaan anda ketika pihak kampus memutuskan untuk menerapkan
pembelajaran Distance Learning ?
Perasaan saya sewaktu dapat tau diadakannya Distance Learning lumayan senang
karena pembelajaran di rumah, saya dapat fleksibel mengatur waktu, seperti
kapan mengerjakan tugas sekolah, membantu orang tua, istirahat, dan
mengerjakan aktifitas lainnya
2. Selama pandeimi covid-19, media apa saja yang anda gunakan sebagai penunjang
pembelajaran Distance Learning ?
Google Classroom, zoom, edmodo.
3. Kesulitan apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning ?
Menurut saya kesulitannya dengan pembelajaran Distance Learning adalah ketika
saya tidak mengerti dengan materi dn untuk bertanya kepada teman kadang
direspon kadang tida, dan kalau bertanya kepada dosennya agak kurng percaya
diri karena tidk mengerti dengan materi, dan seketika perasaan sedih itu muncul
karena saya tidak punya teman untuk belajar bersama.
4. Apakah proses pembelajaran Distance Learning dengan media Google Classroom
di era pandemi Covid-19 sudah berjalan dengan baik ?
Sejauh ini sudah baik, namun mungkin sewaktu diawal pembelajaran Distance
Learning kami harus membiasakan menggunakan Google Classroom agar
memudahkan kami dalam belajar.
5. Bagaimana menurut anda hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom
ini ?
180
Untuk hasil belajar menggunakan aplikasi Google Classroom ini tidak ada
masalah dan juga wawasan saya juga ikut bertambah
6. Manfaat apakah yang anda rasakan dalam pembelajaran Distance Learning
dengan menggunakan media Google Classroom ?
Menurut saya manfaat pembelajaran Distance Learning dengan menggunakan
media Google Classroom ini bisa Menambah wawasan dan kemampuan
menggunakan berbagai aplikasi dalam proses pembelajaran. Awalnya saya tidak
tahu apa itu aplikasi Google Classroom, Melalui pembelajaran Distance
Learning, saya akhirnya mengetahui dan terbiasa menggunakan apikasi Google
Classroom untuk belajar. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk
berkomunikasi dengan beberapa orang tanpa bertemu secara langsung.
7. Apakah fitur yang ada didalam media Google Classroom ini dapat memudahkan
proses pemahaman dalam pembelajaran Distance Learning ?
Menurut saya fitur-ritur yang ada pada Google Classroom ini sudah cukup
memudahkan kita dalam belajar, sudah ada fitur mengumpulkan tugas, fitur
berkomentar jika hendak bertanya kepada dosen, fitur untu menyimpan materi
dosen dan masih banyak lagi.
8. Menurut anda apa faktor penghambat dan juga faktor pendukung dalam
memaksimalkan pembelajaran Distance Learning dengan media Google
Classroom ini ?
Menurut saya penghambatnya itu, karena di rumah saya menggunakan wifi,
sehingga ketika berada diluar rumah, jaringan internet yang menggunakan kouta
handphone biasanya sinyalnya agak melambat, ada juga mengalami kendala
jaringan yang berubah ubah atau kadang lancar kadang juga tidak, dan juga saya
kurang memahami pembelajaran Distance Learning dibandingkan tatap muka.
Faktor pendukungnya ya itu tadi, saat saya dirumah saya tidak meraa kesulitan
dalam mengakses materi dan mengupload tugas yang diberikan dosen karena
dirumah saya menggunakan wifi.
9. Bagaimana menurut anda kekurangan media Google Classsroom sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
181
Kekurangannya kalau menurut saya pada saat diskusi, Google Classroom sulit
untu diadkannya diskusi, karena pada saat diskusi kita hanya bisa aktif dikolom
komentar yang tersedia difitur kometar, dan dosen hanya tau mahasiswa yang
aktif berdasarkan komentar yang diberikan, tanpa tau bahaw ada mahasiswa yang
tidak ikut berdiskusi.
10. Bagaimana menurut anda kelayakan media Google Classroom ini sebagai
penunjang proses pembelajarn Distance Learning ?
Menurut saya Googe Classroom sudah layak untuk digunakan seterusnya, karena
Pemberian tugas yang menggunakan aplikasi Google Classroom ini seperti
pembuatan video pun menambah wawasan dan memotivasi saya untuk kreatif
dalam mengerjakan tugas walaupun harus dilakukan secara Distance Lerning.
.
182
Lampiran 11 Foto Wawancara Mengguakan Voice Note
Perwakilan kelas B Perwakilan kelas A
Perwakilan kelas C
183
Lampiran 12 Foto Mengumpulkan Kuesioner
Perwakilan kelas B Perwakilan kelas A
Perwakilan kelas C
184
Lampiran 13 Aktivitas pembelajaran Google Classroom
Absensi dan kolom diskusi
Mahasiswa Daftar Kelas per Matakuliah
Pemberian materi dan Penugasan
185
Lampiran 14 Lembar Uji Referensi
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
Lampiran 15 Hasil Uji Turnitin