Indikator Program Tahun 2025
Indikator Program Tahun 2025
Puskesmas
29 Persentase puskesmas yang mampu melakukan pelayanan ANC 12 T 25
30 Persentase Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan terlatih ANC dan PNC 85
31 Persentase Puskesmas yang memiliki dokter terlatih ANC-USG 85
32 Persenatse Puskesmas yangmemiliki tim kegawatdaruratan maternal neonatal terlatih Nakes
ANAK
Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir 100
1 Cakupan Kunjungan Neonatal (KN) 1 sesuai standar 95
2 Cakupan Kunungan Neonatal (KN ) lengkap sesuai standar 95
3 Cakupan Neonatal komplikasi 15
4 Cakupan penanganan Komplikasi Neonatal 100
5 Cakupan Pelayanan bayi sesuai standar 95
6 Bayi baru lahir di skrining Hipotiroid kongenktal (SHK) 65
7 Bayi baru lahir umur 24-48 jam di skrining PJB (Penyakit jantung bawaan) 100
5 Cakupan Pelayanan Anak balita sesuai standar 100
6 Cakupan pelayanan balita sesuai standar 100
7 Puskesmas yang melaksanakan MTBS 100
8 Balita yang dilakukan MTBS 65
9 Puskesmas melaksanakan SDIDTK 100
10 Balita yang dilakukan SDIDTK 65
11 Puskesmas melaksanakan kelas ibu balita 100
12 Jumlah ibu melaksanakan kelas ibu balita 75
13 Jumlah lahir hidup 0
14 Jumlah lahir mati 0
15 Jumlah kematian bayi 0
16 Jumlah kematian anak balita 0
17 Kematian Anak umur 6 sampai dengan 18 tahun 0
GIZI
A Sasaran Bayi Baru Lahir
1 Persentase Bayi Baru Lahir Mendapat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 50
2 Persentase Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (Berat badan <2500 gr) 5,8
B Sasaran Balita dan Anak Prasekolah
3 Prevalensi balita Stunting (Pendek dan sangat pendek) 18,8
4 Prevalensi balita wasting (Gizi kurang dan Gizi buruk) 8
5 Prevalensi balita underweight (berat badan kurang dan sangat kurang) 15
6 Prevalensi balita overweight (gizi lebih dan obesitas) 4
7 Persentase Bayi Usia Kurang dari 6 bulan Mendapat ASI Eksklusif 73
8 Persentase Bayi Usia 6 bulan Mendapat ASI Eksklusif 61
9 Persentase anak usia 6-23 bulan mendapat MPASI 73
10 Persentase anak usia 6-23 bulan mengkonsumsi telur,ikan dan/atau daging 80
11 Cakupan Pemberian suplementasi Vitamin A pada balita usia 6-59 bulan 91
12 persentase balita gizi kurang mendapat makanan tambahan 65
13 Persentase balita berat badan kurang mendapat makanan tambahan 65
14 Persentase balita berat badan tidak naik (T) mendapat makanan tambahan 65
15 Persentase balita bermasalah gizi mendapat makanan tambahan 65
Persentase balita gizi kurang mendapat makanan tambahan mengalami perbaikan
16 65
status gizi
Persentase balita Berat badan kurang mendapat makanan tambahan mengalami
17 55
perbaikan status gizi
Persentase balita Berat badan tidak naik (T) mendapat makanan tambahan dan
18 65
mengalami kenaikan Berat badan adekuat
19 Persentase balita gizi buruk mendapat tatalaksana 91
20 Persentase balita dipantau pertumbuhan dan perkembangan 50
21 Cakupan balita yang ditimbang berat badannya (D/S) 80
Cakupan Balita memiliki Buku Kesehatan Ibu Anak (KIA)/Kartu Menuju Sehat
22 78
(KMS) (K/S)
23 Cakupan Balita ditimbang yang Naik Berat Badannya (N/D) 70
C Sasaran Ibu Hamil dan Ibu Nifas
24 Persentase anemia pada ibu hamil 26
25 Persentase ibu hamil mendapat suplementasi gizi 90
26 Persentase Ibu hhamil mengkonsumsi suplementasi gizi 48
27 Persentase ibu hamil KEK 15
28 Persentase ibu hamil mendapat makanan tambahan 84
29 Persentase ibu hamil mengkonsumsi makanan tambahan 83
D Sasaran Institusi
30 Persentase puskesmas mampu tatalaksana gizi buruk pada balita 60
Persentase kab/kota melakukan pemantauan praktik MPASI pada 80% anak usia
31 25
6-23 bulan
32 Persentase puskesmas memiliki konselor menyusui 30
33 Persentase puskesmas memiliki alat antropometri 100
KB
1 KB Aktif 75
2 KB Pasca Salin 57
3 Persentase calon pengantin yang mendapatkan skrining kesehatan 50
USEKREM yang
Puskesmas
1 melaksanakan 90
pembinaan
persentase ke
Remaja Puteri mengonsumsi Tablet Tambah
2 Darah (TTD) 90
3 Pencatatan –pelaporan pemantauan konsumsi TTD APLIKASI EPPGBM 58
4 Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar 100
Presentasi remaja putri yang mendapatkan Skrining Anemia
5 90
6 Presentasi sekolah melaksanakn UKS/M 70
7 Persentase sekolah mendapatkan Skrinning Kesehatan 90
8 Persentase sekolah mendapatkan skrinning Anemi 90
Persentase Puskemas
9 Persentase 90
memiliki HbPuskemas
Meter
10 PKPR (Pelayanan 80
11 Kesehatan Peduli Remaja)
Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar (SPM) 100 %
1.Skrining kesehatan. 100
2.Tindak lanjut hasil skrining kesehatan 100
3. Pemberian imunisasi Campak Rubela, DT, Td pada BIAS
sesuai jadwal dan tingkat pendidikan siswa atau usia yang setara
100
LANSIA
Cakupan Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut 100
1 Persentase Puskesmas dengan Posyandu Lansia Aktif di Desa 100
2 Peresentase Puskesmas dengan Homecare / Home Visit Lansia 65
3 Persentase Lansia yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai Standar 100
4 Persentase Puskesmas yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan Santun Lansia 50
2 Jumlah Kelompok Asuhan Mandiri Pemanfataan TOGA dan Akupresur Binaan 100%
Puskesmas
3 Pelayanan Kesehatan Tradisional dalam Gedung dan luar Gedung yang dilakukan 100%
Puskesmas
4 Petugas Kesehatan Puskesmas yang terlatih Kesehatan Tradisional 100%
5 Jumlah Pelayanan SPA di Wiliyah Kerja Puskesmas yang memiliki STPT 100%
6 Puskesmas yang memiliki RTH untuk Tanaman Obat 100%
UKGS
1 Persentase Sekolah yang melakukan sikat Gigi masal 100%
2 Persentase Sekolah yang mendapatkan pelayanan Gigi dan Mulut 100%
3 Persentase Murid Sekolah yang mendapatkan Perawatan Gigi dan Mulut 100%
4 Jumlah Yang Melakukan Pemeriksaan Gigi dan Mulut di Masyarakat 100%
5 Jumlah Yang Melakukan Perawatan Gigi dan Mulut di Masyarakat 100%
6 Jumlah Kasus Gigi dan Mulut yang di Rujuk ke Rumah Sakit 100%
KUNJUNGAN RAWAT JALAN
1 100%
Jumlah individu rawat jalan yang mendapatkan asuhan keperawatan di puskesmas
2 100%
Jumlah individu rawat inap yang mendapatkan asuhan keperawatan di puskesmas
3 Jumlah KK miskin yang dibina 100%
4 Jumlah KK miskin dengan masalah kesehatan lepas bina (KM 3 dan 4) 100%
RAWAT INAP
1 Jumlah rawat jalan -
2 Persentase Rawat jalan yang di Rujuk Ke RS 15%
3 Jumlah Rawat Inap -
4 Persentase Rawat Inap Yang Di Rujuk Ke RS 15%
5 Persentase Pasien yang dirujuk meninggal dunia <5%
6 Cakupan pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien 100%
Cakupan Pelayanan Kesehatan rujukan pasien miskin 100%
DIARE
1 Penemuan diare balita 100%
2 Cakupan tatalaksana kasus sesuai standar 100%
3 Penemuan diare semua umur 100%
4 Pelaksanaan keg. Rehidrasi oralit aktif (LROA) 100%
KUSTA
<1/10000
1 Angka kesakitan (Prevalensi Rate)
PDDK
2 Cakupan deteksi dini penyakit kusta 100%
3 Jumlah kasus kusta baru tanpa disanilitas <5%
4 Proporsi penderita kusta baru anak <5%
5 Persentase penderita kusta menyelesaikan pengobata kusta tepat waktu 90%
6 Proporsi kontak penderita kusta yang diperiksa 85%
FRAMBUSIA
1 Jumlah temuan suspek Frambusia 0%
2 SD yang melakukan pemeriksaan Frambusia 100%
ISPA
Cakupan kunjungan balita batuk/kesukaran bernafas yang dihitung nafa/tarikan
1 100%
dinding dada ke dalam
2 Cakupan penemuan penderita pnemonia balita 75%
3 Persentase pengobatan kasu pnemonia sesuai standar 95%
TB
Cakupan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga TB Yang Mendapatakan
100%
Pelayanan Sesuai Standar
1 Cakupan penemuan Tuberkulosis (Treatment Coverage) 100%
2 Persentase paien Tuberkulosis sensitif obat yang memulai pengobatan 100%
3 Angka keberhasilan pengobatan TBC Treatment Succes Rate (TSR) 100%
4 Cakupan penemuan Tuberkulosis resisten obat 100%
5 Persentase pasien tuberkulosis resisten obat yang memulai pengobatan 100%
6 Angka Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis anak (0 - 14 tahun) 100%
7 Cakupan penemuan Tuberkulosis pada anak (0 - 14 tahun) 100%
8 Persentase pasien Tuberkulosis mengetahui status HIV 90%
9 Persentase ODHIV baru memulai ARV yang diskring TBC 90%
10 Cakupan pemberian terapi pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah 100%
HIV
Cakupan Jumlah Orang Dengan Resiko Terinfeksi HIV Yang Mendapatkan
100%
Pelayanan Sesuai Standar Dalam Kurun Waktu Satu Tahun
1 Orang beresiko terinfeksi HIV yang diskrining (ibu Hamil TB) 80%
2 Orang yang beresiko terinfeksi HIV yang diskrining (ibu hamil) 100%
Orang yang beresiko terinfeksi HIV pada POCI yang di skrining (pasien IMS,
3 penjara seks, lelaki seks lelaki, waria pengguna narkoba suntik) dan warga 100%
binaan.
4 Persentase ODHIV mendapatkan terapi ARV 100%
HEPATITIS
1 Persentase ibu hamil yang diskrining Hepatitis 100%
2 Persentase ibu hamil rekatif Hepatitits ditindaklanjuti 100%
3 Persentase bayi baru lahir dari bumil reaktif diberikan HbIg 100%
4 Penemuan kasus Hepatitis B (HbSAg Reaktif) pada bayi usia 9 - 12 bulan 100%
SIPILIS
1 Persentase ibu hamil diskrining sipilis 100%
2 Persentase ibu hamil reaktif sipilis ditindaklanjuti 100%
DBD
1 Angak kejadian (insiden rate=IR) < 10/100.000
2 Angka kematian disebabkan DBD (case fatality rate=CFR) < 0,5 %
3 Angka bebas jentik (ABJ) > 95 %
FILARIASIS
1 Tatalaksana kasus filariasi sesuai standar 100%
RABIES
1 Jumlah kasus GHPR/Rabies Yang ditanggani 100%
2 Cakupan Kasus GHPR yang dilakukan pncucian luka sesuai Protap 100%
3 Cakupan Jumlah Kasus GHPR yang teridentifikasi untuk di berikan VAR 100%
4 Cakupan Jumlah Kasus Lyssa Nol 100%
PAGHBTB
12 Cakupan Jumlah Kasus PAGHBTB 100%
KECACINGAN
12 Cakupan POPM kecacingan > 75%
MALARIA
1 Annual parasite incidence (API) <1‰
2 Positifity Rate (PR) <5%
PTM
2 Persentase puskesmas yang menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di 7 tatanan 100%
Jumlah penduduk yang merokok yang mendapatkan pelayanan upaya berhenti
3 50%
merokok (UBM)
4 Jumlah puskesmas yang melakukan pelayanan terpadu (PANDU) PTM 100%
Jumlah populasi (Usia >15 Thn) di wilayah puskesmas yang mendapatkan
5 100%
pelayanan deteksi din faktor resiko PTM
Jumlah populasi (usia >7 Thn)di wilayah kerja puskesmas yang mendapatkan
6 peleyanan deteksi dini gangguan indera (gangguan penglihatan dan gangguan 40%
pendengaran)
Jumlah wanita (usia 30 - 50 tahun) yang mendaptkan palayanan deteksi dini
7 80%
penyakit kanker dan benjolan payudara
8 Jumlah penduduk yang obesitas 90%
KESWA
IMUNISASI
7 Penyelidikan epidemiologi kasus potensi KLB (sesuai standar operasional kasus) 100%
8 Respon KLB 100%
PROGRAM HAJI
1 Presentase JCH yang divaksinasi meningitis 100%
2 resentase JCH yang divaksinasi COVID 19 90%
3 Presentase JCH yang dibina 100%
4 Presentase JCH yang dilakukan kunjungan rumah/cakupan K3JH 80%
DIARE
1 PENEMUAN DIARE BALITA 100%
2 CAKUPAN TATALAKSANA KASUS SESUAI STANDAR 100%
3 PENEMUAN DIARE SEMUA UMUR 100%
4 PELAKSANAAN KEG. REHIDRASI ORALIT AKTIF (LROA) 100%
KUSTA
<1/10000
1 ANGKA KESAKITAN (PREVALENSI RATE)
PDDK
2 CAKUPAN DETEKSI DINI PENYAKIT KUSTA 100%
3 JUMLAH KASUS KUSTA BARU TANPA DISABILITAS <5%
4 PROPORSI PENDERITA KUSTA BARU ANAK <5%
PRESENTASE PENDERITA KUSTA MENYELESAIKAN PENGOBATAN
5 90%
KUSTA TEPAT WAKTU
6 PROPORSI KONTAK PENDERITA KUSTA YANG DI PERIKSA 85%
FRAMBUSIA
1 JUMLAH TEMUAN SUSPEK FRAMBUSIA 0%
2 SD YANG MELAKUKAN PEMERIKSAAN FRAMBUSIA 100%
ISPA
HIV
7 Penyelidikan epidemiologi kasus potensi KLB (sesuai standar operasional kasus ) 100%
8 Respon KLB 100%
PROGRAM HAJI
1 Presentase JCH yang divaksinasi meningitis 100%
2 Presentase JCH yang divaksinasi COVID 19 90%
3 Presentase JCH yang divaksinasi Influenza 90%
4 Presentase JCH yang divaksinasi Polio 90%
5 Presentase JCH yang dibina 100%
6 Presentase JCH yang dilakukan kunjungan rumah/cakupan K3JH 80%
Tapaktuan, 20
Plt. KEPALA DINAS KESEH
KABUPATEN ACEH SELA
YUHELMI, SH,MH
NIP. 19690809 199803 1 005
TAHUN 2025
Sasaran Capaian % capaian
80%
90%
>3
>1
80%
>100%
100%
100%
ktuan, 2025
KEPALA DINAS KESEHATAN
BUPATEN ACEH SELATAN
HELMI, SH,MH
19690809 199803 1 005
Indeks habitat (IH) reseptivitas