Anda di halaman 1dari 6

Cara Menjaga Kesehatan Alat Kelamin/Organ Reproduksi Agar Sehat Terawat Alat kelamin merupakan organ sistem reproduksi

yang sangat penting fungsinya bagi kita sehingga harus kita rawat dan jaga kesehatannya baik di masa kini dan di masa yang akan datang. Jika lalai dalam menjaganya, maka bisa saja alat kelamin tersebut bisa terkena berbagai penyakit maupun gangguan karena rentan terhadap perubahan. CEBOK (membersihkan area dubur dan alat kelamin) Cebok adalah tindakan membersihkan (membasuh) dubur, alat genetalia (alat kelamin) serta saluran kencing setelah buang air. Cebok penting dilakukan untuk menjaga kesehatan. Cebok yang bertujuan membersihkan dubur dapat dilakukan dengan menggunakan kertas (dan bahan sejenis kertas) atau air. Selain itu, di beberapa kebudayaan, cebok juga dapat dilakukan dengan menggunakan batu, daun, kain lap, dan lain-lain. Sebelum membahas mengenai bagaimana cara cebok yang benar, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menjaga kebersihan alat kelamin kita selain dengan melakukan cebok. Itu artinya ada beberapa factor ekstrinsik selain cebok yang sangat berpengaruh juga pada kebersihan alat kelamin laki-laki ataupun wanita. Diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Gunakan Celana Dalam Yang Bersih Higienis Ganti celana dalam yang kita pakai minimal dua kali dalam satu hari jika penggunanya mudah berkeringat agar tidak mudah ditumbuhi kuman. CD atau celana dalam yang tidak higienis baik kotor terkena keringat dan daki serta lembab akan memudahkan bakteri berkembangbiak yang bisa mengundang penyakit, bau tak sedap, biang keringat, dan lainlain. 2. Cukur Rambut Kemaluan Secara Rutin/Berkala Bagi yang memiliki rambut kemaluan panjang sebaiknya melakukan pangkas rambut kemaluan untuk menjaga tetap pendek agar tidak banyak ditumbuhi bakteri. Di samping itu ada bakteri baik yang tumbuh di rambut si sekitar kemaluan sehingga tidak baik untuk dicukur habis hingga plontos.

3. Jauhi / Hindari Ancaman Berbahaya Alat kelamin cukup sensitif dengan sinar x rontgen, sehingga perlu diwaspadai untuk tidak sering melakukan rontsen. Usahakan ronsen satu kali saja dalam tenggat waktu 6 bulan. Hindari pula makanan, minuman dan kebiasaan yang merusak kesehatan alat reproduksi seperti minum minuman keras mengandung alkohol, merokok, menggunakan narkoba, dan lain sebagainya. 4. Jaga Suhu Pada Bagian Alat Kelamin Jika alat kelamin pria/laki-laki berada dalam lingkungan yang panas, maka sperma yang dihasilkan akan menurun kualitasnya sehingga bisa jadi tidak akan mampu untuk membuahi sel telur istri yang dikawininya. Oleh sebab itu hindarilah menggunakan pakaian yang ketat yang berbahan panas kurang ventilasi serta jauhi kebiasaan yang meningkatkan suhu alat kelamin seperti memangku laptop di paha dekat alat kelamin. 5. Hindari Hubungan Seks Pranikah dan Tetap Setia Pada Pasangan Dengan alasan apapun jangan melakukan hubungan seks layaknya suami isteri dengan pasangan yang bukan pasangan sah kita serta pilihlah pasangan yang setia dan bebas penyakit menular seksual (pms). Mengabaikan hal ini akan beresiko tinggi terjangkit penyakit menular seksual yang berbahaya sepert HIV AIDS, herpes, raja singa, kutil kelamin, hepatitis b, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selanjutnya kita akan membahas bagaimana Cara cebok yang baik pada wanita dan pria, meliputi : Memilih Toilet Sebisa mungkin pilihlah toilet jongkok untuk menghindari kontak dengan dudukan toilet yang sangat mungkin terpapar bakteri, virus, maupun parasit lainnya. Bila terpaksa menggunakan toilet duduk, khususnya di tempat-tempat

umum, gunakanlah terlebih dahulu cairan pembersih toilet yang umumnya mengandung antiseptik serta tisu untuk membersihkan area toilet yang akan bersentuhan dengan kulit. Cairan pembersih ini umumnya sudah banyak tersedia di pasaran, baik dalam bentuk spray maupun sediaan lainnya, bahkan beberapa toilet umum pun sudah ada yang menyediakan cairan pembersih toilet. Penggunaan Air Selalu gunakan air bersih untuk membersihkan baik area genital maupun area dubur. Usahakan untuk tidak menggunakan air yang ditampung di bak air maupun ember, terutama ketika menggunakan toilet umum. Gunakanlah air mengalir baik dari shower maupun dari keran. Yang terbaik untuk membersihkan organ intim, Penggunaan Tisu Toilet Yang terbaik tetaplah dengan menggunakan air untuk membersihkan organ genetalia maupun area dubur. Gunakanlah tisu hanya untuk mengeringkan dan bukan sebagai pengganti air. Ketika mengeringkan dengan tisu pun harus hatihati, karena seringkali sisa tisu toilet yang tertinggal di area organ genetalia secara tidak disadari malah dapat memicu

terjadinya keradangan. Pada wanita Cara yang paling baik adalah dengan tetap menggunakan air bersih dan akhiri dengan mengeringkan area vagina dengan menggunakan handuk lembut, bersih, dan kering dengan cara ditepuk-tepuk dan bukan dengan digosok. Sedangakan Pada Pria hampir sama dengan wanita. Penggunaan Sabun dan Cairan Antiseptik Sabun yang mengandung antiseptik memang sebaiknya digunakan untuk membersihkan area dubur, namun tidak untuk area genitalia. Pada Pria dan Wanita Penggunaan sabun akan mengiritasi dan mengeringkan mucus disekitar

vulva dan gland penis sedangkan sabun antiseptik akan membunuh semua bakteri, bukan hanya yang berbahaya. Gunakanlah cairan antiseptic pada vagina hanya bila didapatkan keluhan, misalnya keputihan, atau sesuai petunjuk dokter. Penggunaan cairan antiseptik pada vagina secara berlebihan, terutama yang tidak memiliki pH balance, akan mengakibatkan perubahan pada pH vagina yang menyebabkan bakteri-bakteri yang tumbuh normal pada vagina mati, dan akhirnya malah timbul keluhan-keluhan seperti keputihan. Sedangkan pada pria akan menyebabkan iritasi dan kemerahan pada penis jika pH sabun terlalu asam. Perhatikan Kebersihan Tangan Selalu perhatikan kebersihan tangan saat akan cebok. Jangan menyentuh organ genetalia dengan tangan yang masih kotor. Pada Wanita Jangan juga membersihkan vulva dan vagina langsung dengan tangan yang habis digunakan untuk

membersihkan area dubur. Cara yang terbaik adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah cebok, serta setelah membersihkan dubur dan akan membersihkan organ genetalia.

Perhatikan Arah Cebok Berikut gambar anatomi alat kelamin laki-laki dan wanita sehingga bias memperjelas tentang bagaimana cara membersihkan alat kelamin yang baik dan benar.

Pada Wanita Bersihkan area genital dari depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri dari dubur ke vagina, baik saat menyiram, membersihkan, maupun mengeringkan. Sebisa mungkin juga bersihkan dari arah dalam ke luar, dan bukan sebaliknya, untuk menghindari perpindahan bakteri dari bagian luar organ genetalia ke dalam. Untuk yang perempuan rajinlah mengganti pembalut saat haid/menstruasi/datang bulan serta membiasakan cebok dengan arah depan ke belakang agar kotoran pup tidak pindah ke vagina. Pada Pria bersihkan area genital dengan cara membuka preputium sehingga gland penis bisa terlihat kemudian bersihkan disekitar leher gland penis dengan lembut hingga bersih dan kemudian bilas. Secara lebih jelas adalah sebagai berikut: Siram dan bilas dengan air bersih hingga bersih setelah buang air kecil dan air besar agar tidak ada sisa air seni / air kencing yang menempel pada kulit kelamin. Untuk laki-laki yang tidak disunat dan penis masih memiliki kulup penutup maka wajib membersihkan bagian dalam kulup (kepala penis dalam) hingga bersih setiap hari untuk menghindari kanker. Adapun urutannya adalah sebagai berikut: Pegang penis secara tegas, kemudian buka preputium atau kulup penis Selanjutnya bersihkan area disekitar gland penis (kepala penis) terutama bagian leher penis (batas gland penis)

Setelah itu, tutup kembali kulup atau preputium Kemudian bersihkan area luar penis atau disekitar penis Kemudian area disekitar atau bagian bawah testis dan lipatannya Kemudian bilas hingga bersih secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA Natalia,Deasy.2010.Cara Cebok Yang

Benar.onlinehttp://www.bidadariku.com/idserviks2.php?kode=122(akses : 31 Maret 2012) Anonim. 2010. Tips Cara Menjaga Kesehatan Alat Kelamin Organ Reproduksi Agar Sehat Terawat. Online http://organisasi.org/tips-cara-menjaga-kesehatan-alat-kelamin-organ-

reproduksi-agar-sehat-terawat (akses: 29 Maret 2012)