1.
Strategi yang Ditempuh Sunrise untuk Produk Slim-one dalam Memilih Pasar
Sasaran (Skor 30)
Strategi yang digunakan: Strategi Niche Market (Ceruk Pasar)
Penjelasan:
Sunrise memilih strategi niche market karena mereka menargetkan segmen pasar yang sangat
spesifik, yaitu:
Wanita dewasa
Yang ingin menurunkan berat badan
Tidak memiliki banyak waktu untuk olahraga
Mampu dan bersedia membayar harga tinggi untuk produk berkualitas dengan
spesifikasi khusus
Slim-one adalah produk premium dengan kandungan tinggi protein, rendah karbohidrat, dan
bebas gula, dibuat berdasarkan penelitian canggih. Artinya, produk ini tidak menyasar pasar
massal, melainkan kelompok terbatas yang memiliki kebutuhan dan kemampuan khusus.
Alasan memilih strategi ini:
Produk memiliki keunggulan unik (USP) dan harga tinggi → tidak cocok untuk pasar
umum.
Target konsumen memiliki kebutuhan khusus dan belum banyak dilayani oleh produk
lain.
Perusahaan ingin membangun brand positioning eksklusif di benak segmen pasar
tersebut.
2. Tahap Produk Slim-one dalam Daur Hidup Produk & Strategi Pemasarannya
(Skor 30)
Tahap: Tahap Introduction (Perkenalan)
Penjelasan:
Produk Slim-one baru diluncurkan ke pasar. Pada tahap ini:
Penjualan masih rendah
Biaya promosi sangat tinggi
Fokus utama adalah membangun kesadaran merek dan edukasi produk
Strategi pemasaran yang dilakukan:
Promosi besar-besaran melalui berbagai media, termasuk media sosial seperti Facebook
dan Instagram.
Edukasi pasar mengenai manfaat produk (tinggi protein, bebas gula, menurunkan berat
badan tanpa olahraga).
Penekanan pada value proposition produk, bukan harga → karena produk berada di
segmen premium.
Strategi ini sejalan dengan prinsip pemasaran pada tahap pengenalan produk, yaitu membangun
brand awareness dan menarik perhatian early adopters.
3. Perhitungan Jumlah Optimal Pemesanan Bahan Baku dengan EOQ (Skor 40)
Diketahui:
Untuk Umbi Koja:
D (kebutuhan tahunan) = 36.000 kg
S (biaya pemesanan) = Rp300.000
H (biaya penyimpanan per unit per tahun) = Rp2.000
Untuk Sari Agalis:
D = 8.000 kg
S = Rp300.000
H = Rp1.000
Rumus EOQ:
EOQ=2DSHEOQ = \sqrt{\frac{2DS}{H}}EOQ=H2DS
A. EOQ untuk Umbi Koja:
EOQ=2×36.000×300.0002.000=21.600.000.0002.000=10.800.000≈3.286 kgEOQ = \sqrt{\frac{2
\times 36.000 \times 300.000}{2.000}} = \sqrt{\frac{21.600.000.000}{2.000}} = \
sqrt{10.800.000} \approx 3.286 \, \text{kg}EOQ=2.0002×36.000×300.000
=2.00021.600.000.000=10.800.000≈3.286kg
B. EOQ untuk Sari Agalis:
EOQ=2×8.000×300.0001.000=4.800.000.0001.000=4.800.000≈2.190 kgEOQ = \sqrt{\frac{2 \
times 8.000 \times 300.000}{1.000}} = \sqrt{\frac{4.800.000.000}{1.000}} = \sqrt{4.800.000} \
approx 2.190 \, \text{kg}EOQ=1.0002×8.000×300.000=1.0004.800.000.000=4.800.000≈2.190kg
Kesimpulan EOQ:
Jumlah optimal pembelian Umbi Koja setiap kali pemesanan adalah ±3.286 kg
Jumlah optimal pembelian Sari Agalis setiap kali pemesanan adalah ±2.190 kg
Manfaat EOQ:
Menghindari kelebihan stok
Mengurangi biaya penyimpanan
Menjamin kualitas bahan tetap optimal