PT.
YAMAHA MOTOR
PT. Yamaha Motor merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industry
manufacturing. Hampir selama 50 tahun, PT. Yamaha Motor sangat mendominasi pasar otomotif
di Indonesia. Meskipun pada perjalanannya tidak luput dari pasang surut yang berhasil dilalui.
Sampai saat ini, PT. Yamaha Motor masih merajai pasar motor Indonesia dengan segala
keunguglan yang mereka miliki diantaranya adalah mempunyai fasilitas pabrik yang
menggunakan fasilitas sesuai dengan yang ada di Jepang dengan menggunakan teknologi
muktahir dan keunggulan teknologinya sangat diakui seluruh dunia bahkan telah dibuktikan
dalam berbagai macam kesempatan, baik di jalan raya maupun di lintasan balap. Yamaha pun
ingin mengurangi pemakaian bahan bakar dengan mengembangkan teknologi berbasis irit bahan
bakar dan mesin yang "bandel".
Selain keunggulan yang ditawarkan motor Yamaha, perusahaan pun menjalankan strategi
pemasaran sepeda motor menggunakan beberapa cara, yang dimana cara itu membuat produk
sepeda motor Yamaha semakin solid di Indonesia diantaranya: brand yaitu dengan
mempromosikan brandnya dan menciptakan inovasi-inovasi terbaru, Yamaha selalu dinanti oleh
banyak orang; promosi yaitu selalu bisa mengambil hati konsumenya dengan promosi melalui
media internet, cetak, langsung, maupun melalui televisi bahkan menampilan sederet artis papan
atas yang ada di Indonesia; dan menjadi donator beberapa acara sebagai bentuk kepedulian
Honda terhadap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
Untuk dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, pihak manajemen berencana
untuk membuat pabrik baru yang direnanakan akan dibangun di daerah-daerah yang masih
memiliki sumber daya manusia yang ukup memadai. Lokasi-lokasi yang telah dipilih adalah:
Surabaya, Semarang, dan Cikarang. Informasi yang diperoleh dari bagian perenanaan diperoleh
data sebagai berikut:
Lokasi Unit yang Koordinat X Koordinat Y
diangkut
Lokasi Lokasi
pelanggan pelanggan
A 1000 40 100
B 2000 70 50
C 1000 140 140
D 2000 100 120
Bagian percenanaan pun telah mengevaluasi tiga lokasi yang berbeda yang diidentifikasi
sebagai pusat distribusi yang baru untuk perusahaan PT. AHM ini sebagai berikut:
Lokasi Surabaya (E ): x1 = 30, y1 = 90
Lokasi Semarang (F): x1 = 60, y1 = 60
Lokasi Cikarang (G): x1 = 70, y1 = 30
Berdasarkan kasus tersebut:
1. Tentukan titik koordinat lokasi perusahaan sesuai data yang disajikan pada tabel! Uraikan
jawaban Saudara! (Skor 50)
Jawab:
Berdasarkan teori pada Buku Materi Pokok Manajemen Operasi (EKMA4215, Edisi
3, halaman 3.8) tentang Metode Penentuan Lokasi menjelaskan bahwa ada
beberapa alternatif yang digunakan untuk penentuan lokasi. Metode yang tepat untuk
menyelasaikan kasus di atas adalah Metode Pusat Gravitasi. Metode pusat gravitasi
(Center-Of-Gravity Method) merupakan teknik matematika yang digunakan untuk
menemukan lokasi sebagai pusat distribusi tunggal yang melayani sejumlah lokasi
yang terkait, seperti pemasok, pelanggan, dan sebagainya. Metode ini dilakukan
dengan mencari tempat dan menemukan biaya angkut terbaik ke pusat distribusi.
Lokasi perusahaan lain yang berhubungan dipetakan dalam koordinat titik x,y. Lokasi
yang dicari dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan:
Cx = koordonat x pusat gravitasi
Cy = koordinat y pusat gravitasi
dix = koordinat x lokasi i
diy = koordinat y likasi i
Wi = banyaknya barang yang dipindahkan
Jawaban:
Koordinat X Lokasi Koordinat Y Lokasi
Lokasi Unit yang diangkut
Pelanggan Pelanggan
A 1000 40 100
B 2000 70 50
C 1000 140 140
D 2000 100 120
Cx = (40 x 1000) + (70 x 2000) + (140 x 1000) + (100 x 100)
1000 + 2000 + 1000 + 2000
= 510.000/6000
= 86 67
Cy = (100 x 1000) + (50 x 2000) + (140 x 1000) + (120 x 100)
1000 + 2000 + 1000 + 2000
= 580.000/6000
= 96 67
Lokasi perusahan yang dipilih adalah lokasi yang berada pada koordinat titik 86,67;
96,67. Apabila digambarkan dalam sumbu x dan y, lokasi pusat gravitasi dan lokasi
perusahaan lain yang berhubungan dengannya seperti gambar berikut:
160 140; 140
140 100; 120
120 40; 100 86 7; 96 7
100
80 70; 50
60
40
20 0 20 40 60 80 100 120 140 160
0
2. Tentukan lokasi yang terpendek yang harus dipilih oleh perusahaan berdasarkan data pada
tabel 1 dan informasi lain yang diberikan agar lokasi baru tersebut dapat dijadikan sebagai
alternatif lokasi pusat distribusi baru yang akan menghemat biaya transportasi! (Skor 50)
Jawab:
Metode muatan-jarak (Center-Of-Gravity Method) ini merupakan variasi dari metode
pusat gravitasi untuk menentukan koordinat titik lokasi fasilitas. Dalam metode ini,
seperangkat koordinat titik lokasi tunggal tidak diidentifikasi. Sebagai gantinya,
berbagai lokasi dievaluasi menggunakan nilai muatan-jarak yang merupakan ukuran
berat dan jarak. Untuk lokasi tunggal, nilai muatan-jarak dihitung dengan rumus
berikut:
Keterangan:
LD = nilai muatan-jarak
li = muatan yang ditunjukkan sebagai bobot, banyaknya perjalanan, atau unit
yang diangkut dari lokasi tertentu ke lokasi i
di = jarak antara lokasi tertentu ke lokasi i
Jarak ditentukan dengan di = √ [(xi – x)2 + (yi – y)2]
Keterangan
(x,y) = koordinat lokasi yang perusahaan yang dituju
(x1,y1) = koordinat lokasi perusahaan yang ada
Jawaban:
Koordinat X Lokasi Koordinat Y Lokasi
Lokasi Unit yang diangkut
Pelanggan Pelanggan
A 1000 40 100
B 2000 70 50
C 1000 140 140
D 2000 100 120
di = √ (Xi - X)2 + (Yi – Y)2
EA = √ (40 - 30)2 + (100 – 90)2 = √ 100 + 100 = 14 4
EB = √ (70 - 30)2 + (50 – 90)2 = √ 1600 + 1600 = 56 5
EB = √ (140 - 30)2 + (140 – 90)2 = √ 12100 + 2500 = 56 5
Ec = √ (100 - 30)2 + (120 – 90)2 = √ 4900 + 900 = 76 15
FA = √ (40 - 60)2 + (100 – 60)2 = √ 400 + 1600 = 44 72
FB = √ (70 - 60)2 + (50 – 60)2 = √ 100 + 100 = 14 14
FC = √ (140 - 60)2 + (140 – 60)2 = √ 6400 + 6400 = 113 13
FD = √ (100 - 60)2 + (120 – 60)2 = √ 1600 + 3400 = 72 11
GA = √ (40 - 70)2 + (100 – 30)2 = √ 900 + 4900 = 76 15
GB = √ (70 - 70)2 + (50 – 30)2 = √ 0 + 400 = 20
GC = √ (140 - 70)2 + (140 – 30)2 = √ 4900 + 12100 = 130 38
GD = √ (100 - 70)2 + (120 – 30)2 = √ 900 + 8100 = 94 86
Lokasi E = (14 4 x 1000) + (56 5 x 2000) + (120 83 x 1000) + (76 15 x 2000)
= 400.530
Lokasi F = (44 72 x 1000) + (14 4 x 2000) + (113 13 x 1000) + (72 11 x 2000)
= 330.350
Lokasi G = (76 15 x 1000) + (20 x 2000) + (130 38 x 1000) + (94 86 x 2000)
= 436.260
Lokasi F (Semarang) merupakan lokasi yang terpendek sehingga pilihan pada lokasi F sebagai
lokasi pusat distribusi baru akan menghemat biaya transportasi.
Sumber referensi: Buku Materi Pokok Manajemen Operasi (EKMA4215 Edisi 3 halaman 3.8)