0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Bab 3

Diunggah oleh

Fian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Bab 3

Diunggah oleh

Fian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Dalam menentukan populasi pada penelitian ini adalah hal yang

penting untuk memberikan batasan secara jelas, terkait objek yang akan di

teliti, baik berupa manusia, benda, kejadian, nilai ataupun hal-hal yang

terjadi1. Populasi pada dasarnya merupakan semua anggota kelompok

manusia, binatang, peristiwa/kejadian serta benda yang terdapat dalam satu

tempat dan secara terancam menjadi target kesimpulan dari akhir suatu

penilitian. Populasi dapat berupa guru-guru disekolah, siswa-siswa,

kurikulum, sarana-prasarana sekolah, lembaga pendidikan sekolah SMA

Negri 1 Gu, sekolah SMA Negri 1 Gu dan masyarakat, dan lain sebagainya2

Adapun yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah Guru

Pendidikan Agama Islam serta Siswa kelas XI di SMA Negri 1 Gu. Adapun

jumlah populasi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1

1
Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2012), h. 215.
2
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya, (Cet. IV, Jakarta:
Bumi Aksara, 2007), h. 53.

45
46

Data keadaan populasi penelitian

No Jenis Populasi L P Jumlah Populasi


1 Guru PAI - 1 1
Siswa Kelas
2 14 21 35
XI.2
Jumlah 14 22 36
Sumber Data: Kaur Tata Usaha SMA Negri 1 Gu.

2. Sampel

Menurut Suharsimi Arikunto sampel adalah wakil populasi yang

diteliti3. Sampel dipilih untuk mewakili seluruh anggota populasi sehingga hasil

penelitian tetap valid. Jika jumlah subjek kurang dari 100%, maka seluruh

populasi menjadi sampel penelitian. Jika jumlah subjek lebih dari 100, maka

dapat di ambil l0-l5% atau 25-30% dari populasi. Menurut Sukardi sampel

adalah sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data tersebut4.

Mengingat populasi pada penelitian ini cukup besar, maka penulis hanya

mengambil sebagian dari seluruh populasi yang ada. Cara pembatasannya ini

seperti ini dikenal dengan istilah “sampel”

Berdasarkan populasi guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik

kelas XI di SMA Negri GU. Maka sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada

tabel berikut ini:

Tabel 2

3
Suharismi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta,2010), h.134
4
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan kompetensi dan Prakteknya, (Cet. IV, Jakarta:
Bumi Aksara, 2007), h.53.
47

Data Keadaan Sampel Penelitian


NO Jenis Populasi Jumlah Sampel Keterangan

1 Guru PAI 1 1 100%


2 Siswa Kelas XI.2 35 35 100%
Jumlah 36 36 100%
Jumlah Data: Olahan Tabel 1

Berdasarkan tabel diatas peneliti dapat mengambil sampel 25% dari data

populasi sehingga yang menjadi sampelnya adalah sebagai berikut: Guru

Pendidikan Agama Islam dengan Jumlah 1 orang (1 Wanita) serta Siswa Kelas

XI.2 dengan jumlah (35) di SMA Negeri 1 GU. Sedangkan dalam menentukan

sampel penelitian, peneliti menggunakan teknik field research, yaitu cara

mengumpulkan data dengan melakukan penelitian secara langsung ke lokasi

yang dijadikan sebagai sasaran penelitian.

B. Instrumen Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto “Instrumen Penelitian adalah alat atau

fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan

yang dilakukan lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam artian lebih cermat,

lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.5

Maka dapat disimpulkan Instrumen Penelitian adalah suatu alat yang

digunakan dalam proses pengumpulan data. Data yang berkualitas ditentukan

oleh kualitas dari alat yang digunakan. Jika alat yang digunakan dapat dipercaya

5
Wibawa, Restu and Diah Lukitasari. “Pengaruh penggunaan model pembelajaran otentik
terhadap motivasi belajar,” Jurnal Teknologi Pendidikan: (Jurnal Penelitian dan Pengembangan
Pembelajaran Vol.4 No.1 April 2020), h.53-61
48

dan valid maka data juga akan cukup dipercaya dan valid dalam suatu penelitian

ilmiah. Dari hal ini maka, eksistensi instrumen penelitian sangatlah penting dan

diperlukan karena berhasil atau tidaknya penelitian itu, salah satunya ditentukan

juga oleh instrumen penelitian yang digunakan.

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Observasi

Observasi adalah suatu pengumpulan data yang dilakukan pada saat

penelitian, dimana peneliti mengamati keadaan yang ada di lapangan.

Pengamatan awal ini sesuai dengan penelitian yang ada kaitanya dengan

adanya media interaktif dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap

guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didiknya. Dalam melakukan

penilitian peneliti mencari data dari sumber yang pertama yakni guru

Pendidikan Agama Islam di SMA Negri 1 GU. Dengan banyak berkomunikasi

dengan pengajar peniliti banyak mendaptkan informasi dan hal baru yang

peniliti ketahui.

2. Wawancara

Wawancara adalah komunikasi yang dilakukan dengan maksud

tertentu guna mengumpulkan informasi melalui tanya jawab. Tujuan dari

wawancara adalah untuk mencari informasi yang ingin diketahui dalam

mengikuti kegiatan mereka saat belajar maupun diluar pelajaran. Adapun

yang menjadi narasumber atau informan dalam wawancara ini adalah guru

Pendidikan Agama Islam serta siswa kelas XI.2 di SMA Negeri 1 GU.
49

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan gambaran atau catatan suatu peristiwa

berupa keterangan data-data yang akan peneliti ambil dari lokasi penelitian

yang berhubungan dengan penelitian.

C. Prosedur Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dari sumber data maka penulis menggunakan

teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Menurut Sutrisno Hadi dalam bukunya Sugiyono mengatakan bahwa

observasi merupakan suatu proses yang kompleks atau suatu proses yang

tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis6. Teknik observasi

merupakan suatu proses pengamatan untuk mengumpulkan data dengan jalan

mengadakan pengamatan pada kegiatan yang sedang berlangsung. Hal ini

digunakan untuk memperoleh data tentang; letak Geografis, struktur

Organisasi, Kondisi Fisik, Suasana Aktivitas Proses Belajar

Mengajar, Fasilitas Atau Sarana/Prasarana Pendidikan Yang Ada.

2. Wawancara

6
Sugiyono, “Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif dan R&D”,( Bandung: Alfabeta, 2010),
h.293.
50

Wawancara merupakan bertemunya dua orang dengan tujuan

bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat

menggabungkan makna dalam topik tertentu 7. Tentu saja wawancara dapat

dilakukan dalam dua tahap yaitu secara terstruktur dan tidak terstruktur.

Melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon.

Sedangkan dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak

terstruktur. Menurut Sugiyono wawancara tidak terstruktur merupakan

wawancarra yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan panduan

wawancara yang telah tersusun secara sistematis serta lengkap untuk

mengumpulkan datanya. Panduan wawancara yang di pakai hanya berupa

garis-garis besar permasalahan yang akan di tanyakan. Titik metode

wawancara ini dilakukan langsung dengan guru Pendidikan Agama Islam

serta siswa kelas XI.2 di SMA Negeri 1 Gu8.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan suatu peristiwa yang telah berlalu.

Dokumen dapat berupa gambar, tulisan atau karya-karya monumental dari

seseorang. Dokumen dalam bentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah

kehidupan, biografi, peraturan, kebijakan dan lain sebagainnya. Dokumen

yang berbentuk gambar antara lain foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.

Dokumen dalam bentuk lisan yaitu rekaman gaya bicara atau dialek dalam

7
Ibid, h.197
8
Ibid, h. 317.
51

bahasa suku tertentu. Dan dokumen dalam bentuk karya misalnya karya seni

yang berupa gambar patung, film dan lainnya9.

Metode Dokumentasi yaitu mencari data tentang hal-hal atau variabel


yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar, prasasti, notulen rapat,
agenda dan lain sebagainnya10. Penggunaan metode dokumentasi dalam
penelitian ini adalah untuk:
a. Mengetahui Struktur Organisasi Sekolah SMA Negeri 1 Gu.
b. Keadaan Guru dan Karyawan, Peserta Didik.
c. Sarana dan Prasarana serta Dokumen Lain yang Relevan.
D. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan suatu proses mencari dan menyusun

secara sistematis data yang diperoleh melalui hasil wawancara catatan lapangan,

observasi serta dokumentasi, Sehingga mudah dipahami dan dapat diinformasikan

kepada orang lain11. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data,

menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusunnya ke dalam pola,

memilih mana yang penting untuk dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat

diberitakan kepada orang lain. Penelitian ini menggunakan analisis data model

interaktif Miles dan Huberman, model ini terdiri dari tiga hal utama12:

1. Kondensasi Data (data condensation)

9
Djam’an Satori dan Aan Komariah, “Metode Penelitian Kualitatif”, (Bandung: Alfabeta,
2013), h h.148
10
Suharsimi Arikunto, ‘Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik’, (Cet.XII Jakarta:
Rineka Cipta, 2002), h.206.
11
Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011),
h.274
12
Sugiyono, “Analisasi Data Kualitatif: Model Interaktif Miles, Huberman Dan Saldana,”
Alfabeta (2023). h.l6
52

Kondensasi data merujuk pada proses pemilihan, memfokuskan,

menyederhanakan, mengabstraksikan, dan mentransformasikan data yang

mendekati keseluruhan bagian dari catatan lapangan secara tertulis, transkrip

wawancara, dokumen-dokumen dan materi-materi empiris. Kesimpulannya

bahwa proses kondensasi data ini diperoleh setelah peneliti melakukan

wawancara dan mendapatkan data tertulis yang ada di lapangan, yang

nantinya transkrip wawancara tersebut dipilah-pilah untuk mendapatkan fokus

penelitian yang dibutuhkan oleh peneliti.

2. Display (Penyajian Data)

Penyajian data adalah menyajikan gabungan informasi tersusun yang

memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan serta pengambilan

tindakan titik dengan mencermati penyajian data. Peneliti akan bisa

memahami apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan. Maksudnya

apakah peneliti akan meneruskan analisisnya atau mencoba mengambil

sebuah tindakan dengan memperdalam temuan tersebut.

3. Verifikasi (Penarikan Kesimpulan)

Penarikan Kesimpulan merupakan usaha untuk memahami makna

atau arti, pola-pola, ketentuan, penjelasan, sebab akibat atau penarikan

kesimpulan sebenarnya hanyalah sebagian dari suatu kegiatan konfigurasi

yang utuh.
53

Untuk penarikan kesimpulan akhir penulis memakai metode berpikir

induktif. Mulai dari fakta-fakta yang khusus, peristiwa-peristiwa yang relevan,

kemudian dari kedua hal tersebut ditarik generalisasi-generalisasi yang bersifat

umum.

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

kualitatif secara induktif. Maksudnya, mula-mula data dikumpulkan, kemudian

disusun berdasarkan kategori ke dalam tema-tema yang akan disajikan lalu

dianalisis dan dipaparkan dengan kerangka pikir penelitian dan diberikan

interpretasi sepenuhnya dengan cara dideskripsikan apa adanya. Dengan

demikian secara sistematis langkah-langkah analisis tersebut antara lain:

1. Mengumpulkan data yang diperoleh dari observasi, interview dan data

dokumentasi.

2. Menyusun semua data yang didapatkan sesuai dengan data yang telah disusun

untuk menjawab rumusan masalah sebagai Kesimpulan.

Anda mungkin juga menyukai