0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan15 halaman

Bab Iii

Dokumen ini menjelaskan metodologi penelitian ex-post facto yang dilakukan di MA Madani Alauddin, Gowa, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi, serta melibatkan populasi 215 peserta didik dengan sampel 108 orang. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan rumus statistik untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan dapat dipercaya.

Diunggah oleh

Ika Fitriani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan15 halaman

Bab Iii

Dokumen ini menjelaskan metodologi penelitian ex-post facto yang dilakukan di MA Madani Alauddin, Gowa, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi, serta melibatkan populasi 215 peserta didik dengan sampel 108 orang. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan rumus statistik untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan dapat dipercaya.

Diunggah oleh

Ika Fitriani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Lokasi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex-post facto.

Penelitian ex-post facto merupakan penelitian yang variabel-variabel bebasnya

telah terjadi perlakuan, atau treatment tidak dilakukan pada saat penelitian

berlangsung, sehingga penelitian ini biasanya dipisahkan dengan penelitian

eksperimen.1 Arti ex-post facto, yaitu dari apa dikerjakan setelah kenyataan. Maka

penelitian ini disebut sebagai penelitian sesudah kejadian. Penelitian ex-post facto

merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah

terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang

menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.2

Pada penelitian ini variabel bebas (independent variable) dan variabel

terikat (dependent variable) telah dinyatakan secara eksplisit, untuk kemudian

dihubungkan sebagai penelitian relasi atau diprediksi jika variabel bebas

mempunyai pengaruh tertentu pada variabel terikat.3

Penelitian ex post facto termasuk dalam penelitian kuantitatif, sehingga

proses penelitian melalui langkah-langkah yang meliputi : 1) merumuskan

Masalah, 2) merumuskan hipotesis, 3) memilih metode pengumpulan data, 4)

1
Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), h.164.
2
Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi dilengkapi dengan Metode R&D (Cet.
XXIII; Bandung: Alfabeta, 2016), h. 7.
3
Hamid Darmadi, Metode Penelitian Pendidikan (Cet. II, Bandung: Alfabeta, 2011), h.
35-36.

65
66

menyusun instrumen, dan 5) menguji hipotesis untuk menjawab rumusan masalah

atau menarik kesimpulan1

Dilihat dari metode yang digunakan, maka penelitian ini termasuk jenis

penelitian ex post facto yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi

dan kemudian meruntut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang

menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.2 Oleh karena itu, peneliti

mengumpulkan data yang telah terjadi di lapangan

2. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian dilakukannya penelitian ini adalah di MA
Madani Alauddin Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi
Selatan. . Alasan memilih lokasi penelitian ini adalah lokasi disana lebih efisien
dibandingkan dengan lokasi yang lain, Masalah yang ditemukan calon peneliti
juga lebih kompleks dengan lokasi yang lain.

B. Pendekatan Penelitian

Pendekatan merupakan proses perbuatan,cara mendekati usaha dalam

rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang

diteliti. Pendekatan penelitian adalah upaya yang dilakukan untuk melakukan

aktivitas penelitian agar memahami gejala yang terjadi. 3 Pendekatan penelitian

merupakan pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan perspektif dalam

membahas objek penelitian, pendekatan metodologi yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu pendekatan yang bercorak positivistic (kuantitatif). Dikatakan

1
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Cet. XIX; Bandung:
Alfabeta, 2013), h. 16.
2
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 14.
3
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 13.
67

demikian, karena fakta yang diteliti adalah fakta yang dapat diobservasi, dapat

dihitung, dan dapat diukur.

Sedangkan pendekatan studi atau keilmuan yang dimaksud disini

menjelaskan perspektif yang digunakan dalam membahas objek penelitian.

Khusus untuk pendekatan studi atau keilmuan yang digunakan dalam penelitian

ini adalah:

1. Pendekatan Pendidikan

Pendekatan pendidikan adalah pendekatan yang digunakan untuk

membahas objek penelitian berdasarkan perspektif dari ilmu-ilmu pendidikan,

dalam artian objek yang diteliti dihubungkan dengan ilmu-ilmu pendidikan.

2. Pendekatan Psikologi

Pendekatan psikologis adalah pendekatan yang digunakan untuk

mempelajari pernyataan-pernyataan yang tampak dalam hubungannya dengan

tubuh, atau gejala-gejala jiwa yang nampak sebagai gerak gerik. Penelitian ini

mengamati pertumbuhan jiwa manusia khususnya yang berkaitan dengan

perilaku-perilaku peserta didik di sekolah yang ditunjukkan dalam aktivitasnya

sehari-hari.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek dan subjek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 1 Sulaiman Saat dan Sitti

Mania menjelaskan populasi selalu terkait dengan jumlah atau keseluruhan dari

subyek/obyek yang diteliti. Penelitian populasi tergambar pada judul atau

1
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 61.
68

rumusan masalah penelitian. Misalnya subyek penelitian adalah peserta

didik pada suatu sekolah, maka populasinya adalah keseluruhan peserta didik pada

sekolah itu, kalau judul penelitian hanya mencantumkan pada kelas tertentu, maka

populasinya adalah seluruh peserta didik pada kelas itu. Penggunaan populasi

berlaku pada bagi penelitian kuantitatif, dan tidak berlaku pada penelitian

kualitatif.1

Dalam penelitian ini populasinya adalah peserta didik MA Madani

Alauddin dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.1 Jumlah Peserta Didik MA Madani Alauddin

Kelas Jumlah Peserta Didik

XI MIA 1 33

XI MIA 2 40

XI MIA 3 35

X MIA 1 37

X MIA 2 36

X MIA 3 34

Jumlah 215

2. Sampel

Sampel adalah sejumlah anggota yang diambil/dipilih dari suatu populasi.

Besarnya sampel ditentukan oleh banyak data atau observasi dalam sampel itu.

Sampel yang dipilih harus mewakili (representative) terhadap populasi, karena

sampel merupakan alat atau media untuk mengkaji sifat-sifat populasi. 2 Sampel

yang baik adalah yang dapat mewakili sebanyak mungkin karakteristik populasi,

Sulaiman Saat dan Sitti Mania, Pengantar Metodologi Penelitian


1

Panduan Bagi Peneliti Pemula, ( Cet. I; Makassar: Penerbit SIBUKU, 2018),


h.56.
69

artinya sampel harus valid yaitu bisa mengukur sesuatu yang seharusnya diukur.

Menurut Arikunto, sampel merupakan sebagian dari populasi yang akan diteliti,

dalam pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga

memperoleh sampel yang dapat menggambarkan populasi yang sebenarnya dan

sampel yang diperoleh haruslah representif.1

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi.2 Menurut Arikunto, apabila populasi dalam penelitian subjeknya kurang

dari 100 penelitiannya merupakan penelitian populasi. Akan tetapi, populasi yang

lebih dari 100 maka dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. 3

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan jumlah sampel yang terhitung sebesar

108 orang untuk menghindari ketidak sempurnaan sampel dalam mengisi angket

maka jumlah angket yang dibagikan peneliti sebanyak 108 angket sedangkan

responden yang mengisi angket pembelajaran online sebanyak 108 orang

sehingga peneliti menetapkan 108 orang tersebut sebagai sampel mewakili 208

populasi Peserta didik di kelas XI MA Madani Alauddin.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam

penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa

mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data

yang memenuhi standar data yang ditetapkan.4 Teknik yang digunakan dalam

mengumpulkan data pada penelitian ini, yaitu:


2
Nursalam, Statistik Untuk Penelitian (Cet. I, Makassar: Alauddin University Press,
2011), h. 15-16.
1
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Cet.XV, Jakarta:
Rineka Cipta,2013), h. 412.
2
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 178.
3
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik h: 355.
4
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 308.
70

1. Angket (Kuesioner)

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman

Angket (kuesioner). Pedoman angket atau kuesioner adalah instrumen pengumpul

data yang digunakan dalam teknik komunikasi tak langsung, artinya responden

secara tidak langsung menjawab daftar pertanyaan tertulis yang dikirim melalui

media tertentu.1 Angket merupakan teknik utama pengumpulan data guna

menjawab permasalahan dan hipotesis yang diajukan. Angket merupakan daftar

pertanyaan yang diedarkan dan diberikan kepada guru dan peserta didik dalam hal

ini responden untuk di isi sesuai yang diinginkan peneliti. Angket ini digunakan

untuk memperoleh data tentang bagaimana efektivitas pembelajaran online

terhadap hasil belajar.


2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat

penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan

kegiatan, foto-foto, file dokumenter, data yang relevan dengan penelitian. 2

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data untuk data yang sudah siap, sudah

berlalu atau disebut dengan data sekunder. Peneliti hanya mengambil data yang
sudah ada yang berhubungan dengan variabel penelitian yang dibutuhkan.3

E . Instrumen Penelitian

Metode dan instrumen merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan

dalam penelitian. Jika metode dipandang sebagai cara-cara yang digunakan untuk

1
Lexij Moeleno, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2004), h.150.
2
Ridwan, Dasar-dasar Statistika , (Cet. III;Bandung: Alfabeta. 2013), h. 58.
3
Sulaiman Saat dan Sitti Mania, Pengantar Metodologi Penelitian Panduan Bagi Peneliti
Pemula. h.88.
71

mengumpulkan data, maka instrumen merupakan alat bantu yang dipilih dan

digunakan dalam kegiatan mengumpulkan data.1

1. Lembar Angket (Kuesioner)

Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup

yaitu dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup. Pertanyaan tertutup

adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan

responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang

telah tersedia. Pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab

dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data

terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Pertanyaan/pernyataan dalam

angket perlu dibuat kalimat positif dan negatif agar responden dalam memberikan

jawaban setiap pertanyaan lebih serius dan tidak mekanistis.2 Jawaban tersebut

dimodifikasi dengan empat alternatif pilihan.

Tabel 3.2 Sistem Penskoran Instrumen


Pernyataan positif Pernyataan Negatif
(favourable) (unfavourable

Jawaban niila Jawaban nilai


i
Sangat Setuju(SS) 4 Sangat Setuju(SS) 4
4 4
Setuju(S) 3 Setuju(S) 4
3 3
Kurang Setuju(KS) 2 Kurang Setuju(KS) 4
2 2
Tidak Setuju (TS) 1 Tidak Setuju (TS) 2
1 1

2. Dokumentasi

1
Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian h. 100
2
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 201.
72

Dokumentasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan

data yang diambil secara langsung pada lokasi penelitian dengan jalan mencatat

lansung arsip-arsip yang dibutuhkan oleh seorang penyusun. Sebab dengan

adanya dokumen ini penyusun sangat mudah menyalin dan mengumpulkan data

yang akan dijadikan pembahasan dalam tesis ini. Dalam penelitian ini penyusun

membutuhkan data Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MA Madani Alauddin.

F. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Uji validitas digunakan oleh peneliti adalah uji konstruk yaitu untuk

mengukur data yang telah didapat setelah penelitian yang merupakan data yang

valid dengan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Pengujian validitas

dilakukan pada tiap item pertanyaan yang diberikan dengan menggunakan rumus

korelasi, dimana ketika nilai r lebih besar dari 0,30 maka intrument tersebut

memiliki validitas konstruk yang baik.1

Pengujian reabilitas menggunakan rumus Spearman Brown dengan

menggunakan teknik belah dua (ganjil genap), dimana sebelumnya nilai r

ditentukan pula dengan menggunakan rumus korelasi layaknya pada pengujian

Validitas. Rumus Spearman Brown adalah:


2. rb
r i=
1+ rb

Setelah memperoleh nilai ri maka dilakukanlah pengujian reabilitas dengan

menggunakan r tabel sebagai pembanding, kriterianya adalah:

1. Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut realibel.

2. Jika r hitung < r tabel maka pernyataan tersebut tidak realibel.2

1
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 178.
2
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 179.
73

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket yang telah dibuat oleh

peneliti dalam penelitiannya yang berjudul evektivitas pembelajaran online dalam

mata pelajaran fikih terhadap hasil belajar peserta didik MA Madani Alauddin.

dengan nilai realibilitas sebesar 0,872 lebih dari 0,6. Selain itu peneliti juga

melakukan validasi ahli yang sesuai dengan prosedur yang berlaku pada Prodi

Pendidikan Agama Islam PPS UIN Alauddin Makassar.

G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data adalah bentuk pengolahan terhadap data untuk membuat

data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan agar dapat digunakan.

Dimana pengolahan data meliputi proses, cara, perbuatan mengolah semua

keterangan untuk keperluan penelitian yang bersifat teratur (sistematis) dan

terencana.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik

analisis statistik deskriptif dan inferensial, seperti penjelasan berikut :

1. Analisis Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data

dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk

umum atau generalisasi. Statistik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya

ingin mendeskripsikan data sampel, dan tidak ingin membuat kesimpulan yang

berlaku untuk populasi dimana sampel diambil. Tetapi bila peneliti ingin

membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi, maka teknik analisis yang

digunakan adalah statistik inferensial.

Adapun analisis deskriptif yang digunakan adalah analisis deskriptif

kuantitatif, dengan langkah-langkah sebagai berikut :


74

a. Menentukan Range (Jangkauan)

R = Xt– Xr

Keterangan:

R =range

Xt= data tertinggi

Xr= data terendah1

b. Menentukan Jumlah Kelas Interval

K = 1 + 3,322 log n

Keterangan :

K = banyaknya kelas

n = banyaknya nilai observasi.

c. Menghitung Panjang Kelas Interval


R
p= K

Keterangan :

p = Panjang kelas interval

R = Rentang nilai

K = Kelas interval.2

d. Persentase
f
P = N x 100 %

Di mana :

P : Angka persentase

f : Frekuensi yang di cari persentasenya

N: Banyaknya sampel responden.

1
M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik I (Cet. V; Jakarta: Bumi
Aksara, 2008), h. 102.
2
J. Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi (Cet. VII; Jakarta: Erlangga,
2008), h. 73.
75

e. Mengitung Mean

Skor rata-rata atau mean dapat diartikan sebagai kelompok data dibagi

dengan nilai jumlah responden. Rumus rata-rata adalah :

X=
∑ fiXi
∑ fi

Keterangan :
X = Rata-rata untuk variabel
f i= Frekuensi untuk variabel

Xi = Tanda kelas interval variabel1

f. Menghitung Standar Deviasi

S D=
√ ∑ f i( X i− X)
n−1

Dengan :
S D = Standar Deviasi

f i = Frekuensi untuk variabel

Xi = Tanda kelas interval variabel

X = Rata-rata

n = Jumlah populasi.2

g. Membuat tabel kategori

1
M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik, h. 72.
2
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 52.
76

Kategori data hasil penelitian ini mengacu pada kategorisasi jenjang

dengan penggolongan sublejk dalam 3 kategori dari Saifuddin Azwar 1.

Dengan rumus sebagai berikut:

Tabel 3.3 : Kategorisasi

Batas Kategori Kategori

X < (µ-1,0σ) Rendah

(µ-1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ) Sedang

(µ + 1,0σ) ≤ X Tinggi

Keterangan :
µ : rata-rata
σ : standar deviasi

2. Analisis Inferensial

a. Uji Normalitas

Tujuan dilakukannya uji normalitas data adalah untuk mengetahui apakah

populasi data berdistribusi normal atau tidak. Bila data berdistribusi normal, maka

dapat digunakan uji statistik berjenis parametrik. Sedangkan bila data tidak

berdistribusi normal, maka digunakan uji statistik non parametrik.2

Untuk pengujian tersebut digunakan rumus Chi-kuadrat yang dirumuskan

sebagai berikut:
x hitung =∑ ¿ ¿ ¿ ¿
2

Keterangan:
2
x = Nilai Chi-kuadrat hitung
f o = Frekuensi hasil pengamatan

1
Saifuddin Azwar, Penyusunan Skala Psikologi,(Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2013), h. 149.
2
Sofian Siregar, Statistik Parametrik Untuk Peneilitian Kuantitatif (Cet.
III; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015), h. 153.
77

f h = Frekuansi harapan1
2 2 2
Kriteria pengujian normal bila x hitunglebih kecil dari x tabeldimana x tabel
2
diperoleh dari daftar x dengan dk = (k-1) pada taraf signifikan α = 0,05.

b. Uji Linearitas
Uji linearitas adalah uji yang akan memastikan apakah data

yang kita miliki sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji

linearitas digunakan untuk mengkonfirmasikan apakah sifat

linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori

sesuai atau tidak dengan hasil penelitian yang ada. Rumus uji

linearitas adalah sebagai berikut:


RJK (TC)
Fhitung= RJK (G)

Taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan pembilang n-1

serta derajat kebebasan penyebut n-1, maka jika diperoleh


f hitung>tabel berarti data linaer.2
3. Uji Hipotesis
Setelah uji prasyarat dilakukan dan terbukti bahwa data-data yang
diperoleh normal dan homogen, maka dilanjutkan dengan pengujian hipotesis.Uji

hipotesis digunakan untuk menjawab hipotesis yang dipaparkan dalam penelitian

ini.Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t 2- sampel

independent.

a) Merumuskan hipotesis secara statistik


H 0 : μ1=μ2

H 0 : μ1 ≠ μ2

1
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, h.
290.
2
Riduwan, Dasar-DasarStatistika (Cet. VIII; Bandung: Alfabeta, 2010), h.
205.
78

Keterangan
H 0 : Tidak terdapat efektifitas penerapan metode pembelajaran online

dalam peningkatan prestasi peserta didik mata pelajaran fiqhi di MA

Madani Pao – Pao.


H 1 : Terdapat efektifitas penerapan metode pembelajaran online

dalam peningkatan prestasi peserta didik mata pelajaran fiqhi di MA

Madani Pao – Pao.

b) Menentukan nilai derajat kebebasan (dk)

dk = N1+N2-2, Dengan 𝛼 = 0,05

dk = 30+30 -2

dk = 58

c) Menentukan nilai ttabel pada 𝛼 = 0,05

ttabel = t(1-1/2 𝛼), (dk)

ttabel = t(1-1/2 0,05), (58)

ttabel = 2,002

d) Menentukan nilai thitung

Uji hipotesis digunakan untuk menjawab hipotesis yang dipaparkan dalam

penelitian ini.Hipotesis dalam penelitian diuji dengan uji statistik berdasarkan

kriteriaberikut.

1) Jika data normal dan homogen maka menggunakan rumus Polled varian:
X 1− X 2
t=

Dengan:
s
√ 1 1
+
n1 n2

x1 −x2


2 2
( n1 −1 ) s 1 + ( n2−1 ) s 2 1 1
( + )
n1+ n2−2 n1 n2
79

Statistic teori distribusi student dengan dk =n1 +n2 −2. Kriteria pengujian
1 1 1
adalah: diterima H 0jika −t 1− 2 a<t <t 1− 2 a, dima t 1− 2 a didapat dari daftar
1
distribusi t dengan dk =( n1+ n2−2) dan peluang (1− 2 a). Untuk harga-harga t

lainnya H 0 ditolak.

Anda mungkin juga menyukai