0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan33 halaman

Baptista BAB II

Diunggah oleh

baptistameo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan33 halaman

Baptista BAB II

Diunggah oleh

baptistameo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini adalah

Sebagai berikut:

No Identitas Jurnal Tujuan Metode Hasil Keterkaitan


Penelitian Penelitian Penelitian
1. Pengaruh Menganalisi Analisis Hasil Menjadi
Tingkat s aspek yang regresi analisis rujukan kuat
Partisipasi diperkirakan linier memperlihat bahwa upah
Angkatan memberikan berganda kan kalau minimum
Kerja, Upah pengaruh dengan cara provinsi bisa
Minimum pada tingkat simultan, berdampak
Provinsi, dan penganggura tingkat langsung
Inflasi n, ialah partisipasi terhadap
Terhadap tingkat angkatan penganggura
Tingkat partisipasi kerja, upah n,
Pengangguran angkatan minimum memperkuat
Terbuka di kerja, upah provinsi, alasan
Indonesia minimum serta inflasi memasukka
Tahun 2010- provinsi, tidak n variabel
2023 serta inflasi. memiliki tersebut
pengaruh dalam
Defi
signifikan konteks
Permatasari,
pada tingkat Gorontalo.
Asis Riat
penganggur
Winanto, Sayid
an terbuka
Abas
dengan
JPEK (Jurnal tingkat
Pendidikan
Ekonomi dan signifikasi
Kewirausahaan (α) 5%.
) 2024 Namun,
secara
parsial
hanya upah
minimum
provinsi
yang
berdampak
pada tingkat
penganggur
an terbuka,
sementara
tingkat
partisipasi
angkatan
kerja dan
inflasi tidak
menunjukka
n dampak
signifikan
pada tingkat
penganggur
an terbuka.
2. ANALISIS Penelitian Tahapan Penelitian Mendukung
PENGARUH ini bertujuan estimasi ini pengujian
JUMLAH untuk Regresi menunjukka bahwa
PENDUDUK, mengetahui Data n bahwa kenaikan
PENDIDIKAN bagaimana Paneldala Jumlah UMP dapat
, TINGKAT pengaruh m Penduduk meningkatka
PARTISIPASI Jumlah penelitian dan n TPT,
ANGKATAN Penduduk, ini Pendidikan relevan
KERJA, UPAH Pendidikan, mengguna tidak untuk
MINIMUM Tingkat kan berpengaruh menguji
KABUPATEN/ Partisipasi pendekata terhadap apakah tren
KOTA DAN Angkatan n Penganggur ini juga
PRODUK Kerja, Upah Common an Terbuka terjadi di
DOMESTIK Minimum Effect di Provinsi Gorontalo.
REGIONAL Kabupaten/ Model(CE Jawa Barat
BRUTO Kota dan M), Fixed tahun 2018-
TERHADAP Produk Effect 2021.
PENGANGGU Domestik Model(FE Variabel
RAN Regional M), dan Tingkat
TERBUKA DI Bruto Random Partisipasi
PROVINSI terhadap Effect Angkatan
JAWA BARAT penganggura Model(RE Kerja
TAHUN 2018- n terbuka di M). berpengaruh
2021 provinsi negatif
Jawa Barat terhadap
Jurnal Ilmiah
tahun 2018- Penganggur
Manajemen
2021. an Terbuka
(2023)
di Provinsi
Ghora Vira Jawa Barat
Handy Putra tahun 2018-

Nur Hidayah 2021.


Variabel
Upah
Minimum
Kabupaten/
Kota
berpengaruh
positif
terhadap
Penganggur
an Terbuka
di Provinsi
Jawa Barat
tahun 2018-
2021.
Variabel
Produk
Domestik
Regional
Bruto
berpengaruh
negatif
terhadap
Penganggur
an Terbuka
di Provinsi
Jawa Barat
Tahun
2018-2021.
3. Pengaruh Upah Penelitian Metode Berdasarkan Menunjukka
Minimum, ini bertujuan analisis hasil n adanya
Indeks untuk yang analisis efek
Pembangunan mengetahui digunakan dapat langsung
Manusia dan pengaruh dalam diketahui upah
Laju pertumbuha penelitian bahwa minimum
Pertumbuhan n ekonomi ini adalah variabel terhadap
Ekonomi dan upah regresi Upah penganggura
terhadap minimum data panel Minimum n,
Pengangguran terhadap dengan Kabupaten/ menjadikan
Terbuka tingkat pendekata Kota variabel ini
penganggura n Fixed (UMK) penting
Muhammad
n di Provinsi Effect berpengaruh dalam kajian
Baihawafi,
Jawa Barat. Model positif di
Asnita Frida
(REM). signifikan Gorontalo.
Sebayang
terhadap
Jurnal Riset
Ilmu Ekonomi variabel
Dan Bisnis, 39- Tingkat
44, 2023 Penganggur
an Terbuka
(TPT) di
Jawa Barat,
variabel
Indeks
Pembangun
an Manusia
(IPM)
berpengaruh
negatif dan
signifikan
terhadap
variabel
Tingkat
Penganggur
an Terbuka
(TPT) di
Jawa Barat,
variabel
Laju
Pertumbuha
n Ekonomi
berpengaruh
negatif dan
signifikan
terhadap
variabel
Tingkat
Penganggur
an Terbuka
(TPT) di
Jawa Barat.
4. Analisis Penelitian Metode Hasil Penelitian
Beberapa ini bertujuan analisis penelitian menunjukka
Faktor yang untuk yang ini n bahwa
Mempengaruhi mengetahui digunakan menunjukka inflasi dan
Tingkat pengaruh dalam n bahwa upah
Pengangguran inflasi, upah penelitian variabel minimum
Terbuka di minimum ini adalah inflasi dan signifikan
Jawa Timur dan analisis upah mempengaru
Tahun 2003- pertumbuha regresi minimum hi
2014 n ekonomi linier berpengaruh penganggura
terhadap berganda. signifikan n.
Dwi Aprilia
tingkat terhadap
Putri
penganggura tingkat
Jurnal n terbuka di penganggur
Pendidikan Jawa Timur. an terbuka,
Ekonomi sedangkan
(JUPE) 4 (3), variabel
2016 pertumbuha
n ekonomi
berpengaruh
tidak
signifikan
terhadap
tingkat
penganggur
an terbuka.
5. Analisis Penelitian Analisis Hasil Memberi
Pengaruh ini bertujuan regresi penelitian landasan
PDRB dan untuk linier menunjukka bahwa
Inflasi terhadap menganalisi berganda n bahwa pengaruh
Pengangguran s seberapa dengan secara inflasi dapat
Terbuka di besar software parsial muncul
Sumatera Utara pengaruh statistika Produk dalam
Periode 2003- PDRB dan Domestik interaksi
2019 ADHB dan ekonometr Rill Bruto variable lain,
inflasi ika (PDRB) yang bisa
Putri Sari MJ
terhadap Eviews 9. memiliki dipertimban
Silaban, Intan
penganggura pengaruh gkan dalam
Permata Sari
n terbuka di negatif dan model
Br Sembiring,
Sumatera signifikan Gorontalo.
Vini Alvionita
Utara terhadap
Br Sitepu
periode penganggur
Jurnal Ilmiah 2003-2019 an terbukaÂ
Ekonomi baik secara di Sumatera
Global Masa simultan Utara pada
Kini 11 (2), maupun tahun 2003-
127-132, 2020 secara 2019
parsial. denganÂ
nilai prob
sebesar 0,
0001< 0,
05; secara
parsialÂ
inflasi
memiliki
pengaruh
positif dan
tidak
signifikan
terhadap
penganggur
an terbuka
di Sumatera
Utara pada
tahun 2003-
2019,
denganÂ
nilai prob
sebesar 0,
3716> 0,
05. Secara
simultan
variabelÂ
PDRB danÂ
inflasi
memiliki
pengaruh
signifikan
terhadap
penganggur
an di
Sumatera
Utara pada
tahun 2003-
2019. Nilai
hasil uji RÂ
sebesar 77,
0674% dan
sisanya
sebesar 22,
0674%
dipengaruhi
oleh faktor
lain yang
tidak diteliti
pada
penelitian
ini.
6. Pengaruh Penelitian Uji regresi Hasil Menguatkan
Inflasi ini bertujuan sederhana, penelitian bahwa
Terhadap untuk uji kami inflasi dapat
Tingkat mengetahui kepastian menunjukka memengaruh
Pengangguran apakah (R2) dan n bahwa i
Terbuka Di inflasi pengujian tingkat penganggura
Provinsi Jawa mempunyai parsial (uji inflasi di n di tingkat
Tengah pengaruh t) yaitu uji Provinsi provinsi,
terhadap hipotesis Jawa mendukung
Annisa
penganggura dengan Tengah penggunaan
Nuraeni,
n terbuka di SPSS 24 mempunyai variabel ini
Muhammad
Provinsi kekuatan dalam
Salman
Jawa untuk konteks
Alfarisi,
Tengah. mempengar Gorontalo.
Muhammad
uhi tingkat
Sohib, Raden
penganggur
Ahmad
an di
Hidayat, Zavita
Provinsi
Nazla, Deris
Jawa
Desmawan
Tengah.
Jurnal
Manajemen
Akuntansi
(JUMSI) 4 (3),
696-700, 2024
7. PENGARUH Penelitian Teknik Hasil Mengokohk
INFLASI DAN ini analisis analisis an hubungan
INVESTASI dilakukan yang menunjukka positif
TERHADAP dengan digunakan n bahwa antara inflasi
TINGKAT tujuan untuk dalam secara dan
PENGANGGU menguji penelitian parsial penganggura
RAN pengaruh ini adalah berpengaruh n, menjadi
TERBUKA DI inflasi dan uji asumsi positif dan dasar teoritis
INDONESIA investasi klasik, uji signifikan kuat bagi
PERIODE terhadap hipotesis terhadap
2002-2019 penganggura dan penganggur penelitian.
n terbuka di analisis an terbuka
Juli 2021
Indonesia regresi artinya
Putri Sari MJ tahun 2002 berganda. semakin
Silaban sampai tinggi

Stevi Jesika dengan inflasi maka

Siagian tahun 2019. penganggur


an terbuka
akan
semakin
tinggi,
begitu pula
sebaliknya.
Investasi
secara
parsial
berpengaruh
negatif dan
signifikan
terhadap
penganggur
an terbuka
artinya
semakin
tinggi
investasi
maka
penganggur
an terbuka
akan
menurun,
begitu pula
sebaliknya.
Serta inflasi
dan
investasi
secara
simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap
penganggur
an terbuka.
8. Pengaruh Tujuan Penelitian Hasil Menekankan
Pertumbuhan penelitian kuantitatif analisis data pentingnya
Ekonomi dan ini adalah teknik menunjukka analisis
Inflasi untuk analisis n bahwa simultan,
Terhadap mengidentifi data yang pertumbuha memperluas
Tingkat kasi dampak digunakan n ekonomi pemahaman
Pengangguran parsial dan adalah dan inflasi bagaimana
5 bersamaan analisis berpengaruh inflasi
Kota/Kabupate terhadap regresi negatif dan berdampak
n di Jawa inflasi dan data panel signifikan dalam
Timur tahun pertumbuha secara skema
2012-2021 n ekonomi simultan ekonomi
di berbagai pada uji F, daerah.
Elisa Putri
tingkatan di sedangkan
Febriani
5 kota atau inflasi tidak
Jurnal ilmu kabupaten di berpengaruh
ekonomi Provinsi signifikan
(2024) Jawa Timur pada tingkat
tahun 2012 lima kota
sampai dan
dengan kabupaten
2021. di Jawa
Timur.
9. PENGARUH Penelitian Pendekata Hasil Mendukung
PERTUMBUH ini bertujuan n Fixed estimasi pendekatan
AN untuk Efect model yang
EKONOMI, menganalisi Model menunjukka mengisolasi
UPAH s pengaruh (FEM) n bahwa efek UMP
MINIMUM pertumbuha variabel secara
PROVINSI, n ekonomi, pertumbuha parsial, dan
DAN upah n ekonomi, bisa
TINGKAT minimum upah dijadikan
PENDIDIKAN provinsi, minimum pembanding
TERHADAP dan tingkat provinsi, nasional.
PENGANGGU pendidikan dan tingkat
RAN terhadap pendidikan
TERBUKA DI tingkat secara
INDONESIA penganggura simultan
n terbuka di berpengaruh
Syuripto
Indonesia signifikan
Prawira –
tahun 2011- terhadap
Universitas
2015, baik tingkat
Negeri Padang
secara penganggur
Jurnal ecogen simultan an terbuka
(2018) maupun di
parsial. Indonesia.
Sedangkan
variabel
pertumbuha
n ekonomi
secara
parsial
berpengaruh
negatif
tetapi tidak
signifikan
terhadap
tingkat
penganggur
an. Variabel
upah
minimum
provinsi
secara
parsial
berpengaruh
positif dan
signifikan
terhadap
tingkat
penganggur
an.
10. PENGARUH Penelitian Analisis Hasil Menjadi
INFLASI, ini bertujuan data panel penelitian referensi
JUMLAH untuk dengan menunjukka perbedaan
PENDUDUK mengetahui model n bahwa : 1) regional
DAN pengaruh fixed inflasi dampak
KENAIKAN inflasi, effect. berpengaruh UMP,
UPAH jumlah tidak penting
MINIMUM penduduk signifikan dalam
TERHADAP dan terhadap menjustifika
PENGANGGU kenaikan penganggur si perlunya
RAN upah an terbuka studi khusus
TERBUKA DI minimum di Provinsi di
PROVINSI terhadap Banten Gorontalo.
BANTEN penganggura tahun 2010-
TAHUN 2010- n terbuka di 2015; 2)
2015 Provinsi jumlah
Banten penduduk
Dita Dewi
tahun 2010- berpengaruh
Kuntiarti,
2015. negatif dan
Universitas
Negeri signifikan
Yogyakarta, terhadap
Indonesia penganggur
an terbuka
Jurnal
di Provinsi
pendidikan dan
Banten
ekonomi
tahun 2010-
2015; dan
kenaikan
upah
minimum
berpengaruh
negatif dan
signifikan
terhadap
penganggur
an terbuka
di Provinsi
Banten
tahun 2010-
2015.
11. Inflation, Studi ini Kerangka Studi ini Menambahk
public debt and meneliti kerja mengungka an perspektif
unemployment hubungan Autoregre p temuan- internasional
nexus in antara ssive temuan bahwa
Ghana. An inflasi, Distribute penting. inflasi dan
ARDL analysis utang d Lag Pertama- penganggura
publik, dan (ARDL) tama, studi n dapat
Mohammed
penganggura ini saling
Ridwan
n di Ghana membuktika memengaruh
Saani,Abdul-
dan n bahwa ada i dalam
Malik Abdulai
memberikan korelasi jangka
&Mubarik
informasi negatif panjang,
Salifu
Published mendalam jangka memperkaya
online: 03 May yang panjang dasar teori.
2024 penting bagi antara utang
wacana publik dan
Journal of the
akademis inflasi, yang
Asia Pacific
serta menekankan
Economy
formulasi perlunya
kebijakan. langkah-
langkah
pengelolaan
utang yang
bijaksana.
Khususnya,
preferensi
untuk utang
lokal
daripada
pinjaman
dari sumber-
sumber
eksternal
tampaknya
menjadi
lindung
nilai yang
mungkin
terhadap
risiko
inflasi.
Kedua,
analisis ini
mengungka
pkan
hubungan
jangka
panjang
yang positif
antara
penganggur
an dan
utang
publik, yang
menyoroti
pentingnya
langkah-
langkah
pertumbuha
n ekonomi
yang
berkelanjuta
n untuk
melawan
hubungan
ini.
12. Investigating Menganalisi Model Kenaikan Menegaskan
the Effects of s dampak Durbin upah pentingnya
Minimum dari spasial minimum pendekatan
Wages on pengenaan secara daerah
Employment, upah umum spesifik
Unemployment minimum mempengar seperti
and Labour pada uhi pasar Gorontalo
Participation in ketenagakerj tenaga kerja karena efek
Java: A aan, lokal kebijakan
Dynamic penganggura dimana bersifat
Spatial Panel n, dan upah lokal.
Approach partisipasi minimum
tenaga kerja tersebut
Tifani Husna
Siregar di sektor timbul.
formal dan Adapun
Published
informal. efek
online: 18 Aug
limpahan
2022
(spillover
Bulletin of effect) dari
Indonesian kenaikan
Economic upah
Studies minimum
pada
wilayah
kabupaten/
kota
tetangga
sifatnya
dapat
diabaikan,
kecuali
mengenai
dampaknya
pada
partisipasi
tenaga
kerja.
13. The effect of Mengulas Mengguna Secara Mendukung
minimum bukti yang kan keseluruhan asumsi
wages on berkembang metode , upah bahwa
employment in mengenai kualitatif minimum dampak
emerging dampak dan ditemukan UMP di
economies: a upah kuantitatif hanya Gorontalo
survey and minimum (meta- memiliki bisa berbeda
meta-analysis terhadap analisis) dampak tergantung
ketenagakerj minimal struktur
Stijn
Broecke,Alessi aan di 14 terhadap demografis
a Forti negara ketenagaker tenaga kerja.
&Marieke ekonomi jaan, dan
Vandeweyer berkembang terdapat
utama bukti bias
Published
pelaporan
online: 23 Jan
terhadap
2017
hasil negatif
Oxford yang
Development signifikan
Studies secara
statistik.
Kelompok
yang lebih
rentan
(misalnya
pemuda dan
pekerja
berketeramp
ilan rendah)
sedikit lebih
terpengaruh
secara
negatif, dan
terdapat
beberapa
indikasi
bahwa upah
minimum
yang lebih
tinggi
menyebabka
n lebih
banyak
pekerjaan
informal.
14. Impacts of Studi ini Mengguna Menemukan Menunjukka
minimum meneliti kan data bahwa n bahwa
wages on dampak panel secara mekanisme
employment upah provinsi umum, dampak
and minimum agregat kenaikan UMP bisa
unemployment terhadap upah kompleks,
in Indonesia ketenagakerj minimum penting
aan di sektor menurunkan dijadikan
Tifani Husna
formal dan ketenagaker perbandinga
Siregar
informal, jaan di n bagi hasil
Published serta sektor di
online: 11 Jun penganggura formal dan Gorontalo.
2019 n di sektor
Indonesia. informal.
Kenaikan
upah
minimum
juga
diperkirakan
akan
menurunkan
penganggur
an, karena
partisipasi
tenaga kerja
menurun.
15. Exploring the Meneliti Vektor Hasil Memberikan
dynamics of hubungan (VECM), penelitian landasan
inflation, antara dekomposi menunjukka metodologis
unemployment, produk si varians, n hubungan bdan teoritis
and economic domestik fungsi negatif untuk
growth in bruto respons antara menggunaka
Somalia: a (PDB), impuls, penganggur n
VECM penganggura dan uji an dan pendekatan
analysis n, utang luar kausalitas pertumbuha jangka
negeri, Granger. n ekonomi, panjang atau
Abdisalan
inflasi, dan yang multivariat
Aden
pembentuka menyiratkan dalam
MohamedORC
n modal penerapan menganalisis
ID Icon
bruto di hukum inflasi dan
&Abdikafi
Somalia Okun di TPT di
Hassan
Somalia. Gorontalo.
AbdiORCID
Menerapkan Lebih jauh
Icon
Augmented lagi,
Published Dickey- penelitian
online: 08 Aug Fuller ini
2024 (ADF), mengungka

Cogent model p hubungan

Economics & koreksi searah

Finance kesalahan antara


penganggur
an dan
PDB,
pembentuka
n modal
bruto dan
PDB, PDB
dan utang
luar negeri,
CPI dan
PDB,
penganggur
an dan
pembentuka
n modal
bruto, dan
utang luar
negeri dan
penganggur
an. Tidak
ditemukan
efek kausal
dalam
kombinasi
interaksi
lainnya.

2.2 Tinjauan Pustaka

2.2.1 Inflasi

a. Pengertian Inflasi

Silaban dan Siagian (2021: hal 113) mengatatakan inflasi adalah kecenderungan dari
harga-harga yang meningkat secara umum dan terus-menerus. Kenaikkan harga dari satu atau
dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikkan tersebut meluas kepada sebagian
besar dari harga barang-barang lain.

Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga barang secara terus-menerus atau suatu
keadaan perkonomian yang menunjukan adanya kecendrungan kenaikan tingkat harga secara
umum. Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada dipasaran
mempunyai jumlah dan jenis yang sangat beragam sehingga sebagian besardari harga-harga
barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Menurut Suwito (2019): Inflasi merupakan fenomena kenaikan harga-harga secara


umum yang mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat. Sedangkan menurut Azizah
dan Kusuma (2022): Inflasi adalah proses peningkatan harga secara terus-menerus yang
berdampak pada pengurangan pengeluaran konsumen dan investasi, yang pada akhirnya
dapat menyebabkan pengurangan penyerapan tenaga kerja.

b. Jenis-Jenis Inflasi
Menurut Santoso (2017) inflasi dapat dibedakan berdasarkan asal-usulnya, lebih
mengarah pada faktor ekstern atau intern, sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga-
harga barang. Apabila dilihat dari asal-usulnya, maka inflasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu
:

1. Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation )


Inflasi ini terjadi karena adanya tekanan dari variabel makro dalam negeri sehingga
mendorong terjadinya kenaikan harga-harga barang.
2. Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation)
Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation) merupakan inflasi yang
terjadi karena adanya pengaruh dari luar negeri (faktor ekstern). Pengaruh tersebut
dapat berupa kejadian inflasi (kenaikan harga) di negara lain yang mempunyai
hubungan erat, sehingga harga barang-barang import menjadi lebih mahal. Dampak
tersebut secara langsung akan menyebabkan indeks harga konsumen meningkat, dan
secara tidak langsung akan menaikkan indeks harga konsumen melalui kenaikan biaya
produksi.
Menurut Shardi & Tambunan (2022),ada tiga jenis inflasi berdasarkan sifat, yaitu:
1. Inflasi ringan (creeping inflation)
Inflasi ringan ditandai dengan laju inflasi yang rendah, biasanya bernilai satu digit per
tahun (kurang dari 10%). Kenaikan harga pada jenis inflasi ini berjalan secara lambat,
dengan persentase yang kecil serta dalam jangka yang relatif lama.
2. Inflasi menengah (galloping inflation)
Inflasi menengah ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar
(biasanya duoble digit, yaitu diantara 10% -< 30% per tahun) dan kadang-kala
berjalan dalam waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat akselerasi. Artinya,
harga-harga minggu/bulan ini lebih tinggi dari minggu/bulan lalu
danseterusnya.
3. Inflasi tinggi (hyperinflation)
Inflasi tinggi merupakan inflasi yang paling parah akibatnya. Harga-harga naik
sampai 5 atau 6 kali (lebih dari 30%). Masyarakat tidak lagi berkeinginan
untuk menyimpan uang. Perputaran uang makin cepat, harga naik secara akselerasi.
Jenis inflasi berdasarkan sumber atau penyebabnya menurut Bank Indonesia
antara lain sebagai berikut:
1. Inflasi Permintaan Inflasi permintaan merupakan inflasi yang timbul akibat
dari interaksi yang terjadi antara penawaran domestik dalam jangka panjang.
Tekanan inflasi akan muncul apabila ada perbedanan antara permintan dengan
penawaran agregat atau potensi output yang ada.
2. Inflasi Penawaran Inflasi ini diakibatkan karena adanya faktor penawaran lain
yang memicu kenaikan harga penawaran atau suatu barang, baik barang impor
maupun barang yang harganya dikendalikan oleh pemerintah. Disamping itu
inflasi juga dapat disebabkan oleh faktor alam dan faktor yang muncul akibat
dari kebijakan tertentu.
3. Inflasi Ekspektasi Faktor ini sangat berperan dalam pembentukan harga dan
juga upah tenaga kerja. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat
dari inflasi ini diperlukan peningkatan kredibilitas kebijakan dari bank sentral.
Dimana bank sentral yang memiliki kredibilitas tentu dapat menurunkan
ekspektasi inflasi serta dapat mendorong ekspektasi inflasi yang berdasarkan
pada kondisi ekonomi ke depan (forward looking).
c. Penyebab Inflasi

Penyebab inflasi menurut Aprika (2023) antara lain sebagai berikut:

1. Tingginya Permintaan Market


Permintaan yang tinggi terhadap barang dan jasa karena isu-isu, kegiatan keagamaan,
atau terkait dengan budaya atau perilaku. Hal ini akan mendorong permintaan agregat
terhadap barang dan jasa sehingga mendorong kenaikan harga.Konsep dan
Mekanisme Harga Dalam IslamMekanisme HargaMekanisme harga adalah proses
yang berjalan atas dasar gaya tarik menarik antara konsumen dan produsen baik dari
pasar Output(barangdan jasa) ataupun input(faktor-faktor produksi). Adapun harga
diartikan sebagai sejumlah uang yang menyatakan nilai tukar suatu unit benda
tertentu.Harga yang adil merupakan harga (nilai barang) yang dibayar untuk objek
yang sama diberikan, pada waktu dan tempat yang diserahkan barang tersebut.
Definisi harga yang adil juga bisa diambil dari konsep Aquinas yang
mendefinisikannya dengan harga kompetitif normal. Yaitu harga yang berada dalam
persaingan sempurna yang disebabkan oleh supply dan demanddimana tidak ada
unsur spekulasi.
2. Meningkatnya Biaya Produksi (cost pust inflation)
Apabila sektor produksi naik seperti bahan baku atau upah pegawai, maka produsen
akan menaikan harga supaya pendapatan keuntungan dan kegiatan produksi bisa
berlanjut terus dalam jangka panjang.
3. Jumlah Uang yang Beredar
Peredaran uang yang tinggi di masyarakat juga bisa menyebabkan terjadinya inflasi.
Hal ini dikarenakan ketika jumlah uang di masyarakat meningkat, maka harga barang
akan ikut mengalami kenaikan.Semakin meningkat daya beli masyarakat saat stok
barang menipis, maka harga barang otomatis akan ikut naik.
d. Pengendalian Inflasi

Menurut Bank Indonesia secara umum bentuk pengendalian inflasi yang dilakukan
oleh pemerintah dengan melalui beberapa kebijakan antara lain sebagai berikut:

1. Kebijakan Moneter Sasaran dari kebijakan ini dicapai melalui pengaturan jumlah
uang yang beredar yang salah satu komponenya adalah uang giral (demond
deposit) yang dapat dilakukan dengan dau cara memasukan uang kas ke bank
dalam bentuk giro, dan pinjaman yang diperoleh dari bank diterima dalam bentuk
giro. Disamping itu cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan
tingkat diskonto (diskonto rate) yang merupakan tingkat diskonto untuk pinjaman
yang diberikan kepada bank sentral kepada bank umum. Pinjaman ini berupa
tambahnya cadanagn bank umum yang ada pada bank sentral.
2. Kebijakan Fiskal Kebijakan ini menyangkut pengaturan tentang pengeluaran
pemerintah dan perpajakan yang memiliki pengaruh secara langsung pada
permintaan total sehingga dapat mempengaruhi harga sehingga laju pertumbuhan
inflasi dapat ditekan.
3. Kebijakan yang Berkaitan Dengan Output Kebijakan ini dapat dicapai dengan
cara menambah jumlah barang yang ada didalam negeri baik dengan produksi.
Kajian pustaka membahas tentang teori dan penelitian terdahulu yang berkaitan
dengan topik penelitian yang menjadi landasan logis dalam mengembangkan
hipotesis penelitian termasuk kerangka konsep penelitian

2.2.4 Upah Minimum Provinsi (UMP)

a. Pengertian Upah

Menurut Wibowo (2020): UMP adalah standar upah terendah yang ditetapkan oleh
gubernur sebagai acuan upah pekerja di seluruh provinsi. Meskipun Indonesia telah memiliki
kebijakan upah minimum sejak tahun 1970-an, kebijakan ini kurang mendapat perhatian
hingga akhir tahun 1980-an ketika upah minimum dinaikkan secara agresif dalam upaya
untuk menekan ketenagakerjaan di pabrik-pabrik. Awalnya, pemerintah pusat menetapkan
upah minimum. Namun, sejalan dengan kebijakan desentralisasi fiskal yang diperkenalkan
pada tahun 2001, tanggung jawab untuk menetapkan upah minimum dialihkan ke tingkat
pemerintah provinsi. Secara umum, provinsi-provinsi di Indonesia memenuhi tanggung
jawab ini dengan menetapkan upah minimum tunggal yang berlaku untuk seluruh provinsi.

Andriani & Purnama (2021): UMP bertujuan melindungi pekerja dari upah rendah,
namun jika tidak sesuai produktivitas, dapat menyebabkan pengurangan tenaga kerja.
Kebijakan upah minimum Indonesia hanya berlaku untuk karyawan upah tetap sebagaimana
yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS); kebijakan ini tidak mencakup pekerja
dalam kategori lain yang ditetapkan oleh BPS (pekerja mandiri, pekerja wiraswasta, pemberi
kerja dengan pekerja tetap, pekerja harian lepas di bidang pertanian, pekerja harian lepas di
luar bidang pertanian, dan pekerja tidak dibayar). Ketentuan upah minimum mencakup
‘karyawan upah tetap’ di semua sektor, dan melarang ‘pengusaha’ membayar ‘karyawan’
mereka kurang dari upah minimum (UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan). Namun,
kepatuhan terhadap undang-undang upah minimum rendah.

Dengan adanya kebijakan upah minimum ini pemerintah harus bisa memperhatikan
dan juga mengatur agar supaya kebijakan ini tidak menjadi bumerang sendiri misalnya jika
pemerintah meningkatkan upah minimum terlalu tinggi maka yang akan terjadi adalah biaya
atau anggran yang dikeluarkan untuk menggaji para pekerja dari perusahaan menjadi sangat
tinggi. Sedangkan jika pemerintah menurunkan upah minimum, maka partisipasi Angkatan
kerja untuk mendapatkan pekerjaan menjadi rendah, sehingga upah minimum bisa menjadi
faktor penentu terjadinya pengangguran terbuka.

UMP adalah kebijakan pengupahan minimum yang ditetapkan oleh pemerintah


provinsi untuk menjamin penghasilan minimal pekerja. Meskipun tujuannya melindungi
pekerja, kenaikan UMP yang tidak sesuai kemampuan pengusaha dapat berdampak negatif
terhadap penciptaan lapangan kerja.

b. Jenis-Jenis Upah
Jenis-jenis upah menurut Istiqomah (2025), antara lain:
1. Upah normal
Upah normal adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara tunai kepada
pekerja yang berhak sebagai imbalan atas pengerahan jasa- jasa atau pelayanan
sesuai ketentuan. Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi besarnya
penetapan upah normal, diantaranya
a. Kondisi perusahaan
b. Keterampilan tenaga kerja
c. Standar hidup
d. Jenis pekerjaan
2. Upah nyata (rill wages)
Upah nyata adalah yang benar-benar diterima seorang pekerja/buruh yang
berhak. Upah nyata ditentukan oleh daya beli upah tersebut yang akan
tergatung dari:
a. Besar kecilnya jumlah uang yang diterima
b. Besar kecilnya biaya hidup yang diperlukan
3. Upah hidup
Upah hidup yaitu upah yang diterima pekerja relative cukup untuk membiayai
keperluan hidupnya secara luas, yang tidak hanya kebutuhan pokoknya saja,
melainkan juga kebutuhan sosial keluarga seperti penddikan, asuransi, rekreasi
dan lain-lain.
a. Upah minimum
Upah minimum adalah upah terenndah yang akan dijadikan standar
oleh pengusha untukmenentuan upah yang sebernya dari pekerja yang
bekerja. Upah minimum umumnya ditentukan oleh pemerintah
(Gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan
Pengupahan Provinsi/ bupati/ walikota). Upah minimum dapat terdiri
atas:
1) Upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau
kabupaten/kota
2) Upah minimum berdasarkan sektor pada wilayah provinsi
atau kabupaten/ kota.
b. Upah wajar
Upah wajar adalah upah secara relative dinilai cukup wajar oleh
pengusaha dan pekerja sebagai imbalan atas jasa pada perusahaan.
Upah ini sangat bervariasi dan selalu berubah-ubah antara faktor upah
minimum dan upah hidup sesuai dengan faktor yang mempengaruhi,
diantanya
1) Kondisi perekonomian Negara
2) Nilai upah rata-rata daerah
3) Peraturan perpajakan
4) Standar hidup pekerja
5) Posisi perusahaan dilihat dari struktur perekonomian
Negara.
C. Faktor-faktor Penetapan Upah Minimum

Menurut Bersales dalam Nurtiyas (2016) ada empat faktor Penetapan upah minimum
diantaranya:

1. Indeks Harga Konsumen Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah ukuran biaya
keseluruhan barang, dan jasa yang dibeli oleh konsumen. Ahli statistik
pemerintah secara rutin menghitung, dan melaporkan IHK. Indeks Harga
Konsumen (IHK) merupakan komponen penting dalam menggunakan penetapan
nilai upah minimum. Ketika biaya hidup masyarakat tinggi, maka tingkat upah
selayaknya ditingkatkan.
2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Angkatan kerja (labor force) didefinisikan
sebagai jumlah orang yang bekerja dan orang yang menganggur, sedangkan
tingkat pengangguran (unemployment rate) didefinisikan sebagai persentase dari
angkatan kerja yang tidak bekerja. Menurut Badan Pusat Statistik (2014) Tingkat
partisipasi angkatan kerja (labor-force participation rate) adalah persentase
jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK) adalah suatu indikator ketenagakerjaan yang
memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif secara ekonomi dalam
kegiatan sehari-hari merujuk pada suatu waktu dalam periode survei. TPAK
adalah indikator yang biasa digunakan untuk menganalisa partisipasi angkatan
kerja. Menurut Badan Pusat Statistik (2014).
3. Produk Domestik Regional Bruto Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
adalah nilai pasar dari seluruh barang dan jasa jadi yang diproduksi di suatu
daerah pada periode tertentu. Sisi produksi ekonomi merubah input seperti tenaga
kerja, dan modal menjadi output. Input semacam buruh, dan modal disebut faktor
produksi, sedangkan pembayaran terhadap faktor tersebut seperti upah dan bunga
disebut pembayaran faktor (factor of payment).
4. Pendapatan per kapita pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata
penduduk suatu Negara pada periode tertentu. Nilai pendapatan per kapita dapat
digunakan sebagai salah satu indikator tingkat kemakmuran penduduk suatu
daerah. Masyarakat dipandang mengalami peningkatan kemakmuran apabila
pendapatan per kapita menurut harga konstan atau pendapatan perkapita riil
menerus bertambah.

2.2.7 Pengangguran Terbuka

a. Pengertian Pengangguran Terbuka

Pengertian Pengangguran Terbuka Menurut Para Ahli

Menurut Permatasari et al. (2024): Pengangguran terbuka adalah kondisi ketika


seseorang aktif mencari pekerjaan namun belum memperoleh pekerjaan. Pengangguran
terbuka merupakan indikator ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga
kerja (Kurniawan 2017).

Jadi, Pengangguran terbuka mencerminkan tenaga kerja yang sedang aktif mencari
kerja namun tidak mendapat kesempatan kerja. Fenomena ini menjadi ukuran langsung
ketidakseimbangan pasar tenaga kerja dan kinerja sektor ekonomi riil.

b. Jenis-Jenis Pengangguran
Menurut (BPS 2017), pengangguran dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu
antara lain:
1. Pengangguran terbuka atau penuh, yaitu orang orang yang termasuk dalam kelompok
angkatan kerja yang tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan.
2. Setengah menganggur terpaksa, yaitu orang-orang yang bekerja tetapi memiliki jam
kerja kurang dari 35 jam per minggu yang disebabkan oleh faktor-faktor diluar
keinginannya karena belum memperoleh pekerjaan walaupun mereka sudah berusaha
mencari dan bersedia untuk bekerja meskipun dengan upah yang rendah.
3. Setengah menganggur sukarela, yaitu orang – orang yang Memilih untuk menganggur
dibandingkan dengan memperoleh Pekerjaan tetapi tidak sesuai dengan tingkat
pendidikannya atau Upah yang diharapkan.
Sedangkan menurut Rosa (dalam Fransisca, 2022), jenis pengangguran berdasarkan
penyebabnya yaitu terdiri dari:

1. Pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang terjadi karena terdapat waktu yang
dibutuhkan untuk menyesuaikan kualifikasi bagi para pekerja dengan pekerjaan yang
tersedia.
2. Pengangguran struktural, yaitu pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan
struktur ekonomi. Pengangguran ini terjadi karena perubahan pada barang dan jasa
yang diminta tidak dapat dipenuhi oleh tenaga kerja yang ada karena ketidaksesuaian
antara keahlian serta lokasi dari tenaga kerja tersebut sehingga dapat mengubah
struktur ekonomi.
3. Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan
permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja Kerja.
4. Pengangguran siklikal, yaitu pengangguran yang terjadi karena siklus bisnis atau
dapat dikatakan pengangguran yang terkena dampak dari naik turunnya perekonomian
di suatu negara.
c. Indikator Pengangguran

Penyebab Pengangguran Menurut Franit dalam Setiana (2024) ada beberapa faktor
peyebab pengangguran, yaitu sebagai berikut:

1. Sedikitnya lapangan pekerjaan yang menampung para pencari kerja.


Banyaknya para pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang
dimiliki oleh Negara Indonesia.
2. Kurangnya keahliah yang dimiliki oleh para pencari kerja. Banyak jumlah
Sumber daya manusia yang tidak memiliki keterampilan menjadi salah satu
peeyebab makin bertambahnya angka pengangguran di Indonesia.
3. Kurangnya informasi, dimana pencari kerja tidak memiliki akses untuk
mencari tau informasi tentang perusahaan yang memilli kekurangan tenaga
pekerja.
4. Kurang meratanya lapangan pekerjaan, banyaknya lapangan pekerjaan di kota,
dan sedikitnya perataan lapangan pekerjaan.
5. Masih belum maksimal nya upaya pemerintah dalam memberikan pelatihan
untuk meningkatkan soft skill.
6. Budaya malas yang masih menjangkit para pencari kerja yang membuat para
pencari kerja mudah menyerah dalam mencari peluang kerja.
d. Dampak Pengangguran

Pengangguran dapat berdampak pada penurunan tingkat perekonomian suatu negara,


ketidakstabilan politik, serta berdampak pada investor. Selain itu, banyak dampak yang
ditimbulkan akibat dari pengangguran, yaitu seperti meningkatnya angka kemiskinan karena
menurunnya tingkat pendapatan sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari.

Pengangguran juga berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian (Muhadir


dalamFransisca, 2023) diantaranya yaitu:

1. Masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmurannya karena pendapatan


riil yang diperoleh lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan potensial atau yang
seharusnya. Oleh karenanya, kemakmuran yang dicapai masyarakat pun menjadi lebih
rendah.
2. Terjadinya penurunan pendapatan nasional yang diperoleh dari sektor pajak karena
rendahnya pendapatan masyarakat akibat penurunan kegiatan perekonomian
menyebabkan pajak yang harus dibayar oleh masyarakat menjadi menurun. Apabila
penerimaan pajak menurun, maka kegiatan ekonomi pemerintah berkurang sehingga
kegiatan pembangunan menjadi terhambat.
3. Berkurangnya daya beli masyarakat sehingga permintaan terhadap barang barang
hasil produksi menjadi menurun sehingga menyebabkan ketidaktertarikan para
investor untuk melakukan perluasan. Sehingga dengan demikian, tingkat investasi
akan menurun dan menjadikan tidak terpacunya pertumbuhan ekonomi.

e. Kebijakan Pemerintah

Menurut (Movanita 2018), terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh
pemerintah untuk mengurangi pengangguran di Indonesia diantaranya yaitu:

1. Mendorong investasi dan ekspor dalam rangka untuk menciptakan lapangan pekerjaan
2. Meningkatkan keahlian bagi para tenaga kerja
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
4. Menciptakan hubungan industri yang baik antara pekerja dan pemberi kerja
2.3 Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan dasar logis yang menjelaskan hubungan antara


variabel-variabel yang diteliti berdasarkan teori, hasil penelitian terdahulu, dan kondisi
empirik. Dalam penelitian ini, variabel bebas terdiri atas inflasi dan upah minimum provinsi
(UMP), sedangkan variabel terikat adalah pengangguran terbuka di Provinsi Gorontalo.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua variabel independen tersebut,
baik secara simultan maupun parsial, terhadap pengangguran terbuka.

1. Pengaruh Inflasi terhadap Pengangguran Terbuka

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus
dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi yang tinggi menyebabkan penurunan daya beli
masyarakat, naiknya biaya hidup, dan ketidakpastian dalam aktivitas perekonomian. Hal ini
mendorong pelaku usaha untuk menekan biaya operasional, salah satunya dengan
mengurangi jumlah tenaga kerja, sehingga dapat menyebabkan meningkatnya pengangguran
terbuka.

Dalam konteks Gorontalo, di mana perekonomian masih sangat tergantung pada


sektor informal dan pertanian, inflasi yang tinggi dapat mengakibatkan ketidakstabilan harga
bahan pokok, yang pada gilirannya mempengaruhi produktivitas dan kemampuan rumah
tangga serta pelaku usaha dalam menyerap tenaga kerja.

2. Pengaruh Upah Minimum Provinsi terhadap Pengangguran Terbuka

Upah Minimum Provinsi (UMP) ditetapkan pemerintah sebagai standar minimum


untuk menjamin penghasilan layak bagi pekerja. Meskipun bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan, kenaikan UMP dapat menimbulkan efek ganda. Di satu sisi, UMP yang
meningkat dapat mendorong daya beli dan konsumsi masyarakat. Namun di sisi lain, bila
kenaikan UMP tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan kemampuan
perusahaan membayar, maka perusahaan berisiko mengurangi jumlah pekerja, terutama di
sektor padat karya, demi menjaga efisiensi biaya.

Hal ini sangat relevan di daerah seperti Gorontalo, di mana struktur usaha didominasi
oleh UMKM dan sektor informal. Kenaikan UMP tanpa dukungan kebijakan produktivitas
dapat menyebabkan kontraksi tenaga kerja dan berkontribusi pada naiknya angka
pengangguran terbuka.
3. Dinamika Khusus Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda dengan provinsi


lain, terutama dalam hal keterbatasan sektor industri dan dominasi sektor pertanian dan
informal. Kebijakan nasional seperti penyesuaian UMP dan pengendalian inflasi mungkin
tidak memberikan dampak seragam di semua daerah. Oleh karena itu, penting untuk
mengkaji secara lokal bagaimana inflasi dan UMP memengaruhi pengangguran terbuka di
Gorontalo secara empiris.

4. Hubungan Antara Variabel

Secara konseptual, inflasi dan UMP diasumsikan memiliki pengaruh terhadap


pengangguran terbuka, baik secara simultan maupun masing-masing secara terpisah (parsial).
Penelitian ini berasumsi bahwa:

Inflasi berpotensi meningkatkan pengangguran jika menyebabkan penurunan investasi


dan permintaan tenaga kerja akibat naiknya biaya produksi dan ketidakpastian ekonomi.

Kenaikan UMP dapat meningkatkan pengangguran terbuka apabila tidak sebanding


dengan produktivitas dan kemampuan bayar pelaku usaha, namun juga dapat menurunkan
pengangguran jika meningkatkan daya beli masyarakat dan memperbesar permintaan agregat.

Hubungan ini dapat dirumuskan dalam bentuk model pemikiran sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Inflasi
H₁
(X1)

H₃ Pengangguran Terbuka

(Y) g
UPMa menyatakan adanya
H₂
(. (X2)

Keterangan:
: pengaruh persial

: pengaruh simultan

2.4 Hipotesis

Berdasarkan pada rumusan masalah maka adapun hipotesis yang dirumuskan dalam
alam penelitian ini diantaranya:

1. H₀: Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di


Provinsi Gorontalo.

H₁: Inflasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi


Gorontalo.

2. H₀: Upah Minimum Provinsi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat


pengangguran terbuka di Provinsi Gorontalo.

H₂: Upah Minimum Provinsi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran


terbuka di Provinsi Gorontalo.

3. H₀: Inflasi dan Upah Minimum Provinsi secara simultan tidak berpengaruh signifikan
terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Gorontalo.

H₃: Inflasi dan Upah Minimum Provinsi secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Gorontalo.

Anda mungkin juga menyukai