Anda di halaman 1dari 24

FULL WAVE RECTIFIER

By :
Nurul Azmi Ridha
(60400111043)
DC
PLN AC
Converting
•Memahami prinsip kerja dari suatu rangkaian
penyearah gelombang penuh.
•Memahami prinsip kerja dioda sebagai penyearah
gelombang penuh.
•Menentukan besar tegangan riak (Vrpp) dan
tegangan keluaran untuk rangkaian penyearah
gelombang penuh.
•Mengetahui pengaruh pemasangan kapasitor
pada keluaran untuk rangkaian penyearah
gelombang penuh.
•Mengukur dan menghitng besaran-besaran yang
berkaitan pada rangkaian penyearah gelombang
penuh.
•Menghitung regulasi tegangan (voltage regulation)
pada percobaan penyearah gelombang penuh.
•Bagaimana prinsip kerja diode sebagai penyearah
gelombang penuh?
Bagaimana prinsip kerja dari suatu rangkaian
penyearah gelombang penuh?
•Bagaimana pengaruh pemasangan kapasitor pada
keluaran untuk rangkaian penyearah gelombang
penuh?
•Variable-variabel apa saja yang harus diukur dan
dihitung dalam percobaan penyearah gelombang
penuh sebelum dan sesudah difilter?
•Seberapa besar regulsi tegangan (voltage
regulation) pada percobaan penyearah gelombang
penuh?

Penyearah adalah alat pengubah sumber listrik dari
AC menjadi DC. Alat tersebut berupa rangkaian
Elektronik dengan komponen utama dioda. Dalam
penyearahan tegangan bolak- balik digunakan
penyearah gelombang penuh dengan
menggunakan sebuah diodajembatan/bridge atau
empat buah dioda.
Rangkaian penyearah adalah suatu rangkaian
yang mengubah tegangan bolak-balik (AC)
menjadi tegangan searah (DC). Penyearah
gelombang penuh dapat dilihat sebagai
kombinasi dari dua penyearah setengah
gelombang yang bekerja bergantian untuk setiap
setengah gelombang dari gelombang input. Agar
tegangan dc yang dihasilkan penyearah arus
bolak-balik dapat lebih rata, digunakan tapis lolos
rendah dengan menggunakan kapasitor. Dengan
adanya C, tegangan keluaran tak segera turun .
hal ini disebabkan karena kapasitor memerlukan
waktu untuk mengosongkan muatannya. Sebelum
tegangan pada kapasitor turun banyak, tegangan
pada kapasitor sudah naik lagi. Tegangan
berubah yang terjadi disebut tegangan riak,

Diode merupakan peralatan utama yang
digunakan untuk mengkonversi sinyal AC menjadi
sinyal DC, atau arus bolak balik menjadi arus
searah, karena diode berfungsi sebagai saklar.
Selain memiliki fungsi sebagai saklar diode juga
dapat berperan sebagai freewhelling dalam
regulator saklar, pengisian balik kapasitor dan
pengiriman daya antar komponen, selain itu juga
dapat digunakan sebagai isolasi tegangan dan
energi menuju sumber daya.

Waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini
adalah sebagai berikut :
Hari/Tanggal : Senin, 20 Mei 2013
Pukul : 10.00-11.00 Wita
Tempat : Laboratorium Elektronika Lantai
2
Alat :
Osiloskop sinar katoda (CRO)
Voltmeter digital 1 buah
Kabel penghubung
Kabel colokan + cup listrik
Bahan :
Dioda jembatan
Kapasitor
Resistor
Trafo step down
a. Menghubungkan input salah satu channel osiloskop
dengan terminal input (Vin) dari rangkaian untuk
memperoleh tampilan gelombang puncak-ke-
puncak (Vpp).
b. Menghubungkan input salah satu cahnnel dari
voltmeter digital dengan terminal input (Vin) dari
rangkaian untuk memperoleh tegangan input (Vrms)
dari voltmeter.
c. Memindahkan probe osiloskop ke output (Vout)
rangkaian untuk mengamati tampilan keluaran.
d. Menggunakan voltmeter untuk mengukur tegangan
keluaran dari rangkaian.
e. Mengulangi kegiatan b sampai d dengan
memparalelkan hambatan beban dengan sebuah
kapasitor untuk mengetahui nilai tegangan riak
(Vrpp).
f. Mengulangi kegiatan e dengan menggunakan
kapasitor yang berbeda.

Spesifikasi komponen yang
digunakan
Kode diode =
dioda jembatan
R = 220 ohm
C1 = 220 X 10
-6

C2 = 470 X 10
-6


Tegangan Input
Vin(p-p) dari CRO = 18 V
Vin(p-p) dari Voltmeter = 9.7
V

Tegangan Output
Vout(p-p) dari CRO = 7 V
Vout(Vdc) dari Voltmeter = 6.46
V

Tegangan Riak
Vr(p-p)1 CRO C1 = 1 V
Vr(p-p)2 CRO C2 = 1 V





Menghitung nilai Vrms (Vef)
dari CRO







Menghitung tegangan rata-
rata CRO






Menghitung tegangan rata-
rata CRO



Vdc = Vrata-rata = 0.636 = 0.636 (9) = 5.724 V



Menghitung Vdc dan Vef hasil
filter






Menghitung Regulasi
tegangan







Vin(p-p) dari CRO






Vin(p-p) dari CRO






Vr(p-p)1 CRO C1





Vr(p-p)1 CRO C2


Dalam percobaan penyearah gelombang penuh
ini menggunakan prinsip dioda jembatan dan
menggunakan transformator tegangan input dari
CRO untuk mencari nilai Vrms (Vef) dari CRO
kemudian dibandingkan dengan Vrms dari
pembacaan voltmeter. Ternyata nilai Vrms dari
CRO dan dari pembacaan voltmeter tidak sama
tetapi besesuaian. Lalu, dianalisis tegangan rata-
rata (Vdc) dari CRO kemudian dibandingkan
dengan tegangan keluaran (Vdc) dari voltmeter,
ternyata nilai kduanya berbeda, tetapi telah
bersesuaian. Setelah itu, mencari nilai tegangan
ripple (Vrip) pada kapasitor 1 dan 2 secara teori
dan kemudian dibandingkan dengn hasil
pembacaan pada CRO. Ternyata nilai kedua
berbeda, tetapi telah bersesuaian. Jadi dapat
disimpulkan bahwa adanya ketidaksesuaian
antara teori dan praktek dikarenakan faktor dari
alat dan bahan yang mungkin mambuat nilai
antara teori dan praktek berbeda tetapi telah
bersesuaian.

1. Prinsip kerja diode sebagai penyearah
gelombang penuh adalah diode secara
bergantian menyearahkan tegangan AC
menjadi tegangan DC pada saat siklus positif
dan negative.
2. Prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah
gelombang penuh adalah menyearahkan
tegangan bolak-balik menjadi tegangan
searah dengan menggunakan diode sebagai
media penyearah dan trafo step down untuk
menurunkan tegangan.
3. Agar tegangan DC yang dihasilkan penearah
arus bolak-balik dapat lebih rata, digunakan
tapis lolos rendah dengan menggunakan
kapasitor.
4. Variable-variabel yang diukur dalam
penyearah gelombang penuh adalah
tegangan puncak (Vp), tegangan efektif
(Vrms), tegangan keluaran (Vdc), dan
tegangan riak (Vrpp)
5. Regulasi tegangan (Voltage Regulation) pada
kapasitor pertama adalah 29% sedangkan
regulasi tegangan pada kapasitor kedua
adalah 33%.