Anda di halaman 1dari 16

PATOLOGI

SEKSUALIT
AS

Seksualitas &
Psikopatologi
Oleh:
Hartini Sri Utami

REFERENSI
Abdullah.

2008. Penyimpangan Seksual.


http://www.diffy.com/cmm/artikel
definisi.penyimpangan1.html. Diakses 28 Mei
2015
Junaedi, Didi. 2010. 17+ Seks Menyimpang.
Jakarta: Semesta Rakyat Merdeka.
Mahmud, Farhan. 2002. Penyimpangan Seksual.
www.google.com /seksmenyimpang. Diakses 28
Mei 2015
Sarwono, Sarlito. 2002. Psikologi Remaja.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.

PATOLOGI SEKSUALITAS
Seksualitas bergantung pada
tempat, zaman, budaya,
Dianggap normal bila:
Dapat diterima kedua partner dengan bebas
Tidak merendahkan martabat seseorang
Tidak memperalat partner
Tidak mengganggu umum
Tidak melanggar hukum agama/ negara/
alam
Patologi

DEFINISI
Seksualitas sexual deviation
sexual abnormality sexual perversion
Dorongan dan kepuasan seksual yang
ditunjukan kepada obyek seksual secara tidak
wajar.
Aktivitas seksual yang ditempuh seseorang
untuk mendapatkan kenikmatan seksual
dengan tidak sewajarnya, menggunakan
obyek seks yang tidak wajar. (Abdullah, 2008)
Patologi

FAKTOR PENYEBAB
Genetik
Traumatik
Pola

asuh yang salah


Lingkungan
Teman dekat
Film
Eksplorasi

MACAM-MACAM Menurut Sarwono


Sarlito, 2002
1.

Gangguan Identitas Jenis alat kelamin


identitas sex
Transeksualisme minat seksual pada
yg sejenis, ada yg heteroseksual,
aseksual
Gangguan identitas jenis masa kanakkanak
transeksualisme hanya masa kanakkanak
Gangguan identitas jenis tidak khas
tidak sepenuhnya transeksualisme
namun ada perasaan menolak thd alat

2.

Parafilia menghayal perbuatan seksual


yg tidak lazim mendorong untk
melakukannya
Cara penyaluran dorongan seksual:
Masochisme: mendapat kegairahan
seks dg dihina, disakiti
Sadisme: kepuasan seks
menimbulkan penderitaan pasangan
Eksibitionisme: kepuasan seks
memperlihatkan alat kelamin
Scoptophilia: kepuasan seks melihat
aktivitas seksual.

Voyeurisme: kepuasan seks melihat


org telanjang
Transvestisme: kepuasan seks
memakai pakaian lawan jenis
Sodomi : kepuasan seks hub.seks
melalui anus
Seksualoralisme: kepuasan seks
aplikasi mulut pada genetalia partner
Homoseksual dan lesbian

Orientasi/ sasaran seksual yg


menyimpang:
Pedophilia: hub. Seks dg anak-anak
Bestiality: hub. Seks dg binatang
Zoophilia: kepuasan seks melihat
aktivitas seks binatang, bentuk cinta
yg sangat mesra dg binatang
Necrophilia: hub. Seks dg mayat

Fetishisme: pemenuhan dorongan


seks melalui pakaian dalam lawan
jenis
Incest: hub. Seks masih satu
darah
Mysophilia, coprophilia, urophilia:
senang pada kotoran, faeces, dan
urine
Masturbasi: kepuasan seks
merangsang genetalia sendiri
Wifeswapping: bertukar pasangan
seks (istri)

Pornografi: kepuasan seks dg melihat


gambar porno
Geronto seks: hub. Seks dg wanita tua
Saliromania: kepuasan seks
mengotori badan dan pakaian wanita
Frottage: kepuasan seks meraba
orang yg disenangi (tanpa
sepengetahuan), menggosokgosokkan diri pd pakaian lawan jenis
dikeramaian (j.p chaplin, 1981)

Tingkat penyimpangan, keinginan,


dan kekuatan dorongan seksual:
Nymphomania: wanita yg
memiliki keinginan seks yg luar
biasa
Satyriasis: keinginan seks yg luar
biasa pada pria
Promiscuity dan prostitusi: hub.
Seks dg banyak orang

Perzinahan
(adultery): hub.
Seks dg bukan
partner legal
Seduksi: bujukan
atau godaan
untuk mengajak
hub. Seks
Perkosaan: hub.
Seks dg paksaan
dan kekerasan

3.

Disfungsi Psikoseksual
Hambatan pd selera/ keinginan
seksual
Hambatan gairah seksual
Pria Impotensi: organis, fungsional,
psikogen
Wanita Frigiditas: organis,
psikologis
Hambatan orgasme wanita
Hambatan orgasme pria
Ejakulasi prematur
Dispareunia fungsional
Vaginismus: refektif primer dan

AKIBAT PATOLOGI SEKSUAL


Aborsi meningkat komplikasi ke
perdarahan dan infeksi
Penyakit menular seksual (STD): sifilis,
gonorea, herpes simplex, limpogranuloma
akuminata venerium, granuloma ingunale,
trikhomonas, kondiloma akuminata, AIDS
Paling paling banyak diderita oleh pelaku
seks bebas (termasuk pelaku seks
menyimpang seperti homoseks, seks anal,
dan sebagainya) adalah: sifilis, gonore,
herpes progenitalis dan AIDS (Junaedi,
2010).