Anda di halaman 1dari 13

PELAPORAN FINANSIAL NON REGULASI :

PERTIMBANGAN TEORI-TEORI
BERORIENTASI SISTEM

Oleh :
Irvan Ali Mustofa
Irene Nathasia Devi

Alasan mengapa organisasi menyediakan informasi akuntansi secara


sukarela dijelaskan dalam system-oriented theories
(1) Teori Legitimasi

Teori Ekonomi Politik


Gray, Owen dan Adams (1996) :
Rerangka sosial, politis, dan ekonomis yang mana manusia hidup di
dalamnya. Masyarakat, politik, dan ekonomi tidak dapat dipisahkan.

Teori Legitimasi
Organisasi ingin selalu memastikan bahwa mereka b
eroperasi sesuai dengan norma yang berlaku di lingk
ungannya sehingga terlihat dari pihak eksternal bah
wa mereka adalah organisasi yang legitimate/patuh t
erhadap norma.

Legitimasi, ekspektasi publik, dan kontrak sosial


Terdapat kontrak sosial, yaitu harapan publik mengenai bagaimana organisasi
harus beroperasi.

Legitimasi dan perubahan ekspektasi sosial


Mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat mengenai
perubahan aktual di dalam kinerja organisasi.
Mengubah persepsi masyarakat mengenai kinerja dan aktivitas organisasi,
tetapi tidak mengubah perilaku aktual organisasi
Memanipulasi persepsi dengan cara mengalihkan perhatian dari isu yang
sedang dipermasalahkan ke isu lain yang terkait
Berusaha mengubah ekspektasi ekternal mengenai kinerja organisasi,
dengan cara menunjukkan bahwa ekspektasi sosial tersebut tidak beralasan.

Penggunaan laporan keuangan dalam strategi legitimasi


Misalnya dengan menuliskan aktivitas CSR perusahaan

Pandangan korporat mengenai pentingnya kontrak sosial


Kebanyakan perusahaan setuju bahwa organisasi akan
mendapatkan sanksi sosial apabila tidak beroperasi sesuai dengan
ekspektasi publik.

Legitimasi dan manajemen risiko reputasi


Ancaman terhadap legitimasi (reputasi) perusahaan dapat berimbas
kepada menurunnya nilai perusahaan. Inilah alasan pentingnya
manajemen risiko reputasi, dengan cara mengungkapkan aktivitas
perusahaan yang sejalan dengan ekspektasi sosial.

Uji empiris atas teori legitimasi


Kebanyakan penelitian yang dilakukan tentang pengungkapan akuntansi
memberikan hasil yang sejalan dengan teori legitimasi, dimana
pengungkapan pertanggungjawaban sosial dan lingkungan lebih banyak
dilakukan utamanya setelah ada insiden terkait isu sosial dan lingkungan
pada industri yang digeluti perusahaan.

Membedakan teori legitimasi dengan Teori Akuntansi Positif


Teori legitimasi mirip dengan political cost hypothesis. Teori legitimasi
menekankan pada kontrak sosial sebagai basisnya, tidak berasumsi
bahwa semua orang bertindak atas kepentingan pribadi, serta tidak
berasumsi tentang efisiensi pasar.

Teori Stakeholder
Teori Stakeholder Etichal

Stakeholder mempunyai hak untuk diperlakukan secara fair oleh


perusahaan. Siapa pun stakeholder harus diperlakukan dengan
baik. Stakeholder mempunyai hak instrisik yang tidak boleh
dilanggar (seperti gaji yang wajar).

Clarkson membagi stakeholder menjadi 2 yaitu stakeholder primer


dan sekunder

Stakeholder primer adalah pihak yang mempunyai kontribusi nyata


terhadap perusahaan. Sedang stakeholder sekunder adalah pihak
yang tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan
secara langsung

Gray menyarankan menggunakan perspektif model akuntabilitas.


Akuntabilitas adalah kewajiban untuk menyediakan informasi/laporan
kepada stakeholder atas tindakan mereka sebagai wujud
tanggungjawabnya Gray, Owen, dan Maunders (1991, p.15)
1) kewajiban/tanggungjawab melakukan tindakan tertentu (atau
menahan diri melakukan tindakan tertentu),
2) tanggungjawab menyediakan laporan akibat tindakan tersebut

Teori Stakeholder Manajerial


Teori ini lebih terpusat pada organisasi (organization-centered). Perusahaan
harus mengidentifikasi perhatian para stakeholder
Kemampuan pemangku kepentingan(misalnya pemilik, kreditur, atau
regulator) untuk mempengaruhi manajemen perusahaan dipandang sebagai
fungsi tingkat kontrol pemangku kepentingan atas sumber daya yang
dibutuhkan oleh organisasi (Ullman, 1985)
Sebuah organisasi dianggap sukses saat kebutuhan stakeholder utama
organisasi tersebut terpenuhi
informasi merupakan unsur utama yang dapat digunakan oleh organisasi
untuk mengelola (atau mengatur) pemangku kepentingan dalam rangka
untuk mendapatkan dukungan

Uji Empiris dari Teori Stakeholder

Teori stakeholder digunakan untuk menguji kemampuan para pemangku


kepentingan yang mempengaruhi pengungkapan sosial responbility
perusahaan
Neu, Warsame, dan Pedwell (1998) juga mendukung pandangan bahwa
kelompok pemangku kepentingan tertentu dapat lebih efektif daripada yang
lain dalam menuntut pengungkapan tanggung jawab sosial
Masalah, yaitu sulit menentukan mana pemangku kepentingan yang paling
utama, dan apa kebutuhan informasi dari masing-masing kelompok
Wicks berpendapat bahwa pandangan ini tidak realistis karena
mengandung arti bahwa orang tidak dapat hanya memasukkan aspek moral
saat bertindak di pasar

Teori Institusional (kelembagaan)

Teori institusional relevan dengan peneliti yang menganilisa praktik


pelaporan perusahaan karena memberikan perspektif yang saling
melengkapi, baik teori stakeholder dan teori legitimasi
Dua dimensi utama dari teori institusional. Yang pertama disebut
isomorfisme sedangkan yang kedua disebut decoupling

TERIMA KASIH